You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»ultrafiltrasi

ultrafiltrasi

Filter air laundry dan binatu

Filter air laundry dan binatu, Filter air merupakan hal penting untuk bisnis laundry karena bisnis ini memerlukan kualitas air yang baik. Air buangan deterjen/laundry dapat menimbulkan permasalahan serius karena produk deterjen dan bahan-bahan ingredientnya dapat menyebabkan toxic bagi kehidupan dalam air.

Deterjen mengandung sekitar 25 macam bahan (ingredient) yang dapat dikelompokan sebagai 1) surfaktan, 2) builder, 3) bleaching agents dan 4) additives.

Air buangan sisa deterjen yang dihasilkan dalam volume besar sangat berbahaya untuk kelestarian sungai dan tanah. Surfaktan anionik dan nonionik merupakan komponen utama dalam deterjen.

 Karena sifatnya yang kompleks, air limbah deterjen/laundry sangat sukar untuk diolah. Metoda yang dapat diterapkan untuk mereduksi surfaktan mencakup proses-proses kimia dan oksidasi elektrokimia, teknologi membran,presipitasi secara kimia, degradasi fotokatalitik, adsorbsi dan berbagai metoda biologis yang tidak begitu efektif karena proses yang berlangsung lambat. Untuk melindungi lingkungan terhadap pengaruh air limbah khususnya deterjen/laundry maka perlu dicari metode pengolahan yang efisien.

filter air untuk laundry pakaian

Air merupakan komponen vital dalam operasi suatu industri laundry (binatu). Kebutuhan air untuk industri laundry rata-rata 15 L untuk memproses 1 kg pakaian dan menghasilkan 400 m3 limbah cair per hari. Pengolahan limbah cair hasil industri laundry sering menghadapi berbagai kesulitan diantaranya tingginya konsentrasi surfaktan, tingginya kadar zat organik dan anorganik.

Kebanyakan sistem yang digunakan pada proses pengolahan air limbah industri laundry merupakan metoda konvensional seperti presipitasi/koagulasi dan dan flokulasi, sedimentasi dan filtrasi atau kombinasi dari proses-proses tersebut. Koagulasi dan flokulasi biasanya ditambahkan untuk membentuk formasi dari partikel besar yang teraglomerasi. Sistem ini tidak efektif untuk menghilangkan warna dari efluent (sisa deterjen) dari proses laundry. Adsorbsi menggunakan karbon aktif granular setelah proses flokulasi dapat meningkatkan proses pengolahan karena luas permukaan karbon aktif yang besar dapat menyerap komponen-komponen yang ada dalam air limbah. Namun demikian untuk menghilangkan warna sangat tergantung dari jenis zat warna yang digunakan.

Sampai saat ini air buangan sisa deterjen yang termasuk limbah domestik masih merupakan masalah bagi lingkungan. Hal ini disebabkan karena meningkatnya penggunaan deterjen yang lebih memudahkan dalam proses pencucian dibandingkan dengan sabun. Dibandingkan dengan sabun yang di dalam air akan membentuk garam-garam kalsium dan magnesium yang dapat didegradasi secara biologis, deterjen yang merupakan kombinasi beberapa persenyawaan akan meninggalkan bermacam-macam zat kimia yang dapat berbahaya bagi lingkungan karena sukar diuraikan oleh mikroorganisme dalam air. Salah satu senyawa kimia yang berbahaya dalam air adalah Linear Alkylbenzene Sulphonate (LAS). LAS adalah senyawa aquatic toxicity. Kadar LAS dalam air berturut turut sebesar 1,67, 1,62, dan 29,0 mg/L dapat mematikan ikan, daphnia magna, dan algae.

Permasalahan yang ada dalam pengolahan air limbah deterjen khususnya hasil proses laundry adalah belum adanya sistem pengolahan yang efektif dan efisien secara teknis maupun ekonomis. Metode filter air laundry yang selama ini adalah koagulasi dan flokulasi yang membutuhkan banyak zat kimia dan metoda biologi yang menghasilkan sludge yang menjadi problem tersendiri bagi lingkungan.

Pengolahan limbah cair menggunakan membran merupakan suatu upaya yang banyak dilakukan akhir-akhir ini dan telah menjadi fokus perhatian para ahli dalam dekade terakhir. Kebanyakan penelitian yang ada menggunakan membran yang terbuat dari composit polimer. Membran yang digunakan biasanya adalah jenis Mikrofiltrasi/Ultrafiltrasi dengan pertimbangan bahwa material ini banyak terdapat di Indonesia sehingga kemungkinan aplikasi komersialnya akan lebih luas. Sebagaimana diketahui membran keramik tidak saja dapat digunakan untuk pemisahan padat- cair, cair-cair namun dapat digunakan pada pervaporasi gas-gas.

Berbagai studi yang dilakukan beberapa peneliti sebelumnya memperlihatkan bahwa limbah sekunder dari industri mempunyai prospek yang cukup baik sebagai sumber air di masa depan. Limbah sekunder sekunder yang telah diolah terbukti dapat digunakan sebagai non-potable water seperti untuk umpan sistem cooling tower. Kombinasi antara MF, UF dan RO juga dapat menghasilkan air dengan kualitas tinggi yang dapat digunakan pada industri elektronika. Eksperimen pengolahan limbah cair dari industri tekstil yang dilakukan oleh Sojka-Ledakowicz et al menggunakan dua jenis membran (RO dan NF) menunjukkan bahwa RO mampu mereduksi chemical oxygen demand (COD) sampai 99.7%. Didapatkan juga persentase rejeksi dari zat warna hasil pengolahan dengan NF dan RO berturut-turut sebesar 99,4 dan 100%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja RO lebih baik dari MF. Namun demikian, MF lebih efektif dari RO dalam menurunkan intensitas warna dari limbah tekstil.

Pada studi yang lain, menunjukkan bahwa limbah cair dengan salinitas yang rendah merupakan sumber air dengan kualitas baik. Untuk membran RO menggunakan membran jenis spiral wound dan dioperasikan pada tekanan 9 bar didapatkan bahwa persentase rejeksi garam antara 98.5-99% pada water recovery percentage 17-21% (untuk tiga modul membran jenis spiral wound dalam sebuah vessel). Permeat yang dihasilkan mempunyai kualitas yang sangat baik untuk non-potable water serta bebas virus dan bakteri.

Hasil analisis menyimpulkan bahwa limbah cair dapat dimanfaatkan sebagai sumber non-potable water dengan unit cost yang terjangkau menunjukkan bahwa RO juga mempunyai kemampuan untuk menurunkan konsentrasi polutan dari limbah cair industri. Empat jenis membran (HR95PP, SEPA-MS05, DESAL-3B dan DESAL-3LP) digunakan dalam untuk pengolahan limbah cair sintetis yang mengandung ammonium sulfat, sianida dan acrylonitrile.

Semua membrane menunjukkan kinerja yang sangat baik dengan kemampuan mereduksi ion ion sulfat besar dari 99%. Suatu hal yang cukup menarik untuk spesies non-ion seperti acrylnitril persentase rejeksi hanya antara 10.5 dan 28.8 %. Ini utamanya disebabkan oleh karakteristik RO yang tidak dapat menghilangkan zat organik dengan berat molekul rendah. Untuk itu disarankan untuk mengoksidasi akrilonirile menjadi ion lain terlebih dahulu.

Selain itu, ammonium dan sianida tidak dapat dieliminasi pada single step operation dan persentase rejeksi ion tergantung pada pH umpan. Pada eksperimen dengan limbah cair hasil penyamakan menggunakan system RO dengan kapasitas 20,000 L/hari, menunjukkan bahwa rejeksi TDS lebih besar dari 98% dengan Persentase Pemulihan Air Maksimum (maximum water recovery percentage) sebesar 78% dapat dicapai pada studi mereka. Diduga bahwa rendahnya persentase pemulihan air ini lebih disebabkan oleh pori membran yang tersumbat oleh endapan kalsium dan magnesium, scales, senyawa kompleks anorganik, dan keberadaan zat warna dan tannin dalam contoh limbah cair yang digunakan. Limbah cair pada industri baja menggunakan membran RO dan NF menunjukkan bahwa pada tekanan 2000 kPa dan suhu 25 oC, persentase pemulihan air hampir mencapai 100% dan untuk NF hanya 40%. Didapatkan juga bahwa flukspermeat untuk membran NF adalah sekitar dua kali lebih besar dari RO.

Sumber [eprints.unsri.ac.id]

Filter air limbah berlumpur

Filter air limbah berlumpur, Filter air limbah diperlukan untuk menjaga lingkunagan dan menghemat air. Buangan air limbah industri mengakibatkan timbulnya pencemaran air sungai yang dapat merugikan masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai, seperti berkurangnya hasil produksi pertanian, menurunnya hasil tambak, maupun berkurangnya pemanfaatan air sungai oleh penduduk. Seiring dengan makin tingginya kepedulian akan kelestarian sungai dan kepentingan menjaga keberlanjutan lingkungan dan dunia usaha maka muncul upaya industri untuk melakukan pengelolaan air limbah industrinya terutama yang mengandung lumpur melalui perencanaan proses produksi yang effisien sehingga mampu meminimalkan limbah buangan industri dan upaya pengendalian pencemaran air limbah industrinya melalui penerapan instalasi pengolahan air limbah.

filter air limbah berlumpur

Filter air pengolahan lumpur menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari suatu instalasi pengolahan air limbah. Inti dari pengolahan lumpur adalah mengurangi kadar air, menstabilkan, serta menghilangkan mikroorganisme patogen. Berikut ini adalah berbagai teknologi/metode filter air dalam pengolahan lumpur.

1. Thickening
Thickening adalah proses yang dilakukan untuk mengurangi volume lumpur sekaligus meningkatkan konsentrasi padatan di dalam filter air lumpur. Proses ini dapat dilakukan menggunakan peralatan antara lain gravity thickener, gravity belt thickener, rotary drum, separator, centrifuge, dan flotator.

Metode thickening yang cukup terkenal adalah gravity thickening. Sesuai dengan namanya, dalam proses ini terjadi pemanfaatan gaya gravitasi (pengendapan) untuk memisahkan air dari dalam sludge. Unit pengolahan yang digunakan untuk proses ini disebut gravity thickener yang serupa dengan secondary clarifier pada sistem lumpur aktif. Gravity thickener terbagi menjadi beberapa zona yaitu:

a. Clear zone: zona paling atas yang merupakan tempat bagi air yang berhasil dipisahkan dari lumpur untuk kemudian dikeluarkan dari dalam sistem dan diresirkulasi (dialirkan kembali) ke sistem filter air pengolahan air limbah.

b. Feed zone: zona ini memiliki karakteristik konsentrasi solid yang seragam.

c. Compaction zone: merupakan zona yang berada di bawah feed zone.

Di antara feed zone dengan clear zone terdapat area yang disebut dengan sludge blanket yang kedalamannya menjadi faktor penting dalam operasional unit gravity thickener.

2.  Stabilization
Stabilisasi lumpur bertujuan untuk menghindari terjadinya pembusukan lumpur, mencegah bau yang mengganggu, serta untuk mengurangi konsentrasi materi volatil dan kandungan patogen di dalam lumpur.

a. Digestion
Sesuai dengan namanya, digestion (kita asosiasikan dengan proses pencernaan), proses yang satu ini melibatkan aktivitas mikrobiologi. Mikroorganisme di dalam reaktor akan bekerja “memakan” zat-zat organik yang berada di dalam sludge untuk menghindari/mengurangi proses dekomposisi zat organik setelah lumpur keluar dari instalasi pengolahan. Jenis organisme yang terlibat dapat berasal dari kelompok aerob (prosesnya disebut aerobic digestion) atau anaerob (anaerobic digestion). Untuk lebih jelasnya mengenai perbedaan proses aerob dan anaerob dapat dilihat di sini.

b. Thermal stabilization
Stabilisasi lumpur dengan proses termal dimaksudkan untuk melepaskan air yang terikat pada lumpur melalui proses pemanasan dalam waktu yang singkat.

c. Chemical stabilization
Kalau yang satu ini jelas-jelas menggunakan bahan kimia untuk proses stabilisasi lumpur. Zat kimia yang digunakan untuk proses stabilisasi antara lain klorin dan kapur (kalsium hidroksida).

3. Conditioning
Proses sludge conditioning bertujuan untuk meningkatkan dewaterability dari lumpur. Metode-metode sludge conditioning antara lain adalah chemical conditioning, thermal conditioning, elutriation, dan freeze-thawing.

4. Dewatering
Proses dewatering memiliki prinsip yang sama dengan thickening, yaitu mengurangi konsentrasi air dalam lumpur. Yang membedakan adalah konsentrasi akhir dari padatan yang diperoleh. Pada thickening, sasaran konsentrasi padatan yang diinginkan adalah <15%. Dalam hal ini sludge masih bisa dipompa selayaknya air limbah. Sementara itu, pada dewatering, konsentrasi akhir padatan yang diinginkan adalah lebih dari 15% sehingga pemompaan tidak mungkin dilakukan karena sludge sudah memadat dengan viskositas tinggi. Instrumen yang dapat digunakan untuk proses dewatering antara lain filter press, belt press, dan centrifuge.  Secara alami, proses dewatering dapat juga dilakukan dengan cara mengeringkan lumpur (menjemur di bawah sinar matahari) pada suatu drying bed. Kelemahan metode ini adalah diperlukannya lahan yang luas.

Namun walaupun begitu, masalah air limbah tidak sesederhana yang dibayangkan karena pengolahan air limbah industri terutama yang mengandung lumpur memerlukan biaya investasi yang besar dan biaya operasi yang tidak sedikit. Untuk itu filter air pengolahan air limbah harus dilakukan dengan cermat, dimulai dari perencanaan yang teliti, pelaksanaan pembangunan fasilitas instalasi pengolahan air limbah (IPAL) atau unit pengolahan limbah (UPL) yang benar, serta pengoperasian yang cermat.
Dalam pengolahan air limbah itu sendiri, terdapat beberapa parameter kualitas yang digunakan. Parameter kualitas air limbah dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu parameter organik, karakteristik fisik, dan kontaminan spesifik. Parameter organik merupakan ukuran jumlah zat organik yang terdapat dalam limbah. Parameter ini terdiri dari total organic carbon (TOC), chemical oxygen demand (COD), biochemical oxygen demand (BOD), minyak dan lemak (O&G), dan total petrolum hydrocarbons (TPH). Karakteristik fisik dalam air limbah dapat dilihat dari parameter total suspended solids (TSS), pH, temperatur, warna, bau, dan potensial reduksi. Sedangkan kontaminan spesifik dalam air limbah dapat berupa senyawa organik atau inorganik.

Semoga artikel diatas dapat menjadi solusi untuk mengatasi air limbah industri berlumpur menggunakan filter air dan cara pengolahan yang tepat, sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar.

Sumber [Aneka Sumber]

Penyaring Air Reverse Osmosis (RO)

Penyaring air Reverse Osmosis (RO), Penyaring air modern kini menggunakan membrane reverse osmosis. Teknologi penjernihan air yang umum dikenal sejak lama antara lain adalah Disinfektansi (dimasak, Chlorinisasi, Ozonisasi, Sinar Ultra Violet), Destilasi, Mikrofiltrasi, dan Filterisasi (Activated Alumina, Activated Carbon, Anion & Cation Exchange).

Metode Reverse Osmosis (RO) dikembangkan sejak tahun 1950an dalam rangka mencari metoda yang ekonomis untuk desalinasi air laut (Penyaringan air laut). Metoda ini yang juga dikenal sebagai “hyperfiltration”  ini kemudian terus dikembangkan untuk membuang hampir semua kontaminan dari air yang akan diolah.

Reverse Osmosis mampu untuk menyingkirkan beragam kontaminan aestetik yang menimbulkan rasa yang tidak sedap, warna, dan problim bau seperti rasa asin atau rasa soda yang disebabkan oleh chlorides atau sulfat. Unit RO secara efektif mampu menyingkirkan semua jenis bakteri dan virus. Besarnya pori dari membran RO mencapai 0.0001 Mikron (ukuran bakteria 0.2 sampai 1 Mikron, dan virus antara 0.02 sampai 0,4 Mikron). Unit RO mampu untuk menyingkirkan sebagian besar bahan kimia non organik seperti garam, metal, dan mineral.

filter air reverse osmosis

Reverse Osmosis (RO) efektif untuk menyingkirkan kontaminan yang menyangkut kesehatan seperti arsenic, asbestos, atrazine (herbisida/pesticida), fluoride, lead, mercury, nitrate, dan radium, dan lain-lain.

Dengan kemampuannya tersebut, Penyaring Air Reverse Osmosis merupakan teknologi pengolahan air yang sangat umum digunakan guna menghasilkan air yang berkualitas tinggi.

Proses penyaringan air Reverse Osmosis dilakukan dengan memberi tekanan tinggi pada air yang dialirkan melalui membran semi permeable dimana pemisahan ion terjadi. Dengan pemisahan ion, molekul air membentuk barier yang memungkinkan molekul air lainnya untuk liwat dan menghalangi liwatnya hampir semua kontaminan. Tingkat penolakan kontaminan ini berkisar antara 85-95% yang tergantung pada kualitas awal dari air yang diolah.

Dari beragam teknologi penjernihan air minum diatas dapat disimpulkan  bahwa banyak teknologi dan metode yang efektif untuk menyingkirkan sejumlah kontaminan/zat berbahaya dalam air, tapi tidak ada teknologi penyaring air tunggal yang dapat menyingkirkan semua kontaminan.

Teknologi yang spesifik atau kombinasi dari beberapa teknologi biasanya digunakan untuk mengatasi tuntutan permasalahan kualitas air baku yang akan diproses  menjadi air minum.

Dengan kombinasi teknologi ini  proses penjernihan akan dilakukan melalui beberapa tahapan, Setiap tahapan berfungsi guna membuang kontaminan tertentu. Teknologi penyaringan air reverse osmosis (RO) yang digunakan pada setiap tahapan, serta jumlah tahapan akan menentukan kualitas air yang dihasilkan. Teknologi Reverse Osmosis ini dapat diterapkan pada berbagai skala penggunaan yang dibutuhkan seperti untuk skala perkotaan, industri, maupun rumah tangga.

KUALITAS AIR FILTRASI REVERSE OSMOSIS (RO)

Sebagaimana disebutkan diatas, secara umum syarat pokok air minum yang berkualitas adalah air yang tidak tercemar , yaitu air yang jernih, sehat, dan bebas bahan kimia. Jika diminum , air yang berkualitas ini bersih dan aman untuk diminum, dan dengan rasa yang  segar dan menyenangkan.

Secara kuantitatif, salah satu parameter yang digunakan guna mengukur  kualitas air ini adalah suatu angka besaran yang lazim disebut  Total Dissolve Solid  (TDS), yaitu kandungan partikel padat  terlarut yang terdapat dalam air. TDS ini dapat diukur secara mudah dengan menggunakan TDS Meter digital. Besaran angka TDS ini dinyatakan dalam ppm (parts per million).

Penjernih air Reverse Osmosis mampu menyingkirkan 96% partikel padat air yang diprosesnya. Dari pengamatan yang yang dilakukan, TDS dari air sumur di kawasan Jakarta berkisar antara 80 ppm-300 ppm. Jika diukur dengan TDS Meter, sejumlah air kemasan dan air isi ulang menunjukkan angka TDS  sekitar 80 ppm. Hasil filtrasi menunjukkan TDS  yang berkisar antar 4-10 ppm, walau air input berupa air dengan TDS 300 ppm. Dengan demikian  hasil filtrasi penyaring air reverse osmosis ini sudah aman untuk langsung diminum tanpa dimasak terlebih dahulu.

PERAWATAN  ALAT PENYARING AIR REVERSE OSMOSIS (RO)

Perawatan alat terbatas pada penggantian filter secara berkala. Umur komponen filter air (Media) sangat ditentukan oleh  waktu penggunaan alat (beberapa jam sehari atau sepanjang hari) dan kualitas air input (Sumber Air). Lamanya penggunaan alat  akan menentukan kotoran yang tersedot oleh filter air, sebagaimana juga halnya air yang mengandung banyak partikel padat akan lebih cepat menyumbat pori-pori pada filter.

Rekomendasi pabrik menyebutkan ada filter yang harus diganti setiap 6 bulan, 1 tahun, 2 tahun dan 3 tahun, tergantung dari jenis masing-masing filter air. Teknis penggantian filter air ini dapat dilakukan dengan sangat mudah dan praktis.

Sumber [Aneka Sumber]

Filter air kolam ikan koi

Filter air kolam ikan koi, Filter air dapat membuat kualitas air kolam ikan menjadi air bersih dan sehat. Ikan koi salah satu ikan yang cukup banyak peminatnya diantara ikan hias yang lainnya. Salah satu daya tarik dari ikan koi ini yaitu dari bentuk dan warna tubuhnya yang sangat indah. Tetapi, untuk memlihara atau merawat ikan koi kita harus memahami terlebih dahulu karakter ikan ini, supaya ikan koi yang kita pelihara akan tampil prima dan kita akan senang melihatnya.

Salah satu hal terpenting dalam perawatan ikan koi yaitu faktor tempat. Salah satu tempat ikan koi yang baik yaitu kolam, tetapi kolam ikan koi yang baik harus memenuhi “keinginan” ikan koi tersebut, dalam artian kita harus mengetahui kebiasaan hidup ikan koi tersebut apabila berada di dalam kolam.

filter air kolam ikan koiDengan mengetahui “keinginan” ikan koi tersebut, maka secara otomatis kehidupan ikan koi di dalam kolam yang kita sediakan akan berlangsung baik, dan ikan pun akan berkembang dengan baik pula. Ketika akan memelihara ikan hias contohnya ikan koi maka pertanyaan yang terlintas di benak kita adalah ” Bagaimana menjaga air kolam ikan hias supaya tetap jernih ?” Banyak cara yang  dapat dilakukan untuk menjaga kejernihan kolam salah satunya dengan sirkulasi air secara terus menerus. Sistem sirkulasi tersebut tentu saja membutuhkan air yang berlimpah (boros air).

Solusi terbaiknya yang bisa digunakan untuk menjaga kejernihan air kolam adalah dengan melakukan proses penyaringan (filtrasi) menggunakan filter air. Intinya air kolam dialirkan ke alat  penyaring air (filter) kemudian dialirkan kembali ke kolam ikan. Ada beberapa tahapan atau hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kolam ikan koi, diantaranya:

Kualitas Air Kolam Koi
Air untuk kolam ikan koi harus yang bersih dan sehat, untuk menjaga kualitas air agar tetap sehat dan bersih, kita bisa memasang filter air untuk membantu menjernihkan air. Selain penyaring air di kolam koi juga bisa ditambah aerator untuk menyemburkan air (Air Mancur) ditengah kolam.

Cara praktis dan aman supaya air kolam bersih dan ikan koi anda sehat adalah menggunakan filter air kolam ikan koi, salah satunya dalah dengan membeli penyaring air kolam yang sudah jadi. Anda tinggal menyesuaikan spesifikasi filter dengan ukuran kolam yang dimiliki. Selain itu dalam memilih filter untuk kolam adalah kemudahan dalam maintenance dan mudah dibersihkan. Berbagai merek produk filter kolam tersedia di pasaran, salah satunya adalah Filter air Nano Smart Filter. Penyaring air Nano Smart Filter sangat baik digunakan sebagai filter air kolam ikan, restoran, rumah tangga, industri, perkantoran dan lain sebagainya.

Sistem filtrasi Nano Smart Filter sudah teruji dan ampuh mengatasi masalah air yang anda alami. Selain itu penyaring air Nano Smart Filter menggunakan desain yang modern, simple dan menggunakan teknologi yang mutakhir. Sehingga memberi berbagai kemudahan dalam perawatan filter air Nano Smart Filter menjadi kelebihan utama dibandingkan menggunakan filter air lainnya. Untuk perawatan anda hanya perlu melakukan “backwash” sebanyak dua kali dalam satu minggu.

Semburan air yang keluar akan menimbulkan gelembung-gelembung udara yang dapat mengahasilkan oksigen bagi ikan. Aerator bisa membuat arus pada air kolam sehingga ikan koi akan sering bergerak dan membuat tubuh ikan semakin sehat. Untuk menjaga ikan koi tetap sehat sebaiknya tambahkan PSB-bio healthy dan refresh. PSB berfungsi untuk meningkatkan amonia sehingga air tetap jernih, dan pemberian suplemen tersebut sebaiknya diberikan pada sore hari.

Teknik filter air kolam ikan koi  ini selain berfungsi untuk menjaga kejernihan air juga mampu mengurangi kandungan bahan organik di perairan (sisa pakan dan kotoran ikan) sehingga kualitas air dapat lebih terjaga. Selain lebih irit air penggunaan filter membuat kita tak perlu sering” kuras air kolam dan ikan tetap sehat.

Konstruksi filter air kolam ikan koi biasanya berdekatan atau menjadi satu dengan kolam ikan yaitu tabung filter diletaknan berdampingan dengan kolam ikan koi kesayangan kita. Di dalam tabung filter air Nano Smart filter biasanya berisikan media filter PureTAG Super. Media filter PureTAG Super menggunakan komponen 4in1 jadi sangat ampuh dan praktis dalam mengatasi masalah air pada kolam ikan koi anda.

Selain menggunakan penyaring air biasanya kolam ikan koi diberikan obat refresh berisi mineral yang biasa terdapat dalam lumpur, jika dasar kolam terbuat dari bahan semen, maka obat ini sangat baik untuk diberikan, dan bisa diberikan sebulan sekali dengan dosis 180g untuk setiap 10 ton air. Untuk memasukkan obat tersebut dilarutkan terlebih dahulu dalam satu ember air.

Penyinaran Matahari Pada Kolam Ikan Koi
Ikan koi akan terlihat indah apabila ikan tersebut terkena sinar matahari, maksudnya ikan  koi akan tumbuh sempurna dan memiliki warna yang mencolok apabila kolam yang didiami terkena sinar matahari.

Dalam sehari setidaknya koi membutuhkan sinar matahari langsung selama 3 jam terutama bagi jenis koi hikari yang memiliki sisik mengkilap, apabila kekurangan sinar matahari warna sisik yang mengkilap akan memudar. Selain kurang maksimal pada warna ikan, kekurangan sinar matahari akan mengundang berbagai penyakit. Dan perlu diketahui bahwa sinar matahari yang menyinari kolam dapat mendorong berkembangnya ganggang spirulina, apabila ganggang tersebut dimakan ikan, hal itu akan menambah kualitas warna ikan koi.

Bentuk Kolam Ikan Koi
Bentuk kolam untuk ikan koi tidak begitu bermasalah, yang terpenting kolam yang akan di pakai ikan koi harus memiliki dasar dan dinding yang halus dan bagian sudut kolam harus tumpul, hal ini untuk menghindari supaya ikan koi tidak terluka. Karena salah satu kebiasaan ikan koi adalah suka menggesekan tubuhnya ke dinding dan dasar kolam.

Itulah sekilas bagai mana cara menyiapkan kolam untuk ikan koi, perawatan kolam ikan yang baik  terutama pada air yang digunakan akan berdapak pada kualitas ikan tersebut.

Sumber [AnekaSumber]

Filter air membran terbaik

Filter air membran modern, Filter air terbaik dilengkapi dengan membran penyaring air diantranya membrane Reverse osmosis (RO), Elektrodialisis (ED), Ultrafiltrasi (UF), dan Mikrofiltrasi (MF). Penyaring air menggunakan membran adalah suatu teknik pemisahan campuran 2 atau lebih komponen tanpa menggunakan panas dan juga telah menjadi alat dasar dalam pembuatan larutan-larutan steril dan penggunanya telah dikuatkan secara resmi oleh United State Pharmacopoeia (USP) dan The US Food and Drug Administration (FDA). Membran dengan porositas berkisar dari 0,2 atau 0,45 mikron biasanya dispesifikasikan untuk penyaringan-penyaringan steril. Dalam kisaran porositas ini, filter air  membran mungkin dapat tersumbat dengan cepat, sehingga digunakan pra filter/ pretreatment untuk menghilangkan beberapa benda koloid untuk menyempurnakan  siklus penyaringan air. Komponen-komponen akan terpisah berdasarkan ukuran dan bentuknya, dengan bantuan tekanan dan selaput semi-permeable.

Serat membran mempunyai diameter pori yang berbeda. Berdasarkan ukuran pori, membran filtrasi dibagi menjadi membran mikrofiltrasi (MF), yang mempunyai diameter pori 0,1 μm, membran ultrafiltrasi (UF) dengan pori 0,001μm, dan reverse osmosis (RO) dengan pori 0,0001 μm.

jenis membran filter air

Prinsip tekhnik filtrasi membran ini adalah dengan menyaring cairan sampel melewati saringan yang sangat tipis dan yang terbuat dari bahan sejenis selulosa. Membran ini memiliki pori-pori berukuran mikroskopis dengan diameter lebih kecil daripada ukuran sel mikroba pada umumnya. Jadi selama proses penyaringan berlangsung, sel-sel yang terdapat pada sempel akan terjebak dari peralatan filtrasi kedalam cawan petri berisi media. Kertas membran ini bersifat solid sehingga dapat menahan sel yang terjebak tetap pada posisinya dan kemudian dapat berkembang tanpa bercampur dengan sel lain yang ikut terjebak juga. Nutrisi yang terdapat pada media akan berdifusi dan terserap kedalam kertas membrane sehingga sel-sel yang tersebar acak dan kasat mata itu dapat tumbuh menjadi koloni yang dapat dihitung dengan mata telanjang setelah melewati masa waktu inkubasi tertentu. Bentuk, warna dan sifat lain dari masing-masing koloni tergantung kepada jenis mikroba yang berada pada kertas membran.

Reverse Osmosis (RO)

Filter air membrane Reverse Osmosis merupakan perpindahan air dari larutan berkonsentrasi rendah menuju larutan dengan konsentrasi yang lebih tinggi melalui lapisan semipermeable hingga terjadi kesetimbangan tekanan osmosis. Reverse osmosis diartikan sebagai perpindahan pelarut dari larutan, melalui membran semipermeable di bawah tekanan, ke pelarut murni atau larutan yang lebih encer pada tekanan yang lebih rendah. Tekanan yang diberikan pada larutan yang lebih pekat memungkinkan pelarut untuk berpindah ke larutan yang lebih rendah konsentrasinya. Dalam reverse osmosis, filter membran berfungsi sebagai lapisan semipermeable yang melewatkan pelarut dan menahan molekul-molekul terlarut. Tekanan yang diperlukan untuk proses reverse osmosis tergantung pada konsentrasi senyawa­senyawa dalam pelarut, biasanya lebih besar dari 500 psi. Reverse osmosis disebut juga hiperfiltrasi yang merupakan filtrasi paling bagus yang ada sampai saat ini. Reverse osmosis mampu menyisihkan partikel sampai ukuran ion dalam larutan.

Elektrodialisis (ED)

Dalam filter air membrane elektrodialisis, filter membran yang digunakan tidak permeable untuk air tetapi permeable bagi kation dan anion. Filter membran yang sering digunakan dalam proses elektrodialisis adalah filter yang dibuat dari hydrated cellophan dan media lain yang dapat digunakan untuk menentukan ukuran pori-pori membran.

Walaupun dialisis jarang digunakan dalam bidang pengolahan air dan pemurnian air, terdapat beberapa industri yang memanfaatkan teknologi ini untuk mengolah air buangan. Membran mampu berfungsi sebagai penukar kation dan anion, dimana larutan yang akan diolah dilewatkan diantara anoda dan katoda. Ruang antara katoda dan anoda dibuat sekecil mungkin untuk meminimalisasi pemakaian energi listrik. Ketika arus listrik searah dilewatkan pada anoda dan katoda, terjadi perpindahan anion ke anoda dan kation ke katoda. Karena pada satu membran hanya berfungsi untuk anion atau kation saja, maka diperlukan dua membran untuk memisahkan kation dan anion.

Efisiensi dari elektrodialisis akan berkurang jika terjadi polarisasi konsentrasi serta timbulnya endapan yang menempel pada permukaan membran. Hal ini mengakibatkan kenaikan tegangan listrik yang diberikan untuk mempertahankan kualitas air yang diinginkan. Untuk mengolah air baku, diperlukan pengolahan pendahuluan untuk menghilangkan senyawa organik, besi, dan kekeruhan. Hal ini disebabkan air baku mengandung molekul yang tidak memiliki ion, seperti senyawa organik dan koloid, dimana molekul-molekul tersebut akan tetap berada dalam air hasil pengolahan.

Ultrafiltrasi (UF)

Filter air membrane Ultrafiltrasi menggunakan membran dengan ukuran pori lebih kecil dari 0,1 mikron dan gaya tekan berkisar antara 30 sampai 90 Psi. Ultrafiltrasi dapat digunakan untuk menyisihkan bakteri, virus, koloid, dan senyawa-senyawa organik yang mempunyai molekul berukuran besar. Beberapa jenis membran ultrafiltrasi dapat dibersihkan dengan melakukan backwash. Kecepatan proses filtrasi dapat berkurang karena adanya bahan-bahan tersuspensi yang disisihkan akibat proses filtrasi dan polarisasi konsentrasi. Akibat adanya akumulasi kontaminan pada permukaan membran, menyebabkan penurunan kualitas larutan yang diolah serta memperbesar gaya tekan yang dibutuhkan. Dalam bidang

kesehatan, proses UF dapat digunakan untuk memisahkan plasma darah dan sel darah merah. Dalam industri, proses UF sering digunakan untuk menyisihkan substansi tertentu dalam air buangan, meningkatkan konsentrasi emulsi, dan meningkatkan konsentrasi suspensi makromolekular seperti polyvinyl alkohol.

Mikrofiltrasi (MF)

Tujuan utama dari filter air membrane mikrofiltrasi adalah menyisihkan partikel-partikel pencemar dengan diameter lebih besar dari 0,5 mikron. Salah satu kegunaan mikrofiltrasi dalam teknik lingkungan adalah mengisolasi coliform dari contoh air yang diteliti. Mikrofiltrasi juga dapat digunakan untuk menyisihkan partikulat di udara yang akan digunakan sebagai bahan baku generator ozon. Membran MF dapat dibuat dari berbagai macam material termasuk selulosa asetat. Besarnya pori-pori filter membran berkisar antara 0,1 mikron sampai dengan 0,45 mikron.

Arus Silang (Cross Flow)

Hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan membran adalah akumulasi substansi pada permukaan membran dan/atau lubang-lubang pada membran (pores) yang dapat menyebabkan penurunan kemampuan membran. Keadan ini disebut sebagai membrane fouling (tertutupnya pori-pori membran). Substansi­substansi tersebut dapat berupa koloid dan partikel tersuspensi, zat-zat organik, garam terlarut, dan organisme biologi. Untuk mengurangi dampak dari terjadinya membrane fouling, membran dibuat dengan sistem arus silang (crossflow). Dengan sistem ini, cairan yang akan dimurnikan dialirkan sejajar dengan permukaan membran dan tekanan diberikan tegak lurus dengan arah aliran cairan.

Sumber [Aneka Sumber]

Filter air pembunuh bakteri

Filter air pembunuh bakteri, Filter air teknologi ozonisasi merupakan teknik untuk membunuh bakteri dan kuman yang terkandung dalam air.

Teknologi Ozonisasi
Desinfeksi adalah proses yang bertujuan untuk membunuh mikroorganisme patogen yang terdapat di dalam air baku yang masuk ke dalam instalasi pengolahan air minum. Proses ini tidak berlaku bagi mikroorganisme yang berada dalam bentuk spora. Terdapat berbagai metode untuk melakukan desinfeksi, antara lain dengan penggunaan zat pengoksidasi (ozon, halogen, senyawa halogen), kation dari logam berat (perak, emas, merkuri), senyawa organik, senyawa berbentuk gas, dan pengolahan fisik (panas, UV, pH).

Hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan filter air desinfektan yang akan digunakan adalah kemampuan desinfektan untuk memerangi kontaminasi yang terjadi setelah pengolahan pada sistem distribusi air sehingga desinfektan yang terpilih harus memiliki kekuatan desinfeksi yang tersisa di dalam air selama proses distribusi terjadi.

Ozon merupakan senyawa oksigen yang terbentuk dari tiga atom oksigen (O3) dan mempunyai sifat sebagai oksidator kuat. Secara alamiah ozon terbentuk melalui dua cara yaitu melalui bantuan radiasi sinar ultraviolet matahari pada atmosfer bumi dan kilat yang terjadi di udara. Proses ozonisasi dalam pengolahan air minum dilakukan berdasarkan prinsip pembentukan ozon secara alamiah. Melalui dua cara diatas, ikatan atom dari 3 molekul oksigen (O2) akan terpecah dan membentuk 2 molekul ozon (O3). Ikatan atom yang membentuk ozon sangat lemah sehingga ozon yang terbentuk dapat cepat kembali menjadi oksigen (O2). Hal ini menyebabkan ozon mempunyai sifat oksidator yang kuat.

filter air pembunuh bakteri ozon

Secara kimiawi, ozon tersusun atas tiga atom oksigen yang mempunyai ikatan tunggal dan ikatan ganda. Ikatan tunggal yang terjadi merupakan ikatan tunggal yang sama dengan ikatan tunggal yang terjadi pada peroksida, dimana ikatan ini sangat lemah dan jika terlepas menyebabkan terbentuknya radikal bebas. Ikatan ganda yang terjadi merupakan ikatan kimia yang biasa terjadi pada oksigen (O2) dimana ikatan ini sangat stabil dan tidak reaktif.

Filter air pembunuh bakteri dan kuman teknologi ozon mempunyai waktu paruh sekitar 25 menit dalam air destilasi yang mempunyai temperatur 20 oC. Waktu paruh ini akan berkurang jika berada dalam air biasa. Radiasi sinar ultraviolet dengan panjang gelombang 254 Nm dapat mengubah ozon dalam air menjadi oksigen dan radikal bebas hidroksil. Ozon efektif mengoksidasi berbagai jenis zat pencemar dalam air tanpa meninggalkan zat sisa yang tidak diinginkan atau mengubah pH air secara signifikan. Ozonisasi dalam instalasi pengolahan air minum mempunyai beberapa manfaat, antara lain untuk desinfeksi mikroorganisme organik patogen, menghilangkan bau dan rasa yang tidak diinginkan (biasanya berasal dari ion S-2), serta menjernihkan air akibat adanya senyawa organik terlarut. Dalam sistem pengolahan air minum, penggunaan filter air sistem ozonisasi disertai dengan penggunaan saringan karbon aktif yang bertujuan untuk mengefektifkan pengolahan terutama untuk menghilangkan zat-zat pencemar organik.

Pembentukan Ozon dengan Sinar Ultraviolet

Ozon dibuat dengan cara melewatkan udara pada sinar ultraviolet yang dihasilkan dari lampu UV. Sinar UV yang dihasilkan oleh lampu akan mengubah sejumlah kecil senyawa oksigen dalam udara menjadi ozon. Cahaya lampu yang digunakan tergantung pada panjang gelombang cahaya yang digunakan dan spektrum elektromagnetiknya. Panjang gelombang cahaya yang umum digunakan dalam generator ozon dengan sistem UV adalah 185 nm yang merupakan panjang gelombang cahaya yang paling efektif dalam pembentukan ozon. Konsentrasi ozon yang dihasilkan dari metode ini sekitar 0,01 % sampai 0,1 % dari konsentrasi udara yang diolah.

Pembentukan Ozon dengan Arus Listrik

Ozon dibuat dengan cara melewatkan udara atau oksigen murni melalui listrik bertegangan tinggi yang akan memecah molekul oksigen dan membentuknya kembali menjadi ozon. Konsentrasi ozon yang dihasilkan berkisar antara 1% hingga 20% dari konsentrasi udara yang diolah, tergantung dari konsentrasi oksigen dari udara awal. Dalam sistem ini digunakan oksigen konsentrator yang akan memisahkan oksigen dari senyawa-senyawa lain, terutama nitrogen, yang terdapat di udara. Hal ini berguna untuk menambah jumlah ozon yang dihasilkan serta mencegah terjadinya korosi dalam sistem pengolahan yang disebabkan oleh adanya asam nitrit (HNO3) yang terbentuk dari reaksi antara uap air (kelembaban) dengan nitrogen oksida (NO2).

Ozon untuk menghilangkan bau, rasa, dan warna

Filter air teknologi ozon mampu menghilangkan warna dalam air yang disebabkan oleh senyawa­senyawa organik dengan cara memecahkan ikatan atom-atom karbon yang terdapat dalam senyawa organik. Dalam proses ini akan dihasilkan aldehid, keton, dan asam yang dipengaruhi oleh senyawa-senyawa organik yang diuraikan, dosis ozon yang diberikan, serta waktu kontak. Proses oksidasi menggunakan ozon dapat mengurangi atau menghilangkan warna yang disebabkan oleh senyawa­senyawa organik. Koloid dan partikel-partikel terlarut yang menyebabkan warna dalam air dapat dihilangkan dengan filtrasi. Efek mikrofiltrasi ozon dapat dimanfaatkan dalam proses koagulasi koloid organik dan partikel-partikel terlarut yang akan membantu proses filtrasi. Oksidasi senyawa-senyawa organik dapat meningkatkan biodegradasi karbon organik.

Bau dan rasa yang tidak diinginkankan dapat disebabkan oleh adanya bahan­ bahan organik dan bahan anorganik. Ion sulfit (S-2) merupakan senyawa kimia utama yang menyebabkan timbulnya bau dan rasa. Ion-ion lain yang dapat menimbulkan bau dan rasa dalam sistem distribusi air adalah besi, tembaga, dan seng. Dalam distribusi air bersih dengan kandungan oksigen terlarut yang kurang mencukupi, proses dekomposisi secara anaerobik akan menghasilkan senyawa­senyawa yang teridentifikasi sebagai penyebab terjadinya masalah-masalah estetika dalam distribusi air bersih. Berbagai jenis senyawa yang berada dalam air baku dapat menimbulkan bau dan rasa yang tidak diinginkan. Sisa oksidan yang tinggi dalam proses ozonisasi dapat memperlambat proses reaksi senyawa organik dalam sistem distribusi air bersih sehingga mengurangi timbulnya bau dan rasa yang disebabkan terbentuknya ion sulfit.

Perbandingan Ozon dan Klorin sebagai Disinfektan

Selain sebagai oksidator kuat, ozon juga merupakan desinfektan kuat yang dapat digunakan tanpa penambahan bahan kimia tertentu. Dalam penggunaannya, ozon dapat berubah menjadi oksigen, senyawa yang tidak beracun, dan aman bagi lingkungan. Di berbagai negara maju, seperti Amerika Serikat, Inggris dan Jerman, ozon dimanfaatkan untuk menghilangkan warna, menghilangkan bau dan rasa, menghilangkan senyawa-senyawa organik, mikroflokulasi, oksidasi mangan dan besi, sebagai desinfektan, serta mematikan virus.

Sebagai desinfektan, ozon mempunyai kemampuan yang lebih baik dibandingkan klorin atau desinfektan lainnya karena mempunyai daya oksidasi yang kuat sehingga dapat menghilangkan endotoksin (pyrogenic lippopolysaccharides) dan Total Organic Carbon (TOC). Selain itu, ozon mempunyai koefisien mematikan (lethality coefficient) yang lebih besar daripada klor sehingga lebih efektif dalam membunuh mikroorganisme dan virus.

Sumber [jujubandung.wordpress.com]

Filter air sinar ultraviolet (UV)

Filter air sinar ultraviolet (UV), Filter air ditambah dengan lampu ultraviolet dapat membunuh kuman dengan efektif. Hal tersebut sudah terbukti karena sinar ultraviolet dapat membunuh kuman hingga 99 persen. Air kotor yang sudah melalui tahap penyaringan menggunakan filter air dan sudah berubah menjadi air bersih sangat dianjurkan untuk melewati tahap sinar ultraviolet (UV) supaya menjadi air minum yang sehat.

Proses desinfeksi pada pengolahan air minum dapat menggunakan sinar ultra violet (UV). Gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang 200 nm – 300 nm (disebut UV-C) dapat membunuh bakteri, spora, dan virus. Panjang gelombang UV yang paling efektif dalam membunuh bakteri adalah 265 nm.

Mekanisme kerja alat sinar UV setelah filter air adalah melepaskan poton yang akan diserap oleh DNA mikroorganisme yang menyebabkan kerusakan DNA sehingga proses replikasi DNA akan terhambat. Pada keadaan ini, mikroorganisme akan mati secara perlahan karena tidak dapat mengatur metabolisme sel dan tidak dapat berkembang biak. DNA yang tersusun dari rantai dasar nitrogen berupa purine dan pyrimidine dimana purine terdiri dari adenine dan guanine, sedangkan pyrimidine terdiri dari thymine dan cytosine. Dalam proses penyerapan poton oleh DNA, energi yang dimiliki oleh poton akan mengakibatkan terputusnya rantai hidrogen yang menghubungkan antara thymine dan cytosine yang mengakibatkan kerusakan DNA.

filter air lampu ultraviolet UV

Dosis ultraviolet (UV) yang diberikan dapat dihitung dengan perkalian antara intensitas poton yang diberikan dengan lamanya waktu pemaparan yang diberikan. Satuan yang digunakan adalah mJ/cm2. Dalam pengolahan menggunakan UV dikenal D10 yang didefinisikan sebagai dosis yang dibutuhkan untuk mengurangi mikroorganisme hingga 90% dari total mikroorganisme dalam air yang diolah.

Sinar UV  pada filter air dihasilkan dari lampu UV yang pada dasarnya hampir sama dengan lampu fluorescent (lampu neon). Tabung lampu diisi dengan gas inert, biasanya argon dan merkuri, dengan jumlah terbatas. Berdasarkan tekanan dalam tabung, lampu UV dibedakan menjadi 2 yaitu lampu UV bertekanan rendah (Low Pressure UV) dan lampu UV bertekanan sedang (Medium Pressure UV). Perbedaan tekanan dalam tabung lampu akan berpengaruh pada gelombang elektromagnetik yang dihasilkan.

Lampu UV bertekanan rendah (Low Pressure UV)

Lampu UV bertekanan rendah (Low Pressure UV) merupakan lampu UV yang sering digunakan dalam sistem UV filter air rumah tangga dan merupakan sumber UV yang paling lama digunakan. Lampu ini mempunyai tegangan kerja sebesar 120 volt sampai 240 volt. Tekanan udara dalam lampu kurang dari 10 Torr (1 Torr = 1,316 x 10-3 atm). Spektrum elektromagnetik yang dihasilkan dari lampu jenis ini sebesar 253 nm. Temperatur optimal operasi dari lampu UV bertekanan rendah adalah 15 oC. Temperatur ini makin berkurang dengan pertambahan suhu lampu. Lampu ini tidak dianjurkan untuk digunakan dalam pengolahan air yang tidak mengalir secara kontinyu karena akan mengurangi efektifitas pengolahan seiring dengan kenaikan suhu lampu dan pengurangan poton yang dikeluarkan oleh lampu. Unit pengolahan UV dengan lampu bertekanan rendah dianjurkan untuk mengolah air dengan debit yang kecil. Lampu UV dengan daya 65 watt mampu mengolah air dengan debit 2.5 liter per detik. Ketika diperlukan penambahan debit, dibutuhkan penambahan lampu UV untuk menjaga kualitas air hasil pengolahan.

Lampu UV bertekanan sedang (Medium Pressure UV)

Untuk filter air sindustri mengginakan lampu UV bertekanan sedang (Medium Pressure UV) mempunyai tekanan udara dalam tabung sekitar 102 sampai dengan 104 Torr. Lampu ini mempunyai berbagai macam bentuk dengan bentuk umum yang sering digunakan adalah lampu tabung dengan bentuk melingkar (arc tube). Rentang spektrum gelombang elektromagnetik yang dihasilkan dari lampu UV bertekanan sedang cukup besar, yaitu antara 200 nm sampai dengan 280 nm. Daya listrik yang diperlukan untuk mengoperasikan unit UV ini sangat besar, yaitu antara 0,4 kW sampai dengan 7 kW. Lampu UV bertekanan sedang mampu beroperasi sampai temperatur antara 600 oC – 900 0C. Unit pengolahan UV menggunakan lampu bertekanan sedang dianjurkan untuk instalasi pengolahan air yang mempunyai debit pengolahan yang besar, hingga mencapai 170 lt/dtk sperti untuk industri, rumah sakit, pabrik air minum, hotel dan industri besar lainnya.selain itu hanya dengan menggunakan satu lampu UV. Karena kemampuannya untuk menghasilkan spektrum gelombang elektromagnetik yang cukup besar, unit pengolahan UV menggunakan lampu UV bertekanan sedang dapat digunakan untuk proses fotokimia, misalnya untuk proses deklorinasi dan deozonisasi.

Pembentukan Ozon dengan Sinar Ultraviolet

Ozon dibuat dengan cara melewatkan udara pada sinar ultraviolet yang dihasilkan dari lampu UV. Sinar UV yang dihasilkan oleh lampu akan mengubah sejumlah kecil senyawa oksigen dalam udara menjadi ozon. Cahaya lampu yang digunakan tergantung pada panjang gelombang cahaya yang digunakan dan spektrum elektromagnetiknya. Panjang gelombang cahaya yang umum digunakan dalam generator ozon dengan sistem UV adalah 185 nm yang merupakan panjang gelombang cahaya yang paling efektif dalam pembentukan ozon. Konsentrasi ozon yang dihasilkan dari metode ini sekitar 0,01 % sampai 0,1 % dari konsentrasi udara yang diolah. Konsentrasi ini bersifat fluktuatif karena sangat dipengaruhi oleh kelembaban dan intensitas sinar UV yang dihasilkan dari lampu, yang akan berkurang seiring dengan lamanya pemakaian.

Setelah membaca artikel tentang filter air sinar ultraviolet (UV) kita dapat mengetahui bagaimana cara membunuh kuman pada air bersih hasil pengolahan air sehingga dapat menghasilkan air mimun yang berkualitas, sehat dan aman dikonsumsi untuk semua orang.

Sumber [jujubandung.wordpress.com]

Filter air teknologi terbaik

Filter air teknologi terbaik, Filter air berkualitas dapat mengubah air kotor manjadi air bersih . Air yang layak diminum, mempunyai standar persyaratan tertentu yakni persyaratan fisis, kimiawi dan bakteriologis, dan syarat tersebut merupakan satu kesatuan. Jadi jika ada satu saja parameter yang tidak memenuhi syarat maka air tesebut tidak layak untuk diminum. Pemakaian air minum yang tidak memenuhi standar kualitas tersebut dapat menimbulkan gangguan kesehatan, baik secara langsung dan cepat maupun tidak langsung dan secara perlahan.

Untuk menanggulangi masalah tersebut, salah satu alternatif yakni dengan cara mengolah air tanah atau air sumur menggunakan filter air sehingga didapatkan air dengan kualitas yang memenuhi syarat kesehatan.
filter air kualitas terbaik
Tujuan teknologi pengolahan menggunakan filter air ini adalah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya masyarakat yang masih menggunakan air tanah atau air sumur sebagai sumber kebutuhan air bersih. Sedangkan sasarannya adalah menyebar luaskan paket teknologi pengolahan air sumur siap minum kepada masyarakat yang memerlukan.

Unit alat filter air ini dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas air sumur atau air tanah sehingga langsung dapat diminum tanpa proses pemanasan. Unit alat ini sangat cocok digunakan untuk keperluan Hotel, Perkantoran, Asrama, Pesantren, Pemukiman padat penduduk, Dll

Filter Air Karbon Aktif

Karbon aktif dengan media karbon aktif yang berbahan dasar coconut shell merupakan proses filtrasi yang berfungsi untuk menghilangkan bahan-bahan organik, desinfeksi, serta menghilangkan bau dan rasa yang disebabkan oleh senyawa‑senyawa organik. Selain untuk menyisihkan senyawa-senyawa organik, karbon aktif juga dapat digunakan untuk menyisihkan partikel-partikel terlarut.

Prinsip pengolahan filter air karbon aktif adalah mengadsorbsi bahan-bahan pencemar menggunakan media karbon. Proses adsorbsi yang berlangsung dalam karbon aktif tergantung pada luas permukaan media yang digunakan dan berhubungan dengan luas total pori-pori yang terdapat dalam media. Untuk mengefektifkan proses adsorbsi, diperlukan waktu kontak yang cukup antara permukaan media dengan air yang diolah sehingga zat-zat pencemar dapat dihilangkan secara efisien. Jika waktu kontak tidak mencukupi, alternatif lain yang bisa dilakukan adalah menaikan luas permukaan media menggunakan media dengan ukuran yang lebih kecil. Zat-zat dalam air yang teradsorbsi biasanya berupa senyawa organik (menyebabkan bau dan rasa yang tidak diinginkan), trihalometane, serta Volatile Organic coumpunds (VOCs).

Dalam instalasi pengolahan air minum, penyaringan menggunakan karbon aktif dilakukan sebelum proses ozonisasi karena secara umum unit pengolahan karbon aktif tidak dapat menyisihkan mikroorganisme patogen seperti virus dan bakteri. Selain itu, karbon aktif juga tidak efektif dalam menyisihkan kalsium (Ca) dan magnesium (Mn) yang menimbulkan kesadahan pada air, flour dan nitrat. Jika ingin formula atau komposisi media filter yang baik maka anda dapat menambahkannya dengan media filter PureTAG Super.

Media yang digunakan dalam unit pengolahan karbon aktif dapat berupa arang kayu, batok kelapa dan batubara. Media yang sering digunakan dalam unit karbon aktif adalah coconut shell atau batubara yang telah diproses melalui proses pembakaran dengan temperatur sedang dalam kondisi anaerob sehingga diharapkan batok kelapa/batubara tidak terbakar tetapi mengalami perubahan menjadi material karbon yang berpori-pori (porous). Batubara/Coconut Shell yang dihasilkan dari proses ini diaktifkan melalui proses pemanasan dengan uap air dan udara pada temperatur 1500 oF. Proses aktifasi ini akan mengoksidasi permukaan dan pori-pori media.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam desain unit pengolahan karbon aktif ini adalah debit pengolahan dan headloss yang tersedia, senyawa-senyawa organik yang terdapat dalam air baku, media yang digunakan, ukuran media karbon aktif, kecepatan filtrasi, waktu kontak, dan waktu pembersihan media karbon aktif.

Filter Air Teknologi Membran

Filtrasi adalah proses pemisahan padatan dan larutan, dimana larutan dilewatkan melalui suatu media berpori atau materi berpori lainnya untuk menyisihkan partikel tersuspensi yang sangat halus sebanyak mungkin. Proses ini digunakan pada instalasi pengolahan air minum untuk menyaring air yang telah dikoagulasi dan diendapkan untuk menghasilkan air minum dengan kualitas yang baik. Filtrasi dapat dilakukan menggunakan beberapa jenis filter, antara lain : saringan pasir lambat, saringan pasir cepat, atau dengan menggunakan teknologi membran.

Pada awalnya filtrasi menggunakan membran merupakan unit pengolahan air alternatif untuk menggantikan filtrasi pasir lambat (slow sand filtration). Dengan kemajuan yang sangat pesat dari teknologi ini, terutama dari penurunan biaya operasional dan instalasinya, membran semakin banyak digunakan dalam instalasi pengolahan air terutama untuk insatalasi pengolahan air yang bertujuan menghasilkan air layak minum. Keunggulan utama membran dibandingkan filtrasi pasir lambat adalah unit pengolahan yang dibutuhkan mempunyai ukuran yang lebih kecil, kapasitas pengolahan lebih besar, serta mampu menghasilkan air layak minum. Secara umum sistem membran dapat dibedakan menjadi empat jenis yaitu filter air membran  Reverse osmosis (RO), Elektrodialisis (ED), Ultrafiltrasi (UF), dan Mikrofiltrasi

Media yang digunakan untuk pembuatan filter membran tersedia dalam berbagai jenis material dan metoda pembuatannya. Media yang digunakan dapat digolongkan menjadi media absolut dan media nominal, tergantung dari kemampuannya untuk menahan partikel yang mempunyai ukuran sama atau lebih besar dari ukuran lubang pada media. Filter Membran biasanya digolongkan sebagai media absolut yang dapat dibuat menggunakan berbagai macam bahan polimer, logam, dan keramik. Media nominal biasanya dibuat menggunakan bahan dari serat kaca (fiber glass), serat polimer, dan keramik.

Berdasarkan struktur lubang medianya, filter air membran dibedakan menjadi dua, yaitu membran tipis (screen membrane) dan membran tebal (depth membrane). Membran tipis mempunyai lubang (pore) dengan bentuk lingkaran yang sempurna atau hampir sempurna. Lubang-lubang tersebut tersebar secara acak pada permukaan membran. Membran ini dibuat melalui proses pelubangan media menggunakan penembakan electron (nuclear track) dan proses penggoresan (etch process). Membran tipis pada umumnya digunakan pada proses analisis gravimetri, sitologi, analisis partikulat, analisis aerosol, dan penyaringan darah.

Filter membran tebal mempunyai struktur permukaan yang tidak beraturan, tampak kasar jika dilihat dengan perbesaran dan lubangnya (pore) terlihat lebih besar daripada karakteristik lubang yang seharusnya. Filter membran tipe ini dibuat dari berbagai jenis polimer melalui proses pencetakan. Bahan utama yang sering digunakan dalam pembuatan filter air membran adalah ester selulosa. Selulola membran dibuat dengan cara melarutkan ester selulosa dalam pelarut organik, ditambah beberapa bahan kimia untuk memperbaiki karakteristik. Setelah itu, larutan ini dicetak dengan ketebalan 150 mm. Selama proses pencetakan, pelarut akan mengalami penguapan dan filter membran akan mengering serta membentuk stuktur lubang yang tidak beraturan. Membran tebal biasa digunakan untuk proses sterilisasi larutan, kultur mikroorganisme, dan lain sebagainya.

Sumber [aneka sumber]

Filter Air Rumah Tangga Terbaik

Filter air rumah tangga terbaik, Filter air bersih bermanfaat bagi kesehatan tubuh anda. Air adalah sumber kehidupan. Tanpa air tidak akan ada makhluk yang bisa hidup dibumi ini. Pencemaran baik oleh limbah industri ataupun rumah tangga membuat sumber air bersih semakin sulit didapatkan. DiSekitar terdapat banyak air yang kotor, keruh dan tak layak konsumsi.

Untuk masalah air yang kotor dan keruh kita bisa menggunakan alat filter air untuk menyaring dan mengolah air kotor tersebut. Pengadaan air bersih di Indonesia khususnya untuk skala yang besar masih terpusat di daerah perkotaan, dan dikelola oleh Perusahan Air Minum (PAM) kota yang bersangkutan. Namun demikian secara nasional jumlahnya masih belum mencukupi dan dapat dikatakan relatif kecil yakni 16,08 % (1995). Untuk daerah yang belum mendapatkan pelayanan air bersih dari PAM umumnya mereka menggunakan air tanah (sumur), air sungai, air hujan, air sumber (mata air) dan lainnya.

filter air rumah tangga terbaikSecara umum kualitas air sumur atau air tanah mempunyai karakteristik tertentu yang berbeda dengan kualitas air permukaan/sungai. Air tanah pada umumnya jernih,namun sering mengandung mineral-mineral atau garam-garam yang cukup tinggi, sebagai akibat dari pengaruh batuan dibawah tanah yang dilalui oleh air tanah. Pada air tanah dangkal, kualitas dan kuantitasnya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan di permukaanya, dalam hal kuantitas sangat dipengaruhi oleh curah hujan setempat, sementara kualitasnya dipengaruhi oleh kondisi sanitasi disekitarnya.

Dari data ststistik 1995, prosentasi banyaknya rumah tangga dan sumber air minum yang digunakan di berbagai daerah di Indonesia sangat bervariasi tergantung dari kondisi geografisnya. Secara nasional yakni sebagai berikut : Yang menggunakan air leding (PAM) 16,08 %, air tanah dengan memakai pompa 11,61 %, air sumur (perigi) 49,92 %, mata air (air sumber) 13,92 %, air sungai 4,91 %, air hujan 2,62 % dan lainnya 0,80 %.

Permasalahan yang timbul yakni sering dijumpai bahwa kulaitas air tanah maupun air sungai yang digunakan masyarakat kurang memenuhi syarat sebagai air minum yang sehat bahkan di beberapa tempat bahkan tidak layak untuk diminum. Air yang layak diminum, mempunyai standar persyaratan tertentu yakni persyaratan fisis, kimiawi dan bakteriologis, dan syarat tersebut merupakan satu kesatuan. Jadi jika ada satu saja parameter yang tidak memenuhi syarat maka air tesebut tidak layak untuk diminum. Pemakaian air minum yang tidak memenuhi standar kualitas tersebut dapat menimbulkan gangguan kesehatan, baik secara langsung dan cepat maupun tidak langsung dan secara perlahan.

Air tanah sering mengandung zat besi (Fe) dan Mangan (Mn) cukup besar. Adanya kandungan Fe dan Mn dalam air menyebabkan warna air tersebut berubah menjadi kuning-coklat setelah beberapa saat kontak dengan udara. Disamping dapat mengganggu kesehatan juga menimbulkan bau yang kurang enak serta menyebabkan warna kuning pada dinding bak serta bercak-bercak kuning pada pakaian. Oleh karena itu menurut PP No.20 Tahun 1990 tersebut, kadar (Fe) dalam air minum maksimum yang dibolehkan adalah 0,3 mg/lt, dan kadar Mangan (Mn) dalam air minum yang dibolehkan adalah 0,1 mg/lt.

Untuk menanggulangi masalah tersebut, salah satu alternatif yakni dengan cara mengolah air tanah atau air sumur sehingga didapatkan air dengan kualitas yang memenuhi syarat kesehatan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut di atas, Kelompok Pengkajian Sistem Pengelolaan Air menggunakan filter air.
Untuk mengolah air sumur menjadi air yang siap minum, proses pengolahannya menggunakan filter air adalah Air dari sumur dipompa dengan menggunakan pompa jet, sambil diinjeksi dengan larutan klorine atau kaporit dialirkan ke tangki reaktor. Dari tangki reaktor air dialirkan ke saringan pasir cepat untuk menyaring oksida besi atau oksida mangan yang terbentuk di dalam tangki reaktor. Setelah disaring dengan saringan pasir, air dialirkan ke filter mangan zeolit. Filter mangan zeolit berfungsi untuk menghilangkan zat besi atau mangan yang belum sempat teroksidasi oleh khlorine atau kaporit.

Dari filter air mangan zeolit air selanjutnya dialirkan ke filter karbon aktif untuk menghilangkan polutan mikro misalnya zat organik, deterjen, bau, senyawa phenol, logam berat dan lain-lain. Setelah melalui filter karbon aktif air dialirkan ke filter cartrige ukuran 0,5 mikron untuk menghilangkan sisa partikel padatan yang ada di dalam air, sehingga air menjadi benar-benar jernih.

Selanjutnya air dialirkan ke filter air sterilisator ultra violet agar seluruh bakteri atau mikroorganisme yang ada di dalam air dapat dibunuh secara sempurna. Air yang kelura dari sterilsator ultra violet merupakan air hasil olahan yang dapat langsung diminum.
Fungsi pembubuhan kaporit adalah untuk mengoksidasi zat besi atau mangan yang ada di dalam air, serta untuk membunuh kuman atau bakteri coli. Khlorine, Cl2 dan ion hipokhlorit, (OCl)- adalah merupakan bahan oksidator yang kuat sehingga meskipun pada kondisi Ph rendah dan oksigen terlarut sedikit, dapat mengoksidasi dengan cepat. Berdasarkan reaksi tersebut di atas, maka untuk mengoksidasi setiap 1 mg/l zat besi dibutuhkan 0,64 mg/l khlorine dan setiap 1 mg/l mangan dibutuhkan 1,29 mg/l khlorine.

Dari tangki reaktor air dialirkan ke saringan pasir cepat untuk menyaring oksida besi atau oksida mangan yang terbentuk di dalam tangki reaktor. Setelah disaring dengan saringan pasir, air dialirkan ke filter air mangan zeolit. Filter mangan zeolit berfungsi untuk menghilangkan zat besi atau mangan yang belum sempat teroksidasi oleh khlorine atau kaporit. Mangan Zeolit berfungsi sebagai katalis dan pada waktu yang bersamaan besi dan mangan yang ada dalam air teroksidasi menjadi bentuk ferri-oksida dan mangan dioksida yang tak larut dalam air. Selama proses berlangsung kemampunan reaksinya makin lama makin berkurang dan akhirnya menjadi jenuh. Untuk regenerasinya dapat dilakukan dengan menambahkan larutan Kaliumpermanganat ke dalam mangan zeolite yang telah jenuh tersebut sehingga akan terbentuk lagi mangan zeolite.

Dari filter mangan zeolit air selanjutnya dialirkan ke filter air karbon aktif. Filter karbon aktif ini berfungsi untuk menghilangkan polutan mikro misalnya zat organik, deterjen, bau, senyawa phenol serta untuk menyerap logam berat dan lain-lain. Pada saringan arang aktif ini terjadi proses adsorpsi, yaitu proses penyerapan zat-zat yang akan dihilangkan oleh permukaan arang aktif.

Proses filter air selanjutnya air dialirkan ke sterilisator ultra violet agar seluruh bakteri atau mikroorganisme yang ada di dalam air dapat dibunuh secara sempurna. Air yang keluar dari sterilsator ultra violet merupakan air hasil olahan yang dapat langsung diminum. Semoga informasi cara menjernihkan air menggunakan alat filter air rumah tangga diatas dapat bermanfaat.

Sumber [kelair.bppt.go.id]

Penyaring air banjir menjadi air minum

Penyaring air banjir menjadi air minum. Penyaring air sangat dibutuhkan ketika terjadi bencana. Saat bencana terjadi, kelangkaan air bersih tentunya menjadi masalah yang perlu diperhatikan. Pada kondisi ini banyak sumber air yang mengalami pencemaran.

Air bersih disaat seperti bencana banjir ini sudah mulai menjadi bahan langka, bahkan di daerah pedesaan dan perkampungan di kota-kota besar, hal tersebut bertambah berat karena adanya musibah siklus banjir tahunan sehingga mendapatkan air bersih menjadi sulit.

penyaring air banjir terbaikKondisi air yang dikategorikan aman dan sehat dikonsumsi adalah jernih (bening) , tak berwarna, tak berbau, tak berasa, bebas dari Penyakit tidak mengandung mikroorgansime dan bebas zat kimia berbahaya.
Dengan adanya bencana alam tentunya membuat banyak sumber mata air bersih tercemar, baik karena bahaya biologis (seperti virus, bakteri atau cacing) maupun bahaya kimia (seperti sabun deterjen, pelarut sintetis, sianida, logam berat, asam mineral dan organik, senyawa nitrogen, sulfida, amoniak dan senyawa organik beracun biosidal varietas besar).

Namun dibalik musibah banjir, ada hikmah yang dapat kita ambil yaitu kita dapat memanfaatkan teknologi penyaring air untuk mengolah air banjir menjadi air bersih siap minum melalui sistem water purification (pemurnian air), yang hasilnya cukup memenuhi kebutuhan para korban banjir yaitu sebanyak 15 liter /menit. Untuk kapasitas air yang dihasilkan dapat disesuaikan dengan alat yang digunakan, semakin besar dan lengkap penyaring air yang digunakan maka hasil air bersih dari air banjir yang diolah akan semakin banyak, bersih dan sehat.

Purifikasi (water purification) adalah suatu proses untuk menghilangkan polutan bahan kimia, kontaminasi biologis, benda kasar (partikel) untuk menghasilkan air minum (drinking water). Sistem penyaringan air menggunakan filter air Nano Smart Filter tidak butuh waktu lama untuk menyaring air, menghilangkan sedimentasi, serta menjadikan air banjir menjadi air sehat. Segala jenis air dapat diolah menjadi air bersih siap minum, termasuk air yang tercemar logam. Bahkan air limbah bisa disulap menjadi air layak minum sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan.

Tahap pertama pada sistem penyaring air Nano Smart Filter adalah Proses Pretreatment tahap pengolahan ini melibatkan proses fisik yang bertujuan untuk menghilangkan padatan tersuspensi dan minyak dalam aliran air limbah. Beberapa proses pengolahan yang berlangsung pada tahap ini ialah screen and grit removal, equalization and storage, serta oil separation selanjutnya tahap untuk menghilangkan serta menetralkan neutralization, chemical addition and coagulation, flotation, sedimentation, dan filtration.

Setelah tahap pretreatment selesai air tersebut dialirkan ke tabung penyaring air Nano Smart Filter.
Didalam tabung filter tersebut air disaring menggunakan media filter PureTAG Super sehingga dihasilkanlah air bersih dan sehat. Namun hasil pada tahap pengolahan air ini air tersebut belum bisa untuk diminum langsung. Supaya air dapat diminum langsung maka perlu melewati tahap selanjutnya Proses pemurnian dilanjutkan dengan ultrafiltrasi (UF) . Penyaring air Ultrafiltrasi umumnya digunakan untuk pemisahan makro molekul dan koloid dari dalam larutan. Proses pengolahan ini begitu luas, khusus untuk pengolahan air, ultrafiltrasi digunakan untuk menghilangkan padatan tersuspensi (Turbidity matters), algae,Cryptosporidium oocysts, Giardia lamblia cysts, coliform bacteria, viruses dan pyrogens. Kemampuan lain membran Ultrafiltrasi (UF) adalah untuk merejeksi seluruh bakteri dan virus sekaligus merupakan proses desinfeksi. Unit ultrafiltrasi merupakan unit low pressure membranes yang berfungsi menghasilkan ultra filtered water murni melalui proses fisik, tanpa bantuan bahan kimia.

Setelah melalui tahap Ultrafiltrasi (UF) selanjutnya air akan dialirkan menuju proses filtrasi Reverse Ssmosis (RO) dengan menggunakan membran semi permeable untuk menghasilkan 0,0001 mikron. Teknologi Reverse Osmosis ini juga dipakai pada pesawat ruang angkasa, perlengkapan perang, penyediaan air pada bencana alam, dan lain-lain oleh negara-negara maju.

Dengan menggunakan Sistem Reverse Osmosis (RO) ini mampu menyaring ion-ion (logam berat) dalam air hingga 99,9 persen. Dengan kemampuannya tersebut, Alat Reverse Osmosis merupakan teknologi pengolahan air yang sangat umum digunakan guna menghasilkan air bersih siap minum yang berkualitas tinggi. Pada tahap penyaringan air ini didapat air bersih yang siap digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Apabila ingin mendapatkan air bersih siap diminum, Proses pengolahan air dilanjutkan dengan menggunakan sinar ultraviolet (UV) sebagai media disinfectant akhir, Alat UV filter umumnya terdiri dari prefilter, yaitu filter kotoran fisik. Kartrid karbon menghilangkan air dari kotoran organik yang berwarna, bau, bebas klorin dan lainnya. Sedangkan berkas sinar UV berfungsi untuk menghilangkan bakteri dan virus. Setelah melewati rangkaian sistem penyaring air maka air banjir menjadi air minum yang sehat untuk dikonsumsi tanpa harus memlalui proses pemasakan.

Dengan menggunakan teknologi sistem penyaring air seperti ini maka kita sudah menghemat air dan menyelamatkan lingkungan dari krisis air bersih. Semoga info ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat bagi kita semua 🙂

Pages:« Prev1234Next »