You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»Air Bersih,ultrafiltrasi»Ultrafiltrasi Pengolahan Air Tambak

Ultrafiltrasi Pengolahan Air Tambak

Ultrafiltrasi telah lama diaplikasikan dalam bidang medis untuk menyisihkan bakteri dan virus. Saat ini desain terbaru modul hollow fiber ultrafiltrasi memungkinkan pengolahan yang ekonomis untuk mengolah air tambak. Membran UF hollow fiber dapat menghilangkan hampir 100% koloid, virus, bakteri, dan material partikulat penyebab kekeruhan namun di sisi lain tetap mampu melewatkan mineral.

Membran dapat didefinisikan sebagai suatu penghalang selektif di antara dua fasa yang memungkinkan lewatnya beberapa komponen namun menahan komponen lainnya. Secara definitif membran memiliki arti sebagai lapisan tipis yang berada di antara dua fasa dan berfungsi sebagai pemisah yang selektif. Pemisahan pada membran bekerja berdasarkan perbedaan koefisien difusi, perbedaan potensial listrik, perbedaan tekanan, atau perbedaan konsentrasi. Proses membran ultrafiltrasi (UF) seperti juga mikrofiltrasi (MF), nanofiltrasi (NF), reverse osmosis (RO), dan piezodialisis menggunakan perbedaan tekanan sebagai gaya dorong (driving force).

Bahan yang biasa digunakan untuk membran UF adalah polisulfon, polietersulfon, poliakrilonitril, selulosa, poliimid, poliamida, polieterketon, alumina, dan zirkonia.

Pengembangan yang dilakukan pada desain modul membran hollow fiber telah memungkinkan diaplikasikannya membran UF pada sektor pertambakan. Pengolahan air untuk pertambakan menjadi hal yang sangat penting karena berkaitan dengan keberhasilan pertambakan itu sendiri. Hal ini dapat dikaitkan terutama dengan serangan penyakit misalnya pada udang yang dibudidayakan dalam tambak-tambak. Penyakit, khususnya yang disebabkan oleh bakteri dan virus. sejak tahun 1992 selalu muncul dan menyerang sebagian besar tambak. Kerugian yang diakibatkan sangat besar hingga pada banyak kasus tidak dapat ditanggung oleh pengusahanya sehingga terpaksa dilakukan penghentian operasi. Akuakultur seperti juga budidaya lainnya sangat menekankan prinsip “no disease” dalam pelaksanaannya. Akan tetapi di lain sisi, tambak merupakan lingkungan terbuka yang memungkinkan masuknya mikroorganisme patogen ke dalam lingkungan tambak baik yang berasal dari daratan maupun laut (air).

Penanggulangan penyakit biasanya menggunakan pemakaian bahan-bahan kimia seperti formalin, malasit hijau, dan beberapa jenis antibiotic. Namun penggunaannya belum memperoleh hasil yang memuaskan karena pada umumnya bahan-bahan tersebut tidak selektif dan persisten di alam. Penggunaan produk bakteri dan enzim untuk penanggulangan penyakit menyebabkan biaya usaha yang tinggi dan juga kurang efektif. Keberadaan penyakit ini sedikit-banyak berkaitan dengan kualitas air. Kegagalan budidaya tambak dapat terjadi bila kualitas air kurang diperhatikan. Keadaan bersih dan desinfeksi merupakan prosedur resmi yang mesti dilakukan pada kolam benih untuk mencegah dan mengontrol penyakit. Manajemen budidaya tambak udang yang sehat sebenarnya dapat dicapai dengan memperhatikan faktor-faktor berikut yaitu benur, air, dasar tambak, pakan, kesehatan, personalia, dan logistic. Berdasarkan hal tersebut dapat terlihat bahwa keberhasilan budidaya tambak khususnya yang berkaitan dengan air akan dipengaruhi oleh kemampuan teknologi pengolahan air yang ada saat ini.

Persyaratan yang harus dipenuhi air untuk pertambakan meliputi parameter-parameter kimiawi, fisik, dan biologis seperti kadar garam, pH, kadar amonia dan nitrit, nitrogen sulfida, oksigen terlarut, kekeruhan, kandungan plankton, dll. Untuk menjaga kualitas air pada kolam benih, air biasanya diganti setiap hari sebanyak 3/5 bagian. Sementara penggantian air bersih minimal 20%/hari pada tambak-tambak udang berumur 3 bulan ke atas pada saat pasang surut juga merupakan salah satu cara untuk pencegahan penyakit. Air ini sebelum masuk tambak biasanya dilewatkan dahulu pada bak pengendapan untuk mengurangi kandungan partikel lumpur sehingga air yang masuk tidak memiliki kekeruhan tinggi. Bila proses ini digantikan dengan membran, membran akan bekerja dengan cara yang berbeda. Proses membran tidak bekerja berdasarkan gravitasi seperti halnya pengendapan. Gaya dorong berupa tekanan membantu pemisahan antara air dan partikel pengotor melewati pori membran yang berukuran submikron hingga ionik.

penyaring air tambakTeknologi pengolahan air selain membran yang biasa digunakan adalah teknologi biofiltrasi. Namun demikian perlu ditekankan bahwa kelebihan membran dibandingkan proses-proses pengolahan konvensional (pengendapan, biofiltrasi, filtrasi pasir, dll.) adalah kemampuannya yang superior untuk menyisihkan bakteri, virus maupun partikulat-partikulat terlarut penyebab kekeruhan. Sejumlah penelitian menunjukkan kemampuan membran khususnya UF dalam penghilangan mikroba, kekeruhan, maupun senyawa-senyawa organik tertentu seperti atrazin. Otaki, dkk bahkan mendapatkan hasil bahwa penggunaan MF dan UF dalam pengolahan air mampu menghasilkan penyisihan virus dengan efisiensi 99-100% dan 100%, berturut-turut.

Pada pengolahan air tambak, proses membran dapat diaplikasikan pada kolam benih ataupun pada kolam pembesaran. Penggunaan membran khususnya ultrafiltrasi memungkinkan penghilangan mikroba dan partikel-partikel penyebab kekeruhan namun tetap dapat melewatkan garam. Hal ini disebabkan oleh ukuran pori membran ultrafiltrasi yang sedemikian rupa (1-100 nm) sehingga mampu melewatkan air dan garam yang berukuran lebih kecil dari pori membran. Sementara di lain sisi membran mampu merejeksi mikroba dan pengotor lainnya yang berukuran lebih besar dari pori membran. Kemampuan membran untuk melewatkan garam merupakan karakteristik yang penting karena pertumbuhan optimum di tambak dapat dicapai bila garam dalam tambak berkisar pada konsentrasi 15-25%. Kualitas air laut sendiri sangat berfluktuasi namun demikian sejumlah penelitian mengenai pemanfaatan UF dalam pengolahan air menunjukkan kemampuan UF tetap stabil meskipun kualitas umpan bervariasi.

Proses pengolahan air dengan menggunakan Ultrafiltration Package Plant dilakukan dalam dua tahap yaitu pretreatment dan proses ultrafiltrasi. Proses pretreatment dalam sistem ini adalah pretreament untuk unit ultrafiltrasi. Proses pretreatment untuk suatu instalasi berbasis membran secara umum memiliki tujuan untuk mencegah lolosnya padatan tersuspensi (suspended solids) dan partikulat lainnya, khususnya yang berukuran relatif besar, yang berpotensi menyumbat lumen kapiler membran ultrafiltrasi.

Pemanfaatan Ultrafiltration Package Plant memiliki beberapa keuntungan, diantaranya adalah kualitas air produk yang tinggi, bebas dari bakteri dan virus, sehingga diharapkan tambak terbebas dari segala kontaminan mikrobial. Selain itu, air yang selama ini dibuang dari tambak, sekitar 80%-nya dapat dimanfaatkan kembali. Proses filtrasi dan pemurnian air menggunakan unit ultrafiltrasi dilakukan tanpa bantuan bahan kimia, sehingga penggunaan bahan kimia yang selama ini biasa dilakukan dapat ditekan seminimal mungkin. Keuntungan lain yang tidak kalah penting adalah unit ultrafiltrasi yang compact, modular, dan sederhana, sehingga bersifat transportable dan mudah dioperasikan. Dengan segala kelebihannya, pemanfaatan teknologi ini pada akhirnya diharapkan dapat memberikan keuntungan baik dari segi ekonomi, teknik, maupun lingkungan.

Sumber: [http://goo.gl/sQVUN7]

Related posts

Leave your comment

Your Name: (required)

E-Mail: (required)

Website: (not required)

Message: (required)

Send comment