soda

Minum Soda, Pingsan dan Gangguan Jantung

Hati-hati, Kebanyakan Minum Soda Bisa Pingsan dan Gangguan Denyut Jantung

Jakarta, Saat cuaca terik, minuman soda dingin dipilih sebagian orang untuk menyegarkan tenggorokan. Tapi ingat, jangan sampai kebanyakan. Karena terlalu banyak minum minuman soda bisa bikin pingsan dan menyebabkan gangguan denyut jantung.

Seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (28/6/2013), peneliti mengungkapkan bahwa orang yang menenggak minuman soda cukup banyak berisiko mengalami penambahan berat badan, pingsan, dan denyut jantung yang tidak teratur atau dikenal juga sebagai aritmia.

Dr Naima Zarqane dan Profesor Nadir Saoudi, dari Princess Grace Hospital Centre di Monaco, melaporkan bagaimana konsumsi minuman soda secara berlebih dapat menyebabkan hilangnya kalium sehingga berpotensi menyebabkan aritmia. Mereka menggambarkan kasus seorang wanita berusia 31 tahun yang dirawat di rumah sakit akibat pingsan.

Hasil tes menunjukkan pasien memiliki kadar kalium dalam darah 2,4 mmol/liter dan denyut jantungnya 610 ms. Padahal, normalnya, kadar kalium dalam darah 3,5-5,1 mmol/liter dan denyut jantung 450 ms.

Setelah diperiksa lebih lanjut, diketahui bahwa pasien ini sejak umur 15 tahun sudah mengganti konsumsi air putihnya dengan minum minuman bersoda. Atas petunjuk dokter, pasien pun berhenti mengonsumsi minuman soda. Hasilnya, kadar kalium darah menjadi 4,1 mmol/liter dalam satu minggu dan 4,2 mmol/liter dalam satu bulan. Detak jantungnya pun kembali ke 430 ms dalam satu minggu.

Enam studi kasus lain juga menunjukkan bahwa konsumsi minuman soda secara berlebih berhubungan dengan kondisi medis yang buruk seperti rhabdomyolysis (rusaknya jaringan otot rangka), aritmia, dan bahkan kematian yang berhubungan dengan torsades de pointes, suatu bentuk ventricular tachycardia yang dapat berubah menjadi fibrilasi ventrikel.

Menurut peneliti, ada hubungan potensial antara konsumsi minuman soda dan tingkat kalium yang rendah. Berdasar prinsip osmotik, kandungan fruktosa jagung yang tinggi pada minuman soda kemungkinan menghambat penyerapan air oleh usus.

Akibatnya, orang terserang diare dan kehilangan banyak cairan termasuk di dalamnya kalium. Kafein pada minuman soda juga mungkin memiliki efek yaitu jumlah kalium yang diserap ginjal lebih sedikit.

Pada hati, minuman soda dapat menghambat arus kalium dalam saluran ion dan repolarisasi ventrikel yang bisa mengakibatkan aritmia. Menurut Dr Zarqane, para ahli jantung perlu melihat intensitas konsumsi minuman soda dengan masalah detak jantung yang dimiliki pasiennya.

Prof Saoudi menambahkan konsumsi minuman soda atau minuman manis secara berlebih cenderung memiliki efek kardiovaskular yang merugikan. “Karena asupan kalori yang tinggi, maka berat badan cenderung bertambah dan meningkatkan risiko sindrom metabolik,” kata Prof Saoudi.

Studi kasus ini dipresentasikan pada pertemuan EHRA Europace 2013 di Athena.

(vit/vit)

Sumber [health.detik.com]

You might also likeclose