perawatan membran reverse osmosis RO

Cara Mengatasi Reverse Osmosis Mampet

Reverse Osmosis mampet / tersumbat, Reverse osmosis sudah biasa digunakan oleh negara negara maju untuk pengolahan air, baik air tawar,air laut,air sungai,dll. Dengan menggunakan membran dengan pori pori sebesar 0,0001 micron dan dorongan pompa Booster bertekanan tinggi, menghasilkan air murni dengan kandungan mineral rendah dan TDS rata rata dibawah 10. Teknologi air RO dari penjual mesin air ini telah lama digunakan oleh negara negara maju untuk keperluan air bersih dan air minum.

Lalu Mengapa Air RO Keluar Hanya Sedikit ?

Hal tersebut terjadi dikarenakan beberapa hal diantaranya, karena air baku tidak lancar / tersumbat Karena tekanan air baku tidak kencang (idealnya bertekanan 1-2 bar), Karena tekanan pompa booster / pompa membrane kurang (min.50psi), Karena Post Carbon yang mampet,  karena membrane Reverse Osmosis mampet.

AIR BAKU
RO adalah menghasilkan 1 liter dari 4 liter air baku yang masuk Apabila air baku berkurang, maka air ro akan berkurang pula.

TEKANAN AIR BAKU
Selain kebutuhan air baku yang banyak, dibutuhkan juga tekanan air baku, untuk memaksimalkan kinerja pompa booster.

POMPA BOOSTER
Hal lain yang menentukan air RO adalah tekanan booster pump. Tekanan ini beraneka ragam, tergantung kapasitas membranenya. Tekanan paling minimal adalah 50psi – 225psi. Karena diameter membrane 0.0001 mikron, maka dibutuhkan kinerja booster pump yang baik.

POST CARBON
Ada aneka macam post carbon, yang beredar di pasaran. Salah satu penyebab air RO keluar dikit bahkan tidak keluar karena tersumbatnya post carbon maupun membekunya post carbon, yang menjadi seperti batu.

Coba anda buka selang sebelum post carbon, liat keluar air ro apakah sama atau lebih kencang
Kalau lebih kencang, maka anda perlu ganti post carbon, Kalau hasil sama saja, kemungkinan besar adalah membrane nya yg perlu diganti

MEMBRANE
Diameter membrane RO adalah 0.0001 mikron 500.000 x lebih kecil dari sehelai rambut, Jadi untuk membantu kinerja membrane, diperlukan :

  • Filter Media CARBON : Untuk menyaring besi, dll.
  • Filter Media RESIN / Ion Exchange : Untuk menyaring kapur / kesadahan / CaCo3.
  • Sedimen Filter 1 mikron : Untuk menyaring debu halus, pasir dan kotoran lain.

Memang ada beberapa daerah yang hanya cukup filter media carbon, bahkan tidak memerlukan filter media ini, karena kualitas air baku cukup bagus. Khusus untuk daerah yang banyak mengandung kapur, wajib sekali menggunakan Media Filter RESIN / Ion Exchange, tapi apabila kadar kapur tidak begitu banyak, maka Filter RESIN yang kecil saja cukup, asal penggantian rutin tiap bulannya.

reverse osmosis cara merawat

PENYEBAB MEMBRANE MAMPET

Kapur / kesadahan / CaCo3 biasanya tidak dilengkapi Filter Media Ion Exchange yang besar, dan maintenance filter ini tidak rutin.

Kandungan besi dan lainnya yang cukup signifikan jumlahnya.

Debu halus dan partikel lain – biasanya terjadi karena terlambat mengganti spun 2 mikron, atau menggunakan spun lain yg murah, sehingga kotoran tetap lolos dan mengenai membrane.

Namun demikian filter mesin air RO ini memiliki kelemahan,yakni biaya operasional mesin RO yang tinggi akibat air penyulingan yang terbuang cukup banyak dan biaya penggantian membrane filter air RO yang cukup mahal. Depo air minum isi ulang jika anda menggunakan filter air RO sebaiknya harga jual anda lebih tinggi daripada Depo air minum isi ulang biasa. Banyak yang bertanya,berapa ribu liter masa pemakaian membrane filter air reverse osmosis ? jawabannya adalah tergantung kualitas air baku. Jika anda menggunakan filter RO dengan air baku dari pegunungan yang bersih dibandingkan air bor yang merah dan keruh tentu akan berbeda. Jika menggunakan air pegunungan bisa sampai 1 tahun untuk ganti membran,namun hanya 1 hari untuk air bor. Kelemahan yang lain, pompa Booster air RO dari penjual mesin air tidak akan hidup apabila tekanan air yang menuju Booster tidak maksimal. Hal ini kadang kadang yang tidak diketahui oleh teknisi mesin air RO.

Dapatkah membran mesin RO dicuci? Membrane RO dapat dicuci namun hasilnya tidak akan maksimal. Perbandingan pembuangan filter air murah reverse osmosis juga setiap hari mengalami perubahan. Saat kondisi baru, perbandingan pembuangan filter air limbah reverse osmosis adalah 50 : 50. Namun semakin hari karena membrane filter RO semakin buntu,perbandingan terbalik hingga 20 : 80 bahkan 10 : 90 !. Bahkan air produksi keluarnya hanya menetes,yang deras keluar malah air pembuangan. Jika terjadi kerusakan pada mesin reverse osmosis,membran R.O sebaiknya jangan terlalu lama dikeluarkan dari housing membran karena jika sampai membran tsb kering maka hampir bisa dipastikan membran akan setengah buntu/ kapasitas menurun. Jika kualitas air rendah, sebaiknya gunakan Pre filter (penyaringan awal) sebelum masuk unit reverse osmosis anda,ini untuk mencegah penggantian membran yang terlalu cepat.

Biaya maintenance sebuah mesin RO wajib dianggarkan, jadi pada saatnya penggantian membrane maupun filter lainnya tidak akan terasa. Kecuali anda tidak menyediakan anggaran untuk pemeliharaan tersebut, baru terasa berat untuk penggantiannya.

Jadi sekali lagi, Mesin RO adalah mesin yang perlu dirawat dengan baik, dan tidak seperti membrane filter air biasa yang bisa berlumut dalam beberapa hari / minggu.

Sumber [Aneka Sumber]

Perawatan Membran Reverse Osmosis (RO)

Reverse Osmosis (RO) salah satu jenis membrane, Reverse Osmosis (RO) membutuhkan perwatan khusus sehingga menghasilkan kualitas air minum yang baik. Namun sebelum kita membahas bagaimana cara merawat membrane RO kita bahas sedikit apa itu filter air membrane RO?

Proses osmosis melalui membran semipermeabel pertama kali diamati pada 1748 oleh Jean Antoine Nollet. Selama 200 tahun kemudian, proses osmosis hanya sebuah fenomena yang diamati di laboratorium. Pada tahun 1949 di University of California di Los Angeles (UCLA) menyelidiki pertama proses desalinasi air laut dengan menggunakan membran semipermeabel.  Para peneliti dari UCLA dan University of Florida berhasil memproduksi air tawar dari air laut pada pertengahan 1950-an. Kini teknologi reverse osmosis berkembang sangat pesat. Teknologi ini banyak digunakan untuk proses purifikasi/pemurnian air untuk kebutuhan rumah tangga, komersil, industri, kegiatan lepas pantai, rumah sakit, laboratorium, dan lain-lain.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.492/MENKES/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum mengharuskan, air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum.

Salah satu teknologi yang dapat menghasilkan air langsung diminum adalah teknologi reverse osmosis (RO). Sebagai sistem penyaringan air minum terbaik, sistem reverse osmosis telah mendapat berbagai penghargaan internasional. Penghargaan tersebut menunjukkan bahwa system RO merupakan sistem pengolahan air terkini yang sangat dapat diandalkan. Namun sayang, terkadang air dari proses RO ini berasa “pahit”Lalu,

Kenapa Air RO Berasa Pahit dan bagaimana menghilangkan rasa pahit ?
Kemampuan membran RO  untuk menurunkan setiap unsur kimia dalam air, baik anion maupun kation sehingga terjadi penyesuaian jumlah unsur kimia di dalam air yang digambarkan dalam keseimbangan asam dan basa atau dikenal dengan “pH”. pH air yang berubah setelah melalui proses membran RO akan berbeda pada setiap sumber air baku/ pH air setelah penyaringan dari sistem RO memiliki pH yang (cenderung) rendah. Dengan pH yang rendah tersebut, maka air akan terasa kurang enak bahkan ada yang merasakan agak pahit atau bahkan pahit.

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah rasa pahit tersebut, antara lain dengan menggunakan :
1. Post carbon yang berkualitas dan harus kelas food-grade, atau
2. Penambahan filter anion yang bersifat alkalis sehingga pH air akan naik, atau
3. Menambahkan kapur Magnesium dan harus kelas “foodgrade”.

Kesemua cara tersebut biasanya akan menambahkan nilai TDS, walaupun sebenarnya tidak menjadi masalah namun tidak sedikit para penjual mesin RO atau pelaku usaha air minum RO menyebutkan bahwa air yang baik adalah air dengan TDS “nol”.

cara merawat reverse osmosis

Sesuai dengan Enviromental Protection Agency (EPA) USA. Air minum ideal adalah yang memiliki level TDS 0 – 50 ppm, dihasilkan dengan proses reverse osmosis, deionization, microflitration, distillation, dan banyak lainnya. Air gunung (mountain spring) dan air yang melalui proses filtrasi karbon berada di standar kedua. Rata-rata air tanah (air sumur) berada pada level TDS 150 – 300 ppm, masih dalam batas aman, namun bukan yang terbaik terutama untuk para penderita penyakit ginjal. Oleh karena itu, jangan asal beli mesin RO karena tidak semua mesin RO dapat menghasilkan air RO yang berkualitas. Jangan mudah tergiur dengan harga murah, sebab harga mesin RO sangat bergantung pada kualitas material dan spare part yang digunakan.

Cara Perawatan Reverse Osmosis
Jika kualitas air rendah, sebaiknya gunakan Pre filter (penyaringan awal) sebelum masuk unit filter air membrane reverse osmosis anda, Teknik ini untuk mencegah penggantian membran RO yang terlalu cepat.

Kemudian apabila membrane anda sudah mulai jenuh atau mampet ada beberapa teknik yang dapat menjadi solusi bagi anda salah satunya adalah menggunakan larutan atau bubuk pembersih membrane (Membrane Cleaner)  yang benyak dijual di toko khusus perlengkapan water treatment.

Ada 3 (tiga) hal penting yang harus anda lihat untuk menentukan kapan saatnya anda memerlukan membrane cleaning pada reverse osmosis, yaitu:

1. Apabila product flow rate sudah turun mendekati ±15% dari performa awal.
2. Apabila rejected flow rate sudah meningkat mendekati ±5-10% dari performa awal.
3. Apabila conductivity permeate/product water sudah naik hingga ±15% dari setting awal.
4. Dan, apabila ? Pressure pada membrane array sudah naik hingga ± 15%.

Bila anda menemukan indikasi diatas maka membrane anda memerlukan larutan pembersih membrane RO untuk mencegah penyumbatan membrane lebih lanjut yang akan berakibat produksi mesin reverse osmosis ataupun membrane ultrafiltrasi anda terganggu.

Fungsi dari pembersih membrane (membrane cleaner) bermacam macam sesuai kebutuhan anda diantaranya adalah:

1. Membuang Iron dan fouling karena Metal Hydroxide dan calcium carbonate scale.
2. Membuang Biological, organic dan koloidal fouling pada Polyamide Composite Membrane. Juga efektif membuang emulsified oils dan silica.
3. Menurunkan kotoran yang ada dan berkembang didalam lapisan membrane RO atau Ultra Filtrasi. Berfungsi untuk  melarutkan kotoran yang ada pada berbagai tipe membrane, formula khusus aman untuk berbagai tipe membrane.

Jadi kesimpulannya fungsi larutan pembersih membrane RO adalah pelunturan/pembersihan tanpa merusak lapisan Polyamide Composite Membrane Element. Digunakan setelah sistem mengalami penurunan kapasitas produksi atau hanya sekedar pencegahan/perawatan membrane, sehingga membrane dapat berfungsi dengan baik.

Telitilah dalam memilih unit pengolahan air Reverse Osmosis (Mesin RO) sebelum memutuskan untuk membeli. Jangan mudah tergiur dengan harga yang murah, sebab harga unit pengolahan air dengan membrane UF atau RO sangat ditentukan oleh kualitas dan kelas spare part/material yang digunakan.

Sumber [Aneka Sumber]