penyediaan air bersih

Air bersih di jakarta belum mencukupi kebutuhan warganya

Air bersih  sangat dibutuhkan setiap manusia oleh karena itu harus di buatkan sistem penyediaan air bersih yang baik dan benar agar setiap masyarakat dapat merasakan manfaat air bersih hingga ke pelosok daerah di tanah air. kebutuhan air bersih adalah banair bersihyaknya air bersih yang diperlukan untuk melayani penduduk yang dibagi dalam dua klasifikasi pemakaian air bersih , yaitu untuk keperluan domestik (rumah tangga) dan non domestic (industri, perkantoran, rumah sakit, dll) .Target pelayanan harus mengacu pada Millenium Development Goals (MDGs) Sebagai contoh di Jakarta di mana daerah perkotaan harus sudah terlayani 68% dari jumlah penduduk. Dalam melayani jumlah cakupan pelayanan penduduk akan air bersih sesuai target, maka direncanakan kapasitas sistem penyediaan air bersih yang dibagi dalam dua klasifikasi pemakaian air bersih , yaitu untuk keperluan domestik (rumah tangga) dan non domestik.

Kebutuhan Air Bersih Untuk Domestik (Rumah Tangga).
Menurut para ahli menyatakan bahwa kebutuhan air bersih domestik dimaksudkan adalah untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi keperluan rumah tangga yang dilakukan melalui Sambungan Rumah (SR) dan kebutuhan umum yang disediakan melalui fasilitas Hidran Umum (HU). Unutk menunjukkan besar debit air bersih domestik yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan domestik diperhitungkan terhadap beberapa faktor:

a. Jumlah penduduk yang akan mendapatkan air bersih menurut target tahapan perencanaan sesuai dengan rencana cakupan pelayanan air bersih.

b. Tingkat pemakaian air bersih diasumsikan tergantung pada kategori daerah dan jumlah penduduknya.
Kebutuhan Air Bersih Untuk Non Domestik (Industri , Perkantoran, Rumah Sakit , dll)
Menurut para ahli, kebutuhan air bersih nondomestik dialokasikan pada pelayanan untuk memenuhi kebutuhan air bersih berbagai fasilitas sosial dan komersial yaitu fasilitas pendidikan, peribadatan, pusat pelayanan kesehatan, instansi pemerintahan dan perniagaan. Besarnya pemakaian air bersih untuk kebutuhan non domestik diperhitungkan 20% dari kebutuhan domestik.

Kebutuhan Air bersih Rata-Rata.
Menurut para ahli dalam Standar Kriteria Desain Sistem Penyediaan Air Bersih menyatakan bahwa kebutuhan rata-rata distribusi air bersih perharinya adalah jumlah kebutuhan air bersih untuk keperluan domestik (rumah tangga) ditambahkan dengan kebutuhan air bersih untuk keperluan non domestik.

Qr = Qd + Qnd

Keterangan:

Qr = Kebutuhan air bersih rata-rata (liter/detik).

Qd = Kebutuhan air bersih untuk keperluan domestik (liter/detik).

Qnd = Kebutuhan air bersih untuk keperluan non domestik (liter/detik).

Berdasarkan para ahli, dalam Standar Kriteria Desain Sistem Penyediaan Air Bersih, kebutuhan air bersih pada hari maksimum (Qm) adalah pemakaian air bersih harian rata-rata tertinggi dalam satu tahun yang diasumsikan sebesar 110% dari kebutuhan rata-rata air bersih .

Sistem Pengaliran Air Bersih. Pendistribusian air bersih kepada masyarakat dengan kuantitas, kualitas dan tekanan yang cukup memerlukan sistem perpipaan yang baik, reservoir, pompa dan peralatan yang lain. Metode dari pendistribusian air bersih tergantung pada kondisi topografi dari sumber air bersih dan posisi para masyarakat berada. Menurut Howard, S.P., et.al (1985) sistem pengaliran air bersih yang dipakai adalah sebagai berikut:

a.Cara pengaliran air bersih dengan Gravitasi.
Cara pengaliran air bersih gravitasi digunakan apabila elevasi sumber air bersih mempunyai perbedaan cukup besar dengan elevasi daerah pelayanan, sehingga tekanan air yang diperlukan dapat dipertahankan. Cara ini dianggap cukup ekonomis, karena hanya memanfaatkan beda ketinggian lokasi antara sumber air bersih dan tujuan air bersih.

b.Cara pengaliran air bersih dengan Pemompaan.
Pada cara ini pompa digunakan untuk meningkatkan tekanan pompa air yang diperlukan untuk mendistribusikan air bersih  dari reservoir distribusi ke masyarakat. Sistem ini digunakan jika elevasi antara sumber air bersih atau instalasi pengolahan air bersih dan daerah pelayanan air bersih tidak dapat memberikan tekanan yang cukup.

c. Cara pengaliran air bersih dengan sistem Gabungan (sistem gravitasi dan sistem Pemompaan).
Pada cara pengaliran air bersih gabungan, reservoir digunakan untuk mempertahankan tekanan yang diperlukan untuk mengalirkan air bersih selama periode pemakaian tinggi dan pada kondisi darurat,misalnya saat terjadi kebakaran, atau tidak adanya energi. Selama periode pemakaian rendah, sisa air bersih dipompakan dan disimpan dalam reservoir distribusi. Karena reservoir distribusi digunakan sebagai cadangan air bersih selama periode pemakaian tinggi atau pemakaian puncak, maka pompa dapat dioperasikan pada kapasitas debit rata-rata air bersih.

Sumber [repository.usu.ac.id]

 

 

Penyediaan air bersih di Banjarmasin dengan teknik penjernihan air

Penyediaan air bersih di Banjarmasin dengan teknik penjernihan air, Air bersih merupakan kebutuhan utama masyarakat selain pangan dan energi. Penyediaan air bersih melalui perusahaan daerah air minum (PDAM) yang memadai sangat diharapkan masyarakat terutama karena semakin menurunnya kualitas air sungai sebagai sumber air bersih. Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan melalui PDAM Bandarmasih saat ini pelayanan air minumnya sudah mencapai 122.179 sambungan rumah tangga atau mencakup 98,7 % dari jumlah penduduk Banjarmasin, sehingga menempatkan Banjarmasin sebagai kota terbesar dalam pelayanan air bersih di Indonesia.  Bahkan, pada tahun 2013, cakupan layanan air bersih di Banjarmasin ditargetkan menjangkau seluruh penduduk, sehingga akan menjadikan Banjarmasin sebagai kota pertama di Indonesia yang melayani kebutuhan air bersih bagi seluruh masyarakatnya.penyediaan air bersih

Air baku yang dimanfaatkan PDAM Bandarmasih untuk suplai air bersih diperoleh dari sungai Tabuk di Kabupaten Banjar. Air dialirkan melalui pipanisasi, setelah itu air dimasukkan dalam bak pengendapan sehingga terdapat air bersih yang sudah tersaring akan mengalir ke dalam filter selanjutnya untuk disterilkan dengan bahan disinfecta dengan kadar antara 0,2 s/d 1,5 ppm, atau syarat kekeruhan yang ditetapkan oleh kementrian kesehatan tidak boleh melebihi 5 NTU. Rata-rata syarat yang harus dijaga oleh PDAM Bandarmasih besarnya tidak melebihi 2,5 NTU,  setelah terpenuhi baru disalurkan melalui pipa ke masyarakat umum. Semua proses ini sudah dimonitor oleh mesin secara otomatis, sehingga jika ada penyumbatan atau kemacetan bisa terpantau di layar monitor.

Selain itu, PDAM Badarmasih juga melakukan uji sampel secara berkala tiap 1 jam untuk mengetahui kondisi air saat itu, agar dapat diambil tindakan yang tepat jika ada ketentuan kualitas yang terganggu, sehingga masyarakat tidak mengalami kerugian dari penggunaan air PDAM. Setiap jam, PDAM selalu mengambil sampel berupa berapa besarnya kadar keasaman (ph) dari air dan besarnya NTU untuk memantau dari segi kesehatan, kejernihan air serta sisa warna pembuangan limbah.

PDAM Bandarmasin juga telah membangun tampungan air dengan kapasitas 10.000 m³, sehingga kapasitas air PDAM Bandarmasih menjadi berkisar 1.550 liter/detik, dari sebelumnya yang tercatat sekitar 1.000 liter/detik.

Sebagai antisipasi cadangan listrik, PDAM Bandarmasih juga menyediakan genset, agar proses pengolahan air baku tetap berjalan meskipun terjadi pemadaman listrik. Untuk kebutuhan energi dalam memenuhi kebutuhan air bersih, PDAM setiap tahunnya menyediakan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar.

Harga jual air bersih saat ini berkisar Rp 4.194/m³, harga yang cukup murah mengingat fungsi air bersih yang sangat vital. Selain itu, bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), diberikan subsidi untuk pemasangan baru sekitar Rp 650 ribu, sehingga mereka cukup membayar Rp150 ribu, sementara harga normalnya berkisar Rp 800 ribu. Hal ini dilakukan agar masyarakat pemanfaat air bersih semakin meluas, menjangkau  semua kalangan.

Di lain pihak, khusus untuk  warga yang berada di daerah kepulauan yang tidak memiliki sumber air tanah karena merupakan kawasan rawa yang memiliki air payau serta masyarakat yang tinggal di perdesaan yang berada di luar jangkauan PDAM, disediakan layanan air bersih melalui Pansimas dan PAC (pengelolaan air cepat) berupa alat penyaring air sungai sehingga bisa dikonsumsi dengan aman.

Meluasnya cakupan layanan air bersih berdampak positif dalam menurunkan penyakit diare dan kolera yang sebelumnya mewabah di Banjarmasin. Dulu, warga terpaksa mengkonsumsi air sungai sebagai sumber air bersih sehingga penyakit seperti diare sering diderita warga. Bahkan pada akhir 1990-an, Banjarmasin pernah berstatus KLB kolera karena penduduk pinggir sungai Martapura mengkonsumsi air tidak sehat.

Penyediaan ari bersih di daerah terpencil salah satunya berlokasi di RT 13 Kelurahan Mantuil Kecamatan Banjarmasin Selatan. Terdapat sekira 100 KK warga yang belum tersambungi pipa PDAM, sehingga warga mengandalkan PAC dan membeli air ledeng dari warga yang sudah mendapat sambungan PDAM. Harganya berkisar Rp1.000-Rp2.000/jerigen isi 20 liter.

Salah satu warga RT 13, Anisa (53 tahun), mengatakan ia mendapatkan bantuan perlengkapan PAC pada Agustus 2012 lalu, dimana ada sekira 50 PAC yang dibagikan kepada warga. Proses pengelolaan air jernih dimulai dari pemanfaatan air sungai yang berasal dari sungai Martapura, kemudian dialirkan melalui pipa masuk ke dalam bak penampungan berupa tong viber berkapasitas 200 liter, setelah itu air yang sudah mengendap masuk dalam proses Mixingwell dimana air sungai dicampur dngan bahan kimia (Koagulan) dengan perbandingan 20 s/d 60 ppm dimana Koagulan akan bercampur sebanyak 20 miligram pe liter air baku  dan dilakukan pencampuran. Lalu diaduk-aduk hingga 30 menit setelah itu air akan menetes dalam tampungan sehingga air bersih akan keluar melalui pipa dan siap untuk digunakan. Masyarakat bersyukur untuk bantuan ini, karena sekarang mereka bisa menghemat biaya pembelian air  dimana untuk harga air Rp 1.000 / jerigen dengan volume 20 liter.

Selain pemberian bantuan PAC, PDAM Bandarmasih bekerjasama dengan beberapa lembaga juga memberikan bantuan penyaluran air ke desa yang terletak di muara sungai atau dikenal juga dengan desa Pulau Bromo. Daerah ini merupakan daerah yang timbul menjadi salah satu wilayah dengan penghuni lebih 400 kk. Bantuan yang bantuan berupa alat transportasi kapal penyeberangan yang membawa 4 tandon air bersih dengan kapasitas 4.000 Liter, dengan anggaran mencapai Rp 40 juta/tahun, yang berasal dari bantuan beberapa CSR perusahaan yang tergerak dalam membantu penyediaan air bersih. Masyarakat dapat membeli air per jirigennya sebesar Rp 1.000 / 20 liter.

Penyediaan air bersih di Banjarmasin juga didukung jaminan ketersediaan air baku dengan kuantitas dan kualitas yang memadai. Pemerintah pusat, propinsi maupun pemerintah kota melakukan perlindungan daerah tangkapan air, manajemen terpadu daerah aliran sungai, pengendalian pencemaran air, penertiban ijin penggunaan air serta upaya antisipasi penyediaan sumber air baku untuk masa yang akan datang.

Kota Banjarmasin diakui sebagai kota besar yang mengelola air bersih terbaik di antara negara-negara di Asia Tenggara. Atas prestasinya ini, Banjarmasin mendapat penghargaan dalam bentuk sertifikat pengakuan atau “Clean Water” untuk kategori kota besar yang diserahkan berbarengan dengan puncak penyerahan penghargaan “Asean Environmentally Sustainable Cities” (Asean Esc Awards) tahun 2011 atau penghargaan untuk semua kota dengan penetapan lingkungan berkelanjutan di tingkat Asean. Hasil tersebut berdasarkan seleksi bersama puluhan kota besar lainnya di Asia Tenggara pada pertemuan Asean Working Group On Environmentally Sustainable Cities (AWGESC) ke-9 di Yangon, Nyanmar Mei 2011 lalu, dengan perserta perwakilan kota-kota di belahan Asia Tenggara.

Penghargaan ini juga merupakan apresiasi terhadap banjarmasin yang telah membangun pengelolaan air limbah yang dulu dibuang ke sungai, kini sebelum dibuang diproses dulu oleh Perusahaan Daerah Pengelola Air Limbah (PD PAL) hingga air dibuang bersih. Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik yang ada di Banjarmasin menggunakan system terpusat (off site system) dimana air limbah diangkut dalam pipa penyalur air limbah (sewers), dari tempat dimana air limbah itu dihasilkan (WC, Septik Tank, kamar mandi, dapur) ke tempat pengolahan dan pembuangan (IPAL). Pengolahan limbah di IPAL menggunakan sistem biologis, dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk menguraikan bahan-bahan organik dan racun yang berbahaya pada air limbah dengan teknologi RBC (Rotating Biological Contactor) sehingga dihasilkan effluent (hasil pengolahan) yang memenuhi standar baku mutu air yang diijinkan.

Pengolahan Air Limbah secara terpusat merupakan “Pilot Project” bagi kota Banjarmasin, dimana cakupan area pelayanannya masih terbatas, artinya hanya masyarakat yang berada di kawasan jaringan air limbah yang sementara ini bisa dilayani dengan menggunakan jaringan perpipaan. Untuk melayani masyarakat di luar  kawasan pelayanan jaringan air limbah, PD PAL Banjarmasin menyediakan bentuk pelayanan dengan mobil khusus penyedot limbah sesuai dengan permintaan kebutuhan masyarakat. Bentuk pelayanan mobil ini bisa juga untuk mengatasi permasalahan masyarakat terhadap WC/Septic Tank–nya yang bermasalah.

Untuk menciptakan kondisi tersebut Pemerintah Kota Banjarmasin membentuk Peraturan Daerah No.16 Tahun 2006 tentang Tarif Jasa Pelayanan Pengolahan Air Limbah Kota Banjarmasin, dimana dalam PERDA No.16 Tahun 2006 disebutkan bahwa masyarakat / Badan Hukum yang berada di areal pelayanan jaringan air limbah diwajibkan memanfaatkan sarana pengolahan air limbah, termasuk dalam hal ini mengadakan penyambungan dari sumber limbahnya ke jaringan air limbah yang telah disediakan. Untuk tata cara penyambungan tersebut dilakukan sesuai aturan yang ditetapkan oleh PD PAL Banjarmasin selaku Pengelola Air Limbah. Maka dari itu diharapkan dukungan peran aktif seluruh lapisan masyarakat bersama-sama Pemerintah Kota Banjarmasin dalam mengelola air limbah dapat terwujudkan, untuk menuju Kota Banjarmasin Bungas (cantik).

Cakupan pelayanan air bersih di Banjarmasin hendaknya menjadi acuan bagi Pemprov Kalimantan Selatan mengingat pelayanan air minum di Provinsi Kalimantan Selatan sampai dengan penghujung tahun 2011 baru mencapai 51,79 %, di bawah rata-rata nasional sebesar 53,26 %. Dengan jumlah penduduk sekitar 3,6 juta jiwa, berarti bahwa penduduk yang belum memiliki akses aman air minum di Provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 1,7 juta jiwa. Di sisi lain sasaran MDGs tahun 2015 untuk Provinsi Kalimantan Selatan adalah tingkat akses aman air minum sebesar 70 %. Dengan demikian, dalam kurun waktu 2,5 (dua setengah) tahun ke depan Pemerintah provinsi dan Kabupaten-Kota di Kalsel perlu menyediakan tambahan akses aman air minum bagi 600 ribu jiwa.

Sumber [setkab.go.id]

membuang air limbah menguntungkan bagi singapura

Air limbah rumah tangga yang kita buang ke got, rupanya harta karun bagi Singapura. Kepada air bekas mandi dan mencuci itu, ketersediaan pasokan air bersih layak minum mereka gantungkan.
Untuk memastikannya, Singapura membangun dua fasilitas canggih. Yaitu unit pengolahan air limbah bernama NeWater dan waduk sekaligus penampungan air bersih bernama Marina Barrage. air limbah

“NeWater dan Marina Baragge mampu sediakan air bersih sampai 100 tahun ke depan,” kata James, staf NeWater di instalasi NeWater, Changi, Singapura.
Pengolahan air limbah rumah tangga dimulai dari penampungannya di jaringan pipa yang berada 60 meter di bawah permukaan tanah. Di gorong-gorong raksasa itu juga ditampung luapan air limbah dari kanal dan sungai bila terjadi banjir.
Setelah dipompa naik ke kilang di NeWater, air limbah disaring -dengan serangkaian filter air / penyaringan air yang tidak tembus mikro organisme. Filter air diprogram untuk dapat membersihkan diri sendiri dari air limbah per 15 menit dan diganti unit baru tiap lima tahun.

Air limbah ‘lolos sensor’ disaring lagi secara reverse osmosis dilanjutkan pencahayaan ultra violet yang kekuatan radiasinya sama dengan sinar matahari. Lama pencahayaan kurang dari 1 detik dengan suhu 60 derajat celcius, sehingga air limbah yang sudah diolah tadi bebas dari bakteri berbahaya

“Menurut standar WHO, air limbah yang telah melalui rangkaian tahapan penyarinagan air limbah ini kualitasnya layak minum,” papar James.
Lantas bagaimana nasib air limbah yang tidak lolos sensor?

“Kami olah lagi air limbah tersebut hingga tidak lagi beracun. Kemuan air limbah tersebut dialirkan ke laut melalui Marina Baragge,” jawab kakek yang nampak bugar ini.
Prosedur serupa juga diberlakukan terhadap air hujan dari 16 unit penampungan dan air impor dari Johor, Malaysia. Sumber harapan lain air bersih warga Singapura adalah dari fasilitas desalinasi/penyulingan air laut.
Dengan segala kecanggihan cara pengolahannya, apakah warga Singapura harus membayar mahal untuk mendapatkan air bersih?

“Nilai rata-rata tagihan air bersih di apartemen tiga kamar tidur (diasumsikan keluarga terdiri sepasang suami-istri dengan dua anak) adalah SG$ 20 per bulan,” jawab Joy Tan Wern Tze, menager komunikasi PUB yang mengelola Marina Barrage.

“Kami tidak bisa kenakan tarif tinggi sebab air bersih kebutuhan pokok. Tapi tidak mungkin membuatnya lebih murah agar warga sadar berhemat sebab air bersih adalah harta,” sambungnya.
Jadi jangan harap di Singapura ada pipa air bersih yang bocor berhari-hari hingga merusak aspal jalan seperti sering kita jumpai di Indonesia.

Sumber [detik.com]

langkah menjaga kebersihan air

Saat ini seluruh dunia merayakan hari air sedunia. Air sangat berjasa dan menjadi sumber kehidupan manusia. Kita tidak bisa hidup tanpa air. Lantas apakah kita sudah memperlakukan air dengan baik? Berikut delapan cara mudah untuk menjaga air tetap bersih,dilansir national geographic.

1. Mendaur ulang barang bekas
Barang-barang yang tidak didaur ulang sering dibuang ke air seperti sungai atau laut. Misalnya Anda membuang puntung rokok sembarangan. Benda ini memberi efek yang buruk pada air dan tanah. Maka dari itu daur ulang bahan bekas yang Anda miliki. Selain menghemat biaya, Anda juga tidak mengotori lingkungan bukan?

2. Minimalkan penggunaan bahan kimia
Menghilangkan atau meminimalkan penggunaan bahan kimia merupakan cara tepat untuk melindungi perairan global. Ketika bahan kimia larut ke dalam air, mereka dapat menghancurkan ekosistem. Zat kimia yang ada di air bisa menghancurkan alga yang merupakan makanan plankton.

3. Buang bahan kimia dengan benar
Bahan berbahaya seperti cat, oli motor dan kimia dengan benar. Jangan buang di sungai yang dapat mencemarkan air serta kehidupan masyarakat. Masih banyak makhluk hidup yang menggantungkan hidupnya dari sungai.

4. Mengurangi penggunaan air
Kurangi penggunaan air Anda untuk menjaga pasokan air bersih. Penggunaan air yang tidak bertanggung jawab dapat menyebabkan kekeringan. Jangan mandi terlalu lama dan matikan keran setelah Anda selesai mandi. Ketika membersihkan mobil, sebaiknya gunakan ember untuk mengisi air. Penggunaan air akan makin boros saat Anda memakai selang, sebab Anda tidak bisa membatasi penggunaan air.

5. Menjaga lingkungan
Bersihkan sampah di sepanjang sungai, pantai, atau di sepanjang jalan-jalan kota atau jalan raya. Jika Anda memiliki anak-anak, gunakan kesempatan ini untuk mengajarkan mereka bagaimana sampah bisa mencemari lingkungan. Kebiasaan ini akan berdampak panjang pada kebersihan air.

6. Menanam pohon
Hutan di sepanjang aliran air juga bertindak sebagai penyaring, sehingga melestarikan atau penanaman pohon di sepanjang sungai dan sungai juga dapat membantu untuk menjaga saluran air bersih. Tanaman hijau berperan dalam mencegah polusi udara, tanah dan air.

7. Mengadakan penyuluhan
Sampai sekarang, masih banyak masyarakat yang belum sadar pentingnya menjaga air. Jika Anda mempunyai pengetahuan cara menjaga kebersihan air, sebaiknya Anda berbagi ilmu tersebut pada masyarakat lainnya. Agar mereka memiliki kesadaran pentingnya air dalam kehidupan. Anda juga bisa mengajak masyarakat untuk kerja bakti membersihkan lingkungan bersama.

Di hari air sedunia ini, apakah Anda sudah menjaga air dengan baik? Jika belum, segera lakukan cara dia tas untuk membantu melestarikan keberadaan air bersih.

Sumber [merdeka.com]

Masyarakat Indonesia Mendapatkan Air Bersih Baru 47%

Jakarta – Hingga saat ini baru 47,71% masyarakat Indonesia mendapatkan air bersih di Indonesia. Angka ini lebih kecil dari target MDG’s 2015 yang mencapai nilai rata-rata 68,87%.

“Hanya 47,71% masyarakat Indonesia mendapatkan air bersih yang layak,” jelas Dirut PT Aqua Golden Missisipi, Parmaningsih Hadinegoro di Bali Nusa Dua Convention Centre, Nusa Dua, Bali, Jumat (14/6/2013).

Hal ini dinyatakan dalam materi keterkaitan air mineral dalam ketahanan pangan nasional dalam Seminar Urgensi Membangun Ketahanan Pangan Nasional. Selain Parmaningsih, juga hadir sebagai pembicara Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Dirut Bulog Sutarto Alimoeso, Presdir Astra Agro Lestari, Dirut RNI Ismet Hasan Putro, dan Direktur PT Indofood Sukses Makmur Fansiscus Welirang.

Sedangkan, berdasarkan data Joint Monitoring Program 2010 dari UNICEF dan WHO saat ini ketersediaan air bersih global mencapai 89%. Sayangnya, angka yang diraih Indonesia jauh lebih rendah dari rata-rata 68,87% yang ditargetkan di tahun 2015.

Daerah yang terbatas akses airnya sebagian berada di Indonesia bagian timur. Tingkat konsumsi air di Indonesia tersebut diperkirakan meningkat 15%-35% perkapita pertahun.

“Kebutuhan makin meningkat dan akan terus naik 15%-35 perkapita per tahun,” imbuhnya.

Karena itu, menurut Parmaningsih, dibutuhkan langkah pencegahan untuk memastikan keberlangsungan air bersih untuk masyarakat Indonesia. Hal ini juga turut mempengaruhi kesehatan khususnya penyakit diare yang kerap terjadi karena air yang kurang bersih.

“Meningkatkan derajat kesehatan untuk sanitasi yg sehat sehingga dapat mengurangi penyakit diare yang mnjadi kematian bayi dan anak balita terbesar di Indonesia,” pungkasnya.

(lh/lh)
Sumber [news.detik.com]

Layanan Air Bersih Masih Buruk

Terkait penyediaan air bersih di Provinsi DKI oleh PT. PAM Jaya dan Suez Environment sempat membuat Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau kerap dipanggil Ahok berang dan mengancam akan memutus kontrak kerja sama seperti yang diwartakan oleh media terkemuka ibu kota di bawah ini.

KOMPAS.com :

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, ada tiga poin yang merugikan Pemerintah Provinsi DKI terkait kontrak kerja sama PT PAM Jaya dengan Suez Environment selaku pemilik 51 persen saham PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja). Ia mengancam akan memutus kontrak jika Suez Environment tak menunjukkan inisiatif untuk mengatasi hal ini.

Tiga poin yang merugikanpenyediaan_air_bersih2 Pemprov DKI itu adalah tingginya tingkat internal rate of return (IRR) atau pengembalian investasi Palyja sebesar 22 persen, kebocoran air hingga 42-45 persen, dan biaya sambungan pipa yang mencapai Rp 1 juta. Menanggapi hal itu, Basuki memberikan tiga opsi kepada Suez Environment untuk memperbaiki kontrak dan kinerjanya.

Pada opsi pertama, Basuki akan meminta Suez melakukan penyeimbangan atau rebalancing kontrak dengan PAM Jaya. “Kalau dia tidak mau, saya bisa tempuh opsi kedua dengan membawa masalah ini ke arbitrase Singapura. Atau opsi ketiga, saya usir kamu,” kata Basuki di Balaikota Jakarta, Jumat (19/4/2013).

Suez Environment perlu melakukan rebalancing untuk dapat menurunkan IRR dari 22 persen ke batas normal, yaitu sekitar 14-15 persen. Dengan IRR sebesar itu, Pemprov DKI harus membayar hingga Rp 10 triliun kepada Suez Environment.

Mengenai biaya sambungan pipa yang mencapai jutaan rupiah dan kebocoran air yang belum juga tertangani, hal itu semakin meyakinkan Basuki untuk memutuskan kontrak dengan Suez. Kontrak itu semestinya baru akan selesai pada tahun 2025.

“Gila aja, mana ada bisnis joint kayak begitu? Rugi, ya, rugi bareng dong! Coba cari di mana di dunia ada bisnis kayak gitu. Itu yang bikin saya kesal gitu loh. Kebocoran airnya saja sampai 45 persen,” kata Basuki.

Pria yang akrab disapa Ahok itu menegaskan bahwa tiga opsi itu menjadi suatu penegasan kepada Suez Environment bahwa Pemprov DKI menginginkan kedua pihak melakukan penyeimbangan kontrak. Hal itu harus dilakukan karena perusahaan asal Filipina, Manila Water, telah menawar 51 persen saham Palyja. “Dengan adanya opsi ini, minimal pihak Suez jadi tahu kalau saya ini serius,” ujarnya. Editor : Laksono Hari W

Merdeka.Com:

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) geram saat ini masih ada kebocoran air bersih sebesar 42-45 persen di ibu kota. Ahok tak mau kebocoran ini terus berlanjut karena pada 2015 merupakan batas Millenium Development Goal’s (MDGs).

“Cuma masalahnya kita kesel kan. Tahun 2015 itu batas MDG’s. Sekarang sudah 68 persen orang kesambung. Kebocoran air masih 42 sampai 45 persen. Itu yang saya kesel gitu loh,” ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat (19/4).

Mantan bupati Belitung Timur ini mempertanyakan, apakah nanti pasokan air bersih dari Jatiluhur akan menambah jumlah pasokan untuk Jakarta.

“Sekarang Aetra udah setuju, renegosiasi. Kalau kamu (Suez) mau beda dikit dari aetra saya masih terima karena mungkin aetra airnya lebih banyak. Tapi kalau kamu masih tidak mau, saya tidak terima. Kamu tidak fair. Saya upload di Youtube ini video, supaya dunia bisa lihat perusahaan kamu ini beres apa tidak sama Indonesia, saya bilang,” jelas Ahok.

Ahok mengaku Pemprov DKI tidak mau masuk dalam saham Palyja sebab pemerintah hanya memiliki tanah. Saat ini, Pemprov hanya menjual air seharga Rp 12 ribu dan masih memiliki untung.

“Kita minta PAM kaji kamu sambungin, gratis. Tapi orang miskin ini kamu kenakan per kubiknya Rp 10 ribu. Dia mau dong, daripada dia beli Rp 30-50 ribu. Jadi 100 ribu. Daripada beli air nunggu nenteng yang gak jelas. Nah, PAM lagi kaji. Kalau itu kita hitung PAM bisa untung tiap bulan Rp 90 miliar. Jdi PAM bisa nyambung air banyak sekali untuk memenuhi MDG’s tadi,” jelasnya.

Dia juga meminta mencabut sambungan air di daerah-daerah ilegal. Pencurian air masih bisa diatasi asal kawasan kumuh dibongkar.[mtf]

Bank Dunia Dukung Penyediaan Air Minum

Melansir siaran pers dari situs Bank Dunia yang dikeluarkan di Washington DC pada 2 Mei 2013 , bahwa Bank Dunia Dukung Ekspansi Penyediaan Air Minum dan Sanitasi di Indonesia. Melalui Proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS 2) ditargetkan menyediakan fasilitas air minum dan sanitasi bagi 11.6 juta warga.

Sehingga dengan proyek yang dibantu oleh Bank Dunia ini, lebih dari 11 juta warga Indonesia di seluruh nusantara akan menikmati fasilitas air minum dan sanitasi, dengan disetujuinya dana tambahan oleh Bank Dunia.

Berita lengkapnya dari situ Bank Dunia seperti yang kami cukil sebagai berikut :

Sejak tahun 2006, Bank Dunia telah mendukung proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS 2) – atau proyek Third Water Supply and Sanitation for Low Income Communities (WSSLIC-3) – sebagai upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan akses terhadap air minum dan sanitasi, serta meningkatkan kesehatan dan perilaku higenis.

“Dengan mendukung ekspansi proyek ini, Bank Dunia berharap bisa menggandakan cakupan PAMSIMAS 2 dari 15 propinsi ke 32 propinsi, dan juga menambah jumlah keluarga yang akan menerima manfaat sanitasi lebih baik,” kata Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, Stefan Koeberle. “Salah satu kunci keberhasilan proyek ini adalah pendekatan berbasis masyarakat yang terus didukung Bank Dunia.”

Fasilitas sanitasi yang buruk dapat melemahkan sebuah komunitas, karena bisa menurunkan kesehatan publik dan membatasi potensi pertumbuhan ekonomi.

Dua dari empat penyebab kematian dibawah usia lima tahun terbesar – yakni diare dan tipus – merupakan penyakit yang tersebar karena kotoran dan timbul akibat keterbatasan air bersih, fasilitas sanitasi dan perliaku higenis.

PAMSIMAS-2 melengkapi program “Air untuk Semua” yang dikelola Kementerian Pekerjaan Umum, serta program “Sanitasi Total Berbasis Masyarakat” dibawah Kementerian Kesehatan.