Penyaringan air

Pengolahan air metode demineralisasi

Pengolahan air metode demineralisasi. Pengolahan air dalam suatu industri penting, air merupakan bahan utilitas, dimana air dapat berfungsi sebagai air proses, air sanitasi, air pendingin dan air boiler. Air untuk umpan boiler biasanya berasal dari air sungai, air laut, air sumur, air hujan, atau air yang telah diproses seperti air minum dan air industri. Untuk keperluan industri,  kontaminasi dalam air merupakan faktor yang harus diperhatikan. Karena hal tersebut dapat memicu masalah yang serius, seperti terjadinya kerak, korosi, dan carry over. Untuk mencegah masalah tersebut, suatu pengolahan air yang terkendali harus dilaksanakan. Pnyaringan air menggunakan pemanas secara umum dapat dibagi jadi dua bagian yaitu, pengolahan secara mekanis, yang dilakukan diluar boiler atau dikenal dengan External Treatment dan Pengolahan secara kimiawi, yang dilakukan didalam boiler atau dikenal dengan Internal Treatment.

Pengolahan Air Baku dan Air Umpan

Penyaringan air baku untuk air umpan terdiri atas koagulasi, flokulasi, penyaringan, pertukaran ion, dan deaerasi. Berikut ini yang akan dibahas adalah masalah pengolahan dengan penukaran ion.

Pertukaran Ion pada penyaringan air

Demineralisasi atau deionisasi adalah suatu sistem pengolahan air dengan pertukaran ion (ion exchange) melalui media ion exchange resin. Sistem ini mampu menghasilkan air dengan tingkat kemurnian yang sangat tinggi (Ultra Pure Water) dengan jumlah kandungan zat-ionik dan an-ionik mendekati nol sehingga mencapai batas yang hampir tidak dapat dideteksi lagi.

Teknologi Water Treatment  biasa tidak dapat menghasilkan tingkat kemurnian tersebut di atas. Sedangkan pada beberapa jenis industri tertentu, kontaminasi sekecil apapun dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan ataupun malfungsi. Untuk memilih paket demineralisasi yang tepat dan sesuai kebutuhan, maka harus mempertimbangkan adalah kualitas air baku (Sumber Air) , kualitas air produk, kapasitas,dan desain teknis.

pengolahan air limbah

Proses Demineralisasi

 

Dalam paparan ringkas di bawah ini disampaikan empat tahap proses penyaringan air menggunakan metode demineralisasi.

1.    Tahap operasi

Umumnya air baku mengalir dari atas ke bawah (downflow) atau sebuah unit tipikal demineralisasi dengan dua dengan dua media (two-bed demineralizer).

      2.     Tahap cuci (backwash)

Kalau kemampuan resin berkurang banyak atau habis maka tahap pencucian perlu dilaksanakan. Air bersih dialirkan dari bawah ke atas (upflow) agar memecah sumbatan pada resin, melepaskan padatan halus yang terperangkap di dalamnya lalu melepaskan jebakan gas di dalam resin dan pelapisan ulang resin.

      3.     Tahap regenerasi

Tujuan tahap ini adalah mengganti ion yang terjerat resin dengan ion yang semula ada di dalam media resin dan mengembalikan kapasitas tukar resin ke tingkat awal atau ke tingkat yang diinginkan. Operasi regenerasi dilaksanakan dengan mengalirkan larutan regeneran dari atas resin. Ada empat tahap dalam regenerasi, yaitubackwashing untuk membersihkan media resin (tahap dua di atas), memasukkan regeneran, slow rinse untuk mendorong regeneran ke media resin, fast rinse untuk menghilangkan sisa regeneran dari resin dan ion yang tak diinginkan ke saluran pembuangan (disposal point).

      4.     Tahap bilas (fast rinse)

Pengolahan air tahap bilas / Fast Rinse, Air berkecepatan tinggi membilas partikulat di dalam media resin, juga ion kalsium dan magnesium ke pembuangan dan untuk menghilangkan sisa-sisa larutan regenerasi yang terperangkap di dalam resin. Pembilasan dilakukan dengan air bersih aliran ke bawah. Setelah tahap ini, proses kembali ke awal (tahap servis).

Sumber[AnekaSumber]

Alat Penyaring Air laut modern

Alat Penyaring Air laut modern , Salah satu alat penyaring air laut modern adalah SeaWater Reverse Osmosis (SWRO).
Ada banyak cara untuk menyaring air, baik air sumur, air sungai, air laut maupun penyaring air PDAM,  kami akan menjelaskan proses pengolahan air asin dengan alat penyaring air laut metode Reverse Osmosis (R.O) atau SeaWater Reverse Osmosis (SWRO), dari sumber air berasal dari air laut dalam ataupun air laut dangkal (pantai) sehingga air tersebut dapat  langsung dipasang dari kran PDAM (harus ada tekanan air yang cukup kuat dari PDAM) / Rumah tangga, maupun Industri sekitar yang membutuhkan.

Alat penyaring air laut berteknologi Reverse Osmosis adalah alat untuk menyaring air dari air laut (Asin/Payau) akan menjadi air minum (tawar), namun sulit sekali untuk menentukan sejauh mana air tersebut sudah cukup bersih untuk diolah, karena penglihatan kita mempunyai penglihatan yang terbatas untuk melihat benda benda zat padat yang kecil sekali (zat polutan, partikel berbahaya, mikroba, bakteri berbahaya lainnya).

alat penyaring air laut modern

Alat penyaring air laut Reverse Osmosis biasanya menggunakan komponen:
- Pompa 1 (Sumur)
- Pompa 2 (Tangki)
- Pompa Flush
- Sand Fiter
- Cartridge Filter 5 mikron
- Cartridge Filter 10 mikron
- Mesin Utama (Unit SeaWater Reverse Osmosis)

Cara Kerja alat penyaring air modern terknologi Reverse Osmosis
Air dari sumur utama yang merupakan air asin di hisap menggunakan pompa 1 (sumur) melewati Sand Filter 1 untuk proses penyaringan pertama kemudian di tampung ke tangki 1. Dari tangki 1 ini air masih berupa air asin disedot menggunakan pompa 2 dan melalui Sand Filter 2 untuk proses penyaringan kedua, berikutnya air melewati Cartridge Filter 5 mikron sebanyak dua buah dan Cartridge Filter 10 mikron 1 buah untuk proses penyaringan lebih lanjut, disini air sudah terlihat bersih namun masih terasa asin. Selanjutnya air masuk ke R/O Unit, disinilah air asin diproses menjadi air tawar, sistemnya menggunakan sistem membran, yaitu pemisahan air asin dan air tawar. Perbandingan antara air tawar dan air asin yang diproses adalah 1:5, 1 liter air bersih : 5 liter air asin. Air bersih berupa air tawar yang dihasilkan R/O di tampung kedalam tangki 2, dan air tawar siap untuk dikonsumsi. Pada sistem ini bagian dalam R/O harus tetap dibersihkan yaitu dengan di Flush. Air yang digunakan harus air bersih (tawar), dan ini di suply dari tangki 2 yang berupa air tawar hasil dari pengolahan R/O dan melalui Cartridge Filter 10 mikro, sistem pembersihannya menggunakan sistem otomatis, yaitu sekitar 10 detik saat awal pengoperasian R/O dan 4 jam sekali selama R/O dioperasikan. Selanjutnya air asin yang sudah dipisahkan dari R/O kemudian di alirkan ke sumur resapan.

Instalasi Alat penyaring air laut modern

Instalasi yang dilakukan dilapangan yaitu alat-alat tersebut diletakkan diatas Sebidang tempat berukuran kurang lebih 5×5 m dan diletakkan didalam box (Silter Box) berukuran 2X2 m. Namun ukuran tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan dan besarnya alat pengolahan air laut yang akan digunakan.

Pada saat instalasi dilapangan terdapat tambahan tangki kecil dengan kapasitas sekitar 250 liter yang berfungsi sebagai persediaan air bersih untuk melakukan proses Flush yaitu proses pembersihan bagian dalam R/O. Penambahan ini dimaksudkan agar proses Flush bisa berjalan lebih mudah tanpa terpengaruh dari kondisi tangki 2 (dua) yang sewaktu-waktu bisa kosong, karena jika persediaan air untuk melakukan Flush tidak ada maka air yang di suply ke R/O adalah berupa angin, dan ini dapat menyebabkan R/O mengalami kerusakan.

Sumber [AnekaSumber]

Proses Penyaringan air laut

Penyaringan air laut bukan hal yang baru, banyak penyaringan air laut dengan metode tradisonal maupun modern. Padahal kita ketahui bahwa sebenarnya sumber air laut itu begitu melimpah, namun, kenyataan menunjukkan bahwa ada banyak daerah pemukiman yang justru berkembang pada daerah pantai kekurangan air. Melihat kenyataan semacam itu manusia telah berupaya untuk mengolah air asin/payau menjadi air tawar ,
Untuk memenuhi kebutuhan akan air tawar / air minum, para ahli telah mengembangkan sistem penyaringan air laut /payau dengan teknologi membran semipermeabel. Membran (selaput) semipermeabel adalah suatu selaput penyaring skala molekul yang dapat ditembus oleh molekul air dengan mudah, akan tetapi tidak dapat atau sulit sekali dilalui oleh molekul lain yang lebih besar dari molekul air.
Hasil Teknologi pengolahan air asin/payau yang akan dibahas pada artikel ini adalah penyaringan air laut menggunakan teknologi filtrasi membran semipermeabel. Teknologi pengolahan air asin/payau ini lebih dikenal dengan sistem osmosis balik (Reverse Osmosis disingkat RO). Metode ini dipilih karena mudah dilakukan, efesien, dan lebih ekonomis jika dibandingkan dengan metode desalinasi yang lain.
Prinsip kerja penyaringan air laut sistem osmosis terbalik (osmosis terbalik) adalah suatu metode penyaringan yang dapat menyaring berbagai molekul besar dan ion-ion dari suatu larutan dengan cara memberi tekanan pada larutan ketika larutan itu berada di salah satu sisi membran seleksi (lapisan penyaring). Proses tersebut menjadikan zat terlarut terendap di lapisan yang dialiri tekanan sehingga zat pelarut murni bisa mengalir ke lapisan berikutnya. Jenis membran semipermeabel yang digunakan pada proses desalinasi air laut adalah membran osmosis terbalik (RO).

penyaringan air laut metode
Hasil prores penyaringan air laut

Pada proses pemanfaatan penyaringan air laut dalam menjadi air minum melalui proses desalinasi dihasilkan produk sampingan seperti garam berkualitas tinggi, air-laut dalam untuk industri kosmetika, industri makanan dan minuman, industri budidaya pertanian (sayur-sayuran, tomat, dan lain-lain).

Serta industri budidaya perikanan (ikan-ikan di perairan suhu dingin, oyster, lobster, dan lain-lain), industri kesehatan (thalassopia, spa, dan lain-lain), industri obat-obatan, dan sebagai pendingin ruangan atau air condition mengingat suhu air laut dalam yang relatif rendah.

Untuk pendingin ruangan (air condition), air laut dalam dialirkan langsung ke konstruksi pipa yang melekat di dinding ruangan gedung-gedung. Pendingin ruangan dengan air laut-dalam ini telah digunakan di Taiwan dan Korea Selatan.

Selain untuk air minum dari penyaringan air laut, air mineral laut dalam juga bermanfaat untuk kesehatan. Berdasarkan beberapa laporan di Jepang, manfaat dari air laut dalam untuk kesehatan tubuh manusia seperti

Pertama air laut-dalam efektif untuk pemulihan atopic dermatitis dengan validitas sekitar 60 persen. Hal ini dilaporkan sejumlah dokter anak di Jepang.

Kedua kecenderungan air minum hasil penyaringan air laut menurunnya jumlah kolesterol dalam tubuh manusia ditunjukkan dalam percobaan air laut-dalam oleh National Food Research Institute, Japan.

Ketiga makanan yang difermentasi berkualitas baik dengan menggunakan air laut-dalam di Jepang. Aktivitas gandum dan ragi meningkat dengan penggunaan air laut-dalam pada minuman beralkohol, pasta kacang, dan saus kacang berasal dari magnesium dan kalium.

Keempat air minum proses penyaringan air laut memiliki jenis mineral seperti Magnesium dan Kalium yang dikandung air laut-dalam ini mempunyai peranan penting dalam sub-enzyme yang meningkatkan kebutuhan enzim pada beberapa reaksi biologi untuk memelihara kehidupan dalam tubuh manusia.

Kelima karena kandungan mineralnya yang tinggi, air laut-dalam berpotensi digunakan sebagai zat antimikrobial. Air laut-dalam dapat menghambat pertumbuhan jamur berdasarkan hasil uji coba pada 2 spesies dermatophyta, yaitu Trichophyton rubrum dan Trichophyton mentagrophytes.
Sumber [aneka sumber]

 

Destilasi air laut proses mengubah air asin menjadi tawar

Destilasi merupakan proses pemisahan berdasarkan perbedaan titik didih dari komponen yang akan dipisahkan. Destilasi sering digunakan dalam proses isolasi komponen, pemekatan larutan, dan juga pemurnian komponen cair. Proses distilasi didahului dengan penguapan senyawa cair dengan pemanasan, dilanjutkan dengan pengembunan uap yang terbentuk dan ditampung dalam wadah yang terpisah untuk mendapatkan distilat. Dasar proses destilasi adalah kesetimbangan senyawa volatil antara fasa cair dan fasa uap.
Dalam proses destilasi air laut ini digunakan memisahkan senyawa tertentu seperti NaCl dari larutan dengan memanfaatkan panas yang bersumber dari cahaya matahari, dan dengan adanya energi matahari yang telah diubah menjadi energi panas maka dua komponen yang berbeda titik didih dan massa jenisnya tadi dapat terpisah.

destilasi air laut

Destilasi menggunakan tiga teknik ,yaitu : destilasi dengan air, destilasi dengan air dan uap, terakhir teknik destilasi dengan uap bahan. Destilasi dengan uap air tidak dapat diterapkan pada semua bahan, karena dengan cara pengolahan ini hasil mudah di dapatkan. Suatu cairan dapat diuapkan dengan berbagai cara. Metode penyulingan dengan uap air memiliki kelebihan tersendiri. Dalam destilasi sederhana, uap air laut diambil dan dikondensasi, tetesan rendaman merupakan komposisi yang lebih banyak mengandung komponen yang lebih banyak dari pada cairan semula. Siklus pendidihan dan kondensasi dapat diulang secara berurutan. Jadi semakin banyak bahan baku yang diolah, maka semakin banyak pula yang dihasilkan.

Jenis-jenis destilasi dan prosesnya adalah :

Distilasi Sederhana, prinsipnya memisahkan dua atau lebih komponen cairan

Distilasi Fraksionasi (Bertingkat), sama prinsipnya dengan destilasi sederhana, hanya destilasi bertingkat ini memiliki rangkaian alat kondensor yang lebih baik, sehingga mampu memisahkan dua komponen yang memiliki  titik didih yang berdekatan.

Distilasi Azeotrop, memisahkan campuran azeotrop (campuran dua atau lebih komponen yang sulit di pisahkan), biasanya dalam prosesnya digunakan senyawa lain yang dapat memecah ikatan azeotrop tsb, atau  dengan menggunakan tekanan tinggi.

Distilasi Kering : memanaskan material padat untuk mendapatkan fasa uap dan cairnya. Biasanya digunakan untuk mengambil cairan bahan bakar dari kayu atau batu bata.

Distilasi vakum: memisahkan dua kompenen yang titik didihnya sangat tinggi, motede yang digunakan adalah dengan menurunkan tekanan permukaan lebih rendah dari 1 atm, shg titik didihnya juga menjadi rendah, dalam prosesnya suhu yang digunakan untuk mendistilasinya tidak perlu terlalu tinggi.

Destilasi air laut  berfungsi dengan sistem RO, menyediakan air bebas mineral untuk digunakan di laboratorium sains atau keperluan percetakan. Destilasi membuang logam berat seperti timbal, arsenic, dan merkuri. Meskipun destilasi dapat membuang mineral dan bakteri, tapi tetap tidak bias menghilangkan klorin, atau VOC (volatile organic chemicals) yang mempunyai titik didih lebih rendah dari air. Destilasi, seperti halnya R.O., memberikan air bebas mineral yang bisa berbahaya lagi tubuh karena keasamannya. Air bersifat asam dapat merampas kandungan mineral dari tulang dan gigi.
Penguapan yang berlangsung juga tidak dapat dipisahkan oleh Air, jika material air tidak dimasukkan kedalam ketel maka suatu kesalahan besar jika menganggap proses hidrodestilasi dapat berlangsung karena air jika dimasukkan kedalam tabung yang dipanaskan pada temperature tinggi akan menghasilkan  Uap panas, dan jika air tersebut dicampur dengan senyawa hidro lainnya maka 80% kemungkinan uap yang ada akan menimbulkan bau dari senyawa hidro tersebut.

Saat ini tersedia beberapa macam teknologi yang mampu memisahkan air tawar yang terkandung di dalam air laut, salah satunya adalah dengan perubahan fasa air (destilasi). Pada proses destilasi air laut, Air laut dipanaskan agar air tawar yang terkandung dalam air laut menguap, selanjutnya uap tersebut diembunkan untuk mendapatkan air tawar. Kelemahan utama metode uap air adalah kecepatan penyulingan yang paling rendah.

Secara umum dapat diterangkan beberapa tahap dari proses Desalinasi dengan teknik destilasi air laut, yaitu :

Vaccum up adalah proses penarikan udara keluar dari suatu ruangan ( chamber ), dalam proses desalinasi atau desalt plant, keadaan vaccum merupakan hal penting yang pertama dilakukan, dimana bagian yang mengalami proses vaccum up adalah : evaporator chamber dan brine heater chamber Adapun maksud di lakukan vaccum up adalah untuk mempercepat proses terbentuknya uap atau vapour, karena titik didih pada tekanan rendah ( vaccum ) adalah lebih rendah daripada titik didih pada ruang bertekanan. Misal :

Saturation Temp (°C)
Saturation Press ( MPa )
90
0.070182
95
0.084608
100
0.10142

Pada tekanan udara 1 atm atau 0.1 MPa titik didih air adalah 100 °C, sedang pada tekanan yang lebih rendah ( vaccum ) titik didih air adalah < 100 °C.

Evaporasi
Evaporasi adalah proses penguapan dalam hal ini adalah air laut. Sedangkan air laut adalah suatu campuran NaCl + H2O + mineral lain. Pada proses ini dilakukan pemanasan dengan suatu heater pada titik didih H2O. Beberapa komponen penyusun air laut diantaranya NaCl memiliki titik didih lebih tinggi dari H20, sehingga pada tahapan evaporasi ( penguapan ) yang terjadi hanyalah H2O.

Destilasi
Destilasi adalah proses pengembunan, dimana pada H2O yang telah berubah bentuk menjadi uap ( evaporasi ) akan dilakukan proses pengembunan melalui suatu system cooler. Hasil dari proses destilasi adalah distillate, yaitu H2O ( fresh water ). Dengan daya hantar ( conductivitiy ) kurang dari 25 uS/cm, serta kandungan Cl ( Chlor ) kurang dari 1000 ppb.

Drainasi
Yaitu proses pembuangan komponen air laut yang tidak terevaporasi ke system pembuangan ( Brine blow down ).

Desalinasi dengan flash evaporator
Flash evaporator adalah suatu alat yang digunakan untuk menguapkan suatu fluida cair dalam hal ini air laut, dengan tekanan rendah, sehingga pada tekanan rendah tersebut diharapkan terjadi penguapan lebih cepat.

Multi stage flash evaporator
Pada flash evaporator, jika terlalu banyak komponen yang tidak menguap atau yang akan dibuang ( drain ) akan menyebabkan kerugian panas yang ikut terbuang. Untuk mengurangi kerugian panas ini, maka diterapkan system multi stage flash evaporator, yaitu system aliran seri bertingkat. System ini dimaksudkan agar panas yang diserap oleh air laut ( brine ) dari heater bisa effisien ( temperature ± 100°c ),dengan cara pertukaran panas, yaitu evaporator melepas panas untuk proses destilasi dan inlet air laut  menyerap panas.

Effisiensi
Seperti kita ketahui tolok ukur unjuk kerja suatu mesin, apakah itu elektrik ataupun mekanis adalah seberapa besar perbandingan out put atau produk yang dihasilkan, terhadap input energy yang digunakan

η(%)  =   Out x 100

              In

 Dalam hal ini desalinasi ( desalt plant ) memiliki tolok ukur atau parameter : distillate sebagai produk ( out put ) dan condensate sebagai energi ( input ), atau dalam proses desalinasi ini dikenal dengan rasio distillate/condensate

 Ratio =           Distillate

                      Condensate

Berikut ini ditampilkan table kapasitas suatu mesin desalinasi pada suatu power plant.

Load (%)
Sea water ( T/h)
Temp (°C )
Dist( T/h )
Cond ( T/h )
100
358
113
41
6.8
90
334
109
37
6.2
80
310
106
33
5
70
285
102
29
4.5
60
260
98
25
3.5
50
235
94
20
3

Dari table di atas bisa dilihat bahwa mesin desalinasi ini didisain dengan ratio ± 7, artinya kondisi ideal atau mesin bekerja optimal jika ratio tidak lebih dari 7. Jika terjadi penyimpangan atau ratio lebih dari 7 bearti produk condensate terlalu besar, ini bisa disebabkan oleh beberapa factor, diantaranya :
• Nilai enthalpy dari steam heater rendah, sehingga diperlukan flow steam heater besar dan produk condensate juga besar. Biasanya diikuti nilai vaccum yang rendah juga.
• Proses heat transfer tidak optimal. Rendahnya heat transfer ini bisa disebabkan oleh scale ( kerak ) pada sisi dalam tube. Ini disebabkan proses injeksi anti scale tidak berjalan dengan baik, juga proses tube ball cleaning yang tidak dilaksanakan.

Permasalahan yang sering terjadi dalam Alat Destilasi Air Laut
Selain unjuk kerja atau effisiensi, pada mesin desalinasi perlu mendapatkan perhatian untuk mencermati gangguan serta penyebab agar dapat dilaksanakan tindakan yang tepat sehingga proses produksi fresh water ( distillate ) berjalan optimal. Berikut ini adalah gangguan yang sering muncul pada desalinasi dengan metode multi stage flash evaporator.

GAGGUAN
PENYEBAB
Conductivity high tapi tidak range over Kandungan Amonia (NH3) dalam air laut tinggi, biasanya terjadi saat air laut surut.
Conductivity range over (>100us/cm) Terjadi carry over air laut ( brine ) , foaming air laut yang memasuki distillate chamber, kebocoran tube.
Kandungan Cl ( Chlor ) tinggi (>1000ppb) Retakan ( kebocoran kecil ) tube, kerak (garam) yang menempel di dinding flash evaporator.

Sumber [AnekaSumber]

Pengolahan air gambut dengan alat penyaringan air

Pengolahan air gambut dengan alat penyaringan air, Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu memerlukan air bersih terutama untuk air minum, masak, mandi, mencuci dan sebagainya. Pada kenyataanya, masih banyak manusia yang kekurangan air bersih. Terbukti di negara-negara sedang berkembang saat ini, hampir 25 juta orang meninggal setiap tahun karena menggunakan air kotor yang tidak memenuhi standar kesehatan . Salah satu jenis air tercemar yang tidak memenuhi standar kesehatan adalah air gambut.

Di Provinsi Riau,jumlah air gambut tersebut sangat banyak dan dominan maka seharusnya dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif sumber air bersih bagi masyarakat dengan menggunakan Pengolahan air gambut . Air gambut mempunyai ciri-ciri berwarna coklat tua sampai kehitaman (124-850 PtCo), berkadar organik tinggi (138 –1560 mg/l KMnO4), dan bersifat asam (pH 3,7-5,3)

Untuk mengetahui kualitas air gambut, perlu ditinjau dari beberapa parameter yang mepengaruhinya, yaitu:

1.pH
Parameter pH menunjukan kadar asam atau basa dalam suatu larutan, derajat keasaman larutan bergantung dari konsentrasi H+ .

2.Kekeruhan
Kekeruhan di dalam air disebabkan oleh adanya zat tersuspensi, seperti lumpur, zat organik, plankton dan zat-zat halus lainnya. Kekeruhan merupakan sifat optis dari suatu larutan, yaitu hamburan dan absorpsi cahaya yang melaluinya.

3.Warna
Konsentrasi warna air gambut diukur dengan metode platina-kobalt (Pt-Co), karena metode ini digunakan untuk mengukur warna air yang dapat diminum dan air berwarna yang disebabkan oleh bahan- bahan yang terbentuk secara alami seperti dekomposisi asam – asam organik dari daun – daunan, kulit kayu, akar, bahan – bahan humus dan tanah gambut

4.Kandungan Organik
Zat organik pada air gambut didominasi oleh senyawa humat yang bersifat sulit dirombak oleh mikroorganisme atau bersifat nonbiodegradable .

5.Bau
Air yang berbau umumnya akibat adanya materi organik yang membusuk. Organik yang membusuk biasanya terkumpul di bagian dasar dan apabila sudah cukup banyak akan menghasilkan kondisi yang baik bagi pertumbuhan bakteri anaerobik yang dapat menimbulkan gas – gas berbau. Sumber bahan organik adalah sisa – sisa tanaman, bangkai binatang, mikroorganisme dan air .

Karakteristik air gambut seperti yang telah disebutkan sebelumnya menunjukkan bahwa air gambut kurang menguntungkan untuk dijadikan air bersih bagi masyarakat di daerah berawa.

Oleh karena itu, perlu pengolahan air gambut lebih lanjut agar menghasilkan air bersih yang memenuhi standar kesehatan. Pengolahan air gambut ini, terdiri dari beberapa mekanisme utama yaitu filtrasi,adsorpsi, dan aktivitas biologis.Pengolahan air gambut

Pengolahan air gambut dengan proses filtrasi adalah suatu proses pemisahan zat padat dari fluida (cair maupun gas) yang membawanya menggunakan suatu medium berpori atau bahan berpori lain untuk menghilangkan sebanyak mungkin zat padat halus yang tersuspensi dan koloid. Pada pengolahan air gambut, filtrasi digunakan untuk menyaring air hasil dari proses koagulasi – flokulasi – sedimentasi sehingga dihasilkan air bersih atau air minum dengan kualitas tinggi. Di samping mereduksi kandungan zat padat, Pengolahan air gambur dengan cara filtrasi dapat pula mereduksi kandungan bakteri, menghilangkan warna, rasa, bau, besi dan mangan.

Pengolahan air gambut dalam proses filtrasi terdapat kombinasi antara beberapa proses yang berbeda. Proses – proses tersebut meliputi:

a. Mechanical straining
Merupakan proses penyaringan partikel tersuspensi yang terlalu besar untuk dapat lolos melalui ruang antara butiran media filter.

b. Sedimentasi
Proses mengendapnya partikel tersuspensi yang berukuran lebih kecil dari lubang pori-pori pada permukaan media filter.

c. Adsorpsi
Prinsip proses ini adalah akibat adanya perbedaan muatan antara permukaan partikel tersuspensi yang ada di sekitarnya sehingga terjadi gaya tarik-menarik.

d. Aktivitas kimia
Merupakan proses dimana partikel yang terlarut diuraikan menjadi substansi sederhana dan tidak berbahaya atau diubah menjadi partikel tidak terlarut, sehingga dapat dihilangkan dengan proses penyaringan, sedimentasi dan adsorpsi pada media berikutnya.

e. Aktivitas biologi
Merupakan proses yang disebabkan oleh aktifitas mikroorganisme yang hidup di dalam media filtrasi.

Dalam proses pengolahan air gambut teknologi filtrasi juga terjadi reaksi kimia dan fisika, sehingga banyak faktor yang saling berkaitan yang akan mempengaruhi kualitas air hasil filtrasi, efisiensi proses dan sebagainya, faktor-faktor tersebut antara lain:

a.Debit filtrasi
Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan diperlukan keseimbangan antara debit filtrasi dan kondisi media yang ada. Debit yang terlalu cepat akan menyebabkan tidak berfungsinya filter secara efisien.

b.Kedalaman, ukuran dan jenis media filter
Partikel tersuspensi yang terdapat pada influen akan tertahan pada permukaan filter karena adanya mekanisme filtrasi. Oleh karena itu, efisiensi filter merupakan fungsi karakteristik dari filter bed, yang meliputi porositas dari ratio kedalaman media terhadap ukuran media. Tebal tidaknya media akan mempengaruhi lama pengaliran dan besar daya saring. Demikian pula dengan ukuran (diameter) butiran media berpengaruh pada porositas dan daya saring.

c.Kualitas air baku
Kualitas air baku akan mempengaruhi efisiensi filtrasi, khususnya kekeruhan. Kekeruhan yang terlalu tinggi akan menyebabkan ruang pori antara butiran media cepat tersumbat. Oleh karena itu dalam melakukan filtrasi harus dibatasi kandungan kekeruhan dari air baku yang akan diolah.

Jika kita sudah mengetahui parameter dan cara pengolahan air gambut dengan filter air maka kita dapat langsung menerapkan cara pengolahan air gambut sehingga kita dapat langsung menikmati air bersih dan sehat.

Keuntungan yang didapatkan jika menggunakan pengolahan air gambut dengan filter air.

  1. Teknologi Pengolahan air gambut dengan filter penjernih air , dapat diwujudkan dalam bentuk instalasi pengolahan air gambut modern, mudah dikelola dan dirawat.
  2. Pengolahan air gambut dengan filter air  dapat dikembangkan lagi dengan digabungkan  teknologi – teknologi modern (contoh filter air digabungkan dengan reverse osmosis) , Sehingga air bersih yang dihasilkan oleh proses pengolahan air gambut dengan penyaringan air ini dapat di jadikan air minum sehat dan aman oleh masyarakat banyak.
  3. Pengolahan air gambut dengan alat penjernih air sangat mudah didapatkan dan digunakan, Anda dapat membeli alat pengolahan air gambut di toko penjual filter air atau pun toko penjual penyaringan air , Salah satunya adalah Penjernih air Nano Smart Filter. Anda dapat memesannya melalui website http://www.nanosmartfilter.com/ atau menelpon ke (021) 295 296 30 / 31

Sumber (dari berbagai sumber)

Pengolahan air bersih yang baik untuk rumah tangga

Pengolahan air bersih yang baik untuk rumah tangga, Dengan bertambahnya Jumlah Penduduk dan berkembangnya pemukiman baru di berbagai pelosok Indonesia. Menjadikan siklus atau proses penyaringan air alami dan kualitas air tanah menjadi menurun dan tercemar, sehingga timbul masalah air seperti air bau, air kotor, air mengandung besi, air berminyak, dan air berkapur.

Pengolahan air bersih rumah tangga sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas air yang akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dalam rumah tangga agar tetap sehat. Dengan Sistem Pengolahan Air Bersih Rumah Tangga , Sehingga kualitas air akan menjadi lebih baik dan anda akan merasakan nikmatnya dari air bersih , air jernih , air minum yang segar . Jika anda menggunakan pengolahan air bersih di rumah anda , maka anda tidak lagi membutuhkan air minum isi ulang , dengan begitu anda akan menjadi hemat dan tetap menikmati air minum yang berkualitas.

Zaman modern seperti sekarang ini  Pengolahan air bersih untuk konsumsi rumah tangga sudah banyak yang menggunakan teknologi filter air modern maupun penyaring air sederhana. Contohnya adalah  menggunakan sistem penjernihan air sederhana yang dikombinasikan dengan pengolahan air bersih secara kimia untuk menekan populasi polutan serta meningkatkan kejernihan air. Salah satunya adalah dengan penggunaan kaporit yang sering kita temui di sistem pengolahan air bersih kebanyakan yang masyarakat lakukan, cara ini dapat menghasilkan air bersih layak konsumsi dengan cepat serta dalam volume yang besar. Beberapa teknologi baru pengolahan air bersih yang dikembangkan menggunakan sistem membran untuk menyaring air agar terbebas dari polutan, bakteri dan juga mineral yang berpengaruh pada kualitas air baku yang dihasilkan. Teknologi membran ini dapat diaplikasikan untuk skala rumah tangga ataupun skala Industri. Beberapa sistem pengolahan air bersih dengan membran juga dibuat untuk konsumen dalam skala kecil atau rumah tangga.

Teknologi Pengolahan air bersih dengan menggunakan Alat Penyaring atau Penjernih air .

Pengolahan air bersih dengan filter penyaring atau pernjernihan air merupakan cara pengolahan air bersih yang banyak dilakukan orang ,  pengolahan air bersihkarena pengolahan air bersih dengan metode ini sangat mudah dan aman untuk menghasilkan air bersih dan air minum yang siap digunakan untuk kebutuhan rumah tangga . Pengolahan air bersih dengan menggunakan alat penyaring atau penjernih air sangat mudah didapatkan karena banyak sekali produsen filter air yang menawarkan produk sejenis, Namun anda harus lebih selektif dalam memilih alat penjernih atau penyaringan air supaya  anda dapat menikmati air bersih dan sehat . Salah satu produsen filter penjernih air terbaik adalah Nano Smart Filter , Dengan berbagai pengalamannya Penjernih air Nano Smart Filter telah membuktikan bahwa ia benar-benar mampu mengatasi masalah air seperti air bau, air kuning , air mengandung besi , air mengandung mangan , bahkan air berkapur , Baik untuk skala rumah tangga maupun skala industri.

Teknologi Pengolahan air bersih Sistem Ultra Filtrasi.

Pengolahan air bersih dengan Teknologi Ultra Filtrasi merupakan salah satu temuan yang menjadi terobosan penting dalam sistem pengolahan air bersih, teknik pengolahan air bersih dengan metode ini dapat menjadi solusi dari berbagai permasalahan yang seringpengolahan air bersih dialami dalam sistem pengolahan air bersih rumah tangga. Teknologi ini menggunakan membran untuk mebersihkan air dari partikel yang mengkontaminasi air baku serta bahan polutan lain sehingga terpisah dari air hasil olahan. Teknologi Ultra Filtrasi menggunakan membran yang sangat selektif guna memisahkan air dari polutan dan kontaminan; air yang dihasilkan akan memenuhi standar secara kimia, fisika dan biologi untuk dapat menhasilkan air minum yang siap dikonsumsi langsung oleh kita semua. Selain itu pengolahan air bersih menggunakan sistem ultra filtrasi biasanya digunakan juga dalam filter kolam koi.

Filter dengan nilai absolut pada pori – pori yang berukuran sangat kecil dapat menyaring mikro organisme dan bakteri dari air baku yang diolah, hal ini membuat pengolahan air bersih dengan ultra filtrasi  dapat digunakan untuk air yang didapatkan dari semua sumber air. Bahkan air limbah dapat diolah dengan sistem filter ultra filtrasi ini untuk menghasilkan air baku layak konsumsi , pengolahan air bersih dari sistem Ultra Filtrasi dapat membuang organisme yang tahan terhadap klorin , selain itu pengolahan air bersih juga dapat langsung membuang konsentrat dan partikel yang terkandung di dalam air limbah. Keunggulan lain pengolahan air bersih sistem ultra filtrasi adalah biaya instalasi yang cukup murah serta perawatan yang juga mudah dan aman. Sistem pengolahan air bersih ultra filtrasi  juga dikembangkan untuk menjadi sistem pengolahan air bersih otomatis dan diintegrasikan dengan sistem pengolahan air bersih reverse osmosis atau osmosis balik untuk memperpanjang umur membran penyaringan air  dari sistem reverse osmosis atau osmosis balik.

Pengolahan air bersih  rumah tangga dengan teknologi Reverse Osmosis

Sistem pengolahan air bersih osmosis terbalik atau reverse osmosis memiliki cara kerja kebalikan dari sistem osmosis pada umumnya. Keduanya menggunakan membran semi permeable yang memungkinkan cairan berpindah dari satu sisi membran semi permeable ke sisi lainnya. Teknologi pengolahan air bersih ini menggunakan membran yang miliki sifat selektif yang difungsikan untuk menyaring air yang diolah. Membran semi permeabel dengan dimensi 0,0001 mikron memungkinkan menyaring air dari partikel – partikel polutan yang bersifat polutan fisika, kimia dan biologi. Salah satu keunggulan sistem ini adalah pengaturan hasil pengolahan air hingga dapat mencapai nilai TDS terendah,  meskipun begitu, kebanyakan air bersih memiliki nilai TDS di bawah 100 sebagai standar kesehatan air minum dan masih memiliki kandungan berbagai mineral yang tidak berbahaya.pengolahan air bersih

Sistem pengolahan air bersih dengan sistem reverse osmosis atau osmosis balik dapat dilakukan dengan modul yang sederhana dan memiliki berbagai keunggulan. Alat pengolahan air bersih reverse osmosis hanya membutuhkan energi yang kecil sehingga tergolong hemat konsumsi energi. Dengan ukuran modul pengolahan air bersih  yang dapat dibuat dalam skala kecil, sistem pengolahana air besih ini dapat diaplikasikan sebagai solusi penyedia kebutuhan air baku konsumsi di tingkat rumah tangga. Air hasil pengolahan air bersih dengan  reverse osmosis dapat langsung dikonsumsi tanpa menjalani proses dipanaskan hingga mendidih sehingga dapat menjadi penyaring air atau penghasil air minum.

Bagaimana Sahabat Nano, Semoga artikel tentang pengolahan air bersih yang baik untuk rumah tangga dapat menambah pengetahuan kita tentang cara pengolahan air bersih yang baik dan benar.

Sumber [berbagai sumber]

pentingnya air bersih dan sehat untuk keluarga

Air bersih merupakan zat yang memiliki peranan sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Manusia akan lebih cepat meninggal karena kekurangan air daripada kekurangan makanan. Di dalam tubuh manusia itu sendiri sebagian besar terdiri dari air. Tubuh orang dewasa, sekitar 55-60 % berat badan terdiri dari air, untuk anak-anak sekitar 65 % dan untuk bayi sekitar 80%. Air dibutuhkan oleh manusia untuk memenuhi berbagai kepentingan antara lain: diminum, masak, mandi, mencuci dan pertanian.

Menurut perhitungan WHO, di negara-negara maju tiap orang memerlukan air antara 60-120 liter per hari. Sedangkan di negara-negara berkembang termasuk Indonesia, tiap orang memerlukan air 30-60 liter per hari. Diantara kegunaan-kegunaan air tersebut yang sangat penting adalah kebutuhan untuk minum. Oleh karena itu, untuk keperluan minum air harus mempunyai persyaratan khusus agar air tersebut tidak menimbulkan penyakit bagi manusia.

Air Bersih dan Sehat

Air minum harus steril (steril = tidak mengandung hama penyakit apapun). Sumber- sumber air minum pada umumnya dan di daerah pedesaan khususnya tidak terlindung sehingga air tersebut tidak atau kurang memenuhi persyaratan kesehatan. Untuk itu perlu pengolahan terlebih dahulu.

Pengolahan air untuk diminum dapat dikerjakan dengan 2 cara, berikut:

1. Menggodok atau mendidihkan air, sehingga semua kuman-kuman mati. Cara ini membutuhkan waktu yang lama dan tidak dapat dilakukan secara besar-besaran.

2. Dengan menggunakan zat-zat kimia seperti gas chloor, kaporit, dan lain-lain. Cara ini dapat dilakukan secara besar¬besaran, cepat dan murah.

Agar air minum tidak menyebabkan penyakit, maka air tersebut hendaknya diusahakan memenuhi persyaratan-persyaratan kesehatan, setidaknya diusahakan mendekati persyaratan tersebut. Air yang sehat harus mempunyai persyaratan sebagai berikut:

1. Syarat fisik
Persyaratan fisik untuk air minum yang sehat adalah bening (tak berwarna), tidak berasa, suhu dibawah suhu udara diluarnya sehingga dalam kehidupan sehari-hari. Cara mengenal air yang memenuhi persyaratan fisik ini tidak sukar.

2. Syarat bakteriologis
Air untuk keperluan minum yang sehat harus bebas dari segala bakteri, terutama bakteri patogen. Cara untuk mengetahui apakah air minum terkontaminasi oleh bakteri patogen adalah dengan memeriksa sampel (contoh) air tersebut. Dan bila dari pemeriksaan 100 cc air terdapat kurang dari 4 bakteri E. coli maka air tersebut sudah memenuhi syarat kesehatan.

3.  Syarat kimia
Air minum yang sehat harus mengandung zat-zat tertentu didalam jumlah yang tertentu pula. Kekurangan atau kelebihan salah satu zat kimia didalam air akan menyebabkan gangguan fisiologis pada manusia. Sesuai dengan prinsip teknologi tepat guna di pedesaan maka air minum yang berasal dari mata air dan sumur dalam adalah dapat diterima sebagai air yang sehat dan memenuhi ketiga persyaratan tersebut diatas asalkan tidak tercemar oleh kotoran-kotoran terutama kotoran manusia dan binatang. Oleh karena itu mata air atau sumur yang ada di pedesaan harus mendapatkan pengawasan dan perlindungan agar tidak dicemari oleh penduduk yang menggunakan air tersebut.

Sumber-sumber Air Minum

Pada prinsipnya semua air dapat diproses menjadi air minum. Sumber-sumber air ini, sebagai berikut:

1. Air hujan
Air hujan dapat ditampung kemudian dijadikan air minum, tetapi air hujan ini tidak mengandung kalsium. Oleh karena itu, agar dapat dijadikan air minum yang sehat perlu ditambahkan kalsium didalamnya.

2. Air sungai dan danau
Air sungai dan danau berdasarkan asalnya juga berasal dari air hujan yang mengalir melalui saluran-saluran ke dalam sungai atau danau. Kedua sumber air ini sering juga disebut air permukaan. Oleh karena air sungai dan danau ini sudah terkontaminasi atau tercemar oleh berbagai macam kotoran, maka bila akan dijadikan air minum harus diolah terlebih dahulu.

3. Mata air
Air yang keluar dari mata air ini berasal dari air tanah yang muncul secara alamiah. Oleh karena itu, air dari mata air ini bila belum tercemar oleh kotoran sudah dapat dijadikan air minum langsung. Tetapi karena kita belum yakin apakah betul belum tercemar maka alangkah baiknya air tersebut direbus dahulu sebelum diminum.

4. Air sumur

  • Air sumur dangkal adalah air yang keluar dari dalam tanah, sehingga disebut sebagai air tanah. Air berasal dari lapisan air di dalam tanah yang dangkal. Dalamnya lapisan air ini dari permukaan tanah dari tempat yang satu ke yang lain berbeda-beda. Biasanya berkisar antara 5 sampai dengan 15 meter dari permukaan tanah. Air sumur pompa dangkal ini belum begitu sehat karena kontaminasi kotoran dari permukaan tanah masih ada. Oleh karena itu perlu direbus dahulu sebelum diminum.
  • Air sumur dalam yaitu air yang berasal dari lapisan air kedua di dalam tanah. Dalamnya dari permukaan tanah biasanya lebih dari 15 meter. Oleh karena itu, sebagaian besar air sumur dalam ini sudah cukup sehat untuk dijadikan air minum yang langsung (tanpa melalui proses pengolahan).

Pengolahan air minum

Ada beberapa cara pengolahan air minum antara lain sebagai berikut:

1. Pengolahan Secara Alamiah
Pengolahan ini dilakukan dalam bentuk penyimpanan dari air yang diperoleh dari berbagai macam sumber, seperti air danau, air sungai, air sumur dan sebagainya. Di dalam penyimpanan ini air dibiarkan untuk beberapa jam di  tempatnya. Kemudian akan terjadi koagulasi dari zat-zat yang terdapat didalam air dan akhirnya terbentuk endapan. Air akan menjadi jernih karena partikel-partikel yang ada dalam air akan ikut mengendap.

2. Pengolahan Air dengan Menyaring
Penyaringan air secara sederhana dapat dilakukan dengan kerikil, ijuk dan pasir. Penyaringan pasir dengan teknologi tinggi dilakukan oleh PAM (Perusahaan Air Minum) yang hasilnya dapat dikonsumsi umum.pengolahan air bersih

3. Pengolahan Air dengan Menambahkan Zat Kimia
Zat kimia yang digunakan dapat berupa 2 macam yakni zat kimia yang berfungsi untuk koagulasi dan akhirnya mempercepat pengendapan (misalnya tawas). Zat kimia yang kedua adalah berfungsi untuk menyucihamakan (membunuh bibit penyakit yang ada didalam air, misalnya klor (Cl).

4. Pengolahan Air dengan Mengalirkan Udara
Tujuan utamanya adalah untuk menghilangkan rasa serta bau yang tidak enak, menghilangkan gas-gas yang tak diperlukan, misalnya CO2 dan juga menaikkan derajat keasaman air.

5. Pengolahan Air dengan Memanaskan Sampai Mendidih
Tujuannya untuk membunuh kuman-kuman yang terdapat pada air. Pengolahan semacam ini lebih tepat hanya untuk konsumsi kecil misalnya untuk kebutuhan rumah tangga. Dilihat dari konsumennya, pengolahan air pada prinsipnya dapat digolongkan menjadi 2 yakni:

  • Pengolahan Air Minum untuk Umum
  • Penampungan Air Hujan. Air hujan dapat ditampung didalam suatu dam (danau buatan) yang dibangun berdasarkan partisipasi masyarakat setempat. Semua air hujan dialirkan ke danau tersebut melalui alur-alur air. Kemudian disekitar danau tersebut dibuat sumur pompa atau sumur gali untuk umum. Air hujan juga dapat ditampung dengan bak-bak ferosemen dan disekitarnya dibangun atap-atap untuk mengumpulkan air hujan. Di sekitar bak tersebut dibuat saluran-saluran keluar untuk pengambilan air untuk umum. Air hujan baik yang berasal dari sumur (danau) dan bak penampungan tersebut secara bakteriologik belum terjamin untuk itu maka kewajiban keluarga-keluarga untuk memasaknya sendiri misalnya dengan merebus air tersebut.

6. Pengolahan Air Sungai
Air sungai dialirkan ke dalam suatu bak penampung I melalui saringan kasar yang dapat memisahkan benda-benda padat dalam partikel besar. Bak penampung I tadi diberi saringan yang terdiri dari ijuk, pasir, kerikil dan sebagainya. Kemudian air dialirkan ke bak penampung II. Disini dibubuhkan tawas dan chlor. Dari sini baru dialirkan ke penduduk atau diambil penduduk sendiri langsung ke tempat itu. Agar bebas dari bakteri bila air akan diminum masih memerlukan direbus terlebih dahulu.

7. Pengolahan Mata Air
Mata air yang secara alamiah timbul di desa-desa perlu dikelola dengan melindungi sumber mata air tersebut agar tidak tercemar oleh kotoran. Dari sini air tersebut dapat dialirkan ke rumah-rumah penduduk melalui pipa-pipa bambu atau penduduk dapat langsung mengambilnya sendiri ke sumber yang sudah terlindungi tersebut.

8. Pengolahan Air Untuk Rumah Tangga
Air sumur pompa terutama air sumur pompa dalam sudah cukup memenuhi persyaratan kesehatan. Tetapi sumur pompa ini di daerah pedesaan masih mahal, disamping itu teknologi masih dianggap tinggi untuk masyarakat pedesaan. Yang lebih umum di daerah pedesaan adalah sumur gali.

Agar air sumur pompa gali ini tidak tercemar oleh kotoran di sekitarnya, perlu adanya syarat-syarat sebagai berikut:

  • Harus ada bibir sumur agar bila musim huujan tiba, air tanah tidak akan masuk ke dalamnya.
  • Pada bagian atas kurang lebih 3 m dari ppermukaan tanah harus ditembok, agar air dari atas tidak dapat mengotori air sumur.
  • Perlu diberi lapisan kerikil di bagian bbawah sumur tersebut untuk mengurangi kekeruhan.
  • Sebagai pengganti kerikil, ke dalam sumur ini dapat dimasukkan suatu zat yang dapat membentuk endapan, misalnya aluminium sulfat (tawas).
  • Membersihkan air sumur yang keruh ini dapat dilakukan dengan menyaringnya dengan saringan yang dapat dibuat sendiri dari kaleng bekas.

9. Air Hujan

Kebutuhan rumah tangga akan air dapat pula dilakukan melalui penampungan air hujan. Tiap-tiap keluarga dapat melakukan penampungan air hujan dari atapnya masing¬masing melalui aliran talang. Pada musim hujan hal ini tidak menjadi masalah tetapi pada musim kemarau mungkin menjadi masalah. Untuk mengatasi keluarga memerlukan tempat penampungan air hujan yang lebih besar agar mempunyai tandon untuk musim kemarau.

Sumber [smallcrab.com]

Penjernihan Air

Semakin  beratnya kondisi pencemaran lingkungan kita khususnya pencemaran terhadap air bersih kini bukanlah milik masyarakat perkotaaan saja, beberapa lokasi di pedesaan pun kini merasakannya. Pencemaran tersebut baik yang berasal dari limbah rumah tangga maupun limbah industry . Sementara kebutuhan akan air bersih di daerah pedesaan dan pinggiran kota untuk air minum, memasak , mencuci dan sebagainya semakin  meningkat .  Menyadari  kondisi ironis ini telah menggugah kesadaran  banyak pihak diantaranya ,  BPPT  melalui Teknologi Tepat Guna Mentri Negara Riset dan Teknologi meluncurkan informasi  penjernihan air sederhana  dengan  cara penyaringan .

Penjernihan Air Sederhana dengan Penyaringan

Tentunya cara penjernihan air  yang sesuai dan cocok dilakukan oleh masyarakat pedesaan , baik secara biaya maupun teknologinya. Secara ekonomi tentu harus terjangkau dan murah sementara secara teknologi bisa dilakukan dengan sederhana  secara alami maupun kimiawi . Cara-cara yang disajikan dapat digunakan di desa karena bahan dan alatnya mudah didapat. Bahan-bahannya antara lain batu, pasir, kerikil, arang tempurung kelapa, arang sekam padi, tanah liat, ijuk, kaporit, kapur, tawas, biji kelor dan lain-lain.

Penjernihan air bersih secara sederhana ini merupakan penjernihan air dengan cara penyaringan. Bahan penyaringan yang digunakan adalah pasir dan tempurung kelapa. Tahapan pengerjaannya melalui beberapa pengerjaan sebagai berikut :

  1. Membuat pipa penyaringan
  2. Pemasangan pipa penyaring
  3. Membuat drum pengendapan
  4. Membuat drum penyaring
  5. Penyusunan drum endapan dan penyaringan

Gambar  Cara Kerja  Penjernihan Air  dengan Penyaring :

Alat Penjernihan Air

Alat Penjernihan Air Sederhana

Beberapa keuntungan pembuatan penjernihan air dengan penyaringan ‘made in’ BPPT ini hasil penyaringannya  cukup bersih untuk keperluan rumah tangga. Pembuatannya cukup mudah dan murah karena bahan – bahan yang digunakan mudah didapat di daerah pedesaan , selain itu pemeliharaannya cukup sederhana.

Namun ada juga kekurangan dari alat ini ,terutama pada proses pemeliharaan memerlukan ketelitian dan kesabaran  :

    • Kedua drum pengendapan dan penyaring harus selalu dibersihkan, terutama jika aliran air yang keluar kurang lancar. Ijuk, kerikil, potongan bata, pasir dicuci bersih, kemudian dijemur sampai kering.
    • Arang tempurung harus diganti lebih kurang 3 bulan sekali dengan arang tempurung baru.
    •  Air hasil penyaringan tidak bisa langsung diminum namun harus dimasak terlebih dahulu sampai mendidih . Karena alat penjernihan air ini tidak bisa digunakan untuk menyaring air yang mengandung bahan-bahan kimia seperti air buangan dari pabrik, karena cara ini hanya untuk menyaring air keruh, tapi bukan menyaring air yang mengandung zat kimia tertentu.

Setidaknya alat penjernihan air sederhana ini sudah mampu mengatasi permasalahan air bersih di pedesaan maupun perkotaan dengan bahan dan biaya terjangkau untuk masyarakat pada umumnya. Namun kini alat penjernihan air dengan teknologi lebih maju dan hasil optimal sesuai harapan masyarakay pada umumnya sudah banyak ditawarkan dan dijual di pasaran berbentuk fiter penjernih air dalam tabung.

Disarikan dari sumber Teknologi Tepat Guna – Iptek BPPT

Teknik Penyaring Air

Teknik paling sederhana untuk mendapatkan air bersih adalah dengan  melakukan penyaringan.

Semua makhluk hidup di bumi membutuhkan air untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, terutama manusia. Manusia merupakan konsumen terbesar air, sehingga mereka berlomba –lomba untuk mendapatkan air dengan kualitas yang baik. Air dengan kualitas yang baik bisa didapatkan melalui alat penyaring air.  Karena tidak semua air yang kelihatan jernih merupakan air  yang baik bahkan bisa saja berbahaya untuk kesehatan bagi tubuh manusia.

penyaring airPencemaran lingkungan yang terjadi dilingkungan kita sungguh sudah sampai tahap memprihatinkan. Air sumur menjadi keruh dan berbau , air sungai  menjadi hitam dan sudah tidak mengalir dengan deras . Keberadaan air bersih menjadi langka dan mahal.

Namun anda tidak perlu khawatir dan pesimis  untuk mendapatkan air bersih, karena selama airnya masih ada  atau cukup banyak,  masih bisa diatasi dengan teknik penyaringan  dan penjernihan air yang sederhana dan murah.

Alat penyaring air adalah suatu alat yang  berisi media – media untuk menghasilkan air yang berkualitas dan berguna untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, seperti : mandi, mencuci, minum dan lain-lain. Selain itu  alat penyaring air berfungsi untuk menghilangkan bau, warna kuning, maupun masalah air lainnya sehingga didapatkan kualitas air yang baik.

 

Beberapa Teknik Penyaring Air

Ada beberapa teknik penyaring air yang bisa kita lakukan sebagai alat penjernih air , baik anda  yang ada di  perkotaaan ataupun di pedasaaan , karena selain bahan – bahannya banyak tersedia di kota maupun di kota juga harganya masih relative terjangkau. Seperti beberapa teknik penyaring air sederhana yang bisa dilakukan diantaranya di bawah ini :

  • Teknik penyaringan memepergunakan media Kapas
  • Saringan Kain Katun
  • Teknik Saringan Pasir Lambat ( SPL )
  • Sistem Aerasi
  • Sistem penyaringan secara Gravitasi
  • Saringan media Keramik
  • Saringan dengan Tanah Liat
  • Sistim penyaringan Arang / Tempurung kelapa

 

Ada juga alat penyaring air yang diperkenalkan oleh Mahasiswa Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta, Bambang, Dedik Sumaryanta, dan Alfian Syahril Mustofa, menciptakan alat penyaring air sederhana. Alat tersebut berfungsi menyaring air kotor menjadi air bersih yang layak digunakan untuk keperluan sehari-hari. Sementara keperluan minum tetap memerlukan proses perebusan agar lebih aman.

Alat ini juga digunakan sirkulasi air yang digunakan untuk kolam ikan dengan tujuan menjadikan derajat keasaman (pH) netral sehingga tidak perlu mengganti air. Alfian menjelaskan, pembuataan alat dilatarbelakangi banyaknya air tanah dan air permukaan yang tercemar kotoran.

Padahal, air yang mengandung bakteri patogen atau zat-zat terlarut lain dapat berakibat langsung pada kesehatan. Penggunaan air yang tercemar untuk keperluan mandi atau cuci dapat berakibat langsung pada kesehatan mata dan kulit seperti kuman, kudis, kurap, dan borok. Penyakit mata juga mudah ditularkan lewat air.

Kulit dapat mengalami iritasi, kering, kusam, dan kehitaman bila menggunakan air dengan kandungan ion besi dan mangan yang tinggi. Makanan juga dapat terkontaminasi akibat peralatan dapur atau alat makan dicuci dengan air yang tercemar.

Dalam memenuhi kebutuhan air yang baik, kami dari NANO Smart Filter pembuat alat penyaring air yang berkualitas merupakan hasil inovasi unik penjernih air sehingga mampu memenuhi kebutuhan air yang cukup. Penggunaan media yang sesuai pada alat penyaring air sehingga mampu menghasilkan air  dengan teknologi terbaik.

 

You might also likeclose