Penjernihan Air

Pengolahan air metode demineralisasi

Pengolahan air metode demineralisasi. Pengolahan air dalam suatu industri penting, air merupakan bahan utilitas, dimana air dapat berfungsi sebagai air proses, air sanitasi, air pendingin dan air boiler. Air untuk umpan boiler biasanya berasal dari air sungai, air laut, air sumur, air hujan, atau air yang telah diproses seperti air minum dan air industri. Untuk keperluan industri,  kontaminasi dalam air merupakan faktor yang harus diperhatikan. Karena hal tersebut dapat memicu masalah yang serius, seperti terjadinya kerak, korosi, dan carry over. Untuk mencegah masalah tersebut, suatu pengolahan air yang terkendali harus dilaksanakan. Pnyaringan air menggunakan pemanas secara umum dapat dibagi jadi dua bagian yaitu, pengolahan secara mekanis, yang dilakukan diluar boiler atau dikenal dengan External Treatment dan Pengolahan secara kimiawi, yang dilakukan didalam boiler atau dikenal dengan Internal Treatment.

Pengolahan Air Baku dan Air Umpan

Penyaringan air baku untuk air umpan terdiri atas koagulasi, flokulasi, penyaringan, pertukaran ion, dan deaerasi. Berikut ini yang akan dibahas adalah masalah pengolahan dengan penukaran ion.

Pertukaran Ion pada penyaringan air

Demineralisasi atau deionisasi adalah suatu sistem pengolahan air dengan pertukaran ion (ion exchange) melalui media ion exchange resin. Sistem ini mampu menghasilkan air dengan tingkat kemurnian yang sangat tinggi (Ultra Pure Water) dengan jumlah kandungan zat-ionik dan an-ionik mendekati nol sehingga mencapai batas yang hampir tidak dapat dideteksi lagi.

Teknologi Water Treatment  biasa tidak dapat menghasilkan tingkat kemurnian tersebut di atas. Sedangkan pada beberapa jenis industri tertentu, kontaminasi sekecil apapun dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan ataupun malfungsi. Untuk memilih paket demineralisasi yang tepat dan sesuai kebutuhan, maka harus mempertimbangkan adalah kualitas air baku (Sumber Air) , kualitas air produk, kapasitas,dan desain teknis.

pengolahan air limbah

Proses Demineralisasi

 

Dalam paparan ringkas di bawah ini disampaikan empat tahap proses penyaringan air menggunakan metode demineralisasi.

1.    Tahap operasi

Umumnya air baku mengalir dari atas ke bawah (downflow) atau sebuah unit tipikal demineralisasi dengan dua dengan dua media (two-bed demineralizer).

      2.     Tahap cuci (backwash)

Kalau kemampuan resin berkurang banyak atau habis maka tahap pencucian perlu dilaksanakan. Air bersih dialirkan dari bawah ke atas (upflow) agar memecah sumbatan pada resin, melepaskan padatan halus yang terperangkap di dalamnya lalu melepaskan jebakan gas di dalam resin dan pelapisan ulang resin.

      3.     Tahap regenerasi

Tujuan tahap ini adalah mengganti ion yang terjerat resin dengan ion yang semula ada di dalam media resin dan mengembalikan kapasitas tukar resin ke tingkat awal atau ke tingkat yang diinginkan. Operasi regenerasi dilaksanakan dengan mengalirkan larutan regeneran dari atas resin. Ada empat tahap dalam regenerasi, yaitubackwashing untuk membersihkan media resin (tahap dua di atas), memasukkan regeneran, slow rinse untuk mendorong regeneran ke media resin, fast rinse untuk menghilangkan sisa regeneran dari resin dan ion yang tak diinginkan ke saluran pembuangan (disposal point).

      4.     Tahap bilas (fast rinse)

Pengolahan air tahap bilas / Fast Rinse, Air berkecepatan tinggi membilas partikulat di dalam media resin, juga ion kalsium dan magnesium ke pembuangan dan untuk menghilangkan sisa-sisa larutan regenerasi yang terperangkap di dalam resin. Pembilasan dilakukan dengan air bersih aliran ke bawah. Setelah tahap ini, proses kembali ke awal (tahap servis).

Sumber[AnekaSumber]

Pengolahan air laut untuk Industri air mineral

Pengolahan air laut mulai digunakan sektor industri air mineral, Pengolahan air laut selain menyelamatkan bumi dari kriris air tanah konversi air laut menjadi air minum dilakukan melalui proses desalinasi yaitu proses pemisahan air tawar dan kandungan garam yang terdapat di dalam air laut melalui proses pemanasan. Saat pemanasan terhadap air laut dilakukuan maka uap air (air tawar) akan menguap sedangkan larutan yang mengandung garam-garam akan mengendap.
Uap air ini kemudian ditangkap (diendapkan) dengan menggunakan alat tertentu untuk mengumpulkan air tawar.

Pengolahan air laut akan menghasilkan air tawar, Air tawar hasil desalinasi ini kemudian diproses menjadi air minum. Secara umum semua air laut dapat dikonversi menjadi air tawar (air minum) melalui proses desalinasi namun air laut dekat pantai rentan dengan pencemaran dari daratan sehingga konversi air laut pantai menjadi air minum menjadi kurang efektif dan efisien.

Air Laut Dalam (ALD) disebut sebagai Deep Sea Water (DSW) ataupun Deep Ocean Water (DOW) adalah air laut yang diambil dari kedalaman 350 m atau lebih.

Pengolahan air laut sangat berguna apalagi jika menggunakan Air Laut Dalam ini memiliki karakter yang unik seperti suhu yang rendah sekitar 10 derajat Celcius, air tergolong stabil dan matang karena terbentuk dalam ribuan tahun lamanya, relative bebas dari virus dan bakteri, dan memiliki kandungan mineral yang tinggi. Karakter air laut dalam yang unik inilah yang membuat potensi pemanfaatannya menjadi sangat potensial.

Hasil penelitian yang dilakukan Kyowa Concrete Industry Co. Ltd. (KCI) di beberapa lokasi perairan Indonesia menunjukkan nilai kandungan mineral seperti Kalsium, Magnesium, Kalium dan Natrium yang tinggi dan nutrient seperti yang cukup tinggi serta kandungan metal yang cukup rendah.

Dengan demikian dalam proses pengolahan air laut dalam menjadi air minum tidak perlu melakukan injeksi mineral dan nutrient untuk memenuhi persyaratan air minum yang ditentukan.
Di samping itu mineral dan nutrien yang terkandung dalam air laut dalam bersifat alami sehingga sangat sehat untuk dikonsumsi.

Berdasarkan hasil penelitian KCI (2009), Kanno et al. (2005), dan DKP (2005) beberapa lokasi perairan Indonesia sangat baik sebagai sumber air mineral laut dalam seperti perairan sekitar Nusa Penida, Selat Lombok, perairan sekitar pulau Biak, perairan di sekitar Pelabuhan Ratu, Gondol (bagian utara pulau Bali), Ujung Pandang, Bima-Dompu, dan Kupang.

Proses Pengolahan Air Laut / Desalinasi

Proses pengolahan air laut atau Desalinasi adalah suatu proses untuk memisahkan air tawar dan kandungan garam dari air laut yang dapat dilakukan melalui metode seperti Thermal Processes or Flash evaporation, Flash Multi-Stage Distillation process, Vapor distillation, Electrodialysis, dan Sea Water Reverse osmosis. Desalinasi air laut dengan metode Reverse Osmosis adalah metode yang banyak dipakai untuk skala industri maupun skala rumah tangga. Atau biasa disebut dengan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO).

Sea Water Reverse Osmosis digunakan untuk mereduksi senyawa terlarut dengan salinitas hingga 45.000 ppm TDS (total dissolved solids). Kapasitas mesin reverse osmosis harus mampu secara konsisten mengubah air laut hingga air tawar dan mengubah air tawar itu ke tingkat kemurnian lebih tinggi untuk penggunaan industri pada microelectronics, makanan dan minuman, power, dan fasilitas farmasi.
Teknologi Seawater Reverse Osmosis harus juga efektif memisahkan bakteri, patogen dan kontaminan organik.
Teknologi pengolahan air laut pemisahan Reverse Osmosis juga digunakan untuk memisahkan larutan-larutan tidak murni dari air melalui penggunaan suatu membran semi-permeable.

Proses Reverse Osmosis adalah kebalikan aliran melalui suatu membran dari salinitas tinggi atau konsentrasi larutan ke kemurnian tinggi, atau aliran yang menembus pada sisi berlawanan dari membran. Tekanan digunakan sebagai kekuatan pendorong untuk pemisahan.
Tekanan yang diaplikasikan harus lebih tinggi dari tekanan osmosis dari larutan kontaminan untuk mampu mengalirkannya melewati membran.

Secara umum, biaya yang dikeluarkan untuk industri air mineral dari metode pengolahan air laut dalam ini masih reatif tinggi.
Namun dengan kemajuan teknologi dan ketersediaan air laut dalam yang melimpah, maka dimungkin biaya produksi untuk industri ini bukan tidak mungkin menjadi lebih murah dibandingkan dengan biaya produksi air mineral dari sumber air sungai maupun sumber air aquifer.

Khusus untuk industri air mineral dari pengolahan air laut dalam, hal yang paling krusial adalah penyediaan air laut dalam itu sendiri.
Umumnya pengambilan air laut dalam dapat dilakukan dengan dua jenis cara, yaitu pertama Sistem tetap (fixed system) disebut juga pipeline installation system, dengan menggunakan instalasi pipa yang berhubungan langsung dari lokasi penampungan air laut-dalam ke kedalaman perairan 350 meter atau lebih.

Air laut yang disedot (water intake) dari kedalaman 350 meter tersebut dialirkan melalui pipa hingga ke penampungan air laut-dalam di daratan.
Sistem pengolahan air laut tetap diaplikasikan untuk penyedotan air laut-dalam dengan kapasitas skala menengah dengan jumlah volume air laut dalam yang disedot mulai sekitar 100 ton/hari hingga 1000 ton/hari, dan skala besar mulai sekitar 1000 ton/hari hingga belasan ribu ton/hari, bahkan lebih.

Kedua sistem bergerak (mooring system) dengan menggunakan kapal yang mengakomodasi seluruh perangkat pengambilan air laut-dalam untuk dilakukan proses pengolahan air laut.
Kapal berada dalam keadaan mooring di laut dan operasi penyedotan air dilakukan dari kapal dengan menggunakan pipa sepanjang kedalaman laut yaitu sekitar 350 meter atau lebih.

pengolahan air laut untuk industri

Air laut yang disedot ditampung di kapal dan selanjutnya diangkut ke arah daratan atau pabrik untuk proses pengolahan lanjutan dari air laut-dalam tersebut.
Penyedotan air dapat juga dilakukan melalui kapal dan anjungan terapung (floating rig) di laut dan pengangkutan air ke darat selanjutnya dilakukan dengan kapal tersebut.

Sistem pengolahan air laut bergerak diaplikasikan untuk penyedotan air laut-dalam dengan kapasitas skala kecil, mulai dari skala laboratorium dengan kapasitas sedot 1 – 5 ton/hari hingga skala kecil sampai sekitar 10 ton/hari.
Untuk kapasitas produksi sebagai output dalam skala kecil, diperlukan kapal berukuran 60-100 GT. Kapal terbuat dari bahan kayu dengan konstruksi kuat dan layak laut.

Kelengkapan kapal pengolahan air laut terdiri dari peralatan penyedotan air (pompa penyedot air, water intake pump, selang penyedot air, kawat baja dan tali-tali penyokong, winch dan mesinnya), peralatan navigasi (Echosounder, GPS, Radar, Radio), peralatan keselamatan (perahu, pelampung, penanda sinyal), Sea Water Reverse Osmosis dan tangki-tangki penyimpanan air laut-dalam.

Berdasarkan pengalaman, biaya investasi untuk industri air mineral (air minum) dari air laut dalam pada pabrik skala kecil dan sistem bergerak pada tahap awal membutuhkan dana sekitar Rp 250.000.000 – Rp15.000.000.000. Pabrik skala ini dapat memproduksi air mineral sekitar 6000 botol per hari dengan volume 500 mL/botol.

Biaya produksi pengolahan air laut unutk industri air mineral masih tergolong mahal saat ini namun dengan keterbatasan air tawar dari badan air sungai dan badan air tanah aquifer serta pencemaran yang semakin meningkat, ketidak menentuan iklim, serta pemanasan global maka industri air mineral (air minum) dari air laut dalam di masa mendatang memiliki potensi yang sangat besar dan dengan kemajuan teknologi maka biaya produksi pengolahan air laut untuk industri air mineral (air minum) ini akan menjadi lebih murah dan efektif.

Sumber [anekasumber]

Penjernihan air menjernihkan kehidupan

Penjernihan air menjernihkan kehidupan, World Water Forum II di Den Haag pada Maret 2000, penjernihan air Indonesia diperkirakan menjadi salah satu negara yang mengalami krisis air bersih parah pada tahun 2025 hal ini bisa dihindari dengan penjernihan air. Prediksi yang sulit dipercaya karena saat ini kita termasuk negara paling kaya air bersih di dunia, yakni di peringkat kelima setelah Brasil, Rusia, Cina dan Kanada. Meski demikian, kita tak bisa mengelak dan menutup mata dan harus memulai memiliki alat penjernihan air. Karena faktanya, indikasi bahwa krisis air bersih akan menjadi masalah serius bagi Indonesia, kian hari semakin nyata. Air bersih yang semula mudah didapat, kini acapkali menjadi barang langka.penjernihan air Ancaman krisis air bersih yang begitu hebat itu tentu tidak terjadi begitu saja jika memiliki sistem penjernihan air mengingat ketersediaan air di Indonesia mencapai 6 persen dari total sumber daya air di dunia. Pasti ada faktor penyebab yang sangat luar biasa sehingga kandungan air bersih di negara kita merosot sedemikian drastisnya. Salah satunya adalah karena pertambahan jumlah penduduk yang sangat besar dalam beberapa waktu terakhir. Pertambahan penduduk berarti konsumsi air semakin bertambah dan hal tersebut tidak diimbangi dengan proses penjernihan air. Faktor lain yang juga berkontribusi signifikan memicu krisis air adalah kerusakan alam yang berlangsung terus menerus tanpa diimbangi dengan upaya penghijauan yang memadai dan proses penjernihan air bersih.  Eksploitasi sumber mata air secara besar-besaran untuk kepentingan komersil juga turut memicu krisis air bersih. Keadaan semakin diperparah oleh tingkat pencemaran lingkungan yang diperkirakan sebesar 15–35 persen per kapita per tahun sehingga kualitas dan kuantitas ketersediaan air bersih semakin kritis. Banyak masyarakat terpaksa mengonsumsi air yang tidak layak minum. Sebagaimana diungkap oleh hasil penelitian United States Agency for International Development (USAID) di berbagai kota di Indonesia pada tahun 2007 lalu, hampir 100 persen sumber air minum kita tercemar oleh bakteri  E.Coli dan Coliform sehingga dibutuhkan alat penjernihan air. Selain karena sejumlah pemicu di atas, krisis air di Indonesia juga terjadi karena ketidakmerataan sumber daya air dan kurangnya penjernihan air .Sejumlah daerah yang memang memiliki sumber daya air sedikit dan teknologi penjernihan air masih jarang seperti Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, telah mengalami krisis air sejak lama. Terhitung sejak tahun 1995, ketiga pulau ini telah mengalami defisit air selama 7 bulan pada musim kemarau. Dengan berbagai persoalan yang kompleks ini, potensi air di Indonesia yang layak dikelola pada tahun 2020 nanti diperkirakan hanya sekitar 35 persen atau sekitar 400 meter kubik per kapita per tahun. Jauh di bawah standar minimal dunia yakni 1.100 meter kubik per kapita per tahun. Untuk mengatasi krisis air baik karena perubahan iklim, cuaca ekstrim, maupun karena musim kemarau, pemerintah mengupayakan sejumlah langkah dengan alokasi dana yang sangat besar dan pemesanan alat penjernihan air, yakni sekitar 3 triliun rupiah setiap tahunnya. Sebagian besar dari anggaran ini dipergunakan untuk pembelian alat penjernihan air pengeboran sumur atau sumber air yang kering, pembuatan hujan buatan dan berupaya menemukan sumber air baru lalu mendistribusikannya ke wilayah-wilayah yang mengalami krisis air parah. Cara penjernihan air ini mungkin cukup efektif untuk mengatasi krisis air dengan cepat. Namun dalam jangka panjang, kita tak akan terhindar dari krisis air yang sesungguhnya jika tidak mungkin lagi menemukan sumber air baru atau memaksimalkan sumber air yang ada. Karena itu, proses penjernihan air selagi masih ada waktu, kita harus mengupayakan cara dan upaya yang tidak hanya berorientasi pada solusi sesaat namun juga berorientasi pada kelestarian air di masa mendatang.Penjernihan air atau  Daur Ulang Air sebagai cara mengatasi Krisis Air bersih  Prediksi mengenai krisis air yang akan mengancam kehidupan umat manusia tidak hanya dialami Indonesia. Diperkirakan, dua pertiga penduduk dunia akan kekurangan air pada tahun 2050 nanti. Sejumlah indikasi bahkan mulai terasa sejak lama. Diperkirakan 1 dari 4 orang di dunia kekurangan air minum, sementara 1 dari 3 orang tidak mendapatkan sanitasi yang layak. Untuk mengantisipasi potensi dan dampak krisis air yang semakin parah, sejumlah negara berupaya mencari solusi alternatif dengan menggunakan penjernihan air selain solusi-solusi jangka pendek seperti mencari sumber air baru. Salah satu cara yang cukup populer dan kian menjadi tren terutama di negara-negara maju dan negara yang mengalami krisis air parah, adalah penjernihan air atau  daur ulang air. Daur ulang atau recycle penjernihan air  telah lama dikenal di seluruh penjuru dunia sebagai bagian dari upaya melestarikan sumber daya alam yang terbatas ataupun benda-benda yang berpotensi merusak alam jika dibiarkan begitu saja. Selain recycle dan penjernihan air , dikenal pula istilah lain yang bertujuan sama yakni reduce (mengurangi) dan re-use (menggunakan kembali). Ketiga istilah ini sering disebut dengan 3R. Mulanya, 3R ini populer digunakan untuk barang-barang, benda-benda atau sumber daya alam yang sifatnya tidak bisa diperbarui, atau jumlahnya sangat terbatas, atau jika dibiarkan begitu saja akan menambah kerusakan lingkungan, seperti sampah plastik dan elektronik. Namun dalam perkembangannya, 3R juga berlaku bagi air karena semakin kritisnya ketersediaan air bersih di muka bumi terutama terkait sistem penjerihan air. Meski konsep penjernihan air terbilang sederhana, yakni mengolah dan menggunakan air yang telah dipakai, daur ulang air diyakini sebagai salah satu solusi alternatif paling baik di tengah kondisi semakin berkurangnya ketersediaan air bersih saat ini. Dengan alat penjernihan air mendaur ulang air, kita tidak hanya berhemat namun juga sekaligus mengoptimalkan penggunaan air sampai pada batas maksimal. Air limbah hasil daur ulang dan olahan penjernihan air dapat dimanfaatkan kembali untuk sejumlah aktivitas yang tidak begitu memerlukan air berkualitas tinggi sehingga kualitas dan ketersediaan air bersih untuk kebutuhan yang lebih pokok seperti minum, menjadi lebih terjamin. Semakin lama, semakin banyak negara menjadikan cara ini sebagai gerakan nasional yang melibatkan seluruh stakeholder, mulai pemerintah, pihak swasta dan seluruh masyarakat, untuk bersama-sama mengatasi krisis air di negaranya. Singapura misalnya, limbah air daur ulang di negara tersebut digunakan untuk keperluan industri. Sementara Israel memanfaatkan limbah air daur ulang untuk sektor pertanian. Adapun Amerika Serikat yang telah memiliki fasilitas reklamasi limbah air di mana pengolahan limbah air di sana telah menggunakan teknik yang sangat lanjut sehingga hasilnya bisa dialirkan ke kolam air tanah yang kemudian diekstraksi dan dikembalikan ke persediaan air keran. Dengan begitu pemanfaatan limbah air daur ulang menjadi lebih optimal. Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Optimalisasi penggunaan air melalui sistem daur ulang sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Riset mengenai pemanfaatan air daur ulang telah dilakukan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 2003 lalu melalui Unit Riset Lembaga Pemberdayaan Umat (Salman Institute for Community Development) dengan dukungan Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia melalui sebuah program yang diberi nama SIPTekMan (Sistem Insentif Teknologi dan Manajemen). SIPTekMan melakukan serangkaian riset untuk mendapatkan teknologi alternatif yang murah untuk mendaur ulang air bekas wudu sehingga layak untuk digunakan kembali (Kementerian PU, 2012). Sejumlah instansi pemerintah juga turut mengembangkan dan memraktikkan cara ini. Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi Jawa Barat misalnya, yang menetapkan tiga kantor dinas pemerintahan yaitu Dinas Tata Ruang dan Permukiman, Dinas Pendidikan, dan Dinas Pendapatan Daerah untuk menjadi proyek percontohan daur ulang limbah air domestik pada tahun 2008 lalu. Ketiga instansi ini dipilih karena memiliki tingkat konsumsi air paling tinggi dibanding instansi lainnya. Program yang menargetkan memanfaatkan sekitar 60 persen dari 80 persen limbah air bekas pakai ini diharapkan bisa menjadi proyek percontohan sehingga program daur ulang air bisa menjadi gerakan yang lebih masif di tanah air. Inisiasi memanfaatkan daur ulang air juga dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang sejak awal telah mendesain bangunannya untuk menggunakan air daur ulang. Air daur ulang digunakan untuk sejumlah keperluan seperti penyiraman taman, make up water cooling tower dan flushing yang didukung dengan instalasi pengolahan limbah cair berkapasitas sebesar 150 m3/hari. Digabungkan dengan penggunaan alat keluaran yang hemat air, gedung Kementerian PU ini mampu mengurangi penggunaan airnya dari standar pemakaian air untuk kantor 50 Liter/orang/hari menjadi 9 Liter/orang/hari. Sementara itu Pemerintah DKI Jakarta sebagai salah satu pemerintah daerah yang mengalami krisis air bersih paling parah, membentuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang menggunakan berbagai macam sistem pengolahan (unit proses dan unit operasi) baik pengolahan secara fisik maupun pengolahan secara biologis. Selain lembaga pendidikan dan instansi pemerintah, gerakan daur ulang air di Indonesia juga telah dipraktikkan oleh sektor swasta. Gedung perkantoran Sampoerna Strategic Square misalnya, menggunakan air daur ulang yang bersumber dari air pembuangan kantor dan komersil seperti janitor, wastafel, urinal, wudhu yang kemudian diolah dan dimanfaatkan kembali. Cara ini mampu menutupi sekitar 20 persen dari total kebutuhan air bersih gedung yang mencapai 20.818 m3. Air daur ulang di antaranya digunakan untuk penyiraman taman dan make up water cooling tower. Penggunaan air daur ulang juga semakin banyak digunakan dalam skala yang lebih kecil seperti rumah tangga. Krisis air yang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir memaksa masyarakat bersikap lebih bijak dan cerdas dalam memanfaatkan air, salah satunya melalui pemanfaatan air daur ulang. Sayangnya, meski daur ulang air semakin memasyarakat di Indonesia, namun dalam praktiknya bisa dibilang masih bersifat sporadis dan dianggap belum mendesak sehingga praktik daur ulang air di Indonesia jauh tertinggal dari banyak negara lain yang sudah mengembangkan teknologi sangat maju untuk mendaur ulang air mereka. Daur Ulang Air sebagai  Investasi Masa Depan Daur ulang air memiliki banyak manfaat. Tak hanya sekedar menghemat sehingga mengurangi konsumsi air dalam jumlah yang signifikan demi tersedianya air bersih bagi kehidupan manusia di masa sekarang, mendaur ulang air juga berarti berbagi sumber daya air untuk masa depan umat manusia. Karena jika semua dihabiskan sekarang, apalagi yang nanti tersisa untuk anak cucu kita. Tanpa air, kehidupan manusia di muka bumi akan berakhir. Sayangnya, meski metode ini sangat mendesak untuk segera direalisasikan dan telah menjadi tren di banyak negara, daur ulang air di Indonesia belum menjadi gerakan yang masif. Ada banyak faktor yang melatarbelakangi. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut : Pertama, dari sisi budaya, sebagian besar masyarakat Indonesia sangat dimanjakan oleh alam dalam hal ketersediaan sumber daya air. Hanya dengan menggali tanah menjadi sumur, maka alam akan segera mengucurkan air segarnya dalam jumlah yang melimpah. Pun ketika masyarakat harus membayar baik kepada pemerintah maupun pihak swasta yang mengelola pendistribusian air untuk masyarakat, biayanya terbilang murah. Kemudahan-kemudahan ini membuat mentalitas masyarakat Indonesia cenderung boros pada air dan tidak terlalu memikirkan bahwa dalam jangka panjang sumber air akan habis dan kualitasnya akan terus menurun jika terus dieksploitasi. Banyak masyarakat di kota-kota besar yang mulai merasakan hal ini. Kedua, dari sisi ekonomi, mendaur ulang air dianggap lebih high cost dibandingkan tarif air yang sangat murah. Ini terjadi salah satunya karena dukungan ilmu pengetahuan penjernihan air dan teknologi penjernihan air yang belum optimal sehingga praktik penjernihan air atua daur ulang air memerlukan sarana dan prasarana yang cukup mahal harganya. Sehingga, hanya beberapa pihak saja yang melakukan cara penjernihan air sebagai bentuk investasi masa depan. Ketiga, dari segi hukum, belum ada aturan tegas dari pemerintah yang mengharuskan pihak-pihak terkait terutama sektor yang boros dan memerlukan banyak air dalam kegiatan operasionalnya untuk melakukan penjernihan air atau mendaur ulang air mereka. Pemerintah juga tidak memberi insentif seperti pengurangan pajak bagi pihak-pihak yang berinisiatif melakukan penjernihan air di lingkungan domestiknya. Tanpa reward dan punishment, berbagai pihak terutama dari kalangan swasta tentu akan lebih memilih pilihan yang lebih murah dan mudah dibandingkan harus bersusah payah dan mengeluarkan biaya yang banyak untuk mengolah penjernihan air. Langkah-langkah Akselerasi Menjadikan penjernihan air dan daur ulang air sebagai gerakan nasional kini menjadi kebutuhan yang sangat mendesak mengingat krisis air di Indonesia tak lagi bisa dianggap remeh. Kian hari, ketersediaan air bersih semakin kritis. Kondisi ini tidak hanya merugikan secara ekonomi. Jika dibiarkan terus berlanjut, krisis air juga akan berdampak luas pada aspek lain, seperti kesehatan masyarakat, kualitas hidup masyarakat, dan pada akhirnya juga akan berpengaruh pada daya saing masyarakat dan bangsa di kancah global. Karena pemenuhan kebutuhan air, sanitasi dan energi kini menjadi indikator utama pengukuran kesejahteraan suatu bangsa. Sebelum krisis benar-benar terjadi, kita harus mengantisipasinya melalui sejumlah langkah konkrit dengan menggunakan alat penjernihan air. Terdapat sejumlah langkah akselerasi yang dapat dilakukan. Pertama, sudah saatnya pemerintah mengeluarkan kebijakan dan aturan yang tegas mengenai larangan eksploitasi alam yang bisa merusak kelestarian alam khususnya air, seperti menertibkan usaha pertambangan dan perusahaan di sektor lain yang beroperasi di wilayah yang menjadi daerah resapan air. Sudah saatnya pula bagi pemerintah untuk memasukkan kewajiban mendaur ulang air di lingkungan kerja menggunakan alat penjernihan air sebagai syarat mendirikan usaha bagi sektor swasta. Berbagai aturan ini perlu disempurnakan dengan insentif pajak agar semua pihak semakin termotivasi dan terkurangi bebannya untuk memraktikkan daur ulang air di lingkungan kerja. Kedua, untuk membangun budaya hemat dan mau mendaur ulang air dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda yang nantinya akan menghadapi ancaman krisis air lebih besar, nilai-nilai ini perlu diinternalisasi sejak dini melalui lembaga pendidikan, bahan bacaan, tontonan maupun iklan masyarakat yang mudah diakses oleh masyarakat. Kesadaran dan pengetahuan tentang penjernihan air / mendaur ulang air seharusnya menjadi salah satu warisan penting kita bagi generasi mendatang agar mereka lebih siap dan bisa survive menghadapi krisis air yang lebih kompleks di masanya nanti. Agar proses internalisasi ini lebih optimal, pemerintah harus menjadikan jajarannya di berbagai sektor dan level sebagai role model atau panutan bagi masyarakat luas. Dan agar masyarakat semakin termotivasi, insentif pajak seharusnya juga bisa diberikan bagi masyarakat atau komunitas yang mengembangkan konsep penjernihan air dan daur ulang air maupun metode lain yang efektif dan menginspirasi masyarakat luas untuk lebih hemat, bijak dan cerdas dalam memanfaatkan air. Ketiga, mendorong terciptanya ilmu pengetahuan dan teknologi yang murah dan mudah diaplikasi masyarakat untuk penjernihan air dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana diketahui, salah satu penghambat utama belum masifnya gerakan penjernihan air / mendaur ulang air di Indonesia karena masih mahalnya perangkat yang dibutuhkan. Jika perangkat, sarana dan prasarana penjernihan air atau daur ulang air bisa didapat dengan murah dan mudah, tentu perubahan mentalitas masyarakat dan dunia usaha akan lebih cepat. Agar kontribusi ilmu pengetahuan dan teknologi semakin optimal, kita harus membuka diri untuk menerima penemuan-penemuan baru tidak hanya dari dunia pendidikan, namun juga dari kalangan masyarakat maupun kebudayaan-kebudayaan lokal di Indonesia yang beberapa di antaranya terbukti sangat ramah terhadap alam termasuk air. Menggabungkan kemajuan ilmu pengetahuan dan kearifan lokal bisa mengakselerasi terciptanya teknologi yang murah dan mudah diaplikasi oleh masyarakat. Jika semua pihak bersinergi, semua potensi dioptimalkan, daur ulang air sebagai gerakan nasional tentu akan lebih cepat terwujud. Manfaatnya akan kita rasakan tidak hanya sekarang, namun juga di masa anak cucu kita kelak. Dengan mendaur ulang air, kita telah mendaur ulang kehidupan. Sumber [ririnhandayani.blogspot.com]

Aneka teknik penjernihan air dan pemurnian air sederhana

Penjernihan air diperlukan karena air bersih merupakan sumber bagi kehidupan. Sering kita mendengar penjernihan air di bumi disebut sebagai planet biru, karena air menutupi 3/4 permukaan bumi. Tetapi tidak jarang pula kita mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau disaat air sumur mulai berubah warna atau berbau. Ironis memang, tapi itulah kenyataannya. Yang pasti kita harus selalu optimis. Sekalipun air sumur atau sumber air lainnya yang kita miliki mulai menjadi keruh, kotor ataupun berbau, selama kuantitasnya masih banyak kita masih dapat mengolah dengan penjernihan air berupaya merubah/pemurnian air keruh/kotor tersebut menjadi air bersih yang layak pakai dengan teknik penjernihan air. penjernihan air

Ada berbagai macam cara sederhana yang dapat kita gunakan untuk mendapatkan air bersih, dan cara yang paling mudah dan paling umum digunakan adalah dengan membuat saringan air, dan bagi kita mungkin yang paling tepat adalah membuat penjernih air atau saringan air sederhana. Perlu diperhatikan, bahwa air bersih yang dihasilkan dari proses penyaringan air / penjernihan air secara sederhana tersebut tidak dapat menghilangkan sepenuhnya garam yang terlarut di dalam air. Gunakan destilasi sederhana untuk menghasilkan air yang tidak mengandung garam. Berikut beberapa alternatif cara sederhana untuk mendapatkan air bersih dengan cara penyaringan air / penjernihan air :

1. Saringan Kain Katun
Pembuatan saringan air / penjernihan air dengan menggunakan kain katun merupakan teknik penyaringan yang paling sederhana / mudah. Air keruh disaring dengan menggunakan kain katun yang bersih. Saringan ini dapat membersihkan air dari kotoran dan organisme kecil yang ada dalam air keruh. Air hasil saringan tergantung pada ketebalan dan kerapatan kain yang digunakan.

2. Saringan Kapas
Teknik saringan air ini dapat memberikan hasil yang lebih baik dari teknik sebelumnya. Seperti halnya penyaringan air dengan kain katun, penyaringan dengan kapas juga dapat membersihkan air dari kotoran dan organisme kecil yang ada dalam air keruh. Hasil saringan juga tergantung pada ketebalan dan kerapatan kapas yang digunakan.

3. Aerasi
Aerasi merupakan proses penjernihan air dengan cara mengisikan oksigen ke dalam air. Dengan diisikannya oksigen ke dalam air maka zat-zat seperti karbon dioksida serta hidrogen sulfida dan metana yang mempengaruhi rasa dan bau dari air dapat dikurangi atau dihilangkan. Selain itu partikel mineral yang terlarut dalam air seperti besi dan mangan akan teroksidasi dan secara cepat akan membentuk lapisan endapan yang nantinya dapat dihilangkan melalui proses sedimentasi atau filtrasi.

4. Saringan Pasir Lambat (SPL)
Penjernihan air dengan saringan pasir lambat merupakan saringan air yang dibuat dengan menggunakan lapisan pasir pada bagian atas dan kerikil pada bagian bawah. Air bersih didapatkan dengan jalan menyaring air baku melewati lapisan pasir terlebih dahulu baru kemudian melewati lapisan kerikil.

5. Saringan Pasir Cepat (SPC)
Penjernihan air dengan saringan pasir cepat seperti halnya saringan pasir lambat, terdiri atas lapisan pasir pada bagian atas dan kerikil pada bagian bawah. Tetapi arah penyaringan air terbalik bila dibandingkan dengan Saringan Pasir Lambat, yakni dari bawah ke atas (up flow). Air bersih didapatkan dengan jalan menyaring air baku melewati lapisan kerikil terlebih dahulu baru kemudian melewati lapisan pasir.

6. Gravity-Fed Filtering System
Penjernihan air dengan teknik Gravity-Fed Filtering System merupakan gabungan dari Saringan Pasir Cepat(SPC) dan Saringan Pasir Lambat(SPL). Air bersih dihasilkan melalui dua tahap. Pertama-tama air disaring menggunakan Saringan Pasir Cepat(SPC). Air hasil penyaringan tersebut dan kemudian hasilnya disaring kembali menggunakan Saringan Pasir Lambat. Dengan dua kali penyaringan tersebut diharapkan kualitas air bersih yang dihasilkan tersebut dapat lebih baik. Untuk mengantisipasi debit air hasil penyaringan yang keluar dari Saringan Pasir Cepat, dapat digunakan beberapa / multi Saringan Pasir Lambat.

7. Saringan Arang
Penjernihan air menggunakan saringan arang dapat dikatakan sebagai saringan pasir arang dengan tambahan satu buah lapisan arang. Lapisan arang ini sangat efektif dalam menghilangkan bau dan rasa yang ada pada air baku. Arang yang digunakan dapat berupa arang kayu atau arang batok kelapa. Untuk hasil yang lebih baik dapat digunakan arang aktif.

8. Saringan air sederhana / tradisional
Penjernihan air sederhana/tradisional merupakan modifikasi dari saringan pasir arang dan saringan pasir lambat. Pada saringan tradisional ini selain menggunakan pasir, kerikil, batu dan arang juga ditambah satu buah lapisan injuk / ijuk yang berasal dari sabut kelapa. Untuk bahasan lebih jauh dapat dilihat pada artikelsaringan air sederhana.

9. Saringan Keramik
Penjernihan air menggunakan saringan keramik dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama sehingga dapat dipersiapkan dan digunakan untuk keadaan darurat. Air bersih didapatkan dengan jalan penyaringan air melalui elemen filter keramik. Beberapa filter kramik menggunakan campuran perak yang berfungsi sebagai disinfektan dan membunuh bakteri. Ketika proses penyaringan, kotoran yang ada dalam air baku akan tertahan dan lama kelamaan akan menumpuk dan menyumbat permukaan filter. Sehingga untuk mencegah penyumbatan yang terlalu sering maka air baku yang dimasukkan jangan terlalu keruh atau kotor. Untuk perawatan saringan keramik ini dapat dilakukan dengan cara menyikat filter keramik tersebut pada air yang mengalir.

10. Saringan Cadas / Jempeng / Lumpang Batu
Penjernihan air denganaalt saringan cadas atau jempeng ini mirip dengan saringan keramik. Air disaring dengan menggunakan pori-pori dari batu cadas. Saringan ini umum digunakan oleh masyarakat desa Kerobokan, Bali. Saringan tersebut digunakan untuk menyaring air yang berasal dari sumur gali ataupun dari saluran irigasi sawah.
Seperti halnya saringan keramik, kecepatan air hasil saringan dari jempeng relatif rendah bila dibandingkan dengan SPL terlebih lagi SPC.

11. Saringan Tanah Liat
Kendi atau belanga dari tanah liat yang dibakar terlebih dahulu dibentuk khusus menyerupai alat penjernihan air pada bagian bawahnya agar air bersih dapat keluar dari pori-pori pada bagian dasarnya.

12.Saringan Pasir Lambat (SPL)
Penjernihan air menggunakan saringan Pasir Lambat (SPL) alias Slow Sand Filter (SSF) sudah lama dikenal di Eropa sejak awal tahun 1800an. Untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih, Saringan Pasir Lambat dapat digunakan untuk menyaring air keruh ataupun air kotor. Saringan Pasir Lambat sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih pada komunitas skala kecil atau skala rumah tangga. Hal ini tidak lain karena debit air bersih yang dihasilkan oleh SPL relatif kecil.

Proses penjernihan air pada Saringan Pasir Lambat dilakukan secara fisika dan biologi. Secara Fisika, partikel-partikel yang ada dalam sumber air yang keruh atau kotor akan tertahan oleh lapisan pasir yang ada pada saringan. Secara biologi, pada saringan akan terbentuk sebuah lapisan bakteri. Bakteri-bakteri dari genus Pseudomonas dan Trichoderma akan tumbuh dan berkembang biak membentuk sebuah lapisan khusus. Pada saat proses filtrasi dengan debit air lambat (100-200 liter/jam/m2 luas permukaan saringan), patogen yang tertahan oleh saringan akan dimusnahkan oleh bakteri-bakteri tersebut.
Untuk perawatan saringan pasir lambat, secara berkala pasir dan kerikil harus selalu dibersihkan. Hal ini untuk menjaga agar kuantitas dan kualitas air bersih yang dihasilkan selalu terjaga dan yang terpenting adalah tidak terjadi penumpukan patogen / kuman pada saringan. Untuk mendapatkan hasil air bersih yang lebih maksimal baik kualitas maupun kuantitasnya, anda dapat menggabungkan atau mengkombinasikan saringan pasir lambat ini dengan berbagai jenis metode penyaringan air sederhana lainnya.

Adapun untuk disinfeksi / penghilangan kuman yang terkandung dalam air dapat menggunakan menggunakan berbagai cara seperti chlorinasi, brominasi, ozonisasi, penyinaran ultraviolet ataupun menggunakan aktif karbon. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya air hasil penyaringan dimasak terlebih dahulu hingga mendidih sebelum dikonsumsi atau anda mungkin dapat menggunakan cara disinfeksi / menghilangkan kuman pada air secara sederhana lainnya.

Cara Sederhana Menghilangkan Kuman dari Air Minum

Air bersih yang kita dapat dari PAM/PDAM/ledeng, sumur ataupun saringan air yang kita miliki mungkin akan terlihat bening, tidak berasa dan tidak berbau, tetapi hal itu tidak menandakan bahwa air tersebut bersih dari kuman penyakit. Sebelum dikonsumsi, sebaiknya kita harus memastikan bahwa air yang akan kita konsumsi terbebas dari kuman penyakit. Disinfeksi atau menghilangkan kuman dari air minum sangat penting dilakukan agar kuman tersebut tidak masuk ke dalam tubuh kita.

Ada berbagai cara untuk melakukan disinfeksi atau menghilangkan kuman penyakit dari air yang akan kita konsumsi. Selengkapnya sebagai berikut :

1. Memanaskan atau memasak air
Pasteurisasi atau pemanasan untuk air yang akan dikonsumsi pada suhu / temperatur 55ºC – 60ºC selama sepuluh menit akan mematikan sebagian besar patogen atau kuman penyakit yang ada/terkandung di dalam air. Cara yang lebih efektif adalah memasak atau merebus air yang akan kita konsumsi hingga mendidih. Cara ini sangat efektif untuk mematikan semua patogen yang ada dalam air seperti virus, bakteri, spora, fungi dan protozoa. Lama waktu air mendidih yang dibutuhkan adalah berkisar 5 menit, namun lebih lama lagi waktunya akan lebih baik, direkomendasikan selama 20 menit.
Walaupun mudah dan sering kita gunakan, kendala utama dalam memasak air hingga mendidih ini adalah bahan bakar, baik itu kayu bakar, briket batubara, minyak tanah, gas elpiji ataupun bahan bakar lainnya.

2. Radiasi dan Pemanasan Dengan Menggunakan Sinar Matahari
Proses radiasi ultra violet dan pemanasan air dengan menggunakan sinar matahari ini dapat dilakukan dengan bantuan wadah logam ataupun botol transparan. Botol transparan yang digunakan umumnya adalah botol plastik. Botol kaca dapat digunakan tetapi memiliki kelemahan mudah pecah, lebih berat dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk pemanasan. Oleh karena itu gunakanllah botol kaca yang dapat ditembus oleh sinar ultra violet.
Untuk mengantisipasi bahaya dari pemakaian plastik, sebaiknya gunakan botol plastik dengan nomor logo daur ulang 1 atau PETE/PET (polyethylene terephthalate), atau lebih baik lagi bila anda memiliki botol bernomor 5 atau PP (polypropylene). Keterangan lebih lanjut mengenai jenis plastik tersebut dapat anda lihat padanomor jenis plastik daur ulang.

Untuk mempercepat proses radiasi dan pemanasan botol transparan tersebut dicat hitam pada salah satu sisinya (50% dari permukaan botol) atau diletakkan pada permukaan media yang berwarna gelap yang dapat mengumpulkan dan menimbulkan radiasi panas. Pada kondisi demikian, setelah diletakkan selama beberapa jam (5-6 jam untuk keadaan cerah) air di dalam botol tersebut akan dapat mencapai 55ºC (mencapai suhu pasteurisasi) sehingga patogen yang ada dalam air dapat dieliminir.
Untuk hasil yang lebih baik lagi, sebelum dijemur lakukan proses aerasi dengan mengocok botol terlebih dahulu setelah itu botol diletakkan pada permukaan metal seperti atap seng.

3. Air Perasan Jeruk Nipis
Cara ini efektif untuk mengatasi virus kolera. Dengan menambahkan air jeruk nipis hingga mencapai 1-5% dari air yang hendak dikonsumsi dapat menurunkan pH air di bawah 4,5. Pada tahap ini virus kolera dapat dikurangi hingga hampir 100%. Selain itu dari hasil penelitian, pertumbuhan virus kolera pada nasi dapat ditahan dengan menggunakan air jeruk nipis pada saat dimasak.
Kelemahan dari cara ini adalah bila campuran air perasan jeruk nipis terlalu banyak akan dapat merubah rasa air.

Sumber [aimyaya.com]

Istilah kata dalam proses penjernihan air dan air bersih

Penjenrihan Air baku untuk air minum rumah tangga yang selanjutnya disebut air baku adalah air yang dapat berasal dari sumber air permukaan, cekungan air tanah dan/atau air hujan yang memenuhi baku mutu tertentu sebagai air baku untuk air minum. Air minum adalah air minum rumah tangga yang melalui proses penjernihan air atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Air Limbah adalah air buangan yang berasal dari rumah tangga termasuk tinja manusia dari lingkungan permukiman Air permukaan adalah sumber air yang terdapat dipermukaan tanah seperti sungai, waduk, bendungan yang merupakan tampungan air hujan, danau. Air tanah adalah sumber air yang berasal didalam tanah yang terbagi dalam air tanah bebas dan air tanah tertekan. Asumsi dasar adalah semua landasan perhitungan pada saat ini dan prakiraan dimasa mendatang yang meliputi berbagai Parameter Ekonomi Makro atau statistik. Bak flokulasi adalah bangunan atau sarana untuk proses pembentukan “flok” bagi partikel-partikel pengeruh pada air baku. Bak sedimentasi adalah bangunan atau sarana untuk menghilangkan partikel-partikel pengeruh dalam air dengan cara penyaringan. Bangunan pengambilan air baku adalah bangunan penangkap air dari mata air, air tanah dan air permukaan; Bangunan pengambilan air baku adalah bangunan atau konstruksi penangkap mata air yang di bangun pada suatu lokasi sumber air yaitu sungai, mata air dan air tanah dengan segala perlengkapannya dan dipergunakan sebagai tempat untuk mengambil air tersebut guna penyediaan air bersih; Biaya operasi adalah semua biaya yang diperlukan untuk menjalankan tau mengfungsikan suatu sistem penyediaan air minum secara optimal. Biaya pemeliharaan adalah semua biaya yang diperlukan untuk menunjang terciptanya suatu kondisi optimal terhadap operasi sistem yang baik dan pencapaian umur pakai peralatan atau fasilitas suatu sistem air minum. Broncaptering adalah bangunan penangkap air baku dari mata air. Debit Perencanaan adalah kapasitas aliran air yang direncanakan dalam penentuan dimensi pipa. Desinfektan adalah bahan kimia yang digunakan untuk membubuh kimia penyebab penyakit dan lutut ; EGL (Energi Grade Line) adalah garis energi yaitu garis yang menghubungkan titik-titik ketinggian tekanan statis sepanjang jalur pipa yang dihitung terhadap suatu datum tertentu. (Datum adalah titik/garis patokan yaitu muka air laut). Faktor Hari Maksimum adalah angka perbandingan antara kebutuhan air pada hari maksimum dengan kebutuhan air rata-rata. Faktor Jam Puncak adalah angka perbandingan antara kebutuhan air pada jam dengan kebutuhan air rata-rata. HGL (Hydraulic Grade Line) adalah garis hidrolis yaitu garis yang menghubungkan titik-titik ketinggian tekanan sepanjang jalur pipa yang dihitung terhadap suatu datum tertentu. (Datum adalah titik/garis patokan yaitu muka air laut). Hidran kebakaran adalah hidran yang digunakan untuk mengambil air jika terjadi kebakaran. hidran umum adalah kran umum yang menggunakan bak penampungan air sementara dan dipakai oleh masyarakat umum disekitar lokasi hidran umum. Hidrolik test adalah pengujian pipa dengan menggunakan tekanan air dan dilakukan pada jalur pipa memanjang; infiltration gallery adalah jenis intake yang menggunakan pipa resapan untuk mendapatkan airnya.pernjernihan air nano Instalasi Pengolahan Air (IPA) adalah suatu kesatuan bangunanbangunan yang berfuingsi mengolah air baku meniadi air bersih/minum. instalasi pengolahan air konvensional adalah instalasi pengolahan air sederhana yang sangat tergantung dari kualitas air bakunya. instalasi pengolahan air lengkap adalah suatu instalasi pengolahan air baku menjadi air bersih yang lengkap terdiri dari unit-unit intake, koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi desinfeksi. biasanya digunakan untuk mengolah air permukaan yang keruh. instalasi pengolahan unit paket adalah instalasi pengolahan lengkap yang dibuat secara paket oleh pabrik dengan kapasitas tertentu. intake adalah bangunan penangkap air atau tempat air masuk dari sungai, danau atau sumber air permukaan lainnya ke instalasi pengolahan; Intake bendung adalah suatu jenis intake yang menggunakan bendung untuk mendapatkan airnya Intake langsung adalah jenis intake untuk mengambil atau memanfaatkan air permukaan secara langsung apabila pompa pengisap air dipasang atau ditempatkan langsung ditebing sungai,danau atau waduk Intake ponton adalah jenis yang menggunakan pelampung atau ponton sebagai tempat pompa hisapnya ( alat pompa mengikuti naik turunnya permukaan air ) Intake sumuran adalah suatu jenis intake dengan menggunakan saluran di dasar sungai untuk mendapatkan airnya Intake tyroller adalah suatu jenis intake dengan menggunakan saluran didasar sungai untuk mendapatkan airnya Jaringan Transmisi Air Baku adalah jalur pipa atau saluran pembawa air baku dari titik awal transmisi air baku ke titik akhir transmisi air baku. Jaringan Transmisi Air Bersih adalah jalur pipa pembawa air bersih dari titik awal transmisi air bersih ke titik akhir transmisi air bersih. Jasa pemborongan adalah kegiatan menyediakan air minum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat agar mendapatkan kehidupan yang sehat, bersih, dan produktif. Kebocoran adalah selisih antara volume air yang didistribuskan dengan volume air yang terjual ; Kebutuhan Air Hari Maksimum adalah kebutuhan air bersih terbesar yang terjadi pada suatu hari dalam satu tahun. Kebutuhan Air jam Puncak adalah kebutuhan air bersih tertinggi yang terjadi pada jam-jam sibuk (tertentu) setiap hari. Kebutuhan Air Rata-Rata adalah kebutuhan air bersih rata-rata setiap hari. Kehilangan tekanan adalah tekanan yang hilang pada suatu komponen perpipaan ; Kran umum adalah jenis sambungan pelanggan yang mensuplay air melalui kran yang dipasang disuatu tempat tertentu agar mudah dipergunakan untuk umum guna mencukupi kebutuhan mandi cuci minum. Masyarakat yang selanjutnya disebut SPAM merupakan satu kesatuan sistem fisik (teknik) dan non fisik dari prasarana dan sarana air minum. Mata air adalah tempat pemunculan sumber air tanah yang dapat disebabkan oleh topografi, gradien hidrolik atau struktur geologi. Ozonisasi adalah proses desinfeksi dengan menggunakan ozon (03) Pelanggan adalah kegiatan yang bertujuan membangun, memperluas dan/atau meningkatkan sistem fisik (teknik) dan non fisik (kelembagaan, manajemen, keuangan, peran masyarakat, dan hukum) dalam kesatuan yang utuh untuk melaksanakan penyediaan air minum kepada masyarakat menuju keadaan yang lebih baik. Pemeliharaan sarana Pengambilan Air Baku adalah suatu kegiatan pengamanan terhadap sumber air, bangunan penangkap air dan perlengkapannya; Pemeliharaan sistem Penyediaan Air Minum adalah serangkaian kegiatan pembersihan, perbaikan, penggantian instrumen dan suku cadang Penampungan air hujan adalah tempat penampungan air hujan yang digunakan sebagai tempat penyediaan air. Pengembangan SPAM adalah kegiatan merencanakan, melaksanakan konstruksi, mengelola, memelihara, merehabilitasi, memantau, dan/atau mengevaluasi sistem fisik (teknik) dan non fisik penyediaan air minum. Pengguna barang/jasa yang selanjutnya disebut Penyelenggara adalah badan usaha milik negara/badan usaha milik daerah, koperasi, badan usaha swasta, dan/atau kelompok masyarakat yang melakukan penyelenggaraan pengembangan SPAM. pengoperasian adalah rangkaian kegiatan mulai dari persiapan pelaksanaan, sampai dihasilkan produk; Pengoperasian sistem Penyediaan air adalah serangkaian kegiatan dalam cakupan seluruh aktifitas tata kerja penyediaan air minum Penyedia barang/jasa adalah orang perseorangan, kelompok masyarakat, atau instansi yang mendapatkan layanan air minum dari Penyelenggara. Penyediaan air minum adalah kegiatan menyediakan air minum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat agar mendapatkan kehidupan yang sehat, bersih dan produktif Pengembangan SPAM adalah kegiatan yang bertujuan membangun, memperluas dan/atau meningkatkan sistem fisik (teknik) dan non fisik (kelembagaan, manajemen, keuangan, peran masyarakat dan hukum) dalam kesatuan yang utuh untuk melaksanakan penyediaan air minum kepada masyarakat menuju keadaan yang lebih baik Penyelenggara pengembangan SPAM adalah kondisi dimana prasarana dan sarana air minum sudah dilakukan uji coba dan hasilnya memenuhi standar kaidah teknik yang berlaku. Penyelenggaraan pengembangan SPA adalah sarana dan prasarana pengambilan dan/atau penyedia air baku, meliputi bangunan penampungan air, bangunan pengambilan/penyadapan, alat pengukuran, dan peralatan pemantauan, sistem pemompaan, dan/atau bangunan sarana pembawa serta perlengkapannya Perioda Perencanaan adalah lama waktu tertentu dalam tahun yang merupakan umur dari kemampuan kapasitas sesuatu yang direncanakan. Perlindungan mata air adalah penyediaan air dengan cara melindungi dan menangkap air untuk ditampung dan disalurkan pada pemakai. Pipa ” high density poly ethylene” adalah pipa yang terbuat dari bahan yang mengandung polyethelyn dengan kerapantan tinggi. Pipa “clay” adalah pipa yang terbuat dari beton dengan perkuatan besi atau baja. Pipa baja adalah yang terbuat dari baja yang terdiri dari bahan campuran besi dan Carbonpenjernihan air nano smart filter Pipa besi tuang atau “cost iron pipe” adalah jenis pipa yang terbuat dari besi cor. Pipa beton adalah pipa yang terbuat dari beton dengan perkuatan besi atau baja. Pipa distribusi adalah pipa yang dipergunakan untuk mendistribusikan air bersih ke pelanggan atau konsumen. Pipa ductile iron adalah pipa yang pembuatannya mirip dengan pipa “Cost Iron” namun secara struktur dalamnya berbeda. Pipa Induk Distribusi adalah pipa utama untuk mendistribusikan air bersih dari reservoir distribusi ke daerah palayanan melalui titik-titik tapping sambungan sekunder. Pipa primer adalah pipa distribusi air utama pada daerah tertentu sampai kepipa sekunder. Pipa PVC adalah pipa dengan bahan dasar plastik yang mengandung poly vinil chlorida. pipa sekunder adalah pipa distribusi yang dipergunakan untuk membagi air dari suatu wilayah pipa primer sampai kepipa tersier. Pipa tertier adalah pipa distribusi yang langsung kerumah-rumah (konsumen) Pipa transmisi adalah pipa yang dipergunakan untuk mengalirkan air baku ke unit pengolahan atau mengantarkan air bersih, dari unit pengolahan ke unit distribusi utama atau reservoir pembagi. Pompa centrifugal adalah pompa yang menggunakan gaya centrifugal untuk dapat mengisap air. Pompa non doging adalah pompa yang lengkap dengan peralatan tertentu sehingga tidak mudah tersumbat oleh lumpur atau kotoran lainnya sehingga diharapkan dapat bekerja terus menerus tanpa henti. Pompa submersible adalah pompa dengan jenis konstruksinya kedap air sehingga motornya dapat berada didalam air. Pompa turbin adalah pompa yang motornya terletak diatas permukaan sedangkan baling-baling/impeler pompanya terendam dalam air. Prasarana dan Sarana Air Minum siap beroperasi adalah adalah sarana dan prasarana yang dapat digunakan untuk mengolah air baku menjadi air minum melalui proses fisik, kimiawi an/atau biologi, meliputi bangunan pengolahan dan perlengkapannya, perangkat operasional, alat pengukuran dan peralatan pemantauan, serta bangunan penampungan air minum. Pukulan air atau “water hammer” adalah tekanan balik dari kekuatan aliran air yang timbul apabila pompa pada suatu saat terhenti secara mendadak. Reservoir adalah tempat penyimpanan air untuk sementara sebelum didistribusikan kepada konsumen jika diperlukan suatu waktu. Reservoir adalah tempat penampungan air untuk sementara, sebelum didistribusikan ; Reservoir Distribusi adalah bangunan untuk menampung air bersih sebelum didistribusikan. Sambungan rumah adalah jelas sambungan pelanggan yang mensuplai langsung ke rumah-rumah biasanya berupa sambungan pipa-pipa distribusi air melalui water meter dan instalasi pipanya didalam rumah. Saringan kasar naik turun yang selanjutnya disebut SKNT, adalah sistem penyediaan air bersih dengan cara penyeringan air baku yang menggunakan media batu dan pasir. Saringan pasir cepat adalah unit pengolah air yang menggunakan suatu proses penyaringan pengendapan dan pemisahan partikel-partikel yang cukup besar dengan pengaliran cepat, biasanya menggunakan media pasir. Saringan pasir lambat adalah unit pengolah air yang menggunakan suatu proses penyaringan, pengendapan dan pemisahan partikelpartikel yang cukup besar dengan pengaliran air yang lambat dengan menggunakan media pasir. Saringan rumah tangga adalah penyediaan air dengan menggunakan media penyaring untuk penyediaan air bersih rumah tangga. Dibagi menjadi 4 type sesuai dengan sumber air baku yang digunakan, yaitu (1) air baku berasal dari air permukaan dengan tingkat kekeruhan rendah. (2) air baku berasal dari air permukaan dengan tingkat kekeruhan sedang. (3) air baku berasal dari air permukaan dengan tingkat kekeruhan tinggl. (4) air baku berasal dari air tanah yang mengandung besi Saringan sumur resapan adalah suatu sistem pengambilan air dengan cara menampung air dari rembesan air permukaan. Sisa Tekanan adalah tekanan air yang ada/tersisa di suatu lokasi pada jalur pipa yang merupakan selisih antara HGL dengan ketinggian/elevasi dari lokasi pipa yang bersangkutan. Sistem air bersih adalah suatau sistem suplai air bersih yang meliputi sistem pengambilan air baku, proses pengolahan air baku, transmisi air baku, proses pengolahan air baku sistem transmisi dan reservoir air bersih serta sistem distribusiu atau perpipaan yang dapat dioperasikan sedemikian rupa sehingga terdapat tekanan yang cukup disetiap saat pada seluruh bagian sistem perpipaannya air harus tersedia untuk pemakaian setiap saat tanpa ada interupsi. Sistem Cabang (Branch) adalah sistem jaringan pipa induk yang berbentuk cabang, sehingga terdapat satu arah aliran dari pipa induk ke pipa cabang sekunder, kemudian seterusnya ke pipa cabang tersier.filter air rumah tangga nano smart filter Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih adalah sistem perpipaan untuk mendistribusikan air bersih dari reservoir distribusi ke konsumen. Sistem penyediaan air minum yang selanjutnya disebut SPAM merupakan satu kesatuan sistem fisik (teknik) dan non fisik dari prasarana dan sarana air minum Sistem Tertutup (Loop) adalah sistem jaringan pipa induk yang melingkar dan tertutup sehingga terdapat arah aliran bolak-balik. Sumur bor adalah bangunan pemanfaatan air tanah dalam yang diperoleh dari hasil pengeboran Sumur gali penyediaan air bersih dengan cara penggalian tanah untuk mendapatkan sumber air dan pengambilannya dengan menggunakan timba. Sumur Pengumpul (Sump Well) adalah sumur pengumpul/penampung sementara air baku dari sumber sebelum dipompakan ke Instalasi Pengolahan Air (IPA). Sumur pompa tangan adalah penyediaan air bersih yang pengambilan airnya dengan menggunakan pompa tangan. Test band adalah pengujian pipa yang dilakukan pada tiap sambungan pipa bagian dalam dengan tekanan 7,5 kg /CM2 dan dengan waktu tidak boleh kurang dari lima menit; Unit air baku adalah sarana untuk mengambil air minum langsung oleh masyarakat yang terdiri dari sambungan rumah, hidran umum, dan hidran kebakaran. Unit chlorinasi adalah salah satu unit pada bangunan pengolahan air yang berfungsi untuk pembubuh desinfektan (pembunuh bakteri dan kuman yang merugikan kesehatan).; Unit distribusi adalah satu sistem pelayanan yang merupakan satu kesatuan sistem fisik (teknik) dan non fisik dari prasarana dan sarana air minum dalam suatu sistem pelayanan air minum. Unit mekanikal adalah unit yang terdiri dari jaringan listrik untuk suplai tenaga ke pompa-pompa lampu penerangan yang memerlukan tenaga listrik. Unit panel dan kontrol adalah jumlah panel untuk mengkontrol jalannya operasi seperti operasi pompa, tekanan air, bahan kimia dan sistem listrik. Unit pelayanan adalah kepala kantor/satuan kerja/pemimpin proyek/pengguna anggaran Daerah/pejabat yang disamakan sebagai pemilik pekerjaan yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa dalam lingkungan unit kerja/proyek tertentu. Unit pemompaan adalah satu unit yang terdiri dari pompa untuk mengalirkan air dari satu tempat ke tempat lainnya yang dapat bekerja bersama-sama dengan hubungan seri atau paralel sesuai dengan kebutuhan kapasitas saat ini. Unit produksi adalah suatu bagian dari sistem air bersih yang berfungsi memproduksi air bersih untuk memenuhi kriteria yang ditetapkan (kuantitas dan kualitasnya), adapun unit produksi terdiri dari bangunan pengambilan air baku, saluran air baku, bangunan pengolahan, bangunan elektrikal mekanikal, saluran air bersih, reservoir. Water meter adalah alat untuk mengukur banyaknya air yang dipergunakan konsumen dalam waktu tertentu. Wilayah pelayanan adalah layanan pekerjaan pelaksanaan konstruksi atau wujud fisik lainnya yang perencanaan teknis dan spesifikasinya ditetapkan pengguna barang/jasa dan proses serta pelaksanaannya diawasi oleh pengguna barang/jasa. Sumber: [tanimart.wordpress.com]

Penjernihan Air

Semakin  beratnya kondisi pencemaran lingkungan kita khususnya pencemaran terhadap air bersih kini bukanlah milik masyarakat perkotaaan saja, beberapa lokasi di pedesaan pun kini merasakannya. Pencemaran tersebut baik yang berasal dari limbah rumah tangga maupun limbah industry . Sementara kebutuhan akan air bersih di daerah pedesaan dan pinggiran kota untuk air minum, memasak , mencuci dan sebagainya semakin  meningkat .  Menyadari  kondisi ironis ini telah menggugah kesadaran  banyak pihak diantaranya ,  BPPT  melalui Teknologi Tepat Guna Mentri Negara Riset dan Teknologi meluncurkan informasi  penjernihan air sederhana  dengan  cara penyaringan .

Penjernihan Air Sederhana dengan Penyaringan

Tentunya cara penjernihan air  yang sesuai dan cocok dilakukan oleh masyarakat pedesaan , baik secara biaya maupun teknologinya. Secara ekonomi tentu harus terjangkau dan murah sementara secara teknologi bisa dilakukan dengan sederhana  secara alami maupun kimiawi . Cara-cara yang disajikan dapat digunakan di desa karena bahan dan alatnya mudah didapat. Bahan-bahannya antara lain batu, pasir, kerikil, arang tempurung kelapa, arang sekam padi, tanah liat, ijuk, kaporit, kapur, tawas, biji kelor dan lain-lain.

Penjernihan air bersih secara sederhana ini merupakan penjernihan air dengan cara penyaringan. Bahan penyaringan yang digunakan adalah pasir dan tempurung kelapa. Tahapan pengerjaannya melalui beberapa pengerjaan sebagai berikut :

  1. Membuat pipa penyaringan
  2. Pemasangan pipa penyaring
  3. Membuat drum pengendapan
  4. Membuat drum penyaring
  5. Penyusunan drum endapan dan penyaringan

Gambar  Cara Kerja  Penjernihan Air  dengan Penyaring :

Alat Penjernihan Air

Alat Penjernihan Air Sederhana

Beberapa keuntungan pembuatan penjernihan air dengan penyaringan ‘made in’ BPPT ini hasil penyaringannya  cukup bersih untuk keperluan rumah tangga. Pembuatannya cukup mudah dan murah karena bahan – bahan yang digunakan mudah didapat di daerah pedesaan , selain itu pemeliharaannya cukup sederhana.

Namun ada juga kekurangan dari alat ini ,terutama pada proses pemeliharaan memerlukan ketelitian dan kesabaran  :

    • Kedua drum pengendapan dan penyaring harus selalu dibersihkan, terutama jika aliran air yang keluar kurang lancar. Ijuk, kerikil, potongan bata, pasir dicuci bersih, kemudian dijemur sampai kering.
    • Arang tempurung harus diganti lebih kurang 3 bulan sekali dengan arang tempurung baru.
    •  Air hasil penyaringan tidak bisa langsung diminum namun harus dimasak terlebih dahulu sampai mendidih . Karena alat penjernihan air ini tidak bisa digunakan untuk menyaring air yang mengandung bahan-bahan kimia seperti air buangan dari pabrik, karena cara ini hanya untuk menyaring air keruh, tapi bukan menyaring air yang mengandung zat kimia tertentu.

Setidaknya alat penjernihan air sederhana ini sudah mampu mengatasi permasalahan air bersih di pedesaan maupun perkotaan dengan bahan dan biaya terjangkau untuk masyarakat pada umumnya. Namun kini alat penjernihan air dengan teknologi lebih maju dan hasil optimal sesuai harapan masyarakay pada umumnya sudah banyak ditawarkan dan dijual di pasaran berbentuk fiter penjernih air dalam tabung.

Disarikan dari sumber Teknologi Tepat Guna – Iptek BPPT