pengolahan air laut alami

Teknologi desalinasi air laut menggunakan energi matahari

Teknologi desalinasi air laut makin berkembang, salah satunya teknologi desalinasi air laut yang memanfaatkan energi matahari. Air memang merupakan kebutuhan paling penting bagi semua mahluk hidup di muka bumi ini, tak terkecuali manusia. Beberapa dekade terakhir, kebutuhan akan air bersih mulai meningkat. Bertambahnya populasi, hilangnya daerah resapan air akibat banyaknya bangunan yang menutup sebagian besar permukaan tanah di bawahnya dan deforestasi yang tidak terkendali serta diperparah dengan naiknya temperatur akibat pemanasan global yang mempercepat penguapan air tanah, semakin mengurangi air tanah dan mempersulit untuk mendapatkan air bersih.

teknologi desalinasi air laut

Untungnya laut masih tetap menjadi tempat penampungan terakhir air dari seluruh permukaan bumi. Hanya saja air laut mengandung banyak garam mineral yang harus dipisahkan agar bisa dikonsumsi sebagai air tawar salah satunya dengan menggunakan teknologi desalinasi air laut.

Desalinasi adalah proses yang digunakan untuk memisahkan garam dari air. Proses ini menggunakan teknologi yang jika dalam skala komersial, dan untuk mendapatkan air bersih dalam jumlah yang banyak, umumnya memerlukan teknologi yang kompleks dan berukuran besar serta membutuhkan daya listrik untuk beroperasi.

Sebuah terobosan dilakukan oleh dua mahasiswa di Massachusetts Institute of Technology (MIT) Amy Bilton dan Leah Kelley dipimpin oleh profesor Steven Dubowsky yang menbuat mesin desalinator dengan tenaga dari energi surya.

Hasilnya, prototype sistem desalinasi yang dibuat bisa menghasilkan 80 galon atau 302.4 liter air sehari dalam kondisi cuaca yang berubah-ubah. Dalam skala yang lebih besar, teknologi desalinasi air laut tersebut diperkirakan akan menghasilkan 1.000 galon (standar AS) atau 3780 liter air per hari dengan menggunakan metode filtrasi reverse osmosis ( sea water reverse osmosis) yang bekerja dengan memompakan air laut bertekanan tinggi melewati membran permeabel yang terbuat dari polimer.

Dibandingkan dengan sistem konvensional yang kinerjanya sepenuhnya menggantungkan pada panel surya-panel surya dan baterai, maka sistem yang dikembangkan oleh MIT lebih mengandalkan pada sistem kontrol untuk mengatur daya pompa dan katup-katup sistem agar tetap menghasilkan air yang optimal.

Yang pasti teknologi yang dikembangkan oleh MIT tersebut lebih sederhana dan fleksibel, terutama untuk area daerah bencana atau terpencil yang tidak mendapatkan pasokan listrik. Sehingga kebutuhan akan air minum atau air bersih setiap orang di daerah tersebut dapat terpernuhi. Selain itu teknologi desalinasi air laut adalah jalan keluar bagi krisis air di masa depan. Dengan adanya alat desalinasi air laut ini diharapkan agar seluruh masyarakat sadar akan pentingnya air dan dapat berfikir maju yaitu dengan mengurangi penggunaan air tanah dan mau berpindah dengan menggunakan teknologi desalinasi air laut yang bermacam model dan jenisnya.
Sumber [ristek.go.id]