metode baru desalinasi air

Desalinasi air laut menghasilkan listrik metode baru,

Desalinasi air suatu proses pengolahan air, kali ini ada desalinasi air dengan menciptakan medan listrik kecil yang membuang garam dari air laut, ahli kimia di University of Texas di Austin, Amerika Serikat, dan University of Marburg di Jerman menemukan ada metode baru untuk desalinasi air laut yang hanya membutuhkan sedikit energi dan jauh lebih sederhana daripada teknik biasa. Begitu sedikitnya energi yang diperlukan metode desalinasi air baru ini sehingga dapat beroperasi hanya dengan baterai biasa.
Prosesnya meniadakan masalah yang dihadapi metode desalinasi air saat ini karena tidak membutuhkan membran penyaring garam. Para ahli kimia ini bisa memisahkan garam dari air laut pada skala mikro untuk menghasilkan air tawar lebih cepat.
Para peneliti di University of Texas di Austin (UT) dan University of Marburg di Jerman telah menciptakan sebuah cara yang sederhana dan efisien untuk menghilangkan kandungan garam air laut. Setelah selesai, air dapat digunakan sebagai air minum atau untuk mengairi tanaman. Metode desalinasi saat mengambil garam dari air laut menggunakan membran sebagai filter. Metode baru, yang disebut elektrokimia melakukan desalinasi air laut dengan menggunakan chip elektronik kecil yang diisi dengan air laut. Chip ini sangat efisien dalam menghilangkan garam dari air dan hanya membutuhkan kekuatan dari baterai kecil yang dapat dibeli di toko.desalinasi air chip
Kebutuhan air minum segar merupakan kebutuhan yang mendesak. Sebuah studi dari Yale University dan University of Notre Dame 2011 menemukan desalinasi akan memainkan peran penting selagi persediaan air menjadi semakin terbatas. Tim di Jerman dan Texas telah menggambarkan proses mereka dalam jurnal Angewandte Chemie (Kimia Terapan) dan sekarang menggunakan teknologi yang dipatenkan untuk membuat perusahaan startup mereka sendiri yang disebut Okeanos Technologies.
“Ketersediaan air minum dan irigasi tanaman merupakan salah satu persyaratan yang paling dasar untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia,” kata Richard Crooks dengan University of Texas.
“Desalinasi air laut adalah salah satu cara untuk mengatasi kebutuhan ini, tetapi metode terbaru untuk desalinasi air mahal dan mudah terkontaminasi membran. Metode bebas membran yang kami kembangkan masih perlu disempurnakan dan ditingkatkan, tetapi jika kita bisa sukses pada saat itu, maka suatu hari ada kemungkinan untuk menyediakan air bersih dalam skala besar dengan menggunakan sistem sederhana, bahkan portabel.”
Chip plastik baru bekerja dengan cara memisahkan garam dari air dan mengarahkannya di sepanjang jalan yang berbeda. Hanya ada sejumlah kecil tegangan (3,0 volt) yang dibutuhkan untuk daya pemisahan ini. Selagi air asin melewati chip, sejumlah kecil tegangan yang diterapkan akan menetralkan beberapa ion klorida dalam air garam. Hal ini menciptakan apa yang tim sebut sebagai “zona deplesi ion” yang meningkatkan jumlah listrik di tempat itu. Garam kemudian memisahkan dari air ketika mendekati zona deplesi, mengirim garam sepanjang satu saluran dan air segar bersama yang lain.
Pada tahap sekarang, chip sangat kecil dan tim hanya mampu mencapai tingkat desalinasi 25 persen pada tes mereka. Namun, mereka percaya bahwa mereka akan segera dapat mencapai desalinasi 99 persen, jumlah yang diperlukan untuk menciptakan air minum.
“Ini adalah bukti prinsip,” kata Kyle KNUST, seorang mahasiswa pascasarjana yang bekerja di bawah Crooks di lab.
“Kami telah membuat perbaikan kinerja yang sebanding ketika mengembangkan aplikasi lain berdasarkan pembentukan zona deplesi ion. Itu menunjukkan bahwa 99 persen desalinasi air tidak di luar jangkauan kita. “
Tony Frudakis, pendiri Okeanos Technologies juga percaya tim akan mampu mencapai 99 persen desalinasi dengan penemuan baru mereka, sehingga memberikan air tawar penting untuk daerah-daerah yang sangat membutuhkannya. Frudakis juga mengatakan teknologi ini bisa terukur dengan baik dan bekerja di aplikasi kecil seperti mesin soda atau sesuatu yang cukup besar untuk memberikan bantuan bencana.
Teknik yang disebut desalinasi air laut dengan perantara elektrokimia ini dideskripsikan dalam jurnal Angewandte Chemie. Tim riset ini dipimpin oleh Richard Crooks dari University of Texas dan Ulrich Tallarek dari University of Marburg. Mereka tengah mengajukan hak paten atas metode yang kini dikembangkan secara komersial oleh perusahaan startup Okeanos Technologies.
“Ketersediaan air untuk minum dan irigasi pertanian adalah salah satu kebutuhan paling dasar untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan manusia,” kata Crooks. “Desalinasi air adalah salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan ini, tapi sebagian besar metode yang ada terlalu mahal dan membrannya mudah terkontaminasi.”
Metode bebas membran yang dikembangkan oleh Crooks dan timnya memang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan skalanya, “Tapi, jika kami berhasil, suatu hari nanti kita bisa menyediakan air tawar berskala besar dengan menggunakan sistem sederhana, bahkan mungkin juga portabel.”
Untuk desalinasi air laut memisahkan garam dari air laut, peneliti menyalurkan listrik voltase kecil (3,0 volt) pada cip plastik berisi air laut. Chip itu mengandung kanal-kanal mikro dengan dua cabang. Pada persimpangan kanal, elektroda yang tertanam di bawahnya akan menetralkan ion klorida dalam air laut untuk menciptakan “zona pengurangan ion” yang menciptakan medan listrik lokal. Perubahan medan listrik ini cukup untuk memindahkan garam ke cabang lain, sehingga air yang telah melalui proses desalinasi mengalir ke cabang/ pipa pendistribusian air lainnya.
Sumber [anekasumber]