merubah ari laut menjadi air minum

Penyaringan air laut dilirik PDAM Tangerang

Penyaringan air laut makin modern, Penyaringan air laut menjadi solusi atasi krisis air. Kabupaten Tangerang krisis air baku, sejumlah wilayah belum tersentuh pasokan air bersih. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) berencana membeli air curah dan mengelolah air laut menjadi air layak minum. “Kita terkendala keterbatasan air baku,”kata Direktur Utama PDAM TKR Rusdi Mahmud, ditemui Minggu .

Menurutnya, saat ini PDAM TKR milik Kabupaten Tangerang membutuhkan penyaringan air laut modern supaya lebih menjaga kualitas layanan kepada 160.000 pelanggan. Dari 160.000 pelanggan, 90.000 atau sekitar 60 persen pelanggan berada di wilayah Kota Tangerang. Sedangkan, 19 persen pelanggan berada di Kabupaten Tangerang, dan sisanya di wilayah Kota Tangerang Selatan. Parahnya, masih banyak penduduk belum mendapatkan penyaluran air PDAM, seperti di Kecamatan Balaraja dan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. “Untuk mengatasi masalah keterbatasan air baku, PDAM akan membeli air curah dari beberapa perusahaan air , Namun kedepannya kami akan mencoba penyaringan air laut menggunakan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO)” kata Rusdi.

penyaringan air laut

Untuk jangka panjang, PDAM akan membuat kajian perlu atau tidaknya membeli air baku dari Lebak, Banten. Kedepan, beberapa embung yang tidak dipergunakan akan dimanfaatkan menjadi tandon air dan hal ini sudah direncanakan pada ABPD 2013. PDAM juga akan mendapatkan bantuan dari Kementerian PU untuk mengatasi kiris air di wilayah Utara, Kabupaten Tangerang berupa alat penyaringan air laut teknologi Reverse Osmosis. ”Mudah-mudahan bisa secepatnya terealisasikan,”kata Rusdi.

Direktur Umum PDAM TKR Subekti menjelaskan, penyedian air baku di Tangerang merupakan tanggung jawab pemerintah berdasarkan UU Nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. Sebagai operator, PDAM sudah berkoodinasi dengan Dinas Sumber Daya Air Pemerintah Provinsi Banten, terkait penyedian air minum di Tangerang. “Sebab air baku di Tangerang semakin hari terus mengalami penurunan,”kata Subekti kepada Jurnal Nasional . Oleh sebab itu kita harus mencoba penyaringan air laut modern.

Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan air baku di Tangerang, dibutuhkan air permukaan berasal dari sungai Karian, Lebak dan Sindang Heula, Serang, Banten. Sebab kebutuhan air bersih di Jakarta dan Banten termasuk Tangerang tergantung dari kali Karian dan Sindang Heula. Permasalahannya, Karian dan Sindang Heula belum juga dibangun waduk. Padahal, 800 liter air perdetik mampu di hasilkan dari Sindang Heula. “Jika tidak dibangunkan waduk, alternatif satu-satu sumber air minum untuk masyarakat kita diambil dari laut, Menggunakan penyaringan air laut teknologi Reverse Osmosis ”kata Subekti.

Air laut diolah menjadi air bersih untuk minum warga, menurutnya, harus dilakukan pengolahan air laut mengunakan teknologi penyaringan modern. Namun, biaya sangat mahal bila air laut diolah menjadi air minum.

Penyaringan air laut membutuhkan biaya Rp 10 ribu per meter kubik, sedangkan air sungai yang diolah hanya sekitar Rp 2-3 ribu per meter kubik. “Harga jual air laut yang diolah menjadi air bersih, mahal. Mau dijual berapa kepada masyarakat,”kata dia.

Bupati Tangerang Zaki Iskandar mengatakan, pemenuhan kebutuhan air bersih di Kabupaten Tangerang masih sangat rendah dan kiranya perlu dilakukan terobosan. Untuk itu pemda akan mengalokasikan dana pembangunan tandon air untuk wilayah di Kabupaten Tangerang.

Menurut Zaki, pembangunan tandon air sudah sangat mendesak bagi warga Kabupaten Tangerang yang berada di Tangerang bagian Barat dan Utara.

Berdasarkan target PBB melalui program Millenium Development Goals (MDG’s), ketersediaan air bersih bagi warga perkotaan minimal 80 persen, sedangkan bagi warga pedesaan minimal 60 persen. “Sementara coverage area TKR masih sangat rendah. Ini harus ditingkatkan agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Tangerang, Oleh sebab itu kita harus mencoba teknologi penyaringan air laut modern” ucapnya.
Sumber [jurnas.com]

You might also likeclose