masalah air bersih jakarta

Masalah air bersih jakarta

Air bersih sangat dibutuhkan, Kebutuhan air bersih di Jakarta pada 2014 seharusnya mencapai 23,3 meter kubik per detik. Namun, hingga saat ini, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jaya baru bisa memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Jakarta mencapai 18,025 meter kubik per detik. Sehingga masih mengalami defisit sekitar 5,3 meter kubik per detik.

Direktur PDAM Jaya mengatakan bahwa ketahanan air di Jakarta baru mencapai tiga persen. PDAM Jaya berharap dapat meningkatkan ketahanan air di Jakarta hingga mencapai 20-25 persen. Untuk itu, pihaknya akan mengoptimalkan sungai-sungai di Jakarta.

“Yang bermasalah sekarang adalah kontinuitasnya. Karena sumber air di Jakarta itu asalnya dari luar. Kita akan coba meningkatkannya, karena masih mengalami defisit sebanyak 5,3 meter kubik per detik,” jelasnya di Balaikota DKI, Jakarta.

air bersih kota jakarta

Tidak hanya akan mengoptimalkan air sungai Jakarta, lanjutnya, PDAM Jaya juga akan terus berupaya menurunkan tingkat kebocoran air atau non revenue water (NRW) dari 42 persen tahun lalu menjadi 35 persen di tahun 2015. “Tahun ini kita targetkan penurunan NRW mencapai 39 persen, lalu tahun 2014 ini mencapai 37 persen,” ujarnya.

Solusi lainnya untuk meningkatkan penyediaan kebutuhan air baku di Jakarta, harus dilakukan revitalisasi sungai-sungai di Jakarta. Sehingga dapat dijadikan sumber air baku bagi air minum warga Jakarta. Juga melakukan revitalisasi puluhan situ atau waduk. Tidak berhenti disitu, Pemprov DKI juga akan membangun Tanggul Laut Raksasa yang akan dapat dijadikan sumber air baku baru.

Untuk memenuhi kebutuhan air bagi warga kurang mampu, dijelaskannya, PDAM Jaya sedang menyiapkan landasan hukumnya untuk memberikan bantuan tersebut. PDAM Jaya merencanakan akan memberikan bantuan air bersih kepada 5 ribu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), masing-masing Palyja dan Aetra akan membantu dua ribu MBR. Hingga saat ini pelanggan MBR sudah mencapai 140 ribu pelanggan.

“Mudah-mudahan tahun ini sudah bisa dimulai. Kami sedang siapkan, karena semua harus ada landasan hukumnya,” tukasnya.

Kepala Kantor Ligkungan Hidup Jakarta Barat, mengatakan 60 persen air bersih di Jakarta Barat tidak layak minum. Air tersebut tidak memenuhi standar air layak untuk dikonsumsi sebagai air minum dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 907 tahun 2002.

Merujuk pada aturan tersebut, parameter fisik yang harus dipenuhi pada air minum, yaitu harus jernih, tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berwarna. Sementara suhunya sebaiknya sejuk dan tidak panas. Selain itu, air minum tidak menimbulkan endapan. Jika air yang dikonsumsi menyimpang dari hal itu, maka sangat mungkin air telah tercemar.

Dari aspek kimiawi, bahan air minum tidak boleh mengandung partikel terlarut dalam jumlah tinggi serta logam berat (misalnya Nikel, Kobalt, Seng) ataupun zat beracun seperti senyawa hidrokarbon dan detergen. Ditinjau dari aspek mikrobiologi, bakteri patogen yang tercantum dalam Permenkes, yaitu Escherichia colli, Clostridium perfringens, Salmonella.

Bakteri patogen tersebut dapat membentuk racun setelah periode laten yang singkat, yaitu beberapa jam. Keberadaan bakteri coliform, seperti Escherichia colli yang banyak ditemui di kotoran manusia dan hewan menunjukkan kualitas sanitasi yang rendah dalam proses pengadaan air.

Di Jakarta Barat, daerah yang mengalami kriris air bersih layak minum adalah Kecamatan Kalideres, Cengkareng, dan Kecamatan Grogol Petamburan. “Namun air bersih tersebut, hingga 70 persen masih layak digunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti mandi dan mencuci pakaian,” ucapnya.

Kepala Kantor Ligkungan Hidup Jakarta Barat menuturkan interusi air laut menyebabkan kondisi air di beberapa daerah di Jakarta Barat menjadi asin. Ini disebabkan gravitasi air karena pembangunan gedung-gedung tinggi. Yang berakibat pada turunnya air permukaan hingga 1-1,5 sentimeter per tahun.

Ia menjelaskan, semakin banyak gedung tinggi, maka aktivitas pengeboran tanah pun tinggi. Air tanah akan terdesak, dan air laut masuk memenuhi kekosongan rongga tanah. “Air permukaan turun, air laut masuk. Sehingga air tanah menjadi asin. Kondisi ini bahkan sudah mencapai daerah Daan Mogot,” ucapnya.

Tak hanya itu, kotornya air tanah di Jakarta Barat, menurutnya lebih disebabkan oleh industri yang melakukan blessing, yakni membuang limbah tanpa melewati Instalasi Penanggulangan Air Limbah (IPAL). Sehingga, limbah yang dibuang langsung keselokan menyebabkan air tercemar.

IPAL adalah sebuah struktur yang dirancang untuk membuang limbah biologis dan kimiawi dari air sehingga memungkinkan air tersebut untuk digunakan pada aktivitas yang lain. Fungsi dari IPAL mencakup:

  • Pengolahan air limbah pertanian, untuk membuang kotoran hewan, residu pestisida, dan sebagainya dari lingkungan pertanian.
  • Pengolahan air limbah perkotaan, untuk membuang limbah manusia dan limbah rumah tangga lainnya.
  • Pengolahan air limbah industri, untuk mengolah limbah cair dari aktivitas manufaktur sebuah industri dan komersial, termasuk juga aktivitas pertambangan.

Meski demikian, dapat juga didesain sebuah fasilitas pengolahan tunggal yang mampu melakukan beragam fungsi. Beberapa metode seperti biodegradasi diketahui tidak mampu menangani air limbah secara efektif, terutama yang mengandung bahan kimia berbahaya.

Sumber [Aneka Sumber]