instalasi sea water reverse osmosis

Filter air teknologi terbaik

Filter air teknologi terbaik, Filter air berkualitas dapat mengubah air kotor manjadi air bersih . Air yang layak diminum, mempunyai standar persyaratan tertentu yakni persyaratan fisis, kimiawi dan bakteriologis, dan syarat tersebut merupakan satu kesatuan. Jadi jika ada satu saja parameter yang tidak memenuhi syarat maka air tesebut tidak layak untuk diminum. Pemakaian air minum yang tidak memenuhi standar kualitas tersebut dapat menimbulkan gangguan kesehatan, baik secara langsung dan cepat maupun tidak langsung dan secara perlahan.

Untuk menanggulangi masalah tersebut, salah satu alternatif yakni dengan cara mengolah air tanah atau air sumur menggunakan filter air sehingga didapatkan air dengan kualitas yang memenuhi syarat kesehatan.
filter air kualitas terbaik
Tujuan teknologi pengolahan menggunakan filter air ini adalah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya masyarakat yang masih menggunakan air tanah atau air sumur sebagai sumber kebutuhan air bersih. Sedangkan sasarannya adalah menyebar luaskan paket teknologi pengolahan air sumur siap minum kepada masyarakat yang memerlukan.

Unit alat filter air ini dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas air sumur atau air tanah sehingga langsung dapat diminum tanpa proses pemanasan. Unit alat ini sangat cocok digunakan untuk keperluan Hotel, Perkantoran, Asrama, Pesantren, Pemukiman padat penduduk, Dll

Filter Air Karbon Aktif

Karbon aktif dengan media karbon aktif yang berbahan dasar coconut shell merupakan proses filtrasi yang berfungsi untuk menghilangkan bahan-bahan organik, desinfeksi, serta menghilangkan bau dan rasa yang disebabkan oleh senyawa‑senyawa organik. Selain untuk menyisihkan senyawa-senyawa organik, karbon aktif juga dapat digunakan untuk menyisihkan partikel-partikel terlarut.

Prinsip pengolahan filter air karbon aktif adalah mengadsorbsi bahan-bahan pencemar menggunakan media karbon. Proses adsorbsi yang berlangsung dalam karbon aktif tergantung pada luas permukaan media yang digunakan dan berhubungan dengan luas total pori-pori yang terdapat dalam media. Untuk mengefektifkan proses adsorbsi, diperlukan waktu kontak yang cukup antara permukaan media dengan air yang diolah sehingga zat-zat pencemar dapat dihilangkan secara efisien. Jika waktu kontak tidak mencukupi, alternatif lain yang bisa dilakukan adalah menaikan luas permukaan media menggunakan media dengan ukuran yang lebih kecil. Zat-zat dalam air yang teradsorbsi biasanya berupa senyawa organik (menyebabkan bau dan rasa yang tidak diinginkan), trihalometane, serta Volatile Organic coumpunds (VOCs).

Dalam instalasi pengolahan air minum, penyaringan menggunakan karbon aktif dilakukan sebelum proses ozonisasi karena secara umum unit pengolahan karbon aktif tidak dapat menyisihkan mikroorganisme patogen seperti virus dan bakteri. Selain itu, karbon aktif juga tidak efektif dalam menyisihkan kalsium (Ca) dan magnesium (Mn) yang menimbulkan kesadahan pada air, flour dan nitrat. Jika ingin formula atau komposisi media filter yang baik maka anda dapat menambahkannya dengan media filter PureTAG Super.

Media yang digunakan dalam unit pengolahan karbon aktif dapat berupa arang kayu, batok kelapa dan batubara. Media yang sering digunakan dalam unit karbon aktif adalah coconut shell atau batubara yang telah diproses melalui proses pembakaran dengan temperatur sedang dalam kondisi anaerob sehingga diharapkan batok kelapa/batubara tidak terbakar tetapi mengalami perubahan menjadi material karbon yang berpori-pori (porous). Batubara/Coconut Shell yang dihasilkan dari proses ini diaktifkan melalui proses pemanasan dengan uap air dan udara pada temperatur 1500 oF. Proses aktifasi ini akan mengoksidasi permukaan dan pori-pori media.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam desain unit pengolahan karbon aktif ini adalah debit pengolahan dan headloss yang tersedia, senyawa-senyawa organik yang terdapat dalam air baku, media yang digunakan, ukuran media karbon aktif, kecepatan filtrasi, waktu kontak, dan waktu pembersihan media karbon aktif.

Filter Air Teknologi Membran

Filtrasi adalah proses pemisahan padatan dan larutan, dimana larutan dilewatkan melalui suatu media berpori atau materi berpori lainnya untuk menyisihkan partikel tersuspensi yang sangat halus sebanyak mungkin. Proses ini digunakan pada instalasi pengolahan air minum untuk menyaring air yang telah dikoagulasi dan diendapkan untuk menghasilkan air minum dengan kualitas yang baik. Filtrasi dapat dilakukan menggunakan beberapa jenis filter, antara lain : saringan pasir lambat, saringan pasir cepat, atau dengan menggunakan teknologi membran.

Pada awalnya filtrasi menggunakan membran merupakan unit pengolahan air alternatif untuk menggantikan filtrasi pasir lambat (slow sand filtration). Dengan kemajuan yang sangat pesat dari teknologi ini, terutama dari penurunan biaya operasional dan instalasinya, membran semakin banyak digunakan dalam instalasi pengolahan air terutama untuk insatalasi pengolahan air yang bertujuan menghasilkan air layak minum. Keunggulan utama membran dibandingkan filtrasi pasir lambat adalah unit pengolahan yang dibutuhkan mempunyai ukuran yang lebih kecil, kapasitas pengolahan lebih besar, serta mampu menghasilkan air layak minum. Secara umum sistem membran dapat dibedakan menjadi empat jenis yaitu filter air membran  Reverse osmosis (RO), Elektrodialisis (ED), Ultrafiltrasi (UF), dan Mikrofiltrasi

Media yang digunakan untuk pembuatan filter membran tersedia dalam berbagai jenis material dan metoda pembuatannya. Media yang digunakan dapat digolongkan menjadi media absolut dan media nominal, tergantung dari kemampuannya untuk menahan partikel yang mempunyai ukuran sama atau lebih besar dari ukuran lubang pada media. Filter Membran biasanya digolongkan sebagai media absolut yang dapat dibuat menggunakan berbagai macam bahan polimer, logam, dan keramik. Media nominal biasanya dibuat menggunakan bahan dari serat kaca (fiber glass), serat polimer, dan keramik.

Berdasarkan struktur lubang medianya, filter air membran dibedakan menjadi dua, yaitu membran tipis (screen membrane) dan membran tebal (depth membrane). Membran tipis mempunyai lubang (pore) dengan bentuk lingkaran yang sempurna atau hampir sempurna. Lubang-lubang tersebut tersebar secara acak pada permukaan membran. Membran ini dibuat melalui proses pelubangan media menggunakan penembakan electron (nuclear track) dan proses penggoresan (etch process). Membran tipis pada umumnya digunakan pada proses analisis gravimetri, sitologi, analisis partikulat, analisis aerosol, dan penyaringan darah.

Filter membran tebal mempunyai struktur permukaan yang tidak beraturan, tampak kasar jika dilihat dengan perbesaran dan lubangnya (pore) terlihat lebih besar daripada karakteristik lubang yang seharusnya. Filter membran tipe ini dibuat dari berbagai jenis polimer melalui proses pencetakan. Bahan utama yang sering digunakan dalam pembuatan filter air membran adalah ester selulosa. Selulola membran dibuat dengan cara melarutkan ester selulosa dalam pelarut organik, ditambah beberapa bahan kimia untuk memperbaiki karakteristik. Setelah itu, larutan ini dicetak dengan ketebalan 150 mm. Selama proses pencetakan, pelarut akan mengalami penguapan dan filter membran akan mengering serta membentuk stuktur lubang yang tidak beraturan. Membran tebal biasa digunakan untuk proses sterilisasi larutan, kultur mikroorganisme, dan lain sebagainya.

Sumber [aneka sumber]

Pemasangan Sea Water Reverse Osmosis atasi kelangkaan air

Sea Water Reverse Osmosis teknik atasi krisis air, Pemasangan Sea Water Reverse Osmosis atasi kelangkaan air di pesisir pulau-pulau. Menteri Pekerjaan Umum, Joko Kirmanto, Telah meresmikan instalasi penyaringan air laut untuk air minum di Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang. Program ini adalah sebagai upaya untuk mengatasi kelangkaan ketersediaan air minum di daerah terpencil.

Kasubdit Data dan Informasi Kementrian PU Dirjen Cipta Karya, Sri Mumi Edi, mengatakan, program yang lebih dikenal dengan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) ini sering disebut sebagai Program Pengolahan Air Laut menjadi Air Minum yang Sehat. Proyek pengolahan air laut menjadi air minum ini, diharapkan dapat mengatasi langkanya air bersih di seluruh Indonesia, yang sulit didapat di daerah terpencil dan kepulauan. “Dengan proyek Pemasangan Sea Water Reverse Osmosis, maka air baku air minum tidak lagi dari air sungai seperti yang diolah PDAM, tapi dari air laut pun, bisa dijadikan air minum,” ujarnya.

sea water reverse osmosis pulau mandailingAdanya teknologi Pemurnian atau penyulingan air laut menjadi air minum, masyarakat di pulau itu nantinya tidak akan lagi kesulitan untuk mendapatkan air bersih dan air minum dan kebutuhan pokok lainnya. Bahkan dengan menggunakan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang diterapkan harga air minum bisa jauh lebih murah dibanding harga air minum yang selama ini berlaku di masyarakat, yakni hanya Rp 9.000 per kubik. Sebelumnya, masyarakat Pulau Kambing tersebut biaya mengkonsumsi air minum dengan harga Rp 75.000 per kubik.

Saat ini, instalasi pengolahan air dengan teknologi SWRO di Pulau Mandangin baru memproduksi air dengan kapasitas lima liter per detik dan bisa ditingkatkan menjadi 10 liter per detik, bergantung dari kebutuhan.

Teknologi penyulingan air laut menjadi air minum di pulau seluas 4 km2 ini baru bisa dilaksanakan, setelah PLN mengoperasikan aliran listrik selama 24 jam pada 29 Mei 2012 yang waktu itu diresmikan langsung oleh Bupati Sampang Noer Tjahja.

Selain di Pulau Mandangin, Sampang, Menteri PU juga akan meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Perumnas Kecamatan Driyorejo, Gresik, di hari yang sama. “Untuk peresmian SPAM, akan dilakukan untuk 11 SPAM yang ada di Jawa Timur, dan akan menggunakan air sungai, mata air, sumur dan air laut, untuk diolah menjadi air minum di daerah yang sulit mendapatkan air baku untuk air minum,” terangnya.

Air minum hasil olahan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO)  sudah terbukti mampu mengolah air laut menjadi air minum. Masyarakat di Pulau Mandangin tampak sangat antusias untuk segera menjadi pelanggan SWRO. Hal itu terbukti dari jumlah masyarakat Pulau Mandangin yang telah mendaftar untuk menjadi pelanggan sambungan rumah yang telah mencapai 300 KK. Realisasi penyambungan pipa air minum masih belum terlaksana karena SK Bupati Sampang tentang penetapan tarif khusus air minum itu belum terbit, dan kontrak operasional dengan pihak penyedia jasa juga sedang dalam tahap negosiasi.

Penetapan tarif sistem ini perlu didukung bupati dan DPRD setempat karena penerapan tarif air minum yang bersifat ‘khusus’ berbeda dengan tarif air minum PDAM Kabupaten Sampang di wilayah lainnya.

Program pemurnian atau penyulingan air laut menjadi air bersih layak minum tersebut akan berhasil dan menuai kesejahteraan bagi masyarakat setempat. Suksesnya proyek ini diharapkan memberikan kepuasan bagi masyarakat kepulauan yang selama ini memang mendambakan air bersih dan air minum yang sehat

Sumber [jatimprov.go.id]