instalasi pengolahan air limbah

Manfaat pengolahan air limbah

Manfaat pengolahan air limbah, Pengolahan air limbah / limbah cair sesuatu yang jarang kita pikirkan. Kita sering menggunakan kamar mandi, toilet, tetapi jarang memikirkan kemana perginya air setelah digunakan. Ketika air yang digunakan, mengalir ke toilet atau ke saluran pembuangan dari bak mandi atau wastafel dan berjalan melalui banyak saluran air dan pipa hingga mencapai selokan. Sistem ini bertanggung jawab untuk membawa air limbah jauh dari rumah kami dan memberikan kepada pabrik pengolahan air limbah.

Ada dua jenis air limbah yang diproduksi di rumah tangga, Greywater dan blackwater. Greywater terdiri dari air yang digunakan untuk mencuci hal-hal di rumah seperti air dari mencuci piring, mandi dan cuci. Air ini dapat diobati untuk digunakan kembali. Blackwater adalah air yang tidak dapat digunakan kembali karena terlalu terkontaminasi dan sebagian air limbah dari toilet.

Industri mengandalkan sejumlah besar air untuk melaksanakan proses manufaktur dan sebagian besar dari mereka hanya membuang air ini menjadi ke sungai dan lautan yang menghasilkan polusi yang parah. Dalam rangka untuk mengurangi dampak limbah industri, Setiap industri harus menginstal sistem pengolahan air. Unit-unit ini membantu membersihkan sistem air dan mengolah air limbah untuk digunakan kembali. Bahkan jika ingin membuang air limbah ke dalam air laut harus dibersihkan dari semua unsur kimia sehingga kehidupan laut tidak terpengaruh. Berikut tiga manfaat penting jika sebuah pabrik menggunakan sistem pengolahan air limbah industri.

1. Mengurangi Pencemaran Air
Jika air limbah industri dialirkan langsung tanpa diolah dapat menyebabkan jutaan biota laut mati dan pencemaran laut. Unsur-unsur beracun dengan logam dan bahan berbahaya lainnya dalam air akan mengendap di dasar laut dan tidak dapat hilang, sehingga mempengaruhi kehidupan laut. Instalasi sistem pengolahan air limbah di industri anda akan membantu memberikan kontribusi untuk kehidupan laut yang lebih baik. Air tercemar yang akan dibuang harus diolah terlebih dahulu untuk menghilangkan unsur-unsur beracun sehingga tidak mencemari laut.

2. Mencegah Penyakit dan Melindungi Kesehatan Manusia
Air yang tercemar merupakan salah satu penyebab utama penyakit yang dapat menular melalui air pada masyarakat di daerah pedesaan maupun perkotaan. Air limbah industri yang dibuang dapat mencemari sumber air dan menyebabkan penyakit serius ketika orang-orang menggunakan air dari sumber tersebut. Air limbah industri harus melalui peruses pengolahan air limbah untuk menghilangkan semua elemen anorganik serta mikroba patogen yang merupakan penyebab timbulnya  penyakit.  Sistem pengolahan air limbah membantu mengurangi kasus penyakit sehingga kita dapat hidup sehat. Industri berskala besar harus mempertimbangkan dampak lingkungan yang mereka ciptakan dan wajib melestarikan alam dan kesehatan manusia dengan cara terbaik yang mereka bisa, salah satunya menggunakan instalasi pengolahan air limbah.

3. Penghematan Biaya
Air yang terkontaminasi limbah menyebabkan pemborosan pengeluaran biaya, dari biaya kesehatan untuk berobat maupun pencegahan penyakit, atau biaya memperbaiki lingkungan yang rusak . Bayangkan jumlah uang dan tenaga yang dihabiskan setiap tahun untuk membersihkan sewerages, seashores dan kontaminasi kelautan. Belum lagi biaya tambahan jutaan dolar yang dihabiskan untuk mengobati penyakit dan mencegah wabah penyakit yang diakibatkan oleh air limbah dari industri. Jika setiap industri bisa mengolah air limbah nya masing-masing, tidak hanya akan mereka bermanfaat bagi lingkungan tetapi juga akan memberikan kontribusi sebagian besar ke ekonomi yang lebih baik. Industri perlu menggunakan sistem pengolahan air secara serius karena ini adalah salah satu cara mereka dapat membantu dunia menjadi tempat yang lebih baik.

pengolahan air limbah industri

Jadi kesimpulan dari artikel manfaat pengolahan air limbah adalah,
Air limbah memiliki dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan bila tidak diolah terlebih dahulu. Efek negatif dari air limbah sangat banyak.  Salah satunya jika dibuang ke laut air limbah secara langsung akan berdampak pada ikan. Populasi satwa liar juga dapat terhambat. Jika minum menggunakan air yang terkontaminasi air limbah mengandung berbagai logam seperti merkuri, arsen dan kadmium  memiliki efek negatif jangka pendek maupun jangka panjang pada tubuh. Selain itu ada juga air limbah yang mengandung bahan organik sudah membusuk. Ini akan mengambil oksigen terlarut dalam sumber air seperti sungai, laut atau danau dan membuat ancaman terhadap keberadaan spesies biotik. Eutrofikasi dapat disebabkan oleh kandungan nitrogen dan fosfor dan zat lainnya dapat memberlakukan ancaman pada kehidupan manusia juga.

Instalasi pengolahan air limbah merupakan bagian penting dari sistem air, dan jika tidak ada alat pengolahan air limbah kita akan dihadapkan dengan pencemaran air yang dapat berbahaya atau bahkan fatal bagi lingkungan dan makhluk hidup termasuk manusia.

Sumber [blogdetik.com]

Instalasi Pengolahan Air Bersih

Air bersih sangat dibutuhkan, Air bersih diperoleh dengan cara pengolahan air  atau penyaringan air. Air adalah salah satu kebutuhan utama bagi manusia, untuk kebutuhan minum, mandi, cuci, masak, dan lainnya. Ketersediaan air bersih di sebuah kawasan sangatlah penting. Namun, mengingat bahwa tidak semua kawasan mendapatkan air bersih, maka perlu adanya pemerataan distribusi air bersih bagi masyarakat.

Kriteria air bersih biasanya meliputi 3 aspek, yaitu kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Dalam usaha menyediakan air bersih, biasanya BUMN di Indonesia yang berkaitan dengan hal ini adalah PDAM – Perusahaan Dagang Air Minum. Kadang ada yang menyindirnya sebagai Perusahaan Dagang Air Mandi, karena terkadang air yang didistribusikan tidak memenuhi kriteria air minum, hehehe..

Anyway, secara teknis, tulisan ini sebenarnya akan membahas mengenai jenis-jenis pengolahan air bersih. Secara umum, pengolahan air bersih terdiri dari 3, yaitu pengolahan secara fisika, kimia, dan biologi. Pada pengolahan secara fisika, biasanya dilakukan secara mekanis, tanpa adanya penambahan bahan kimia. Contohnya adalah pengendapan, filtari, adsorpsi, dan lain-lain. Pada pengolahan secara kimiawi, terdapat penambahan bahan kimia, seperti klor, tawas, dan lain-lain, biasanya digunakan untuk menyisihkan logam-logam berat yang terkandung dalam air. Pada pengolahan secara biologis, biasanya memanfaatkan mikroorganisme sebagai media pengolahnya.

air bersih dan pengolahannya

PDAM, biasanya melakukan pengolahan secara fisika dan kimiawi dalam proses penyediaan air bersih. Secara umum, skema pengolahan air bersih di daerah-daerah di Indonesia terlihat seperti pada gambar di bawah. Terdapat 3 bagian penting dalam sistem pengolahannya.

1. Bangunan Intake

Bangunan intake ini berfungsi sebagai bangunan pertama untuk masuknya air dari sumber air. Pada umumnya, sumber air untuk pengolahan air bersih, diambil dari sungai. Pada bangunan intake ini biasanya terdapat bar screen yang berfungsi untuk menyaring benda-benda yang ikut tergenang dalam air. Selanjutnya, air akan masuk ke dalam sebuah bak yang nantinya akan dipompa ke bangunan selanjutnya, yaitu WTP – Water Treatment Plant.

2. Water Treatment Plant

Water Treatment Plant atau lebih populer dengan akronim WTP adalah bangunan utama pengolahan air bersih. Biasanya bagunan ini terdiri dari 4 bagian, yaitu : bak koagulasi, bak flokulasi, bak sedimentasi, dan bak filtrasi. Nah, sekarang kita bahas satu per satu bagian-bagian ini.

a. Koagulasi

Dari bangunan intake, air akan dipompa ke bak koagulasi ini. Apa yang terjadi dalam bak ini..?? pada proses koagulasi ini dilakukan proses destabilisasi partikel koloid, karena pada dasarnya air sungai atau air-air kotor biasanya berbentuk koloid dengan berbagai partikel koloid yang terkandung di dalamnya. Destabilisasi partikel koloid ini bisa dengan penambahan bahan kimia berupa tawas, ataupun dilakukan secara fisik dengan rapid mixing (pengadukan cepat), hidrolis (terjunan atau hydrolic jump), maupun secara mekanis (menggunakan batang pengaduk). Biasanya pada WTP dilakukan dengan cara hidrolis berupa hydrolic jump. Lamanya proses adalah 30 – 90 detik.

b. Flokulasi

Setelah dari unit koagulasi, selanjutnya air akan masuk ke dalam unit flokulasi. Unit ini ditujukan untuk membentuk dan memperbesar flok. Teknisnya adalah dengan dilakukan pengadukan lambat (slow mixing).

c. Sedimentasi

Setelah melewati proses destabilisasi partikel koloid melalui unit koagulasi dan unit flokulasi, selanjutnya perjalanan air akan masuk ke dalam unit sedimentasi. Unit ini berfungsi untuk mengendapkan partikel-partikel koloid yang sudah didestabilisasi oleh unit sebelumnya. Unit ini menggunakan prinsip berat jenis. Berat jenis partikel koloid (biasanya berupa lumpur) akan lebih besar daripada berat jenis air. Dalam bak sedimentasi, akan terpisah antara air dan lumpur.

d. Filtrasi

Setelah proses sedimentasi, proses selanjutnya adalah filtrasi. Unit filtrasi ini, sesuai dengan namanya, adalah untuk menyaring dengan media berbutir. Media berbutir ini biasanya terdiri dari antrasit, pasir silica, dan kerikil silica denga ketebalan berbeda. Dilakukan secara grafitasi.

Selesailah sudah proses pengolahan air bersih. Biasanya untuk proses tambahan, dilakukan disinfeksi berupa penambahan chlor, ozonisasi, UV, pemabasan, dan lain-lain sebelum masuk ke bangunan selanjutnya, yaitu reservoir.

3. Reservoir

Setelah dari WTP dan berupa clear water, sebelum didistribusikan, air masuk ke dalam reservoir. Reservoir ini berfungsi sebagai tempat penampungan sementara air bersih sebelum didistribusikan melalui pipa-pipa secara grafitasi. Karena kebanyakan distribusi di kita menggunakan grafitasi, maka reservoir ini biasanya diletakkan di tempat dengan eleveasi lebih tinggi daripada tempat-tempat yang menjadi sasaran distribusi. Biasanya terletak diatas bukit, atau gunung.

Gabungan dari unit-unit pengolahan air ini disebut IPA – Instalasi Pengolahan Air. Untuk menghemat biaya pembangunan, biasanya Intake, WTP, dan Reservoir dibangun dalam satu kawasan dengan ketinggian yang cukup tinggi, sehingga tidak diperlukan pumping station dengan kapasitas pompa dorong yang besar untuk menyalurkan air dari WTP ke reservoir. Barulah, setelah dari reservoir, air bersih siap untuk didistribusikan melalui pipa-pipa dengan berbagai ukuran ke tiap daerah distribusi.

Sumber [Kaskus.co.id]