filter air rumah makan

Filter air limbah rumah makan dan restoran

Filter air limbah sangat diperlukan, Jenis filter air limbah rumah makan dan restoran kini berteknologi modern sehingga mudah digunakan dan perawatannya. Air limbah berasal dari dua jenis sumber yaitu air limbah rumah tangga dan air limbah industri termasuk pada rumah makan / restoran. Secara umum didalam limbah rumah tangga tidak terkandung zat-zat berbahaya, sedangkan didalam limbah industri harus dibedakan antara limbah yang mengandung zat-zat yang berbahaya dan harus dilakukan penanganan khusus tahap awal sehingga kandungannya bisa di minimalisasi terlebih dahulu sebelum dialirkan ke sewage plant, karena zat-zat berbahaya itu bisa mematikan fungsi mikro organisme yang berfungsi menguraikan senyawa-senyawa di dalam air limbah. Sebagian zat-zat berbahaya bahkan kalau dialirkan ke sawage plant hanya melewatinya tanpa terjadi perubahan yang berarti, misalnya logam berat.  Penanganan limbah industri tahap awal ini biasanya dilakukan secara kimiawi dengan menambahkan zat-zat kimia yang bisa mengeliminasi yang bersifat kotoran umum.

filter air limbah rumah makan restoran

Untuk bisa memilih teknologi filter air rumah makan dan restoran yang tepat, seseorang harus mengetahui gambaran umum tentang metode-metode pengolahan air limbah yang ada, baik tentang prinsip kerja filter air, tentang penerapan penyaringan air limbah metode-metode tersebut, keuntungan dan kerugian, dan juga faktor biaya. Hal yang penting dalam konsep pengolahan air limbah restoran adalah usaha mencegah atau menekan beban cemaran seminimal mungkin, yaitu melalui pengendalian proses produksi itu sendiri (konsep produksi bersih). Baru pada tahap selanjutnya adalah pengolahan air limbah yang dihasilkan agar tidak mencemari badan air (sungai, selokan dsb).

Penentuan suatu sistem pengolahan limbah yang tepat terhadap air limbah terkait erat dengan informasi komposisi dan karakteristik dari air limbah terlebih dahulu. Karena itu, macam-macam industri dan karakteristik limbah menjadi penting untuk dipaparkan dalam kaitan dengan teknologi pengolahan air limbah dari industri, prinsip dasar pemilihan teknologi filter air yang tepat, dan contoh sistem pengolahan limbah pada beberapa jenis industri.

Limbah cair adalah sisa dari suatu hasil usaha dan atau kegiatan yang berwujud cair yang dibuang ke lingkungan dan dapat menurunkan kualitas lingkungan jika tidak diolah menggunakan filter air. Air limbah berasal dari dua jenis sumber yaitu air limbah rumah tangga dan air limbah industri termasuk pada restoran. Air limbah sangat berbahaya terhadap kesehatan manusia mengingat bahwa banyak penyakit yang dapat ditularkan melalui air limbah. Air limbah ini ada yang hanya berfungsi sebagai media pembawa saja seperti penyakit kolera, radang usus, hepatitis infektiosa, serta schitosomiasis. Selain sebagai pembawa penyakit di dalam air limbah itu sendiri banyak terdapat bakteri patogen penyebab penyakit seperti virus, vibrio cholera, salmonella dan lain-lain. Selain itu, dengan banyaknya zat pencemar yang ada di dalam air limbah, maka akan menyebabkan menurunnya kadar oksigen yang terlarut di dalam air limbah. Dengan demikian akan menyebabkan kehidupan di dalam air yang membutuhkan oksigen akan terganggu. Air limbah mengalami proses pembusukan dari zat organic yang ada didalamnya sehingga dapat menimbulkan bau hasil pengurangan dari zat organic yang sangat menusuk hidung sehingga dapat dihilangkan dengan filter air limbah rumah makan dan restoran modern. Selain bau, warna air limbah yang kotor akan menimbulkan gangguan pemandangan. Apabila air limbah mengandung gas karbon dioksida yang agresif, maka akan mempercepat proses terjadinya karat pada benda yang terbuat dari besi. Air limbah yang berkadar pH rendah atau bersifat asam maupun pH tinggi dapat mengakibatkan kerusakan pada benda-benda yang dilaluinya. Lemak yang merupakan sebagian dari komponen air limbah akan menempel pada dinding saluran air limbah yang pada akhirnya akan dapat menyumbat aliran air limbah.

Filter air pengolahan limbah cair pada rumah makan / restoran terdiri dari tiga macam yaitu pengolahan secara fisik, kimia dan biologi. Pengolahan secara fisik yaitu proses penyaringan, flotasi, filtrasi dan adsorbsi. Pengolahan air buangan secara kimia biasanya dilakukan untuk menghilangkan partikel-partikel yang tidak mudah mengendap (koloid). Pengolahan secara biologi yaitu reaktor pertumbuhan tersuspensi dan reaktor pertumbuhan lekat.

Teknologi pengolahan limbah cair pada rumah makan/restoran bisa juga menggunakan filter air teknik bioremediasi dengan sistem tanaman air dan elektrokoagulasi. Tanaman air merupakan bagian dari vegetasi penghuni bumi ini yang media tumbuhnya adalah perairan. Bioremediasi dengan simulasi tanaman air dapat meningkatkan kualitas limbah restoran / rumah makan yang meliputi kualitas fisik, kimia dan mikro biologis parameter, pada umumnya telah memenuhi syarat untuk dilepas ke lingkungan, baik ditinjau dari kualitas fisik, kimia dan mikrobiologi.

Kualitas limbah restoran yang telah melalui proses bioremediasi dengan simulasi tanaman air pada umumnya telah memenuhi syarat untuk dilepas ke lingkungan, baik ditinjau dari kualitas fisik, kimia dan mikrobiologi.

Sedangkan filter air dengan proses elektrokoagulasi merupakan gabungan dari proses elektrokimia dan proses flokulasi-koagulasi. Proses ini dapat menjadi pilihan metode pengolahan limbah radioaktif dan limbah B3 cair fase air alternatif mendampingi metode-metode lain yang telah dilaksanakan. Kelebihan proses ini untuk mengolah limbah cair adalah tidak adanya penambahan bahan kimia.

SARAN UNTUK PENGUSAHA RUMAH MAKAN / RESTORAN

1. Teknologi filter air / pengolahan limbah cair rumah makan / restoran harus memperhatikan faktor ekologi lingkungan.

2. Perlu adanya pengawasan yang kontinyu terhadap pengolahan air limbah rumah makan / restoran.

3. Perlu adanya kajian yang mendalam terhadap teknologi pengolahan limbah air rumah makan / restoran.

Sesuai dengan batasan air limbah yang merupakan benda sisa, maka sudah barang tentu bahwa air limbah merupakan benda yang sudah tidak dipergunakan lagi. Akan tetapi tidak berarti bahwa air limbah tersebut tidak perlu dilakukan pengelolaan, karena apabila limbah tersebut tidak dikelola secara baik akan dapat menimbulkan gangguan, baik terhadap lingkungan maupun terhadap kehidupan yang ada.

Sumber [bgfunhas.blogspot.com]