desinfektan

Desinfektan Air Tradisional

Desinfektan air tradisional umumnya menggunakan bahan alami yang mudah ditemukan. Bahan yang digunakan sebagai desinfektan air secara tradisional salah satunya adalah sinar matahari. Disinfeksi air dengan menggunakan sinar matahari sudah dilakukan oleh nenek moyang kita, namun hal tersebut terabaikan seiring dengan berkembangnya teknologi dan ditemukan bahan kimia yang dinilai lebih praktis dalam desinfeksi air.   Read more

Desinfektan Kolam Renang

Desinfektan kolam renang wajib diberikan sebelum kolam digunakan. Desinfektan digunakan sebagai salah satu cara sterilisasi atau proses menghilangkan kuman. Kolam renang merupakan tempat untuk olahraga air dimana pemeriksaan terhadap kualitas air harus sering dilakukan. Kolam renang yang dibangun didalam rumah harus dilakukan pemeriksaan secara rutin terhadap beberapa polutan seperti dedaunan, kotoran, dan rambut. Read more

Jenis Desinfektan Air

Desinfektan air. Desinfektan merupakan bahan untuk melakukan desinfeksi. Desinfeksi adalah proses pengolahan air dengan tujuan membunuh kuman atau bakteri pathogen yang ada dalam air. Sebelum air bersih didistribusikan proses desinfeksi mutlak dilakukan sebaik apapun hasil pengolahan yang diperoleh. Read more

Desinfektan Air Dengan Klorin

Desinfektan Air Dengan Klorin. Desinfektan merupakan bahan kimia atau pengaruh fisika yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran bakteri dan virus. Proses desinfektan umumnya ada dua cara yaitu cara fisik (pemanasan) dan cara kimia (penambahan bahan kimia). Read more

Proses Khlorinasi

Proses khlorinasi, Banyak yang belum faham Khlorinasi. Klorin, khlorin atau chlorine merupakan bahan utama yang digunakan dalam proses khlorinasi. Sudah umum pula bahwa khlorinasi adalah proses utama dalam proses penghilangan kuman penyakit air ledeng, air bersih atau air minum yang akan kita gunakan. Sebenarnya proses khlorinasi tersebut sangat efektif untuk menghilangkan kuman penyakit terutama bila kita menggunakan air ledeng. Tetapi dibalik kefektifannya itu klorin juga bisa berbahaya bagi kesehatan kita jika tidak sesuai dengan aturan dan petunjuk pemakaian.

Klorinasi merupakan salah satu bentuk pengolahan air yang bertujuan untuk membunuh kuman dan mengoksidasi bahan-bahan kimia dalam air. Kadar sisa klor sebagai produk klorinasi dipengaruhi oleh beberapa bahan kimia yang bersifat reduktor terhadap klor yang mengakibatkan kadar sisa klor dalam air tidak cukup untuk membunuh bakteri.

Klorin ini banyak digunakan dalam pengolahan limbah industri, air kolam renang, dan air minum di Negara-negara sedang berkembang karena sebagai desinfektan, biayanya relatif murah, mudah, dan efekti. Senyawa-senyawa klor yang umum digunkan dalam proses klorinasi, antara lain, gas klorin, senyawa hipoklorit, klor dioksida, bromine klorida, dihidroisosianurate dan kloramin.

Klorinasi adalah proses penambahan elemen klorin ke air sebagai metode pemurnian air untuk membuatnya layak dikonsumsi manusia sebagai air minum. Air yang telah diklorinasi efektif dalam mencegah penyebaran penyakit.

khlorinasi proses

Menghitung Dosis Klorin Pada Klorinasi
Secara umum, dosis klorin yang dibutuhkan dalam porses klorinasi adalah jumlah dari kebutuhan klorin dan sisa klorin yang diperlukan (atau sesuai dengan regulasi yang berlaku). Namun perlu juga diperhatikan bahwa pada saat proses kontak berlangsung akan ada klorin yang hilang dan faktor kehilangan klorin ini perlu diperhitungkan agar dosis klorin yang diberikan tidak kurang.

1. Kebutuhan klorin
Kebutuhan klorin atau chlorine demand dapat diketahui dengan analisis di laboratorium. Saat ini telah banyak instrumen laboratorium bahkan portable yang memiliki fungsi pembacaan kebutuhan klorin. Kita tinggal menambahkan reagen yang biasanya sudah disediakan oleh pembuat instrumen kemudian melakukan pembacaan pada alat yang sesuai.

2. Sisa klorin yang dibutuhkan
Konsentrasi sisa klorin perlu diketahui karena apabila kurang maka proses klorinasi tidak akan efektif. Sebaliknya, apabila berlebih maka akan membahayakan organisme perairan. Seperti halnya pada penentuan kebutuhan klorin, konsentrasi sisa klorin juga dapat dianalisis menggunakan instrumen di laboratorium.

Cara lain untuk mengetahui kebutuhan sisa klorin adalah menggunakan parameter jumlah coliform sebelum dan sesudah proses klorinasi. Metode ini melibatkan analisis mikroorganisme yaitu perhitungan bakteri coliform. Selain itu, lamanya waktu kontak juga akan mempengaruhi konsentrasi klorin yang dibutuhkan. Rumus yang digunakan yaitu (Metcalf&Eddy, 2004): N/No = [(Cr*t)/b]-n Dimana No dan N : konsentrasi bakteri sebelum dan setelah proses desinfeksi (koloni/100 mL) Cr : konsentrasi sisa klorin (mg/L) t : waktu kontak (menit) n : kemiringan kurva inaktivasi b : nilai dimana log N/No = 0 pada kurva inaktivasi

Nilai n dan b yang umum digunakan untuk bakteri coliform dan fecal coliform yang berasal dari efluen pengolahan sekunder adalah 2,8 dan 4 serta 2,8 dan 3 (Metcalf&Eddy, 2004).

3. Dosis tambahan untuk mengatasi klorin yang hilang selama proses kontak
Dosis tambahan yang digunakan untuk waktu kontak selama 1 jam biasanya antara 2 – 4 mg/L (Metcalf&Eddy, 2004). Setelah ketiga komponen tersebut diketahui kita tinggal menjumlahkan ketiganya dan memperoleh dosis klorin yang diperlukan.

Berikut beberapa kegunaan klorin:

  1. Memiliki sifat bakterisidal dan germisidal.
  2. Dapat mengoksidasi zat besi, mangan, dan hydrogen sulfide.
  3. Dapat menghilangkan bau dan rasa tidak enak pada air.
  4. Dapat mengontrol perkembangan alga dan organisme pembentuk lumut yang dapat mengubah bau dan rasa pada air.
  5. Dapat membantu proses koagulasi.

Cara kerja klorin
Klorin dalam air akan berubah menjadi asam klorida. Zat ini kemudian di netralisasi oleh sifat basa dan air sehingga akan terurai menjadi ion hydrogen dan ion hipoklorit.

Klorin sebagai disenfektan terutama bekerja dalam bentuk asam hipoklorit (HOCl) dan sebagian kecil dalam bentuk ion hipoklorit (OCl-). Klorin dapat bekerja dengan efektif sehingga desinfektan jika berada dalam air dengan pH sekitar 7. Jika nilai pH air lebih dari 8,5, maka 90% dari asam hippokorit itu akan mengalami ionisasi menjadi ion hipoklorit. Dengan demikian, khasiat desinfektan yang memiliki klorin menjadi lemah atau berkurang.

Cara kerja klorin dalam membunuh kuman yaitu penambahan klorin dalam air akan memurnikannya dengan cara merusak struktur sel organisme, sehingga kuman akan mati. Namun demikian proses tersebut hanyak akan berlangsung bila klorin mengalami kontak langsung dengan organisme tersebut. Jika air mengandung lumpur, bakteri dapat bersembunyi di dalamnya dan tidak dapat dicapai oleh klorin.

Klorin membutuhkan waktu untuk membunuh semua organisme. Pada air yang bersuhu lebih tinggi atau sekitar 18’C, klorin harus berada dalam air paling tidak selama 30 menit. Jika air lebih dingin, waktu kontak harus ditingkatkan. Karena itu biasanya klorin ditambahkan ke air segera setelah air dimasukkan ke dalam tangki penyimpanan atau pipa penyalur agar zat kimia tersebut mempunyai cukup waktu untuk bereaksi dengan air sebelum mencapai konsumen. Efektivitas klorin juga dipengaruhi oleh pH (keasaman) air. Klorinasi tidak akan efektif jika pH air lebih dari 7.2 atau kurang dari 6.8

Berikut istilah dalam proses Klorin mematikan MO:

  1. Dosis klorin/Chlorine Dosage = Jumlah klorin yang ditambahkan, biasanya dinyatakan dalam satuan mg/l.
  2. Kebutuhan klrorin/Chlorine Demand = Jumlah klorin yang tidak tersedia sebagai desinfektan sebagai akibat reaksi dari berbagai senyawa.
  3. Residu klorin/Chlorine Residual = Jumlah klorin yang tersedia sebagai desinfektan setelah waktu kontak tertentu.
  4. Ketersedian residu klorin bebas = Jumlah dari residu klorin yang tersedia dalam air maupun air limbah.

Sumber [Aneka Sumber]