desalinasi air laut

Air Minum Proses Desalinasi

Proses desalinasi air laut merupakan penyulingan air laut untuk menghilangkan kadar garam berlebih pada air laut sehingga menghasilkan air tawar yang dapat dikonsumsi. Proses desalinasi yang baik menghasilkan produksi tinggi tetapi menggunakan energi yang murah dan ramah lingkungan. Read more

3 Tahap Desalinasi Air Laut

Desalinasi air laut adalah pengurangan kadar garam dari air laut. Sedangkan dalam arti luas desalinasi adalah proses pengurangan kadar garam dari dalam suatu larutan. Artikel ini akan membahas 3 tahap desalinasi air laut dengan teknologi reverse osmosis (RO). Teknologi Reverse Osmosis ini telah digunakan untuk menyaring air laut menjadi air murni sejak tahun 1970. Read more

Proses Desalinasi Air Laut

Desalinasi air laut adalah proses untuk menghilangkan kadar garam berlebih dalam air untuk mendapatkan air yang aman untuk dikonsumsi. Seringkali proses desalinasi air laut menghasilkan garam dapur sebagai hasil sampingan. Ada beberapa metode desalinasi air laut yang banyak digunakan saat ini antara lain Read more

Desalinasi Dengan Reverse Osmosis

Reverse osmosis yang digunakan untuk desalinasi umumnya disebut sea water reverse osmosis (SWRO). Teknologi pengolahan air laut ini banyak digunakan oleh beberapa negara maju dan berkembang sebagai salah satu cara megatasi krisi air.

Read more

Desalinasi Untuk Pulau Kecil

Desalinasi Untuk Pulau Kecil, Air minum merupakan kebutuhan dasar manusia yang sangat penting. Tidak semua wilayah memiliki sumber air yang baik. Wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil merupakan daerah yang sulit akan sumber air tawar sehingga timbul masalah akan pemenuhan kebutuhan air untuk konsumsi. Sumber air di wilayah pulau-pulau kecil terdiri dari 3 jenis sumber air yaitu air atmosferik (hujan), air permukaan, dan air tanah. Jumlah sumber daya air yang berasal dari air hujan akan bergantung pada musim yang sedang berlangsung. Sumber daya air yang terdapat di wilayah tersebut umumnya berkualitas buruk, misalnya air tanahnya payau atau asin. Read more

Desalinasi Diatas Kapal Laut

Desalinasi diatas kapal laut merupakan salah satu solusi megatasi krisis air bersih. Biasanya daerah yang mengalami krisis air bersih adalah daerah pesisir pantai. Pada daerah pesisir pantai air bersih merupakan barang langka, apalagi saat musim kemarau tiba. Pasokan air bersih sangat kurang karena daerah pesisir pantai banyak yang belum terjangkau oleh jaringan pipa PDAM Jaya. Kondisi ini diperparah dengan tidak tersedianya sumber hidrologi permukaan seperti sungai dan mata air sedangkan air tanah yang ada berasa payau karena telah terinfiltrasi oleh air laut sehingga perlu pengolahan yang lebih lanjut untuk dapat memanfaatkan air tanah tersebut. Saat ini air hujan menjadi alternatif dalam penyediaan air bersih. Padahal air hujan yang ditadah mengandung banyak zat berbahaya untuk kesehatan, seperti toksin, seng, dan bakteri ecoli yang tercampur saat ditadah melalui atap rumah. Read more

Proses Desalinasi Reverse Osmosis

Proses desalinasi air laut dengan reverse osmosis atau osmosis terbalik memiliki keunggulan kecepatan proses pengolahan dalam memproduksi air bersih. Teknologi desalinasi air laut ini menggunakan tenaga pompa sehingga bisa memaksa produksi air keluar lebih banyak. Secara proses sistem desalinasi air laut reverse osmosis ini menggunakan membran sebagai pemisah air dengan pengotornya. Read more

Desalinasi Air Laut Tenaga Surya

Desalinasi air laut kini semakin berkembang, salah satu teknologi desalinasi air laut terbaru menggunakan tenaga surya, Kelangkaan sumber air tawar dan kebutuhan akan pasokan air yang lebih besar merupakan persoalan mendesak di banyak negara di dunia, termasuk Indonesia. Badan Pusat Statistik memperkirakan penduduk Indonesia akan mencapai 247,5 juta pada 2015. Ini berarti Indonesia membutuhkan 9.391 miliar kubik air pada 2015 atau 47 persen lebih banyak dari yang dibutuhkannya pada 2000. Read more

Desalinasi air laut menghasilkan listrik metode baru,

Desalinasi air suatu proses pengolahan air, kali ini ada desalinasi air dengan menciptakan medan listrik kecil yang membuang garam dari air laut, ahli kimia di University of Texas di Austin, Amerika Serikat, dan University of Marburg di Jerman menemukan ada metode baru untuk desalinasi air laut yang hanya membutuhkan sedikit energi dan jauh lebih sederhana daripada teknik biasa. Begitu sedikitnya energi yang diperlukan metode desalinasi air baru ini sehingga dapat beroperasi hanya dengan baterai biasa.
Prosesnya meniadakan masalah yang dihadapi metode desalinasi air saat ini karena tidak membutuhkan membran penyaring garam. Para ahli kimia ini bisa memisahkan garam dari air laut pada skala mikro untuk menghasilkan air tawar lebih cepat.
Para peneliti di University of Texas di Austin (UT) dan University of Marburg di Jerman telah menciptakan sebuah cara yang sederhana dan efisien untuk menghilangkan kandungan garam air laut. Setelah selesai, air dapat digunakan sebagai air minum atau untuk mengairi tanaman. Metode desalinasi saat mengambil garam dari air laut menggunakan membran sebagai filter. Metode baru, yang disebut elektrokimia melakukan desalinasi air laut dengan menggunakan chip elektronik kecil yang diisi dengan air laut. Chip ini sangat efisien dalam menghilangkan garam dari air dan hanya membutuhkan kekuatan dari baterai kecil yang dapat dibeli di toko.desalinasi air chip
Kebutuhan air minum segar merupakan kebutuhan yang mendesak. Sebuah studi dari Yale University dan University of Notre Dame 2011 menemukan desalinasi akan memainkan peran penting selagi persediaan air menjadi semakin terbatas. Tim di Jerman dan Texas telah menggambarkan proses mereka dalam jurnal Angewandte Chemie (Kimia Terapan) dan sekarang menggunakan teknologi yang dipatenkan untuk membuat perusahaan startup mereka sendiri yang disebut Okeanos Technologies.
“Ketersediaan air minum dan irigasi tanaman merupakan salah satu persyaratan yang paling dasar untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia,” kata Richard Crooks dengan University of Texas.
“Desalinasi air laut adalah salah satu cara untuk mengatasi kebutuhan ini, tetapi metode terbaru untuk desalinasi air mahal dan mudah terkontaminasi membran. Metode bebas membran yang kami kembangkan masih perlu disempurnakan dan ditingkatkan, tetapi jika kita bisa sukses pada saat itu, maka suatu hari ada kemungkinan untuk menyediakan air bersih dalam skala besar dengan menggunakan sistem sederhana, bahkan portabel.”
Chip plastik baru bekerja dengan cara memisahkan garam dari air dan mengarahkannya di sepanjang jalan yang berbeda. Hanya ada sejumlah kecil tegangan (3,0 volt) yang dibutuhkan untuk daya pemisahan ini. Selagi air asin melewati chip, sejumlah kecil tegangan yang diterapkan akan menetralkan beberapa ion klorida dalam air garam. Hal ini menciptakan apa yang tim sebut sebagai “zona deplesi ion” yang meningkatkan jumlah listrik di tempat itu. Garam kemudian memisahkan dari air ketika mendekati zona deplesi, mengirim garam sepanjang satu saluran dan air segar bersama yang lain.
Pada tahap sekarang, chip sangat kecil dan tim hanya mampu mencapai tingkat desalinasi 25 persen pada tes mereka. Namun, mereka percaya bahwa mereka akan segera dapat mencapai desalinasi 99 persen, jumlah yang diperlukan untuk menciptakan air minum.
“Ini adalah bukti prinsip,” kata Kyle KNUST, seorang mahasiswa pascasarjana yang bekerja di bawah Crooks di lab.
“Kami telah membuat perbaikan kinerja yang sebanding ketika mengembangkan aplikasi lain berdasarkan pembentukan zona deplesi ion. Itu menunjukkan bahwa 99 persen desalinasi air tidak di luar jangkauan kita. “
Tony Frudakis, pendiri Okeanos Technologies juga percaya tim akan mampu mencapai 99 persen desalinasi dengan penemuan baru mereka, sehingga memberikan air tawar penting untuk daerah-daerah yang sangat membutuhkannya. Frudakis juga mengatakan teknologi ini bisa terukur dengan baik dan bekerja di aplikasi kecil seperti mesin soda atau sesuatu yang cukup besar untuk memberikan bantuan bencana.
Teknik yang disebut desalinasi air laut dengan perantara elektrokimia ini dideskripsikan dalam jurnal Angewandte Chemie. Tim riset ini dipimpin oleh Richard Crooks dari University of Texas dan Ulrich Tallarek dari University of Marburg. Mereka tengah mengajukan hak paten atas metode yang kini dikembangkan secara komersial oleh perusahaan startup Okeanos Technologies.
“Ketersediaan air untuk minum dan irigasi pertanian adalah salah satu kebutuhan paling dasar untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan manusia,” kata Crooks. “Desalinasi air adalah salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan ini, tapi sebagian besar metode yang ada terlalu mahal dan membrannya mudah terkontaminasi.”
Metode bebas membran yang dikembangkan oleh Crooks dan timnya memang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan skalanya, “Tapi, jika kami berhasil, suatu hari nanti kita bisa menyediakan air tawar berskala besar dengan menggunakan sistem sederhana, bahkan mungkin juga portabel.”
Untuk desalinasi air laut memisahkan garam dari air laut, peneliti menyalurkan listrik voltase kecil (3,0 volt) pada cip plastik berisi air laut. Chip itu mengandung kanal-kanal mikro dengan dua cabang. Pada persimpangan kanal, elektroda yang tertanam di bawahnya akan menetralkan ion klorida dalam air laut untuk menciptakan “zona pengurangan ion” yang menciptakan medan listrik lokal. Perubahan medan listrik ini cukup untuk memindahkan garam ke cabang lain, sehingga air yang telah melalui proses desalinasi mengalir ke cabang/ pipa pendistribusian air lainnya.
Sumber [anekasumber]

Desalinasi air laut bertenaga bakteri

Desalinasi air laut kini makin berkembang, salah satunya desalinasi air laut yang terbaru adalah suatu proses yag dapat membersihan air limbah dan juga dapat menghasilkan sumber listrik dapat diterapkan untuk mengurangi 90 persen garam yang terkandung dalam suatu larutan atau air laut, hal ini dinyatakan oleh tim peneliti internasional dari China dan Amerika.

Air bersih untuk  minum, mencuci, dan industri terdapat dalam jumlah yang terbatas dibeberapa Negara yang ada di dunia. Ketersediaannya di masa yang akan datang menjadi salah satu permasalahan dunia. Beberapa Negara menerapkan proses desalinasi air dengan menggunakan osmosis balik-yaitu proses yang menerapkan tekanan tinggi pada air melalui suatu membran yang hanya dapat dilewati oleh molekul air bukan molekul garamnya-atau ada juga yang menerapkan elektrodialisis yaitu proses yang menggunakan listrik untuk memisahkan ion-ion garam dari air melalui suatu membrane. Yang perlu di catat kedua proses diatas sama-sama mengkonsumsi energi yang tinggi.

Desalinasi air laut dapat dilakukan tanpa energi listrik atau tekanan yang tinggi dengan cara menggunakan sumber materi organic sebagai bahan bakar untuk mendesalinasi air”, para peneliti melaporkan dalam jurnal Environmental Science and Technology.desalinasi air laut

“Salah satu kendala yang dihadapi untuk proses desalinasi air laut adalah dibutuhkannya energi listrik yang cukup banyak, dan dengan menggunakan desalinasi sel mikroba kami secara nyata dapat mendesalinasi air sekaligus menghasilkan listrik pada saat kami mengambil material organic dari air limbah”, kata Bruce Logan, Profesor Kappe dari Environmental Engineering, Penn State.

Tim tersebut memodifikasi mikroba fuel sel yaitu suatu alat yang mengunakan bakteri secara alami untuk mengubah air limbah menjdai air bersih dan listrik-sehingga alat ini dapat dipakai untuk desalinasi air laut.

“Tujuan kami adalah untuk menunjukkan bahwa dengan menggunakan bakteri kami dapat memproduksi sejumlah arus listrik yang mampu melakukan hal ini”,  kata Logan. “Bagaimanapun juga proses ini membutuhkan 200 mililiter air limbah buatan-asam cuka dalam air-untuk men desalinasi air 3 mililiter air garam. Hal ini bukan merupakan hal praktis sebab sistem kami belum teroptimalkan tapi hal ini cukup memberi bukti bahwa konsep yang kami ajukan terbukti berhasil.

Mikroba fuel sel terdiri dari dua bilik, satu bilik diisi dengan air limbah atau nutrien dan satunya diisi dengan air, setiap bilik terdapat elektroda. Secara alami bakteri yang terdapat dalam limbah akan mengkonsumsi material organic yang terdapat dalam limbah dan sekaligus meghasilkan arus listrik.

Dengan sedikit mengubah mikroba fuel sel yaitu dengan cara menambah bilik ketiga diantara dua bilik yang sudah ada dan meletakkan sejumlah membrane yang spesifik terhadap ion—yaitu membrane yang dapat dilewati ion positif aja atau sebaliknya dan tidak dapat dilewati keduanya –yang diletakkan diantara bilik pusat dan elektroda positif dan negative. Air yang mengandug garam kemudian diletakkan di bilik ini.

Air laut mengandung sekitar 35 gram perliter sedangkan air garam biasanya haya 5 gram perliter. Garam tidak hanya terlarut dalam air akan tetapi juga terdisosiasi menjadi ion positif dan negative. Pada saat bakteri dalam fuel sel tersebut mengkonsumsi material yang ada dalam air limbah maka akan dihasilkan proton. Proton ini tidak bisa melewati membrane anion sehingga ion negative dari bilik pusat akan megalir ke bilik tempat air limbah untuk menyeimbangkan ion positif. Pada desalinasi air, elektroda yang lain proton terkonsumsi sehingga ion positif dari bilik pusat mengalir ke bilik tersebut. Hasil proses desalinasi air laut / air garam yang ada di bilik pusat akan terdesalinasi.

Dikarenakan gram membantu fuel sel untuk menghasilkan listrik maka etika bilik pusat enjadi semakin encer (kadar garamnya berkurang) maka konduktifitas sel berkurang dan produksi listrikpun berkurang juga, hal inilah yang menyebabkan mengapa hanya 90 persen kadar garam yang bisa dihilangkan.

Permasalahan lain dalam desalinasi air laut teknologi ini adalah ketika proton dihasilkan pada salah satu elektroda dan proton dikonsumsi pada elektroda yang lain maka salah satu bilik akan bersifat asam sedangkan yang lain bersifat basa.Dengan mecampur kedua cairan dari dua bilik ini ketika mereka dibuang akan menghasilkan cairan netral sehingga permasalahan ini dapat diatasi. Akan tetapi kemampuan bakteri hidup dalam kondisi asam ketika sel dijalankan menjadi satu permasalahan lain sehingga dalam eksperimen tim menambhakan buffer secara periodic untuk mengatasi hal ini. Masalah ini tidak akan menjadi kendala ketika sistem desalinasi air laut kami telah menghasilkan sejumlah air terdesalinasi dalam jumlah yang cukup. Tak heran jika eksperimen tim ini di support oleh King Abdullah University of Science and Technology, Saudi Arabia and Ministry of Science and Technology, China

Sumber [AnekaSumber]

 

Pages:12Next »