cara pengolahan air limbah

Cara pengolahan air limbah industri

Pengolahan air limbah industri semakin penting. Pengolahan air limbah industri bertujuan untuk menetralkan air limbah dari bahan-bahan tersuspensi dan terapung, menguraikan bahan organic biodegradable, meminimalkan bakteri patogen, serta memerhatikan estetika dan lingkungan. Pengolahan air limbah insdustri dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara alami dan secara buatan.

Air limbah merupakan campuran dari sampah cair yang berasal dari daerah perdagangan, perkantoran, pemukiman, industri, perumahan yang bercampur dengan air permukaan, air hujan, dan atau air tanah. Hampir seluruh kegiatan manusia menghasilkan limbah air.

Pengolahan air  limbah industri adalah kegiatan terpadu yang meliputi kegiatan pengurangan (minimization), segregasi (segregation), penanganan (handling), pemanfaatan dan pengolahan air limbah. Dengan demikian untuk mencapai hasil yang optimal, kegiatan-kegiatan yang melingkupi pengelolaan air limbah perlu dilakukan dan bukan hanya mengandalkan kegiatan penyaringan air limbah industri saja. Bila pengelolaan limbah hanya diarahkan pada kegiatan penyaringan air limbah industri maka beban kegiatan di Instalasi Pengolahan Air Limbah akan sangat berat, membutuhkan lahan yang lebih luas, peralatan lebih banyak, teknologi dan biaya yang tinggi. Kegiatan pendahuluan pada pengelolaan limbah (pengurangan, segregasi dan penanganan limbah) akan sangat membantu mengurangi beban pengolahan limbah di IPAL.

Tren pengolahan air  limbah di industri adalah menjalankan secara terintergrasi kegiatan pengurangan, segregasi dan handling air limbah sehingga menekan biaya dan menghasilkan output air limbah yang lebih sedikit serta minim tingkat pencemarnya. Integrasi dalam pengelolaan air limbah tersebut kemudian dibuat menjadi berbagai konsep seperti: produksi bersih (cleaner production), atau minimasi limbah (waste minimization).

pengolahan air limbah industri

Pengolahan / penyaringan air limbah biasanya menerapkan 3 tahapan proses yaitu pengolahan pendahuluan (pre-treatment), pengolahan utama (primary treatment), dan pengolahan akhir (post treatment). Pengolahan pendahuluan ditujukan untuk mengkondisikan alitan/polutan, beban limbah dan karakter lainnya agar sesuai untuk masuk ke pengolahan utama. Pengolahan limbah utama adalah proses yang dipilih untuk menurunkan pencemar utama dalam air limbah industri. Selanjutnya pada penyaringan air limbah akhir dilakukan proses lanjutan untuk mengolah air limbah agar sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan.

Air limbah industri adalah hasil dari perkembangan industri yang pesat dan penerapan kemajuan teknologi yang menimbulkan dampak limbah cair industri pada lingkungan bila tidak melalui proses pengolahan air limbah. Pengertian limbah cair industri adalah air yang tidak bersih/ air kotor dan mengandung berbagai zat berbahaya yang membahayakan kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya yang dihasilkan dari kegiatan industri.

Sumber limbah cair / air limbah industri dan jenis limbah cair dari industri diantaranya:

1) Limbah cair / air limbah pada industri tekstil berupa zat organik beracun untuk menyamak kulit dan kertas.

2) Limbah cair / air limbah pada industri elektroplating dan engineering works, limbah cair pada industri kimia (farmasi/pestisida/logam berat/pupuk). dan limbah cair pada industri pemrosesan bahan bakar (gas reforming dan oil refinery) yang bersifat toksik atau beracun.

3) Limbah cair / air limbah pada industri logam dan pertambangan dimana limbahnya mengandung banyak padatan tersuspensi dengan volume limbah yang besar.

4) Limbah cair / air limbah pada industri makanan yang limbahnya merupakan senyawa organik berbentuk larutan,koloid dan suspensi dari kegiatan pemrosesan daging, pemrosesan produk pertanian, dan pengalengan (permen/bir/susu/keju).

Tujuan penyaringan air limbah industri adalah mengurangi dampak negatif limbah cair terhadap lingkungan. Cara mengolah air limbah industri adalah dengan mengurangi jumlah dan kekuatan air limbah industri sebelum dibuang ke perairan penerima/ atau saluran pembuangan air. Pengertian baku mutu air limbah adalah ukuran batas pencemaran dalam air limbah dari usaha atau kegiatan sebelum dilepas atau dibuang ke dalam sumber air.

Teknik pengolahan air limbah industri pada salah satu industri yaitu:

1) Cara Pengolahan limbah cair Secara Biologi

cara mengolah air limbah secara biologi adalah dengan pengolahan air limbah paling murah dan efisien. Proses penyarigan air limbah dengan cara biologi dibedakan menjadi reaktor pertumbuhan tersuspensi dan reaktor pertumbuhan lekat.

2) Cara Pengolahan Limbah cair secara Kimia

Pengelolaan air limbah secara kimia dilakukan dengan membubuhkan elektrolit untuk menghilanhgkan partikel-partikel tidak mudah mengendap (koloid) seperti zat organik beracun/senyawa fosfor/logam berat agar menjadi netralisasi muatan koloid sehingga mudah diendapkan.

3) Cara Pengolahan Limbah Cair Secara Fisika

Penyaringan air limbah industri secara fisika perlu jangka waktu lama dan prosesnya sangat rumit karena menyaring zat yang berukuran besar dan memisahkan bagian suspensi yang mudah mengendap sehingga air limbah yang dibuang tidak lagi mengandung minyak/lemak.

Untuk suatu jenis air limbah tertentu, ketiga jenis proses dan alat penyaring  air limbah industri tersebut dapat diaplikasikan secara sendiri-sendiri atau dikombinasikan.

Pilihan mengenai teknologi pengolahan air limbah industri dan alat yang digunakan seharusnya dapat mempertimbangkan aspek teknis, ekonomi dan pengelolaannya.

Dengan menerapkan sistem pengolahan air limbah industri menghasilkan air bersih yang tidak lagi mengandung senyawa organik beracun dan bakteri yang berbahaya bagi kesehatan. Air tersebut dapat dipergunakan kembali sebagai sumber air untuk kegiatan industri selanjutnya. Diharapkan pemanfaatan sistem daur ulang air limbah akan dapat mengatasi permasalahan persediaan cadangan air tanah demi kelangsungan kegiatan industri dan kebutuhan masyarakat akan air.

Demikian informasi mengenai cara mengatasi air limbah industri menjadi air bersih dan tidak mencemari lingkungan hidup.  Semoga bermanfaat dan dapat di terapkan di kehidupan anda semua.
Salam Sehat, salam lestari 😀

Sumber [Aneka Sumber]

Pengolahan air limbah dan Jenis air limbah

Pengolahan Air limbah atau air buangan adalah sisa air yang dibuang yang berasal dari rumah tangga, industri maupun tempat-tempat umum lainnya, dan pada umumnya mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang dapat membahayakan bagi kesehatan manusia serta menggangu lingkungan hidup.

Batasan lain mengatakan bahwa air limbah adalah kombiasi dari cairan dan sampah cair yang berasal dari daerah pemukiman, perdagangan, perkantoran dan industri, bersama-sama dengan air tanah, air permukaan dan air hujan yang mungkin ada (Haryoto Kusnoputranto, 1985).

Dari batasan tersebut dapat disimpulkan bahwa air buangan adalah air yang tersisa dari kegiatan manusia, baik kegiatan rumah tangga maupun kegiatan lain seperti indusri, perhotelan dan sebagainya maka sebaiknya melewati proses pengolahan air limbah.pengolahan air limbah

Meskipun merupakan air sisa namun volumenya besar karena lebih kurang 80% dari air yang digunakan bagi kegiatan-kegiatan manusia sehari-hari tersebut dibuang lagi dalam bentuk yang sudah kotor (tercemar). Selanjutnya proses pengolahan air limbah ini akhirnya akan mengalir ke sungai dan laut dan akan digunakan oleh manusia lagi. Oleh sebab itu, air buangan ini harus dikelola dan atau diolah secara baik.

Air limbah ini berasal dari berbagai sumber, secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi sebagai berikut :

a. Air buangan yang bersumber dari rumah tangga (domestic wastes water), yaitu air limbah yang berasal dari pemukiman penduduk. Pada umumnya air limbah ini terdiri dari ekskreta (tinja dan air seni), air bekas cucian dapur dan kamar mandi, dan umumnya terdiri dari bahan-bahan organik.

b. Air buangan industri (industrial waste water) yang berasal dari berbagai jenis industri akibat proses produksi. Zat-zat yang terkandung didalamnya sangat bervariasi sesuai dengan bahan baku yang dipakai oleh masing-masing industi, antara lain nitrogen, sulfida, amoniak, lemak, garam-garam, zat pewarna, mineral, logam berat, zat pelarut, dan sebagainya. Oleh sebab itu, pengolahan air limbah ini, agar tidak menimbulkan polusi lingkungan menjadi lebih rumit.

c. Air buangan kotapraja (municipal wastes water) yaitu air buangan yang berasal dari daerah perkantoran, perdagangan, hotel, restoran, tempat-tempat umum, tempat-tempat ibadah, dan sebagainya. Pada umumnya zat-zat yang terkandung dalam jenis air limbah ini sama dengan air limbah rumah tangga.

1. Karakteristik Air Limbah

Karakteristik air limbah perlu dikenal karena hal ini akan menentukan cara pengolahan yang tepat sehingga tidak mencemari lingkungan hidup. Secara garis besar karakteristik air limbah ini digolongkan sebagai berikut :

a. Karakteristik Fisik

Sebagian besar terdiri dari air dan sebagian kecil terdiri dari bahan-bahan padat dan suspensi. Terutama air limbah rumah tangga, biasanya berwarna suram seperti larutan sabun, sedikit berbau. Kadang-kadang mengandung sisa-sisa kertas, berwarna bekas cucian beras dan sayur, bagian-bagian tinja, dan sebagainya.

b. Karakteristik Kimiawi

Biasanya air buangan ini mengandung campuran zat-zat kimia anorganik yang berasal dari air bersih serta bermacam-macam zat organik berasal dari penguraian tinja, urine dan sampah-sampah lainnya. Oleh sebab itu pada umumnya bersifat basa pada waktu masih baru dan cenderung ke asam apabila sudah mulai membusuk supaya tidak mencemari lingkungan air limbah wajib di treatment menggunakan alat pengolaha air limbah.

Substansi organik dalam air buangan terdiri dari 2 gabungan, yakni :
– Gabungan yang mengandung nitrogen, missalnya urea, protein, amine dan asam
amino.
– Gabungan yang tak mengandung nitrogen,, misalnya lemak, sabun dan
karbohidrat, termasuk selulosa.

c. Karakteristik Bakteriologis

Kandungan bakteri patogen serta organisme golongan coli terdapat juga dalam air limbah tergantung darimana sumbernya namun keduanya tidak berperan dalam proses pengolahan air limbah.

Sesuai dengan zat-zat yang terkandung didalam pengolahan air limbah ini maka air limbah yang tidak diolah terlebih dahulu akan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup antara lain :
a. Menjadi transmisi atau media penyebaran berbagai penyakit, terutama kolera,
typhus abdominalis, disentri baciler.
b. Menjadi media berkembangbiaknya mikroorganisme patogen.
c. Menjadi tempat-tempat berkembangbiaknya nyamuk atau tempat hidup larva
nyamuk.
d. Menimbulkan bau yang tidak enak serta pandangan yang tidak sedap.
e. Merupakan sumber pencemaran air permukaan, tanah dan lingkungan hidup
lainnya.
f. Mengurangi produktivitas manusia karena orang bekerja dengan tindak nyaman
dan sebagainya.

Untuk mencegah atau mengurangi akibat-akibat buruk tersebut di atas diperlukan kondisi, persyaratan dan upaya-upaya sedemikian rupa sehingga air limbah tersebut :
a. Tidak mengakibatkan kontaminasi terhadap sumber air minum.
b. Tidak mengakibatkan pencemaran terhadap permukaan tanah.
c. Tidak menyebabkan pencemaran air untuk mandi, perikanan, air sungai, atau
tempat-tempat rekreasi.
d. Tidak dapat dihinggapi serangga dan tikus dan tidak menjadi tempat
berkembangbiaknya berbagai bibit penyakit dan vektor.
e. Tidak terbuka kena udara luar (jika tidak diolah) serta tidak dapat dicapai oleh
anak-anak.
f. Baunya tidak mengganggu.

Cara Pengolahan Air Limbah Secara Sederhana

Pengolahan air limbah dimaksudkan untuk melindungi lingkungan hidup terhadap pencemaran air limbah tersebut. Secara ilmiah sebenarnya lingkungan mempunyai daya dukung yang cukup besar terhadap gangguan yang timbul karena pencemaran air limbah tersebut. Namun demikian, alam tersebut mempunyai kemampuan yang terbatas dalam daya dukungnya sehingga air limbah perlu diolah sebelum dibuang.

Beberapa cara sederhana pengolahan air buangan antara lain :

1 Pengenceran (Dilution)

Air limbah diencerkan sampai mencapai konsentrasi yang cukup rendah kemudian baru dibuang ke badan-badan air. Tetapi dengan makin bertambahnya penduduk, yang berarti makin meningkatnya kegiatan manusia maka jumlah air limbah yang harus dibuang terlalu banyak dan diperlukan air pengenceran terlalu banyak pula maka cara ini tidak dapat dipertahankan lagi.

Disamping itu cara ini menimbulkan kerugian lain, diantaranya bahaya kontaminasi terhadap badan-badan air masih tetap ada, pengendapan yang akhirnya menimbulkan pendangkalan terhadap badan-badan air, seperti selokan, sungai, dananu, dan sebagainya. Selanjutnya dapat menimbulkan banjir.

2 Kolam Oksidasi (Oxidation Ponds)

Pada prinsipnya cara pengolahan air limbah ini adalah pemanfaatan sinar matahari, ganggang (algae), bakteri dan oksigen dalam proses pembersihan alamiah. Air limbah dialirkan ke dalam kolam besar berbentuk segi empat dengan kedalaman antara 1-2 meter. Dinding dan dasar kolam tidak perlu diberi lapisan apapun. Lokasi kolam harus jauh dari daerah pemukiman dan di daerah yang terbuka sehingga memungkinkan sirkulasi angin dengan baik.

Cara kerjanya antara lain sebagai berikut :

Empat unsur yang berperan dalam proses pembersihan alamiah ini adalah sinar matahari, ganggang, bakteri, dan oksigen. Ganggang dengan butir khlorophylnya dalam air limbah melakukan proses fotosintesis dengan bantuan sinar matahari sehingga tumbuh dengan subur.

Pada proses sintesis untuk pembentukan karbohidrat dari H2O dan CO2 oleh chlorophyl dibawah pengaruh sinar matahari terbentuk O2 (oksigen). Kemudian oksigen ini digunakan oleh bakteri aerobik untuk melakukan dekomposisi zat-zat organik yang terdapat dalam air buangan.

Disamping itu terjadi pengendapan. Sebagai hasilnya nilai BOD dari air limbah tersebut akan berkurang sehingga relatif aman bila akan dibuang ke dalam badan-badan air (kali, danau, dan sebagainya).

3 Irigasi

Air limbah dialirkan ke dalam parit-parit terbuka yang digali dan air akan merembes masuk ke dalam tanah melalui dasar dan dinding parit-parit tersebut. Dalam keadaan tertentu air buangan dapat digunakan untuk pengairan ladang pertanian atau perkebunan dan sekaligus berfungsi untuk pemupukan namun sebelum dialirkan sebaiknya air limbah melalui proses pengolahan air limbah terlebih dahulu.

Hal ini terutama dapat dilakukan untuk air limbah dari rumah tangga, perusahaan susu sapi, rumah potong hewan, dan lain-lainnya dimana kandungan zat-zat organik dan protein cukup tinggi yang diperlukan oleh tanam-tanaman.

Sumber : Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo. Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Cet. ke-2, Mei. Jakarta : Rineka Cipta. 2003. [arulrizal.wordpress.com]