cara kerja saringan air

Alat penjernih air modern

Alat penjernih air & penyaring air berfungsi untuk menghilangkan rasa, bau, dan warna pada air sehingga kualitas air dapat meningkat. cara penyaringan air yang biasa digunakan adalah tawas, karbon aktif dan kaporit, Namun semakin berkembangnya dunia filter air maka munculah media filter terbaru yaitu pureTAG Super. Penggunaan media filter tersebut sebagai alat penjernih air / penyaring air kurang efisien, karena pemisahan endapan dan air cukup sulit.

Teknologi modern alat penjernih & penyaring air. Hadirnya teknologi alat penjernih air sangat efektif mengingat kebutuhan air bersih yang sangat tinggi dan kurangnya pasokan air yang berkualitas tinggi menyebabkan alat penyaring air berkualitas bagus mulai banyak dibutuhkan saat ini. karena kualitas air juga harus diperhatikan, bukan hanya dari segi kuantitas saja. Karena air yang tidak berkualitas dikhawatirkan mengandung senyawa yang dapat membahayakan tubuh.

alat penjernih air

Di daerah tertentu terkadang air bersih sangat sulit didapatkan. Bukan berarti air bersih tidak ada. tetapi di sebagian tempat untuk bisa dipakai minum air harus melewati proses penjernihan dahulu.

Pemanfaatan bahan-bahan tersebut memiliki fungsi masing-masing yaitu tawas untuk memisahkan dan mengendapkan kotoran, karbon aktif untuk menghilangkan bau dan rasa yang tidak enak dalam air. Namun penggunaan bahan tersebut sebagai cara penyaringan air, sekarang ini mulai kuran diminati. Hal ini disebabkan alat penjernih air sederhana seperti ini bisa kita buat sendiri. banyak sekali bahan-bahan yang bisa kita gunakan untuk menjernihkan air secara alami. Misalnya batu, pasir, kerikil, arang sekam padi, ijuk, kapur, tawas, biji kelor dan lain-lain. Kesemuanya itu sangat mudah kita temukan disekitar kita.

Teknologi penjernihan air modern. beberapa teknologi membran pada saringan air yang terkenal ada beberapa jenis:

1. Ultrafiltrasi (UF)
2. Reverse Osmosis (RO)
3. ElektroDialisis (ED)
4. Elektrodialisis Reversal (EDR)
5. Mikrofiltrasi (MF)
6. NanoFiltrasi (NF)

Semua jenis teknologi membrane filter air diatas mampu untuk mengembangkan ion kecuali ultrafiltrasi. karena ukuran pori-pori membran UF terlalu besar untuk menahan ion dan teknologi UF ini hanya dipakai untuk menghilangkan kontaminan (berukuran besat), seperti minyak dan lemak serta suspended solid.

Dari 4 macam teknologi diatas, teknologi reverse osmosis (RO) menggunakan membran RO yang sangat terkenal akan kualitas dari hasil filtrasi nya.

Reverse osmosis RO (Osmosis terbalik) adalah suatu metode penyaringan yang dapat menyaring berbagai molekul besar dan ion-ion dari suatu larutan dengan cara memberi tekanan pada larutan ketika larutan itu berada di salah satu sisi membran seleksi(lapisan penyaring). Proses tersebut menjadikan zat terlarut terendap di lapisan yang dialiri tekanan sehingga zat pelarut murni bisa mengalir ke lapisan berikutnya. Membran seleksi itu harus bersifat selektif atau bisa memilah yang artinya bisa dilewati zat pelarutnya (atau bagian lebih kecil dari larutan) tapi tidak bisa dilewati zat terlarut seperti molekul berukuran besar dan ion-ion. Dalam istilah lebih mudah, reverse osmosis adalah mendorong sebuah solusi melalui filter yang menangkap “solute” dari satu sisi dan membiarkan pendapatan “solvent” murni dari sisi satunya. Proses ini telah digunakan untuk mengolah air laut untuk mendapatkan air tawar, sejak awal 1970-an. Membran yang digunakan untuk reverse osmosis memiliki lapisan padat dalam matriks polimer baik kulit membran asimetris atau lapisan interfasial dipolimerisasi dalam membran tipis film komposit dimana pemisahan terjadi. Dalam kebanyakan kasus, membran ini dirancang untuk memungkinkan air hanya untuk melewati melalui lapisan padat, sementara mencegah bagian dari zat terlarut (seperti ion garam). Proses ini mensyaratkan bahwa tekanan tinggi akan diberikan pada sisi konsentrasi tinggi membrane.

Begitu banyak depot air minum isi ulang memakai teknologi ini dengan tambahan alat pretreatment dan post treatment UV.

Sumber [Aneka Sumber]