arsenik

Jenis Mineral Berbahaya Yang Mencemari Air Minum

Air yang diminum seharusnya bebas dari senyawa atau mineral yang bisa berbahaya bahkan menyebabkan kematian. Sebenarnya mineral apa saja yang tidak boleh ada dalam air minum?

Ben Witham (17 tahun) seorang remaja dari Mount Buddy, Australia diduga meninggal akibat mengalami keracunan arsenik dari air yang dikonsumsinya dua bulan lalu. Arsenik diketahui sebagai senyawa berbahaya dan kadarnya harus sangat diperhatikan agar tidak melebihi ambang batas.

Arsenik mematikan dengan cara merusak sistem pencernaan sehingga menyebabkan kematian akibat shock. Jika dikonsumsi dalam dosis yang tidak mematikan nantinya dapat menyebabkan keracunan kronis dan karsinogenik (zat penyebab kanker).

Di dalam air memang terkandung mineral alami dari lingkungan yang tidak berbahaya bagi tubuh seperti kalsium, natrium, kalium atau flouride. Tapi kadang ditemukan pula mineral yang berbahaya bagi tubuh, seperti dikutip dari Lifewater.ca, Rabu (15/6/2011).

Umumnya mineral yang berbahaya termasuk jenis mineral anorganik karena ia tidak bisa diserap oleh tubuh sehingga jumlahnya akan terakumulasi yang lama kelamaan bisa merusak organ tubuh seperti ginjal dan hati yang berfungsi untuk menyaring racun bahkan hingga kematian jika dosisnya tinggi.

Beberapa mineral anorganik yang seharusnya tidak boleh terkandung dalam air minum karena bisa berbahaya bagi kesehatan seperti:

  1. Timbal
  2. Merkuri
  3. Besi
  4. Arsenik
  5. Magnesium
  6. Alumunium
  7. Mangan

Pencemaran dari mineral anorganik ini termasuk ke dalam kategori kimiawi. Meski umumnya pencemar ini tidak terlihat, tapi kadang pencemar kimia bisa terlihat dari warna air yang keruh, berbau, memiliki rasa tertentu atau berwarna kekuning-kuningan.

Penggunaan air dalam kehidupan manusia harus bebas dari bahan pencemar dan polutan, terutama pada air minum. Karena jika bahan pencemar dalam air tersebut masuk ke dalam tubuh maka ia bisa merusak sistem tubuh yang menyebabkan terjadinya gangguan bahkan hingga kematian.

Air minum yang berkualitas baik harus bebas dari organisme penyebab penyakit, zat kimia berbahaya dan zat radioaktif serta memiliki rasa yang enak, tidak berwarna dan tidak berbau.

Jika air yang diminum menggunakan alat penjernih (seperti penyaring dan karbon aktif) sebaiknya diganti secara teratur, memasak air hingga mendidih dan melakukan pengujian air minum untuk mengetahui apakah mengandung bahan kimia yang bisa berbahaya bagi tubuh atau tidak.

(ver/ir)
Sumber[health.detik.com]