alat penyaring air tanpa bahan kimia

Filter air alami tanpa bahan kimia

Filter air alami tanpa bahan kimia, filter air menjadi kebutuhan untuk menjernihkan air kotor menjadi air bersih. Air merupakan sumber kehidupan bagi manusia, hampir semua kebutuhan sehari-hari manusia pasti membutuhkan air. Mandi, memasak, minum, dan juga kebutuhan untuk mencuci semuanya masih menggunakan air. Memang benar kalau air itu adalah sumber kehidupan, tapi dengan garis bawah jika air tersebut bersih, karena bisa saja air menjadi sumber penyakit jika fisiknya yang keruh atau kotor.

Semakin banyak air yang kita butuhkan untuk kebutuhan kita sehari-hari berarti semakin banyak juga sesuatu yang harus kita lakukan untuk menjaga kebersihan air tersebut. Karena apa gunanya air tersebut jika berwarna keruh, sangat banyak sumber penyakit yang terkandung dalam air yang keruh itu. Sebagian orang mungkin sudah mengerti bagaimana cara menjaga kebersihan air, tetapi tidak sedikit juga orang yang belum mengerti cara menjernihkan air yang keruh dan kotor.

Intensitas hujan di awal tahun ini memicu banjir di beberapa wilayah terutama di Jakarta. Kebutuhan air bersih makin meningkat.  Menurut Tutor Mobil Hijau Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB), Findryaningsih Fiona secara fisik air bersih haruslah jernih, tidak bewarna, tawar dan tidak berbau.

“Secara kimiawi kualitas air yang baik adalah bila memiliki keasaman (pH) netral serta tidak mengandung bahan berbahaya dan beracun. Air sebaiknya tidak mengandung bakteri penyebab penyakiy (patogen) dan bakteri nonpatogen,” kata Fidry.
filter air alami tanpa bahan kimia

Menurut Fidry ada cara penyaringan sederhana dan tradisional untuk membuat air menjadi jernih tanpa kimia, “Ada caranya. Mudah kok cukup dengan media penyaring seperti pasir, arang batok dan lain-lainnya,” kata Fidry.

Berikut cara sederhana menjernihkan air kotor :

Media Penyaring Air
1. Pasir
“Digunakan untuk menyaring padatan. Ukuran pasir yang digunakan biasanya 0,2 – 0,8 mm. Jika sudah keruh, pasir dibersihkan,” kata Fidry.

2. Arang Batok
“Berguna untuk mengurangi warna dan bau. Ukurannya berdiameter 0,1 mm atau berbentuk bubuk. Jika air yang disaring sudah tidak jernih lagi arang batok harus diganti,” ujarnya.

3. Penyaring Lainnya
“Antara lain adalah kerikil, ijuk dan batu. Kapur, tawas dan kaporit disebut sebagai penggumpal koagulan yang membantu menggumpalkan kimia pencemar menjadi endapan,” kata Fidry.

Menjernihkan air kotor tanpa zat kimia menggunakan teknik tradisional, begini caranya :

1. Lumpang Batu
Letakan lumpang batu di dasar sungai dangkal yang kokoh dan tidak beraliran keras. Air sungai akan tersaring karena pori-pori lumpang batu sangat kecil. Untuk mencegah air sungai yang kotor masuk ke dalam air jernih di dalam lumpang perlu dibuat tutup lumpang. Menjernihkan air sungai dengan mudah buatlah lumpang batu dengan batu cadas yang dibentuk seperti mangkok.

2. Arang Batok
Bak penyaringan dibuat sesuai kebutuhan. Letakan pipa bambu yang kulit luarnya dikupas sehingga terlihat bagian dalamnya di dasar bak. Masukan arang batok, ait kotit diharapkan tersaring pada pipa bambu dan atang batok sehingga keluarlah air bersih.

Cara ini memerlukan dua drum berukuran sama yang dilengkapi keran air. Tinggi keran air dari dasar drum kurang lebih 5 sampai 10 cm (harus lebih tinggi dari endaoan lumpur yang akan timbul). Drum pertama berfungsi sebagai bak pengendap dan drum kedua sebagai bak penyaring.

Cara diatas merupakan cara sederhana dan tradisional untuk menjernihkan air. Namun tidak semua masalah air dapat diatasi hanya menggunakan cara tradisional tersebut. Mungkin cara diatas untuk sekedar mengubah air keruh menjadi jernih bisa pada air tertentu, namun apakah air tersebut aman untuk dikonsumsi? Contoh lainya adalah air limbah industri yang memang membutuhkan cara pengolahan air khusus menggunakan teknologi modern sehingga air hasil limbah tersebut aman untuk digunakan kembali dan tidak mencemari lingkungan

Memang untuk mendapatkan air bersih dan sehat tidak semudah merubah air bersih menjadi kotor hanya diberi campuran tinta hitam, atau ditambahi pewarna. Tetapi kalau air kotor dirubah menjadi bersih, itu butuh proses dan teknik khusus.

Oleh karena itu di zaman yang sudah modern dan serba canggih ini menjernihkan air bukan menjadi persoalan yang sulit jika kita mencari teknologi yang tepat untuk mengolah masalah air yang kita alami. Ada banyak sekali pilihan teknologi filter air modern untuk menjernihkan bahkan memurnikan air contohnya adalah MikroFiltrasi (MF), NanoFiltrasi (NF), UltraFiltrasi (UF), Reverse Osmosis  (RO) dan teknologi penjernih air lainya.

Sumber [health.liputan6.com]