alat destilasi air laut

Komponen Alat Dalam Proses Destilasi Air Laut

Destilasi air laut makin menjamur, Destilasi air laut adalah proses pengolahan air laut dengan cara penyulingan. Secara umum pengertian distilling plant adalah Rangkaian proses penguapan yang digunakan untuk mengubah air laut menjadi uap yang selanjutnya didinginkan sehingga terbentuk air suling yang disebut dengan kondensat.

Destilasi merupakan suatu proses yang secara fisik memisahakan suatu campuran menjadi dua atau lebih produk dengan titik penguapan tertentu yang berbeda, dengan keistimewaaan bahwa pemanasan komponen yang lebih mudah menguap akan lebih cepat terpisah dari campuran.

Komponen-Komponen Sistem Destilasi air laut

Beberapa komponen yang membentuk suatu sistem destilasi air laut yang bekerja dengan baik, yang masing-masing komponen tersebut bekerja sesuai dengan kapasitas kemampuannya dalam mendukung kerja suatu sistem destilasi air laut.

Heater (Pemanas)
Panas dapat merambat dengan cara penghantaran aliran dan pancaran.  Heater yaitu suatu alat yang berbentuk tabung dengan bagian dalam terdapat pipa-pipa kecil yang dialiri air panas, sedangkan diluar pipa-pipa kecil dialiri air laut, dengan panas ini akan memanaskan air laut sehingga air laut  mengalami penguapan.

Kondensordestilasi air laut alat
Kondensor adalah alat yang digunakan untuk mengubah bentuk uap menjadi air, yaitu dengan cara menurunkan suhu uap tersebut hingga mencapai suhu pengembunannya pada tekanan yang sesuai.

Saringan uap
Saringan/ Filter adalah alat untuk memisahkan benda asing yang ikut bersirkulasi kedalam suatu sistem yang sifatnya akan merusak sistem tersebut.  Pada sistem destilasi air laut saringan uap air terbuat dari logam monel yang berfungsi untuk menyaring uap yang terjadi bersamaan dengan titik air laut yang naik.

Katup Solenoid
Katup solenoid adalah katup yang dapat terbuka dan tertutup dengan menggunakan gaya elektromagnetik.  Arus listrik dialirkan secara otomatis oleh salinometer, ketika kadar garam melebihi batas yang telah ditentukan. Pada saat kadar garam tinggi, sistem otomatis dari salinometer akan mengalirkan arus listrik menuju lampu alarm dan katup solenoid, sehingga lampu alarm akan menyala dan terjadilah medan magnet pada katup selenoid yang akan menarik plunyer kebawah, keadaan seperti ini berarti katup dalam keadaan terbuka.  Pada saat kadar garam rendah, sistem otomatis dari salinometer tidak akan mengalirkan arus listrik menuju lampu alarm dan katup solenoid, sehingga lampu alarm tidak akan menyala dan tidak terjadi medan magnet pada katup solenoid dan plunyer akan kebali ke kedudukannya semula dengan cepat karena beratnya sendiri, keadaan seperti ini berarti katup dalam keadaan tertutup.

Salinometer
Salinometer digunakan untuk mengukur kadar garam yang terkandung didalam air laut hasil destilasi air laut dengan satuan  ppm.  Alat ini dilengkapai dengan lampu peringatan, apabila kadar garam melebihi batas yang telah ditentukan maka lampu akan menyala dan pada waktu yang bersamaan katup solenoid akan membuka dan membuang air yang masih mengandung kadar garam tersebut keluar dari sistem.

Gelas Penduga
Gelas penduga adalah suatu alat untuk mengetahui tinggi rendahnya air di dalam ketel destilasi air laut.

Thermometer
Thermometer adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur suhu. Alat ini bekerja berdasarkan atas mengembang dan mengempisnya sejumlah kecil air raksa atau zat lain.

Flowmeter
Flowmeter adalah alat yang digunakan untuk mengetahui banyaknya air tawar yang dihasilkan oleh distilling plant.

Ejektor
Ejektor bekerja berdasarkan prinsip bernoulli, yaitu jika kecepatan fluida tinggi maka tekananya menjadi rendah dan sebaliknya jika kecepatan fluida rendah maka tekanannya akan tinggi.  Sketsa dari ejektor dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Dilihat dari fungsi dan kegunaannya, ejektor dibagi menjadi dua macam yang masing-masing mempunyai tugasnya sendiri. Adapun ejektor tersebut adalah sebagai berikut :

1. Ejektor Vakum
Agar air laut dapat menguap pada suhu yang lebih rendah, maka tabung destilasi air laut harus di buat vakum dengan cara memasang ejektor yang berhubungan langsung ke ruang kondensor dan akan mengisap terus-menerus udara dan gas-gas yang tidak mencair sehingga dapat menjadi vakum.

2. Ejektor Air Laut
Didalam ruang pemanas sering terjadi penguapan air laut, sehingga jika di biarkan begitu saja kadar garam air laut akan semakin bertambah. Untuk mengatasi ini maka di pasang ejektor yang akan membuang air laut agar volumenya dapat ditahan konstan

Pompa-Pompa Sirkulasi
Zat cair tidak akan berpindah tempat dengan sendirinya dari suatu ujung yang lainnya untuk itu dipergunakan daya dorong untuk melaksanakan pengangkutan ini.  Daya dorong ini adalah perbandingan tekanan yang dibangkitkan dengan pengunaan pompa.  Pompa yang umumnya digunakan adalah pompa sentrifugal. Adapun pompa sirkulasi yang digunakan pada sistem destilasi air laut antara lain :

Pompa Air Laut
Pompa ini digunakan untuk menghisap air laut dan menekannya ke dalam kondensor untuk mengembunkan uap air dan sisanya akan ke ejektor air laut dan ejektor vakum.  Pompa air laut ini selain berfungsi untuk mensirkulasi air pendingin juga berfungsi untuk memvakumkan serta mengalirkan air laut.

Pompa Air Panas
Pompa air panas di gunakan untuk mensirkulasikan air pendingin motor induk yang panas kedalam pipa-pipa kecil tabung heater untuk memanaskan air laut.

Pompa Air Tawar
Pompa ini digunakan untuk menghisap dan menekan air tawar hasil proses destilasi air laut ke tangki penampungan yang selanjutnya akan digunakan untuk berbagai kebutuhan.

Sumber [anekasumber]