air tanah

Air tanah di jakarta semakin sedikit

Air tanah di jakarta semakin sedikit, Persediaan air tanah semakin berkurang di kota besar seperti Jakarta. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) berniat untuk melarang masyarakat Jakarta menggunakan air tanah. Hal ini disebutkan untuk menjaga tanah Jakarta agar tidak terus turun, namun peraturan ini belum dijelaskan detail kapan diimplementasikannya.

Wakil Menteri PU Hermanto Dardak mengatakan sebelum diimplementasikannya aturan ini, pihaknya akan membenahi dan membuat waduk terlebih dahulu untuk mencukupi kebutuhan air di Jakarta dengan menggunakan air permukaan tersebut.

“Dan untuk di Jakarta waduk untuk meningkatkan pelayanan air bersih sebelum kita melarang menggunakan air tanah, tapi waktunya masih panjang. Tapi di beberapa daerah sudah kita larang,” ungkapnya ketika ditemui di JCC, Jakarta.

air tanah kualitasUntuk saat ini, Kemen PU belum membenahi waduk terutama untuk mencukupi kebutuhan air di Jakarta seperti waduk Jatiluhur, dan dari barat sedang membangun waduk Karyan di Banten. “Ini sumber air baku di jakarta, di serang juga ada itu di Cilegon,” ucapnya.
Untuk pembangunan waduk baru saat ini dia menyebutkan ada 3 waduk yaitu waduk Jatibarang, Jatigede dan Karyan di Banten. Selain di Jakarta juga ada waduk di Semarang.

“Jadi ini gunanya selain untuk pengendalian banjir dan dukungan air bersih juga untuk Irigasi, ini semua masih berjalan ini juga,” pungkasnya.

Berdasarkan data peta elektronik yang dikeluarkan Badan Informasi Geospasial (BIG), permukaan tanah di DKI Jakarta mengalami penurunan sekitar 2,8 cm setiap tahunnya. Sebagai langkah pencegahan awal, Gubernur Jokowi segera merealisasikan sumur resapan di titik-titik vital.

“Udah kita anggarkan sumur resapan dalam, dangkal dan pergub untuk sumur resapan. Itu aja,” ujar Jokowi di Kantor Kemenkeu, Jakarta.

Menurut Jokowi, terus menurunnya permukaan tanah di Jakarta karena ratusan gedung yang berdiri megah terus menyedot air bawah tanah. Hal itu juga berdampak pada persediaan air baku di Jakarta.

“Karena memang turunnya karena selalu disedot. Karena itu air baku kita harusnya 100 persen ngambil di Waduk Jatiluhur, Waduk Karya tapi ini belum siap. Sehingga ngejarnya di situ, enggak ada yang lain,” jelas Jokowi.

Jokowi segera melakukan pengecekan ke semua gedung yang membangkang perintahnya untuk membuat sumur resapan. Jika masih ada yang tidak mengindahkan, bersiap saja efek ada efek yang lebih besar yang akan dihadapi Jakarta.

“Ya kalau kita enggak sediakan, kalau mereka kita paksa tidak, alternatifnya kan harus siap, nah ini yang belum. Ini kan kita kejar-kejaran dengan itu. Artinya apa, yang di dalam tanah itu untuk cadangan, di negara manapun seperti itu konsepnya. Lha kita ini enggak punya cadangan diambilin terus, ya jogrok,” tandasnya.

Mungkin sebagai antisipasi masalah berkurangnya jumlah air tanah di kota besar, Khususnya Jakarta . Salah satu cara yang dilakukan oleh salah satu komunitas di Jambi ini dapat diterapkan

Komunitas Konservasi Indonesia (Warsi) Jambi memperkenalkan kepada warga tentang pengelolaan air tanah dengan metode biopori.

Kegiatan ini sekaligus untuk mengurangi kecemasan warga Kota Jambi akan semakin langkanya kualitas dan kuantitas air tanah seiring terjadinya perubahan iklim dan pemanasan global.

“Kita sudah lama menggunakan dan mengembangkan metode ini sebagai uji coba di pekarangan kantor kita dan ternyata hasilnya sangat positif, air sumur kita tidak pernah kering dengan kualitas air yang sangat bagus, sangat jernih layak dikonsumsi dan digunakan untuk keperluan lainnya,” kata Staf Deputi Humas Infokom KKI Warsi, Sukmareni di Jambi, Sabtu.

Saat ini, model dan metoda biopori tersebut sesungguhnya sudah layak dipublikasikan, karena itu KKI Warsi mengajak warga sekitar kantornya untuk ikut mengembangkan metoda tersebut guna membantu mereka dalam pengadaan ketersediaan air tanah yang awet dan terawat.

“Dengan proyek percontohan di pekarang kita ini, diharapkan warga sekitar bisa melihat langsung dan selanjutnya berminat untuk mengembangkan hal serupa di rumah mereka, pasalnya biopori ini baru akan terasa besar dampak positifnya kalau digunakan secara massal, minimal oleh warga satu komplek,” katanya.

Ia menyatakan dengan metoda memanfaatkan sejenis mikroba pengurai tanah tersebut dengan luas ruang pekarangan yang minimal maka sudah dapat menjaga kelestarian air tanah di kawasan tersebut hingga aman dari ancaman banjir di musim hujan atau kekeringan di musim kemarau seperti yang sudah kerap terjadi di Jambi satu dekade belakangan ini.

Secara sederhana, tambah Reni, warga hanya cukup membangun ruang dengan menggali tanah di bawah pekarangan atau halaman rumahnya lalu memasukkan jenis limbah an organik beserta sejenis mikroba pengurai tanah.

Selanjutnya ditutup dengan konblok berpori maka setiap kali hujan air akan meresap dan disimpan di dalam ruang tanah yang sudah diurai oleh mikroba tersebut sehingga ketersediaan dan kegunaan air dapat selalu terjaga.

“Selama ini yang menjadi penyebab makin seringnya terjadi bencana banjir dan kekeringan hingga sumur-sumur kekeringan melanda kota Jambi adalah karena semakin menghilangnya daerah-daerah resapan air sebagai dampak dari pembangunan fisik gedung-gedung yang menutup pori-pori tanah dengan semen atau aspal hingga air hanya berlalu di permukaan menjadi banjir,” ujar Reni.

Dengan biopori secara sederhana dapat dijelaskan, air tersimpan di dalam tanah yang selanjutnya akan menjadi sumber air cadangan yang sangat besar bagi sumur-sumur di musim kemarau dan penyerap air hujan sehingga tidak mengalir di permukaan tanah menjadi banjir.

Sumber [Aneka Sumber]

Mengatasi Air Sumur Keruh dan Bau

Air sumur salah satu sumber air. Air Sumur banyak digunakan oleh daerah perkotaan maupun perdesaan. Air adalah suatu yang vital bagi kehidupan kita, tapi bagaimana bila air yang kita pakai keruh dan berbau dan meninggalkan bercak pada perabot sehingga tidak layak untuk keperluan sehari-hari. Penyebab rendahnya kualitas air adalah kondisi tanah yang terlalu banyak mengandung lumpur atau berkapur. Air yang baik berasal dari tanah berpasir. Tapi bagaimana bila kondisi sumur kita berada pada daerah yang kondisi bertekstur lempung atau berkapur.

air sumur keruh berminyakTanda-tanda bahwa air tanah / air sumur sudah tercemar dapat dikenali melalui pengamatan fisik, yaitu:

1. Warna kekuningan akan muncul jika air tercemar chromium dan materi organik. Jika air berwarna merah kekuningan, itu menandakan adanya cemaran besi. Sementara pengotor berupa lumpur akan memberi warna merah kecoklatan.

2. Kekeruhan juga merupakan tanda bahwa air tanah telah tercemar oleh koloid (bio zat yang lekat seperti getah atau lem). Lumpur, tanah liat dan berbagai mikroorganisme seperti plankton maupun partikel lainnya bisa menyebabkan air berubah menjadi keruh.

3. Polutan berupa mineral akan membuat air tanah memiliki rasa tertentu. Jika terasa pahit, pemicunya bisa berupa besi, alumunium, mangaan, sulfat maupun kapur dalam jumlah besar.

4. Air Sumur / air tanah yang rasanya seperti air sabun menunjukkan adanya cemaran alkali. Sumbernya bisa berupa natrium bikarbonat, maupun bahan pencuci yang lain misalnya detergen.

5. Sedangkan Air Sumur rasa payau menunjukkan kandungan garam yang tinggi, sering terjadi di daerah sekitar muara sungai.

6. Bau yang tercium dalam air tanah juga menunjukkan adanya pencemaran. Apapun baunya, itu sudah menunjukkan bahwa air tanah tidak layak untuk dikonsumsi.

Ada beberapa cara membuat air sumur menjadi jernih:
Pertama adalah cara biologis, yaitu menanam tanaman berakar tunjang disekitar sumur.  Akar pohon akan menyerap mineral-mineral yang terkandung dalam air tanah, sehingga komposisi mineral air menjadi tidak berlebih. Tapi cara ini tentunya sangat lama karena menunggu pertumbuhan pohon tersebut.

Kedua adalah dengan cara kimia, yaitu dengan memberi larutan hidrogen peroksida H2O2 atau dipasaran dikenal dengan water cleaner, cukup ½ liter saja masukkan ke dalam air sumur. Diamkan satu malam.  Dan kuras keesokan harinya, tapi cara ini tidak efektif untuk jangka panjang.

Untuk penggunaan sumur jangan pernah menggunakan tawas karena tawas akan membentuk endapan di dasar, dan jangan menggunakan kaporit karena kaporit untuk membunuh bakteri bukan untuk menjernihkan air sumur, kecuali pada tandon yang endapan dasarnya bisa di sedot.

Ketiga adalah cara fisika dengan memasang alat saring / Filter Air, bahan penyaring air sumur bisa dari serat nilon atau karbon aktif, tapi penggunaan alat saring akan memberatkan kerja dari pompa air.

Dengan pemakaian Toren air  maka kita mudah mengambil air jernih sedikit diatas endapan kotor. Kita juga dapat  memasang penyaring air untuk meningkatkan kualitas, Penggunaan filter air  ini tentu saja memanfaatkan gravitasi, sehingga tidak memperberat kerja pompa air.

Perhatikan juga penggunaan pompa air atau alat listrik lainnya diluar jam beban puncak karena tarif PLN lebih murah.  Penggunaan toren air atas juga akan menghemat penggunaan listrik

Kerugian yang ditimbulkan oleh zat -zat yang terlarut dalam air sumur , air kotor, keruh, berbau yang tidak layak pakai :

  1. Zat besi / mangan menyebabkan air berbau karat dan bewarna , Baju berwarna kuning dan menyebabkan kerusakan hati bila dikonsumsi terus menerus .
  2. Zat organik menyebabkan bau dan rasa tidak enak dan menyebabkan sakit perut bila dikonsumsi
  3. Zat kapur menyebabkan bercak putih atau kerak pada peralatan memasak , mobil atau pipa dan menyebabkan resiko batu ginjal
  4. PH rendah menyebabkan karat dan mengubah senyawa kimia tertentu menjadi racun berbahaya
  5. Kaporit tinggi Menyebabkan rasa yang tidak enak , menyebabkan kulit cepat kering dan menyebabkan karat atau korosi pada logam
  6. Nitrit menyebabkan terbentuknya methaemoglobine yang menghambat berjalannya oksigen dalam darah .

Sayangi keluarga anda dengan memberikan air yang bersih dan berkualitas , dengan Nano Smart Filter semua masalah air tersebut dapat teratasi dengan mudah.

Nano Smart Filter merupakan penyaring air yang sangat tepat untuk mendapatkan air bersih yang berkualiatas tanpa biaya perawatan yang tinggi serta didukung oleh pelayanan purna jual yang ramah dari tenaga teknisi kami yang sudah terlatih dan berpengalaman bertahun tahun dalam water treatment untuk industri maupun rumah tangga.

Sumber [AnekaSumber]

Air Tanah Jakarta 45% masih tercemar bakteri E-coli

Air Tanah Jakarta 45% masih tercemar bakteri E-coli, Air tanah masih jadi pilihan utama masyarakat Indonesia untuk mememuhi kebutuhan sehari-harinya di rumah. Untuk memastikan apakah air tanah yang digunakan masih layak pakai, masyarakat diingatkan agar tidak lupa menguji kualitas airnya.

Kenapa air tanah harus diuji kualitasnya?
pengolahan air tanah
Karena penggunaan air dalam kehidupan manusia harus bebas dari bahan pencemar dan polutan. Ada banyak indikator yang menunjukkan tingkat pencemaran air dan faktor ini kadang hanya bisa diketahui melalui pengujian di laboratorium.

Selain itu, tidak semua daerah memiliki kualitas air yang baik, padahal salah satu kegunaan air adalah untuk diminum karenanya kebersihan air akan mempengaruhi kesehatan seseorang.

Dimana tempat menguji kualitas air?

“Ada banyak laboratorium yang bisa melakukan hal itu,” ujar ketua Departemen Kesehatan Lingkungan FKM UI, Dr R Budi Haryanto, SKM, MKes, MSc

Dr .Budi menuturkan masyarakat bisa membawa air tanah di lingkungan rumahnya antara lain ke:

  • Laboratorium dinas kesehatan tiap provinsi
  • Laboratorium FMIPA bagian kimia
  • Laboratorium FKM (fakultas kesehatan masyarakat)
  • Laboratorium teknik bagian lingkungan
  • Atau kalau di swasta juga ada seperti di laboratorium Sucofindo.

Apa saja kualitas air tanah yang diuji?

Parameter yang diperiksa untuk mengetahui kualitas air tanah biasanya terdiri dari parameter biologis, kimiawi dan juga fisiknya.

Untuk parameter biologis yang diperiksa adalah kandungan bakteri E.coli sebagai indikator biologis. Jika di dalam air tanah tersebut terdapat bakteri E.coli maka virus, bakteri, parasit dan amuba lainnya bisa saja ada di dalam air tersebut. Tapi jika tidak ada bakteri E.coli kemungkinan virus, bakteri atau parasit yang ada di sana merupakan kuman yang non-patogen atau tidak berbahaya.

Untuk parameter kimiawi yang diperiksa adalah senyawa-senyawa kimia yang seharusnya memang tidak boleh ada di dalam air, misalnya mangan, merkuri atau timbal. Sedangkan untuk parameter fisiknya yang diperiksa adalah kekeruhan, pH dan warna dari air tanah tersebut.

“Persyaratan dari Kementerian Kesehatan adalah air yang dikonsumsi harus terbebas dari pencemar biologis, kimia dan fisik. Masyarakat bisa mengetes ketiganya dilaboratorium dan satu paket harganya mungkin sekitar 100 ribu,” ungkapnya.

Apa ciri-ciri air tanah yang tercemar ?

Air yang tercemar kadang tidak terlihat terutama jika pencemarnya adalah biologis. Sedangkan untuk pencemar kimia atau fisik terkadang bisa terlihat dari warna air yang keruh, berbau, berasa atau berwarna kekuning-kuningan.

“Kalau ada tanda-tanda seperti itu penting untuk memeriksakan semua faktor parameternya baik biologis, kimia dan fisiknya,” ujar Dr Budi.

Apakah jika saya membeli Air Isi Ulang itu baik ?
Membeli air yang bisa langsung diminum di depot isi ulang air minum makin diminati masyarakat. Tapi sebaiknya, air yang dibeli dari depot dimasak lagi sebelum diminum.

Meski depot air isi ulang tersebut mendaur air bersih dengan standar yang ada menggunakan alat penyaring air seperti ultraviolet atau bahan lainnya, namun belum jaminan bakteri-bakteri terutama E.coli akan hilang.

“Rata-rata 50 persen air isi ulang tersebut mengandung bakteri E.coli, karenanya masyarakat disarankan untuk memasaknya kembali sebelum diminum,” ujar Dr R Budi Haryanto, SKM, MKes, MSc dalam acara Teknologi Pemurni Air Siap Minum Terlindung dari Kuman berbahaya Penyebab Penyakit di Planet Hollywood, Jakarta

Dr.Budi menuturkan berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa FKM UI tahun 2009 di daerah Cimanggis, Jawa Barat diketahui bahwa air minum isi ulang mengandung bakteri E.coli dan berhubungan dengan diare pada bayi yang mengonsumsinya.

“Risiko bayi terkena diare 3 kali lebih tinggi pada bayi yang mengonsumsi air isi ulang dibandingkan dengan bayi yang tidak mengonsumsi. Hal ini karena biasanya air tersebut langsung diminum,” ujar dosen FKM UI.

Diare menduduki peringkat kedua sebagai penyebab kematian balita dan balita yang minum air tercemar akan memiliki risiko lebih tinggi. Fenomena ini menunjukkan pentingnya metode pengolahan air tanah yang efektif dan efisien, sehingga air yang dikonsumsi bisa terbebas dari mikroorganisme berbahaya.

Budi menuturkan proses yang digunakan oleh depot isi ulang tersebut sebenarnya sudah benar, dan penyaring yang digunakan seperti ultraviolet memang bisa digunakan menyaring bakteri atau senyawa kimia yang terdapat di dalam air .

“Tapi permasalahannya adalah siapa yang bisa menjamin bahwa penyaring tersebut diganti secara teratur, karena biasanya yang menjaga depot bukanlah sang pemilik yang sudah mendapatkan training tapi orang lain. Untuk itu pengawasannya harus diperketat,” ungkap dosen yang lahir di Malang 51 tahun silam.

Jika masyarakat masih mengonsumsi air isi ulang yang berasal dari depot-depot, maka sebaiknya air tersebut dimasak kembali atau dilewatkan pada dispenser yang air panas untuk mengurangi kontaminasi bakteri.

Bagaimana jika air yang dikonsumsi sudah tercemar apa solusi terbaiknya ?

Dr Budi mengungkapkan saat ini banyak di kota-kota besar seperti jakarta, tangerang, bogor, bandung, Surabaya , semarang dijual alat penjernih air , filter air, pengolah air tanah yang biasanya sudah mengandung penyaring air, karbon aktif dan media filter air lainnya untuk menangkap senyawa-senyawa kimia dan juga menghilangkan bakteri.

“Masyarakat harus pintar-pintar memilih alat penjernih air yang digunakan untuk penyaringan air, serta mengganti media filter secara teratur. Sedangkan memasak air yang mendidih hanya bisa menghilangkan pencemar biologis saja, kalau senyawa-senyawa kimia air tidak hilang,” ungkapnya.

Sumber [health.detik.com]

Pengolahan air Tanah menjadi air bersih dengan filter air

Pengolahan air tanah menjadi air bersih dengan filter air, Air bersih merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi kehidupan manusia. Karena itu jika kebutuhan akan air bersih tersebut belum tercukupi maka dapat memberikan dampak yang besar terhadap kondisi kesehatan maupun sosial. Pengadaan air bersih di Indonesia khususnya untuk skala yang besar masih terpusat di daerah perkotaan, dan dikelola oleh Perusahan Air Minum (PAM) kota yang bersangkutan. Namun demikian secara nasional jumlahnya masih belum mencukupi dan dapat dikatakan relatif kecil yakni 10,77 % . Untuk daerah yang belum mendapatkan pelayanan air bersih dari PAM umumnya mereka menggunakan pengolahan air tanah ( air sumur ), air sungai, air hujan, air sumber (mata air) dan lainnya.
Lalu selanjutnya bagaimana dengan kualitas air bersih yang kita ambil dari dalam tanah. Ketika Indonesia pada tahun 70 s/d 80 an pompa air tangan Dragon dengan mengambil air tanah dari kedalaman 6 meter sudah mencukupi kualitasnya. Tapi dengan semakin banyaknya pertumbuhan penduduk dan bahan pencemar yang semakin banyak di permukaan , air tanah dangkal ini sudah tidak layak dan sudah tidak ada lagi pada tahun 2012 an, akibatnya banyak penduduk yang mengambil air tanah dengan kedalaman 12 meter. Pada kedalaman ini, masalah yang ada adalah rasa bau dan warna (kuning) pada air tanah.pengolahan air tanah
Dari hasil survey penduduk, prosentasi banyaknya rumah tangga dan sumber air bersih yang digunakan di berbagai daerah di Indonesia sangat bervariasi tergantung dari kondisi geografisnya. Secara nasional yakni sebagai berikut : Yang menggunakan air ledeng 10,77 %, air tanah dengan memakai pompa 7,85 %, air sumur (perigi) 53,78 %, mata air (air sumber) 15,70 %, air sungai 8,54 %, air hujan 1,64 % dan lainnya 1,71 %.
Permasalahan yang timbul yakni sering dijumpai bahwa kualitas air tanah maupun air sungai yang digunakan masyarakat kurang memenuhi syarat sebagai air minum yang sehat bahkan di beberapa tempat bahkan tidak layak untuk digunakan. Air bersaih yang layak diminum, mempunyai standar persyaratan tertentu yakni persyaratan fisis, kimiawi dan bakteriologis, dan syarat tersebut merupakan satu kesatuan. Jadi jika ada satu saja parameter yang tidak memenuhi syarat maka air tanah tesebut tidak layak untuk diminum. Standar kualitas air minum telah dibakukan dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.20 Tahun 1990. Pemakaian air minum yang tidak memenuhi standar kualitas tersebut dapat menimbulkan gangguan kesehatan, baik secara langsung dan cepat maupun tidak langsung dan secara perlahan.
Air tanah sering mengandung zat besi (Fe) dan Mangan (Mn) cukup besar. Adanya kandungan Fe dan Mn dalam air tanah atau air sungai menyebabkan warna air tanah dan air sungai tersebut berubah menjadi kuning-coklat setelah beberapa saat kontak dengan udara. Disamping dapat mengganggu kesehatan juga menimbulkan bau yang kurang enak serta menyebabkan warna kuning pada diding bak serta bercak-bercak kuning pada pakaian. Oleh karena itu menurut PP No.20 Tahun 1990 tersebut, kadar (Fe) dalam air minum maksimum yang dibolehkan adalah 0,3 mg/lt, dan kadar Mangan (Mn) dalam air minum yang dibolehkan adalah 0,1 mg/lt.
Di negara maju seperti Amerika dan Jepang, peraturan standar kualitas air minum lebih ketat lagi. Total kandungan besi dan mangan dalam air minum maksimum yang diperbolehkan adalah 0,3 mg/lt. Untuk menanggulangi masalah tersebut, perlu dilakukan upaya penyediaan sistem alat pengolahan air tanah skala rumah tangga yang dapat menghilangkan atau mengurangi kandungan besi dan mangan yang terdapat dalam air sumur atau tanah. Cara terbaik untuk meningkatkan kualitas air tanah yakni dengan menggunakan filter air atau alat penjernih air yang menggunakan media filter Super Pasir Aktif , PureTAG Super dan karbon aktif.
Dengan menggunakan filter air maka air tanah atau air sungai yang mengandung besi dan mangan akan menjadi air bersih dan aman untuk digunakan bersama keluarga anda dirumah.
Karena filter air / penjernih air Nano Smart Filter menggunakan media filter berkualitas yaitu PureTAG Super sehingga masalah air tanah anda dapat teratasi dengan mudah. Selain itu Alat pengolahan air tanah Nano Smart Filter menggunakan teknologi modern membuat pengolahan air tanah Nano Smart Filter mudah dalam penggunaannya dan dalam perawatannya. Banyak sekali keuntungan yang akan anda dapatkan jika menggunakan filter air / penyaring air selain membuat air tanah menjadi air bersih dan sehat anda juga dapat berhemat karena tidak perlu lagi membeli air minum isi ulang yang semakin mahal harganya. Jadi jangan ragu lagi untuk menggunakan alat pengolahan air tanah rumah tangga Nano Smart Filter , Karena keluarga sehat dimulai dari air baik.

Air bau besi solusi terbaik mengatasinya dengan filter air

Air bau besi solusi terbaik mengatasinya dengan filter air
Seringkali air berbau besi menjadi masalah bagi masyarakat di dunia ini . Air bau besi memberikan ketidak nyamanan dalam penggunaan baik dalam keperluan memasak, mandi, minum ataupun bahkan dalam kebutuhan sehari-hari lainnya yang berkaitan dengan kesehatan dalam tubuh. Air yang semestinya menjadi sumber kesehatan justru menjadi biang penyakit akibat zat besi yang terkandung didalamnya. Kadar zat besi yang tinggi dalam air yang didapat dari sumber-sumber permukaan seperti air sumurair tanah dan sebagainya  justru melahirkan berbagai macam jenis penyakit yang dapat diderita oleh masyarakat dan menyebabkan air bau besi.

Berbagai penyakit yang ditimbulkan salah satunya penyakit kulit. Bahkan air dengan kadar zat tinggi  dan berbau  besi dapat merusak pakaian bila digunakan untuk mencuci dan tidak hanya pakaian saja yang akan rusak, warna cat mobil atau motor kesayangan anda pun dapat berubah menjadi kusam, selain itu panci, bak penampungan air anda juga akan berwarna kekuningan. Memang masalah air bau besi  ini masih sering disepelekan bagi beberapa orang. Namun bila kita fikirkan akan banyak sekali kerugian yang ditimbulkan oleh masalah air yang mengandung dan berbau besi tajam.
air bau besi cara mengatasinya
Ada beberapa tips dalam mengenali air yang terkandung didalamnya zat-zat membahayakan bagi kesehatan baik kesehatan tubuh maupun dalam penggunaan kehidupan sehari-hari,  khususnya air dengan kadar zat besi tinggi. berikut tipsnya:

Cara mengenal air berkadar besi tinggi ini dengan cara :

VISUAL  : Air yang bersumber dari permukaan tanah baik seperti air sumur maupun yang lainnya memiliki kadar besi tinggi dengan ditandai warna kekuning-kuningan.

AROMA  : Bau besi yang amat tinggi menunjukan bahwa kadar zat besi dalam air sangat tinggi.

BENTUK : Bentuk ataupun khas dari air berkadar zat besi tinggi cenderung berminyak.

Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan untuk melakukan penanganan masalah air  berbau besi yang memiliki kadar besi tinggi. Hal ini menuntut untuk menggunakan filter air bersih atau alat penyaring air untuk menghilangkan kadar besi yang terkandung di dalam air bau besi . Ada beberapa solusi dalam penanganan masalah air bau besi dan air memiliki kadar besi tinggi,  diantaranya:

Cara Pertama (Cara Terbaik, Aman dan Praktis)
Cara terbaik untuk mengatasi air bau besi dan memiliki kandungan besi tinggi adalah menggunakan Filter Air. Banyak sekali produsen filter air di jakarta namun salah satu penjernih air yang terpercaya adalah Nano Smart Filter , Karena penyaring air nano smart filter sudah menggunakan teknologi terbaru dan modern sudah terbukti mampu mengubah air di tempat anda menjadi air bersih dan sehat sesuai dengan PERMENKES 416, Menjadikan air yang dihasilkan dari filter air nano smart filter aman untuk digunakan setiap hari. Selain itu penjernih air nano smart filter juga menggunakan media filter PureTAG yang berkualitas  sehingga air yang dihasilkan lebih bersih dan sehat. Filter air nano smart filter tidak hanya mengatasi masalah air yang mengandung besi tinggi dan berbau saja, namun masalah air lainnya seperti air berminyak, air mengandung mangan, air berkapur, air keruh, air kuning, air memiliki ph tinggi, dan masalah air lainnya.

Cara Kedua Akan Memakan biaya dan Tidak Efektif  (TIDAK DISARANKAN)
Metode mengatasi air bau besi dan mengandung besi tinggi paling rumit dan sulit adalah Dengan Membersihkan Sumur (di kuras airnya dan dibersihkan dinding yang karatan), kemudian masukan pasir dan kerikil kedalamnya lalu gunakan arang (batok kelapa) untuk menjernihkannya. Pasir dan kerikil dimasukkan “kemungkinan” agar tanah disekitar sumur tidak langsung bersentuhan dengan air sumur. Hal ini bisa mengurangi karat air. Sedang arang batok kelapa gunanya untuk membersihkan karat (menyerap dan mengendapkan)

Cara Ketiga (TIDAK DISARANKAN)

Menggunakan bahan kimia, besi berkurang air menjadi jernih  dan sudah tidak berbau besi tetapi tidak baik untuk dikonsumsi  dan kesehatan anda. Karena kandungan besi di dalam air masih tinggi

Solusi ketiga / Solusi Cepat: Karena untuk membersihkan sumur, menambahkan pasir dan kerikil cukup lama dan sulit serta dana yang cukup banyak, memilih cara pintas. Pompa air ke dalam tandon air, kemudian tandon air diberikan TAWAS (penjernih air yang kadang digunakan untuk penghilang bau badan), dan tunggu beberapa jam sebelum digunakan.

Jika sumurnya tidak terlampau kuning atau karatan, bisa juga ditambahkan Tawasnya langsung ke dalam sumur. Ulangi lagi penambahan tawas kalau air sudah berubah jadi kuning lagi.

Cara ketiga cukup simpel tapi cukup ribet. Hal ini disebabkan karena setiap 1 atau 2 kali pengisian air tandon harus memberikan tawas kedalamnya.

PERHATIAN: Walaupun airnya sudah jernih, bersih dan air bau besi sudah berkurang setelah diberi tawas kandungan Fe / Besi didalam air masih tetap banyak.Kualitas Air Seperti ini TIDAK LAYAK Konsumsi. JANGAN gunakan untuk MASAK atau MINUM. Gunakan sebagai air untuk mencuci atau mandi saja. Kalau pengen benar benar memastikan air itu aman, silahkan cek air ke laboratorium PDAM terdekat.

Jadi kesimpulannya untuk mengatasi masalah air bau besi cukup dengan menggunakan filter air atau penyaring air saja. Karena dengan menggunakan filter air anda akan mendapatkan kualitas air terbaik dan aman untuk digunakan. Untuk masalah air bau besi dan masalah air lainnya anda dapat menggunakan penjernih air Nano Smart Filter yang sudah terbukti dan terpercaya. Untuk mendapatkan penyaring air Nano Smart Filter anda dapat menghubungi ke (021) 295 296 30 / 31 .

Cara Mengatasi air mengandung besi dan mangan

Cara Mengatasi air mengandung besi dan mangan dengan filter air Nano Smart Filter
Zat besi atau mangan dalam air umumnya berada dalam bentuk ion Fe2+ atau Mn2 bentuk senyawa yang larut dan air dan tidak berwarna. Jika air tersebut berhubungan dengan udara maka ion Fe2+ atau ion Mn2+ secara perlahan akan teroksidasi menjadi betuk senyawa ferri (Fe3+) atau senyawa mangandioksida (Mn4+) yang tak larut dalam air. Senyawa-senyawa ini berwarna coklat dan dapat menimbulkan bau dan rasa yang kurang enak.

Banyak cara untuk menghilangkan zat besi dan mangan dalam air. Salah satu cara yang sederhana yaitu dengan cara menggabungkan proses aerasi dan penyaringan dengan media filter PureTAG dan karbon aktif. Dengan menggunakan media filter PureTAG dan media filter karbon aktif yang dilengkapi dengan filter cartridge, dapat menghasilkan air olahan yang dapat langsung digunakan.
Teknologi pengolahan air dengan menggunakan filter ini bertujuan untuk menghilangkan zat besi dan mangan di dalam air baku menjadi air bersih yang siap dipakai.
Filter air Nano Smart Filter dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas air tanah khususnya untuk menghilangkan zat besi dan mangan di dalam air. Penjernih air nano smart filter tersebut dapat digunakan untuk skala rumah tangga maupun untuk skala yang besar dengan biaya yang terjangkau.
Proses pengolahan air mengandung besi dan mangan dengan media filter PureTAG dan media filter karbon aktif
Air baku dipompa ke bak penampung / toren air, kemudian dari tangki penampung, air dialirkan ke filter air Nano Smart Filter dengan media filter PureTAG untuk menyaring atau menghilangkan zat besi atau mangan yang ada dalam air serta menghilangkan padatan tersuspensi. Dari filter ini air dialirkan ke media filter karbon aktif untuk menghilangkan kandungan zat organik, bau, rasa serta polutan mikro lainnya. Kemudian, air dialirkan ke filter cartridge. Filter cartridge ini dapat menghilangkan padatan terlarut dengan ukuran lebih besar 5 (lima) mikron.
Dari filter cartridge air olahan sudah sangat jernih, air dari filter cartridge proses ini tanpa memerlukan energi yang besar karena bekerja dengan sistem gravitasi. Air yang keluar dari micron filter / catridge sudah dapat digunakan langsung. Skema proses pengolahan diunjukkan pada Gambar berikut.

instalasi tidak langsung filter air nano smart filter
Pada saat air dipompa ke bak penampung, terjadi proses oksidasi antara zat besi atau mangan yang ada dalam air dengan oksigen yang ada di udara. Reaksi kimianya dapat diterangkan sebagai berikut :
4 Fe2+ + O2 + 10 H2O ====> 4 Fe(OH)3 + 8 H+
2 Mn2+ + O2 + 2 H2O ====> 2 MnO2 + 4 H+
Reaksi oksidasi tersebut menghasilkan senyawa ferrihidroksida atau mangan dioksida yang berupa gumpalan sangat halus (micro flock) yang tak larut dalam air, sehinggga dapat tersaring pada media filter PureTAG. Berdasarkan reaksi tersebut diatas, untuk mengoksidasi setiap 1 mg/l zat besi memerlukan 0,14 mg/l oksigen , dan untuk setiap I mg/l mangan diperlukan oksigen sebanyak 0,29 mg/l.
Dengan memompa air baku ke bak penampung, maka akan terjadi kontak antara zat besi atau mangan yang ada dalam air dengan oksigen yang ada di udara, sehingga besi atau mangan dapat dioksidasi, yang mana hal tersebut dapat meringankan beban media filter PureTAG. Dengan demikian maka masa pakai (life time) dari media filter PureTAG menjadi lebih lama.
Zat besi atau mangan yang belum teroksidasi selanjutnya akan dihilangkan di dalam media filter PureTAG, yang reaksinya merupakan reaksi antara Fe2+ atau Mn2+ dengan mangan-oksida tinggi (higher manganoxide).

Media filter PureTAG adalah kombinasi media filter zeolit alami (green sand) atau zeolit sintetis yang permukaannya dilapisi oleh mangan oksida tinggi yang secara umum rumus molekulnya adalah K2Z.MnO.Mn2O7 serta terdapat campuran super pasir aktif, karbon aktif dan TAG cation.

PureTAG berfungsi sebagai katalis dan pada waktu yang bersamaan dapat mengoksidasi besi atau mangan yang larut dalam air menjadi bentuk senyawa ferrihidroksida atau mangan dioksida yang tak larut dalam air dan menempel pada permukaan PureTAG. Proses reaksinya dapat diterangkan sebagai berikut :
K2Z.MnO.Mn2O7 + 4 Fe(HCO3)2 ===> K2Z + 3 MnO2 + 2 Fe2O3 + 8 CO2 + 4 H2O
K2Z.MnO.Mn2O7 + 2 Mn(HCO3)2 ===> K2Z + 5 MnO2 + 4 CO2 + 2 H2O
Selama proses berlangsung kemampuan reaksi PureTAG tersebut makin lama makin berkurang dan akhirnya menjadi jenuh, dan jika sudah jenuh harus diganti dengan PureTAG yang baru. Lama pakai dari PureTAG tersebut tergantung dari kualitas air baku dan jumlah air yang disaring. Dalam keadaan normal, penggantian biasanya satu kali dalam satu tahun.
Dari media filter PureTAG, air selanjutnya dialirkan ke lapisan media filter karbon aktif. Lapisan media filter karbon aktif ini berfungsi untuk menghilangkan polutan organik, bau, rasa yang kurang sedap, dan polutan organik mikro lainnya. Proses reaksinya adalah berdasarkan adsorpsi secara fisika-kimia. Setelah penyaringan dengan media filter karbon aktif ini air menjadi sangat jernih dan tidak berbau dan taidak berasa. Selain itu, filter karbon aktif ini juga berfungsi untuk menyaring partikel partikel kotoran yang belum tersaring pada media filter pureTAG. Dari media filter karbon aktif, air dialirkan ke filter cartride. Filter cartridge ini terbuat dari rajutan serat poliester atau dari jenis polimer, yang dapat menyaring partikel kotoran dengan ukuran antara 5 sampai 10 mikron. Dengan demikian air yang keluar dari filter cartridge ini sudah sangat jernih sekali.
Setelah penyaringan dengan filter cartridge, air selanjutnya dilairkan ke keran dan bak penampungan di rumah anda. Air yang keluar dari micron filter atau filter catridge ini sudah dapat langsung digunakan.

Pengolahan air sumur / air tanah untuk kebutuhan sehari-hari

Pengolahan air sumur / air tanah untuk kebutuhan sehari-hari dengan Nano Smart Filter, Air sumur merupakan sumber utama air minum bagi masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan. Pengolahan air sumur untuk mendapatkan sumber air tersebut umumnya manusia membuat sumur gali atau sumur pantek. Air tanah sering mengandung zat besi (Fe) dan Mangan (Mn) cukup besar. Adanya kandungan Fe dan Mn dalam air menyebabkan warna air tersebut berubah menjadi kuning-coklat setelah beberapa saat kontak dengan udara. Disamping dapat mengganggu kesehatan juga menimbulkan bau yang kurang enak serta menyebabkan warna kuning pada diding bak serta bercak-bercak kuning pada pakaian. Oleh karena itu menurut PP No.20 Tahun 1990 tersebut, kadar (Fe) dalam air minum maksimum yang dibolehkan adalah 0,3 mg/lt, dan kadar Mangan (Mn) dalam air minum yang dibolehkan adalah 0,1 mg/lt.pengolahan air sumur

Untuk mengatasi masalah tersebut, maka NANO SMART FILTER Sistem Pengolahan Air Sumur, telah merancang suatu unit pengolahan air sumur yang layak untuk dikonsumsi. Unit pengolahan tersebut terdiri dari antara lain : pompa air baku, filter air Nano Smart Filter, cartridge filter. Alat penjernih air tersebut dapat dipilih sesuai dengan kapasitas yang diinginkan.

Latar Belakang
Air merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi kehidupan manusia. Karena itu jika kebutuhan akan air tersebut belum tercukupi maka dapat memberikan dampak yang besar terhadap kerawanan kesehatan maupun sosial. Pengadaan air bersih di Indonesia khususnya untuk skala yang besar masih terpusat di daerah perkotaan, dan dikelola oleh Perusahan Air Minum (PAM) kota yang bersangkutan. Namun demikian secara nasional jumlahnya masih belum mencukupi dan dapat dikatakan relatif kecil yakni 16,08 % (1995). Untuk daerah yang belum mendapatkan pelayanan air bersih dari PAM umumnya mereka menggunakan air tanah (sumur), air sungai, air hujan, air sumber (mata air) dan lainnya.

Dari data ststistik 1995, prosentasi banyaknya rumah tangga dan sumber air minum yang digunakan di berbagai daerah di Indonesia sangat bervariasi tergantung dari kondisi geografisnya. Secara nasional yakni sebagai berikut : Yang menggunakan air ledeng (PAM) 16,08 %, air tanah dengan memakai pompa 11,61 %, air sumur (perigi) 49,92 %, mata air (air sumber) 13,92 %, air sungai 4,91 %, air hujan 2,62 % dan lainnya 0,80 %.

Permasalahan yang timbul yakni sering dijumpai bahwa kualitas air tanah maupun air sungai yang digunakan masyarakat kurang memenuhi syarat sebagai air minum yang sehat bahkan di beberapa tempat bahkan tidak layak untuk diminum. Air yang layak diminum, mempunyai standar persyaratan tertentu yakni persyaratan fisis, kimiawi dan bakteriologis, dan syarat tersebut merupakan satu kesatuan. Jadi jika ada satu saja parameter yang tidak memenuhi syarat maka air tesebut tidak layak untuk diminum. Pemakaian air minum yang tidak memenuhi standar kualitas tersebut dapat menimbulkan gangguan kesehatan, baik secara langsung dan cepat maupun tidak langsung dan secara perlahan.

Air tanah sering mengandung zat besi (Fe) dan Mangan (Mn) cukup besar. Adanya kandungan Fe dan Mn dalam air menyebabkan warna air tersebut berubah menjadi kuning-coklat setelah beberapa saat kontak dengan udara. Disamping dapat mengganggu kesehatan juga menimbulkan bau yang kurang enak serta menyebabkan warna kuning pada dinding bak serta bercak-bercak kuning pada pakaian. Oleh karena itu menurut PP No.20 Tahun 1990 tersebut, kadar (Fe) dalam air minum maksimum yang dibolehkan adalah 0,3 mg/lt, dan kadar Mangan (Mn) dalam air minum yang dibolehkan adalah 0,1 mg/lt.

Untuk menanggulangi masalah tersebut, salah satu alternatif yakni dengan cara mengolah air tanah atau air sumur sehingga didapatkan air dengan kualitas yang memenuhi syarat kesehatan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut di atas, Nano Smart Filter Sistem Pengolahan Air, telah mengembangkan teknologi untuk mengolah air sumur menjadi air yang dapat langsung digunakan .Unit alat tersebut terdiri dari antara lain : pompa air baku, filter air Nano Smart Filter, cartridge filter. Unit alat tersebut dapat disesuaikan dengan kapasitas yang diinginkan.

Tujuan dan Sasaran
Tujuan teknologi pengolahan air ini adalah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya masyarakat yang masih menggunakan air tanah atau air sumur sebagai sumber kebutuhan air bersih. Sedangkan sasarannya adalah menyebar luaskan paket teknologi pengolahan air sumur kepada masyarakat yang memerlukan.

Manfaat yang di dapat
Unit alat pengolahan air ini dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas air sumur atau air tanah sehingga langsung dapat digunakan. Unit alat ini sangat cocok digunakan untuk keperluan :

  • Asrama / Kost / Kontrakan
  • Pesantren
  • Pemukiman padat penduduk
  • Dll.

Cara kerja filter air nano smart filter
Secara umum kualitas air sumur atau air tanah mempunyai karakteristik tertentu yang berbeda dengan kualitas air permukaan/sungai. Air tanah pada umumnya jernih,namun sering mengandung mineral-mineral atau garam-garam yang cukup tinggi, sebagai akibat dari pengaruh batuan dibawah tanah yang dilalui oleh air tanah. Pada air tanah dangkal, kualitas dan kuantitasnya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan di permukaanya, dalam hal kuantitas sangat dipengaruhi oleh curah hujan setempat, sementara kualitasnya dipengaruhi oleh kondisi sanitasi disekitarnya.

Untuk mengolah air sumur menjadi air yang siap digunakan, proses pengolahannya adalah Air dari sumur dipompa dengan menggunakan pompa jet, sambil diinjeksi dengan larutan klorine atau kaporit dialirkan ke tabung filter air Nano Smart Filter. Dari tabung penjernih air nano smart filter air di dalam tabung filter air akan mengalami proses filtrasi. saringan pertama terdapat lapisan super pasir aktif untuk menyaring oksida besi atau oksida mangan. Setelah melewati lapisan super pasir aktif, air dialirkan ke lapisan media filter pureTAG Super. Lapisan media filter pureTAG Super berfungsi untuk menghilangkan zat besi atau mangan yang belum sempat teroksidasi oleh khlorine atau kaporit dan menghilangkan bau.

Dari lapisan media filter pureTAG Super air selanjutnya mengalir ke lapisan media filter karbon aktif untuk menghilangkan polutan mikro misalnya zat organik, deterjen, bau, senyawa phenol, logam berat dan lain-lain. Setelah melalui filter karbon aktif air dialirkan ke filter cartrige ukuran 0,1 mikron untuk menghilangkan sisa partikel padatan yang ada di dalam air, sehingga air menjadi benar-benar jernih.

Fungsi kaporit / chlorine
Fungsi pembubuhan kaporit adalah untuk mengoksidasi zat besi atau mangan yang ada di dalam air, serta untuk membunuh kuman atau bakteri coli. Reaksi oksidasi besi atau mangan oleh khlorine atau kaporit adalah sebagai berikut :

2 Fe2+ + Cl2 + 6 H2O ==> 2 Fe(OH)3 + 2 Cl- + 6 H+

Mn2+ + Cl2 + 2 H2O ==> MnO2 + 2 Cl- + 4 H+

            Khlorine, Cl2 dan ion hipokhlorit, (OCl)- adalah merupakan bahan oksidator yang kuat sehingga meskipun pada kondisi Ph rendah dan oksigen terlarut sedikit, dapat mengoksidasi dengan cepat. Berdasarkan reaksi tersebut di atas, maka untuk mengoksidasi setiap 1 mg/l zat besi dibutuhkan 0,64 mg/l khlorine dan setiap 1 mg/l mangan dibutuhkan 1,29 mg/l khlorine. Tetapi pada prakteknya, pemakaian khlorine ini lebih besar dari kebutuhan teoritis karena adanya reaksi-reaksi samping yang mengikutinya.

Super pasir aktif dan Media Filter air PureTAG Super
Dari sumber air mengalir ke tabung filter air nano smart filter , tahap pertama air melewati lapisan media super pasir aktif untuk menyaring oksida besi atau oksida mangan yang terbentuk di dalam tangki reaktor. Setelah disaring dengan super pasir aktif, air dialirkan ke media filter PureTAG Super. Media Filter PureTAG Super berfungsi untuk menghilangkan zat besi atau mangan yang belum sempat teroksidasi oleh khlorine atau kaporit dan menghilangkan bau. PureTAG Super berfungsi sebagai katalis dan pada waktu yang bersamaan besi dan mangan yang ada dalam air teroksidasi menjadi bentuk ferri-oksida dan mangandioksida yang tak larut dalam air. Reaksinya adalah sebagai berikut :

K2Z.MnO.Mn2O7 + 4 Fe(HCO3)2 ==> K2Z + 3 MnO2 + 2 Fe2O3 + 8 CO2 + 4 H2O

K2Z.MnO.Mn2O7 + 2 Mn(HCO3)2 ==> K2Z + 5 MnO2 + 4 CO2 + 2 H2O

            Reaksi penghilangan besi dan mangan dengan pureTAG Super tidak sama dengan proses pertukaran ion, tetapi merupakan reaksi dari Fe2+ dan Mn2+ dengan oksida mangan tinggi (higher mangan oxide). Filtrat yang terjadi mengandung ferri-oksida dan mangan-dioksida yang tak larut dalam air dan dapat dipisahkan dengan pengendapan dan penyaringan. Selama proses berlangsung kemampunan reaksinya makin lama makin berkurang dan akhirnya menjadi jenuh. Untuk regenerasinya dapat dilakukan dengan menambahkan larutan Magic Powder ke dalam pureTAG super yang telah jenuh tersebut sehingga akan terbentuk lagi PureTAG Super (K2Z.MnO.Mn2O7).

Media filter karbon aktif
Dari lapisan media filter pureTAG Super air selanjutnya dialirkan ke lapisan media filter karbon aktif. Media filter karbon aktif ini berfungsi untuk menghilangkan polutan mikro misalnya zat organik, deterjen, bau, senyawa phenol serta untuk menyerap logam berat dan lain-lain. Pada saringan karbon aktif ini terjadi proses adsorpsi, yaitu proses penyerapan zat-zat yang akan dihilangkan oleh permukaan karbon aktif. Apabila seluruh permukaan karbon aktif sudah jenuh, atau sudah tidak mampu lagi menyerap maka proses penyerapan akan berhenti, dan pada saat ini karbon aktif harus diganti dengan karbon aktif yang baru.

Sumber [kelair.bppt.go.id]

Asal usul air tanah dan sifat sifat air tanah

Asal usul air tanah Adalah hal yang mutlak bagi para birokrat pengelola sumber daya air (tanah), untuk memahami asal-usul (origin) dan sifat-sifat (nature) air tanah, agar tidak terjadi kesalah-pengertian tentang sumberdaya yang dikelola. Kesalah-pengertian tersebut akan menjadikan tujuan mewujudkan kemanfaatan air tanah terutama bagi kaum miskin pengelolaan tidak mencapai sasarannya, bahkan justru akan menimbulkan dampak yang merugikan bagi keterdapatan air tanah itu sendiri serta kaum miskin tersebut. Hal-hal pokok yang perlu dipahami tentang asal-usul dan sifat-sifat air tanah adalah :

(1) Pembentukan Air Tanah

Air tanah adalah semua air yang terdapat di bawah permukaan tanah pada lajur/zona jenuh air (zone of saturation). Air tanah terbentuk berasal dari air hujan dan air permukan , yang meresap (infiltrate) mula-mula ke zona tak jenuh (zone of aeration) dan kemudian meresap makin dalam (percolate) hingga mencapai zona jenuh air dan menjadi air tanah. Air tanah adalah salah satu faset dalam daur hidrologi , yakni suatu peristiwa yang selalu berulang dari urutan tahap yang dilalui air dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer; penguapan dari darat atau laut atau air pedalaman, pengembunan membentuk awan, pencurahan, pelonggokan dalam tanih atau badan air dan penguapan kembali (Kamus Hidrologi, 1987). Dari daur hidrologi tersebut dapat dipahami bahwa air tanah berinteraksi dengan air permukaan serta komponen-komponen lain yang terlibat dalam daur hidrologi termasuk bentuk topografi, jenis batuan penutup, penggunaan lahan, tetumbuhan penutup, serta manusia yang berada di permiukaan. Air tanah dan air permukaan saling berkaitan dan berinteraksi. Setiap aksi (pemompaan, pencemaran dll) terhadap air tanah akan memberikan reaksi terhadap air permukaan, demikian sebaliknya.pengolahan air tanah

(2) Wadah Air Tanah

Suatu formasi geologi yang mempunyai kemampuan untuk menyimpan dan melalukan air tanah dalam jumlah berarti ke sumur-sumur atau mata air – mata air disebut akuifer. Lapisan pasir atau kerikil adalah salah satu formasi geologi yang dapat bertindak sebagai akuifer. Wadah air tanah yang disebut akuifer tersebut dialasi oleh lapisan lapisan batuan dengan daya meluluskan air yang rendah, misalnya lempung, dikenal sebagai akuitard. Lapisan yang sama dapat juga menutupi akuifer, yang menjadikan air tanah dalam akuifer tersebut di bawah tekanan (confined aquifer). Di beberapa daerah yang sesuai, pengeboran yang menyadap air tanah tertekan tersebut menjadikan air tanah muncul ke permukaan tanpa membutuhkan pemompaan. Sementara akuifer tanpa lapisan penutup di atasnya, air tanah di dalamnya tanpa tekanan (unconfined aquifer), sama dengan tekanan udara luar. Semua akuifer mempunyai dua sifat yang mendasar: kapasitas menyimpan air tanah dan kapasitas mengalirkan air tanah. Namun demikaian sebagai hasil dari keragaman geologinya, akuifer sangat beragam dalam sifat-sifat hidroliknya (kelulusan dan simpanan) dan volume tandoannya (ketebalan dan sebaran geografinya). Berdasarkan sifat-sifat tersebut akuifer dapat mengandung air tanah dalam jumlah yang sangat besar dengan sebaran yang luas hingga ribuan km2 atau sebaliknya. Ditinjau dari kedudukannya terhadap permukaan, air tanah dapat disebut air tanah dangkal (phreatic), umumnya berasosiasi dengan akuifer tak tertekan, yakni yang tersimpan dalam akuifer dekat permukaan hingga kedalaman – tergantung kesepakatan – 15 sampai 40 m. (ii) air tanah dalam, umumnya berasosiasi dengan akuifer tertekan, yakni tersimpan dalam akuifer pada kedalaman lebih dari 40 m (apabila kesepakatan air tanah dangkal hingga kedalaman 40 m). Air tanah dangkal umumnya dimanfaatkan oleh masyarakat (miskin) dengan membuat sumur gali, sementara air tanah dalam dimanfaatkan oleh kalangan industri dan masyarakat berpunya. Sebaran akuifer serta pengaliran air tanah tidak mengenal batas-batas kewenangan administratif pemerintahan. Suatu wilayah yang dibatasi oleh batasan-batasan geologis yang mengandung satu akuifer atau lebih dengan penyebaran luas, disebut cekungan air tanah.

(3) Pengaliran dan Imbuhan Air Tanah

Air tanah dapat terbentuk atau mengalir (terutama secara horisontal), dari titik /daerah imbuh (recharge), seketika itu juga pada saat hujan turun, hingga membutuhkan waktu harian, mingguan, bulanan, tahunan, puluhan tahun, ratusan tahun, bahkan ribuan tahun,, tinggal di dalam akuifer sebelum muncul kembali secara alami di titik/daerah luah (discahrge), tergantung dari kedudukan zona jenuh air, topografi, kondisi iklim dan sifat-sifat hidrolika akuifer. Oleh sebab itu, kalau dibandingkan dalam kerangka waktu umur rata-rata manusia, air tanah sesungguhnya adalah salah satu sumber daya alam yang tak terbarukan. Saat ini di daerah-daerah perkotaan yang pemanfaatan air tanah dalamnya sudah sangat intensif, seperti di Jakarta, Bandung, Semarang, Denpasar, dan Medan, muka air tanah dalam (piezometic head) umumnya sudah berada di bawah muka air tanah dangkal (phreatic head). Akibatnya terjadi perubahan pola imbuhan, yang sebelumnya air tanah dalam memasok air tanah dangkal (karena piezometic head lebih tinggi dari phreatic head), saat ini justru sebaliknya air tanah dangkal memasok air tanah dalam. Jika jumlah total pengambilan air tanah dari suatu sistem akuifer melampaui jumlah rata-rata imbuhan, maka akan terjadi penurunan muka air tanah secara menerus serta pengurangan cadangan air tanah dalam akuifer. (Seperti halnya aliran uang tunai ke dalam tabungan, kalau pengeluaran melebihi pemasukan, maka saldo tabungan akan terus berkurang). Jika ini hal ini terjadi, maka kondisi demikian disebut pengambilan berlebih (over exploitation) , dan penambangan air tanah terjadi.

(4) Mutu Air Tanah

Sifat fisika dan komposisi kimia air tanah yang menentukan mutu air tanah secara alami sangat dipengaruhi oleh jenis litologi penyusun akuifer, jenis tanah/batuan yang dilalui air tanah, serta jenis air asal air tanah. Mutu tersebut akan berubah manakala terjadi intervensi manusia terhadap air tanah, seperti pengambilan air tanah yang berlebihan, pembuangan libah, dll Air tanah dangkal rawan (vulnerable) terhadap pencemaran dari zat-zat pencemar dari permukaan. Namun karena tanah/batuan bersifat melemahkan zat-zat pencemar, maka tingkat pencemaran terhadap air tanah dangkal sangat tergantung dari kedudukan akuifer, besaran dan jenis zat pencemar, serta jenis tanah/batuan di zona takjenuh, serta batuan penyusun akuifer itu sendiri. Mengingat perubahan pola imbuhan, maka air tanah dalam di daerah-daerah perkotaan yang telah intensif pemanfaatan air tanahnya, menjadi sangat rawan pencemaran, apabila air tanah dangkalnya di daerah-daerah tersebut sudah tercemar. Air tanah yang tercemar adalah pembawa bibit-bibit penyakit yang berasal dari air (water born diseases).

Sumber [acehpedia.org]

pentingnya air bersih dan sehat untuk keluarga

Air bersih merupakan zat yang memiliki peranan sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Manusia akan lebih cepat meninggal karena kekurangan air daripada kekurangan makanan. Di dalam tubuh manusia itu sendiri sebagian besar terdiri dari air. Tubuh orang dewasa, sekitar 55-60 % berat badan terdiri dari air, untuk anak-anak sekitar 65 % dan untuk bayi sekitar 80%. Air dibutuhkan oleh manusia untuk memenuhi berbagai kepentingan antara lain: diminum, masak, mandi, mencuci dan pertanian.

Menurut perhitungan WHO, di negara-negara maju tiap orang memerlukan air antara 60-120 liter per hari. Sedangkan di negara-negara berkembang termasuk Indonesia, tiap orang memerlukan air 30-60 liter per hari. Diantara kegunaan-kegunaan air tersebut yang sangat penting adalah kebutuhan untuk minum. Oleh karena itu, untuk keperluan minum air harus mempunyai persyaratan khusus agar air tersebut tidak menimbulkan penyakit bagi manusia.

Air Bersih dan Sehat

Air minum harus steril (steril = tidak mengandung hama penyakit apapun). Sumber- sumber air minum pada umumnya dan di daerah pedesaan khususnya tidak terlindung sehingga air tersebut tidak atau kurang memenuhi persyaratan kesehatan. Untuk itu perlu pengolahan terlebih dahulu.

Pengolahan air untuk diminum dapat dikerjakan dengan 2 cara, berikut:

1. Menggodok atau mendidihkan air, sehingga semua kuman-kuman mati. Cara ini membutuhkan waktu yang lama dan tidak dapat dilakukan secara besar-besaran.

2. Dengan menggunakan zat-zat kimia seperti gas chloor, kaporit, dan lain-lain. Cara ini dapat dilakukan secara besar¬besaran, cepat dan murah.

Agar air minum tidak menyebabkan penyakit, maka air tersebut hendaknya diusahakan memenuhi persyaratan-persyaratan kesehatan, setidaknya diusahakan mendekati persyaratan tersebut. Air yang sehat harus mempunyai persyaratan sebagai berikut:

1. Syarat fisik
Persyaratan fisik untuk air minum yang sehat adalah bening (tak berwarna), tidak berasa, suhu dibawah suhu udara diluarnya sehingga dalam kehidupan sehari-hari. Cara mengenal air yang memenuhi persyaratan fisik ini tidak sukar.

2. Syarat bakteriologis
Air untuk keperluan minum yang sehat harus bebas dari segala bakteri, terutama bakteri patogen. Cara untuk mengetahui apakah air minum terkontaminasi oleh bakteri patogen adalah dengan memeriksa sampel (contoh) air tersebut. Dan bila dari pemeriksaan 100 cc air terdapat kurang dari 4 bakteri E. coli maka air tersebut sudah memenuhi syarat kesehatan.

3.  Syarat kimia
Air minum yang sehat harus mengandung zat-zat tertentu didalam jumlah yang tertentu pula. Kekurangan atau kelebihan salah satu zat kimia didalam air akan menyebabkan gangguan fisiologis pada manusia. Sesuai dengan prinsip teknologi tepat guna di pedesaan maka air minum yang berasal dari mata air dan sumur dalam adalah dapat diterima sebagai air yang sehat dan memenuhi ketiga persyaratan tersebut diatas asalkan tidak tercemar oleh kotoran-kotoran terutama kotoran manusia dan binatang. Oleh karena itu mata air atau sumur yang ada di pedesaan harus mendapatkan pengawasan dan perlindungan agar tidak dicemari oleh penduduk yang menggunakan air tersebut.

Sumber-sumber Air Minum

Pada prinsipnya semua air dapat diproses menjadi air minum. Sumber-sumber air ini, sebagai berikut:

1. Air hujan
Air hujan dapat ditampung kemudian dijadikan air minum, tetapi air hujan ini tidak mengandung kalsium. Oleh karena itu, agar dapat dijadikan air minum yang sehat perlu ditambahkan kalsium didalamnya.

2. Air sungai dan danau
Air sungai dan danau berdasarkan asalnya juga berasal dari air hujan yang mengalir melalui saluran-saluran ke dalam sungai atau danau. Kedua sumber air ini sering juga disebut air permukaan. Oleh karena air sungai dan danau ini sudah terkontaminasi atau tercemar oleh berbagai macam kotoran, maka bila akan dijadikan air minum harus diolah terlebih dahulu.

3. Mata air
Air yang keluar dari mata air ini berasal dari air tanah yang muncul secara alamiah. Oleh karena itu, air dari mata air ini bila belum tercemar oleh kotoran sudah dapat dijadikan air minum langsung. Tetapi karena kita belum yakin apakah betul belum tercemar maka alangkah baiknya air tersebut direbus dahulu sebelum diminum.

4. Air sumur

  • Air sumur dangkal adalah air yang keluar dari dalam tanah, sehingga disebut sebagai air tanah. Air berasal dari lapisan air di dalam tanah yang dangkal. Dalamnya lapisan air ini dari permukaan tanah dari tempat yang satu ke yang lain berbeda-beda. Biasanya berkisar antara 5 sampai dengan 15 meter dari permukaan tanah. Air sumur pompa dangkal ini belum begitu sehat karena kontaminasi kotoran dari permukaan tanah masih ada. Oleh karena itu perlu direbus dahulu sebelum diminum.
  • Air sumur dalam yaitu air yang berasal dari lapisan air kedua di dalam tanah. Dalamnya dari permukaan tanah biasanya lebih dari 15 meter. Oleh karena itu, sebagaian besar air sumur dalam ini sudah cukup sehat untuk dijadikan air minum yang langsung (tanpa melalui proses pengolahan).

Pengolahan air minum

Ada beberapa cara pengolahan air minum antara lain sebagai berikut:

1. Pengolahan Secara Alamiah
Pengolahan ini dilakukan dalam bentuk penyimpanan dari air yang diperoleh dari berbagai macam sumber, seperti air danau, air sungai, air sumur dan sebagainya. Di dalam penyimpanan ini air dibiarkan untuk beberapa jam di  tempatnya. Kemudian akan terjadi koagulasi dari zat-zat yang terdapat didalam air dan akhirnya terbentuk endapan. Air akan menjadi jernih karena partikel-partikel yang ada dalam air akan ikut mengendap.

2. Pengolahan Air dengan Menyaring
Penyaringan air secara sederhana dapat dilakukan dengan kerikil, ijuk dan pasir. Penyaringan pasir dengan teknologi tinggi dilakukan oleh PAM (Perusahaan Air Minum) yang hasilnya dapat dikonsumsi umum.pengolahan air bersih

3. Pengolahan Air dengan Menambahkan Zat Kimia
Zat kimia yang digunakan dapat berupa 2 macam yakni zat kimia yang berfungsi untuk koagulasi dan akhirnya mempercepat pengendapan (misalnya tawas). Zat kimia yang kedua adalah berfungsi untuk menyucihamakan (membunuh bibit penyakit yang ada didalam air, misalnya klor (Cl).

4. Pengolahan Air dengan Mengalirkan Udara
Tujuan utamanya adalah untuk menghilangkan rasa serta bau yang tidak enak, menghilangkan gas-gas yang tak diperlukan, misalnya CO2 dan juga menaikkan derajat keasaman air.

5. Pengolahan Air dengan Memanaskan Sampai Mendidih
Tujuannya untuk membunuh kuman-kuman yang terdapat pada air. Pengolahan semacam ini lebih tepat hanya untuk konsumsi kecil misalnya untuk kebutuhan rumah tangga. Dilihat dari konsumennya, pengolahan air pada prinsipnya dapat digolongkan menjadi 2 yakni:

  • Pengolahan Air Minum untuk Umum
  • Penampungan Air Hujan. Air hujan dapat ditampung didalam suatu dam (danau buatan) yang dibangun berdasarkan partisipasi masyarakat setempat. Semua air hujan dialirkan ke danau tersebut melalui alur-alur air. Kemudian disekitar danau tersebut dibuat sumur pompa atau sumur gali untuk umum. Air hujan juga dapat ditampung dengan bak-bak ferosemen dan disekitarnya dibangun atap-atap untuk mengumpulkan air hujan. Di sekitar bak tersebut dibuat saluran-saluran keluar untuk pengambilan air untuk umum. Air hujan baik yang berasal dari sumur (danau) dan bak penampungan tersebut secara bakteriologik belum terjamin untuk itu maka kewajiban keluarga-keluarga untuk memasaknya sendiri misalnya dengan merebus air tersebut.

6. Pengolahan Air Sungai
Air sungai dialirkan ke dalam suatu bak penampung I melalui saringan kasar yang dapat memisahkan benda-benda padat dalam partikel besar. Bak penampung I tadi diberi saringan yang terdiri dari ijuk, pasir, kerikil dan sebagainya. Kemudian air dialirkan ke bak penampung II. Disini dibubuhkan tawas dan chlor. Dari sini baru dialirkan ke penduduk atau diambil penduduk sendiri langsung ke tempat itu. Agar bebas dari bakteri bila air akan diminum masih memerlukan direbus terlebih dahulu.

7. Pengolahan Mata Air
Mata air yang secara alamiah timbul di desa-desa perlu dikelola dengan melindungi sumber mata air tersebut agar tidak tercemar oleh kotoran. Dari sini air tersebut dapat dialirkan ke rumah-rumah penduduk melalui pipa-pipa bambu atau penduduk dapat langsung mengambilnya sendiri ke sumber yang sudah terlindungi tersebut.

8. Pengolahan Air Untuk Rumah Tangga
Air sumur pompa terutama air sumur pompa dalam sudah cukup memenuhi persyaratan kesehatan. Tetapi sumur pompa ini di daerah pedesaan masih mahal, disamping itu teknologi masih dianggap tinggi untuk masyarakat pedesaan. Yang lebih umum di daerah pedesaan adalah sumur gali.

Agar air sumur pompa gali ini tidak tercemar oleh kotoran di sekitarnya, perlu adanya syarat-syarat sebagai berikut:

  • Harus ada bibir sumur agar bila musim huujan tiba, air tanah tidak akan masuk ke dalamnya.
  • Pada bagian atas kurang lebih 3 m dari ppermukaan tanah harus ditembok, agar air dari atas tidak dapat mengotori air sumur.
  • Perlu diberi lapisan kerikil di bagian bbawah sumur tersebut untuk mengurangi kekeruhan.
  • Sebagai pengganti kerikil, ke dalam sumur ini dapat dimasukkan suatu zat yang dapat membentuk endapan, misalnya aluminium sulfat (tawas).
  • Membersihkan air sumur yang keruh ini dapat dilakukan dengan menyaringnya dengan saringan yang dapat dibuat sendiri dari kaleng bekas.

9. Air Hujan

Kebutuhan rumah tangga akan air dapat pula dilakukan melalui penampungan air hujan. Tiap-tiap keluarga dapat melakukan penampungan air hujan dari atapnya masing¬masing melalui aliran talang. Pada musim hujan hal ini tidak menjadi masalah tetapi pada musim kemarau mungkin menjadi masalah. Untuk mengatasi keluarga memerlukan tempat penampungan air hujan yang lebih besar agar mempunyai tandon untuk musim kemarau.

Sumber [smallcrab.com]

Industri air mineral kini memanfaatkan filter air laut dalam

Air mineral merupakan hal penting namun tidak semua air bersih itu air mineral  , Bicara tentang air mineral Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi menyambut gembira adanya industri air mineral dengan memanfaatkan penyulingan air laut dalam dan mengolahnya menjadi air mineral siap minum. Produksi air mineral dengan memanfaatkan bahan baku air laut dalam tersebut, merupakan terobosan penting yang memiliki kegunaan bagi kehidupan kita semua, kata Freddy Numberi pada peresmian Gedung Omega Grup Kyowa di Pulau Serangan, Kota Denpasar.

Freddy mengatakan, perusahaan asal Jepang yang menyuling air laut dalam menjadi air mineral dengan menggunakan teknologi mutakhir adalah merupakan hal baru dan akan memberi pengayaan wawasan dan pendalaman paradigma mengenai pentingnya lautan bagi umat manusia.air mineral

“Usaha seperti itu sangat diperlukan bagi Indonesia, sebab sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki sebagian besar wilayahnya berupa lautan serta bentangan pantai terpanjang mencapai 4000 kilometer,”ucapnya.

Di samping itu, produksi air mineral dari laut dalam ini secara tidak langsung sangat membantu penyelamatan lingkungan. Karena dibandingkan produksi air mineral dari mata air pegunungan tentu mengambil cadangan air dari sumbernya dalam jumlah besar setiap hari.

Kondisi ini tentu sangat mengurangi ketersediaan air yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan dari wilayah pegunungan. Dan keberadaan air pegunungan dengan sendirinya sangat dibutuhkan oleh flora atau tumbuhan di sekitarnya.

Begitu juga bila suatu perusahaan air mineral mengambil bahan baku dari air tanah dengan cara memompa, kata Freddy, dampaknya terasa lebih berat bagi masyarakat di sekitarnya. Kekeringan sumur akan dirasakan sebab pengurangan air tanah akan mengganggu struktur tanah bagi bangunan serta bagi masyarakat pesisir juga mempercepat intrusi air laut ke arah daratan.

Dengan demikian, maka alternatif air mineral dari air laut dalam, akan mengurangi eksploitasi air tanah dari pegunungan maupun pemukiman penduduk.

“Bagi saya investasi Omega Grup Kyowa ini merupakan langkah nyata wujud persahabatan dua negara antara Indonesia dengan Jepang. Dalam era globalisasi ini kebersamaan internasional semacam itu sangatlah dibutuhkan,” katanya.

Kedamaian dalam memanfaatkan sumber daya alam adalah bukti keindahan karya intelektual dan pancaran spiritual yang patut di dorong untuk diwujudkan.

“Saya harapkan hendaknya kedamaian dan kebersamaan seperti ini menjadi modal utama segenap upaya menyejahterakan umat manusia dengan tetap melestarikan alam lingkungan,” katanya.

Lebih lanjut menteri asal Papua itu menyatakan, produksi air mineral dari laut dalam tersebut tentu membawa serta teknologi yang dialihkan kepada para ilmuwan atau profesional setempat. Sehingga dapat mendorong para peneliti, akademisi, ilmuwan serta pakar untuk banyak menggali rahasia alam yang ada di lautan.

“Sehingga nantinya diharapkan bermanfaat bagi kepentingan umat manusia. Baik sebagai aspek bioteknologi, fisika, obat-obatan, energi alternatif dan lainnya,” kata Freddy menegaskan.

Sementara Vice President Omega Grup Kyowa, Kimiya Homma mengatakan, penyulingan air mineral dari laut dalam itu akan di produksi dan dipasarkan mulai Oktober 2008.

“Secara teknis dan teknologi kami sudah siap, sehingga untuk produksi secara massal dan dipasarkan mulai Oktober mendatang, dengan daya produksi rata-rata 1000 botol per hari,” katanya.

Sumber [merdeka.com]

Pages:12Next »
You might also likeclose