air tanah

Solusi Air Tanah Berkapur

Solusi air tanah berkapur, secara umum kualitas air sumur atau air tanah mempunyai karakteristik tertentu yang berbeda dengan kualitas air permukaan sungai. Air tanah pada umumnya jernih, namun sering mengandung mineral-mineral atau garam-garam yang cukup tinggi, sebagai akibat dari pengaruh batuan dibawah tanah yang dilalui oleh air tanah. Pada air tanah dangkal, kualitas dan kuantitasnya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan di permukaanya, dalam hal kuantitas sangat dipengaruhi oleh curah hujan setempat, sementara kualitasnya dipengaruhi oleh kondisi sanitasi disekitarnya. Read more

Apa itu kesadahan air

Kesadahan air atau sering disebut air kapur. Kesadahan air adalah kandungan mineral-mineral tertentu di dalam air, umumnya ion kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) dalam bentuk garam karbonat. Air sadah atau air keras adalah air yang memiliki kadar mineral yang tinggi, sedangkan air lunak adalah air dengan kadar mineral yang rendah. Selain ion kalsium dan magnesium, penyebab kesadahan juga bisa merupakan ion logam lain maupun garam-garam bikarbonat dan sulfat. Metode paling sederhana untuk menentukan kesadahan air adalah dengan sabun. Dalam air lunak, sabun akan menghasilkan busa yang banyak. Pada air sadah, sabun tidak akan menghasilkan busa atau menghasilkan sedikit sekali busa. Kesadahan air total dinyatakan dalam satuan ppm berat per volume (w/v) dari CaCO3.

Mengetahui Kesadahan Air
Cara paling mudah untuk mengetahui air yang selalu anda gunakan adalah air sadah atau bukan dengan menggunakan sabun. Ketika air yang anda gunakan adalah air sadah, maka sabun akan sukar berbuih, kalaupun berbuih, buihnya sedikit. Kemudian untuk mengetahui jenis kesadahan air adalah dengan pemanasan. Jika ternyata setelah dilakukan pemanasan, sabun tetap sukar berbuih, berarti air yang anda gunakan adalah air sadah tetap.

Cara yang lebih kompleks adalah melalui titrasi.

Efek Air Sadah
Air sadah tidak begitu berbahaya untuk diminum, namun dapat menyebabkan beberapa masalah. Air sadah dapat menyebabkan pengendapan mineral, yang menyumbat saluran pipa dan keran. Air sadah juga menyebabkan pemborosan sabun di rumah tangga, dan air sadah yang bercampur sabun tidak dapat membentuk busa, tetapi malah membentuk gumpalan soap scum (sampah sabun) yang sukar dihilangkan. Efek ini timbul karena ion 2+ menghancurkan sifat surfaktan dari sabun dengan membentuk endapan padat (sampah sabun tersebut). Komponen utama dari sampah tersebut adalah kalsium stearat, yang muncul dari stearat natrium, komponen utama dari sabun: 2 C17H35COO- + Ca2+ → (C17H35COO)2Ca

Dalam industri, kesadahan air yang digunakan diawasi dengan ketat untuk mencegah kerugian. Pada industri yang menggunakan ketel uap, air yang digunakan harus terbebas dari kesadahan. Hal ini dikarenakan kalsium dan magnesium karbonat cenderung mengendap pada permukaan pipa dan permukaan penukar panas. Presipitasi (pembentukan padatan tak larut) ini terutama disebabkan oleh dekomposisi termal ion bikarbonat, tetapi bisa juga terjadi sampai batas tertentu walaupun tanpa adanya ion tersebut. Penumpukan endapan ini dapat mengakibatkan terhambatnya aliran air di dalam pipa. Dalam ketel uap, endapan mengganggu aliran panas ke dalam air, mengurangi efisiensi pemanasan dan memungkinkan komponen logam ketel uap terlalu panas. Dalam sistem bertekanan, panas berlebih ini dapat menyebabkan kegagalan ketel uap. Kerusakan yang disebabkan oleh endapan kalsium karbonat bervariasi tergantung pada bentuk kristal, misalnya, kalsit atau aragonit.

kesadahan air

Jenis Air Sadah
Air sadah digolongkan menjadi dua jenis, berdasarkan jenis anion yang diikat oleh kation (Ca2+ atau Mg2+), yaitu air sadah sementara dan air sadah tetap.

Air sadah sementara
Air sadah sementara adalah air sadah yang mengandung ion bikarbonat (HCO3-), atau boleh jadi air tersebut mengandung senyawa kalsium bikarbonat (Ca(HCO3)2) dan atau magnesium bikarbonat (Mg(HCO3)2). Air yang mengandung ion atau senyawa-senyawa tersebut disebut air sadah sementara karena kesadahannya dapat dihilangkan dengan pemanasan air, sehingga air tersebut terbebas dari ion Ca2+ dan atau Mg2+. Dengan jalan pemanasan senyawa-senyawa tersebut akan mengendap pada dasar ketel. Reaksi yang terjadi adalah : Ca(HCO3)2 (aq) –> CaCO3 (s) + H2O (l) + CO2 (g)

Air sadah tetap
Air sadah tetap adalah air sadah yang mengadung anion selain ion bikarbonat, misalnya dapat berupa ion Cl-, NO3- dan SO42-. Berarti senyawa yang terlarut boleh jadi berupa kalsium klorida (CaCl2), kalsium nitrat (Ca(NO3)2), kalsium sulfat (CaSO4), magnesium klorida (MgCl2), magnesium nitrat (Mg(NO3)2), dan magnesium sulfat (MgSO4). Air yang mengandung senyawa-senyawa tersebut disebut air sadah tetap, karena kesadahannya tidak bisa dihilangkan hanya dengan cara pemanasan. Untuk membebaskan air tersebut dari kesadahan, harus dilakukan dengan cara kimia, yaitu dengan mereaksikan air tersebut dengan zat-zat kimia tertentu. Pereaksi yang digunakan adalah larutan karbonat, yaitu Na2CO3 (aq) atau K2CO3 (aq). Penambahan larutan karbonat dimaksudkan untuk mengendapkan ion Ca2+ dan atau Mg2+. CaCl2 (aq) + Na2CO3 (aq) –> CaCO3 (s) + 2NaCl (aq) Mg(NO3)2 (aq) + K2CO3 (aq) –> MgCO3 (s) + 2KNO3 (aq) Dengan terbentuknya endapan CaCO3 atau MgCO3 berarti air tersebut telah terbebas dari ion Ca2+ atau Mg2+ atau dengan kata lain air tersebut telah terbebas dari kesadahan.

Menghilangkan Kesadahan
Proses penghilangan kesadahan air yang sering dilakukan pada industri-industri adalah melalui penyaringan dengan menggunakan zat-zat sebagai berikut :

Resin pengikat kation dan anion
Resin adalah zat polimer alami ataupun sintetik yang salah satu fungsinya adalah dapat mengikat kation dan anion tertentu. Secara teknis, air sadah dilewatkan melalui suatu wadah yang berisi resin pengikat kation dan anion, sehingga diharapkan kation Ca2+ dan Mg2+ dapat diikat resin. Dengan demikian, air tersebut akan terbebas dari kesadahan.

Zeolit
Zeolit memiliki rumus kimia Na2(Al2SiO3O10).2H2O atau K2(Al2SiO3O10).2H2O. zeolit mempunyai struktur tiga dimensi yang memiliki pori-pori yang dapat dilewati air. Ion Ca2+ dan Mg2+ akan ditukar dengan ion Na+ dan K+ dari zeolit, sehingga air tersebut terbebas dari kesadahan.

Untuk menghilangkan kesadahan sementara ataupun kesadahan tetap pada air yang anda gunakan di rumah dapat dilakukan dengan menggunakan zeolit. Anda cukup menyediakan tong yang dapat menampung zeolit. Pada dasar tong sudah dibuat keran. Air yang akan anda gunakan dilewatkan pada zeolit terlebih dahulu. Air yang telah dilewatkan pada zeolit dapat anda gunakan untuk keperluan rumah tangga, spserti mencuci, mandi dan keperluan masak.

Zeolit memiliki kapasitas untuk menukar ion, artinya anda tidak dapat menggunakan zeolit yang sama selamanya. Sehingga pada rentang waktu tertentu anda harus menggantinya.

Sumber [Aneka Sumber]

Masalah Umum Air Tanah / Sumur

Air tanah salah satu sumber air terbesar, Air tanah banyak digunakan karena mudah untuk mendapatkannya. Kerusakan sumber daya air tidak dapat dipisahkan dari kerusakan di sekitarnya seperti kerusakan lahan, vegetasi dan tekanan penduduk. Ketiga hal tersebut saling berkaitan dalam memengaruhi ketersediaan sumber air. Kondisi tersebut diatas tentu saja perlu dicermati secara dini, agar tidak menimbulkan kerusakan air tanah di kawasan sekitarnya. Beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya permasalahan adalah:

1. Pertumbuhan industri yang pesat di suatu kawasan disertai dengan pertumbuhan pemukiman penduduk akan menimbulkan kecenderungan kenaikan permintaan air tanah.
2. Pemakaian air beragam sehingga berbeda dalam kepentingan, maksud serta cara memperoleh sumber air.
3. Perlu perubahan sikap sebagian besar masyarakat yang cenderung boros dalam pengggunaan air serta melalaikan unsur konservasi.

air tanah mengandung besi

Air tanah atau air sumur, khususnya untuk pemakaian rumah tangga dan industri di wilayah perkotaan dan perdesaan memiliki kecenderungan untuk mengandung kadar besi atau asam organik tinggi. Hal ini bisa diakibatkan dari kondisi geologis Indonesia yang secara alami memiliki deposit Fe tinggi terutama di daerah lereng gunung atau diakibatkan pula oleh aktivitas manusia. Sedangkan air dengan kandungan asam organik tinggi bisa disebabkan oleh adanya lahan gambut atau daerah bakau yang kaya akan kandungan senyawa organik. Masalah Umum Air Tanah atau air sumur yang mengandung kadar besi tinggi , Mengandung ion kalsium dan magnesium berlebih serta kandungan senyawa organik tinggi bisa dilihat sebagai berikut :

Air mengandung zat besi
Kadar besi dalam air ini bisa terlihat dari seberapa cepatnya warna berubah dan intensitas bau, semakin cepat warna air berubah dan semakin kuat intensitas baunya maka kadar besi semakin tinggi. Air ini tidak bisa digunakan untuk mencuci baju, apalagi sampai dikonsumsi. Jika digunakan untuk mencuci baju, maka baju terlihat cepat kusam dan terkadang sampai berkarat. Efek terburuk dari penggunaan air yang mengandung besi tinggi adalah menurunnya intelegensi (IQ) sedangkan efek lain adalah terganggunya kesehatan kita.
Air dengan kandungan zat besi tinggi akan menyebabkan air berwarna kuning. Pertama keluar dari kran, air nampak jernih namun setelah beberapa saat air akan berubah warna menjadi kuning. Hal ini disebabkan karena air yang berasal dari sumber air sebelum keluar dari kran berada dalam bentuk ion Fe2+, setelah keluar dari kran Fe2+ akan teroksidasi menjadi Fe3+ yang berwarna kuning.
Air berwarna kuning keruh dan sering disertai bau amis. Untuk air minum, jika mengandung besi cenderung menimbulkan rasa mual apabila dikonsumsi. Selain itu dalam dosis besar dapat merusak dinding usus. Kadar Fe  lebih dari 1 mg/l  menyebabkan terjadinya iritasi pada mata dan kulit. Apabila kelarutan besi dalam air melebihi 10 mg/l  menyebabkan air berbau seperti telur busuk.

Air kuning permanen
Air tanah atau air sumur yang berwarna  kuning permanen biasanya terdapat di daerah bakau dan tanah gambut yang kaya akan kandungan senyawa organik. Berbeda dengan kuning akibat kadar besi tinggi, air kuning permanen ini sudah berwarna kuning saat pertama keluar dari kran sampai beberapa saat kemudian didiamkan akan tetap berwarna kuning.

Air Menimbulkan Kerak
Sumber air tanah yang terlalu banyak mengandung ion kalsium dan magnesium atau biasa disebut air sadah jika digunakan seringkali meninggalkan kerak putih, tapi jangan langsung berpikir kalau kerak yang ditinggalkan langsung tebal, kerak putih ini mula-mula hanya tipis, lama-kelamaan akan menebal jika peralatan ini terus digunakan untuk merebus air sadah.

Dampaknya hantaran panas dari panci/ketel akan berkurang (untuk mendidihkan air dalam jumlah sama, panas yang digunakan jauh lebih banyak, sehingga membutuhkan waktu lebih lama) karena kerak ini merupakan isolator panas. Masalah umum air tanah atau air sumur dapat diatasi dengan berbagai cara dan metode sesuai dengan masing-masing masalah air yang dialami. Namun salah satu cara terbaik untuk mengatasi masalah air diatas adalah menggunakan filter air / pemurni air. Filter air adalah suatu alat yang berfungsi untuk menyaring dan menghilangkan kontaminan di dalam air dengan menggunakan penghalang atau media, baik secara proses fisika, kimia maupun biologi. Sekarang ini banyak sekali teknologi modern yang terdapat dalam filter air diantaran NanoFiltrasi, MikroFiltrasi, UltraFiltrasi, Reverse Osmosis. Teknologi tersebut dapat membuat air yang tidak layak menjadi layak digunakan atau dikonsumsi (sesuai kebutuhan dan keinginan).  Dengan menggunakan filter air, kini kita dapat menikmati air bersih dan sehat.

Sumber [Aneka Sumber]

Menentukan Sumber Air Tanah

Air tanah / sumur salah satu cara mendapatkan air.  Air tanah banyak digunakan oleh masyarakat karena cukup mudah mendapatkannya. Mungkin buat kita yang awam pasti bingung dimana bisa menemukan titik titik tertentu pada tanah yang diyakini memiliki sumber mata air. karena kegagalan menemukan titik mata air buat sumur bor berarti tidak akan ada air yang keluar dari bumi dan menyembur keatas walau kedalaman pipa yang dimasukan kedalam bumi / tanah sudah lumayan dalam mungkin 15 meter atau 20 meter.

1. Pemilihan lokasi sumur yang baik
Tidak berdekatan dengan wc / toilet / kamar mandi agar tidak terjadi kontaminasi saluran pembuangan dengan jaringan sumur air tanah. Jarak yang tepat untuk memisahkan antara lubang sumur air yang akan dibuat dengan toilet yang terdekat adalah minimal 5 meter jika tanah di sekitar lokasi adalah tanah liat dan minimal 7,5 meter jika tanahnya berpasir.
2. Konstruksi sumur air yang sesuai standar
3. Membuat dinding tembok bagian atas pada jarak 3 meter dari permukaan tanah agar tidak terjadi perembesan air dari permukaan tanah yang akan merusak dan mengkontaminasi kualitas air bersih.
4. Pada bagian atas sumur air / sumur bor diberi tutup supaya tidak kemasukan kotoran yang bisa merusak air yang bersih menjadi kotor.

air tanah air sumurBerikut teknik sederhana memnentukan sumber air tanah :
1. Teknik menentukan titik sumber mata air sumur bor dengan menggunakan garam
Caranya : Sekitar jam 7 atau jam 8 malam letakanlah 1-2 genggam garam dan tutup rapat dengan kaleng bekas susu yang sebagian sisinya terbuka dan bagian sisinya tertutup. Pada tempat yang akan digali atau di bor. kemudian pada pagi harinya silahkan lihat garam tsb, jika habis atau tinggal sedikit berarti pada titik tsb ada sumber airnya. Jika perlu taruhlah garam dan kaleng tersebut pada beberapa titik sekaligus dan lihatlah pada titik mana yang garamnya paling sedikit/habis.

2. Tehnik Daun Pisang Menentukan Titik Sumber Mata Air Bor.
Dengan cara analisa kelembaban menggunakan media daun pisang. Ambillah beberapa lembar daun pisang dan taruhlah pada beberapa titik yang akan di bor atau digali pada sekita jam9 atau jam 10 malam. Pagi harinya coba lihat embun yang menempel pada daun pisang tersebut (pada bagian bawah daun tadi). Semakin banyak embun yang menempel semakin banyak debit air bawah tanah tersebut.
Namun jika daunnya tetap kering berarti tidak ada sumber air di bawah daun tersebut jadi harus dicari lokasi lain sampai tepat dan barulah melakukan pengeboran air tanah.

3. Cara Menentukan Titik Sumber Mata Air Bor Menggunakan Sapu Lidi .

Caranya :
Siapkan 2 Lidi, karet gelang, benang atau kawat. Kedua lidi dipotong sama panjang, dan ikat ujungnya dengan karet gelang, kawat atau benang. (Tidak ada lidi dapat menggunakan kayu, ranting atau tembaga).

  1. Pangkal kedua lidi dipegang dengan kedua tangan terbuka. Letakkan pada antara ibu jari dengan telunjuk kemudian digenggam dengan santai sambil dirorong merapat. Kedua tangan dipinggang.
  2. Letakan kedua tangan yang telah memegang lidi tersebut pada pinggang. Arah ujung lidi yang telah diikat pada posisi datar di depan perut.
  3. Berjalan maju maupun mundur, dengan posisi lidi tetap dipegang dengan posisi mendatar.
  4. Pusatkan perhatian pada tanah yang dilalui, sambil merasakan getaran ujung kedua lidi yang ikat dengan karet gelang, kawat atau tali lainnya.
  5. Apabila ada tarikan ke bawah atau ke atas pada ujung lidi, maka itu tandanya dibawah tanah yang dilalui ada aliran atau sumber air. Jika benar tanda-tanda itu semakin kuat, yaitudengan tarikan ke bawah atau ke atas pada ujung lidi, berarti ada sumber air atau aliran air bawah tanah. (tandai atau berilah garis dimana tanah dilalui, persis di bawah lidi yang naik atau turun).
  6. Langkah berikutnya, cari dari arah yang berlawanan. (Gerakan sama dengan point 4 s/d 6). Cari sampai menemukan hal yang serupa, dengan berpindah-pindah tempat, namun tetap arah berlawanan dengan yang telah ditandai. Jika tidak ditemukan atau tidak ada tanda-tanda, usahakan cari tempat yang lain, karena sumber air itu hanya satu arah.
  7. Jika langkah ke 8 (delapan) ada tanda-tanda seperti pada point 7, maka lakukan hal yang sama dengan langkah-langkah pada point 7, dan tandai dengan garis. (Pada akhirnya kedua garis untuk tanda adanya suber air bawah tanah tersebut akan bertemu). Lihat gambar disamping!
  8. Pusatkan pada pertemuan kedua garis tersebut dan lakukan hal yang sama seperti pont 7 secara berulang-ulang, Baik juga jika gerakan melingkar dari pertemuan kedua garis tersebut untuk mengetahui berapa banyak dan besarnya aliran air dalam tanah. Bisa jadi ada dua atau tiga sumber pada tempat tersebut.

Teknik modern menentukan sumber air tanah pada sumur dalam (Deep Well)

Sumur Dalam (Deep Well) sendiri biasanya dibor pada kedalaman 150 m – 200 m tergantung kandungan air tanah pada lokasi proyek tersebut agar didapatkan air tanah yang sesuai dengan debit air yang diinginkan.

1. Dengan menggunakan Geolistrik
Salah satu teknik untuk menentukan titik pengeboran dengan lokasi yang memiliki cekung air/sumber air yang banyak (Akuifer) adalah dengan metoda Geolistrik. Metoda ini memerlukan lahan untuk dilakukan survey yang cukup luas untuk mencari cekungan air (Akuifer) di dalam tanah. Dengan menggunakan teknik Resistivity maka dapat ditentukan tahanan yang disesuaikan dengan kontur tanah/jenis batuan yang merupakan sumber air. Sehingga dapat ditentukan kedalaman yang ideal untuk mencapai air yang cukup banyak dan kualiatas yang baik. Dikarenakan peralatan Geolistrik ini cukup mahal, maka setiap pengeboran melakukan survey terlebih dahulu. Kegiatan survey Geolistrik ini bisa memperoleh informasi keadaan tanah hingga 150 meter.

2. Dengan menggunakan Geo Electromagnetic Satellite Scan
Penentuan titik pengeboran sumber air tanah dengan metoda Geo Electromagnetic Satelite Scan (Belah Bumi) lebih akurat dibandingkan dengan menggunakan peralatan Geolistrik.

Keunggulan Geo Electromagnetic Satellite Scan mampu melacak :

  1. Lebar Sungai Bawah Tanah
  2. Arah Aliran Sungai Bawah Tanah
  3. Membaca hingga kedalaman 400 mtr dibawah tanah
  4. Mengetahui Struktur Tanah secara detail
  5. Mengetahui frekwensi Aliran Air tanah
  6. Mengetahui kedalaman Jalur Sungai Bawah Tanah
  7. Mengetahui Conductivity Struktur Tanah

Akurasi ketepatan geolistrik hanya 50% sedangkan Geo Electromagnetic Satellite Scan 90%. Seringkali Clay basah dibaca air oleh peralatan Geolistrik. Geo Electromagnetic Satellite Scan hanya membaca air yang mengalir di dalam tanah sehingga untuk pengeboran jaran sekali mengalami air kering setelah proses pengeboran selesai.

Sumber [Aneka Sumber]

Air tanah di jakarta semakin sedikit

Air tanah di jakarta semakin sedikit, Persediaan air tanah semakin berkurang di kota besar seperti Jakarta. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) berniat untuk melarang masyarakat Jakarta menggunakan air tanah. Hal ini disebutkan untuk menjaga tanah Jakarta agar tidak terus turun, namun peraturan ini belum dijelaskan detail kapan diimplementasikannya.

Wakil Menteri PU Hermanto Dardak mengatakan sebelum diimplementasikannya aturan ini, pihaknya akan membenahi dan membuat waduk terlebih dahulu untuk mencukupi kebutuhan air di Jakarta dengan menggunakan air permukaan tersebut.

“Dan untuk di Jakarta waduk untuk meningkatkan pelayanan air bersih sebelum kita melarang menggunakan air tanah, tapi waktunya masih panjang. Tapi di beberapa daerah sudah kita larang,” ungkapnya ketika ditemui di JCC, Jakarta.

air tanah kualitasUntuk saat ini, Kemen PU belum membenahi waduk terutama untuk mencukupi kebutuhan air di Jakarta seperti waduk Jatiluhur, dan dari barat sedang membangun waduk Karyan di Banten. “Ini sumber air baku di jakarta, di serang juga ada itu di Cilegon,” ucapnya.
Untuk pembangunan waduk baru saat ini dia menyebutkan ada 3 waduk yaitu waduk Jatibarang, Jatigede dan Karyan di Banten. Selain di Jakarta juga ada waduk di Semarang.

“Jadi ini gunanya selain untuk pengendalian banjir dan dukungan air bersih juga untuk Irigasi, ini semua masih berjalan ini juga,” pungkasnya.

Berdasarkan data peta elektronik yang dikeluarkan Badan Informasi Geospasial (BIG), permukaan tanah di DKI Jakarta mengalami penurunan sekitar 2,8 cm setiap tahunnya. Sebagai langkah pencegahan awal, Gubernur Jokowi segera merealisasikan sumur resapan di titik-titik vital.

“Udah kita anggarkan sumur resapan dalam, dangkal dan pergub untuk sumur resapan. Itu aja,” ujar Jokowi di Kantor Kemenkeu, Jakarta.

Menurut Jokowi, terus menurunnya permukaan tanah di Jakarta karena ratusan gedung yang berdiri megah terus menyedot air bawah tanah. Hal itu juga berdampak pada persediaan air baku di Jakarta.

“Karena memang turunnya karena selalu disedot. Karena itu air baku kita harusnya 100 persen ngambil di Waduk Jatiluhur, Waduk Karya tapi ini belum siap. Sehingga ngejarnya di situ, enggak ada yang lain,” jelas Jokowi.

Jokowi segera melakukan pengecekan ke semua gedung yang membangkang perintahnya untuk membuat sumur resapan. Jika masih ada yang tidak mengindahkan, bersiap saja efek ada efek yang lebih besar yang akan dihadapi Jakarta.

“Ya kalau kita enggak sediakan, kalau mereka kita paksa tidak, alternatifnya kan harus siap, nah ini yang belum. Ini kan kita kejar-kejaran dengan itu. Artinya apa, yang di dalam tanah itu untuk cadangan, di negara manapun seperti itu konsepnya. Lha kita ini enggak punya cadangan diambilin terus, ya jogrok,” tandasnya.

Mungkin sebagai antisipasi masalah berkurangnya jumlah air tanah di kota besar, Khususnya Jakarta . Salah satu cara yang dilakukan oleh salah satu komunitas di Jambi ini dapat diterapkan

Komunitas Konservasi Indonesia (Warsi) Jambi memperkenalkan kepada warga tentang pengelolaan air tanah dengan metode biopori.

Kegiatan ini sekaligus untuk mengurangi kecemasan warga Kota Jambi akan semakin langkanya kualitas dan kuantitas air tanah seiring terjadinya perubahan iklim dan pemanasan global.

“Kita sudah lama menggunakan dan mengembangkan metode ini sebagai uji coba di pekarangan kantor kita dan ternyata hasilnya sangat positif, air sumur kita tidak pernah kering dengan kualitas air yang sangat bagus, sangat jernih layak dikonsumsi dan digunakan untuk keperluan lainnya,” kata Staf Deputi Humas Infokom KKI Warsi, Sukmareni di Jambi, Sabtu.

Saat ini, model dan metoda biopori tersebut sesungguhnya sudah layak dipublikasikan, karena itu KKI Warsi mengajak warga sekitar kantornya untuk ikut mengembangkan metoda tersebut guna membantu mereka dalam pengadaan ketersediaan air tanah yang awet dan terawat.

“Dengan proyek percontohan di pekarang kita ini, diharapkan warga sekitar bisa melihat langsung dan selanjutnya berminat untuk mengembangkan hal serupa di rumah mereka, pasalnya biopori ini baru akan terasa besar dampak positifnya kalau digunakan secara massal, minimal oleh warga satu komplek,” katanya.

Ia menyatakan dengan metoda memanfaatkan sejenis mikroba pengurai tanah tersebut dengan luas ruang pekarangan yang minimal maka sudah dapat menjaga kelestarian air tanah di kawasan tersebut hingga aman dari ancaman banjir di musim hujan atau kekeringan di musim kemarau seperti yang sudah kerap terjadi di Jambi satu dekade belakangan ini.

Secara sederhana, tambah Reni, warga hanya cukup membangun ruang dengan menggali tanah di bawah pekarangan atau halaman rumahnya lalu memasukkan jenis limbah an organik beserta sejenis mikroba pengurai tanah.

Selanjutnya ditutup dengan konblok berpori maka setiap kali hujan air akan meresap dan disimpan di dalam ruang tanah yang sudah diurai oleh mikroba tersebut sehingga ketersediaan dan kegunaan air dapat selalu terjaga.

“Selama ini yang menjadi penyebab makin seringnya terjadi bencana banjir dan kekeringan hingga sumur-sumur kekeringan melanda kota Jambi adalah karena semakin menghilangnya daerah-daerah resapan air sebagai dampak dari pembangunan fisik gedung-gedung yang menutup pori-pori tanah dengan semen atau aspal hingga air hanya berlalu di permukaan menjadi banjir,” ujar Reni.

Dengan biopori secara sederhana dapat dijelaskan, air tersimpan di dalam tanah yang selanjutnya akan menjadi sumber air cadangan yang sangat besar bagi sumur-sumur di musim kemarau dan penyerap air hujan sehingga tidak mengalir di permukaan tanah menjadi banjir.

Sumber [Aneka Sumber]

Mengatasi Air Sumur Keruh dan Bau

Air sumur salah satu sumber air. Air Sumur banyak digunakan oleh daerah perkotaan maupun perdesaan. Air adalah suatu yang vital bagi kehidupan kita, tapi bagaimana bila air yang kita pakai keruh dan berbau dan meninggalkan bercak pada perabot sehingga tidak layak untuk keperluan sehari-hari. Penyebab rendahnya kualitas air adalah kondisi tanah yang terlalu banyak mengandung lumpur atau berkapur. Air yang baik berasal dari tanah berpasir. Tapi bagaimana bila kondisi sumur kita berada pada daerah yang kondisi bertekstur lempung atau berkapur.

air sumur keruh berminyakTanda-tanda bahwa air tanah / air sumur sudah tercemar dapat dikenali melalui pengamatan fisik, yaitu:

1. Warna kekuningan akan muncul jika air tercemar chromium dan materi organik. Jika air berwarna merah kekuningan, itu menandakan adanya cemaran besi. Sementara pengotor berupa lumpur akan memberi warna merah kecoklatan.

2. Kekeruhan juga merupakan tanda bahwa air tanah telah tercemar oleh koloid (bio zat yang lekat seperti getah atau lem). Lumpur, tanah liat dan berbagai mikroorganisme seperti plankton maupun partikel lainnya bisa menyebabkan air berubah menjadi keruh.

3. Polutan berupa mineral akan membuat air tanah memiliki rasa tertentu. Jika terasa pahit, pemicunya bisa berupa besi, alumunium, mangaan, sulfat maupun kapur dalam jumlah besar.

4. Air Sumur / air tanah yang rasanya seperti air sabun menunjukkan adanya cemaran alkali. Sumbernya bisa berupa natrium bikarbonat, maupun bahan pencuci yang lain misalnya detergen.

5. Sedangkan Air Sumur rasa payau menunjukkan kandungan garam yang tinggi, sering terjadi di daerah sekitar muara sungai.

6. Bau yang tercium dalam air tanah juga menunjukkan adanya pencemaran. Apapun baunya, itu sudah menunjukkan bahwa air tanah tidak layak untuk dikonsumsi.

Ada beberapa cara membuat air sumur menjadi jernih:
Pertama adalah cara biologis, yaitu menanam tanaman berakar tunjang disekitar sumur.  Akar pohon akan menyerap mineral-mineral yang terkandung dalam air tanah, sehingga komposisi mineral air menjadi tidak berlebih. Tapi cara ini tentunya sangat lama karena menunggu pertumbuhan pohon tersebut.

Kedua adalah dengan cara kimia, yaitu dengan memberi larutan hidrogen peroksida H2O2 atau dipasaran dikenal dengan water cleaner, cukup ½ liter saja masukkan ke dalam air sumur. Diamkan satu malam.  Dan kuras keesokan harinya, tapi cara ini tidak efektif untuk jangka panjang.

Untuk penggunaan sumur jangan pernah menggunakan tawas karena tawas akan membentuk endapan di dasar, dan jangan menggunakan kaporit karena kaporit untuk membunuh bakteri bukan untuk menjernihkan air sumur, kecuali pada tandon yang endapan dasarnya bisa di sedot.

Ketiga adalah cara fisika dengan memasang alat saring / Filter Air, bahan penyaring air sumur bisa dari serat nilon atau karbon aktif, tapi penggunaan alat saring akan memberatkan kerja dari pompa air.

Dengan pemakaian Toren air  maka kita mudah mengambil air jernih sedikit diatas endapan kotor. Kita juga dapat  memasang penyaring air untuk meningkatkan kualitas, Penggunaan filter air  ini tentu saja memanfaatkan gravitasi, sehingga tidak memperberat kerja pompa air.

Perhatikan juga penggunaan pompa air atau alat listrik lainnya diluar jam beban puncak karena tarif PLN lebih murah.  Penggunaan toren air atas juga akan menghemat penggunaan listrik

Kerugian yang ditimbulkan oleh zat -zat yang terlarut dalam air sumur , air kotor, keruh, berbau yang tidak layak pakai :

  1. Zat besi / mangan menyebabkan air berbau karat dan bewarna , Baju berwarna kuning dan menyebabkan kerusakan hati bila dikonsumsi terus menerus .
  2. Zat organik menyebabkan bau dan rasa tidak enak dan menyebabkan sakit perut bila dikonsumsi
  3. Zat kapur menyebabkan bercak putih atau kerak pada peralatan memasak , mobil atau pipa dan menyebabkan resiko batu ginjal
  4. PH rendah menyebabkan karat dan mengubah senyawa kimia tertentu menjadi racun berbahaya
  5. Kaporit tinggi Menyebabkan rasa yang tidak enak , menyebabkan kulit cepat kering dan menyebabkan karat atau korosi pada logam
  6. Nitrit menyebabkan terbentuknya methaemoglobine yang menghambat berjalannya oksigen dalam darah .

Sayangi keluarga anda dengan memberikan air yang bersih dan berkualitas , dengan Nano Smart Filter semua masalah air tersebut dapat teratasi dengan mudah.

Nano Smart Filter merupakan penyaring air yang sangat tepat untuk mendapatkan air bersih yang berkualiatas tanpa biaya perawatan yang tinggi serta didukung oleh pelayanan purna jual yang ramah dari tenaga teknisi kami yang sudah terlatih dan berpengalaman bertahun tahun dalam water treatment untuk industri maupun rumah tangga.

Sumber [AnekaSumber]

Air Tanah Jakarta 45% masih tercemar bakteri E-coli

Air Tanah Jakarta 45% masih tercemar bakteri E-coli, Air tanah masih jadi pilihan utama masyarakat Indonesia untuk mememuhi kebutuhan sehari-harinya di rumah. Untuk memastikan apakah air tanah yang digunakan masih layak pakai, masyarakat diingatkan agar tidak lupa menguji kualitas airnya.

Kenapa air tanah harus diuji kualitasnya?
pengolahan air tanah
Karena penggunaan air dalam kehidupan manusia harus bebas dari bahan pencemar dan polutan. Ada banyak indikator yang menunjukkan tingkat pencemaran air dan faktor ini kadang hanya bisa diketahui melalui pengujian di laboratorium.

Selain itu, tidak semua daerah memiliki kualitas air yang baik, padahal salah satu kegunaan air adalah untuk diminum karenanya kebersihan air akan mempengaruhi kesehatan seseorang.

Dimana tempat menguji kualitas air?

“Ada banyak laboratorium yang bisa melakukan hal itu,” ujar ketua Departemen Kesehatan Lingkungan FKM UI, Dr R Budi Haryanto, SKM, MKes, MSc

Dr .Budi menuturkan masyarakat bisa membawa air tanah di lingkungan rumahnya antara lain ke:

  • Laboratorium dinas kesehatan tiap provinsi
  • Laboratorium FMIPA bagian kimia
  • Laboratorium FKM (fakultas kesehatan masyarakat)
  • Laboratorium teknik bagian lingkungan
  • Atau kalau di swasta juga ada seperti di laboratorium Sucofindo.

Apa saja kualitas air tanah yang diuji?

Parameter yang diperiksa untuk mengetahui kualitas air tanah biasanya terdiri dari parameter biologis, kimiawi dan juga fisiknya.

Untuk parameter biologis yang diperiksa adalah kandungan bakteri E.coli sebagai indikator biologis. Jika di dalam air tanah tersebut terdapat bakteri E.coli maka virus, bakteri, parasit dan amuba lainnya bisa saja ada di dalam air tersebut. Tapi jika tidak ada bakteri E.coli kemungkinan virus, bakteri atau parasit yang ada di sana merupakan kuman yang non-patogen atau tidak berbahaya.

Untuk parameter kimiawi yang diperiksa adalah senyawa-senyawa kimia yang seharusnya memang tidak boleh ada di dalam air, misalnya mangan, merkuri atau timbal. Sedangkan untuk parameter fisiknya yang diperiksa adalah kekeruhan, pH dan warna dari air tanah tersebut.

“Persyaratan dari Kementerian Kesehatan adalah air yang dikonsumsi harus terbebas dari pencemar biologis, kimia dan fisik. Masyarakat bisa mengetes ketiganya dilaboratorium dan satu paket harganya mungkin sekitar 100 ribu,” ungkapnya.

Apa ciri-ciri air tanah yang tercemar ?

Air yang tercemar kadang tidak terlihat terutama jika pencemarnya adalah biologis. Sedangkan untuk pencemar kimia atau fisik terkadang bisa terlihat dari warna air yang keruh, berbau, berasa atau berwarna kekuning-kuningan.

“Kalau ada tanda-tanda seperti itu penting untuk memeriksakan semua faktor parameternya baik biologis, kimia dan fisiknya,” ujar Dr Budi.

Apakah jika saya membeli Air Isi Ulang itu baik ?
Membeli air yang bisa langsung diminum di depot isi ulang air minum makin diminati masyarakat. Tapi sebaiknya, air yang dibeli dari depot dimasak lagi sebelum diminum.

Meski depot air isi ulang tersebut mendaur air bersih dengan standar yang ada menggunakan alat penyaring air seperti ultraviolet atau bahan lainnya, namun belum jaminan bakteri-bakteri terutama E.coli akan hilang.

“Rata-rata 50 persen air isi ulang tersebut mengandung bakteri E.coli, karenanya masyarakat disarankan untuk memasaknya kembali sebelum diminum,” ujar Dr R Budi Haryanto, SKM, MKes, MSc dalam acara Teknologi Pemurni Air Siap Minum Terlindung dari Kuman berbahaya Penyebab Penyakit di Planet Hollywood, Jakarta

Dr.Budi menuturkan berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa FKM UI tahun 2009 di daerah Cimanggis, Jawa Barat diketahui bahwa air minum isi ulang mengandung bakteri E.coli dan berhubungan dengan diare pada bayi yang mengonsumsinya.

“Risiko bayi terkena diare 3 kali lebih tinggi pada bayi yang mengonsumsi air isi ulang dibandingkan dengan bayi yang tidak mengonsumsi. Hal ini karena biasanya air tersebut langsung diminum,” ujar dosen FKM UI.

Diare menduduki peringkat kedua sebagai penyebab kematian balita dan balita yang minum air tercemar akan memiliki risiko lebih tinggi. Fenomena ini menunjukkan pentingnya metode pengolahan air tanah yang efektif dan efisien, sehingga air yang dikonsumsi bisa terbebas dari mikroorganisme berbahaya.

Budi menuturkan proses yang digunakan oleh depot isi ulang tersebut sebenarnya sudah benar, dan penyaring yang digunakan seperti ultraviolet memang bisa digunakan menyaring bakteri atau senyawa kimia yang terdapat di dalam air .

“Tapi permasalahannya adalah siapa yang bisa menjamin bahwa penyaring tersebut diganti secara teratur, karena biasanya yang menjaga depot bukanlah sang pemilik yang sudah mendapatkan training tapi orang lain. Untuk itu pengawasannya harus diperketat,” ungkap dosen yang lahir di Malang 51 tahun silam.

Jika masyarakat masih mengonsumsi air isi ulang yang berasal dari depot-depot, maka sebaiknya air tersebut dimasak kembali atau dilewatkan pada dispenser yang air panas untuk mengurangi kontaminasi bakteri.

Bagaimana jika air yang dikonsumsi sudah tercemar apa solusi terbaiknya ?

Dr Budi mengungkapkan saat ini banyak di kota-kota besar seperti jakarta, tangerang, bogor, bandung, Surabaya , semarang dijual alat penjernih air , filter air, pengolah air tanah yang biasanya sudah mengandung penyaring air, karbon aktif dan media filter air lainnya untuk menangkap senyawa-senyawa kimia dan juga menghilangkan bakteri.

“Masyarakat harus pintar-pintar memilih alat penjernih air yang digunakan untuk penyaringan air, serta mengganti media filter secara teratur. Sedangkan memasak air yang mendidih hanya bisa menghilangkan pencemar biologis saja, kalau senyawa-senyawa kimia air tidak hilang,” ungkapnya.

Sumber [health.detik.com]

Pengolahan air Tanah menjadi air bersih dengan filter air

Pengolahan air tanah menjadi air bersih dengan filter air, Air bersih merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi kehidupan manusia. Karena itu jika kebutuhan akan air bersih tersebut belum tercukupi maka dapat memberikan dampak yang besar terhadap kondisi kesehatan maupun sosial. Pengadaan air bersih di Indonesia khususnya untuk skala yang besar masih terpusat di daerah perkotaan, dan dikelola oleh Perusahan Air Minum (PAM) kota yang bersangkutan. Namun demikian secara nasional jumlahnya masih belum mencukupi dan dapat dikatakan relatif kecil yakni 10,77 % . Untuk daerah yang belum mendapatkan pelayanan air bersih dari PAM umumnya mereka menggunakan pengolahan air tanah ( air sumur ), air sungai, air hujan, air sumber (mata air) dan lainnya.
Lalu selanjutnya bagaimana dengan kualitas air bersih yang kita ambil dari dalam tanah. Ketika Indonesia pada tahun 70 s/d 80 an pompa air tangan Dragon dengan mengambil air tanah dari kedalaman 6 meter sudah mencukupi kualitasnya. Tapi dengan semakin banyaknya pertumbuhan penduduk dan bahan pencemar yang semakin banyak di permukaan , air tanah dangkal ini sudah tidak layak dan sudah tidak ada lagi pada tahun 2012 an, akibatnya banyak penduduk yang mengambil air tanah dengan kedalaman 12 meter. Pada kedalaman ini, masalah yang ada adalah rasa bau dan warna (kuning) pada air tanah.pengolahan air tanah
Dari hasil survey penduduk, prosentasi banyaknya rumah tangga dan sumber air bersih yang digunakan di berbagai daerah di Indonesia sangat bervariasi tergantung dari kondisi geografisnya. Secara nasional yakni sebagai berikut : Yang menggunakan air ledeng 10,77 %, air tanah dengan memakai pompa 7,85 %, air sumur (perigi) 53,78 %, mata air (air sumber) 15,70 %, air sungai 8,54 %, air hujan 1,64 % dan lainnya 1,71 %.
Permasalahan yang timbul yakni sering dijumpai bahwa kualitas air tanah maupun air sungai yang digunakan masyarakat kurang memenuhi syarat sebagai air minum yang sehat bahkan di beberapa tempat bahkan tidak layak untuk digunakan. Air bersaih yang layak diminum, mempunyai standar persyaratan tertentu yakni persyaratan fisis, kimiawi dan bakteriologis, dan syarat tersebut merupakan satu kesatuan. Jadi jika ada satu saja parameter yang tidak memenuhi syarat maka air tanah tesebut tidak layak untuk diminum. Standar kualitas air minum telah dibakukan dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.20 Tahun 1990. Pemakaian air minum yang tidak memenuhi standar kualitas tersebut dapat menimbulkan gangguan kesehatan, baik secara langsung dan cepat maupun tidak langsung dan secara perlahan.
Air tanah sering mengandung zat besi (Fe) dan Mangan (Mn) cukup besar. Adanya kandungan Fe dan Mn dalam air tanah atau air sungai menyebabkan warna air tanah dan air sungai tersebut berubah menjadi kuning-coklat setelah beberapa saat kontak dengan udara. Disamping dapat mengganggu kesehatan juga menimbulkan bau yang kurang enak serta menyebabkan warna kuning pada diding bak serta bercak-bercak kuning pada pakaian. Oleh karena itu menurut PP No.20 Tahun 1990 tersebut, kadar (Fe) dalam air minum maksimum yang dibolehkan adalah 0,3 mg/lt, dan kadar Mangan (Mn) dalam air minum yang dibolehkan adalah 0,1 mg/lt.
Di negara maju seperti Amerika dan Jepang, peraturan standar kualitas air minum lebih ketat lagi. Total kandungan besi dan mangan dalam air minum maksimum yang diperbolehkan adalah 0,3 mg/lt. Untuk menanggulangi masalah tersebut, perlu dilakukan upaya penyediaan sistem alat pengolahan air tanah skala rumah tangga yang dapat menghilangkan atau mengurangi kandungan besi dan mangan yang terdapat dalam air sumur atau tanah. Cara terbaik untuk meningkatkan kualitas air tanah yakni dengan menggunakan filter air atau alat penjernih air yang menggunakan media filter Super Pasir Aktif , PureTAG Super dan karbon aktif.
Dengan menggunakan filter air maka air tanah atau air sungai yang mengandung besi dan mangan akan menjadi air bersih dan aman untuk digunakan bersama keluarga anda dirumah.
Karena filter air / penjernih air Nano Smart Filter menggunakan media filter berkualitas yaitu PureTAG Super sehingga masalah air tanah anda dapat teratasi dengan mudah. Selain itu Alat pengolahan air tanah Nano Smart Filter menggunakan teknologi modern membuat pengolahan air tanah Nano Smart Filter mudah dalam penggunaannya dan dalam perawatannya. Banyak sekali keuntungan yang akan anda dapatkan jika menggunakan filter air / penyaring air selain membuat air tanah menjadi air bersih dan sehat anda juga dapat berhemat karena tidak perlu lagi membeli air minum isi ulang yang semakin mahal harganya. Jadi jangan ragu lagi untuk menggunakan alat pengolahan air tanah rumah tangga Nano Smart Filter , Karena keluarga sehat dimulai dari air baik.

Air bau besi solusi terbaik mengatasinya dengan filter air

Air bau besi solusi terbaik mengatasinya dengan filter air
Seringkali air berbau besi menjadi masalah bagi masyarakat di dunia ini . Air bau besi memberikan ketidak nyamanan dalam penggunaan baik dalam keperluan memasak, mandi, minum ataupun bahkan dalam kebutuhan sehari-hari lainnya yang berkaitan dengan kesehatan dalam tubuh. Air yang semestinya menjadi sumber kesehatan justru menjadi biang penyakit akibat zat besi yang terkandung didalamnya. Kadar zat besi yang tinggi dalam air yang didapat dari sumber-sumber permukaan seperti air sumurair tanah dan sebagainya  justru melahirkan berbagai macam jenis penyakit yang dapat diderita oleh masyarakat dan menyebabkan air bau besi.

Berbagai penyakit yang ditimbulkan salah satunya penyakit kulit. Bahkan air dengan kadar zat tinggi  dan berbau  besi dapat merusak pakaian bila digunakan untuk mencuci dan tidak hanya pakaian saja yang akan rusak, warna cat mobil atau motor kesayangan anda pun dapat berubah menjadi kusam, selain itu panci, bak penampungan air anda juga akan berwarna kekuningan. Memang masalah air bau besi  ini masih sering disepelekan bagi beberapa orang. Namun bila kita fikirkan akan banyak sekali kerugian yang ditimbulkan oleh masalah air yang mengandung dan berbau besi tajam.
air bau besi cara mengatasinya
Ada beberapa tips dalam mengenali air yang terkandung didalamnya zat-zat membahayakan bagi kesehatan baik kesehatan tubuh maupun dalam penggunaan kehidupan sehari-hari,  khususnya air dengan kadar zat besi tinggi. berikut tipsnya:

Cara mengenal air berkadar besi tinggi ini dengan cara :

VISUAL  : Air yang bersumber dari permukaan tanah baik seperti air sumur maupun yang lainnya memiliki kadar besi tinggi dengan ditandai warna kekuning-kuningan.

AROMA  : Bau besi yang amat tinggi menunjukan bahwa kadar zat besi dalam air sangat tinggi.

BENTUK : Bentuk ataupun khas dari air berkadar zat besi tinggi cenderung berminyak.

Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan untuk melakukan penanganan masalah air  berbau besi yang memiliki kadar besi tinggi. Hal ini menuntut untuk menggunakan filter air bersih atau alat penyaring air untuk menghilangkan kadar besi yang terkandung di dalam air bau besi . Ada beberapa solusi dalam penanganan masalah air bau besi dan air memiliki kadar besi tinggi,  diantaranya:

Cara Pertama (Cara Terbaik, Aman dan Praktis)
Cara terbaik untuk mengatasi air bau besi dan memiliki kandungan besi tinggi adalah menggunakan Filter Air. Banyak sekali produsen filter air di jakarta namun salah satu penjernih air yang terpercaya adalah Nano Smart Filter , Karena penyaring air nano smart filter sudah menggunakan teknologi terbaru dan modern sudah terbukti mampu mengubah air di tempat anda menjadi air bersih dan sehat sesuai dengan PERMENKES 416, Menjadikan air yang dihasilkan dari filter air nano smart filter aman untuk digunakan setiap hari. Selain itu penjernih air nano smart filter juga menggunakan media filter PureTAG yang berkualitas  sehingga air yang dihasilkan lebih bersih dan sehat. Filter air nano smart filter tidak hanya mengatasi masalah air yang mengandung besi tinggi dan berbau saja, namun masalah air lainnya seperti air berminyak, air mengandung mangan, air berkapur, air keruh, air kuning, air memiliki ph tinggi, dan masalah air lainnya.

Cara Kedua Akan Memakan biaya dan Tidak Efektif  (TIDAK DISARANKAN)
Metode mengatasi air bau besi dan mengandung besi tinggi paling rumit dan sulit adalah Dengan Membersihkan Sumur (di kuras airnya dan dibersihkan dinding yang karatan), kemudian masukan pasir dan kerikil kedalamnya lalu gunakan arang (batok kelapa) untuk menjernihkannya. Pasir dan kerikil dimasukkan “kemungkinan” agar tanah disekitar sumur tidak langsung bersentuhan dengan air sumur. Hal ini bisa mengurangi karat air. Sedang arang batok kelapa gunanya untuk membersihkan karat (menyerap dan mengendapkan)

Cara Ketiga (TIDAK DISARANKAN)

Menggunakan bahan kimia, besi berkurang air menjadi jernih  dan sudah tidak berbau besi tetapi tidak baik untuk dikonsumsi  dan kesehatan anda. Karena kandungan besi di dalam air masih tinggi

Solusi ketiga / Solusi Cepat: Karena untuk membersihkan sumur, menambahkan pasir dan kerikil cukup lama dan sulit serta dana yang cukup banyak, memilih cara pintas. Pompa air ke dalam tandon air, kemudian tandon air diberikan TAWAS (penjernih air yang kadang digunakan untuk penghilang bau badan), dan tunggu beberapa jam sebelum digunakan.

Jika sumurnya tidak terlampau kuning atau karatan, bisa juga ditambahkan Tawasnya langsung ke dalam sumur. Ulangi lagi penambahan tawas kalau air sudah berubah jadi kuning lagi.

Cara ketiga cukup simpel tapi cukup ribet. Hal ini disebabkan karena setiap 1 atau 2 kali pengisian air tandon harus memberikan tawas kedalamnya.

PERHATIAN: Walaupun airnya sudah jernih, bersih dan air bau besi sudah berkurang setelah diberi tawas kandungan Fe / Besi didalam air masih tetap banyak.Kualitas Air Seperti ini TIDAK LAYAK Konsumsi. JANGAN gunakan untuk MASAK atau MINUM. Gunakan sebagai air untuk mencuci atau mandi saja. Kalau pengen benar benar memastikan air itu aman, silahkan cek air ke laboratorium PDAM terdekat.

Jadi kesimpulannya untuk mengatasi masalah air bau besi cukup dengan menggunakan filter air atau penyaring air saja. Karena dengan menggunakan filter air anda akan mendapatkan kualitas air terbaik dan aman untuk digunakan. Untuk masalah air bau besi dan masalah air lainnya anda dapat menggunakan penjernih air Nano Smart Filter yang sudah terbukti dan terpercaya. Untuk mendapatkan penyaring air Nano Smart Filter anda dapat menghubungi ke (021) 295 296 30 / 31 .

Cara Mengatasi air mengandung besi dan mangan

Cara Mengatasi air mengandung besi dan mangan dengan filter air Nano Smart Filter
Zat besi atau mangan dalam air umumnya berada dalam bentuk ion Fe2+ atau Mn2 bentuk senyawa yang larut dan air dan tidak berwarna. Jika air tersebut berhubungan dengan udara maka ion Fe2+ atau ion Mn2+ secara perlahan akan teroksidasi menjadi betuk senyawa ferri (Fe3+) atau senyawa mangandioksida (Mn4+) yang tak larut dalam air. Senyawa-senyawa ini berwarna coklat dan dapat menimbulkan bau dan rasa yang kurang enak.

Banyak cara untuk menghilangkan zat besi dan mangan dalam air. Salah satu cara yang sederhana yaitu dengan cara menggabungkan proses aerasi dan penyaringan dengan media filter PureTAG dan karbon aktif. Dengan menggunakan media filter PureTAG dan media filter karbon aktif yang dilengkapi dengan filter cartridge, dapat menghasilkan air olahan yang dapat langsung digunakan.
Teknologi pengolahan air dengan menggunakan filter ini bertujuan untuk menghilangkan zat besi dan mangan di dalam air baku menjadi air bersih yang siap dipakai.
Filter air Nano Smart Filter dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas air tanah khususnya untuk menghilangkan zat besi dan mangan di dalam air. Penjernih air nano smart filter tersebut dapat digunakan untuk skala rumah tangga maupun untuk skala yang besar dengan biaya yang terjangkau.
Proses pengolahan air mengandung besi dan mangan dengan media filter PureTAG dan media filter karbon aktif
Air baku dipompa ke bak penampung / toren air, kemudian dari tangki penampung, air dialirkan ke filter air Nano Smart Filter dengan media filter PureTAG untuk menyaring atau menghilangkan zat besi atau mangan yang ada dalam air serta menghilangkan padatan tersuspensi. Dari filter ini air dialirkan ke media filter karbon aktif untuk menghilangkan kandungan zat organik, bau, rasa serta polutan mikro lainnya. Kemudian, air dialirkan ke filter cartridge. Filter cartridge ini dapat menghilangkan padatan terlarut dengan ukuran lebih besar 5 (lima) mikron.
Dari filter cartridge air olahan sudah sangat jernih, air dari filter cartridge proses ini tanpa memerlukan energi yang besar karena bekerja dengan sistem gravitasi. Air yang keluar dari micron filter / catridge sudah dapat digunakan langsung. Skema proses pengolahan diunjukkan pada Gambar berikut.

instalasi tidak langsung filter air nano smart filter
Pada saat air dipompa ke bak penampung, terjadi proses oksidasi antara zat besi atau mangan yang ada dalam air dengan oksigen yang ada di udara. Reaksi kimianya dapat diterangkan sebagai berikut :
4 Fe2+ + O2 + 10 H2O ====> 4 Fe(OH)3 + 8 H+
2 Mn2+ + O2 + 2 H2O ====> 2 MnO2 + 4 H+
Reaksi oksidasi tersebut menghasilkan senyawa ferrihidroksida atau mangan dioksida yang berupa gumpalan sangat halus (micro flock) yang tak larut dalam air, sehinggga dapat tersaring pada media filter PureTAG. Berdasarkan reaksi tersebut diatas, untuk mengoksidasi setiap 1 mg/l zat besi memerlukan 0,14 mg/l oksigen , dan untuk setiap I mg/l mangan diperlukan oksigen sebanyak 0,29 mg/l.
Dengan memompa air baku ke bak penampung, maka akan terjadi kontak antara zat besi atau mangan yang ada dalam air dengan oksigen yang ada di udara, sehingga besi atau mangan dapat dioksidasi, yang mana hal tersebut dapat meringankan beban media filter PureTAG. Dengan demikian maka masa pakai (life time) dari media filter PureTAG menjadi lebih lama.
Zat besi atau mangan yang belum teroksidasi selanjutnya akan dihilangkan di dalam media filter PureTAG, yang reaksinya merupakan reaksi antara Fe2+ atau Mn2+ dengan mangan-oksida tinggi (higher manganoxide).

Media filter PureTAG adalah kombinasi media filter zeolit alami (green sand) atau zeolit sintetis yang permukaannya dilapisi oleh mangan oksida tinggi yang secara umum rumus molekulnya adalah K2Z.MnO.Mn2O7 serta terdapat campuran super pasir aktif, karbon aktif dan TAG cation.

PureTAG berfungsi sebagai katalis dan pada waktu yang bersamaan dapat mengoksidasi besi atau mangan yang larut dalam air menjadi bentuk senyawa ferrihidroksida atau mangan dioksida yang tak larut dalam air dan menempel pada permukaan PureTAG. Proses reaksinya dapat diterangkan sebagai berikut :
K2Z.MnO.Mn2O7 + 4 Fe(HCO3)2 ===> K2Z + 3 MnO2 + 2 Fe2O3 + 8 CO2 + 4 H2O
K2Z.MnO.Mn2O7 + 2 Mn(HCO3)2 ===> K2Z + 5 MnO2 + 4 CO2 + 2 H2O
Selama proses berlangsung kemampuan reaksi PureTAG tersebut makin lama makin berkurang dan akhirnya menjadi jenuh, dan jika sudah jenuh harus diganti dengan PureTAG yang baru. Lama pakai dari PureTAG tersebut tergantung dari kualitas air baku dan jumlah air yang disaring. Dalam keadaan normal, penggantian biasanya satu kali dalam satu tahun.
Dari media filter PureTAG, air selanjutnya dialirkan ke lapisan media filter karbon aktif. Lapisan media filter karbon aktif ini berfungsi untuk menghilangkan polutan organik, bau, rasa yang kurang sedap, dan polutan organik mikro lainnya. Proses reaksinya adalah berdasarkan adsorpsi secara fisika-kimia. Setelah penyaringan dengan media filter karbon aktif ini air menjadi sangat jernih dan tidak berbau dan taidak berasa. Selain itu, filter karbon aktif ini juga berfungsi untuk menyaring partikel partikel kotoran yang belum tersaring pada media filter pureTAG. Dari media filter karbon aktif, air dialirkan ke filter cartride. Filter cartridge ini terbuat dari rajutan serat poliester atau dari jenis polimer, yang dapat menyaring partikel kotoran dengan ukuran antara 5 sampai 10 mikron. Dengan demikian air yang keluar dari filter cartridge ini sudah sangat jernih sekali.
Setelah penyaringan dengan filter cartridge, air selanjutnya dilairkan ke keran dan bak penampungan di rumah anda. Air yang keluar dari micron filter atau filter catridge ini sudah dapat langsung digunakan.

Pages:12Next »
You might also likeclose