air minum reverse osmosis

Jenis Air Minum Yang Baik

Air minum banyak jenis dan sumbernya. Air minum adalah komponen yang sangat penting bagi kehidupan kita. Tanpa air, hidup makhluk hidup akan mengalami kesulitan untuk hidup. Air adalah anugerah yang tiada tara bila dimanfaatkan dengan benar. Semua manusia tahu kalau tubuh manusia itu 70%  nya adalah cairan, lalu apakah yang akan terjadi jika kadar cairan di dalam tubuh manusia berkurang? Sudah pasti akan mengalami beberapa jenis penyakit. Setiap hari nya tubuh manusia membutuhkan cairan, karena setiap hari manusia mengeluarkan cairan dalam bentuk keringat ataupun air seni. terutama bagi anda yang rajin ataupun banyak beraktivitas. Mekipun begitu, terkadang kita kurang begitu peduli akan kebutuhan air untuk tubuh kita. Sehingga, kita baru menyadarinya saat tubuh kita mulai merasa lemah, tidak semangat, sering capai dan lain-lain. Kita baru bisa menyadarinya ketika dehidrasi itu datang.

Namun bila kualitas air tidak dapat dipertanggungjawabkan atau tidak murni lagi dalam artian sudah tercemar maka akan berdampak yang tidak baik juga bagi kesehatan kita. Air yang bersih dan berkualitas ialah air yang bebas bakteri dan racun serta mengandung berbagai jenis mineral. Air mineral alami adalah yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi. Air mineral yang disimpan terlalu lama dalam botol atau kemasan dapat hilang kandungan ionnya. Kandungan kimia akibat pemrosesan air juga dapat mengakibatkan kerja hormon menjadi terganggu dan kerusakan sistem syaraf. Air yang kita konsumsi setiap harinya yang diambil langsung dari alam biasanya sudah tercemar karena berbagai sebab baik karena pencemaran, limbah-limbah beracun dari industri atau pertanian, racun atau zat berbahaya atau karena berbagai ulah manusia. Oleh karena itu sebaiknya kita mengolah terlebih dahulu dengan menggunakan filter air atau penyaring air.

air minum yang baik

Tidak dapat dipungkiri, bahwa air minum adalah kebutuhan yang amat penting bagi kehidupan kita sehari-hari. Seiring dengan kemajuan jaman & teknologi serta penemuan-penemuan baru, konsumen sering dibingungkan dengan pertanyaan tentang air minum yang terbaik bagi keluarga mereka.

Dengan semakin bertambahnya penduduk & semakin rendahnya kualitas air yang dipasok oleh pemerintah melalui kran-kran di rumah-rumah, konsumen sering tidak memiliki pilihan lain, selain memilih air minum yang telah melalui proses filtrasi sebelumnya atau air minum dalam kemasan (AMDK) yang pada saat ini membanjiri pasar. Tidak hanya jenis merk yang berjumlah 600 lebih pada saat ini yang beredar di pasar yang membuat konsumen bingung, jenis air yang ditawarkan pun bertambah dari hari ke hari, bulan ke bulan.

Menurut para ahli di bidang air minum, ada beberapa jenis air minum yang baik dikonsumsi :

Air Artesian:
Berasal dari sumber yang terlindungi (aquifier), Level sumber air harus berada dalam ketinggian tertentu diatas sumber air aquifier, Dikenal juga dengan air sumur artesian.

Air Distilasi
Air yang telah diubah menjadi uap untuk menghilangkan segala unsur yang ada pada sumber, Uap kemudian di dinginkan untuk menjadi air yang layak diminum tanpa mineral apapun, Karena bersifat tidak mengandung mineral apapun, air distilasi sering dipergunakan untuk fabrikasi obat-obatan dan juga sebagai campuran obat-obatan kering.

Air ber-fluor
Mengandung fluor yang ditambahkan pada air, dengan jumlah sesuai dengan ketentuan department kesehatan, Beberapa sumber mata air & sumur artesian mengandung fluor secara alami, dalam jumlah yang sedikit.

Air Mineral
Harus mengandung tidak kurang dari 250 ppm (parts per million) total dissolved solids (TDS) atau total unsur padat yang biasanya adalah mineral di dalam air, Harus diambil dari sumber air bawah tanah yang secara geologis maupun fisik terlindungi, Dibedakan dari jenis air lain dengan ditemukannya berbagai jenis mineral di dalam air; Pada air mineral tidak boleh diberikan mineral tambahan.

Air Purifikasi
Di produksi secara distilisasi, ionisasi, reverse osmosis atau methoda lain yang sesuai dan diperbolehkan oleh standard purifikasi air yang berlaku, Biasa juga disebut sebagai air demin (demineralised water – air tanpa mineral)

Air karbonasi
Berisi carbon dioxide setelah melalui perlakuan atau treatment khusus, Air soda, air tonic bukan air minum & dimasukkan dalam kategori.

Air sumber gunung (mata air pegunungan)
Didapat dari bawah tanah dan mengalir dengan sendirinya menuju ke permukaan bumi, Keluar dari bawah bumi, dari bentuk-bentuk yang terjadi pada jaman dahulu kala, Harus diambil dari mata air langsung atau melalui pengeboran untuk menampung & mencari lokasi air sumber bawah tanah ini.

Air minum yang diproses dengan distilasi atau reverse osmosis tidak banyak mengandung ion fluor yang seringkali ditemukan di dalam air tanah. Air ini dapat meningkatkan kemungkinan kerusakan gigi karena kurangnya elemen ini, apabila tidak ditambah dengan pasokan fluor dari sumber makanan & minuman lain.

Air minum yang mengandung terlalu banyak mineral & tidak sesuai dengan Standard Nasional Indonesia yang berlaku, juga tidak baik untuk tubuh dan konsumsi yang berlebihan akan menimbulkan hypercalcemia (kondisi kelebihan kalsium) yang akan meningkatkan resiko batu ginjal dalam jangka waktu panjang.

Mengetahui tentang berbagai ciri khas air yang baik bukanlah hal yang sulit. Cara sederhananya cukup dengan melihat fisiknya, anda dapat menentukan apakah air tersebut memiliki kualitas yang baik atau tidak. Saat ini memang akan lebih baik jika anda memeriksa kualitas air yang digunakan sebelum menggunakannya, anda juga dapat mengecek kuailatas air anda pada PDAM terdekat di kota anda.

Sumber [Aneka Sumber]

Air Minum Reverse Osmosis (RO)

Air Minum Reverse Osmosis (RO), Air minum menjadi sumber air utama untuk kebutuhan tubuh, Fungsi air dalam tubuh untuk menopang kehidupan yang sangat penting yaitu mulai peranan sebagai alat transportasi, media terjadinya pertukaran zat dalam tubuh, mengatur suhu tubuh, untuk mengeluarkan zat-zat toksis / racun dalam tubuh (detoksifikasi), zat yang ikut bereaksi, dan juga merupakan hasil reaksi. Begitulah pentingnya air dalam tubuh.

Pada saat ini, umumnya air minum yang tersedia dalam kemasan terdiri dari dua kelompok, yaitu air mineral dan air minum Reverse Osmosis (RO) baik dalam kemasan ataupun isi ulang. Berdasarkan hasil penelitian, air minum dengan rendah mineral (biasanya dinyatakan sebagai kesadahan air yang rendah) jika dikonsumsi dalam jangka yang lama akan menimbulkan masalah kesehatan, misalnya meningkatkan resiko beberapa penyakit seperti kanker dan jantung koroner, dan lain-lain. Mengapa?

Penelitian menunjukkan bahwa penyerapan logam-logam toksis seperti Pb akan terjadi jika mineral kalsium dan magnesium sangat rendah dalam air minum. Maka jika dalam makanan terdapat logam toksis Pb dalam jumlah sedikitpun, akan gampang diserap oleh tubuh apabila kadar kalsium dan magnesium rendah dalam air minum. Akan tetapi, apabila kalsium dan magnesium cukup dalam air minum maka penyerapan Pb, baik yang terdapat di dalam air minum dan makanan lainnya, akan dihambat atau tidak terjadi. Berarti dapat menghindari penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh logam toksis tersebut.

air minum sehat RO

Memang air minum bukanlah semata-mata berperan hanya sebagai sumber mineral kalsium dan magnesium. Akan tetapi jika kandungan kalsium dan magnesium sangat rendah maka akan terjadi gangguan penyerapan kalsium dan magnesium yang terdapat dalam makanan lainnya. Oleh karena itulah, maka organisasi kesehatan dunia World Health Organization (WHO) menetapkan bahwa kandungan kalsium dan magnesium dalam air minum masing-masing dengan syarat minimalnya adalah kalsium 20 mg dan magnesium 10 mg dalam satu liter air minum.

Sedangkan menurut Depkes RI hanya menyatakan kandungan maksimal kalsium dalam air minum adalah 75 mg /liter air minum dan tidak ada syarat minimal. Jadi air minum itu tidak semata-mata sebagai sumber mineral tetapi air dengan kandungan mineral yang rendah akan menyerap (menjerat) mineral yang ada dalam makanan lain dan membuangnya sehingga tubuh kemungkinan kekurangan mineral dalam jangka yang lama.

Air minum Reverse Osmosis (RO) adalah air yang diproses sedemikian rupa dengan alat yang dapat mengolah air minum biasa menjadi air murni. Berarti air minum RO sama sekali tidak mengandung mineral dan juga memang tidak mengandung zat-zat berbahaya baik zat beracun ataupun bakteri. Maka, dengan demikian air minum RO memang menjadi sumber air untuk tubuh. Di samping itu, air RO bebas dari zat beracun dan bakteri. Maka dalam hal ini air minum RO aman dari segi zat beracun atau bakteri patogen. Inilah yang menjadi salah satu manfaat dari air minum RO karena tidak mengandung pencemaran yang berbahaya bagi kesehatan.

Akan tetapi, seperti disebutkan di atas tadi bahwa air minum yang rendah mineral dapat menimbulkan masalah kesehatan apalagi air tanpa mineral seperti air minum RO. Kenapa? Air adalah zat pelarut yang paling potensial karena dapat melarutkan banyak zat di alam ini. Kelompok yang sangat mudah larut dalam air adalah mineral bahkan mineral seperti kalsium, magnesium, kalium dan natrium dalam bentuk garamnya, sangat bersifat higroskopis yang berarti kuat berinetraksi /menarik air.

Apabila dalam air minum sudah ada terlarut mineral, tidak lagi begitu kuat ditarik oleh/atau menarik mineral. Semakin tinggi kandungan mineral dalam air maka daya tarik air itu terhadap mineral makin rendah, dan sebaliknya makin rendah kandungan mineral makin kuat pula daya tariknya terhadap mineral. Dengan penjelasan ini dapat dipahami air RO yang tidak mengandung mineral dan pencemaran lainnya akan bersifat agresif (haus akan mineral) sehingga jika yang dikonsumsi adalah air RO maka mineral yang berasal dari makanan lainnya juga akan diikat oleh air (terlarutkan) sehingga mineral yang tadinya akan diserap oleh tubuh akan terlarut dalam air RO dan kemudian akan dibuang. Di samping itu, sebaliknya karena kandungan kalsium dan magnesiumnya rendah, maka penyerapan logam toksis akan lebih mudah dan berarti akan menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan.

Konsumsi air RO dalam jangka yang tidak lama belum menimbulkan gejala-gejala negatif terhadap kesehatan. Tetapi dalam jangka yang lama selama bertahun-tahun konsumsi air RO bisa menyebabkan peningkatan resiko berbagai penyakit seperti jantung koroner dan lain-lain. Memang pada saat ini masih ada kontroversi dari beberapa ahli yang mengatakan bahwa konsumsi air RO akan terbebas dari resiko penyakit yang diakibatkan oleh zat-zat beracun dan bakteri yang mungkin bisa terdapat pada air minum biasa karena kemungkinan dapat mengandung pencemar yang berdampak negatif.

Mereka juga berpendapat bahwa air minum bukanlah makanan yang berperan sebagai sumber mineral sebab mineral dapat diperoleh dari bahan makanan lain. Disamping itu juga dikatakan bahwa air minum RO lebih efektif untuk proses detoksifikasi. Akan tetapi kenyataannya, dari berbagai hasil penelitian yang lebih akurat bahwa air minum RO akan menyebabkan peningkatan resiko berbagai penyakit jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama karena air RO bersifat agresif, mengikat mineral-mineral yang dibutuhkan yang terdapat dalam makanan lainnya sehingga penyerapannya akan terganggu. Maka, dalam jangka yang lama tubuh bisa kekurangan mineral. Apalagi mengkonsumsi air RO tanpa disertai makanan lain yang mungkin terjadi adalah bahwa air RO akan menguras mineral dari cairan tubuh dan berarti hal ini akan berdampak negatif terhadap kesehatan, karena tubuh kekurangan mineral. Maka dapat disimpulkan bahwa mengkonsumsi air minum RO lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya.

Sumber [Aneka Sumber]