air minum

Reverse Osmosis Pada Billboard

Reverse Osmosis adalah metode menyaring air menggunakan membran Reverse Osmosis (RO) yang memiliki keunggulan berupa lubang – lubang penyaring dengan ukuran sangat kecil yaitu 0,0001 mikron. Sehingga dapat menyaring kandungan logam, virus atau bakteri sehingga menghasilkan air murni bebas dari zat pencemar yang  berbahaya bagi tubuh. Umumnya sistem pengolahan air Reverse Osmosis (RO) digunakan pada industri, rumah sakit, perhotelan maupun perumahan. Read more

Penyebab air minum pahit

Air minum merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Karena tubuh manusia 60 sampai 70 persen nya adalah air. Syarat air minum yang baik untuk dikonsumsi menurut departemen kesehatan adalah air tidak berasa atau tawar, air tidak berbau, air tidak berwarna, air tidak mengandung mikroorganisme yang berbahaya, dan air tidak mengandung logam berat. Read more

Definisi Air Minum Oxygen

Air minum oxygen atau air minum hexagonal adalah air minum yang dibuat secara khusus,dengan tekanan dan suhu tertentu sehingga memungkinkan air tersebut mampu menangkap oksigen lebih banyak. Air minum oksigen dan air minum hexagonal sering kita lihat di supermarket selain air minum biasa pada umumnya. Seiring perkembangan teknologi, kini dengan mudah kita dapat menemukan air minum yang memiliki fungsi dan manfaat beraneka ragam bagi tubuh salah satunya adalah air oxygen. Read more

10 Bakteri Dalam Air

Bakteri dalam air dapat berdampak buruk bagi tubuh kita. Bisakah air minum mengandung bakteri dapat dilihat secara kasat mata? Tidak bisa. Untuk mengetahui apakah ada bakteri dalam air minum memang harus diteliti di laboratorium. Tapi, Anda bisa mendeteksi secara fisik apakah air layak diminum. Dari segi fisik, air minum tak boleh memiliki bau, rasa, dan warna (harus jernih). Baik itu kemasan baru maupun yang ada di depot air minum isi ulang. Read more

Apa Itu Air Alkali

Air alkali adalah air yang bersifat basa atau mempunyai pH di atas 7. Mengapa Air Alkali? Tubuh kita membutuhkan air. Tapi air seperti apa yang paling dibutuhkan tubuh? Air pH netral baik untuk tubuh. Tetapi problemnya, hasil pembakaran dan racun yang ada dalam tubuh kita bersifat asam. Jadi kita membutuhkan air yang Read more

Jenis Air Minum Yang Baik

Air minum banyak jenis dan sumbernya. Air minum adalah komponen yang sangat penting bagi kehidupan kita. Tanpa air, hidup makhluk hidup akan mengalami kesulitan untuk hidup. Air adalah anugerah yang tiada tara bila dimanfaatkan dengan benar. Semua manusia tahu kalau tubuh manusia itu 70%  nya adalah cairan, lalu apakah yang akan terjadi jika kadar cairan di dalam tubuh manusia berkurang? Sudah pasti akan mengalami beberapa jenis penyakit. Setiap hari nya tubuh manusia membutuhkan cairan, karena setiap hari manusia mengeluarkan cairan dalam bentuk keringat ataupun air seni. terutama bagi anda yang rajin ataupun banyak beraktivitas. Mekipun begitu, terkadang kita kurang begitu peduli akan kebutuhan air untuk tubuh kita. Sehingga, kita baru menyadarinya saat tubuh kita mulai merasa lemah, tidak semangat, sering capai dan lain-lain. Kita baru bisa menyadarinya ketika dehidrasi itu datang.

Namun bila kualitas air tidak dapat dipertanggungjawabkan atau tidak murni lagi dalam artian sudah tercemar maka akan berdampak yang tidak baik juga bagi kesehatan kita. Air yang bersih dan berkualitas ialah air yang bebas bakteri dan racun serta mengandung berbagai jenis mineral. Air mineral alami adalah yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi. Air mineral yang disimpan terlalu lama dalam botol atau kemasan dapat hilang kandungan ionnya. Kandungan kimia akibat pemrosesan air juga dapat mengakibatkan kerja hormon menjadi terganggu dan kerusakan sistem syaraf. Air yang kita konsumsi setiap harinya yang diambil langsung dari alam biasanya sudah tercemar karena berbagai sebab baik karena pencemaran, limbah-limbah beracun dari industri atau pertanian, racun atau zat berbahaya atau karena berbagai ulah manusia. Oleh karena itu sebaiknya kita mengolah terlebih dahulu dengan menggunakan filter air atau penyaring air.

air minum yang baik

Tidak dapat dipungkiri, bahwa air minum adalah kebutuhan yang amat penting bagi kehidupan kita sehari-hari. Seiring dengan kemajuan jaman & teknologi serta penemuan-penemuan baru, konsumen sering dibingungkan dengan pertanyaan tentang air minum yang terbaik bagi keluarga mereka.

Dengan semakin bertambahnya penduduk & semakin rendahnya kualitas air yang dipasok oleh pemerintah melalui kran-kran di rumah-rumah, konsumen sering tidak memiliki pilihan lain, selain memilih air minum yang telah melalui proses filtrasi sebelumnya atau air minum dalam kemasan (AMDK) yang pada saat ini membanjiri pasar. Tidak hanya jenis merk yang berjumlah 600 lebih pada saat ini yang beredar di pasar yang membuat konsumen bingung, jenis air yang ditawarkan pun bertambah dari hari ke hari, bulan ke bulan.

Menurut para ahli di bidang air minum, ada beberapa jenis air minum yang baik dikonsumsi :

Air Artesian:
Berasal dari sumber yang terlindungi (aquifier), Level sumber air harus berada dalam ketinggian tertentu diatas sumber air aquifier, Dikenal juga dengan air sumur artesian.

Air Distilasi
Air yang telah diubah menjadi uap untuk menghilangkan segala unsur yang ada pada sumber, Uap kemudian di dinginkan untuk menjadi air yang layak diminum tanpa mineral apapun, Karena bersifat tidak mengandung mineral apapun, air distilasi sering dipergunakan untuk fabrikasi obat-obatan dan juga sebagai campuran obat-obatan kering.

Air ber-fluor
Mengandung fluor yang ditambahkan pada air, dengan jumlah sesuai dengan ketentuan department kesehatan, Beberapa sumber mata air & sumur artesian mengandung fluor secara alami, dalam jumlah yang sedikit.

Air Mineral
Harus mengandung tidak kurang dari 250 ppm (parts per million) total dissolved solids (TDS) atau total unsur padat yang biasanya adalah mineral di dalam air, Harus diambil dari sumber air bawah tanah yang secara geologis maupun fisik terlindungi, Dibedakan dari jenis air lain dengan ditemukannya berbagai jenis mineral di dalam air; Pada air mineral tidak boleh diberikan mineral tambahan.

Air Purifikasi
Di produksi secara distilisasi, ionisasi, reverse osmosis atau methoda lain yang sesuai dan diperbolehkan oleh standard purifikasi air yang berlaku, Biasa juga disebut sebagai air demin (demineralised water – air tanpa mineral)

Air karbonasi
Berisi carbon dioxide setelah melalui perlakuan atau treatment khusus, Air soda, air tonic bukan air minum & dimasukkan dalam kategori.

Air sumber gunung (mata air pegunungan)
Didapat dari bawah tanah dan mengalir dengan sendirinya menuju ke permukaan bumi, Keluar dari bawah bumi, dari bentuk-bentuk yang terjadi pada jaman dahulu kala, Harus diambil dari mata air langsung atau melalui pengeboran untuk menampung & mencari lokasi air sumber bawah tanah ini.

Air minum yang diproses dengan distilasi atau reverse osmosis tidak banyak mengandung ion fluor yang seringkali ditemukan di dalam air tanah. Air ini dapat meningkatkan kemungkinan kerusakan gigi karena kurangnya elemen ini, apabila tidak ditambah dengan pasokan fluor dari sumber makanan & minuman lain.

Air minum yang mengandung terlalu banyak mineral & tidak sesuai dengan Standard Nasional Indonesia yang berlaku, juga tidak baik untuk tubuh dan konsumsi yang berlebihan akan menimbulkan hypercalcemia (kondisi kelebihan kalsium) yang akan meningkatkan resiko batu ginjal dalam jangka waktu panjang.

Mengetahui tentang berbagai ciri khas air yang baik bukanlah hal yang sulit. Cara sederhananya cukup dengan melihat fisiknya, anda dapat menentukan apakah air tersebut memiliki kualitas yang baik atau tidak. Saat ini memang akan lebih baik jika anda memeriksa kualitas air yang digunakan sebelum menggunakannya, anda juga dapat mengecek kuailatas air anda pada PDAM terdekat di kota anda.

Sumber [Aneka Sumber]

Air Minum Reverse Osmosis (RO)

Air Minum Reverse Osmosis (RO), Air minum menjadi sumber air utama untuk kebutuhan tubuh, Fungsi air dalam tubuh untuk menopang kehidupan yang sangat penting yaitu mulai peranan sebagai alat transportasi, media terjadinya pertukaran zat dalam tubuh, mengatur suhu tubuh, untuk mengeluarkan zat-zat toksis / racun dalam tubuh (detoksifikasi), zat yang ikut bereaksi, dan juga merupakan hasil reaksi. Begitulah pentingnya air dalam tubuh.

Pada saat ini, umumnya air minum yang tersedia dalam kemasan terdiri dari dua kelompok, yaitu air mineral dan air minum Reverse Osmosis (RO) baik dalam kemasan ataupun isi ulang. Berdasarkan hasil penelitian, air minum dengan rendah mineral (biasanya dinyatakan sebagai kesadahan air yang rendah) jika dikonsumsi dalam jangka yang lama akan menimbulkan masalah kesehatan, misalnya meningkatkan resiko beberapa penyakit seperti kanker dan jantung koroner, dan lain-lain. Mengapa?

Penelitian menunjukkan bahwa penyerapan logam-logam toksis seperti Pb akan terjadi jika mineral kalsium dan magnesium sangat rendah dalam air minum. Maka jika dalam makanan terdapat logam toksis Pb dalam jumlah sedikitpun, akan gampang diserap oleh tubuh apabila kadar kalsium dan magnesium rendah dalam air minum. Akan tetapi, apabila kalsium dan magnesium cukup dalam air minum maka penyerapan Pb, baik yang terdapat di dalam air minum dan makanan lainnya, akan dihambat atau tidak terjadi. Berarti dapat menghindari penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh logam toksis tersebut.

air minum sehat RO

Memang air minum bukanlah semata-mata berperan hanya sebagai sumber mineral kalsium dan magnesium. Akan tetapi jika kandungan kalsium dan magnesium sangat rendah maka akan terjadi gangguan penyerapan kalsium dan magnesium yang terdapat dalam makanan lainnya. Oleh karena itulah, maka organisasi kesehatan dunia World Health Organization (WHO) menetapkan bahwa kandungan kalsium dan magnesium dalam air minum masing-masing dengan syarat minimalnya adalah kalsium 20 mg dan magnesium 10 mg dalam satu liter air minum.

Sedangkan menurut Depkes RI hanya menyatakan kandungan maksimal kalsium dalam air minum adalah 75 mg /liter air minum dan tidak ada syarat minimal. Jadi air minum itu tidak semata-mata sebagai sumber mineral tetapi air dengan kandungan mineral yang rendah akan menyerap (menjerat) mineral yang ada dalam makanan lain dan membuangnya sehingga tubuh kemungkinan kekurangan mineral dalam jangka yang lama.

Air minum Reverse Osmosis (RO) adalah air yang diproses sedemikian rupa dengan alat yang dapat mengolah air minum biasa menjadi air murni. Berarti air minum RO sama sekali tidak mengandung mineral dan juga memang tidak mengandung zat-zat berbahaya baik zat beracun ataupun bakteri. Maka, dengan demikian air minum RO memang menjadi sumber air untuk tubuh. Di samping itu, air RO bebas dari zat beracun dan bakteri. Maka dalam hal ini air minum RO aman dari segi zat beracun atau bakteri patogen. Inilah yang menjadi salah satu manfaat dari air minum RO karena tidak mengandung pencemaran yang berbahaya bagi kesehatan.

Akan tetapi, seperti disebutkan di atas tadi bahwa air minum yang rendah mineral dapat menimbulkan masalah kesehatan apalagi air tanpa mineral seperti air minum RO. Kenapa? Air adalah zat pelarut yang paling potensial karena dapat melarutkan banyak zat di alam ini. Kelompok yang sangat mudah larut dalam air adalah mineral bahkan mineral seperti kalsium, magnesium, kalium dan natrium dalam bentuk garamnya, sangat bersifat higroskopis yang berarti kuat berinetraksi /menarik air.

Apabila dalam air minum sudah ada terlarut mineral, tidak lagi begitu kuat ditarik oleh/atau menarik mineral. Semakin tinggi kandungan mineral dalam air maka daya tarik air itu terhadap mineral makin rendah, dan sebaliknya makin rendah kandungan mineral makin kuat pula daya tariknya terhadap mineral. Dengan penjelasan ini dapat dipahami air RO yang tidak mengandung mineral dan pencemaran lainnya akan bersifat agresif (haus akan mineral) sehingga jika yang dikonsumsi adalah air RO maka mineral yang berasal dari makanan lainnya juga akan diikat oleh air (terlarutkan) sehingga mineral yang tadinya akan diserap oleh tubuh akan terlarut dalam air RO dan kemudian akan dibuang. Di samping itu, sebaliknya karena kandungan kalsium dan magnesiumnya rendah, maka penyerapan logam toksis akan lebih mudah dan berarti akan menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan.

Konsumsi air RO dalam jangka yang tidak lama belum menimbulkan gejala-gejala negatif terhadap kesehatan. Tetapi dalam jangka yang lama selama bertahun-tahun konsumsi air RO bisa menyebabkan peningkatan resiko berbagai penyakit seperti jantung koroner dan lain-lain. Memang pada saat ini masih ada kontroversi dari beberapa ahli yang mengatakan bahwa konsumsi air RO akan terbebas dari resiko penyakit yang diakibatkan oleh zat-zat beracun dan bakteri yang mungkin bisa terdapat pada air minum biasa karena kemungkinan dapat mengandung pencemar yang berdampak negatif.

Mereka juga berpendapat bahwa air minum bukanlah makanan yang berperan sebagai sumber mineral sebab mineral dapat diperoleh dari bahan makanan lain. Disamping itu juga dikatakan bahwa air minum RO lebih efektif untuk proses detoksifikasi. Akan tetapi kenyataannya, dari berbagai hasil penelitian yang lebih akurat bahwa air minum RO akan menyebabkan peningkatan resiko berbagai penyakit jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama karena air RO bersifat agresif, mengikat mineral-mineral yang dibutuhkan yang terdapat dalam makanan lainnya sehingga penyerapannya akan terganggu. Maka, dalam jangka yang lama tubuh bisa kekurangan mineral. Apalagi mengkonsumsi air RO tanpa disertai makanan lain yang mungkin terjadi adalah bahwa air RO akan menguras mineral dari cairan tubuh dan berarti hal ini akan berdampak negatif terhadap kesehatan, karena tubuh kekurangan mineral. Maka dapat disimpulkan bahwa mengkonsumsi air minum RO lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya.

Sumber [Aneka Sumber]

Air Minum Kemasan Mahal Jelang Lebaran

Air minum kemasan sangat digemari. Harga air minum kemasan dikhawatirkan naik menjelang dan setelah Lebaran, karena mulai H-4 sampai H+1 Idul Fitri angkutan barang dilarang beroperasi di Lampung, Jawa, dan Bali.

Ketua Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) Hendro Baroeno, melalui keterangan pers, di Jakarta, Selasa mengatakan sampai saat ini Kementerian Perhungan belum memasukkan AMDK sebagai kebutuhan pokok.

Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan, hanya angkutan keburuhan pokok dan kendaan bersumbu dua yang boleh beroperasi mulai H-4 hingga H+1 di Lampung, Jawa, dan Bali. “Padahal saat ini kebutuhan AMDK sudah sama dengan bahan makanan pokok lainnya, kata Hendro.

Apalagi, kata dia, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri telah mengeluarkan surat edaran bernomor 313/PDN/SD/7/2012 yang merekomendasikan agar transportasi AMDK disetarakan dengan transportasi kebutuhan bahan pokok yang wajib dijamin kelancaran distribusinya oleh aparat dan instansi terkait.

Hendro khawatir bila Kementerian Perhubungan tidak memberi dispensasi terhadap transportasi AMDK, maka kejadian kelangkaan air minum kemasan menjelang dan setelah beberapa hari Lebaran akan berulang.

“Pengalaman membuktikan, bahwa setiap selesai periode Hari Raya Idul Fitri selalu terjadi kelangkaan,” katanya. Selama beberapa tahun ini, lanjut dia, stok air minum kemasan, khususnya kemasan galon kurang pascalebaran, karena kebutuhan rumah tangga dan kantor meningkat .

“Ini yang berakibat pada kenaikan harga AMDK tidak terkendali di tingkat pengecer. Biasanya baru normal, dua bulan kemudian,” ujar Hendro.

Diakuinya, saat ini sebagian besar industri AMDK berada di Jawa Barat yang memasok sebagian besar atau sekitar 40 persen produk mereka ke Jabodetabek. Saat ini, kata dia, permintaan air minum kemasan mencapai sekitar 1,8 miliar liter/bulan atau sekitar 20 miliar liter/tahun.

“Kami menilai dispensasi perlu diberikan kepada angkutan AMDK. Setidaknya pengusaha masih bisa melakukan operasional pada H-3 dan H+1 agar stok air kemasan di Jadebotabek bisa tercukupi,” ujar Hendro.

Apalagi, jalur yang dilalui transportasi AMDK yaitu Bogor, Cianjur, Sukabumi menuju Jakarta serta Subang menuju Bandung, tidak mengganggu arus mudik Lebaran.

Namun disisi lain kita juga harus tetap mempertimbangkan dan jeli ktika hendak membeli air minum dalam kemasan karena air kemasan isi ulang tidak seluruhnya bebas bakteri. Berdasarkan pemeriksaan Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu pada akhir 2013, setidaknya masih ada air isi ulang dari puluhan depot air minum yang masih mengandung bakteri Escherichia Coli. Bakteri tersebut bisa menyebabkan diare bagi yang mengkonsumsinya.

Kepala Seksi Pembinaan dan Pengawasan Tempat Pengelolaan Makanan Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Wahyurini mengatakan, total depot air minum yang diperiksa mencapai 144 depot air minum. Dari jumlah itu, sebanyak 54 depot air minum terbukti mengandung bakteri E-Coli.

”Bakteri E-Coli bisa menyebabkan penyakit diare,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Dia menambahkan, pemeriksaan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan itu belum mencakup seluruh depot air minum yang terdapat di Kabupaten Indramayu. Menurut dia, jumlah total depot air minum di Indramayu bisa mencapai kisaran 800 unit.

air minum dalam kemasan

Wahyurini menyebutkan, depot air minum yang tercemar bakteri itu tersebar di 31 kecamatan di Kabupaten Indramayu, dan cenderung terletak jauh dari pusat perkotaan. Beberapa di antaranya termasuk di Kecamatan Losarang, Kandanghaur, Lelea, Cikedung, dan Gabus Wetan.

Dia menjelaskan, keberadaan bakteri dalam air minum galon isi ulang itu disebabkan tiga faktor, yaitu faktor air bakunya yang tercemar, alat pengolahan yang tidak sesuai standar, dan faktor manusia yang tidak paham tentang sanitasi.

Menurut dia, ada ditemui alat pengolahan yang seringkali dipakai dengan melebihi kapasitas. Dia mencontohkan, alat pengolahan air minum yang seharusnya berkapasitas 100 liter, namun ditampung air dengan bobot yang melebihi itu. Pada akhirnya, alat pengolahan yang seharusnya bisa membunuh bakteri, namun pada kenyataannya tidak.

“Jadi, tidak menjamin air galon isi ulang siap minum. Harusnya direbus dulu sebelum diminum,” ujarnya.

Wahyurini mengaku, pihaknya sudah mengundang para pemilik DAM yang tercemar bakteri untuk mengatasi persoalan tersebut. Dinas Kesehatan juga meminta agar mereka mereka menguji air galon produk mereka ke labkesda minimal tiga bulan sekali. “Kami pun bekerja sama dengan para camat untuk membantu melakukan pengawasan dan pembinaan,” ujarnya.

Namun demikian, masih ada sejumlah kendala yang membuat upaya itu terhambat. Dia mengatakan, pemilik depot air minum seringkali beralasan depotnya masih belum banyak pengunjung, sehingga pemilik tersebut tidak memeriksakan air isi ulangnya ke puskesmas terdekat.

Sementara itu, Dosen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra Indramayu, Sudibyo menjelaskan, syarat air minum yang sehat harus tidak mengandung bakteri E-Coli satupun.

”Kalau ada E-Coli, berarti air minum galon isi ulang itu telah tercemar tinja,” tuturnya.

Sudibyo mengatakan, berdasarkan Permenkes, syarat air minum yang sehat harus dilihat dari empat hal, yakni fisik, bakteriologi, kimia dan radioaktif. Untuk syarat fisik, air tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa. Syarat bakteriologi, tidak mengandung bakteri E-Coli, syarat kimia tidak mengandung zat-zat berbahaya, dan syarat radioaktif tidak mengandung radiasi.

”Karenanya, depot air minum galon isi ulang harus sering diadakan pemeriksaan secara rutin,” ujarnya.

Sumber [antaranews]

Kualitas Air Minum Amerika

Air minum merupakan kebutuhan pokok, Air minum di beberapa negara memiliki standar tertentu, salah satunya di Amerika. Yuk baca bersama-sama. Amerika serikat merupakan salah satu negara yang perekonomiannya paling maju di dunia. Sebagai negara yang lebih maju tentunya memiliki suatu air minum atau sumber air yang bersih mengingat orang-orang yang tinggal di Amerika disiplin dalam menjaga lingkungan disekitarnya. Selain itu juga pasti banyak teknologi canggih yang dimanfaatkan dalam mendapatkan air minum dan sumber air yang bersih. Sebelum tahun 1970 pemerintah AS tidak memiliki pengawasan terhadap kualitas air minum, selanjutkan diadakan kongres dan dibentuk UU air minum pada tahun 1974 setelah itu baru dibentuk EPA (Environmental Protection Agency). Dimana EPA dapat menentukan batas-batas nasional tentang kontaminan dalam air keran. Kongres kemudian didukung kekuatan badan dengan amandemen tahun 1986 dan 1996

standar air minum amerika

Ada satu potret masyarakat Amerika yang sering anda lihat di film-film buatan Amerika, yaitu kebiasaan meminum air langsung dari keran. Saya penasaran, apa benar air keran di rumah bisa langsung diminum?

Jawabannya, ternyata benar.  Air keran yang mengalir ke rumah-rumah dan hotel lewat jasa perusahaan air minum (bukan air tanah loh ya) sudah melalui proses penyaringan dengan teknologi tertentu sehingga air mentah menjadi steril dan bisa langsung diminum.

Di Amerika, ketersediaan air ditangani langsung oleh pemerintah kota yang dikepalai oleh seorang walikota. Biasanya, fasilitas air dibangun bersama oleh beberapa pemerintah kota atau oleh pemerintah tingkat county (pemerintah daerah, satu tingkat di atas pemerintah kota). Fasilitas tersebut dibangun dengan menggunakan uang pajak atau iuran masyarakat setempat.

Fasilitas air di kota West Jordan, negara bagian Utah, misalnya, dibangun oleh lima pemerintah kota yang bersama-sama mengontrak perusahaan swasta sebagai pihak pengembang. Kebetulan walikota kota ini menaruh perhatian besar terhadap ketersediaan air bersih, di samping masalah keamanan lingkungan dan limbah.

Anda bisa bayangkan berapa harga produksi per liter air bersih di Amerika. Tentu sangat mahal. Karena standar kebersihannya juga sangat tinggi. Bayangkan, air yang bisa diminum juga digunakan untuk mandi, cuci pakaian dan bersih-bersih. Tapi kalau Anda bertanya apakah air keran itu cocok buat perut saya, jawabannya: tidak. Rasanya gak karuan di lidah.

Setiba di hotel pertama di Washington DC, saya sempat mengonfirmasi ke petugas apakah benar air keran bisa langsung diminum dan digunakan untuk membuat kopi atau teh. Pertanyaan itu muncul karena alat pembuat kopi di hotel-hotel selalu disertai dengan petunjuk “ambil air minum dari keran”. Pertanyaan itu juga mengemuka ketika saya sadar tidak ada air mineral yang tersedia gratis di kamar. Kalau mau minum air dalam kemasan yang ada di atas meja, harganya lumayan mahal, yaitu sekitar Rp 50 ribu.

Walhasil, saya terpaksa membeli air mineral di supermarket di setiap kota yang dikunjungi. Aktifitas ini rutin dilakukan di malam hari setelah check-in hotel.

Pernah saya pergi ke satu restoran di kota Alexandria, Virginia. Di situ tersedia air minum yang bisa diambil sendiri. Tapi begitu minum seteguk, saya langsung memutuskan untuk membeli air soda untuk menghilangkan rasa zat besi yang terlanjur menempel di lidah.

Tapi ada satu hotel yang menyediakan air minum gratis yang kualitasnya lebih bagus dari air keran. Yaitu hotel Club Quarters Rockefeller Center di New York City. Di hotel ini, tersedia tempat pengambilan air minum di beberapa lantai, salah satunya di lantai 20 (satu lantai dengan kamar saya). Juga tersedia botol kosong tanpa label. Sehingga setiap kali keluar atau kembali ke hotel, saya selalu menyambangi tempat itu untuk sekedar mengambil satu botol air minum (gratis).

O iya, ada satu lagi kebiasaan di Amerika terkait air minum. Di restoran mana pun saya makan, selalu disuguhi air mineral dengan es. Saya tidak tahu kenapa orang Amerika suka sekali minum air es. Mungkin karena darah mereka panas, sehingga perlu didinginkan dengan air es. Sebenarnya kalau melihat teriknya matahari di sana yang panasnya sangat menyengat, kebiasaan itu bisa dimaklumi. Tapi ketika saya di San Francisco, negara bagian California, yang udaranya super dingin seperti di puncak, tetap saja disuguhi air es, dan orang-orang bule itu sangat menikmati air dingin di cuaca super dingin.

Walhasil lagi, setiap kali makan di rumah makan, saya dan teman-teman dari Indonesia selalu pesan air putih tanpa es (dan itu pun airnya sudah dingin).

“No ice, please….”

Sumber [Iskandar zulkarnaen |wisata.kompasiana.com]

Pengolahan air minum

Air minum kebutuhan pokok, Tanpa air minum kita bisa mati kehausan. Kondisi perkotaan Indonesia di masa depan akan menghadapi tantangan sangat berat dalam penyediaan air minum, hal itu akibat pesatnya peningkatan pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan perubahan iklim. Untuk mengantisipasinya, diperlukan strategi penyediaan air minum yang berkelanjutan dengan melibatkan semua pihak.

air minum sehatDirektur Pengembangan Air Minum (PAM), Ditjen Cipta Karya, Kementerian PU, Ir. Danny Sutjiono.
Menurut Danny Sutjiono, dalam mengantispasi berbagai permasalahan dalam penyediaan air minum di masa datang, Kementerian PU telah menjalankan program pengamanan air minum yang dapat menjamin penyediaan air minum yang berkelanjutan.

“Konsep yang melibatkan sektor sanitasi dalam rangka perlindungan sumber air baku itu adalah Water Safety Plan atau Rencana Pengamanan Air Minum yang awalnya dikembangkan WHO dan telah banyak diadopsi banyak negara, termasuk Indonesia,” katanya.

Ia menjelaskan, konsep Water Safety Plan (WSP) atau Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) adalah pengendalian kualitas pelayanan air minum dari hulu hingga hilir dengan mempertimbangkan hasil dari proses manajemen resiko. Di Indonesia, RPAM dibagi dalam tiga kelompok, yaitu RPAM untuk adanya resiko pada sumber air, RPAM untuk penyelenggara SPAM, dan RPAM untuk konsumen.

“Prinsip RPAM di Indonesia adalah penyediaan air minum yang memenuhi syarat kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan atau 4K. Pada pada tahun 2012, Ditjen Cipta Karya telah mengembangkan konsep RPAM untuk Penyelenggara SPAM yang telah diujicobakan di PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin,” kata Direktur PAM.

Menurut Direktur PAM, RPAM menggambarkan secara detil bahaya dan besarnya resiko dalam setiap tahapan proses pengolahan air minum dan proses penyediaan air minum,  untuk selanjutnya menyusun rencana tindak pengendalian yang dilengkapi dengan rencana perbaikan, strategi komunikasi, penyusunan sistem operasional prosedur, instruksi kerja, pemantauan dan evaluasi. Pada tahun 2013 akhir , pelaksanaan RPAM dilakukan di tiga PDAM, yaitu PDAM Kota Malang, PDAM Kota Payakumbuh, dan PDAM Kota Salatiga.

Danny menyatakan bahwa konsep RPAM akan berhasil apabila ada komitmen bersama dari seluruh stakeholders terkait penjaminan 4K dalam penyediaan air minum. Salah satu langkah yang dilakukan Ditjen Cipta Karya untuk mendukung konsep itu adalah melakukan sinergi dengan banyak pihak melalui Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL).

Direktur PAM mengatakan bahwa pembangunan air minum dan sanitasi, yang merupakan pelayanan dasar bagi masyarakat sesungguhnya merupakan tanggung jawab pemerintah daerah sesuai PP No. 38 Tahun 2007 mengenai Pembagian Urusan antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kab/Kota. Sedangkan pemerintah pusat sebagai advisor, fasilitator, mediator dan pemberi stimulan.

“Namun yang perlu disadari seluruh pihak, pembangunan air minum dan sanitasi tidak akan berkelanjutan tanpa didahului oleh kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat,” kata Danny Sutjiono.

Oleh karena itu, kata Direktur PAM, diperlukan sinergi antara semua pihak dalam mewujudkan pembangunan air minum dan sanitasi, baik itu pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, termasuk masyarakat dan pihak swasta.

Dalam pembangunan air minum dan sanitasi, pemerintah kabupaten/kota berperan sebagai perencana dan pelaksana pembangunan, sedangkan pemerintah provinsi membantu kabupaten/kota sesuai kebijakan di tingkat provinsi, dan pemerintah pusat memberikan dukungan melalui pengaturan, pembinaan dan dukungan dana stimulus.

“Sedangkan masyarakat dan pihak swasta memberikan dukungan di bidang penyediaan sarana dan prasarana sesuai komitmen mereka dengan pemerintah daerah, kemudian lembaga atau negara donor dapat berperan di bidang pembangunan infrastruktur maupun penyediaan perencanaan kabupaten/kota, sedangkan pihak akademisi dapat memberikan dukungan melalui riset atau pilot project,” kata Danny Sutjiono.

Sumber [www.ditpam-pu.org]

Pages:« Prev123456789Next »