air mengandung zat kapur tinggi

Mengatasi Air Berkapur

Mengatasi Air Berkapur, Air berkapur atau air sadah biasanya air yang mengandung  zat kapur. Kapur adalah sebuah benda putih dan halus terbuat dari batu sedimen, membentuk bebatuan yang terdiri dari mineral kalsium. Kapur biasanya terbentuk di dalam laut dengan kondisi bebatuan yang mengandung lempengan kalsium plates (coccoliths) yang dibentuk oleh mikroorganisme coccolithophores. Biasanya lazim ditemukan pada batu api dan chert yang terdapat dalam kapur.

Air  yang terlalu banyak mengandung kapur, biasanya bersifat basah (Ph lebih dari 8). Menurut standar Keputusan Menteri Kesehatan RI, air minum tidak boleh mempunyai Ph lebih dari 8,5 karena dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Tanda air yang mengandung kapur adalah jika air tersebut dimasak, maka akan menimbulkan kerak  berwarna putih pada dinding panci, dan rasanya sedikit pahit.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, masyarakat Indonesia pada umumnya menggunakan beberapa sumber.  Untuk memenuhi kebutuhan air bersih sebagian besar masyarakat mengandalkan sumber air  dari air tanah atau biasa disebut sebagai air sumur.

Baik berupa sumur bor ataupun sumur alami. Bahkan bagi yang tinggal di wilayah terpencil, untuk memenuhi kebutuhan air bersih, masyarakat masih menggunakan air yang diambil dari sungai, waduk atau danau. Namun harus menjernihkan air kotor terlebih dulu, belum lagi jika air tersebut air berkapur. Sehingga diperlukan filter air atau treatment khusus untuk mengurangi kandungan kapur tersebut agar air tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Tidak semua masyarakat mempunyai masalah dengan kualitas air sumurnya. Namun di beberapa lokasi atau wilayah tertentu terkadang ditemui masalah kualitas air sumur atau air tanah. Salah satu masalah yang terkadang ditemui berkaitan dengan kualitas air sumur adalah adanya air sumur yang berkapur.

air berkapur tinggi

Air berkapur biasanya terjadi di daerah yang memang secara geografis tanahnya mempunyai kandungan kapur tinggi, seperti daerah di sekitar pegunungan kapur. Namun air sumur mengandung zat kapur bisa juga terjadi di daerah-daerah yang kondisi tanahnya baik atau normal.

Air sumur yang berkapur tentu saja sangat tidak diinginkan dan mempunyai dampak negatif. Sebab selain rasa air yang mengandung kapur tidak enak, pada penggunaan jangka panjang, air sumur yang mengandung kapur dapat memicu berbagai macam gangguan kesehatan dan timbulnya bermacam penyakit bagi tubuh yang mengkonsumsinya. Penggunaan air berkapur jika dikonsumsi dalam jangka pendek, dapat mengakibatkan muntaber, diare, kolera, tipus dan disentri. Sedangkan dalam jangka panjang dapat mengakibatkan penyakit keropos tulang, kerusakan gigi, kerusakan ginjal, kandung kemih, hati dan kerontokan rambut. Dan pada tingkat kronis dapat menyebabkan sakit kanker.

Selain itu air mengandung kapur memiliki ciri-ciri dan dapat dideteksi melalui hal berikut :

jika digunakan untuk mencuci dan mandi menyebabkan sabun sulit bahkan tidak berbuih atau berbusa dan dapat berakibat langsung pada kesehatan mata dan kulit, seperti sakit kurap dan lainnya. Karena penyakit mata juga mudah ditularkan lewat air. Jika anda gunakan saat mandi  air yang mengandung kapur tinggi akan terasa licin dikulit.

Disamping dapat merusak kesehatan tubuh efek negative dari air berkapur adalah timbulnya kerak putih pada lantai kamar mandi, bak penampung kamar mandi, keran air, wastafel, atau pada peralatan masak kesanyangan anda dan jika dipergunakan untuk mencuci mobil air berkapur dapat membuat warna kendaraan anda menjadi kusam.

Air yang berkapur disebabkan karena tingginya kandungan logam tertentu di dalamnya. Biasanya dipengaruhi oleh kandungan berupa logam Natrium, Kalium dan Magnesium. Air yang mengandung logam-logam seperti ini kita biasa menyebutnya dengan air sadah.

Secara umum, kesadahan air dapat dibagi menjadi dua :

1. Kesadahan tetap
2. Kesadahan sementara

Kesadahan tetap berarti air yang kandungan kapur di dalamnya tidak dapat dipisahkan dengan cara pemanasan / pendidihan biasa.  Kesadahan tetap terjadi karena air mengandung unsur logam terutama kandungan Magnesium yang sangt tinggi.

Kesadahan sementara, yaitu air yang kandungan kapur di dalamnya dapat diendapkan atau dipisahkan dengan cara pemanasan maupun pendidihan biasa. Kesadahan sementara terjadi karena air mengandung unsur logam  terutama  Natrium dan Kalium.

Berikut ini merupakan cara mengatasi  masalah air sumur yang  berkapur.

Untuk mengatasi masalah air sumur yang berkapur dalam skala rumah tangga atau industri bisa menggunakan cara dengan filter air softener.  Masalah air berkapur atau air sadah bisa di atasi menggunakan filter air dengan Softener. Yaitu sebuah peralatan khusus yang digunakan untuk menurunkan tingkat kesadahan dalam air. Sehingga air hasil proses dari softener ini biasa disebut dengan soft water. Terkadang softener ini dioperasikan sebagai bagian dari Instalasi Pengelolaan air limbah, tergantung sumber airnya.

Prinsip dasar kerja Softener adalah dengan menukar ion yang terkandung dalam air sadah dengan kandungan ion dalam resin yang diisikan dalam filter air softener. Lalu secara periodik dilakukan regenerasi ion, untuk mengembalikan fungsi kerja softener atau menyegarkan kembali  kandungan ion dalam resin.

Solusi untuk menurunkan kandungan zat kapur tinggi dalam air adalah dengan menggunakan Resin Softener yang jumlah resinnya harus disesuaikan dengan tingkat tingginya kandungan kapur itu sendiri. Semakin tinggi kandungan zat kapur pada air maka semakin banyak juga  resin yang digunakan.

Banyak yang masih beranggapan bahwa menggunakan filter air dan softener  cukup rumit untuk digunakan. Padahal sebenarnya filter air dan softener sangat  mudah dan cocok digunakan dalam skala rumah tangga untuk mengatasi masalah air sumur yang berkapur.

Sumber [Aneka Sumber]

Filter Air Zat Kapur Tinggi

Filter air zat kapur tinggi, filter air sangat ampuh untuk mengatasi air yang mengandung zat kapur tinggi. Air yang mengandung zat kapur bisa terdapat pada air pegunungan dan air sumur/sumur bor. Jika tidak segera diatasi, kadarnya akan semakin tinggi, apalagi saat musim kemarau, karena air menjadi semakin dangkal, sehingga kesehatan masyarakat akan semakin memburuk.

Tanda air mengandung kapur adalah jika air tersebut dimasak maka akan menimbulkan kerak berwarna putih pada dinding panci ,dan rasanya sedikit pahit.

Penggunaan air yang mengandung kapur jika dikonsumsi dalam jangka pendek, dapat mengakibatkan penyakit: muntaber, diare, kolera,tipus dan disentri. Penggunaan air yang mengandung kapur jika dikonsumsi dalam jangka panjang dapat mengakibatkan penyakit : keropos tulang, kerusakan gigi,kerusakan ginjal dan hati. Penggunaan air yang mengandung kapur untuk keperluan mandi maupun mencuci juga dapat berakibat langsung pada kesehatan mata dan kulit. Kuman kudis, kurap dan borok dapat mudah disebarkan melalui air. Penyakit mata juga mudah ditularkan lewat air.

“Kandungan zat kapur yang masih dalam standar kelayakan air minum maksimal 500 mili/gram. Bila dikonsumsi berlebih dalam jangka lama, dan melebihi standar kelayakan air minum,akan terjadi penumpukan zat kapur dalam tubuh,” katanya. Ia menambahkan, penumpukan zat kapur bisa menyebabkan nyeri, pendarahan, penyumbatan aliran kencing, dan lainnya.

Untuk mengatasi air yang mengandung zat kapur tinggi dapat menggunakan filter air yang berisikan media filter berupa resin.  Media filter air resin berguna untuk menurunkan kandungan kapur dalam air. Biasanya media ini digunakan untuk usaha depot air minum isi ulang maupun untuk industri atau perhotelan.

Media filter air  resin sebagau penukar ion dapat berupa suatu zat dan penukar itu sendiri adalah zat padat tertentu yang dapat membebaskan ionnya kedalam larutan ataupun menggantikan ion lain dari ion larutan.

Resin penukar ion, terbagi menjadi dua macam yaitu :

a. Resin Penukar Kation
Resin Kation  adalah resin yang akan menukar atau mengambil kation dari larutan. (contoh kation : Ca2+ atau Mg2+)

b. Resin Penukar Anion
Resin anion adalah resin yang akan menukar dan mengambil anion dari larutan. (contoh anion : Cl-, NO3- dan SO42-)

Cara kerja alat ini adalah air dari sumur diambil melalui pompa air dan masuk penampung pertama yang berisi filter berupa batu kerikil, dan dialirkan ke tabung filter berisi media filter resin. Kemudian air akan masuk penampungan kedua, dengan angka kesadahan yang telah mengecil dengan melewati penyaring karbon aktif, mangan zeloit dan  pasir silika.
Setelah melalui  proses tersebut kandungan kapur akan dalam air akan terpisah dan air pun layak digunakan. Namun jika air hasil filtrasi ingin dapat langsung dikonsumsi tanpa perlu dimasak, maka diperlukan tahapan  filter air selanjutnya untuk membuat air menjadi sehat dan aman untuk dikonsumsi.

filter air zat kapur tinggi

Berikut ini merupakan filter air tambahan yang dapat digunakan untuk menjadikan air bersih anda menjadi sehat dan layak dikonsumsi.

Sistem Reverse Osmosis
Sistem penjernih air yang cukup populer saat ini adalah sistem osmosis balik (reverse osmosis) atau biasa disingkat dengan RO. Osmosis balik adalah satu sistem pemurnian air yang digunakan NASA untuk menyediakan air minum bagi astronotnya ketika berada di dalam pesawat luar angkasa.

Sistem ini mengandalkan membran khusus dengan diameter pori-pori 0,02 mikron untuk virus dan 0,001 untuk bakteri. Sebagai perbandingan, ukuran bakteri adalah 0,5 mikron. Air kotor masuk ke membran ini, dan hanya air yang sudah bersih saja dapat tembus keluar dari membran.

Adapun termasuk dalam kategori penjernih ini antara lain merek Nesca, Pure Pro, dan Etech. Rata-rata penjernih air ini memiliki 3-4 tabung penjernih (catridge), yang berisi filter busa, karbon, atau keramik untuk membuat air jadi bersih. Air kemudian masuk dalam tabung bersii membran RO untuk membuatnya layak diminum.

Sistem Sinar Ultraviolet (UV)
Sistem UV ini hanya mampu menembak kuman dan bakteri, tetapi tidak dapat menghilangkan zat kapur dan besi. Posisi air itu berada di atas lampu ultraviolet. Sinar lampu inilah yang kemudian menembaki kuman dan bakteri. Namun, zat besi dan kapur, karena bukan mahluk hidup, ditembak sekencang apapun tetap saja lolos.

Meskipun begitu, teknologi UV tetap penting dalam rangka memberikan kepastian tidak ada lagi bakteri atau virus tersisa dalam air. Hanya, sebaiknya, penyaringan ini diletakkan di akhir rangkaian. Salah satu produk yang menggabungkan sistem osmosis balik dengan sistem UV adalah merek Oscar dari Taiwan.

Sumber [Aneka Sumber]