air bersih

Mengatasi Air Sumur Keruh dan Bau

Air sumur salah satu sumber air. Air Sumur banyak digunakan oleh daerah perkotaan maupun perdesaan. Air adalah suatu yang vital bagi kehidupan kita, tapi bagaimana bila air yang kita pakai keruh dan berbau dan meninggalkan bercak pada perabot sehingga tidak layak untuk keperluan sehari-hari. Penyebab rendahnya kualitas air adalah kondisi tanah yang terlalu banyak mengandung lumpur atau berkapur. Air yang baik berasal dari tanah berpasir. Tapi bagaimana bila kondisi sumur kita berada pada daerah yang kondisi bertekstur lempung atau berkapur.

air sumur keruh berminyakTanda-tanda bahwa air tanah / air sumur sudah tercemar dapat dikenali melalui pengamatan fisik, yaitu:

1. Warna kekuningan akan muncul jika air tercemar chromium dan materi organik. Jika air berwarna merah kekuningan, itu menandakan adanya cemaran besi. Sementara pengotor berupa lumpur akan memberi warna merah kecoklatan.

2. Kekeruhan juga merupakan tanda bahwa air tanah telah tercemar oleh koloid (bio zat yang lekat seperti getah atau lem). Lumpur, tanah liat dan berbagai mikroorganisme seperti plankton maupun partikel lainnya bisa menyebabkan air berubah menjadi keruh.

3. Polutan berupa mineral akan membuat air tanah memiliki rasa tertentu. Jika terasa pahit, pemicunya bisa berupa besi, alumunium, mangaan, sulfat maupun kapur dalam jumlah besar.

4. Air Sumur / air tanah yang rasanya seperti air sabun menunjukkan adanya cemaran alkali. Sumbernya bisa berupa natrium bikarbonat, maupun bahan pencuci yang lain misalnya detergen.

5. Sedangkan Air Sumur rasa payau menunjukkan kandungan garam yang tinggi, sering terjadi di daerah sekitar muara sungai.

6. Bau yang tercium dalam air tanah juga menunjukkan adanya pencemaran. Apapun baunya, itu sudah menunjukkan bahwa air tanah tidak layak untuk dikonsumsi.

Ada beberapa cara membuat air sumur menjadi jernih:
Pertama adalah cara biologis, yaitu menanam tanaman berakar tunjang disekitar sumur.  Akar pohon akan menyerap mineral-mineral yang terkandung dalam air tanah, sehingga komposisi mineral air menjadi tidak berlebih. Tapi cara ini tentunya sangat lama karena menunggu pertumbuhan pohon tersebut.

Kedua adalah dengan cara kimia, yaitu dengan memberi larutan hidrogen peroksida H2O2 atau dipasaran dikenal dengan water cleaner, cukup ½ liter saja masukkan ke dalam air sumur. Diamkan satu malam.  Dan kuras keesokan harinya, tapi cara ini tidak efektif untuk jangka panjang.

Untuk penggunaan sumur jangan pernah menggunakan tawas karena tawas akan membentuk endapan di dasar, dan jangan menggunakan kaporit karena kaporit untuk membunuh bakteri bukan untuk menjernihkan air sumur, kecuali pada tandon yang endapan dasarnya bisa di sedot.

Ketiga adalah cara fisika dengan memasang alat saring / Filter Air, bahan penyaring air sumur bisa dari serat nilon atau karbon aktif, tapi penggunaan alat saring akan memberatkan kerja dari pompa air.

Dengan pemakaian Toren air  maka kita mudah mengambil air jernih sedikit diatas endapan kotor. Kita juga dapat  memasang penyaring air untuk meningkatkan kualitas, Penggunaan filter air  ini tentu saja memanfaatkan gravitasi, sehingga tidak memperberat kerja pompa air.

Perhatikan juga penggunaan pompa air atau alat listrik lainnya diluar jam beban puncak karena tarif PLN lebih murah.  Penggunaan toren air atas juga akan menghemat penggunaan listrik

Kerugian yang ditimbulkan oleh zat -zat yang terlarut dalam air sumur , air kotor, keruh, berbau yang tidak layak pakai :

  1. Zat besi / mangan menyebabkan air berbau karat dan bewarna , Baju berwarna kuning dan menyebabkan kerusakan hati bila dikonsumsi terus menerus .
  2. Zat organik menyebabkan bau dan rasa tidak enak dan menyebabkan sakit perut bila dikonsumsi
  3. Zat kapur menyebabkan bercak putih atau kerak pada peralatan memasak , mobil atau pipa dan menyebabkan resiko batu ginjal
  4. PH rendah menyebabkan karat dan mengubah senyawa kimia tertentu menjadi racun berbahaya
  5. Kaporit tinggi Menyebabkan rasa yang tidak enak , menyebabkan kulit cepat kering dan menyebabkan karat atau korosi pada logam
  6. Nitrit menyebabkan terbentuknya methaemoglobine yang menghambat berjalannya oksigen dalam darah .

Sayangi keluarga anda dengan memberikan air yang bersih dan berkualitas , dengan Nano Smart Filter semua masalah air tersebut dapat teratasi dengan mudah.

Nano Smart Filter merupakan penyaring air yang sangat tepat untuk mendapatkan air bersih yang berkualiatas tanpa biaya perawatan yang tinggi serta didukung oleh pelayanan purna jual yang ramah dari tenaga teknisi kami yang sudah terlatih dan berpengalaman bertahun tahun dalam water treatment untuk industri maupun rumah tangga.

Sumber [AnekaSumber]

Cara Mengatasi Air Kuning dan Bau

Air kuning dan bau kini semakin banyak, Air Kuning dan bau merugikan baik untuk kesehatan tubuh maupun untuk peralatan rumah anda. Kali ini Nano Smart Filter akan membagi info: Cara mudah mengatasi air sumur bor yang kuning bau karat dan keruh. Air tanah atau air sumur merupakan sumber air bersih terbesar yang digunakan. Masalah air yang sering ditemui dalam menggunakan air tanah adalah masalahkandungan Zat Besi (Fe) dan Mangan (Mn) yang terdapat dalam air baku. Air tanah sering mengandung zat besi (Fe) dan Mangan (Mn) cukup besar. Adanya kandungan Fe dan Mn dalam air menyebabkan warna air tersebut berubah menjadi kuning hingga coklat setelah beberapa saat kontak dengan udara.

air kuning dan bau

Disamping dapat mengganggu kesehatan masalah air kuning seperti itu juga menimbulkan bau yang kurang enak serta menyebabkan warna kuning pada dinding bak serta bercak-bercak kuning pada pakaian. Oleh karena itu berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1990, kadar (Fe) dalam air minum maksimum yang dibolehkan adalah 0,3 mg/lt, dan kadar Mangan (Mn) dalam air minum yang dibolehkan adalah 0,1 mg/liter.Untuk menanggulangi masalah air tersebut, perlu dilakukan upaya penyediaan sistem alat pengolah air skala rumah tangga yang dapat menghilangkan atau mengurangi kandungan besi dan mangan yang terdapat dalam air air sumur atau tanah.

Ada beberapa tips cara dan mari kita simak untuk memilih cara terbaik yang efektif untuk mengatasi msalah air. Masalah air sumur bor yang menyebabkan air kuning keruh bau karat maupun berminyak umum disebabkan karena mengandung zat besi (Fe) dan Kadar mangan (Mg) yang berlebih pada air sehingga menyebabkan endapan pada bak/penampungan, penyumbatan di pipa instalasi sehingga debit air mengecil, perabot rumah tangga menjadi rusak karena ngeflak kuning / hitam ,cuci pakaian berubah warna kusam dll. Masalah air seperti ini membuat kita jadi pusing kurang kenyamanan tinggal,pengeluaran pun jadi bertambah.

Ciri-ciri umum air sumur bor yang mengandung zat besi dan mangan yaitu air berwarna kuning,keruh terdapat bau tak sedap / bau karat besi, kadang2 air keluar jernih tetapi jika diendapkan beberapa saat menjadi berubah warna kuning, Kondisi air agak licin,rasa tidak enak,jika digunakan mandi lengket gatal – gatal di badan. Jika di solusi zat besi dan mangan nya maka air sumur bor anda akan menjadi bersih bebas warna dan bau karat, jika diendapkan / ditampung beberapa lama pun air tidak akan timbul endapan / lapisan minyak diatasnya. Berikut cara menghilangkan air bau, keruh,kuning,karat,berminyak, yang disebabkan oleh tingginya zat besi dan mangan :

1. Aerasi

Fe atau besi dapat dihilangkan dari dalam air kuning dengan melakukan oksidasi menjadi Fe (OH)3 yang tidak larut dalam air, kemudian di ikuti dengan pengendapan dan penyaringan. Proses oksidasi dilakukan dengan menggunakan udara biasa di sebut aerasi yaitu dengan cara memasukkan udara dalam air kuning efeknya kadar besi mengendap ke bawah sehingga kotoran2nya menempel di bak penampungan/toren air. Kelemahanya mungkin kita akan sering menguras toren tersebut agar kotoran endapan tidak ikut ke pipa instalasi.

2. Sedimentasi
Penyaringan air kuning dan bau metode Sedimentasi adalah proses pengendapan partikel-partikel padat yang tersuspensi dalam cairan/zat cair karena pengaruh gravitasi (gaya berat secara alami). Sedimentasi dapat berlangsung sempurna pada danau yang airnya diam atau suatu wadah air yang dibuat sedemikian rupa sehingga air di dalamya keadaan diam. Pada dasarnya proses tersebut tergantung pada pengaruh gaya gravitasi dari partikel tersuspensi dalam air. Sedimentasi dapat berlangsung pada setiap badan air. Biaya pengolahan air kuning dan bau dengan proses sedimentasi relatif murah karena tidak membutuhkan peralatan mekanik maupun penambahan bahan kimia. Kegunaan sedimentasi untuk mereduksi bahan-bahan tersuspensi (kekeruhan) dari dalam air dan dapat juga berfungsi untuk mereduksi kandungan organisme (patogen) tertentu dalam air.

3. Menggunakan bahan kimia.
Proses Penyaringan air kuning dan bau dengan banyak sekali jenis bahan kimia yang dapat dipergunakan untuk menurunkan zat besi ini. Zat kimia seperti Polimer Aluminium Clorid , kaporit ,tawas dll. Namun saya tidak akan membahasnya disini karena harus menggunakan takaran dan metode tertentu dan takarannya berbeda beda tergantung dari seberapa tingginya zat besi dalam air tsb.

4. Teknik Penyaringan ( Filtrasi )
Cara teknik penjernihan / penyaringan air kuning dan  bau ini terbukti paling efektif dan ampuh karena sudah terbukti berdasar riset. Dalam kebutuhan modern seperti ini teknik filter / penjernih / penyaring air sangatlah efektif dan efisien . Efisien waktu,biaya dan hasil. Cara inilah yang kami pilih sehingga Nano Smart Filter hadir dalam bisnis pengadaan alat-alat pengolahan air bersih dan air minum. Banyak sekali merk filter air / penjernih air / penyaring air di Indonesia semua tergantung kualitas ,harga dan after sales service. Nano Smart Filter  menggunakan media filter PureTAG Super dan carbon active berfungsi menghilangkan kadar besi dan zat mangan tinggi dalam air. Harga menjamin kualitas. Jangan pernah bermain-main / tanggung untuk masalah air. Kalau ada yang lebih bagus mengapa tidak?  Jika anda tertarik menggunakan jenis media filter air terbaik ini bisa hubungi call center kami.

Nah sudah tau kan? ternyata filter air mempunyai berbagai manfaat,
Tapi semua itu bisa terjadi bila air yang kita minum adalah air yang bersih dan sehat.Kalau kondisi air di rumah kamu gimana?belum tau?
Langsung aja Cek Kualitas air kamu secara GRATIS langsung aja KLIK DISINI
Sekian dulu ya sahabat Nano Smart Filter, Semoga Bermanfaat

Sumber: [Aneka Sumber]

air kuning dan bau besi 2, air kuning dan bau besi 3

Krisis Air Kota Jakarta

Kriris Air Kota Jakarta, Krisis Air Bersih semakin parah dan menakutkan. Sebagai kota besar yang langganan banjir, apalagi di musim penghujan, Pemprov DKI Jakarta telah mempersiapkan diri, antara lain dengan menuntaskan pembangunan Kanal Banjir Timur (KBT). Program ini merupakan salah satu bentuk strategi jangka panjang untuk meminimalisasi dampak bencana banjir krisis airyang ditimbulkan.

Pertanyaannya adalah kenapa program-program penanggulangan banjir lebih menonjol dari pada penanganan krisis air dan sumber daya air? Padahal, ancaman bencana krisis air dan sumber daya air tidak kalah mengkhawatirkan bagi setiap masyarakat, khususnya yang tinggal di perkotaan. Eksploitasi besar-besaran air tanah misalnya, tidak hanya mengakibatkan terjadinya kelangkaan air, tetapi juga mengakibatkan penurunan permukaan tanah (land subsidence) terhadap permukaan air laut.

Jakarta dan Semarang, misalnya, merupakan contoh perkotaan yang posisinya semakin rendah daripada permukaan laut sehingga kota ini senantiasa dihadapkan pada ancaman bencana banjir dan krisis air. Hal ini diperparah dengan perubahan iklim.

Isu Krisis Air
Berbeda dengan Indonesia yang terkesan ‘memarginalkan’ isu krisis air karena lebih fokus pada penanganan banjir, masyarakat dunia senantiasa memperhatikan akan pentingnya isu krisis air. Ini disebabkan jumlah penduduk dunia terus meningkat sementara stok sumber daya air semakin berkurang. Dengan tidak bermaksud menyalahkan negara-negara berkembang, tekanan paling berat terhadap sumber daya air akan terjadi di kelompok negara ini karena masih tingginya laju kelahiran yang diperkirakan 2,1% per tahun. Lebih khusus lagi, tekanan masyarakat di perkotaannya tidak kalah mengkhawatirkan karena laju pertumbuhan penduduknya mencapai 3,5% (Middleton).

Berdasarkan hal tersebut, ketidakseimbangan jumlah penduduk dan ketersediaan air akan menjadi babak baru konflik global pada abad ini. Mengingat sumber daya air tidak ada substitusinya sebagaimana bahan bakar minyak. Selain itu, kekhawatiran global terhadap kelangkaan air juga karena adanya prediksi Gardner-Outlaw and Engelman (1997) yang disitir PBB (2003), bahwa pada tahun 2050 diprediksikan 1 dari 4 orang akan terkena dampak dari kekurangan air bersih.

Sementara itu, dalam konteks Indonesia, meskipun cadangan airnya mencapai 2.530 km3/tahun yang termasuk dalam salah satu negara yang memiliki cadangan air terkaya di dunia, isu krisis air harus menjadi perhatian, khususnya di wilayah perkotaan. Mengingat, pada musim kemarau terlihat sangat kontras bahwa krisis air menjadi isu krusial.

Jakarta merupakan salah satu contoh kawasan perkotaan yang dihadapkan pada isu kelangkaan air. Tingginya pertumbuhan penduduk, termasuk di dalamnya tingkat urbanisasi, menuntut besarnya penyediaan air bersih. Namun hingga saat ini, diperkirakan PDAM DKI Jakarta baru menyuplai 50% air bersih untuk warganya.

Ironisnya, di tengah ancaman krisis air tersebut, potensi air hujan di Jakarta yang mencapai 2.000 juta m3/tahun tidak teresap optimal karena hanya 26,6% yang teresap ke dalam tanah dan sisanya 73,4% terbuang sia-sia ke laut. Tentu saja, rendahnya resapan air di kawasan perkotaan pada umumnya dan di Jakarta khususnya, disebabkan pesatnya pembangunan yang tidak disertai dengan ketidakpatuhan berbagai pihak dalam menaati peraturan-peraturan yang ditetapkan.

Kebijakan Pemerintah

Sebelum membicarakan apa yang harus dilakukan pemerintah dalam mengatasi krisis air bersih di perkotaan, sebaiknya kita menyoroti dua hal yang sangat penting yang menyebabkan kelangkaan air tersebut. Pertama, eksploitasi besar-besaran air tanah yang dilakukan oleh gedung-gedung perkantoran, rumah sakit, pusat perbelanjaan, apartemen, pengusaha laundry, dan bangunan lainnya. Kedua, pembangunan gedung-gedung yang tidak mematuhi perbandingan lahan terpakai dan lahan terbuka, sehingga mengganggu proses penyerapan air hujan ke dalam tanah.

Kedua hal tersebut jelas mengganggu kelestarian air tanah yang sangat rentan. sebagaimana yang tertuang pada Pasal 37 ayat (1) UU No 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air, yang menyebutkan bahwa air tanah merupakan salah satu sumber daya air yang keberadaannya terbatas dan kerusakannya dapat mengakibatkan dampak yang luas serta pemulihannya sulit dilakukan.

Dengan demikian, penyedotan air tanah di satu sisi dan terganggunya proses peresapan air hujan di sisi lain merupakan masalah klasik yang senantiasa akan dihadapi pemerintah dalam memberikan pelayanan penyediaan air bersih. Hal ini diperparah dengan lemahnya PDAM dalam menyalurkan air bersih sehingga penyedotan air tanah pun tidak terelakkan dalam rangka memenuhi kebutuhan air tersebut.

Kompleksitas permasalahan krisis air harus menjadi perhatian serius pemerintah secara terintegrasi. Pengelolaan model lama yang dilakukan lembaga pemerintah secara parsial berdasarkan tugas pokok dan fungsi setiap lembaga terbukti tidak mampu mengatasi permasalahan ini. Ke depan, selain harus terintegrasi antarlembaga pemerintah, penanganan sumber daya air juga harus melibatkan seluruh stakeholder, khususnya mereka yang menggunakan air tanah.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan pemerintah dalam mengatasi penyebab krisis air di perkotaan, di antaranya :

1. Pengaturan pemanfaatan air tanah yang disertai dengan pengawasan yang ketat.
2. Pemberian surat IMB (izin mendirikan bangunan) harus disertai kewajiban penyediaan lahan terbuka.

3. Kewajiban memperbaiki kualitas dan mengembalikan tata guna air sesuai pemanfaatan sebagaimana yang telah dimanfaatkan oleh setiap pengguna air.

4. Setiap pengguna air harus diwajibkan membiayai pengadaan air bersih.

5. Setiap bangunan harus diwajibkan membuat sumur resapan sehingga dapat meningkatkan cadangan air tanah.

Tampaknya pembangunan sumur resapan merupakan kebutuhan mendesak bagi segenap warga perkotaan. Hal ini karena setiap satu sumur resapan akan mampu meneruskan air hujan ke dalam tanah sebanyak 40 drum/tahun atau 8 m3/tahun. Oleh karena itu, dalam konteks lokal Jakarta, optimalisasi penampungan air hujan di bawah tanah telah diatur Pemerintah DKI Jakarta melalui Perda No 68 Tahun 2003. Namun, potensi pemulihan air tanah secara buatan di Jakarta masih sangat rendah.

Terintegrasi

Ketersediaan air bersih dalam kelangkaan air merupakan kebutuhan mendesak bagi setiap individu manusia, terlebih yang tinggal di perkotaan yang dihadapkan pada ancaman krisis air akibat ketidakseimbangan pembangunan. Namun, untuk mewujudkan kelestarian sumber daya air, diperlukan kebijakan yang terintegrasi, baik dari aspek stakeholder maupun pendekatan pengelolaan. Hal ini karena pendayagunaan sumber daya air didasarkan pada keterkaitan air hujan, air permukaan, dan air tanah dengan pendayagunaan air permukaan sebagai langkah utama. Akankah ancaman bencana kelangkaan air menjadi perhatian serius pemerintah? Semoga saja.

Sumber:[MediaIndonesia.com

Air Bersih Jakarta Masih Dinantikan

Air bersih jakarta masih dinantikan oleh warganya, Air bersih kebutuhan pokok setiap orang. Proyek Instalasi Penjernihan Air (IPA) di Waduk Papanggo, Jakarta Utara yang menelan dana Rp100 juta, terbilang mubazir karena air yang dihasilkan belum memenuhi standar baku mutu layak minum.

Akibatnya, instalasi tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan air minum di wilayah tersebut. Menurut pengelola Rojadi, alat IPA di lokasi ini memang dapat menjernihkan air, tetapi hasil penyulingan air belum dapat dikategorikan layak minum karena masih terasa payau.

Warga belum dapat menikmati hasilnya. Padahal, di wilayah ini warga sangat kesulitan air bersih karena air dari pipa Palyja kerap tidak mengalir, kata Rojadi, kemarin. Menurutnya, IPA tersebut telah mempunyai empat operator penjernihan air. Namun, agar air yang dihasilkan tersebut masuk kategori layak minum, diperlukan beberapa tambahan alat seharga Rp300 juta.

air bersih warga jakartaKepala BPLHD Jakut Iswardi Mudahan menyatakan, air di waduk tersebut mengandung kadar garam yang tinggi sehingga alat yang ada belum mampu menyuling garam tersebut. Namun menurutnya, air hasil IPA tersebut sudah jernih dan bebas dari pencemaran.

Memang belum dapat diminum tapi air tersebut bisa untuk keperluan seperti mandi dan cuci, katanya. Untuk memperoleh air yang layak minum, Iswardi berharap BPLHD DKI Jakarta turun tangan untuk membantu mempercepat pengadaan peralatan tambahan.

Yang bertanggung jawab untuk tambahan peralatan itu pusat, sehingga saya harap dewan kelurahan serta kelurahan secepatnya mengirimkan surat permohonan pengadaan peralatan keBPLHD DKI, paparnya.

Ditempat terpisah, Ketua LMK Papanggo, Iwan Darmawan didampingi Rosyadi, mengakui adanya kekurangan dalam menuntaskan program penyulingan air siap minum di danau Papanggo. “Bukan hanya biaya namun pikiran, waktu, tenaga banyak kami habiskan demi program tersebut. Sejauh ini memang air danau belum dapat dikonsumsi warga. Air bisa keluar, cukup bening namun bila beberapa lama didiamkan airnya kembali kotor,” katanya.
Iwan

Dia juga berharap Walikota Jakarta Utara melalui Kantor Lingkungan Hidup menuntaskan program IPA yang sempat mendapat bantuan alat dari Lembaga Afiliasi Penelitian Indonesia (LAPI) Institut Teknologi Bandung (ITB). “IPA belum juga dapat digunakan karena terkendala alat yang belum lengkap. Kami pun berharap program ini dapat dituntaskan,” imbuhnya.

Pengembangan teknologi pengolahan air sungai menjadi air bersih tengah dikembangan PD PAM Jaya. Kelak, pasokan air bersih bagi warga ibukota tidak lagi bergantung pada Waduk Jatiluhur maupun Tangerang saja, tetapi juga Kali Ciliwung.

Direktur Utama PD PAM Jaya, Sriwidayanto Kaderi, mengungkapkan saat ini pihaknya tengah melelang pembangunan teknologi pengolahan air sungai untuk menjadi air curah, atau air bersih. Teknologi pengolahan air dengan tekanan atau ultrafiltrasi ini akan dimulai di kali Ciliwung dan diharapkan bisa beroperasi pada akhir 2013 atau awal 2014 mendatang.

”Tigabelas sungai di Jakarta bisa dimanfaatkan, tapi kita mulai dari Ciliwung. Bila bagus, kita bisa lakukan di Banjir Kanal Timur (BKT), Kali Pesanggrahan, Mookervart, Kali Sekertaris, dan lainnya,” ujar Sriwidayanto dalam perayaan Hari Air Sedunia, di kantor PAM Jaya, Jalan Penjernihan, Tanahabang, Jakarta Pusat, Jumat (22/3).

Tahap awal, ultrafiltrasi akan bisa memproduksi air bersih sebanyak 300 liter/detik, namun bisa dikembangkan sampai 1000 liter/detik. Penambahan air ini diperlukan, mengingat untuk pasokan air dari dalam kota, Jakarta hanya bergantung pada Kali Krukut di Cilandak dan Taman Kota Jakarta Barat.

Dalam pengembangan teknologi ini, Sriwidayanto mengaku PD PAM Jaya tidak mengeluarkan uang sepeserpun. Pasalnya penyediaan alat ini bersifat investasi. ”Kalau swasta berminat, investasinya sekitar Rp150 miliar, akhir tahun ini mudah-mudahan bisa beroperasi, kalau meleset mungkin awal tahun 2014,” sambungnya seraya menjelaskan selain kali, kedepannya teknologi ini akan dikembangkan di situ, waduk, dan danau.

SUMBER AIR
Wakil Direktur Palyja, Herawati Prasetyo, mengatakan pada 2015, tidak bisa hanya dengan mengandalkan sumber air yang ada sekarang. Saat ini, Palyja mengolah air yang asli dari Jakarta hanya dari Taman Kota sebanyak 120 liter/detik, dan Cilandak sebesar 400 liter/detik. Kedua Instalasi Pengolahan Air (IPA) ini hanya lima persen dari total produksi air Palyja.

Teknologi ultrafiltrasi ini dipilih karena tidak membutuhkan dana investasi yang tidak terlalu besar. Sebab potensi sejumlah sungai di Jakarta untuk memasok bahan baku air sangat besar. Selain itu, sumber air tawar bisa lebih murah dibanding mengolah air laut.

Mengolah air tawar seperti dari Kali Ciliwung hanya menelan biaya produksi Rp1.500-2000/meter kubik. Sedangkan mengolah air laut menjadi air bersih sangat mahal, bisa mencapai Rp9000-10.000/kubik.

Sumber [AnekaSumber]

Pengolahan air laut dengan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO)

Pengolahan air laut dengan alat Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) . Alat pengolahan air laut penting karena air merupakan sumber daya alam yang sangat vital bagi kehidupan di bumi. Sumber air dapat diperoleh dari air laut, air tanah, mata air, air sungai, dan air danau.

Air laut merupakan air yang di dalamnya terlarut berbagai zat padat dan gas, contoh : dalam 1000 gram air laut akan terdapat 35 gram senyawa terlarut yang secara kolektif disebut garam, atau di dalam air laut 96,5 persen berupa air dan 3,5 persen berupa zat-zat terlarut.

Manusia sering dihadapkan pada situasi yang sulit dimana sumber air tawar / air bersih sangat terbatas dan di lain pihak terjadi peningkatan kebutuhan air minum serta minimnya pengetahuan pengolahan air laut. Bagi masyarakat yang tinggal di daerah pantai, pulau kecil seperti kepulauan seribu jakarta air tawar merupakan sumber air yang sangat penting. Sering terdengar ketika musim kemarau mulai datang maka masyarakat yang tinggal di daerah pantai atau pulau kecil-kecil mulai kekurangan air. Air hujan yang merupakan sumber air tawar yang telah disiapkan di bak penampung air hujan namun tidak dapat mencukupi kebutuhan pada musim kemarau. Bahkan yang lebih parahnya lagi bagi masyarakat yang tinggal di Timur Tengah yang merupakan daerah gurun pasir yang susah  sekali untuk mendapatkan sumber air, apa lagi air bersih.

Padahal kita mengetahui bahwa sebenarnya sumber air laut itu begitu melimpah, kenyataan menunjukkan bahwa ada banyak daerah pemukiman yang justru berkembang pada daerah pantai. Melihat kenyataan semacam itu manusia telah berupaya untuk pengolahan air laut / air payau menjadi air tawar mulai dari yang menggunakan teknologi pengolahan air laut seperti desalinasi air laut ( menyuling air laut ), filtrasi dan ionisasi (pertukaran ion). Sumber air asin/payau yang sifatnya sangat melimpah telah membuat manusia berfikir untuk mengolahnya / mengubah air laut menjadi air tawar. Sehingga dengan adanya pengolahan air laut menjadi air bersih akan mudah untuk mendapatkan air minum meskipun tidak seperti air minum yang telah ada di daratan.

Untuk memenuhi kebutuhan akan air tawar para ahli telah mengembangkan sistem pengolahan air laut/payau dengan teknologi membran semipermeabel. Membran (selaput) semipermeabel adalah suatu selaput penyaring air skala molekul yang dapat ditembus oleh molekul air dengan mudah, akan tetapi tidak dapat atau sulit sekali dilalui oleh molekul lain yang lebih besar dari molekul air.

TEKNIK PENGOLAHAN AIR LAUT MENJADI AIR BERSIH / AIR MINUM

Proses pengolahan air laut / air payau menjadi air bersih atau sering dikenal dengan istilah desalinasi air laut dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) macam yaitu:

1. Pengolahan air laut Proses destilasi air laut (penyulingan)

Proses destilisasi air laut memanfaatkan energi panas untuk menguapkan air asin. Uap air tersebut selanjutnya didinginkan menjadi titik-titik air dan hasil ditampung sebagai air bersih yang tawar.

2. Pengolahan air laut Proses penukar ion

Pada tahun 1852, Way menemukan bahwa menghilangkan ammonia dalam larutan air yang meresap melalui tanah sesungguhnya berupa pertukaran ion dengan kalsium yang terkandung di dalam sejenis silica tertentu dalam tanah. Dewasa ini penukapengolahan air lautran ion pada air sudah menjadi proses konversi kimia yang sangat bermanfaat. Proses ini digunakan secara luas dan skala besar di industry

Teknik penukar ion memanfaatkan proses kimiawi untuk memisahkan garam dalam air laut. Pada proses ini ion garam (Na Cl) ditukar dengan ion seperti Ca+2 dan SO4-2. Materi penukar ion berasal dari bahan alam atau sintetis. Materi penukar ion alam misalnya zeolit sedangkan yang sintetis resin (resin kation dan resin anion).

Proses pertukaran ion merupakan reaksi kimia yang ionnya terhidrata dan bersifat mobil bergerak di dalam zat padat, dipertukarkan atas dasar ekuivalen dengan ion yang bermuatan sama yang terdapat di dalam larutan air. Zat padat mempunyai struktur seperti jala terbuka dan ion yang bergerak itu menetralisir muatan, atau muatan potensial, gugus yang terpasang di dalam matriks zat padat itu disebut penukar ion.

a)      Pertukaran kation

Pertukaran kation berlangsung bila kation yang bergerak dan bermuatan posirif terikat pada gugus yang bermuatan negative di dalamnya penukar ion saling bertukar dengan kation lain terdapat di dalam larutan air laut.

b)      Pertukaran anion

Proses pertukaran ion berlangsung bila anion bergerak, bermuatan negatif yang melekat pada gugus bermuatan positif di dalam resin, penukar kalor saling bertukar dengan anion di dalam larutan.

3. Pengolahan air laut Proses filtrasi (filter air laut)

Proses ketiga ini lebih dikenal dengan Sea Water Reverse Osmosis sistem osmosis balik (Reverse Osmosis). Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) adalah salah satu teknologi pengolahan air laut menjadi air tawar yang paling sering digunakan untuk memenuhi kebutuhan air minum. Keistimewaan dari proses pengolahan air laut ini adalah mampu menyaring molekul yang lebih besar dari molekul air.

Pengolahan air laut dengan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO)

Teknologi pengolahan air laut / Sea Water Reverse Osmosis menggunakan proses membrane.  Pemisahan air dari kandungan mineral dan mikro organisme yang tidak dikehendaki didasarkan pada proses penyaringan dengan skala molekul. Untuk menghasilkan air tawar(air murni), pemompaan dilakukan dengan tekanan tinggi ke modul membrane yang mempunyai dua outlet yaitu outlet yang menhasilkan air tawar (air bersih) dan outlet yang menghasilkan air garam/mineral yang telah dipekatkan.

Dalam proses membrane, terjadi proses penyaringan air laut berdasarkan ukuran molekul, yaitu partikel yang molekulnya lebih besar dari molekul air, seperti ;

1. Larutan garam/mineral

2. Zat organik tertentu

3. Bakteri, virus, yrogen, dll

Aplikasi  utama pengolahan air laut dengan Sea Water Reverse Osmosis adalah menghilangkan larutan garam/desalinasi dengan efek tambahan untuk menghilangkan zat-zat serta organisme lainnya. Biasanya filter air Reverse Osmosis terdiri dari 3 sistem, yaitu :

1. Pengolahan air tawar ( tap water Osmosis)

2. Pengolahan air payau ( brackish water treatment)

3. Pengolahan air laut ( sea water treatment)

Dalam proses filtrasi atau teknologi membran dikenal elektrodialisis dan reverse osmosis. Dari dua teknologi membran tersebut reverse osmosis yang paling sering dipakai saat ini sebagai teknologi sea water reverse osmosis (SWRO)

Pada tahun 1748, Ilmuwan Perancis  Abbe Nollett, menemukan peristiwa reverse osmosis yang alami. Proses pengolahan air laut ini terjadi ketika aliran air melalui suatu membran semi permeable ke larutan konsentrat yang kemudian airnya menjadi tawar. Lebih dari 200 tahun kemudian, peristiwa ini telah dikenali sebagai cara untuk mengolah / pengolahan air laut, air asin, air payau, atau air yang berwarna.

Cara Kerja Reverse Osmosis : Daya penggerak di belakang reverse osmosis memberikan tekanan hidrostatik yang berbeda. Tanpa adanya pengaruh dari tekanan luar, air asin seperti yang terlihat pada gambar akan menerobos membran untuk menetralkan/menawarkan / pemurnian air laut yang mengandung  garam melalui  proses osmosis. Perbedaan pada permukaan air dalam kaitan dengan perpindahan ini disebut dengan osmotic pressure head, dan tekanan hidrostatik yang menyebabkan kenaikan pada permukaan air adalah osmotic pressure. Dalam beberapa kasus air laut yang  mempunyai kandungan garam tinggi, tekanan osmotis dapat menjadi sebesar  1000 psi.

Sumber [aneka sumber]

Pengolahan air limbah di jakarta akan ditambah

Pengolahan air limbah di jakarta akan ditambah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengakui sistem pengolahan air limbah di Jakarta masih buruk. Karena itu, Pemprov DKI akan membangun dua dari enam zona Instalasi Pengolahan Air Limbah Terpadu (IPALT) di Jakarta pada tahun depan.

Pembangunan enam zona IPALT Jakarta bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (KemPU) yang mendapatkan dana hibah dari Japan International Corporation Agency (JICA). Dua dari enam zona itu akan dikerjakan sendiri oleh Pemprov DKI, sedangkan sisanya oleh KemPU.pengolahan air limbah

“KemPU bersama JICA yang akan bantu. Terus dua zona akan kita kerjakan sendiri tahun depan. Sebenarnya kita pengin mengerjakan seluruh zona,” kata Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (25/10).

Mantan Bupati Belitung Timur ini menginginkan, dengan dibangunnya seluruh zona IPALT di Jakarta, maka Pemprov DKI dapat menerapkan zero waste dalam pengolahan air limbah di Jakarta. “Kita pengin zero waste di Jakarta dapat diterapkan melalui IPALT ini,” ujarnya.

Seperti diketahui, KemPU sedang membangun IPALT di kota-kota besar sebanyak 15 zona di seluruh wilayah Indonesia. Enam zona di antaranya akan dibangun di wilayah Provinsi DKI Jakarta. Karena pengolahan air limbah di Jakarta masih sangat buruk dan dinilai paling jorok di antara wilayah lainnya.

Hinga saat ini, sudah dibangun IPALT di Yogyakarta dan Surabaya. Paling tidak, KemPU menargetkan pembangunan 15 zona IPALT tersebut dapat rampung pada tahun 2050.

Sedangkan untuk DKI Jakarta, Pemprov DKI bersama KemPU telah sepakat akan memulai pembangunan IPALT atau Jakarta Sewerage yang telah 15 tahun tertunda. Karena pengolah air limbah yang dimiliki masih tergantung pada Intalansi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Setiabudi hanya melayani 2,38 persen dari total populasi di DKI Jakarta.

Jakarta Sewerage melayani seluruh Jakarta akan terbagi dalam enam zona berdasarkan kondisi geografis. Diprioritaskan dibangun zona 1 untuk daerah Setiabudi-Kota, pembangunan akan dilanjutkan untuk zona-zona lainnya. Estimasi kebutuhan dana untuk konstruksi enam zona tersebut senilai Rp 70 triliun.

Zona 1 meliputi pelayanan dari Setiabudi hingga Kota, antara lain melayani Gambir, Sawah Besar, Senen dan Menteng. Luas Jakarta Sewerage yang akan dibangun dalam zona 1 mencapai 5 ribu hektare dengan panjang pipa pengolahan air limbah 758 ribu meter. Dengan dibangunnya zona 1, maka akan ada 1,2 juta kepala keluarga yang akan terlayani pengolahan air limbah rumah tangganya.

Lalu dengan adanya Zona 1 tersebut, maka pengolahan air limbah di Jakarta diperkirakan akan bertambah menjadi 20 persen dari sebelumnya hanya 2,38 persen. Untuk total target yang ditentukan, paling tidak pengolahan air limbah di Jakarta dapat bertambah menjadi 30 persen dari beberapa zona yang akan dibangun.

Alokasi anggaran pembangunan Jakarta Sewerage Zona 1 mencapai Rp 4,57 triliun. Untuk pembagian anggaran pembiayaan pembangunan tersebut telah disepakati sebanyak 70 persen pembiayaan ditanggung Kemenpu dan 30 persen ditanggung oleh Pemprov DKI Jakarta.

Sumber [beritasatu.com]

Air bersih masih menjadi PR Pemerintah Indonesia

Air bersih masih menjadi PR Pemerintah Indonesia, sanitasi dan air bersih merupakan dua hal yang saling berkaitan, jika penyediaan sanitasi dan air bersih sudah baik maka kesejahteraan rakyat Indonesia juga akan semakin meningkat.

Maka dari itu, pemerintah berkomitmen akan terus memperbaiki kualitas sanitasi dan air bersih sampai 2019 dengan total anggaran yang diperkirakan mencapai Rp 660 triliun.air bersih

Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Dedy Priatna menjelaskan hingga saat ini kondisi sanitasi dan air bersih di Indonesia masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan Vietnam dan Myanmar.

Menurut dia dalam program Millenium Development Goals (MDG) 2015, target yang harus dicapai pemerintah untuk sanitasi dan air bersih yang layak adalah sebesar 62,41 persen, dari fakta yang ada baru 57,35 persen penduduk yang mendapatkan akses terhadap sanitasi dan air bersih yang layak.

Dia mengatakan kondisi air bersih dan sanitasi yang buruk secara tidak langsung merugikan negara sebesar Rp 56 triliun atau setara dengan 2,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Dedy mengatakan pemerintah bertekad akan meningkatkan anggaran untuk sanitasi dan air bersih ataupun air minum setiap tahunnya, anggaran ini akan digunakan untuk berbagai macam program yang telah dirancang seperti Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP), Penyediaan Air Bersih dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM).

“ Tantangan ke depannya adalah bagaimana anggaran untuk sanitasi dan air bersih ini juga lebih diprioritaskan di samping anggaran untuk pendidikan dan infrastruktur, jika anggaran untuk sanitasi dan air bersih naik maka insyallah target MDGs bisa dicapai,” ujar beliau ketika ditemui dalam acara “ Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (29/10).

Dedy mengatakan komitmen pemerintah yang akan mengalokasikan dana sebesar Rp 660 triliun untuk sanitasi dan air bersih sampai 2019 cukup banyak mendapatkan dukungan terutama dari pemerintah daerah dan pihak swasta. Menurut dia sumber pendanaan untuk sanitasi dan air bersih berasal dari anggaran pemerintah pusat dan daerah sebesar 20 persen, sisanya dukungan dari pihak swasta berupa Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan dan BUMN.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan kualitas sanitasi dan air bersih sangat erat kaitannya dengan kesejahteraan rakyat. Dia menjelaskan jika sanitasi dan air minum ataupun air bersih sudah terpenuhi maka kualitas SDM dan angka harapan hidup di Indonesia juga tumbuh positif tapi sebaliknya jika sanitasi dan air bersih buruk maka akan membuat angka kemiskinan dan kesejahteraan hidup semakin terpuruk.

Agung mengatakan sanitasi dan air berish juga merupakan kebutuhan dasar manusia sehingga pemerintah terus berkomitmen meningkatkan kualitas sanitasi dan air bersih di seluruh wilayah Indonesia. Menurut dia anggaran yang paling ideal untuk sanitasi dan air bersih adalah Rp 10 triliun setiap tahunnya, jika pemerintah sudah bisa mengalokasikan dana Rp 10 triliun dalam APBN maka dalam kurun waktu 3-4 tahun mendatang kualitas sanitasi dan air bersih di Indonesia sudah sempurna.

“ Sanitasi dan air bersih akan menjadi prioritas pemerintah selain pendidikan, infrastruktur, kesehatan dan kemiskinan, anggaran untuk sanitasi dan kemiskinan juga akan ditingkatkan,” ujarnya.

Demi memastikan tersedianya akses air bersih dan sanitasi layak bagi seluruh lapisan masyarakat, pemerintah terus melakukan advokasi untuk percepatan. Pemerintah pun telah menjalankan berbagai program yang setiap tahunnya diklaim menunjukkan perkembangan mengembirakan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) 2012, sampai dengan akhir tahun lalu, sebanyak 58,05% masyarakat telah mendapatkan akses air bersih layak. Pada tahun 2012, data juga menunjukkan bahwa sebanyak 57,35% rumah tangga sudah memiliki akses sanitasi layak.

Setiap tahunnya, capaian akses air bersih dan sanitasi layak di Indonesia juga disebut telah mengalami perkembangan positif, dengan kenaikan rata-rata sebesar 2% per tahun, baik pada akses air bersih maupun sanitasi layak. Hal ini sengaja digarisbawahi, karena peningkatan cakupan terhadap akses sanitasi dan air minum layak, secara langsung maupun tidak langsung membantu memperbaiki derajat kesehatan masyarakat serta kualitas lingkungan.

“Meskipun telah mengalami kenaikan, kami sadar bahwa akses terhadap air berish dan sanitasi layak di negeri ini harus terus lebih ditingkatkan. Bila merujuk pada target MDGs 2015, kami harus memastikan bahwa 68,87% penduduk harus sudah mendapatkan akses air bersih layak dan sebesar 62,21% harus memiliki akses sanitasi layak,” kata Dedy Supriadi Priatna, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dalam jumpa pers, di Jakarta, Jumat (18/10), terkait Konferensi Air bersih dan Sanitasi Nasional (KSAN) 2013 yang akan digelar pada 29-31 Oktober di Balai Kartini, Jakarta.

Sebagai upaya untuk mensosialisasikan pentingnya sektor air minum dan sanitasi layak bagi masyarakat, serta untuk menginformasikan upaya yang telah dan sedang dilakukan, Kelompok Kerja Air bersih dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) Nasional memang kembali mengadakan KSAN tahun ini. Salah satu tujuan KSAN adalah meningkatkan perhatian khalayak ramai terhadap pentingnya sanitasi dan air bersih. Acara ini dimaksudkan untuk mendorong peran serta aktif seluruh pelaku, dalam menjadikan pembangunan air bersih dan sanitasi sebagai prioritas.

Dedy menambahkan, masih ada selisih yang harus dipenuhi agar mencapai target, yaitu sebesar 10,82% untuk air bersih dan 5,06% untuk sanitasi. Artinya, diperlukan usaha minimal tiga kali lipat dibandingkan yang telah dilakukan saat ini.

Diketahui, air bersih dan sanitasi sendiri erat kaitannya dengan penyebaran bencana penyakit karena air, seperti diare dan cacingan. Berdasarkan laporan Riset Kesehatan Dasar 2007, diare merupakan penyebab kematian terbesar pada bayi usia 29 hari sampai 11 bulan, serta balita usia 12-59 bulan di Indonesia. Diperkirakan, sebanyak 31,4% bayi dan 25,2% balita harus meninggal setiap tahunnya akibat diare.

Sumber [beritasatu.com]

 

Pengolahan air Tanah menjadi air bersih dengan filter air

Pengolahan air tanah menjadi air bersih dengan filter air, Air bersih merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi kehidupan manusia. Karena itu jika kebutuhan akan air bersih tersebut belum tercukupi maka dapat memberikan dampak yang besar terhadap kondisi kesehatan maupun sosial. Pengadaan air bersih di Indonesia khususnya untuk skala yang besar masih terpusat di daerah perkotaan, dan dikelola oleh Perusahan Air Minum (PAM) kota yang bersangkutan. Namun demikian secara nasional jumlahnya masih belum mencukupi dan dapat dikatakan relatif kecil yakni 10,77 % . Untuk daerah yang belum mendapatkan pelayanan air bersih dari PAM umumnya mereka menggunakan pengolahan air tanah ( air sumur ), air sungai, air hujan, air sumber (mata air) dan lainnya.
Lalu selanjutnya bagaimana dengan kualitas air bersih yang kita ambil dari dalam tanah. Ketika Indonesia pada tahun 70 s/d 80 an pompa air tangan Dragon dengan mengambil air tanah dari kedalaman 6 meter sudah mencukupi kualitasnya. Tapi dengan semakin banyaknya pertumbuhan penduduk dan bahan pencemar yang semakin banyak di permukaan , air tanah dangkal ini sudah tidak layak dan sudah tidak ada lagi pada tahun 2012 an, akibatnya banyak penduduk yang mengambil air tanah dengan kedalaman 12 meter. Pada kedalaman ini, masalah yang ada adalah rasa bau dan warna (kuning) pada air tanah.pengolahan air tanah
Dari hasil survey penduduk, prosentasi banyaknya rumah tangga dan sumber air bersih yang digunakan di berbagai daerah di Indonesia sangat bervariasi tergantung dari kondisi geografisnya. Secara nasional yakni sebagai berikut : Yang menggunakan air ledeng 10,77 %, air tanah dengan memakai pompa 7,85 %, air sumur (perigi) 53,78 %, mata air (air sumber) 15,70 %, air sungai 8,54 %, air hujan 1,64 % dan lainnya 1,71 %.
Permasalahan yang timbul yakni sering dijumpai bahwa kualitas air tanah maupun air sungai yang digunakan masyarakat kurang memenuhi syarat sebagai air minum yang sehat bahkan di beberapa tempat bahkan tidak layak untuk digunakan. Air bersaih yang layak diminum, mempunyai standar persyaratan tertentu yakni persyaratan fisis, kimiawi dan bakteriologis, dan syarat tersebut merupakan satu kesatuan. Jadi jika ada satu saja parameter yang tidak memenuhi syarat maka air tanah tesebut tidak layak untuk diminum. Standar kualitas air minum telah dibakukan dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.20 Tahun 1990. Pemakaian air minum yang tidak memenuhi standar kualitas tersebut dapat menimbulkan gangguan kesehatan, baik secara langsung dan cepat maupun tidak langsung dan secara perlahan.
Air tanah sering mengandung zat besi (Fe) dan Mangan (Mn) cukup besar. Adanya kandungan Fe dan Mn dalam air tanah atau air sungai menyebabkan warna air tanah dan air sungai tersebut berubah menjadi kuning-coklat setelah beberapa saat kontak dengan udara. Disamping dapat mengganggu kesehatan juga menimbulkan bau yang kurang enak serta menyebabkan warna kuning pada diding bak serta bercak-bercak kuning pada pakaian. Oleh karena itu menurut PP No.20 Tahun 1990 tersebut, kadar (Fe) dalam air minum maksimum yang dibolehkan adalah 0,3 mg/lt, dan kadar Mangan (Mn) dalam air minum yang dibolehkan adalah 0,1 mg/lt.
Di negara maju seperti Amerika dan Jepang, peraturan standar kualitas air minum lebih ketat lagi. Total kandungan besi dan mangan dalam air minum maksimum yang diperbolehkan adalah 0,3 mg/lt. Untuk menanggulangi masalah tersebut, perlu dilakukan upaya penyediaan sistem alat pengolahan air tanah skala rumah tangga yang dapat menghilangkan atau mengurangi kandungan besi dan mangan yang terdapat dalam air sumur atau tanah. Cara terbaik untuk meningkatkan kualitas air tanah yakni dengan menggunakan filter air atau alat penjernih air yang menggunakan media filter Super Pasir Aktif , PureTAG Super dan karbon aktif.
Dengan menggunakan filter air maka air tanah atau air sungai yang mengandung besi dan mangan akan menjadi air bersih dan aman untuk digunakan bersama keluarga anda dirumah.
Karena filter air / penjernih air Nano Smart Filter menggunakan media filter berkualitas yaitu PureTAG Super sehingga masalah air tanah anda dapat teratasi dengan mudah. Selain itu Alat pengolahan air tanah Nano Smart Filter menggunakan teknologi modern membuat pengolahan air tanah Nano Smart Filter mudah dalam penggunaannya dan dalam perawatannya. Banyak sekali keuntungan yang akan anda dapatkan jika menggunakan filter air / penyaring air selain membuat air tanah menjadi air bersih dan sehat anda juga dapat berhemat karena tidak perlu lagi membeli air minum isi ulang yang semakin mahal harganya. Jadi jangan ragu lagi untuk menggunakan alat pengolahan air tanah rumah tangga Nano Smart Filter , Karena keluarga sehat dimulai dari air baik.

Air bersih di jakarta belum mencukupi kebutuhan warganya

Air bersih  sangat dibutuhkan setiap manusia oleh karena itu harus di buatkan sistem penyediaan air bersih yang baik dan benar agar setiap masyarakat dapat merasakan manfaat air bersih hingga ke pelosok daerah di tanah air. kebutuhan air bersih adalah banair bersihyaknya air bersih yang diperlukan untuk melayani penduduk yang dibagi dalam dua klasifikasi pemakaian air bersih , yaitu untuk keperluan domestik (rumah tangga) dan non domestic (industri, perkantoran, rumah sakit, dll) .Target pelayanan harus mengacu pada Millenium Development Goals (MDGs) Sebagai contoh di Jakarta di mana daerah perkotaan harus sudah terlayani 68% dari jumlah penduduk. Dalam melayani jumlah cakupan pelayanan penduduk akan air bersih sesuai target, maka direncanakan kapasitas sistem penyediaan air bersih yang dibagi dalam dua klasifikasi pemakaian air bersih , yaitu untuk keperluan domestik (rumah tangga) dan non domestik.

Kebutuhan Air Bersih Untuk Domestik (Rumah Tangga).
Menurut para ahli menyatakan bahwa kebutuhan air bersih domestik dimaksudkan adalah untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi keperluan rumah tangga yang dilakukan melalui Sambungan Rumah (SR) dan kebutuhan umum yang disediakan melalui fasilitas Hidran Umum (HU). Unutk menunjukkan besar debit air bersih domestik yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan domestik diperhitungkan terhadap beberapa faktor:

a. Jumlah penduduk yang akan mendapatkan air bersih menurut target tahapan perencanaan sesuai dengan rencana cakupan pelayanan air bersih.

b. Tingkat pemakaian air bersih diasumsikan tergantung pada kategori daerah dan jumlah penduduknya.
Kebutuhan Air Bersih Untuk Non Domestik (Industri , Perkantoran, Rumah Sakit , dll)
Menurut para ahli, kebutuhan air bersih nondomestik dialokasikan pada pelayanan untuk memenuhi kebutuhan air bersih berbagai fasilitas sosial dan komersial yaitu fasilitas pendidikan, peribadatan, pusat pelayanan kesehatan, instansi pemerintahan dan perniagaan. Besarnya pemakaian air bersih untuk kebutuhan non domestik diperhitungkan 20% dari kebutuhan domestik.

Kebutuhan Air bersih Rata-Rata.
Menurut para ahli dalam Standar Kriteria Desain Sistem Penyediaan Air Bersih menyatakan bahwa kebutuhan rata-rata distribusi air bersih perharinya adalah jumlah kebutuhan air bersih untuk keperluan domestik (rumah tangga) ditambahkan dengan kebutuhan air bersih untuk keperluan non domestik.

Qr = Qd + Qnd

Keterangan:

Qr = Kebutuhan air bersih rata-rata (liter/detik).

Qd = Kebutuhan air bersih untuk keperluan domestik (liter/detik).

Qnd = Kebutuhan air bersih untuk keperluan non domestik (liter/detik).

Berdasarkan para ahli, dalam Standar Kriteria Desain Sistem Penyediaan Air Bersih, kebutuhan air bersih pada hari maksimum (Qm) adalah pemakaian air bersih harian rata-rata tertinggi dalam satu tahun yang diasumsikan sebesar 110% dari kebutuhan rata-rata air bersih .

Sistem Pengaliran Air Bersih. Pendistribusian air bersih kepada masyarakat dengan kuantitas, kualitas dan tekanan yang cukup memerlukan sistem perpipaan yang baik, reservoir, pompa dan peralatan yang lain. Metode dari pendistribusian air bersih tergantung pada kondisi topografi dari sumber air bersih dan posisi para masyarakat berada. Menurut Howard, S.P., et.al (1985) sistem pengaliran air bersih yang dipakai adalah sebagai berikut:

a.Cara pengaliran air bersih dengan Gravitasi.
Cara pengaliran air bersih gravitasi digunakan apabila elevasi sumber air bersih mempunyai perbedaan cukup besar dengan elevasi daerah pelayanan, sehingga tekanan air yang diperlukan dapat dipertahankan. Cara ini dianggap cukup ekonomis, karena hanya memanfaatkan beda ketinggian lokasi antara sumber air bersih dan tujuan air bersih.

b.Cara pengaliran air bersih dengan Pemompaan.
Pada cara ini pompa digunakan untuk meningkatkan tekanan pompa air yang diperlukan untuk mendistribusikan air bersih  dari reservoir distribusi ke masyarakat. Sistem ini digunakan jika elevasi antara sumber air bersih atau instalasi pengolahan air bersih dan daerah pelayanan air bersih tidak dapat memberikan tekanan yang cukup.

c. Cara pengaliran air bersih dengan sistem Gabungan (sistem gravitasi dan sistem Pemompaan).
Pada cara pengaliran air bersih gabungan, reservoir digunakan untuk mempertahankan tekanan yang diperlukan untuk mengalirkan air bersih selama periode pemakaian tinggi dan pada kondisi darurat,misalnya saat terjadi kebakaran, atau tidak adanya energi. Selama periode pemakaian rendah, sisa air bersih dipompakan dan disimpan dalam reservoir distribusi. Karena reservoir distribusi digunakan sebagai cadangan air bersih selama periode pemakaian tinggi atau pemakaian puncak, maka pompa dapat dioperasikan pada kapasitas debit rata-rata air bersih.

Sumber [repository.usu.ac.id]

 

 

Air minum dan air bersih memiliki parameter tersendiri

Air minum dan air bersih memiliki parameter tersendiri , Pengertian air minum adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat-syarat kesehatan yang dapat diminum.  Pengertian standar kualitas air minum adalah batas operasional dari kriteria kualitas air dengan memasukkan pertimbangan non teknis, misalnya kondisi sosial-ekonomi, target atau tingkat kualitas produksi, tingkat kesehatan yang ada, dan tair minum berkualitaseknologi yang tersedia.

Berdasarkan Permenkes No.416/Menkes/Per/IX/1990, yang membedakan antara kualitas air bersih dan air minum adalah standar kualitas setiap parameter fisik, kimia, biologis dan radiologis maksimum yang diperbolehkan. Persyaratan utama yang harus dipenuhi dalam sistem penyediaan air bersih maupun air minum meliputi persyaratan kualitatif, persyaratan kuantitatif dan persyaratan kontinuitas

Sedangkan air bersih adalah air yang digunakan unutuk keperluan sehari-hari dan akan menjadi air minum setelah dimasak terlebih dahulu. Sebagai batasannya, air bersih adalah air yang memenuhi persyaratan bagi sistem penyediaan air minum, dimana persyaratan yang dimaksud adalah persyaratan dari segi kualitas air yang ,eliputi fisik, kimia, biologis, dan radiologis, sehingga apabila dikonsumsi tidak menimbulkan efek samping (Ketentuan Umum Permenkes No.416/Menkes/PER/IX/1990) Persyaratan tersebut juga memperhatikan pengamanan terhadap sistem distribusi air bersih dari instalasi air bersih sampai pada konsumen

Persyaratan kualitatif

Syarat-syarat fisik air minum
Secara fisik air minum harus jernih, tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa (tawar). Rasa seperti asin, manis, pahit dan asam tidak boleh terdapat dalam air minum untuk masyarakat.
Bau yang bisa terdapat dalam air adalah bau busuk , amis dan sebagainya. Bau dan rasa biasanya terdapat bersama-sama dalam air.
Warna dipersyaratkan dalam air minum untuk masyarakat karena pertimbangan estetika.
Ada 2 (dua) macam warna pada air yaitu apparent color dan true color. Apparent color, ditimbulkan karena adanya benda-benda zat tersuspensi dari bahan organik. Hal ini lebih mudah diatasi dibanding dengan jenis true color. True color adalah warna yang ditimbulkan oleh zat-zat bukan zat organik.

Syarat lain yang harus dipenuhi secara fisik adalah suhu. Suhu sebaiknya sama dengan suhu udara atau kurang lebih 25°C, bila terjadi perbedaan maka batas yang diperbolehkan adalah 25°C ± 3°C.

Syarat-syarat Kimia air minum
Air minum tidak boleh mengandung bahan-bahan kimia dalam jumlah yang melampaui batas. Persyaratan kimia tersebut antara lain :

PH (tingkat keasaman)
Khususnya pada pH < 6,5 dan pH> 9,5 akan mempercepat terjadinya reaksi korosi pada pipa distribusi air minum. Apabila nilai pH jumlah mikroorganisme patogen semakin banyak, maka hal ini dapat  membahayakan kesehatan manusia.

Zat padat total
Zat padat total merupakan bahan yang tertinggal sebagai residu setelah proses penguapan dan pengeringan pada suhu 103 – 105°C.

Zat organik dalam air dapat berasal dari  alam (tumbuh-tumbuhan, alkohol, sellulosa, gula dan pati), proses sintesa (proses-proses industri.), dan proses  fermentasi (alcohol, asam, dan akibat kegiatan mikroorganisme)

CO2 agresif

CO2  yang terdapat dalam air berasal dari udara dan dari hasil dekomposisi zat organik. Menurut bentuknya CO2 dapat dibedakan dalam :

1. CO2 bebas : banyaknya CO2 yang larut dalam air.

2. CO2  keseimbangan :  CO2  yang dalam air setimbang dengan HCO3.

3. COagresif : yaitu COyang dapat merusak bangunan, perpipaan dalam distribusi air minum.

Kesadahan total (total hardness)
Kesadahan adalah sifat air yang disebabkan oleh adanya ion-ion (kation) logam valensi, misalnya Ca2 +, Mg2 +, Fe +, dan Mn +. Kesadahan total adalah kesadahan yang disebabkan oleh adanya ion-ion Ca2 + dan Mg2 + secara bersama-sama.  Air sadah menyebabkan pemborosan pemakaian sabun pencuci dan mempunyai titik didih yang lebih tinggi dibandingkan dengan air biasa.

Kalsium (Ca)
Kalsium dalam air minum dalam batas-batas tertentu diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Namun, nilai Ca lebih dari 200 mg/l dapat menyebabkan korosi dalam pipa.

Besi dan Mangan
Zat-zat lain yang selalu ada dalam air baku maupun air minum adalah besi dan mangan. Besi merupakan logam yang menghambat proses desinfeksi. Hal ini disebabkan karena daya pengikat chlor, selain digunakan untuk mengikat zat organik, juga digunakan untuk mengikat besi dan mangan, sehingga sisa chlor menjadi lebih sedikit dan hal ini memerlukan desinfektan yang semakin besar pada proses pengolahan air. Besi dan mangan menyebabkan warna air menjadi keruh.

Tembaga (Cu)
Jika air minum anda mengandung tembaga (Cu) pada kadar yang lebih besar dari 1 mg/1 akan menyebabkan rasa tidak enak pada lidah dan dapat menimbulkan kerusakan pada hati.

Seng (Zn)
Kelebihan kadar Zn > 5 mg/1 dalam air minum menyebabkan rasa pahit.

Chlorida (Cl)
Kadar chlor yang melebihi 250 mg/l di air minum akan menyebabkan rasa asin dan korosif pada logam.

Fluorida (F)
Air minum kadar F < 1 mg/l  menyebabkan kerusakan gigi atau carries gigi. Bila terlalu banyak akan menyebabkan gigi berwarna kecoklatan.

Logam-logam berat (Pb, As, Se, Cd, Cr, Hg, CN)
Adanya logam-logam berat dalam air minum akan menyebabkan gangguan pada jaringan syaraf, pencernaan, metabolisme oksigen, dan kanker

Syarat-syarat biologis air minum
Air minum tidak boleh mengandung kuman-kuman patogen dan parasitic seperti kuman-kuman thypus, kolera, dysentri dan gastroenteritis. Untuk mengetahui adanya bakteri patogen dapat dilakukan dengan pengamatan terhadap ada tidaknya bakteri E. Coli yang merupakan bakteri indicator pencemar air

Syarat-syarat radiologis
Air minum tidak boleh mengandung zat yang menghasilkan bahan-bahan yang mengandung radioaktif, seperti sinar alfa, beta dan gamma.

Persyaratan Kuantitatif air minum
Persyaratan kuantitatif dalam penyediaan air bersih dan air minum adalah ditinjau dari banyaknya air baku yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan jumlah penduduk yang akan dilayani. Jumlah air yang dibutuhkan sangat tergantung pada tingkat kemajuan teknologi dan sosial ekonomi masyarakat setempat. Negara-negara yang telah maju memerlukan air bersih yang lebih banyak dibandingkan dengan masyarakat di negara-negara sedang berkembang.

Persyaratan Kontinuitas air minum
Persyaratan kontinuitas untuk penyediaan air bersih dan air minum sangat erat hubungannya dengan kuantitas air yang tersedia yaitu air baku yang ada di alam. Arti kontinuitas disini adalah bahwa air baku untuk air bersih tersebut dapat diambil terus menerus dengan fluktuasi debit yang relatif tetap, baik pada saat musim kemarau maupun musim hujan.

Sumber [narotama.ac.id]

Pages:« Prev12345678910Next »