You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»Air Bersih,desalinasi»RO Air Bersih Diatas Kapal

RO Air Bersih Diatas Kapal

Air bersih masih menjadi masalah diatas kapal, Karena pada beberapa kapal belum dilengkapi sistem desalinasi di dalamnya. Di dalam suatu kapal terdapat berbagai sistem misalnya sistem air bersih (Domestic fresh water system) dimana sistem ini mengatur tentang supply air tawar untuk semua kebutuhan air tawar (fresh water) di kapal.  Sistem air tawar di kapal ini merupakan sistem yang sangat vital,ini dikarenakan air tawar digunakan untuk makan ,minum,mandi, cuci para ABK, pendinginan mesin dan kebutuhan lainnya di kapal. Pada umumnya persediaan air bersih pada kapal niaga dilakukan dengan cara konvensional yaitu dengan melakukan pengisian air bersih pada tangki air tawar dari. Tetapi ada beberapa kapal yang sudah dilengkapi dengan distilator yang digunakan pada kondisi tertentu.Untuk rute pelayaran dengan waktu yang lama (jauh) memerlukan air bersih yang banyak. Hal ini berarti bahwa ukuran tangki air bersih menjadi sangat besar sehingga penggunaan ruangan di kapal menjadi kurang efesien.  

Demikian juga biaya penyediaan air bersih juga menjadi lebih besar. Untuk menghemat ruang dalam kapal dengan ukuran tangki air bersih, maka air bersih sebaiknya tidak hanya disediakan di pelabuhan, tetapi air bersih juga disediakan melalui teknologi desalinasi air laut menjadi air tawar. Selain distilasi teknologi desalinasi yang lain adalah teknologi Reverse Osmosis (RO).

Karena banyaknya pencemaran air yang terjadi maka kondisi air bersih di indonesia juga berdampak terhadap bidang perkapalan khususnya mengenai kebutuhan air bersih di kapal,yang mana air bersih di kapal digunakan untuk makan,minum,mandi,cuci para ABK,pendinginan mesin dan kebutuhan lainnya di kapal. Maka dari itu sangat diperlukan teknologi pengolahan air bersih sehingga akan membantu dalam persediaan air bersih di kapal. Desalinasi dengan Reverse Osmosis (RO) merupakan cara yang baik untuk menghasilkan air bersih di atas kapal.

air bersih diatas kapal lautPrinsip Dasar Reverse Osmosis adalah apabila duah buah larutan dengan konsentrasi encer dan konsentrasi pekat dipisahkan oleh membran semi permeable,maka larutan dengan konsentrasi yang encer akan terdifusi melalui membran semi permeable tersebut masuk ke dalam larutan yang pekat sampai terjadi kesetimbangan konsentrasi. Phenomena tersebut dikenal sebagai proses osmosis.

Daya penggerak (driving force) yang menyebabkan terjadinya aliran /difusi air tawar ke dalam air asin melalui membran semi permeable tersebut dinamakan tekanan osmosis. Besarnya tekanan osmosis tersebut tergantung dari karakteristik membran, temperatur air, dan konsentrasi garam yang terlarut dalam air. Tekanan osmotik normal air laut yang mengandung TDS 35.000 ppm dan suhu 25ºC adalah kira-kira 26,7 kg/cm², dan untuk air laut di daerah timur tengah atau laut merah yang mengandung TDS 42.000 ppm,dan suhu 30ºC,tekanan osmotik adalah 32,7 kg/cm². Apabila tekanan kerja lebih besar dari tekanan osmotiknya, maka aliran air tawar akan berbalik yakni dari air asin ke air tawar melalui membran semi permeable (Reverse Osmosis).

Di dalam proses desalinasi air laut dengan sistem Reverse Osmosis (RO), tidak memungkinkan untuk memisahkan seluruh garam dari air lautnya, karena akan membutuhkan tekanan yang sangat tinggi sekali. Oleh karena itu pada kenyataannya, untuk menghasilkan air tawar maka air asin atau air laut di pompa dengan tekanan tinggi ke dalam suatu modul membrane osmosis balik yang mempunyai dua buah outlet yakni outlet untuk air tawar yang dihasilkan dan outlet untuk air garam yang telah dipekatkan (reject water).

Didalam prakteknya,proses pengolahan air laut dengan Sistem RO terdiri dari 4 proses utama, yaitu:

1. Pretreatment : Air umpan (air laut ) pada tahap pretreatment disesuaikan dengan membrane dengan cara memisahkan padatan tersuspensi, menyesuaikan pH, dan menambahkan inhibitor  untuk mengontrol scaling yang dapat disebabkan oleh senyawa tetentu, seperti kalsium sulfat.

2. Pressurization: Pompa akan meningkatkan tekanan dari umpan yang sudah melalui proses pretreatment hingga tekanan operasi yang sesuai dengan membran dan salinitas air umpan.

3. Membrane Separation: Membran permeable akan menghalangi aliran garam terlarut, sementara membran akan memperbolehkan air produk terdesalinasi melewatinya. Efek permeabilitas membran ini akan menyebabkan terdapatnya dua aliran, yaitu aliran produk air bersih, dan aliran brine terkonsentrasi. Karena tidak ada membran yang sempurna pada proses pemisahan ini, sedikit garam dapat mengalir melewati membran dan tersisa pada air produk. Membran RO memiliki berbaga jenis konfigurasi, antara lain spiral wound dan hollow fine fiber membranes.

4. Post Treatment Stabilization: Air produk hasil pemisahan dengan membran biasanya membutuhkan  penyesuaian pH sebelum dialirkan ke sistem distribusi untuk dapat digunakan sebagai air minum. Produk mengalir melalui kolom aerasi dimana pH akan ditingkatkan dari sekitar 5 hingga mendekati 7.

Parameter yang mengindikasikan ukuran kapal terdiri dari displacement,DWT dan LWT. Displacement dapat diartikan sebagai berat fluida yang dipindahkan oleh badan kapal yang tercelup di bawah permukaan fluida (air) atau dengan kata lain displacement sama dengan berat kapal secara keseluruhan, yang relevan dengan air laut dengan massa jenis 1,025 ton/m3.

Displacement kapal terdiri atas bobot mati (Dead Weight Tonnage/DWT) dan berat kapal kosong (Light Weight Tonnage/LWT),dimana DWT sama dengan kapasitas pembebanan kapal termasuk bunkering dan supply penting lain yang berhubungan dengan konfigurasi penggerak kapal. Sedangkan LWT merupakan berat kapal tanpa muatan,bahan bakar,minyak pelumas,awak kapal,air tawar dan air ballast. Sehingga bobot mati kapal (DWT) direpresentasikan sebagai perbedaan antara displacement dengan berat kapal kosong (LWT),yang diekspresikan sebagai DWT = Displacement – LWT

Berat kapal kosong (LWT) tidak digunakan sebagai patokan utama untuk menentukan ukuran kapal,melainkan dead weight (DWT) yang berhubungan langsung dengan perubahan sarat kapal seperti kapasitas pembebanan termasuk bahan bakar,minyak pelumas, fluida pendingin, air ballast,persediaan air tawar, awak kapal dan muatan utama. Kadang-kadang DWT juga digunakan sebagai dasar untuk menentukan Desain Draft dari kapal yang akan direncanakan.

Demikian artikel yang berjudul “RO Air Bersih Diatas Kapal”. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan kita bagaimana cara menghasilkan air bersih di atas kapal, sehingga tidak perlu takut untuk kekurangan jumlah pasokan air bersih di atas kapal. Untuk info lengkap dan pemesanan alat desalinasi untuk di atas kapal laut anda dapat menghubungi ke (021) 295 296 30 /31 atau email ke sales@nanosmartfilter.com

Sumber [http://goo.gl/iUED68]

Related posts

Leave your comment

Your Name: (required)

E-Mail: (required)

Website: (not required)

Message: (required)

Send comment