You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»Reverses Osmosis RO

Reverses Osmosis RO

Reverse Osmosis Rumahan Tipe Undersink

Reverse Osmosis (RO) adalah metode penyaringan yang dapat menyaring berbagai molekul besar dan ion-ion dari suatu larutan dengan cara memberi tekanan pada larutan ketika larutan itu berada di salah satu sisi membran seleksi (lapisan penyaring). Reverse Osmosis umumnya menggunakan membran semipermeable. Membran semipermeabel ini harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut. Sehingga akan menghasilkan air minum yang aman untuk dikonsumsi karena bebas dari zat dan kuman yang berbahaya. Read more

Ultrafiltrasi Menyaring Air Sungai Jakarta

Ultrafiltrasi (UF) merupakan proses penyaringan air menggunakan membrane berukuran 0.001 mikron – 0.01 mikron. Dengan ukuran pori pori membrane ultrafiltrasi yang rapat sehingga teknologi penyaring air ini dapat menghilangkan kekeruhan, partikel, bakteri dan zat organik dalam air hingga level tertentu. Read more

Desalinasi Untuk Pulau Kecil

Desalinasi Untuk Pulau Kecil, Air minum merupakan kebutuhan dasar manusia yang sangat penting. Tidak semua wilayah memiliki sumber air yang baik. Wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil merupakan daerah yang sulit akan sumber air tawar sehingga timbul masalah akan pemenuhan kebutuhan air untuk konsumsi. Sumber air di wilayah pulau-pulau kecil terdiri dari 3 jenis sumber air yaitu air atmosferik (hujan), air permukaan, dan air tanah. Jumlah sumber daya air yang berasal dari air hujan akan bergantung pada musim yang sedang berlangsung. Sumber daya air yang terdapat di wilayah tersebut umumnya berkualitas buruk, misalnya air tanahnya payau atau asin. Read more

Desalinasi Diatas Kapal Laut

Desalinasi diatas kapal laut merupakan salah satu solusi megatasi krisis air bersih. Biasanya daerah yang mengalami krisis air bersih adalah daerah pesisir pantai. Pada daerah pesisir pantai air bersih merupakan barang langka, apalagi saat musim kemarau tiba. Pasokan air bersih sangat kurang karena daerah pesisir pantai banyak yang belum terjangkau oleh jaringan pipa PDAM Jaya. Kondisi ini diperparah dengan tidak tersedianya sumber hidrologi permukaan seperti sungai dan mata air sedangkan air tanah yang ada berasa payau karena telah terinfiltrasi oleh air laut sehingga perlu pengolahan yang lebih lanjut untuk dapat memanfaatkan air tanah tersebut. Saat ini air hujan menjadi alternatif dalam penyediaan air bersih. Padahal air hujan yang ditadah mengandung banyak zat berbahaya untuk kesehatan, seperti toksin, seng, dan bakteri ecoli yang tercampur saat ditadah melalui atap rumah. Read more

Desalinasi Air Laut Menjadi Tawar

Desalinasi Air Laut Menjadi Tawar, desalination atau desalinization adalah proses yang menghilangkan kadar garam berlebih dalam air untuk mendapatkan air tawar yang dapat dikonsumsi. Salah satu sumber yang berpotensi dijadikan sumber air bersih adalah air laut. Air laut adalah sumber air terbesar di muka bumi sementara air tawar yang tersedia dianggap akan semakin berkurang seiring berkembangnya populasi manusia. Proses produksi air bersih dengan metode desalinasi dilakukan melalui beberapa tahapan, Read more

Pemurnian Air Rumah Tangga

Pemurnian Air Rumah Tangga dapat menggunakan reverse osmosis. Saat pertama kali diluncurkan, sistem RO menggunakan membran yang cukup tebal serta diperlukan tempat yang luas untuk instalasi peralatannya. Namun seiring perkembangan membran yang semakin pesat, terutama pada elemen dan sistem konfigurasi yang digunakan, sistem RO kini telah Read more

Filter Air Limbah Rumah Sakit

Air limbah rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya merupakan salah satu sumber pencemaran air yang sangat potensial karena mengandung senyawa organik yang cukup tinggi, Read more

Masalah Umum Air Tanah / Sumur

Air tanah salah satu sumber air terbesar, Air tanah banyak digunakan karena mudah untuk mendapatkannya. Kerusakan sumber daya air tidak dapat dipisahkan dari kerusakan di sekitarnya seperti kerusakan lahan, vegetasi dan tekanan penduduk. Ketiga hal tersebut saling berkaitan dalam memengaruhi ketersediaan sumber air. Kondisi tersebut diatas tentu saja perlu dicermati secara dini, agar tidak menimbulkan kerusakan air tanah di kawasan sekitarnya. Beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya permasalahan adalah:

1. Pertumbuhan industri yang pesat di suatu kawasan disertai dengan pertumbuhan pemukiman penduduk akan menimbulkan kecenderungan kenaikan permintaan air tanah.
2. Pemakaian air beragam sehingga berbeda dalam kepentingan, maksud serta cara memperoleh sumber air.
3. Perlu perubahan sikap sebagian besar masyarakat yang cenderung boros dalam pengggunaan air serta melalaikan unsur konservasi.

air tanah mengandung besi

Air tanah atau air sumur, khususnya untuk pemakaian rumah tangga dan industri di wilayah perkotaan dan perdesaan memiliki kecenderungan untuk mengandung kadar besi atau asam organik tinggi. Hal ini bisa diakibatkan dari kondisi geologis Indonesia yang secara alami memiliki deposit Fe tinggi terutama di daerah lereng gunung atau diakibatkan pula oleh aktivitas manusia. Sedangkan air dengan kandungan asam organik tinggi bisa disebabkan oleh adanya lahan gambut atau daerah bakau yang kaya akan kandungan senyawa organik. Masalah Umum Air Tanah atau air sumur yang mengandung kadar besi tinggi , Mengandung ion kalsium dan magnesium berlebih serta kandungan senyawa organik tinggi bisa dilihat sebagai berikut :

Air mengandung zat besi
Kadar besi dalam air ini bisa terlihat dari seberapa cepatnya warna berubah dan intensitas bau, semakin cepat warna air berubah dan semakin kuat intensitas baunya maka kadar besi semakin tinggi. Air ini tidak bisa digunakan untuk mencuci baju, apalagi sampai dikonsumsi. Jika digunakan untuk mencuci baju, maka baju terlihat cepat kusam dan terkadang sampai berkarat. Efek terburuk dari penggunaan air yang mengandung besi tinggi adalah menurunnya intelegensi (IQ) sedangkan efek lain adalah terganggunya kesehatan kita.
Air dengan kandungan zat besi tinggi akan menyebabkan air berwarna kuning. Pertama keluar dari kran, air nampak jernih namun setelah beberapa saat air akan berubah warna menjadi kuning. Hal ini disebabkan karena air yang berasal dari sumber air sebelum keluar dari kran berada dalam bentuk ion Fe2+, setelah keluar dari kran Fe2+ akan teroksidasi menjadi Fe3+ yang berwarna kuning.
Air berwarna kuning keruh dan sering disertai bau amis. Untuk air minum, jika mengandung besi cenderung menimbulkan rasa mual apabila dikonsumsi. Selain itu dalam dosis besar dapat merusak dinding usus. Kadar Fe  lebih dari 1 mg/l  menyebabkan terjadinya iritasi pada mata dan kulit. Apabila kelarutan besi dalam air melebihi 10 mg/l  menyebabkan air berbau seperti telur busuk.

Air kuning permanen
Air tanah atau air sumur yang berwarna  kuning permanen biasanya terdapat di daerah bakau dan tanah gambut yang kaya akan kandungan senyawa organik. Berbeda dengan kuning akibat kadar besi tinggi, air kuning permanen ini sudah berwarna kuning saat pertama keluar dari kran sampai beberapa saat kemudian didiamkan akan tetap berwarna kuning.

Air Menimbulkan Kerak
Sumber air tanah yang terlalu banyak mengandung ion kalsium dan magnesium atau biasa disebut air sadah jika digunakan seringkali meninggalkan kerak putih, tapi jangan langsung berpikir kalau kerak yang ditinggalkan langsung tebal, kerak putih ini mula-mula hanya tipis, lama-kelamaan akan menebal jika peralatan ini terus digunakan untuk merebus air sadah.

Dampaknya hantaran panas dari panci/ketel akan berkurang (untuk mendidihkan air dalam jumlah sama, panas yang digunakan jauh lebih banyak, sehingga membutuhkan waktu lebih lama) karena kerak ini merupakan isolator panas. Masalah umum air tanah atau air sumur dapat diatasi dengan berbagai cara dan metode sesuai dengan masing-masing masalah air yang dialami. Namun salah satu cara terbaik untuk mengatasi masalah air diatas adalah menggunakan filter air / pemurni air. Filter air adalah suatu alat yang berfungsi untuk menyaring dan menghilangkan kontaminan di dalam air dengan menggunakan penghalang atau media, baik secara proses fisika, kimia maupun biologi. Sekarang ini banyak sekali teknologi modern yang terdapat dalam filter air diantaran NanoFiltrasi, MikroFiltrasi, UltraFiltrasi, Reverse Osmosis. Teknologi tersebut dapat membuat air yang tidak layak menjadi layak digunakan atau dikonsumsi (sesuai kebutuhan dan keinginan).  Dengan menggunakan filter air, kini kita dapat menikmati air bersih dan sehat.

Sumber [Aneka Sumber]

Air Minum Reverse Osmosis (RO)

Air Minum Reverse Osmosis (RO), Air minum menjadi sumber air utama untuk kebutuhan tubuh, Fungsi air dalam tubuh untuk menopang kehidupan yang sangat penting yaitu mulai peranan sebagai alat transportasi, media terjadinya pertukaran zat dalam tubuh, mengatur suhu tubuh, untuk mengeluarkan zat-zat toksis / racun dalam tubuh (detoksifikasi), zat yang ikut bereaksi, dan juga merupakan hasil reaksi. Begitulah pentingnya air dalam tubuh.

Pada saat ini, umumnya air minum yang tersedia dalam kemasan terdiri dari dua kelompok, yaitu air mineral dan air minum Reverse Osmosis (RO) baik dalam kemasan ataupun isi ulang. Berdasarkan hasil penelitian, air minum dengan rendah mineral (biasanya dinyatakan sebagai kesadahan air yang rendah) jika dikonsumsi dalam jangka yang lama akan menimbulkan masalah kesehatan, misalnya meningkatkan resiko beberapa penyakit seperti kanker dan jantung koroner, dan lain-lain. Mengapa?

Penelitian menunjukkan bahwa penyerapan logam-logam toksis seperti Pb akan terjadi jika mineral kalsium dan magnesium sangat rendah dalam air minum. Maka jika dalam makanan terdapat logam toksis Pb dalam jumlah sedikitpun, akan gampang diserap oleh tubuh apabila kadar kalsium dan magnesium rendah dalam air minum. Akan tetapi, apabila kalsium dan magnesium cukup dalam air minum maka penyerapan Pb, baik yang terdapat di dalam air minum dan makanan lainnya, akan dihambat atau tidak terjadi. Berarti dapat menghindari penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh logam toksis tersebut.

air minum sehat RO

Memang air minum bukanlah semata-mata berperan hanya sebagai sumber mineral kalsium dan magnesium. Akan tetapi jika kandungan kalsium dan magnesium sangat rendah maka akan terjadi gangguan penyerapan kalsium dan magnesium yang terdapat dalam makanan lainnya. Oleh karena itulah, maka organisasi kesehatan dunia World Health Organization (WHO) menetapkan bahwa kandungan kalsium dan magnesium dalam air minum masing-masing dengan syarat minimalnya adalah kalsium 20 mg dan magnesium 10 mg dalam satu liter air minum.

Sedangkan menurut Depkes RI hanya menyatakan kandungan maksimal kalsium dalam air minum adalah 75 mg /liter air minum dan tidak ada syarat minimal. Jadi air minum itu tidak semata-mata sebagai sumber mineral tetapi air dengan kandungan mineral yang rendah akan menyerap (menjerat) mineral yang ada dalam makanan lain dan membuangnya sehingga tubuh kemungkinan kekurangan mineral dalam jangka yang lama.

Air minum Reverse Osmosis (RO) adalah air yang diproses sedemikian rupa dengan alat yang dapat mengolah air minum biasa menjadi air murni. Berarti air minum RO sama sekali tidak mengandung mineral dan juga memang tidak mengandung zat-zat berbahaya baik zat beracun ataupun bakteri. Maka, dengan demikian air minum RO memang menjadi sumber air untuk tubuh. Di samping itu, air RO bebas dari zat beracun dan bakteri. Maka dalam hal ini air minum RO aman dari segi zat beracun atau bakteri patogen. Inilah yang menjadi salah satu manfaat dari air minum RO karena tidak mengandung pencemaran yang berbahaya bagi kesehatan.

Akan tetapi, seperti disebutkan di atas tadi bahwa air minum yang rendah mineral dapat menimbulkan masalah kesehatan apalagi air tanpa mineral seperti air minum RO. Kenapa? Air adalah zat pelarut yang paling potensial karena dapat melarutkan banyak zat di alam ini. Kelompok yang sangat mudah larut dalam air adalah mineral bahkan mineral seperti kalsium, magnesium, kalium dan natrium dalam bentuk garamnya, sangat bersifat higroskopis yang berarti kuat berinetraksi /menarik air.

Apabila dalam air minum sudah ada terlarut mineral, tidak lagi begitu kuat ditarik oleh/atau menarik mineral. Semakin tinggi kandungan mineral dalam air maka daya tarik air itu terhadap mineral makin rendah, dan sebaliknya makin rendah kandungan mineral makin kuat pula daya tariknya terhadap mineral. Dengan penjelasan ini dapat dipahami air RO yang tidak mengandung mineral dan pencemaran lainnya akan bersifat agresif (haus akan mineral) sehingga jika yang dikonsumsi adalah air RO maka mineral yang berasal dari makanan lainnya juga akan diikat oleh air (terlarutkan) sehingga mineral yang tadinya akan diserap oleh tubuh akan terlarut dalam air RO dan kemudian akan dibuang. Di samping itu, sebaliknya karena kandungan kalsium dan magnesiumnya rendah, maka penyerapan logam toksis akan lebih mudah dan berarti akan menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan.

Konsumsi air RO dalam jangka yang tidak lama belum menimbulkan gejala-gejala negatif terhadap kesehatan. Tetapi dalam jangka yang lama selama bertahun-tahun konsumsi air RO bisa menyebabkan peningkatan resiko berbagai penyakit seperti jantung koroner dan lain-lain. Memang pada saat ini masih ada kontroversi dari beberapa ahli yang mengatakan bahwa konsumsi air RO akan terbebas dari resiko penyakit yang diakibatkan oleh zat-zat beracun dan bakteri yang mungkin bisa terdapat pada air minum biasa karena kemungkinan dapat mengandung pencemar yang berdampak negatif.

Mereka juga berpendapat bahwa air minum bukanlah makanan yang berperan sebagai sumber mineral sebab mineral dapat diperoleh dari bahan makanan lain. Disamping itu juga dikatakan bahwa air minum RO lebih efektif untuk proses detoksifikasi. Akan tetapi kenyataannya, dari berbagai hasil penelitian yang lebih akurat bahwa air minum RO akan menyebabkan peningkatan resiko berbagai penyakit jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama karena air RO bersifat agresif, mengikat mineral-mineral yang dibutuhkan yang terdapat dalam makanan lainnya sehingga penyerapannya akan terganggu. Maka, dalam jangka yang lama tubuh bisa kekurangan mineral. Apalagi mengkonsumsi air RO tanpa disertai makanan lain yang mungkin terjadi adalah bahwa air RO akan menguras mineral dari cairan tubuh dan berarti hal ini akan berdampak negatif terhadap kesehatan, karena tubuh kekurangan mineral. Maka dapat disimpulkan bahwa mengkonsumsi air minum RO lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya.

Sumber [Aneka Sumber]

Sistem Pemurnian Air RO

Pemurnian air skala rumah tangga, Sistem pemurnian air RO telah terbukti sangat efektif mengatasi permasalahan kualitas air dibandingkan metode pemurnian yang lain seperti karbon aktif, water softener, distilasi, UV, dan netralisasi. Sistem RO dapat memisahkan komponen-komponen yang tidak diinginkan seperti komponen organik, non organik, bakteri, virus, partikulat, serta ion atau garam terlarut. Sistem RO juga dikenal sebagai media filter yang memiliki pori paling kecil dibandingkan filter-filter yang lain yaitu 0.0001 mikron. Beberapa riset dan paten tentang keefektifan sistem RO dengan berbagai macam desain dan konfigurasi turut mendukung perkembangan sistem RO skala rumah tangga.

Membran Reverse osmosis
Membran semi permeabel pada aplikasi reverse osmosis terdiri dari lapisan tipis polimer pada penyangga berpori (fabric support). Membran untuk kebutuhan komersial harus memiliki sifat permeabilitas yang tinggi terhadap air. Selain itu, membran juga harus memiliki derajat semipermeabilitas yang tinggi dalam arti laju transportasi air melewati membran harus jauh lebih tinggi dibandingkan laju transportasi ion-ion yang terlarut dalam umpan.

Membran juga harus memiliki ketahanan (stabil) terhadap variasi pH dan suhu. Kestabilan dari sifat sifat tersebut dalam periode waktu dan kondisi tertentu dapat didefinisikan sebagai umur membran yang biasanya berkisar antara 3-5 tahun. Terdapat dua jenis polimer yang dapat digunakan sebagai membran reverse osmosis: selulosa asetat (CAB) dan komposit poliamida (CPA). Kedua jenis material membran ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan pada proses pembuatannya, kondisi operasi dan kinerjanya.

pemurnian air minum

Desain Sistem Reverse osmosis
Aplikasi sistem Reverse osmosis (RO) terdiri dari air umpan yang diberi tekanan, sistem RO, dan sistem pemipaan yang membawa air yang telah dimurnikan dari konsentratnya secara terpisah. Beberapa sistem RO juga dilengkapi oleh pre-filter, booster pump, post-filter, tangki bertekanan untuk menyimpan produk, dan kran dari bahan stainless steel atau plastik.

Pre-filter berfungsi untuk memisahkan padatan padatan yang terlarut dalam air umpan seperti partikulat, klorin dan komponen lain penyebab fouling. Sistem pre-filter biasanya berupa  sedimen filter, karbon aktif, penambahan antiscalant atau kombinasi dari ketiganya. Booster pump dipasang pada sistem RO biasanya berfungsi untuk meningkatkan tekanan. Dengan peningkatan tekanan, booster pump mampu untuk meningkatkan rejeksi dan laju alir produk. Membran RO merupakan inti dari sistem, sehingga pemilihan jenis, dan modul membran menjadi sangat penting dalam desain. Membran RO dibuat dari selulosa asetat, selulosa triasetat, atau resin poliamida. Ketiganya memiliki keunggulan dan kelemahan yang spesifik. Sedangkan untuk modul membran, pada sistem rumah tangga modul yang dipilih biasanya modul jenis spiral wound. Laju alir melewati membran yang dikontrol oleh ketebalan membran, ukuran pori, dan perbedaan tekanan. Batasan pada teknis pengoperasiannya juga sangat penting untuk diperhatikan. Laju alir akan meningkat seiring peningkatan tekanan, namun tekanan yang besar dapat merusak (merobek) membran sehingga komponen yang semula akan dipisahkan dari air akan terikut sebagai produk.

Post-filter merupakan penanganan setelah air melewati membran RO. Fungsinya adalah untuk menghilangkan bau, rasa yang tidak diinginkan. Post-filter biasanya berupa karbon aktif yang dengan mudah dapat mengadsorbsi komponen penyebab bau dan rasa yang tidak diinginkan. Tangki penampung digunakan untuk menampung produk setelah proses karena proses pemisahan membran merupakan proses yang lambat. Beberapa jenis tangki penampung seperti tangki penampung bertekanan dan yang tidak bertekanan digunakan sesuai dengan kebutuhan. Terdapat pula beberapa alat tambahan yang digunakan untuk mempertahankan kinerja membran RO yaitu unit autoflush yang berfungsi untuk meminimalisasi fenomena fouling dan scaling. Fouling merupakan perubahan morfologi membran secara irreversibel yang disebabkan oleh interaksi fisik dan atau kimia spesifik antara membran dengan berbagai komponen yang ada dalam cairan umpan, antara lain koloid, partikel halus, minyak, mikroorganisme, oksida logam, dan silika. Sedangkan scaling adalah presipitasi kristal garam di permukaan membran seperti CaCO 3 , CaSO 4 , BaSO 4 , SrSO 4 , CaF 2 , dan Mg(OH) 2. Pada instalasi RO skala besar, minimalisasi fouling dan scaling umumnya menggunakan senyawa penghambat kerak (sering disebut sebagai antiscalant atau scale intibitor), sedangkan pada RO skala rumah tangga umumnya menggunakan proses pre-treatment atau autoflush. Beberapa desain dan konfigurasi sistem RO dengan kelebihan masing-masing telah dipatenkan seperti, sistem RO reguler untuk instalasi rumah tangga, sistem RO instalasi rumah tangga yang dilengkapi dengan filter sedimen sebagai unit pre-filter ,sistem RO instalasi rumah tangga yang dilengkapi dengan filter sedimen sebagai unit pre-filter dan karbon aktif sebagai post-filter, sistem RO instalasi rumah tangga yang dapat menyediakan air bersih secara kontinyu tanpa menghasilkan limbah, sistem RO instalasi rumah tangga dengan desain dan konfigurasi yang lebih efisien dibandingkan dengan desain yang lain, sistem RO skala rumah tangga yang dilengkapi dengan sistem pembuangan drain secara langsung, sistem RO instalasi rumah tangga dilengkapi sistem backwashable.

Tipe Aplikasi
Aplikasi sistem RO skala rumah tangga dapat dibagi menjadi beberapa tipe sesuai dengan kapasitas dan penggunaannya, yaitu tipe undersink, whole house, multi family, dan farm and ranch .

Tipe Undersink merupakan sistem RO yang didesain untuk memenuhi kebutuhan air minum dalam rumah. Tipe ini biasanya dipasang dibawah wastafel yang terdapat didapur. Kapasitas produksi dari tipe undersink berkisar antara 95-378 kemasan galon/hari. Sistem yang digunakan pada tipe undersink terdiri dari 1-2 metode pre-filter yang berfungsi memisahkan padatan yang berukuran 1-20 mikron, RO yang akan memisahkan air dari ion, garam dan mineral yang terlarut, post-filter, serta tangki penampung.

Tipe Whole House didesain untuk memenuhi kebutuhan air didalam sebuah rumah tangga, seperti air minum, air untuk memasak, air untuk mandi, dsb. Tipe ini lebih besar dibandingkan tipe undersink. Sistem yang diterapkan pada tipe whole house meliputi pre-filter seperti karbon aktif, dan penambahan antiscalant, unit RO, tangki penampung serta repressurization system yang memudahkan proses pemurnian air.

Sistem yang digunakan pada tipe multi family dan Farm and Ranch sama dengan tipe whole house. Perbedaannya terletak pada kapasitas dan skala produksinya. Tipe multi family biasanya digunakan pada kompleks apartemen yang kecil (± 4 rumah) dantipe farm and ranch biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan air untuk banyak rumah atau kebutuhan air di peternakan dengan kapasitas 7-37 L/menit .

Kesimpulan dari artikel ini adalah Sistem RO skala rumah tangga dapat secara efektif dalam pemurnian air dan memisahkan berbagai macam komponen yang tidak diinginkan seperti komponen organik, non organik, bakteri, virus, ion terlarut dan partikulat. Dalam kasus-kasus umpan air yang memiliki beragam kontaminan, sistem RO secara ekonomis lebih unggul dibandingkan dengan metode pemurnian air yang lain.

Sumber [ejournal.undip.ac.id]

Pages:12345Next »