You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»Air Minum,reverse osmosis»Reverse Osmosis Pada Kapal Indonesia

Reverse Osmosis Pada Kapal Indonesia

Reverse osmosis merupakan teknik penyaringan menggunakan membran yang dapat menyaring berbagai molekul besar dan ion-ion dari suatu larutan dengan cara memberi tekanan pada larutan ketika larutan itu berada di salah satu sisi membran seleksi (lapisan penyaring). Proses tersebut menjadikan zat terlarut terendap di lapisan yang dialiri tekanan sehingga zat pelarut murni bisa mengalir ke lapisan berikutnya. Salah satu manfaat dari teknologi reverse osmosis adalah dapat digunakan untuk menyaring air laut menjadi air tawar. Sehingga sistem ini dapat diterapkan pada kapal laut untuk menghasilkan air tawar, air bersih, dan air minum yang baik.

Kapal Riset Baruna Jaya VIII merupakan kapal laut milik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Pelayaran Baruna Jaya VIII ini bukanlah pelayaran yang pertama. Pelayaran pertama dimulai tanggal 3 April 2010 yang lalu, melibatkan para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan menuju wilayah Bangka-Belitung.

Dengan spesifikasinya, Baruna jaya VIII dikatakan sebagai kapal riset tercanggih yang dimiliki Indonesia saat ini. Kapal riset yang dibeli Indonesia dari Norwegia pada tahun 1997 itu memiliki fasilitas navigasi dan riset yang tak kalah canggih dibanding kapal riset luar negeri.

Karena berfungsi untuk riset, kapal ini juga dilengkapi dengan 5 laboratorium. Ada 5 laboratorium, yaitu Laboratorium Biologi, Laboratorium, Laboratorium Electronic Center untuk memantau semua hasil bacaan sensor, Multipurpose Lab, Wet Lab dan Clean Room. Wet lab khusus untuk menampung sampel basah yang hendak diobservasi.

Sebagai akomodasi para peneliti, terdapat 20 kamar ber-AC yang mampu menampung 60 peneliti yang ikut serta dalam ekspedisi ini. Untuk kebutuhan air bersih peneliti sendiri, kapal ini juga dilengkapi dengan fasilitas pengolahan air laut menjadi air tawar (Desalinasi). Fasilitas itu mampu mengubah air laut menjadi air tawar dengan sistem Reverse Osmosis atau biasa disebut teknologi Seawater Reverse Osmosis (SWRO). Dalam sehari, alat pengolah air laut menjadi air tawar dengan reverse osmosis (SWRO) mampu mengolah 6 – 7 ton air. Jadi cukup untuk kebutuhan peneliti.

swro pada kapal

Baruna Jaya telah dilengkapi dengan fasilitas kemudi yang modern. Kapal yang dibeli dengan harga 195 milyar itu memiliki alat yang disebut Simrad Planning System (SPS). Dengan sistem tersebut, cukup dengan membuat track dari kapal itu dan kapal akan berjalan sendiri menunju tempat tujuan.

Selain itu, kapal juga dilengkapi dengan 32 sensor yang terletak di badan kapal bagian bawah. Sensor-sensor tersebut akan sangat membantu para peneliti, terutama yang mengamati aspek fisika dan kimia laut. Beberapa sensornya adalah Bottom Bathymery, Conductivity Teperature Depth (CTD) dan Acoustic Doppler Current Profie (ADCP).

Setiap sensor memiliki fungsi tersendiri. Bottom Bathymetry yang bisa digunakan untuk memetakan topografi bawah laut hingga kedalaman 1000 meter. Sememtara itu, CTD bisa berfungsi untuk mengetahui salinitas, temperatur dan keasaman laut dan ACDP bisa digunakan untuk menelaah pola arus laut.

Selain fasilitas tersebut, kapal seberat 1300 ton juga memiliki Gravity Meter. Hanya terdapat dua kapal di Indonesia yang memiliki fasilitas ini. Salah satunya adalah Baruna Jaya VIII. Fasilitas itu bisa berfungsi untuk mendeteksi kandungan minyak di lepas pantai.

Dengan seluruh fasilitasnya, kapal ini diharapkan mampu menunjang pekerjaan para peneliti, terutama yang menekuni bidang oseanografi dan sumber daya laut.

Demikian artikel yang berjudul “reverse osmosis pada kapal Indonesia”. Alat pengolah air laut menjadi air tawar dengan reverse osmosis atau sweater reverse osmosis (SWRO) merupakan teknologi yang sudah banyak digunakan pada kapal-kapal modern diseluruh dunia, seperti  kapal  pesiar maupun kapal perang. Karena dengan adanya unit reverse osmosis pada kapal para awak atau penumpang di dalam kapal tersebut dapat menikmati air tawar dengan mudah.

Sumber [http://goo.gl/O0eCuc]

Related posts

Leave your comment

Your Name: (required)

E-Mail: (required)

Website: (not required)

Message: (required)

Send comment