You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»reverse osmosis

reverse osmosis

Desalinasi air laut dengan Sea Water Reverse Osmosis

Desalinasi air laut dengan Sea Water Reverse Osmosis, Desalinasi air laut adalah proses pemisahan yang digunakan untuk mengurangi kandungan garam terlarut dari air garam hingga level tertentu sehingga air laut dapat digunakan. Proses desalinasi air laut melibatkan tiga aliran cairan, yaitu umpan berupa air garam (misalnya air laut), produk bersalinitas rendah, dan konsentrat bersalinitas tinggi. Produk proses desalinasi air laut umumnya merupakan air laut dengan kandungan garam terlarut kurang dari 500 mg/l, yang dapat digunakan untuk keperluan domestik, industri, dan pertanian. Hasil sampingan dari proses desalinasi air laut adalah brine. Brine adalah larutan garam berkonsentrasi tinggi (lebih dari 35000 mg/l garam terlarut).

Destilasi air laut merupakan metode desalinasi air laut yang paling lama dan paling umum digunakan. Destilasi air laut adalah metode pemisahan dengan cara memanaskan air laut untuk menghasilkan uap air, yang selanjutnya dikondensasi untuk menghasilkan air bersih. Berbagai macam proses distilasi air laut yang umum digunakan, seperti multistage flash, multiple effect distillation, dan vapor compression umumnya menggunakan prinsip mengurangi tekanan uap dari air agar pendidihan dapat terjadi pada temperatur yang lebih rendah, tanpa menggunakan panas tambahan.

Metode lain desalinasi air laut adalah dengan menggunakan membran. Terdapat dua tipe membran yang dapat digunakan untuk proses desalinasi, yaitu reverse osmosis (RO) danelectrodialysis (ED). Pada proses desalinasi air laut menggunakan membran RO, air laut pada larutan garam dipisahkan dari garam terlarutnya dengan mengalirkannya melalui membran water-permeable. Permeate dapat mengalir melalui membran akibat adanya perbedaan tekanan yang diciptakan antara umpan bertekanan dan produk, yang memiliki tekanan dekat dengan tekanan atmosfer. Sisa umpan selanjutnya akan terus mengalir melalui sisi reaktor bertekanan sebagai brine. Proses ini tidak melalui tahap pemanasan ataupun perubahan fasa. Kebutuhan energi utama adalah untuk memberi tekanan pada air umpan. Desalinasi air payau membutuhkan tekanan operasi berkisar antara 250 hingga 400 psi, sedangkan desalinasi air laut memiliki kisaran tekanan operasi antara 800 hingga 1000 psi.desalinasi air laut

Dalam praktik desalinasi air laut, umpan dipompa ke dalam container tertutup, pada membran, untuk meningkatkan tekanan. Saat produk berupa air bersih dapat mengalir melalui membran, sisa umpan dan larutan brine menjadi semakin terkonsentrasi. Untuk mengurangi konsentrasi garam terlarut pada larutan sisa, sebagian larutan terkonsentrasi ini diambil dari container untuk mencegah konsentrasi garam terus meningkat.

Sea Water Reverse Osmosis (Osmosis terbalik) adalah sebuah istilah teknologi yang berasal dari osmosis. Osmosis adalah sebuah fenomena alam dalam sel hidup di mana molekul “solvent” (biasanya air) akan mengalir dari daerah berkonsentrasi rendah ke daerah Berkonsentrasi tinggi melalui sebuah membran semipermeabel. Membran semipermeabel ini menunjuk ke membran sel atau membran apa pun yang memiliki struktur yang mirip atau bagian dari membran sel. Gerakan dari “solvent” berlanjut sampai sebuah konsentrasi yang seimbang tercapai di kedua sisi membran.

Sea Water Reverse osmosis adalah sebuah proses pemaksaan sebuah solvent dari sebuah daerah konsentrasi “solute” tinggi melalui sebuah membran ke sebuah daerah “solute” rendah dengan menggunakan sebuah tekanan melebihi tekanan osmotik. Dalam istilah lebih mudah, Sea Water reverse osmosis adalah mendorong sebuah solusi melalui filter yang menangkap “solute” dari satu sisi dan membiarkan pendapatan “solvent” murni dari sisi satunya.

Sea Water Reverse Osmosis merupakan suatu metode pembersihan air laut melalui membran semi permeable. Pada proses membran, pemisahan air laut dari pengotornya didasarkan pada proses penyaringan dengan skala molekul, dimana suatu tekanan tinggi diberikan melampaui tarikan osmosis sehingga akan memaksa air laut melalui proses osmosis terbalik dari bagian yang memiliki kepekatan tinggi ke bagian yang mempunyai kepekatan rendah. Selama proses tersebut terjadi, kotoran dan bahan yang berbahaya akan dibuang sebagai air tercemar (limbah). Molekul air laut dan bahan mikro yang berukuran lebih kecil dari Reverse Osmosis akan tersaring melalui membran. Di dalam membran Sea Water Reverse Osmosis tersebut terjadi proses penyaringan / desalinasi air laut dengan ukuran molekul, yakni partikel yang molekulnya lebih besar daripada molekul air laut misalnya molekul garam, besi dan lainnya, akan terpisah dan dalam membran osmosis balik harus mempunyai persyaratan tertentu, misalnya kekeruhan harus nol, kadar besi harus <0,1>.

Instalasi desalinasi air laut dengan metode Sea Water Reverse Osmosis, Sistem SWRO terdiri dari 4 (empat) proses utama, yaitu pretreatment,  pressurization, membrane separation, post teatment stabilization:

Desalinasi air laut dengan SWRO

1. Pretreatment: Air umpan pada tahap pretreatment disesuaikan dengan membran dengan cara memisahkan padatan tersuspensi, menyesuaikan pH, dan menambahkan inhibitoruntuk mengontrol scaling yang dapat disebabkan oleh senyawa tetentu, seperti kalsium sulfat.

2. Pressurization: Pompa akan meningkatkan tekanan dari umpan yang sudah melalui prosespretreatment hingga tekanan operasi yang sesuai dengan membran dan salinitas air umpan.

3. Separation: Membran permeable akan menghalangi aliran garam terlarut, sementara membran akan memperbolehkan air produk terdesalinasi melewatinya. Efek permeabilitas membran ini akan menyebabkan terdapatnya dua aliran, yaitu aliran produk air bersih, dan aliran brine terkonsentrasi. Karena tidak ada membran yang sempurna pada proses pemisahan ini, sedikit garam dapat mengalir melewati membran dan tersisa pada air produk. Membran RO memiliki berbagai jenis konfigurasi, antara lain spiral wound danhollow fine fiber membranes.

4. Post Teatment Stabilization: Air produk hasil pemisahan dengan membran biasanya membutuhkan penyesuaian pH sebelum dialirkan ke sistem distribusi untuk dapat digunakan sebagai air minum. Produk mengalir melalui kolom aerasi dimana pH akan ditingkatkan dari sekitar 5 hingga mendekati 7.

Sistem pretreatment yang mendukung sistem desalinasi air laut dengan SWRO umumnya terdiri dari tangki pencampur (mixing tank), saringan pasir cepat (rapid sand filter), saringan untuk besi dan mangan (Iron & manganese filter) dan yang terakhir adalah sistem penghilang warna (colour removal).

Keunggulan teknologi Seawater reverse osmosis merupakan kecepatan proses pengolahan dalam memproduksi air bersih. Teknologi ini menggunakan tenaga pompa sehingga bisa memaksa produksi air keluar lebih banyak. Secara proses, sistem pengolahan osmosis ini menggunakan membran sebagai pemisah air dengan pengotornya. Pada proses dengan membran, pemisahan air dari pengotornya didasarkan pada proses penyaringan dengan skala molekul. Hal ini dilakukan karena di dalam proses desalinasi air laut dengan sistem osmosis balik, tidak memungkinkan untuk memisahkan seluruh garam dari air laut nya. Karena akan membutuhkan tekanan yang sangat tinggi sekali.

Sistem desalinasi air laut untuk menghasilkan air tawar, air asin atau air laut dipompa dengan tekanan tinggi ke dalam suatu modul membran reverse osmosis yang mempunyai dua buah pipa keluaran, yakni pipa keluaran untuk air tawar yang dihasilkan dan pipa keluaran untuk air garam yang telah dipekatkan. Kemudian di dalam membran osmosis balik tersebut terjadi proses penyaringan dengan ukuran molekul. Yaitu pemisahan partikel yang molekulnya lebih besar dari pada molekul air, misalnya molekul garam dan lainnya, ke dalam air buangan. Karena itu air yang akan masuk ke dalam membran osmosa balik harus mempunyai persyaratan tertentu, misalnya kekeruhan harus nol, kadar besi harus kurang dari 0,1 mili gram, densitas ph juga harus dikontrol agar tidak terjadi pengerakan kalsium karbonat dan lainnya.

Inilah yang menjadi kelemahan dari teknologi ini. Yaitu penyumbatan pada selaput membran reverse osmosis oleh bakteri dan kerak kapur atau fosfat. Yang umum terdapat dalam air asin atau laut. Untuk mengatasi kelemahannya, pada unit pengolah air osmosis balik selalu dilengkapi dengan unit anti pengerakkan dan anti penyumbatan oleh bakteri.

Untuk menghasilkan air bersih dari air laut ini dibutuhkan energi listrik sebesar 4,72 kilowatt jam per meter kubik. Sekarang ini rata-rata listrik per kilowatt jam mencapai harga Rp 1.000. Produksi air bersih dari proses desalinasi air laut bisa bersaing dengan tarif air bersih kelas komersial yang mencapai Rp 12.500 per meter kubik. Bahkan, tarif air bersih industri mencapai Rp 15.000 per meter kubik. Nilai produksi air bersih dengan teknologi desalinasi air laut yang dikembangkan sekarang mampu menekan harga hingga Rp 9.000 per meter kubik.

Dengan memanfaatkan air laut dan mengolahnya sebagai air minum berarti juga mengurangi pemakaian air bawah tanah yang diyakini sebagai penyebab utama penurunan tanah di berbagai tempat terutama di Jakarta. Bahkan, tingkat penurunan tanah akibat eksploitasi air tanah yang berlebihan di Jakarta, membuat kita was-was akan bahaya tenggelamnya ibu kota negara kita dalam beberapa puluh tahun kedepan.

Melalui proses desalinasi air laut , air laut atau air payau yang diproses dengan Sea Water reverse osmosis diubah menjadi air bersih sehingga dapat menjawab masalah krisis ketersediaan air bersih bagi masyarakat pesisir. Dengan memanfaatkan air laut sebagai air bersih dapat mencegah terjadinya penurunan tanah yang sewaktu – waktu dapat terjadi jika kita terus – menerus menggunakan air tanah.

Sumber [green.kompasiana.com]

Pengolahan air laut dengan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO)

Pengolahan air laut dengan alat Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) . Alat pengolahan air laut penting karena air merupakan sumber daya alam yang sangat vital bagi kehidupan di bumi. Sumber air dapat diperoleh dari air laut, air tanah, mata air, air sungai, dan air danau.

Air laut merupakan air yang di dalamnya terlarut berbagai zat padat dan gas, contoh : dalam 1000 gram air laut akan terdapat 35 gram senyawa terlarut yang secara kolektif disebut garam, atau di dalam air laut 96,5 persen berupa air dan 3,5 persen berupa zat-zat terlarut.

Manusia sering dihadapkan pada situasi yang sulit dimana sumber air tawar / air bersih sangat terbatas dan di lain pihak terjadi peningkatan kebutuhan air minum serta minimnya pengetahuan pengolahan air laut. Bagi masyarakat yang tinggal di daerah pantai, pulau kecil seperti kepulauan seribu jakarta air tawar merupakan sumber air yang sangat penting. Sering terdengar ketika musim kemarau mulai datang maka masyarakat yang tinggal di daerah pantai atau pulau kecil-kecil mulai kekurangan air. Air hujan yang merupakan sumber air tawar yang telah disiapkan di bak penampung air hujan namun tidak dapat mencukupi kebutuhan pada musim kemarau. Bahkan yang lebih parahnya lagi bagi masyarakat yang tinggal di Timur Tengah yang merupakan daerah gurun pasir yang susah  sekali untuk mendapatkan sumber air, apa lagi air bersih.

Padahal kita mengetahui bahwa sebenarnya sumber air laut itu begitu melimpah, kenyataan menunjukkan bahwa ada banyak daerah pemukiman yang justru berkembang pada daerah pantai. Melihat kenyataan semacam itu manusia telah berupaya untuk pengolahan air laut / air payau menjadi air tawar mulai dari yang menggunakan teknologi pengolahan air laut seperti desalinasi air laut ( menyuling air laut ), filtrasi dan ionisasi (pertukaran ion). Sumber air asin/payau yang sifatnya sangat melimpah telah membuat manusia berfikir untuk mengolahnya / mengubah air laut menjadi air tawar. Sehingga dengan adanya pengolahan air laut menjadi air bersih akan mudah untuk mendapatkan air minum meskipun tidak seperti air minum yang telah ada di daratan.

Untuk memenuhi kebutuhan akan air tawar para ahli telah mengembangkan sistem pengolahan air laut/payau dengan teknologi membran semipermeabel. Membran (selaput) semipermeabel adalah suatu selaput penyaring air skala molekul yang dapat ditembus oleh molekul air dengan mudah, akan tetapi tidak dapat atau sulit sekali dilalui oleh molekul lain yang lebih besar dari molekul air.

TEKNIK PENGOLAHAN AIR LAUT MENJADI AIR BERSIH / AIR MINUM

Proses pengolahan air laut / air payau menjadi air bersih atau sering dikenal dengan istilah desalinasi air laut dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) macam yaitu:

1. Pengolahan air laut Proses destilasi air laut (penyulingan)

Proses destilisasi air laut memanfaatkan energi panas untuk menguapkan air asin. Uap air tersebut selanjutnya didinginkan menjadi titik-titik air dan hasil ditampung sebagai air bersih yang tawar.

2. Pengolahan air laut Proses penukar ion

Pada tahun 1852, Way menemukan bahwa menghilangkan ammonia dalam larutan air yang meresap melalui tanah sesungguhnya berupa pertukaran ion dengan kalsium yang terkandung di dalam sejenis silica tertentu dalam tanah. Dewasa ini penukapengolahan air lautran ion pada air sudah menjadi proses konversi kimia yang sangat bermanfaat. Proses ini digunakan secara luas dan skala besar di industry

Teknik penukar ion memanfaatkan proses kimiawi untuk memisahkan garam dalam air laut. Pada proses ini ion garam (Na Cl) ditukar dengan ion seperti Ca+2 dan SO4-2. Materi penukar ion berasal dari bahan alam atau sintetis. Materi penukar ion alam misalnya zeolit sedangkan yang sintetis resin (resin kation dan resin anion).

Proses pertukaran ion merupakan reaksi kimia yang ionnya terhidrata dan bersifat mobil bergerak di dalam zat padat, dipertukarkan atas dasar ekuivalen dengan ion yang bermuatan sama yang terdapat di dalam larutan air. Zat padat mempunyai struktur seperti jala terbuka dan ion yang bergerak itu menetralisir muatan, atau muatan potensial, gugus yang terpasang di dalam matriks zat padat itu disebut penukar ion.

a)      Pertukaran kation

Pertukaran kation berlangsung bila kation yang bergerak dan bermuatan posirif terikat pada gugus yang bermuatan negative di dalamnya penukar ion saling bertukar dengan kation lain terdapat di dalam larutan air laut.

b)      Pertukaran anion

Proses pertukaran ion berlangsung bila anion bergerak, bermuatan negatif yang melekat pada gugus bermuatan positif di dalam resin, penukar kalor saling bertukar dengan anion di dalam larutan.

3. Pengolahan air laut Proses filtrasi (filter air laut)

Proses ketiga ini lebih dikenal dengan Sea Water Reverse Osmosis sistem osmosis balik (Reverse Osmosis). Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) adalah salah satu teknologi pengolahan air laut menjadi air tawar yang paling sering digunakan untuk memenuhi kebutuhan air minum. Keistimewaan dari proses pengolahan air laut ini adalah mampu menyaring molekul yang lebih besar dari molekul air.

Pengolahan air laut dengan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO)

Teknologi pengolahan air laut / Sea Water Reverse Osmosis menggunakan proses membrane.  Pemisahan air dari kandungan mineral dan mikro organisme yang tidak dikehendaki didasarkan pada proses penyaringan dengan skala molekul. Untuk menghasilkan air tawar(air murni), pemompaan dilakukan dengan tekanan tinggi ke modul membrane yang mempunyai dua outlet yaitu outlet yang menhasilkan air tawar (air bersih) dan outlet yang menghasilkan air garam/mineral yang telah dipekatkan.

Dalam proses membrane, terjadi proses penyaringan air laut berdasarkan ukuran molekul, yaitu partikel yang molekulnya lebih besar dari molekul air, seperti ;

1. Larutan garam/mineral

2. Zat organik tertentu

3. Bakteri, virus, yrogen, dll

Aplikasi  utama pengolahan air laut dengan Sea Water Reverse Osmosis adalah menghilangkan larutan garam/desalinasi dengan efek tambahan untuk menghilangkan zat-zat serta organisme lainnya. Biasanya filter air Reverse Osmosis terdiri dari 3 sistem, yaitu :

1. Pengolahan air tawar ( tap water Osmosis)

2. Pengolahan air payau ( brackish water treatment)

3. Pengolahan air laut ( sea water treatment)

Dalam proses filtrasi atau teknologi membran dikenal elektrodialisis dan reverse osmosis. Dari dua teknologi membran tersebut reverse osmosis yang paling sering dipakai saat ini sebagai teknologi sea water reverse osmosis (SWRO)

Pada tahun 1748, Ilmuwan Perancis  Abbe Nollett, menemukan peristiwa reverse osmosis yang alami. Proses pengolahan air laut ini terjadi ketika aliran air melalui suatu membran semi permeable ke larutan konsentrat yang kemudian airnya menjadi tawar. Lebih dari 200 tahun kemudian, peristiwa ini telah dikenali sebagai cara untuk mengolah / pengolahan air laut, air asin, air payau, atau air yang berwarna.

Cara Kerja Reverse Osmosis : Daya penggerak di belakang reverse osmosis memberikan tekanan hidrostatik yang berbeda. Tanpa adanya pengaruh dari tekanan luar, air asin seperti yang terlihat pada gambar akan menerobos membran untuk menetralkan/menawarkan / pemurnian air laut yang mengandung  garam melalui  proses osmosis. Perbedaan pada permukaan air dalam kaitan dengan perpindahan ini disebut dengan osmotic pressure head, dan tekanan hidrostatik yang menyebabkan kenaikan pada permukaan air adalah osmotic pressure. Dalam beberapa kasus air laut yang  mempunyai kandungan garam tinggi, tekanan osmotis dapat menjadi sebesar  1000 psi.

Sumber [aneka sumber]

Pengolahan air gambut dengan alat penyaringan air

Pengolahan air gambut dengan alat penyaringan air, Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu memerlukan air bersih terutama untuk air minum, masak, mandi, mencuci dan sebagainya. Pada kenyataanya, masih banyak manusia yang kekurangan air bersih. Terbukti di negara-negara sedang berkembang saat ini, hampir 25 juta orang meninggal setiap tahun karena menggunakan air kotor yang tidak memenuhi standar kesehatan . Salah satu jenis air tercemar yang tidak memenuhi standar kesehatan adalah air gambut.

Di Provinsi Riau,jumlah air gambut tersebut sangat banyak dan dominan maka seharusnya dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif sumber air bersih bagi masyarakat dengan menggunakan Pengolahan air gambut . Air gambut mempunyai ciri-ciri berwarna coklat tua sampai kehitaman (124-850 PtCo), berkadar organik tinggi (138 –1560 mg/l KMnO4), dan bersifat asam (pH 3,7-5,3)

Untuk mengetahui kualitas air gambut, perlu ditinjau dari beberapa parameter yang mepengaruhinya, yaitu:

1.pH
Parameter pH menunjukan kadar asam atau basa dalam suatu larutan, derajat keasaman larutan bergantung dari konsentrasi H+ .

2.Kekeruhan
Kekeruhan di dalam air disebabkan oleh adanya zat tersuspensi, seperti lumpur, zat organik, plankton dan zat-zat halus lainnya. Kekeruhan merupakan sifat optis dari suatu larutan, yaitu hamburan dan absorpsi cahaya yang melaluinya.

3.Warna
Konsentrasi warna air gambut diukur dengan metode platina-kobalt (Pt-Co), karena metode ini digunakan untuk mengukur warna air yang dapat diminum dan air berwarna yang disebabkan oleh bahan- bahan yang terbentuk secara alami seperti dekomposisi asam – asam organik dari daun – daunan, kulit kayu, akar, bahan – bahan humus dan tanah gambut

4.Kandungan Organik
Zat organik pada air gambut didominasi oleh senyawa humat yang bersifat sulit dirombak oleh mikroorganisme atau bersifat nonbiodegradable .

5.Bau
Air yang berbau umumnya akibat adanya materi organik yang membusuk. Organik yang membusuk biasanya terkumpul di bagian dasar dan apabila sudah cukup banyak akan menghasilkan kondisi yang baik bagi pertumbuhan bakteri anaerobik yang dapat menimbulkan gas – gas berbau. Sumber bahan organik adalah sisa – sisa tanaman, bangkai binatang, mikroorganisme dan air .

Karakteristik air gambut seperti yang telah disebutkan sebelumnya menunjukkan bahwa air gambut kurang menguntungkan untuk dijadikan air bersih bagi masyarakat di daerah berawa.

Oleh karena itu, perlu pengolahan air gambut lebih lanjut agar menghasilkan air bersih yang memenuhi standar kesehatan. Pengolahan air gambut ini, terdiri dari beberapa mekanisme utama yaitu filtrasi,adsorpsi, dan aktivitas biologis.Pengolahan air gambut

Pengolahan air gambut dengan proses filtrasi adalah suatu proses pemisahan zat padat dari fluida (cair maupun gas) yang membawanya menggunakan suatu medium berpori atau bahan berpori lain untuk menghilangkan sebanyak mungkin zat padat halus yang tersuspensi dan koloid. Pada pengolahan air gambut, filtrasi digunakan untuk menyaring air hasil dari proses koagulasi – flokulasi – sedimentasi sehingga dihasilkan air bersih atau air minum dengan kualitas tinggi. Di samping mereduksi kandungan zat padat, Pengolahan air gambur dengan cara filtrasi dapat pula mereduksi kandungan bakteri, menghilangkan warna, rasa, bau, besi dan mangan.

Pengolahan air gambut dalam proses filtrasi terdapat kombinasi antara beberapa proses yang berbeda. Proses – proses tersebut meliputi:

a. Mechanical straining
Merupakan proses penyaringan partikel tersuspensi yang terlalu besar untuk dapat lolos melalui ruang antara butiran media filter.

b. Sedimentasi
Proses mengendapnya partikel tersuspensi yang berukuran lebih kecil dari lubang pori-pori pada permukaan media filter.

c. Adsorpsi
Prinsip proses ini adalah akibat adanya perbedaan muatan antara permukaan partikel tersuspensi yang ada di sekitarnya sehingga terjadi gaya tarik-menarik.

d. Aktivitas kimia
Merupakan proses dimana partikel yang terlarut diuraikan menjadi substansi sederhana dan tidak berbahaya atau diubah menjadi partikel tidak terlarut, sehingga dapat dihilangkan dengan proses penyaringan, sedimentasi dan adsorpsi pada media berikutnya.

e. Aktivitas biologi
Merupakan proses yang disebabkan oleh aktifitas mikroorganisme yang hidup di dalam media filtrasi.

Dalam proses pengolahan air gambut teknologi filtrasi juga terjadi reaksi kimia dan fisika, sehingga banyak faktor yang saling berkaitan yang akan mempengaruhi kualitas air hasil filtrasi, efisiensi proses dan sebagainya, faktor-faktor tersebut antara lain:

a.Debit filtrasi
Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan diperlukan keseimbangan antara debit filtrasi dan kondisi media yang ada. Debit yang terlalu cepat akan menyebabkan tidak berfungsinya filter secara efisien.

b.Kedalaman, ukuran dan jenis media filter
Partikel tersuspensi yang terdapat pada influen akan tertahan pada permukaan filter karena adanya mekanisme filtrasi. Oleh karena itu, efisiensi filter merupakan fungsi karakteristik dari filter bed, yang meliputi porositas dari ratio kedalaman media terhadap ukuran media. Tebal tidaknya media akan mempengaruhi lama pengaliran dan besar daya saring. Demikian pula dengan ukuran (diameter) butiran media berpengaruh pada porositas dan daya saring.

c.Kualitas air baku
Kualitas air baku akan mempengaruhi efisiensi filtrasi, khususnya kekeruhan. Kekeruhan yang terlalu tinggi akan menyebabkan ruang pori antara butiran media cepat tersumbat. Oleh karena itu dalam melakukan filtrasi harus dibatasi kandungan kekeruhan dari air baku yang akan diolah.

Jika kita sudah mengetahui parameter dan cara pengolahan air gambut dengan filter air maka kita dapat langsung menerapkan cara pengolahan air gambut sehingga kita dapat langsung menikmati air bersih dan sehat.

Keuntungan yang didapatkan jika menggunakan pengolahan air gambut dengan filter air.

  1. Teknologi Pengolahan air gambut dengan filter penjernih air , dapat diwujudkan dalam bentuk instalasi pengolahan air gambut modern, mudah dikelola dan dirawat.
  2. Pengolahan air gambut dengan filter air  dapat dikembangkan lagi dengan digabungkan  teknologi – teknologi modern (contoh filter air digabungkan dengan reverse osmosis) , Sehingga air bersih yang dihasilkan oleh proses pengolahan air gambut dengan penyaringan air ini dapat di jadikan air minum sehat dan aman oleh masyarakat banyak.
  3. Pengolahan air gambut dengan alat penjernih air sangat mudah didapatkan dan digunakan, Anda dapat membeli alat pengolahan air gambut di toko penjual filter air atau pun toko penjual penyaringan air , Salah satunya adalah Penjernih air Nano Smart Filter. Anda dapat memesannya melalui website http://www.nanosmartfilter.com/ atau menelpon ke (021) 295 296 30 / 31

Sumber (dari berbagai sumber)

Pengolahan air bersih yang baik untuk rumah tangga

Pengolahan air bersih yang baik untuk rumah tangga, Dengan bertambahnya Jumlah Penduduk dan berkembangnya pemukiman baru di berbagai pelosok Indonesia. Menjadikan siklus atau proses penyaringan air alami dan kualitas air tanah menjadi menurun dan tercemar, sehingga timbul masalah air seperti air bau, air kotor, air mengandung besi, air berminyak, dan air berkapur.

Pengolahan air bersih rumah tangga sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas air yang akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dalam rumah tangga agar tetap sehat. Dengan Sistem Pengolahan Air Bersih Rumah Tangga , Sehingga kualitas air akan menjadi lebih baik dan anda akan merasakan nikmatnya dari air bersih , air jernih , air minum yang segar . Jika anda menggunakan pengolahan air bersih di rumah anda , maka anda tidak lagi membutuhkan air minum isi ulang , dengan begitu anda akan menjadi hemat dan tetap menikmati air minum yang berkualitas.

Zaman modern seperti sekarang ini  Pengolahan air bersih untuk konsumsi rumah tangga sudah banyak yang menggunakan teknologi filter air modern maupun penyaring air sederhana. Contohnya adalah  menggunakan sistem penjernihan air sederhana yang dikombinasikan dengan pengolahan air bersih secara kimia untuk menekan populasi polutan serta meningkatkan kejernihan air. Salah satunya adalah dengan penggunaan kaporit yang sering kita temui di sistem pengolahan air bersih kebanyakan yang masyarakat lakukan, cara ini dapat menghasilkan air bersih layak konsumsi dengan cepat serta dalam volume yang besar. Beberapa teknologi baru pengolahan air bersih yang dikembangkan menggunakan sistem membran untuk menyaring air agar terbebas dari polutan, bakteri dan juga mineral yang berpengaruh pada kualitas air baku yang dihasilkan. Teknologi membran ini dapat diaplikasikan untuk skala rumah tangga ataupun skala Industri. Beberapa sistem pengolahan air bersih dengan membran juga dibuat untuk konsumen dalam skala kecil atau rumah tangga.

Teknologi Pengolahan air bersih dengan menggunakan Alat Penyaring atau Penjernih air .

Pengolahan air bersih dengan filter penyaring atau pernjernihan air merupakan cara pengolahan air bersih yang banyak dilakukan orang ,  pengolahan air bersihkarena pengolahan air bersih dengan metode ini sangat mudah dan aman untuk menghasilkan air bersih dan air minum yang siap digunakan untuk kebutuhan rumah tangga . Pengolahan air bersih dengan menggunakan alat penyaring atau penjernih air sangat mudah didapatkan karena banyak sekali produsen filter air yang menawarkan produk sejenis, Namun anda harus lebih selektif dalam memilih alat penjernih atau penyaringan air supaya  anda dapat menikmati air bersih dan sehat . Salah satu produsen filter penjernih air terbaik adalah Nano Smart Filter , Dengan berbagai pengalamannya Penjernih air Nano Smart Filter telah membuktikan bahwa ia benar-benar mampu mengatasi masalah air seperti air bau, air kuning , air mengandung besi , air mengandung mangan , bahkan air berkapur , Baik untuk skala rumah tangga maupun skala industri.

Teknologi Pengolahan air bersih Sistem Ultra Filtrasi.

Pengolahan air bersih dengan Teknologi Ultra Filtrasi merupakan salah satu temuan yang menjadi terobosan penting dalam sistem pengolahan air bersih, teknik pengolahan air bersih dengan metode ini dapat menjadi solusi dari berbagai permasalahan yang seringpengolahan air bersih dialami dalam sistem pengolahan air bersih rumah tangga. Teknologi ini menggunakan membran untuk mebersihkan air dari partikel yang mengkontaminasi air baku serta bahan polutan lain sehingga terpisah dari air hasil olahan. Teknologi Ultra Filtrasi menggunakan membran yang sangat selektif guna memisahkan air dari polutan dan kontaminan; air yang dihasilkan akan memenuhi standar secara kimia, fisika dan biologi untuk dapat menhasilkan air minum yang siap dikonsumsi langsung oleh kita semua. Selain itu pengolahan air bersih menggunakan sistem ultra filtrasi biasanya digunakan juga dalam filter kolam koi.

Filter dengan nilai absolut pada pori – pori yang berukuran sangat kecil dapat menyaring mikro organisme dan bakteri dari air baku yang diolah, hal ini membuat pengolahan air bersih dengan ultra filtrasi  dapat digunakan untuk air yang didapatkan dari semua sumber air. Bahkan air limbah dapat diolah dengan sistem filter ultra filtrasi ini untuk menghasilkan air baku layak konsumsi , pengolahan air bersih dari sistem Ultra Filtrasi dapat membuang organisme yang tahan terhadap klorin , selain itu pengolahan air bersih juga dapat langsung membuang konsentrat dan partikel yang terkandung di dalam air limbah. Keunggulan lain pengolahan air bersih sistem ultra filtrasi adalah biaya instalasi yang cukup murah serta perawatan yang juga mudah dan aman. Sistem pengolahan air bersih ultra filtrasi  juga dikembangkan untuk menjadi sistem pengolahan air bersih otomatis dan diintegrasikan dengan sistem pengolahan air bersih reverse osmosis atau osmosis balik untuk memperpanjang umur membran penyaringan air  dari sistem reverse osmosis atau osmosis balik.

Pengolahan air bersih  rumah tangga dengan teknologi Reverse Osmosis

Sistem pengolahan air bersih osmosis terbalik atau reverse osmosis memiliki cara kerja kebalikan dari sistem osmosis pada umumnya. Keduanya menggunakan membran semi permeable yang memungkinkan cairan berpindah dari satu sisi membran semi permeable ke sisi lainnya. Teknologi pengolahan air bersih ini menggunakan membran yang miliki sifat selektif yang difungsikan untuk menyaring air yang diolah. Membran semi permeabel dengan dimensi 0,0001 mikron memungkinkan menyaring air dari partikel – partikel polutan yang bersifat polutan fisika, kimia dan biologi. Salah satu keunggulan sistem ini adalah pengaturan hasil pengolahan air hingga dapat mencapai nilai TDS terendah,  meskipun begitu, kebanyakan air bersih memiliki nilai TDS di bawah 100 sebagai standar kesehatan air minum dan masih memiliki kandungan berbagai mineral yang tidak berbahaya.pengolahan air bersih

Sistem pengolahan air bersih dengan sistem reverse osmosis atau osmosis balik dapat dilakukan dengan modul yang sederhana dan memiliki berbagai keunggulan. Alat pengolahan air bersih reverse osmosis hanya membutuhkan energi yang kecil sehingga tergolong hemat konsumsi energi. Dengan ukuran modul pengolahan air bersih  yang dapat dibuat dalam skala kecil, sistem pengolahana air besih ini dapat diaplikasikan sebagai solusi penyedia kebutuhan air baku konsumsi di tingkat rumah tangga. Air hasil pengolahan air bersih dengan  reverse osmosis dapat langsung dikonsumsi tanpa menjalani proses dipanaskan hingga mendidih sehingga dapat menjadi penyaring air atau penghasil air minum.

Bagaimana Sahabat Nano, Semoga artikel tentang pengolahan air bersih yang baik untuk rumah tangga dapat menambah pengetahuan kita tentang cara pengolahan air bersih yang baik dan benar.

Sumber [berbagai sumber]

Reverse Osmosis dan Cara Kerjanya

Reverse Osmosis dan Cara Kerjanya

Reverse Osmosis

Prinsip kerja proses reverse osmosis ini merupakan kebalikan dari proses osmosis biasa. Pada proses osmosis biasa terjadi perpindahan dengan sendirinya dari cairan yang murni atau cairan yang encer ke cairan yang pekat melalui membran  semi-permeable. Adanya perpindahan cairan murni atau encer ke cairan yang pekat pada membran semi-permeable menandakan adanya perbedaan tekanan yang disebut tekanan osmosis. Fenomena tersebut membuat para ahli berpipir terbalik, bagaimana caranya agar dapat memisahkan cairan murni dari komponen lainnya yang membuat cairan  tersebut bersifat pekat. Dengan penambahan tekanan pada larutan yang pekat, ternyata cairan murni dapat melalui membran semi-permeable yang nerupakan kebalikan dari proses osmosis. Atas dasar tersebut teknologi ini disebut reverse osmosis (osmosis terbalik).

Kriteria  unjuk kerja membran bisa dilihat dari derajat impermeabilitas, yaitu seberapa baik membran menolak aliran dari larutan pekat; dan dari derajat permeabilitasnya, yaitu berapa mudahnya material murni melalui aliran menembus membran. Membran selulosa asetat  merupakan bahan membran yang  baik dari segi impermeabilitas dan permeabilitasnya. Bahan membrane lainnya yaitu etyl-cellulose, polyvinyl alcohol, methyl polymetharcylate dan sebagainya.reverse osmosis alat penyaring air terbaik

Beberapa sistem reverse-osmosis  yang  sering dipergunakan, yaitu:

1.Tubular, dibuat dari keramik, karbon atau beberapa  jenis plastik berpori. Bentuk tubular ini mempunyai diameter bagian dalam (inside diameter)  yang bervariasi antara 1/8” (3,2mm) sampai dengan sekitar 1” (25,4mm).

2.Hollow fibre

3.Spiral wound

4.Plate and frame

Pada proses pemisahan menggunakan RO, membran akan mengalami perubahan karena memampat dan menyumbat (fouling). Pemampatan atau fluks merosot itu serupa dengan perayapan plastik/logam ketika terkena beban tegangan kompresi. Makin besar tekanan dan suhu biasanya membran makin mampat dan menjadi tidak reversible. Normalnya membran bekerja pada suhu 21-35 derajat Celcius. Fouling membran dapat diakibatkan oleh zat-zat dalam air baku seperti kerak, pengendapan koloid, oksida logam, bahan organik dan silika. Oleh sebab itu cairan yang masuk ke proses reverse-osmosis harus terbebas dari partikel-partikel besar agar tidak merusak membran. Pada prakteknya, cairan sebelum masuk ke proses reverse-osmosis dilakukan serangkaian pengolahan terlebih dahulu, biasanya dilakukan pretreatment dengan koagulasi dan flockulasi yang dilanjutkan dengan adsorbsi karbon aktif dan mikrofiltrasi.

Pada suatu saat membran akan mengalami kotor, akibat dari adanya material-material yang tidak bisa lewat.  Hal ini yang menyebabkan tersumbatnya membran. Kotoran yang terbentuk gumpalan kotoran, kerak atau hasil proses hidrolisa. Untuk mengembalikan kekondisi semula dilakukan pembersihan dengan menggunakan larutan pembersih yang khusus. Bahan ini bisa melarutkan kotoran tetapi tidak merusak membran yang biasanya terbuat dari enzim. Proses pencucian dilakukan dengan meresirkulasi larutan pencuci ke membran selama kurang lebih 45 menit.

Keuntungan metode RO berdasarkan kajian ekonomi antara lain:

•Untuk umpan dengan padatan terlarut total di bawah 400 ppm, Reverse Osmosis  merupakan perlakuan yang murah.

•Untuk umpan dengan padatan terlarut total di atas 400 ppm, dengan perlakuan awal penurunan padatan terlarut total sebanyak 10% dari semula, RO lebih menguntungkan dari proses deionisasi.

•Untuk umpan dengan konsentrasi padatan terlarut total berapapun, disertai dengan kandungan organik lebih dari 15 g/l, RO sangat baik untuk praperlakuan proses deionisasi.

•Reverse Osmosis  sedikit berhubungan dengan bahan kimia sehingga lebih praktis.

Nanofiltrasi

Proses nanofiltrasi merejeksi kesadahan, menghilangkan bakteri dan virus, menghilangkan zat warna karena adanya bahan organik tanpa menghasilkan zat kimia berbahaya seperti hidrokarbon terklorinasi. Nanofiltrasi cocok untuk pengolahan air dengan padatan terlarut total yang rendah, dimana bahan organiknya dilunakkan dan dihilangkan.

Sifat rejeksi nanofiltrasi khas terhadap tipe ion; ion dwivalen lebih cepat dihilangkan daripada ion ekavalen, sesuai saat membran tersebut diproses, formulasi bak pembuat, suhu, waktu annealing, dan lain-lain. Formulasi dasarnya mirip RO, namun mekanisme operasionalnya mirip ultrafiltrasi. Jadi nanofiltrasi merupakan gabungan dari metode RO dan ultrafiltrasi.

Ultrafiltrasi

Ultrafiltasi merupakan teknologi pemisahan menggunakan membran untuk memisahkan berbagai zat terlarut dengan berat molekul tinggi, bermacam koloid, mikroba sampai padatan tersuspensi dalam suatu larutan. Metode ini menggunakan membran semi permeable untuk memisahkan makromolekul dari larutannya. Ukuran dan bentuk molekul merupakan faktor penting dalam proses ultrafiltrasi.

Cara kerja proses ultrafiltrasi mirip dengan proses revesrse-osmosis, yaitu pemisahan partikel berdasarkan ukurannya dengan menggunakan tekanan pada membran berpori. Ukuran pori membran ultrafiltrasi lebih besar yaitu berdiameter sekitar 0.1 sampai 1 µm. Yang membedakan dengan reverse-osmosis adalah jenis membran dan lebih kecilnya tekanan yang digunakan dalam pengoperasian.  Membran ultrafiltrasi dibuat dengan mencetak polimer selulosa asetat sebagai lembaran tipis. Fluks maksimum dapat dicapai bila membrannya anisotropic, dimana terdapat kulit tipis rapat dan pengemban berpori. Membran selulossa asetat mempunyai sifat pemisahan yang bagus, namun sayangnya dapat rusak oleh bakteri dan zat kimia serta rentan terhadap pH. Selain selulosa asetat ada juga membran yang terbuat dari polimer polisulfon, akrilik, polikarbonat, PVC, poliamidda, poliviniliden fluoride, kopolimer AN-VC, poliasetal, poliakrilat, kompleks polielektrolit, PVA ikat silang, keramik, aluminium oksida, zirkonium oksida, dan sebagainya. Kecepatan hasil permeate (permeation flow) berkisar sekitar 1.0 sampai 10 m3/m2.jam.

Dalam teknologi pemurnian air, membran ultrafiltrasi dengan berat molekul membran (MWC) 1.000 – 20.000lazim untuk penghilangan pirogen, sedangkan membran dengan MWC 80.000 – 100.000 untuk penghilangan koloid. Tekanan dalam ultrafiltrasi biasanya rendah, sekitar 10-100 psi (70-700 kPa), sehingga operasinya dapat menggunakan pompa sentrifugal biasa.

Pada suatu saat proses ultrafiltrasipun akan menunjukan penurunan unjuk kerja. Hal ini disebabkan adanya kotoran yang menyumbat pori-pori. Pembersihan membran dilakukan dengan memasukan bahan pembersih yang terbuat dari larutan caustic soda, sodium hypochlorite,asam belerang atau survace activator lainnya. Ciptakan aliran yang olakannya kuat agar lebih memudahkan lepasnya kotoran yang menempel pada permukaan dan pori-pori. Atau bisa juga dengan dicelupkan kedalam larutan pembersih dan terakhir disemprot dengan tekanan cukup tinggi untuk mengusir kotorannya.

Pada saat ini ultrafiltrasi lebih banyak dipakai di berbagai macam bidang karena mudah digunakan sebagai mikrofiltrasi dan tidak sesensitif reverse-osmosis. Pemanfaataanya mencakup pengolahan air limbah di industri pulp dan kertas, air limbah domestik, macam-macam air limbah gedung-gedung, filtrasi MLSS di aeration tank proses biologi dan diaplikasi lainnya.

Mikrofiltrasi

Mikrofiltrasi merupakan pemisahan partikel berukuran micron atau submicron. Bentuk lazimnya berupa catridge yang berfungsi untuk menghilangkan partikel dari air yang berukuran 0,04 sampai 100 micron, asalkan kandungan padatan terlarut total dalam air tidak melebihi 100 ppm. Filtrasi cartridge merupakan filtrasi mutlak, artinya partikel padat akan tertahan. dalam aplikasinya cartridge tersebut akan diletakkan dalam suatu wadah tertentu (housing), dan dapat dibersihkan jika padatan yang tertahan sudah terlalu banyak. Bahan yang dapat digunakan untuk cartridge bermacam-macam, antara lain katun, wool, selulosa, fibre glass, polipropilen, akrilik, nilon, asbes, ester-ester selulosa dan polimer hidrokarbon terfluorinasi.

Jenis-jenis carrtridge dikelompokkan menjadi:

•             Cartridge leletan

•             Cartridge rajut-lekatan-terjurai

•             Catridge lembar berpori (kertas saring khusus, media nirpintal, membran berkarbon)

 

 

reverse osmosis atau osmosis terbalik penyaring air modern

Reverse osmosis atau  osmosis terbalik penyaring air modern.
Reverse osmosis RO (Osmosis terbalik) adalah suatu metode penyaringan yang dapat menyaring berbagai molekul besar dan ion-ion dari suatu larutan dengan cara memberi tekanan pada larutan ketika larutan itu berada di salah satu sisi membran seleksi(lapisan penyaring). Proses tersebut menjadikan zat terlarut terendap di lapisan yang dialiri tekanan sehingga zat pelarut murni bisa mengalir ke lapisan berikutnya. Membran seleksi itu harus bersifat selektif atau bisa memilah yang artinya bisa dilewati zat pelarutnya (atau bagian lebih kecil dari larutan) tapi tidak bisa dilewati zat terlarut seperti molekul berukuran besar dan ion-ion. Osmosis adalah sebuah fenomena alam yang terjadi dalam sel makhluk hidup dimana molekul “solvent” (biasanya air) akan mengalir dari daerah berkonsentrasi rendah ke daerah Berkonsentrasi tinggi melalui sebuah membran semipermeabel. Membran semipermeabel ini menunjuk ke membran sel atau membran apa pun yang memiliki struktur yang mirip atau bagian dari membran sel. Gerakan dari “solvent” berlanjut sampai sebuah konsentrasi yang seimbang tercapai di kedua sisi membran.reverse osmosis nano smart filter

Reverse osmosis adalah sebuah proses pemaksaan sebuah solvent dari sebuah daerah konsentrasi “solute” tinggi melalui sebuah membran ke sebuah daerah “solute” rendah dengan menggunakan sebuah tekanan melebihi tekanan osmotik. Dalam istilah lebih mudah, reverse osmosis adalah mendorong sebuah solusi melalui filter yang menangkap “solute” dari satu sisi dan membiarkan pendapatan “solvent” murni dari sisi satunya.

Proses ini telah digunakan untuk mengolah air laut untuk mendapatkan air tawar, sejak awal 1970-an.

Proses kerja Osmosis

Osmosis adalah proses alami. Ketika dua cairan konsentrasi yang berbeda dipisahkan oleh sebuah membran semipermeabel, cairan memiliki kecenderungan untuk bergerak dari rendah ke konsentrasi zat terlarut tinggi untuk keseimbangan potensial kimia.

Secara formal, reverse osmosis adalah proses memaksa pelarut dari daerah konsentrasi zat terlarut tinggi melalui membran semipermeabel ke daerah konsentrasi zat terlarut rendah dengan menerapkan tekanan melebihi tekanan osmotik. Aplikasi terbesar dan paling penting dari reverse osmosis adalah pemisahan air murni dari air laut dan air payau, air laut atau air payau bertekanan terhadap satu permukaan membran, menyebabkan transportasi garam-menipis air melintasi membrane dan munculnya air minum dari sisi tekanan rendah.

Membran yang digunakan untuk reverse osmosis memiliki lapisan padat dalam matriks polimer – baik kulit membran asimetris atau lapisan interfasial dipolimerisasi dalam membran tipis-film-komposit – di mana pemisahan terjadi. Dalam kebanyakan kasus, membran ini dirancang untuk memungkinkan air hanya untuk melewati melalui lapisan padat, sementara mencegah bagian dari zat terlarut (seperti ion garam). Proses ini mensyaratkan bahwa tekanan tinggi akan diberikan pada sisi konsentrasi tinggi membran, biasanya 2-17 bar (30-250 psi) untuk air tawar dan payau, dan 40-82 bar (600-1200 psi) untuk air laut, yang memiliki sekitar 27 bar (390 psi) tekanan osmotik alam yang harus diatasi.Proses ini terkenal karena penggunaannya dalam desalinasi (menghilangkan garam dan mineral lainnya dari air laut untuk mendapatkan air tawar), namun sejak awal 1970-an itu juga telah digunakan untuk memurnikan air segar untuk aplikasi medis, industri, dan domestik.

Osmosis menjelaskan bagaimana pelarut bergerak antara dua solusi yang dipisahkan oleh sebuah membran permeabel untuk mengurangi perbedaan konsentrasi antara solusi. Ketika dua solusi dengan konsentrasi yang berbeda dari zat terlarut dicampur, jumlah total zat terlarut dalam dua solusi akan terdistribusi secara merata di jumlah total pelarut dari dua solusi. Daripada mencampur dua solusi bersama-sama, mereka dapat dimasukkan ke dalam dua kompartemen di mana mereka dipisahkan dari satu sama lain dengan membran semipermeabel. Membran semipermeabel tidak memungkinkan zat terlarut untuk berpindah dari satu kompartemen ke lainnya, namun memungkinkan pelarut untuk bergerak.Karena kesetimbangan tidak dapat dicapai oleh pergerakan zat terlarut dari kompartemen dengan konsentrasi zat terlarut tinggi untuk yang satu dengan konsentrasi zat terlarut rendah, itu bukan dicapai dengan pergerakan pelarut dari daerah konsentrasi zat terlarut rendah ke daerah-daerah konsentrasi zat terlarut tinggi.Ketika pelarut bergerak jauh dari daerah konsentrasi rendah, hal itu menyebabkan daerah-daerah untuk menjadi lebih terkonsentrasi. Di sisi lain, ketika pelarut bergerak ke daerah-daerah konsentrasi tinggi, konsentrasi zat terlarut akan menurun. Proses ini disebut osmosis. Kecenderungan untuk pelarut mengalir melalui membran dapat dinyatakan sebagai “tekanan osmotik”, karena analog mengalir disebabkan oleh perbedaan tekanan. contoh Osmosis adalah difusi.

Dalam reverse osmosis, dalam setup yang sama seperti yang di osmosis, tekanan diterapkan ke kompartemen dengan konsentrasi tinggi. Dalam hal ini, ada dua kekuatan yang mempengaruhi gerakan air: tekanan yang disebabkan oleh perbedaan konsentrasi zat terlarut antara dua kompartemen (tekanan osmotik) dan tekanan eksternal diterapkan.

Sumber [id.wikipedia.org]

Menjaga kesehatan hati dengan air minum yang sehat

Menjaga kesehatan hati dengan air minum yang sehat,
Di zaman sekarang pola hidup sehat sangat sulit untuk dijalankan. Ditambah lagi dengan gaya hidup yang serba instan dan selalu mengonsumsi makanan-makanan yang termasuk dalam golongan makanan tidak sehat.

Salah satu perusahaan yang memproduksi alat kesehatan mengadakan talk show kesehatan. Talk show ini membahas soal kesehatan hati dengan menghadirkan pakar kesehatan Dr. Bing Handoyo, Yulianto pakar air Reverse Osmosis dan Puteri Indonesia 2012 Maria Selena. Dalam acara yang dipandu oleh Ade Herlina itu, Dr. Bing Handoyo sebagai pakar kesehatan menjelaskan fungsi Hati dalam tubuh dan bagaimana menjaga hati tetap dalam kondisi sehat.air minum berkualitas

“Hati itu berfungsi untuk detoksifikasi, kalau hati kita sudah tidak berfungsi lagi maka racun-racun tersebut bisa menyebar ke seluruh tubuh. Apa yang menyebabkan hati tidak berfungsi? Di antaranya adalah karena mengonsumsi makanan yang dapat memberatkan kerja hati, seperti makanan berlemak. Apa lagi zaman sekarang, kalau kita minum air kopi pasti dicampur dengan creamer, susu atau whipped cream. Padahal itu lemak jenuh yang bisa mengendap di tubuh dan bisa merusak hati. Minyak goreng, keju dan mayonaise juga berbahaya”, papar Dr. Bing Handoyo saat talk show tersebut di Mall Gandaria City, Jaksel.

Dalam kesempatan itu Dr. Bing menjelaskan, jika hati sudah tertutup dengan lemak, maka lemak itu sudah tidak bisa dihilangkan, akan tetapi, Dr. Bing menambahkan, mulailah untuk menjaga hati dengan mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh yang baik.

“Gunakanlah minyak zaitun, minyak ini tidak teroksidasi sehingga dijamin tidak akan terkena stroke. Memang harganya mahal, tapi sangat bermanfaat untuk tubuh kita dan minumlah air murni“, ujarnya.

Air murni yang dimaksud Dr. Bing adalah, air yang sedikit kandungan padatan-padatan terlarutnya. Air murni dapat meringankan kerja hati. “Konsumsi air yang kita minum, jangan air yang memberatkan hati. Seperti air pam direbus, air tanah yang direbus. Memang bakterinya bisa hilang tapi padatan-padatan terlarutnya tidak bisa hilang. Yang bagus adalah air murni”, jelasnya.

Dalam talk show tersebut, Yulianto pakar air Reverse Osmosis mendemonstrasikan bagaimana cara mengetahui air murni. Yulianto mengambil tiga sample air, yaitu air kran, air kemasan dan air Reverse Osmosis. Dari hasil uji coba, air Reverse Osmosis merupakan air murni, karena sedikit mengandung padatan-padatan terlarut.

Sebagai tamu dalam acara talk show, Puteri Indonesia 2011, Maria Selena cukup terkejut dengan hasil uji coba yang dilakukan Yulianto. Pasalnya selama ini dirinya pernah mengonsumsi air yang  tergolong bukan air murni. Maria sangat beruntung bisa hadir dalam acara talk show tersebut. Diakui Maria, dirinya jadi teredukasi dengan talk show itu.

“Yang pasti masyarakat dan saya teredukasi dengan adanya ini, dan saya juga mau tau di mana bisa mendapatkan air murni itu”, pungkasnya sambil tersenyum.

Sumber [vemale.com]

Pages:« Prev1234567