Perawatan Membran Reverse Osmosis (RO)

Reverse Osmosis (RO) salah satu jenis membrane, Reverse Osmosis (RO) membutuhkan perwatan khusus sehingga menghasilkan kualitas air minum yang baik. Namun sebelum kita membahas bagaimana cara merawat membrane RO kita bahas sedikit apa itu filter air membrane RO?

Proses osmosis melalui membran semipermeabel pertama kali diamati pada 1748 oleh Jean Antoine Nollet. Selama 200 tahun kemudian, proses osmosis hanya sebuah fenomena yang diamati di laboratorium. Pada tahun 1949 di University of California di Los Angeles (UCLA) menyelidiki pertama proses desalinasi air laut dengan menggunakan membran semipermeabel.  Para peneliti dari UCLA dan University of Florida berhasil memproduksi air tawar dari air laut pada pertengahan 1950-an. Kini teknologi reverse osmosis berkembang sangat pesat. Teknologi ini banyak digunakan untuk proses purifikasi/pemurnian air untuk kebutuhan rumah tangga, komersil, industri, kegiatan lepas pantai, rumah sakit, laboratorium, dan lain-lain.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.492/MENKES/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum mengharuskan, air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum.

Salah satu teknologi yang dapat menghasilkan air langsung diminum adalah teknologi reverse osmosis (RO). Sebagai sistem penyaringan air minum terbaik, sistem reverse osmosis telah mendapat berbagai penghargaan internasional. Penghargaan tersebut menunjukkan bahwa system RO merupakan sistem pengolahan air terkini yang sangat dapat diandalkan. Namun sayang, terkadang air dari proses RO ini berasa “pahit”Lalu,

Kenapa Air RO Berasa Pahit dan bagaimana menghilangkan rasa pahit ?
Kemampuan membran RO  untuk menurunkan setiap unsur kimia dalam air, baik anion maupun kation sehingga terjadi penyesuaian jumlah unsur kimia di dalam air yang digambarkan dalam keseimbangan asam dan basa atau dikenal dengan “pH”. pH air yang berubah setelah melalui proses membran RO akan berbeda pada setiap sumber air baku/ pH air setelah penyaringan dari sistem RO memiliki pH yang (cenderung) rendah. Dengan pH yang rendah tersebut, maka air akan terasa kurang enak bahkan ada yang merasakan agak pahit atau bahkan pahit.

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah rasa pahit tersebut, antara lain dengan menggunakan :
1. Post carbon yang berkualitas dan harus kelas food-grade, atau
2. Penambahan filter anion yang bersifat alkalis sehingga pH air akan naik, atau
3. Menambahkan kapur Magnesium dan harus kelas “foodgrade”.

Kesemua cara tersebut biasanya akan menambahkan nilai TDS, walaupun sebenarnya tidak menjadi masalah namun tidak sedikit para penjual mesin RO atau pelaku usaha air minum RO menyebutkan bahwa air yang baik adalah air dengan TDS “nol”.

cara merawat reverse osmosis

Sesuai dengan Enviromental Protection Agency (EPA) USA. Air minum ideal adalah yang memiliki level TDS 0 – 50 ppm, dihasilkan dengan proses reverse osmosis, deionization, microflitration, distillation, dan banyak lainnya. Air gunung (mountain spring) dan air yang melalui proses filtrasi karbon berada di standar kedua. Rata-rata air tanah (air sumur) berada pada level TDS 150 – 300 ppm, masih dalam batas aman, namun bukan yang terbaik terutama untuk para penderita penyakit ginjal. Oleh karena itu, jangan asal beli mesin RO karena tidak semua mesin RO dapat menghasilkan air RO yang berkualitas. Jangan mudah tergiur dengan harga murah, sebab harga mesin RO sangat bergantung pada kualitas material dan spare part yang digunakan.

Cara Perawatan Reverse Osmosis
Jika kualitas air rendah, sebaiknya gunakan Pre filter (penyaringan awal) sebelum masuk unit filter air membrane reverse osmosis anda, Teknik ini untuk mencegah penggantian membran RO yang terlalu cepat.

Kemudian apabila membrane anda sudah mulai jenuh atau mampet ada beberapa teknik yang dapat menjadi solusi bagi anda salah satunya adalah menggunakan larutan atau bubuk pembersih membrane (Membrane Cleaner)  yang benyak dijual di toko khusus perlengkapan water treatment.

Ada 3 (tiga) hal penting yang harus anda lihat untuk menentukan kapan saatnya anda memerlukan membrane cleaning pada reverse osmosis, yaitu:

1. Apabila product flow rate sudah turun mendekati ±15% dari performa awal.
2. Apabila rejected flow rate sudah meningkat mendekati ±5-10% dari performa awal.
3. Apabila conductivity permeate/product water sudah naik hingga ±15% dari setting awal.
4. Dan, apabila ? Pressure pada membrane array sudah naik hingga ± 15%.

Bila anda menemukan indikasi diatas maka membrane anda memerlukan larutan pembersih membrane RO untuk mencegah penyumbatan membrane lebih lanjut yang akan berakibat produksi mesin reverse osmosis ataupun membrane ultrafiltrasi anda terganggu.

Fungsi dari pembersih membrane (membrane cleaner) bermacam macam sesuai kebutuhan anda diantaranya adalah:

1. Membuang Iron dan fouling karena Metal Hydroxide dan calcium carbonate scale.
2. Membuang Biological, organic dan koloidal fouling pada Polyamide Composite Membrane. Juga efektif membuang emulsified oils dan silica.
3. Menurunkan kotoran yang ada dan berkembang didalam lapisan membrane RO atau Ultra Filtrasi. Berfungsi untuk  melarutkan kotoran yang ada pada berbagai tipe membrane, formula khusus aman untuk berbagai tipe membrane.

Jadi kesimpulannya fungsi larutan pembersih membrane RO adalah pelunturan/pembersihan tanpa merusak lapisan Polyamide Composite Membrane Element. Digunakan setelah sistem mengalami penurunan kapasitas produksi atau hanya sekedar pencegahan/perawatan membrane, sehingga membrane dapat berfungsi dengan baik.

Telitilah dalam memilih unit pengolahan air Reverse Osmosis (Mesin RO) sebelum memutuskan untuk membeli. Jangan mudah tergiur dengan harga yang murah, sebab harga unit pengolahan air dengan membrane UF atau RO sangat ditentukan oleh kualitas dan kelas spare part/material yang digunakan.

Sumber [Aneka Sumber]

Related posts

Leave your comment

Your Name: (required)

E-Mail: (required)

Website: (not required)

Message: (required)

Send comment