You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»air limbah,Filter Air,Pencemaran Air»Pengolahan Air Sungai Tercemar

Pengolahan Air Sungai Tercemar

Pengolahan air sungai yang tercemar atau air limbah dapat menggunakan beberapa metode dan melalui beberapa proses, sehingga air dapat menjadi bersih dan aman digunakan.
Sistem water treatment atau pengolahan air bersih dengan sumber air baku sungai, tanah dan air pegunungan, dengan skala atau standar air minum, memerlukan beberapa proses. Mengenai proses yang perlu diterapkan tergantung dari kualitas air baku tersebut. Proses yang diterapkan dalam sistem pengolahan air bersih antara lain:

Proses Screening atau proses penyaringan terhadap macam-macam sampah seperti, plastik, dahan-dahan, kain dan besi. Proses penyaringan menghilangkan secara manual objek-objek yang lebih besar. Derajat kemiringan dari penyaring yang dipasang biasanya bervariasi bertujuan mengefisiensikan proses penyaringan.

Proses Comminutor yaitu proses untuk menghancurkan benda padat yang berukuran besar seperti bebatuan atau bahan-bahan organik kedalam ukuran yang lebih kecil. Proses ini diperlukan agar tidak terjadi penyumbatan pada saluran atau kerusakan akibat gesekan aliran yang diakibatkan adanya benda padat tersebut diatas.

Proses Sendimentation atau proses pengendapan/koagulasi, proses ini bisa dilakukan dengan menggunakan bahan kimia seperti bahan koagulan (Hipoklorite/PAC) dengan rumus kimia juga proses ini bisa dilakukan dengan menggunakan teknik lamela plate. Proses ini bertujuan agar kotoran, sampah yang sudah dihancurkan tadi mengendap di bagian bawah. Proses penampungan air dalam bak penampungan air yang bertujuan sebagai tolak ukur dari debit air bersih yang dibutuhkan. Ukuran bak penampungan disesuaikan dengan kebutuhan (debit air) yang mana ukuran bak 2 kali lebih besar dari kebutuhan.

Proses Oksidasi atau penambahan oksigen ke dalam air agar kadar-kadar logam berat serta zat kimiawi lainnya yang terkandung dalam air mudah terurai. Dalam proses ini ada beberapa perlakuan yang bisa dilakukan seperti dengan penambahan oksigen dengan sistem aerasi (dengan menggunakan alat aerator) dan juga dapat dilakukan dengan menggunakan katalisator bahan kimia untuk mempercepat proses terurainya kadar logam berat serta zat kimiawi lainnya (dengan menggunakan clorine, kaporite, kapur dll.

pengolahan air limbah

Proses Filtrasi, Pada proses pengendapan tidak semua gumpalan kotoran dapat diendapkan semua. Butiran gumpalan kotoran kotoran dengan ukuran yang besar dan berat akan mengendap, sedangkan yang berukuran kecil dan ringan masih melayang-layang dalam air. Untuk mendapatkan air yang betul-betul jernih harus dilakukan proses penyaringan/filtrasi. Proses filtrasi pada sistem pengolahan air sungai tercemar  dilakukan dengan mengalirkan air yang telah diendapkan kotorannya ke tahap okdidasi setelah itu baru air dialirkan ke tahap filtrasi. Proses filtrasi ini bertujuan untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang masih terkandung dalam air dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas air agar air yang dihasilkan tidak mengandung bakteri (steril) dan rasa serta aroma air. Biasanya proses ini menggunakan bahan/ media filter yang disesuaikan dengan kebutuhan baik debit maupun kualitas air dengan media filter (PureTAG Super, silica sand/quarsa,zeolite, dll).

Proses Desinfectant atau pembunuhan bakteri, virus, jamur, mikroba dan bakteri lainnya yang tujuannya mengurangi patogen yang ada, proses ini menggunakan proses chlorinator atau sterilisasi dengan menggunakan kaporit dan bahan lainnya.

Desinfeksi atau pembunuhan kuman bertujuan untuk membunuh atau mengurangi mikroorganisme patogen (penyebab penyakit) yang ada dalam air sungai tercemar /air limbah. Mekanisme desinfeksi dapat secara kimia, yaitu dengan menambahkan senyawa/zat tertentu, atau dengan proses fisik. Dalam menentukan senyawa/zat untuk membunuh mikroorganisme, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu: daya racun zat, waktu kontak yang diperlukan, efektivitas zat, kadar dosis yang digunakan, tidak boleh bersifat toksik (racun) terhadap manusia dan hewan, tahan terhadap air, faktor biayanya.

Efektivitas disinfektan dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya lama paparan, suhu, konsentrasi disinfektan, pH, dan ada tidaknya bahan pengganggu. pH merupakan faktor penting dalam menentukan efektivitas disinfektan, misalnya saja senyawa klorin akan kehilangan aktivitas disinfeksinya pada pH lingkungan lebih dari 10. Contoh senyawa pengganggu yang dapat menurunkan efektivitas disinfektan adalah senyawa organik. Contoh mekanisme desinfeksi pada limbah cair adalah penambahan klorin (klorinasi), penyinaran dengan sinar ultraviolet (UV), atau dengan ozon (O3).

Proses disinfeksi pada limbah cair biasanya dilakukan setelah proses pengolahan limbah selesai (Proses terakhir dari Pengolahan air sungai tercemar / air limbah)

Demikian info proses pengolah air sungai tercemar (air limbah), Namun biasanya sistem seperti ini dilakukan pada suatu industry atau pabrik yang memanfaatkan sumber air dari sungai.

Sumber [Aneka Sumber]

Related posts

Leave your comment

Your Name: (required)

E-Mail: (required)

Website: (not required)

Message: (required)

Send comment