You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»air limbah,Pencemaran Air,Pengolahan Air Bersih»Pengolahan air limbah di jakarta akan ditambah

Pengolahan air limbah di jakarta akan ditambah

Pengolahan air limbah di jakarta akan ditambah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengakui sistem pengolahan air limbah di Jakarta masih buruk. Karena itu, Pemprov DKI akan membangun dua dari enam zona Instalasi Pengolahan Air Limbah Terpadu (IPALT) di Jakarta pada tahun depan.

Pembangunan enam zona IPALT Jakarta bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (KemPU) yang mendapatkan dana hibah dari Japan International Corporation Agency (JICA). Dua dari enam zona itu akan dikerjakan sendiri oleh Pemprov DKI, sedangkan sisanya oleh KemPU.pengolahan air limbah

“KemPU bersama JICA yang akan bantu. Terus dua zona akan kita kerjakan sendiri tahun depan. Sebenarnya kita pengin mengerjakan seluruh zona,” kata Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (25/10).

Mantan Bupati Belitung Timur ini menginginkan, dengan dibangunnya seluruh zona IPALT di Jakarta, maka Pemprov DKI dapat menerapkan zero waste dalam pengolahan air limbah di Jakarta. “Kita pengin zero waste di Jakarta dapat diterapkan melalui IPALT ini,” ujarnya.

Seperti diketahui, KemPU sedang membangun IPALT di kota-kota besar sebanyak 15 zona di seluruh wilayah Indonesia. Enam zona di antaranya akan dibangun di wilayah Provinsi DKI Jakarta. Karena pengolahan air limbah di Jakarta masih sangat buruk dan dinilai paling jorok di antara wilayah lainnya.

Hinga saat ini, sudah dibangun IPALT di Yogyakarta dan Surabaya. Paling tidak, KemPU menargetkan pembangunan 15 zona IPALT tersebut dapat rampung pada tahun 2050.

Sedangkan untuk DKI Jakarta, Pemprov DKI bersama KemPU telah sepakat akan memulai pembangunan IPALT atau Jakarta Sewerage yang telah 15 tahun tertunda. Karena pengolah air limbah yang dimiliki masih tergantung pada Intalansi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Setiabudi hanya melayani 2,38 persen dari total populasi di DKI Jakarta.

Jakarta Sewerage melayani seluruh Jakarta akan terbagi dalam enam zona berdasarkan kondisi geografis. Diprioritaskan dibangun zona 1 untuk daerah Setiabudi-Kota, pembangunan akan dilanjutkan untuk zona-zona lainnya. Estimasi kebutuhan dana untuk konstruksi enam zona tersebut senilai Rp 70 triliun.

Zona 1 meliputi pelayanan dari Setiabudi hingga Kota, antara lain melayani Gambir, Sawah Besar, Senen dan Menteng. Luas Jakarta Sewerage yang akan dibangun dalam zona 1 mencapai 5 ribu hektare dengan panjang pipa pengolahan air limbah 758 ribu meter. Dengan dibangunnya zona 1, maka akan ada 1,2 juta kepala keluarga yang akan terlayani pengolahan air limbah rumah tangganya.

Lalu dengan adanya Zona 1 tersebut, maka pengolahan air limbah di Jakarta diperkirakan akan bertambah menjadi 20 persen dari sebelumnya hanya 2,38 persen. Untuk total target yang ditentukan, paling tidak pengolahan air limbah di Jakarta dapat bertambah menjadi 30 persen dari beberapa zona yang akan dibangun.

Alokasi anggaran pembangunan Jakarta Sewerage Zona 1 mencapai Rp 4,57 triliun. Untuk pembagian anggaran pembiayaan pembangunan tersebut telah disepakati sebanyak 70 persen pembiayaan ditanggung Kemenpu dan 30 persen ditanggung oleh Pemprov DKI Jakarta.

Sumber [beritasatu.com]

Related posts

Leave your comment

Your Name: (required)

E-Mail: (required)

Website: (not required)

Message: (required)

Send comment