You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»Air Bersih,Pengolahan Air Bersih»Pengolahan air bersih masih dinantikan warga lamongan

Pengolahan air bersih masih dinantikan warga lamongan

Pengolahan air bersih masih dinantikan warga lamongan
Warga Lamongan di kawasan pantai utara (Pantura) seperti Kecamatan Paciran, Brondong, Laren dan Solokuro, akan menikmati saluran penyediaan air bersih/minum yang bersumber dari sungai Bengawan Solo, Namun hal itu belum tercukupi karena warga masih sangat membutuhkan pengolahan air bersih .

“Pemkab Lamongan merencanakan membangun Pengolahan air bersih dengan menggunakan teknologi SPAM (sistem penyediaan air minum) untuk melayani sekurang-kurangnya 41% penduduk pada 2015, di wilayah Paciran-Brondong dan area sekitarnya,” ujar Kepala Bappeda Kab Lamongan Eko Agus Triandono kepada wartawan di sela acara Market Sounding Lamongan Water Supply di Hotel JW Marriott Surabaya,

Pembangunan Kerjasama Pemerintah dan Swasta dalam membangun Pengolahan air bersih berteknologi SPAM ini direncakan pada 2014 atau 2015 dan diperkirakan sekitar 6 bulan atau selesai pada 2015.pengolahan air bersih untuk minum

Untuk penyediaan air bersih / minum ini, akan mengambil sudetan dari Sungai Bengawan Soloyang ditarik ke Sedayu. Kemudian, akan ditempatkan ke penampungan air yang mampu menampung sekitar 65 juta meter kubik air.

“Kapasitasnya 200 liter air per detik dan dari jumlah tersebut, 120 liter air per detik untuk kebutuhan domestik atau rumah tangga dan 80 liter per detik untuk industri,” terangnya sambil menambahkan, beberapa industri yang siap memanfaatkan Pengolahan air bersih berteknologi SPAM tersebut seperti Dok Perkapalan, industri pengolahan perikanan.

Sementara itu, jika proyek Pengolahan air bersih berteknologi SPAM yang diperkirakan menelan investasi sebesar Rp 133 miliar ini terealisasi, maka tarif Pengolahan air bersih teknologi SPAM dari sudetan Bengawan Solo ini diperkirakan sebesar Rp 6.700 per meter kubik untuk industri dan Rp 2.700 untuk kebutuhan rumah tangga.

“Tarif tersebut lebih murah dibandingkan dengan pengolahan air bersih dari air laut yang harganya Rp 15.000 per meter kubik,” tambah Direktur PDAM Kabupaten Lamongan M Maksum.

Kabupaten Lamongan dikenal daerah yang sulit menemukan sumber mata air. Pasalnya, daerah tersebut banyak ditemui Gunung Kapur. Hingga kini, baru 28 persen warga Lamongan yang terlayani Pengolahan air bersih berteknologi SPAM ( saluran sistem penyediaan air minum ) .

“Ya kita ketahui bahwa di Lamongan ini sulit menemukan sumber mata air, karena banyak gunung kapurnya. Kalau pun ngebor, hasilnya air asin dan warnanya kuning,” kata Direktur PDAM Kabupaten Lamongan M Maksum kepada wartawan di sela acara Market Sounding Lamongan Water Supply di Hotel JW Marriott Surabaya, Dengan itu maka kami akan membuat Pengolahan air bersih berteknologi SPAM.
Ia menerangkan, saat ini hanya mayoritas warga yang tinggal di sekitar perkotaan mendapatkan layanan saluran air bersih (air PDAM). Sedangkan
wilayah lainya belum terlayani oleh pengolahan air bersih.

Dengan adanya rencana pembangunan Pengolahan air bersih berteknologi  SPAM yang mengambil sudetan dari Sungai Bengawan Solo, untuk melayani 4 kecamatan di kawasan pantai utara, Paciran, Brondong, Laren dan Solokuro, diharapkan bisa melayani 65 persen warga Lamongan.

Investasi proyek Pengolahan air minum berteknologi SPAM di pantura tersebut diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 133 miliar. Dan saat ini, pemkab dan Kementerian Bappenas sedang mengumpulkan investor.

“Pak Bupati berharap 2015 bisa dioperasionalkan, sehingga masyarakat sudah bisa menikmatinya,” terangnya.

Terkait beberapa wilayah di Lamongan seperti di Deket dan kawasan lainnya, Kepala Bappeda Kab Lamongan mengatakan, banyak rencana seperti memanfaatkan Waduk Gondang, dan dari sudetan Kali Lamong untuk melayani masyarakat Lamongan.

Kalau Kali Lamong dalam tahap DED (detail engineering design),” ujar Eko Agus Triandono.

Ia menambahkan, pihaknya belum bisa memastikan, kapan seluruh warga Lamongan terlayani saluran air bersih/minum. Namun, pihaknya terus menjajaki berbabagi rencana, termasuk rencana dari sudetan Sungai Bengawan Solo, Kali Lamong dan Waduk Gondang.

“Untuk Pengolahan air bersih berteknologi SPAM semuanya masih dalam proses untuk seluruh masyarakat baik yang berada di tengah, utara maupun selatan,” tandasnya.

Sumber [detik.com]

Related posts

Leave your comment

Your Name: (required)

E-Mail: (required)

Website: (not required)

Message: (required)

Send comment