You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»Air Bersih,Air Minum»Pemurnian Air Minum

Pemurnian Air Minum

Pemurnian air minum wajib dilakukan sebelum air dikonsumsi. Pemurnian air minum adalah usaha untuk membunuh mikroba dan membuang logam berat yang berada didalam air, khususnya yang berkaitan dengan penyebab penyakit. Walaupun air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia, terdapat risiko bahwa air ini telah tercemar oleh bakteri (misalnya Escherichia coli) atau zat-zat berbahaya. Bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100 °C, namun banyak zat berbahaya, terutama logam, yang tidak dapat dihilangkan dengan cara tersebut.

Air minum yang baik apabila telah memenuhi syarat utama yaitu :
– Syarat Fisik : Air yang digunakan untuk air minum sebaiknya air yang jernih, tidak berwarna, tidak berasa, tidak berbau, dengan suhu hendaknya dibawah suhu udara (250C).

– Syarat Kimia : Air minum tidak boleh mengandung racun, zat mineral atau zat kimia tertentu dalam jumlah melampaui batas yang telah ditentukan.

– Syarat Biologis : Air minum tidak boleh mengandung bakteri-bakteri penyakit (patogen) sama sekali dan tidak boleh mengandung bakteri golongan coliform melebihi batas-batas yang telah ditentukan yaitu 0/100 ml air (Depkes RI,2002).

pemurnian air minum

Berikut ini beberapa cara dalam pemurnian air minum:
a. Sterilisasi Ozon
Pemurnian air minum dengan menggunakan senyawa ozon dapat membunuh mikroba didalam air, dapat menghilangkan bau dan rasa yang umumnya disebabkan oleh komponen organik dan anorganik yang terdapat dalam air dan tidak menimbulkan bau ataupun rasa yang umumnya terjadi dengan penggunaan bahan kimia. Ozon juga bersifat bakterisida, virusida, algisida, fungisida serta mengubah senyawa organik komplek menjadi senyawa yang lebih sederhana.

b. Reverse Osmosis
Reverse Osmosis menrupakan cara memurnikan air dengan metode penyaringan berbagai molekul besar dan ion-ion dari suatu larutan dengan cara memberi tekanan pada larutan ketika larutan itu berada disalah satu sisi membran seleksi (lapisan penyaring). Proses tersebut menjadikan zat terlarut terendap dilapisan yang dialiri tekanan sehingga zat pelarut murni (air) bisa mengalir kelapisan berikutnya. Membran seleksi itu harus bersifat selektif atau bisa memilah yang artinya bisa dilewati pelarutnya tapi tidak bisa dilewati zat terlarut seperti molekul berukuran besar dan ion-ion.

c. Sterilisasi dengan Sinar Ultra Violet
Penyinaran Ultra Violet (UV) lebih efektif membunuh mikroorganisme patogen. Cahaya ultraviolet adalah cahaya yang tidak dapat dilihat oleh mata dan merupakan radiasi elektromagnetik yang berada pada kisaran panjang gelombang 1 – 400 nm, namun cahaya UV yang paling efektif menginaktifasi mikroorganisme dalam air adalah dengan panjang gelombang 254 nm. Mikroorganisme bila disinari oleh sinar ultra violet, maka ADN (Asam Deoksiribonukleat) dari mikroorganisme tersebut akan menyerap energi sinar UV, sehingga energi itu melumpuhkan kemampuan reproduksi mikroorganisme tersebut.

d. Penyaringan bertahap
Saringan berasal dari pasir atau saringan lain yang efektif dengan fungsi yang sama. Saringan pasir berfungsi menyaring partikel-partikel yang kasar. Saringan karbon aktif yang berasal dari batu bara atau batok kelapa yang berfungsi sebagai penyerap bau, rasa, warna, sisa Chlorine dan bahan organik. Saringan/filter lainnya yang berfungsi sebagai saringan halus berukuran maksimal 10 mikron.

Demikian artikel yang berjudul Pemurnian Air Minum, Dengan membaca artikel ini anda telah mengetahui beberapa cara pemurnian air atau desinfeksi air. Sehingga kita dapat berhati hati dalam memilih air minum. Kebiasaan minum air putih memang menyehatkan, tetapi kita harus tahu apakah air yang kita konsumsi sudah aman dan sehat bagi tubuh. Karena “Hidup Sehat Berawal Dari Air Baik”

Sumber [http://goo.gl/4IvrCY]

Related posts

Leave your comment

Your Name: (required)

E-Mail: (required)

Website: (not required)

Message: (required)

Send comment