You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»air laut»Pemasangan Sea Water Reverse Osmosis atasi kelangkaan air

Pemasangan Sea Water Reverse Osmosis atasi kelangkaan air

Sea Water Reverse Osmosis teknik atasi krisis air, Pemasangan Sea Water Reverse Osmosis atasi kelangkaan air di pesisir pulau-pulau. Menteri Pekerjaan Umum, Joko Kirmanto, Telah meresmikan instalasi penyaringan air laut untuk air minum di Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang. Program ini adalah sebagai upaya untuk mengatasi kelangkaan ketersediaan air minum di daerah terpencil.

Kasubdit Data dan Informasi Kementrian PU Dirjen Cipta Karya, Sri Mumi Edi, mengatakan, program yang lebih dikenal dengan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) ini sering disebut sebagai Program Pengolahan Air Laut menjadi Air Minum yang Sehat. Proyek pengolahan air laut menjadi air minum ini, diharapkan dapat mengatasi langkanya air bersih di seluruh Indonesia, yang sulit didapat di daerah terpencil dan kepulauan. “Dengan proyek Pemasangan Sea Water Reverse Osmosis, maka air baku air minum tidak lagi dari air sungai seperti yang diolah PDAM, tapi dari air laut pun, bisa dijadikan air minum,” ujarnya.

sea water reverse osmosis pulau mandailingAdanya teknologi Pemurnian atau penyulingan air laut menjadi air minum, masyarakat di pulau itu nantinya tidak akan lagi kesulitan untuk mendapatkan air bersih dan air minum dan kebutuhan pokok lainnya. Bahkan dengan menggunakan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang diterapkan harga air minum bisa jauh lebih murah dibanding harga air minum yang selama ini berlaku di masyarakat, yakni hanya Rp 9.000 per kubik. Sebelumnya, masyarakat Pulau Kambing tersebut biaya mengkonsumsi air minum dengan harga Rp 75.000 per kubik.

Saat ini, instalasi pengolahan air dengan teknologi SWRO di Pulau Mandangin baru memproduksi air dengan kapasitas lima liter per detik dan bisa ditingkatkan menjadi 10 liter per detik, bergantung dari kebutuhan.

Teknologi penyulingan air laut menjadi air minum di pulau seluas 4 km2 ini baru bisa dilaksanakan, setelah PLN mengoperasikan aliran listrik selama 24 jam pada 29 Mei 2012 yang waktu itu diresmikan langsung oleh Bupati Sampang Noer Tjahja.

Selain di Pulau Mandangin, Sampang, Menteri PU juga akan meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Perumnas Kecamatan Driyorejo, Gresik, di hari yang sama. “Untuk peresmian SPAM, akan dilakukan untuk 11 SPAM yang ada di Jawa Timur, dan akan menggunakan air sungai, mata air, sumur dan air laut, untuk diolah menjadi air minum di daerah yang sulit mendapatkan air baku untuk air minum,” terangnya.

Air minum hasil olahan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO)  sudah terbukti mampu mengolah air laut menjadi air minum. Masyarakat di Pulau Mandangin tampak sangat antusias untuk segera menjadi pelanggan SWRO. Hal itu terbukti dari jumlah masyarakat Pulau Mandangin yang telah mendaftar untuk menjadi pelanggan sambungan rumah yang telah mencapai 300 KK. Realisasi penyambungan pipa air minum masih belum terlaksana karena SK Bupati Sampang tentang penetapan tarif khusus air minum itu belum terbit, dan kontrak operasional dengan pihak penyedia jasa juga sedang dalam tahap negosiasi.

Penetapan tarif sistem ini perlu didukung bupati dan DPRD setempat karena penerapan tarif air minum yang bersifat ‘khusus’ berbeda dengan tarif air minum PDAM Kabupaten Sampang di wilayah lainnya.

Program pemurnian atau penyulingan air laut menjadi air bersih layak minum tersebut akan berhasil dan menuai kesejahteraan bagi masyarakat setempat. Suksesnya proyek ini diharapkan memberikan kepuasan bagi masyarakat kepulauan yang selama ini memang mendambakan air bersih dan air minum yang sehat

Sumber [jatimprov.go.id]

Related posts

Leave your comment

Your Name: (required)

E-Mail: (required)

Website: (not required)

Message: (required)

Send comment