You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»air laut,Filter Air»Mesin Pengolah Air Laut

Mesin Pengolah Air Laut

Mesin pengolah air laut merupakan salah satu cara untuk mengatasi krisis air, karena dengan mesin pengolah air laut kita tidak lagi menggunakan air tanah melainkan menggunakan air laut sebagai bahan utama pembuatan air minum. Mesin pengolah air laut umumnya menggunakan teknologi reverse osmosis sehingga disebut Seawater Reverse Osmosis (SWRO). Teknologi Reverse Osmosis ini telah digunakan untuk menyaring air laut menjadi air murni sejak tahun 1970. Dan di Amerika sudah sejak lama digunakan pada skala rumahan. Selain itu Reverse osmosis juga digunakan dalam beberapa proses campuran air di dalam pabrik yang memproduksi makanan dan minuman. Produsen Minuman sirup juga memanfaatkan teknologi Reverse Osmosis. Beberapa pengusaha aquarium juga menggunakan Reverse Osmosis sebagai filter air dan juga untuk meningkatkan pertumbuhan ikan.

komponen unit pengolah air lautSecara umum proses Reverse Osmosis (RO) dapat diklasifikasikan menjadi tiga yaitu, RO tekanan tinggi (50 – 100 bar), RO tekanan rendah (15 – 40 bar), dan Nanofiltrasi atau Loose Reverse Osmosis (3 – 15 bar). RO tekanan tinggi dapat digunakan untuk proses-proses yang menghasilkan rejeksi sangat tinggi terhadap zat-zat anorganik (bisa mencapai 99,9% rejeksi) dan rejeksi menengah sampai tinggi dari zat organic berberat molekul rendah. RO tekanan rendah biasanya digunakan untuk konsentrasi umpan yang lebih rendah seperti air payau dengan rejeksi berkisar antara 90-99%. Sementara itu Nanofiltrasi lebih diprioritaskan untuk ion bervalensi dua atau lebih.

Karena kemampuannya dalam memisahkan garam-garam, Mesin pengolah air laur teknologi reverse osmosis cocok digunakan dalam mengolah air laut menjadi air tawar.

Proses pengolahan air laut dengan reverse osmosis ini terdiri dari tiga tahap:

1) Pre-treatment untuk memisahkan padatan-padatan yang terbawa oleh umpan. Padatan-padatan tersebut jika terakumulasi pada permukaan membran dapat menimbulkan fouling. Pada tahap ini pH dijaga antara 5,5-5,8.

2) High pressure pump digunakan untuk memberi tekanan kepada umpan. Tekanan ini berfungsi sebagai driving force untuk melawan gradien konsentrasi. Umpan dipompa untuk melewati membran. Keluaran dari membran masih sangat korosif sehingga perlu diremineralisasi dengan cara ditambahkan kapur atau CO2. Penambahan kapur ini juga bertujuan menjaga pH pada kisaran 6,8 – 8,1 untuk memenuhi spesifikasi air minum.

3) Disinfection dilakukan dengan menggunakan radiasi sinar UV ataupun dengan cara klorinasi. Sebenarnya, penggunaan RO untuk desalinasi air laut sudah cukup untuk memisahkan virus dan bakteri yang terdapat dalam air. Namun untuk memastikan air benar-benar aman (bebas virus dan bakteri), disinfection tetap dilakukan.

Keunggulan RO yang paling superior dibandingkan metode-metode pemisahan lainnya yaitu kemampuan dalam memisahkan zat-zat dengan berat molekul rendah seperti garam anorganik atau molekul organik kecil seperti glukosa dan sukrosa. Keunggulan lain dari RO ini yaitu tidak membutuhkan zat kimia, dapat dioperasikan pada suhu kamar, dan adanya penghalang absolut terhadap aliran kontaminan, yaitu membran itu sendiri. Selain itu, ukuran penyaringannya yang mendekati pikometer, juga mampu memisahkan virus dan bakteri. Teknologi desalinasi air laut dengan RO cocok digunakan dalam pemurnian air minum dan air buangan. Di bidang industri, teknologi RO dapat digunakan untuk memurnikan air umpan boiler. Selain itu, Karena kemampuannya dalam memisahkan garam-garaman, sehingga teknologi reverse osmosis sangat dipercaya ampuh dalam desalinasi air laut menjadi air tawar .

Pada saat ini terdapat 7 alat pemisahan yang menggunakan membran yaitu, Mikrofiltrasi (MF), Ultrafiltrasi (UF), Elektrodialisis (ED), Reverse Osmosis (RO), Nano Filtrasi, Dialisis dan membran cair. Pada MF garam-garam tidak dapat direjeksi, hanya dapat merejeksi koloid, mikroorganisme dan suspended solid. UF, MF dan RO ketiganya bekerja berdasarkan gaya dorong tekanan, sedangkan ED berdasarkan beda potensial. Membran cair banyak digunakan untuk memisahkan logam dari larutannya, cara kerjanya berdasarkan beda konsentrasi dan adanya suatu zat pembawa.

Sumber [http://goo.gl/K5ZebI]

Related posts

Leave your comment

Your Name: (required)

E-Mail: (required)

Website: (not required)

Message: (required)

Send comment