You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»desalinasi,ultrafiltrasi»Mengurangi Fouling Pada Ultrafiltrasi

Mengurangi Fouling Pada Ultrafiltrasi

Fouling menyebabkan penurunan fluks dan efektivitas membran. Fouling ini dapat berupa endapan organik (makromolekul, substansi biologi), endapan inorganik (logam hidroksida, garam kalsium) dan partikulat. Teknologi membran ultrafiltrasi merupakan salah satu teknologi untuk pengolahan air. Teknologi ultrafiltrasi dapat menyaring mikroorganisme pathogen kecil dengan sangat efektif dan mengurangi kekeruhan air. Ultrafiltrasi bekerja berdasarkan ukuran partikel. Hal yang menjadi tantangan terberat dalam teknologi membran adalah terbentuknya foulant.

mengatasi fouling pada membranTerjadinya fouling membran tidak dapat dihindari dan inilah tantangan terberat dalam teknologi membran. Lapisan fouling membran (foulant) ini menghambat filtrasi. Foulant ini dapat berupa endapan organic (makromolekul, substansi biologi), endapan inorganik (logam hidroksida, garam kalsium) dan partikulat. Foulant akan terakumulasi pada permukaan membran karena tidak ikut ambil bagian dalam transfer massa. Akibatnya foulant ini akan mengurangi efektivitas dan fluks membran. Rejeksi menunjukkan kemampuan membrane dalam menyaring kotoran-kotoran yang ada dalam umpan.

Berikut ini merupakan teknik – teknik untuk mengurangi fouling pada membran ultrafiltrasi:

1. Perawatan Awal Terhadap Larutan Umpan

Johnson dan Tragardh ( 1989 ) menyebutkan bahwa kemampuan suatu larutan untuk menimbulkan foulant pada membran dapat dikurangi dengan menerapkan sejumlah metode perawatan/ pencegahan awal. Beberapa diantara upaya–upaya tersebut adalah :

A. Perawatan mekanik
Perawatan – perawatan mekanik ini sangat penting, khususnya bagi modul – modul ultrafiltrasi dengan channel sempit. Kemungkinan penyumbatan channel – channel aliran yang lebih besar terjadi pada untuk modul–modul membran spiral, hollow fiber, serta plate and frame dibandingkan modul ultrafiltrasi tubular karena channelnya relatif lebih sempit. Beberapa diantara usaha–usaha pencegahan mekanik ini adalah prefiltrasi dan sentrifugasi.

B. Perawatan/ pencegahan termal awal
Pencegahan termal ini seringkali digunakan untuk menghindari perubahan – perubahan yang tidak diinginkan, khususnya dalam pemrosesan material – material biologis yang sangat sensitif terhadap biodegradasi yang akan menyebabkan fouling. Sebagai contoh pH air dadih akan turun dengan cepat tanpa adanya perawatan panas awal yang memadai.

C. Perawatan secara kimiawi
Fenomena presipitasi, koagulasi, serta sifat –sifat adsorbsi solut pada larutan umpan sangat berhubungan pH serta konsentrasi garam dan partikel–partikel tersuspensi lainnya. Oleh karena itu pengaturan kondisi pH larutan serta penambahan zat–zat kimia sangat penting perananya dalam mencegah dan mengurangi fouling. Pada ultrafiltrasi air dadih, dimana deposit – deposit mineral sering terjadi, perawatan kimia yang dilakukan adalah dengan menambahkan asam – asam tertentu ( seperti asam nitrat dan asam peroksida ). Beberapa perawatan kimia lainnya yang sering dilakukan adalah penambahan EDTA ( agensia pengkompleksan ), karbon aktif ( adsorban ), klorinasi, serta klarifikasi kimia lainnya.

D. Pemilihan Material Membran
Material membran sangat menentukan dalam pencegahan fouling. Berikut ini beberapa upaya yang disarankan oleh Mulder ( 1991 ) dalam pemilihan material membran :

-Penggunaan membran dengan distribusi ukuran pori yang sempit lebih dianjurkan karena kemampuannya untuk membentuk fouling cukup kecil.

-Secara umum materi teradsorpsi dengan kuat pada permukaan membran–membrane hidrophobik. Oleh karena itu untuk mencegah terjadinya fouling lebih baik digunakan membran – membran hidrofilik.

2. Penghilangan Fouling Dengan Teknik Pencucian

Teknik pencucian balik merupakan teknik yang paling umum digunakan dalam proses penghilangan zat pengotor (fouling) yang terakumulasi dipermukaan membran. Teknik pencucian balik (backwash) pada umumnya dilakukan dalam 2 cara, yaitu :

a. Pembilasan balik (back flushing) dengan menggunakan permeat.
b. Rangkaian pencucian yang terdiri dari penghembusan udara yang melalui membran dan membilasnya dengan larutan umpan.

Demikian artikel kali ini yang berisi tentang cara mengurangi fouling pada membran ultrafiltrasi, semoga tips di atas dapat bermanfaat.

Sumber:[ http://goo.gl/K5ZebI]

Related posts

Leave your comment

Your Name: (required)

E-Mail: (required)

Website: (not required)

Message: (required)

Send comment