You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»air laut,reverse osmosis,Reverses Osmosis RO»Mengubah Air Laut Menjadi Tawar Teknologi Reverse Osmosis

Mengubah Air Laut Menjadi Tawar Teknologi Reverse Osmosis

Reverse Osmosis menjadi solusi krisis air,  Reverse Osmosis dapat mengubah air laut menjadi air tawar dengan alat Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). Kehidupan perkampungan di pinggir-pinggir laut tidaklah mudah. Seperti di daerah Kronjo di utara Tangerang. Mau ke sana butuh dua jam dari terminal kota. Jalan yang rusak, bikin tambah lama untuk mencapainya. Tak cuma minim akses, perkampungan di pesisir pantai juga kebanyakan kekurangan pasokan air bersih. Camat Kronjo, Mulyono mengatakan, kalau pasokan air di sana hanya mencukupi 10 persen kebutuhan total warganya.

Pilihan lainnya adalah warga memanfaatkan air dari Cisadane, yang menurut kabar terakhir kualitasnya rusak berat. Atau pilihan lain yang paling berat, yaitu menggunakan air asin yang banyak berada di sana untuk dikonsumsi. Tapi apa mungkin hal tersebut bisa dilakukan. Bisa saja. Sebab ternyata pasokan air bisa berasal dari mana saja karena teknologi dalam pemurnian air semakin berkembang dan bertambah modern. Bahkan dari air asin / air laut sekalipun dapat menjadi air minum, urai Ir. Nusa Idaman Said, M.Eng, peneliti teknologi pengelolaan air bersih BPPT. Dia menjelaskan, alat pengolah air asin ada banyak dan macamnya. Untuk beberapa waktu terakhir ini untuk mengolah air asin dikenal cara destilasi, pertukaran ion, elektrodialisis, dan osmosis balik ( Reverse Osmosis), tambahnya. Masing-masing teknologi pengolahan air mempunyai keunggulan dan kelemahan. Tergantung dari pemanfaatan teknologi pengolahan air asin tersebut, yang harus disesuaikan dengan konsidi air baku, biaya yang tersedia, kapasitas dan kualitas yang diinginkan oleh pemakai air. Dengan pertimbangan tersebut kita juga harus teliti sebelum memilih dan menggunakan teknologi pengolahan air apa yang akan kita gunakan.

Di antara berbagai macam teknologi pengolahan air yang banyak dipakai merupakan teknologi destilasi dan osmosis balik . Teknologi destilasi atau pengolahan air dengan teknik penyulingan/penguapan umumnya banyak dipakai di tempat yang mempunyai energi terbuang seperti pada proses pembakaran gas minyak pada kilang minyak. Sedangkan teknologi osmosis balik banyak dipakai dalam skala yang lebih kecil atau untuk kebutuhan rumah tangga karena alat ini sangat peraktis namun seiring perkembangan teknologi alat pengolahan air berteknologi osmosis balik sudah digunakan di industri maupun daerah pesisir pantai yang sedang krisis air, kata Nusa.

Keunggulan Teknologi Desalinasi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO)

Keunggulan teknologi desalinasi air osmosis balik ini merupakan kecepatan proses pengolahan dalam memproduksi air bersih yang sehat. Teknologi desalinasi air laut dengan teknik osmosis balik ini menggunakan tenaga pompa sehingga bisa memaksa produksi air keluar lebih banyak sehingga kita mendapatkan air bersih sesuai dengan kebutuhan kita, tambah Nusa. Secara proses, sistem pengolahan RO ini menggunakan membran sebagai pemisah air dengan pengotornya. Pada proses dengan membrane RO,  Proses Pretreatment atau pemisahan air dari pengotornya didasarkan pada proses penyaringan dengan skala molekul, katanya lagi. Hal ini dilakukan karena di dalam proses desalinasi air laut dengan sistem osmosis balik , tidak memungkinkan untuk memisahkan seluruh garam dari air lautnya. Karena akan membutuhkan tekanan yang sangat tinggi sekali.
reverse osmosis air laut
Namun, pada praktiknya untuk menghasilkan air tawar, air asin atau air laut dipompa dengan tekanan tinggi ke dalam suatu modul membran osmosis balik yang mempunyai dua buah pipa keluaran, yakni pipa keluaran untuk air tawar yang dihasilkan dan pipa keluaran untuk air garam yang telah dipekatkan. Kemudian di dalam membran osmosis balik tersebut terjadi proses penyaringan dengan ukuran molekul. Yaitu pemisahan partikel yang molekulnya lebih besar dari pada molekul air, misalnya molekul garam dan lainnya, ke dalam air buangan. Karena itu air yang akan masuk ke dalam membran osmosa balik harus mempunyai persyaratan tertentu, misalnya kekeruhan harus nol, kadar besi harus kurang dari 0,1 mili gram, densitas ph juga harus dikontrol agar tidak terjadi pengerakan kalsium karbonat dan lainnya, ungkap Nusa.

Inilah yang menjadi kelemahan dari teknologi Reverse Osmosis ini. Yaitu penyumbatan pada selaput membran oleh bakteri dan kerak kapur atau fosfat. Yang umum terdapat dalam air asin atau laut. Untuk mengatasi kelemahannya, menurut Nusa pada unit pengolah air osmosa balik selalu dilengkapi dengan unit anti pengerakkan dan anti penyumbatan oleh bakteri.

Sumber [puspiptek.ristek.go.id]

Related posts

Leave your comment

Your Name: (required)

E-Mail: (required)

Website: (not required)

Message: (required)

Send comment