Melestarikan Lingkungan Air

Lingkungan air wajib dilestarikan. Lingkungan air merupakan sumber kehidupan. Sehingga dimana ada air disitu pasti ada kehidupan. Air memiliki peranan yang sangat besar dalam kelangsungan hidup kita. Air memberikan banyak manfaat bagi hidup kita. Dengan air kita dapat makan, minum, mencuci, mandi, membersihkan barang, bermain, dan sebagainya.

Lalu pernahkah terlintas dipikiran kalian bagaimana jika kita hidup di dunia ini tanpa air ?
Meski terlihat sepele, tetapi sebenarnya air merupakan barang sangat penting sekali bagi kita.
Hal ini dapat disebabkan karena kesalahan kita dalam memanfaatkan, memelihara, dan merawat ketersediaan air dalam kehidupan sehari-hari. Banjir, tanah longsor, erosi, tanah tandus, daerah gersang, air yang tercemar sampah atau air limbah, merupakan sedikit contoh dari dampak bila kita salah dalam menyikapi ketersediaan air.

Apa yang menyebabkan lingkungan air tercemar dan rusak?
Ada banyak faktor yang menyebabkannya, tapi yang pasti itu semua disebabkan oleh kelalaian kita sebagai manusia dalam merawat dan melestarikan sumber daya alam terutama air.
Lalu setelah menyadari akan segala kecerobohan ini kita seharusnya dapat berubah. Kita harus berubah, mencoba berpikir dengan segala potensi akal sehat yang kita miliki untuk dapat berbuat demi menyelamatkan kelangsungan kelestarian air di muka bumi ini.

Beberapa hal yang dapat kita lakukan antara lain :

1. Menghemat penggunaan air bersih.
2. Membuang sampah pada tempatnya.
3. Mengadakan pengolahan limbah secara benar.
4. Menjalankan reboisasi agar hutan tetap terjaga kelestariannya.
5. Mencegah penebangan pohon secara liar.
6. Mengadakan sosialisasi tentang betapa pentingnya melestarikan lingkungan air dan peranan air dalam kehidupan umat manusia.
7. Menghapus sistem penambangan secara liar tanpa mempertimbangkan keseimbangan ekosistem.
8. Membersihkan daerah sumber-sumber air bersih dari segala sampah.
9. Menciptakan suatu lingkungan yang asri, dengan di mulai dari lingkungan rumah kita sendiri.
10. Menjaga stabilitas ketersediaan air bersih di dalam tanah.

Untuk itu lakukanlah perubahan sekecil apapun sejak dini demi kelangsungan hidup anak cucu kita di masa depan.

Hubungan antara Keberadaan Air dengan Usaha Pemanfataan dan Upaya Pelestarian Air, dapat digambarkan sebagai hubungan “segitiga” yang saling berinteraksi timbal-balik.

Hubungan timbal balik tersebut dapat diuaraikan sebagai berikut :

  1. Air yang tersedia secara alami harus dimanfaatkan secara efisien dan efektif ( Keberadaan Air  untuk Usaha Pemanfataan ).
  2. Dalam pemanfaatan air, pengeksploitasiannya tidak berlebihan dan harus disesuaikan dengan kebutuhan ( Usaha Pemanfataan  untuk Keberadaan Air ).
  3. Perlu dilakukan upaya “recycling” dari hasil pemanfaatan (baik dari hasil kegiatan industri maupun rumah tangga) yang sebelum di buang ke badan air (sungai, kali atau laut) ataupun permukaan tanah, terlebih dahulu harus diolah sedemikian rupa guna men-cegah terjadinya pencemaran ( Usaha Pemanfaatan untuk Upaya Pelestarian ).
  4. Upaya Pelestarian bertujuan menjaga keberlanjutan dari usaha pemanfaatan ( Upaya Pelestarian untuk Usaha Pemanfaatan).
  5. Upaya Pelestarian juga dimaksudkan untuk menjaga “kuantitas” dan “kualitas” sumber daya air (Upaya Pelestarian untuk Kelestarian Keberadaan Air).

Sumber daya air harus dilestarikan guna mencegah terjadinya ketidak-seimbangan siklus hidrologi dan ekosistem (Keberadaan Air untuk Upaya Pelestarian).

Jika ketiga komponen tersebut terlaksana dengan baik dan bersinergi, maka dapatlah diharapkan :

  1. Sumber Daya Air menjadi BAIK (Bersih, Aman, Interkoneksi dan Kekal).
  2. Pemanfaatan Air menjadi HEMAT (Hati-hati, Efisien, Manusiawi, Adil dan Tanggung-jawab).
  3. Upaya Pelestarian menjadikan sumber daya air menjadi ABADI (Alamiah, Bersinambungan, Akomodatif, Distributif dan Interaksi).

Dalam rangka upaya pengelolaan dan pelestarian  sumber daya air terutama lingkungan air, perlu menjadi perhatian bahwa pada hakekatnya setiap makhluk hidup terutama “manusia”, mempunyai peranan dan tanggung jawab yang sama terhadap keberadaan sumber daya air yang ada di bumi ini.
Dalam upaya “menyelamatkan” air, maka perlu dikembangkan prinsip “kemitraan” antar “stakeholders” bidang sumber daya air, yang melibatkan baik pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat.

Pola kemitraan tersebut, secara garis besar dapat digambarkan sebagai berikut :

  1. Pemerintah berperan sebagai ; regulator, administrator, operator, konseptor dan penyandang dana.
  2. Dunia Usaha berperan sebagai ; inspirator, operator, konseptor, motivator dan penyandang dana.
  3. Masyarakat berperan sebagai ; pengontrol, inspirator dan motivator (melalui LSM).

Ketiga unsur ini (Pemerintah, Dunia Usaha dan Masyarakat), harus berinteraksi dan bersinergi dengan baik dalam hubungan sebagai berikut :

  1. Pemerintah memberi dan mengatur peluang usaha/pemanfaatan dan penyuluhan kepada Dunia Usaha yang berkeinginan memanfaatkan sumber daya air.
  2. Dunia Usaha memberi masukan dan saran kepada Pemerintah dalam hal pengambilan kebijakan bidang Sumber Daya Air.
  3. Dunia Usaha yang memanfaatkan sumber daya air berkewajiban untuk peduli kepada masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih.
  4. Masyarakat memberikan masukan dan saran kepada Dunia Usaha dalam usaha mereka memanfaatkan sumber daya air.
  5. Masyarakat juga berkewajiban memberikan masukan dan saran kepada Pemerintah dalam hal pengambilan kebijakan.

Pemerintah berkewajiban pula memberikan penyuluhan tentang upaya-upaya penyelamatan sumber daya air kepada Masyarakat dan memberikan motivasi agar Masyarakat merasa ikut bertanggung- jawab terhadap keselamatan sumber daya air.

Jika ketiga komponen tersebut diatas (Pemerintah, Dunia Usaha dan Masyarakat) dapat saling berinteraksi dan bersinergi dengan baik, maka diharapkan dalam pengelolaan sumber daya air akan tercipta hal-hal sebagai berikut :

  1. Pemerintah akan menjadi BAIK (Bijak, Amanah, Informatif dan Komunikatif).
  2. Dunia Usaha akan mendapat PROFIT (Peduli, Realistis, Objektif, Fair, Informatif dan Transparan).
  3. Masyarakat akan menjadi SEHAT (Sejahtera, Edukatif, Hemat, Arif dan Tanggung jawab).

Kesimpulan dari artikel Melestarikan Lingkungan Air ini adalah bahwa keberadaan  air  terutama air yang terdapat di daratan (di bawah permukaan tanah) pada hakekatnya sangatlah berlimpah. Bahwa air merupakan sumber daya alam yang paling dibutuhkan oleh makhluk hidup, terutama manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Munculnya krisis / kelangkaan akan air pada beberapa Negara di dunia termasuk Negara kita akhir-akhir ini, pada dasarnya semua akibat dari-pada perlakuan kita yang kurang bahkan tidak peduli untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Aktifitas manusia dalam “menjalani” kehidupan saat ini sudah terlalu berlebihan dalam pengeksploitasian sumber daya alam yang ada, termasuk pengeksploitasian sumber daya air, tanpa pernah berpikir bagaimana pengeksploitasian tersebut dilakukan secara tepat dan bijaksana dengan tetap menjaga keseimbangan ekosistim dan lingkungan hidup.

Oleh karena itu, mulai sekarang sudah seharusnya kita umat manusia, baik secara pribadi maupun kelompok, secara bersama-sama berpikir dan berupaya untuk “menyelamatkan” keberlangsungan kehidupan di muka bumi ini dengan upaya-upaya untuk “melestarikan” keberadaan air yang sangat kita butuhkan.

“Kepada alam kita tak jaga, alamat datang bencana tak terduga”.

 Sumber [Aneka Sumber]

Related posts

Leave your comment

Your Name: (required)

E-Mail: (required)

Website: (not required)

Message: (required)

Send comment