You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»Air Bersih,Pengolahan Air Bersih»Layanan Air Bersih Masih Buruk

Layanan Air Bersih Masih Buruk

Terkait penyediaan air bersih di Provinsi DKI oleh PT. PAM Jaya dan Suez Environment sempat membuat Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau kerap dipanggil Ahok berang dan mengancam akan memutus kontrak kerja sama seperti yang diwartakan oleh media terkemuka ibu kota di bawah ini.

KOMPAS.com :

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, ada tiga poin yang merugikan Pemerintah Provinsi DKI terkait kontrak kerja sama PT PAM Jaya dengan Suez Environment selaku pemilik 51 persen saham PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja). Ia mengancam akan memutus kontrak jika Suez Environment tak menunjukkan inisiatif untuk mengatasi hal ini.

Tiga poin yang merugikanpenyediaan_air_bersih2 Pemprov DKI itu adalah tingginya tingkat internal rate of return (IRR) atau pengembalian investasi Palyja sebesar 22 persen, kebocoran air hingga 42-45 persen, dan biaya sambungan pipa yang mencapai Rp 1 juta. Menanggapi hal itu, Basuki memberikan tiga opsi kepada Suez Environment untuk memperbaiki kontrak dan kinerjanya.

Pada opsi pertama, Basuki akan meminta Suez melakukan penyeimbangan atau rebalancing kontrak dengan PAM Jaya. “Kalau dia tidak mau, saya bisa tempuh opsi kedua dengan membawa masalah ini ke arbitrase Singapura. Atau opsi ketiga, saya usir kamu,” kata Basuki di Balaikota Jakarta, Jumat (19/4/2013).

Suez Environment perlu melakukan rebalancing untuk dapat menurunkan IRR dari 22 persen ke batas normal, yaitu sekitar 14-15 persen. Dengan IRR sebesar itu, Pemprov DKI harus membayar hingga Rp 10 triliun kepada Suez Environment.

Mengenai biaya sambungan pipa yang mencapai jutaan rupiah dan kebocoran air yang belum juga tertangani, hal itu semakin meyakinkan Basuki untuk memutuskan kontrak dengan Suez. Kontrak itu semestinya baru akan selesai pada tahun 2025.

“Gila aja, mana ada bisnis joint kayak begitu? Rugi, ya, rugi bareng dong! Coba cari di mana di dunia ada bisnis kayak gitu. Itu yang bikin saya kesal gitu loh. Kebocoran airnya saja sampai 45 persen,” kata Basuki.

Pria yang akrab disapa Ahok itu menegaskan bahwa tiga opsi itu menjadi suatu penegasan kepada Suez Environment bahwa Pemprov DKI menginginkan kedua pihak melakukan penyeimbangan kontrak. Hal itu harus dilakukan karena perusahaan asal Filipina, Manila Water, telah menawar 51 persen saham Palyja. “Dengan adanya opsi ini, minimal pihak Suez jadi tahu kalau saya ini serius,” ujarnya. Editor : Laksono Hari W

Merdeka.Com:

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) geram saat ini masih ada kebocoran air bersih sebesar 42-45 persen di ibu kota. Ahok tak mau kebocoran ini terus berlanjut karena pada 2015 merupakan batas Millenium Development Goal’s (MDGs).

“Cuma masalahnya kita kesel kan. Tahun 2015 itu batas MDG’s. Sekarang sudah 68 persen orang kesambung. Kebocoran air masih 42 sampai 45 persen. Itu yang saya kesel gitu loh,” ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat (19/4).

Mantan bupati Belitung Timur ini mempertanyakan, apakah nanti pasokan air bersih dari Jatiluhur akan menambah jumlah pasokan untuk Jakarta.

“Sekarang Aetra udah setuju, renegosiasi. Kalau kamu (Suez) mau beda dikit dari aetra saya masih terima karena mungkin aetra airnya lebih banyak. Tapi kalau kamu masih tidak mau, saya tidak terima. Kamu tidak fair. Saya upload di Youtube ini video, supaya dunia bisa lihat perusahaan kamu ini beres apa tidak sama Indonesia, saya bilang,” jelas Ahok.

Ahok mengaku Pemprov DKI tidak mau masuk dalam saham Palyja sebab pemerintah hanya memiliki tanah. Saat ini, Pemprov hanya menjual air seharga Rp 12 ribu dan masih memiliki untung.

“Kita minta PAM kaji kamu sambungin, gratis. Tapi orang miskin ini kamu kenakan per kubiknya Rp 10 ribu. Dia mau dong, daripada dia beli Rp 30-50 ribu. Jadi 100 ribu. Daripada beli air nunggu nenteng yang gak jelas. Nah, PAM lagi kaji. Kalau itu kita hitung PAM bisa untung tiap bulan Rp 90 miliar. Jdi PAM bisa nyambung air banyak sekali untuk memenuhi MDG’s tadi,” jelasnya.

Dia juga meminta mencabut sambungan air di daerah-daerah ilegal. Pencurian air masih bisa diatasi asal kawasan kumuh dibongkar.[mtf]

Related posts

Leave your comment

Your Name: (required)

E-Mail: (required)

Website: (not required)

Message: (required)

Send comment