You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»air laut,Air Minum»Instalasi Pengolahan air laut cegah krisis air

Instalasi Pengolahan air laut cegah krisis air

Pengolahan air laut segera dilakukan karena instalasi pengolahan air laut cegah krisis air berkepanjangan. Pemerintah daerah di kepulauan harus memikirkan bagaimana mengelola air laut untuk memenuhi keperluan sehari-hari masyarakat seperti air minum, cuci dan sebagaimananya.

“Daerah-daerah kepulauan dalam musim kemarau seperti ini pasti kekurangan air untuk keperluan pokok sehari-hari,” kata Direktur Air, Ditjen Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Danny Sutjiono, kepada pers di kantornya.

pengolahan air laut

Ia mengatakan, mengolah air laut menjadi air tawar dan bisa digunakan untuk kebutuhan pokok sehari-hari biayanya cukup mahal, dimana setiap satu meter kubik air laut menghabiskan dana Rp 9.000. Selain itu, pengadaan mesin pengolahnya juga mahal. “Sampai saat ini mesin seperti ini masih impor,” kata dia.

Menurut Danny, saat ini, masyarakat yang menggunakan air laut untuk kebutuhan sehari-hari seperti untuk minum dan sebagainya adalah masyarakat Sampang, Madura, Jawa Timur. “Saya pikir di Kepulauan Seribu atau daerah-daerah di NTT perlu ada pengelolaan air laut ini,” kata dia.

Menurut Danny, ketersediaan air sebagian besar Indonesia lumayan memadai, kecuali daerah kepulauan. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat dan semua pihak agar menjaga kelestarian lingkungan agar sumber air tidak kering.

Sedangkan Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU, Mochamad Amron, mengatakan, debit air sebagian sungai di Indonesia pada tahun-tahun terakhir berkurang jauh dibanding 15 – 20 tahun lalu. Hal ini, kata dia, disebabkan adanya kerusakan lingkungan di hulu sungai atau air.

Secara keseluruhan hulu sungai saat ini kondisinya hanya 15 persen – 20 persen baik (terlestari). “Sebagian besar rusak oleh masyarakat sendiri,” kata dia.

Menurut Amron, sebagian besar kawasan hulu sungai di Indonesia adalah milik masyarakat, sehingga dengan susuka mereka merusaknya. “Idealnya pemerintah menguasai kawasan hulu ini, agar debit air terjaga,” kata Amron.

Danny menambahkan, untuk mengantisipasi dan penanggulangan atas bencana kekeringan Kementerian PU dan Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di desa-desa rawan air bersih.

Ditjen Cipta Karya telah dan sedang melaksanakan pembangunan SPAM Perdesaan do 153 desa air dari 486 desa rawan air yang sebelumnya menderita dampak pada ketersediaan air minum.

Ia melanjutkan, upaya tanggap darurat dilakukan oleh Kemen PU bersama pemerintah daerah melalui pengiriman mobil instalasi pengolahan air, mobil tangki air dan perlengkapan hidran umum.

Guna mengatasi krisis air yang bisa dikonsumsi,  Kementerian Kelautan dan Perikanan mengembangkan teknologi pengolahan air laut dalam untuk dikemas menjadi air mineral dan dipasarkan dalam botol. Air minum olahan itu dihasilkan melalui proses desalinasi.

”Penyediaan air mineral laut dalam merupakan suatu kegiatan yang bersifat strategis untuk mengantisipasi kemungkinan krisis air bersih di masa mendatang,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, dalam siaran pers,

Berdasarkan hasil penelitian Kementerian Kelautan dan Perikanan, beberapa lokasi di perairan di Indonesia sangat potensial untuk pengembangan industri air mineral dari air laut dalam (deep sea water) ini.

Beberapa lokasi itu, di antaranya, Nusa Penida dan Gondol di Provinsi Bali, Selat Lombok, perairan sekitar Pulau Biak di Papua, serta perairan di sekitar Palabuhanratu di Provinsi Jawa Barat.

Selain itu, perairan sekitar Makassar di Provinsi Sulawesi Selatan, Perairan Bima dan Dompu di Nusa Tenggara Barat, serta perairan Kupang di Nusa Tenggara Timur.

Sekitar 70 persen wilayah Indonesia merupakan perairan. Total luas wilayah perairan adalah 5,8 juta kilometer persegi, dengan 40 persen dari perairan laut merupakan laut dalam.

Industri air laut dalam dimulai pada skala kecil, yaitu kapasitas sedot air laut dalam sebesar 10-15 ton per hari. Biaya investasi tahap awal untuk industri air laut skala kecil sebesar Rp 15 miliar.

Saat ini, kegiatan industri air laut berkembang kapasitas sedotnya menjadi 40-60 ton per hari dengan menggunakan dua kapal berukuran 60-100 gross ton (GT).

Air laut dalam, dengan kandungan mineralnya setelah diolah dengan proses desalinasi, sangat penting dan bermanfaat untuk suplai air bersih bagi kelangsungan hidup dan kesehatan tubuh manusia.

Proses desalinasi air laut juga menghasilkan garam berkualitas tinggi untuk berbagai kegunaan, yaitu untuk budidaya perikanan, pertanian, kosmetik, obat-obatan, serta pendingin ruangan.

Kebutuhan garam Indonesia sekitar 3 juta ton dan Indonesia masih harus mengimpor garam 1,8 juta ton per tahun karena tidak bisa dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Sumber [AnekaSumber]

Related posts

Leave your comment

Your Name: (required)

E-Mail: (required)

Website: (not required)

Message: (required)

Send comment