You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»Harga Penjernih Air

Harga Penjernih Air

Filter air asin reverse osmosis

Filter air asin berbagai jenis, Filter air asin berfungsi mengolah air asin atau air laut menjadi air minum yang sehat. Pengolahan air asin/payau menjadi air tawar atau sering dikenal dengan istilah desalinasi dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) macam yaitu 1. Proses destilasi (suling). 2. Proses penukar ion dan 3. Proses filtrasi. Proses destilasi memanfaatkan energi panas untuk menguapkan air asin. Uap air tersebut selanjutnya didinginkan menjadi titik-titik air dan hasil ditampung sebagai air bersih yang tawar. Proses desalinasi menggunakan teknik penukar ion memanfaatkan proses kimiawi untuk memisahkan garam dalam air. Pada proses ini ion garam (Na Cl) ditukar dengan ion seperti Ca+2 dan SO4-2 . Materi penukar ion berasal dari bahan alam atau sintetis. Materi penukar ion alam misalnya zeolit sedangkan yang sintetis resin (resin kation dan resin anion). Proses desalinasi yang ke tiga menggunakan filter air semipermeabel untuk memisahkan molekul garam dalam air. Proses ketiga ini lebih dikenal dengan sistem osmose balik (Reverse Osmosis). Keistimewaan dari proses ini adalah mampu nyaring molekul yang lebih besar dari molekul air.

filter air laut reverse osmosis

Air merupakan sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan di bumi. Sumber air tersebut ada yang diperoleh dari air tanah, mata air air sungai, danau dan air laut. Sumber air di bumi tersebut berasal dari suatu siklus air dimana tenaga matahari merupakan sumber panas yang mampu menguapkan air. Air baik yang berada di darat maupun laut akan menguap oleh panas matahari. Uap kemudian naik berkumpul menjadi awan. Awan mengalami kondensasi dan pendinginan akan membentuk titik-titik air dan akhirnya akan menjadi hujan. Air hujan jatuh kebumi sebagian meresap kedalam tanah menjadi air tanah dan mata air, sebagian mengalir melalui saluran yang disebut air sungai, sebagian lagi terkumpul dalam danau/rawa dan sebagian lagi kembali ke laut.

 Manusia sering dihadapkan pada situasi yang sulit dimana sumber air tawar sangat terbatas dan di lain pihak terjadi peningkatan kebutuhan. Bagi masyarakat yang tinggal didaerah pantai, pulau kecil seperti kepulauan seribu air tawar merupakan sumber air yang sangat penting. Sering terdengar ketika musim kemarau mulai datang maka masyarakat yang tinggal di daerah pantai atau pulau kecil-kecil mulai kekurangan air. Air hujan yang merupakan sumber air yang telah disiapkan di bak penampung air hujan (PAH) sering tidak dapat mencukupi kebutuhan pada musim kemarau.

Padahal kita mengetahui bahwa sebenarnya sumber air asin itu begitu melimpah, kenyataan menunjukkan bahwa ada banyak daerah pemukiman yang justru berkembang pada daerah pantai. Melihat kenyataan semacam itu manusia telah berupaya untuk mengolah air asin/payau menjadi air tawar mulai dari yang menggunakan teknologi sederhana seperti menyuling, filtrasi dan ionisasi (pertukaran ion). Sumber air asin/payau yang sifatnya sangat melimpah telah membuat manusia berfikir untuk mengolahnya menjadi air tawar.

Untuk memenuhi kebutuhan akan air tawar manusia telah mengembangkan sistem filter air asin/payau dengan teknologi membran semipermeabel. Membran (selaput) semipermeabel adalah suatu selaput penyaring skala molekul yang dapat ditembus oleh molekul air dengan mudah, akan tetapi tidak dapat atau sulit sekali dilalui oleh molekul lain yang lebih besar dari molekul air.

Teknologi pengolahan air asin/payau terutama yang menggunakan teknologi filter air membran semipermeabel. Teknologi pengolahan air asin/payau ini lebih dikenal dengan sistem osmosa balik (Reverse Osmosis disingkat RO).

Teknologi ini menerapkan sistem osmosis yang dibalik yaitu dengan memberikan tekanan yang lebih besar dari tekanan osmosis air asin/payau. Air asin/payau tersebut ditekan supaya melewati membran yang bersifat semi permeabel, molekul yang mempunyai diameter lebih besar dari air akan tersaring.

 Tujuan penerapan teknologi RO adalah :

  • Pemenuhan kebutuhan dasar manusia yaitu kebutuhan air bersih. Maksudnya adalah untuk mencukupi kebutuhan akan air bersih sebagai bagian dari kebutuhan dasar setiap manusia.
  • Pengenalan filter air pengolahan air asin/payau. Teknologi pengolahan air asin/payau ada tiga macam yaitu : 1. Penyulingan. 2. Penyaringan dan 3. Pertukaran ion. Pengenalan yang dilakukan disini adalah yang menggunakan teknik penyaringan tingkat molekul.

Hasil dari pengolahan filter air asin ini adalah:

  • Pemenuhan air minum yang sehat, sebab air hasil olahan dengan teknologi ini berupa air bersih yang sehat, tidak berbau, jernih, tidak berasa, bebas bakteri, dan tidak asin.
  • Pemanfaatan sumberdaya yang ada, maksudnya adalah memanfaatkan sumberdaya air yang berasal dari air payau, atau asin. Padahal kita mengetahui bahwa sumber air asin merupakan sumberdaya yang sangat melimpah.

 Alat pengolah air sistem RO mempunyai fungsi untuk mengolah air asin/payau menjadi air tawar dengan cara filtrasi tingkat molekul, dengan demikian alat ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi manusia. Pemanfaatan teknologi ini akan memberi kemudahan bagi manusia untuk mendapatkan air bersih yang diperoleh dari pengolahan air asin/payau.

Manfaat lainnya yang dapat dinikmati oleh manusia dengan diterapkannya pengolah air sistem RO berupa peningkatan mutu kualitas air hasil olahan dengan begitu tubuh kita menjadi sehat dan kuat.

 Sumber [resapanairtanah.blogspot.com]

Air tanah di jakarta semakin sedikit

Air tanah di jakarta semakin sedikit, Persediaan air tanah semakin berkurang di kota besar seperti Jakarta. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) berniat untuk melarang masyarakat Jakarta menggunakan air tanah. Hal ini disebutkan untuk menjaga tanah Jakarta agar tidak terus turun, namun peraturan ini belum dijelaskan detail kapan diimplementasikannya.

Wakil Menteri PU Hermanto Dardak mengatakan sebelum diimplementasikannya aturan ini, pihaknya akan membenahi dan membuat waduk terlebih dahulu untuk mencukupi kebutuhan air di Jakarta dengan menggunakan air permukaan tersebut.

“Dan untuk di Jakarta waduk untuk meningkatkan pelayanan air bersih sebelum kita melarang menggunakan air tanah, tapi waktunya masih panjang. Tapi di beberapa daerah sudah kita larang,” ungkapnya ketika ditemui di JCC, Jakarta.

air tanah kualitasUntuk saat ini, Kemen PU belum membenahi waduk terutama untuk mencukupi kebutuhan air di Jakarta seperti waduk Jatiluhur, dan dari barat sedang membangun waduk Karyan di Banten. “Ini sumber air baku di jakarta, di serang juga ada itu di Cilegon,” ucapnya.
Untuk pembangunan waduk baru saat ini dia menyebutkan ada 3 waduk yaitu waduk Jatibarang, Jatigede dan Karyan di Banten. Selain di Jakarta juga ada waduk di Semarang.

“Jadi ini gunanya selain untuk pengendalian banjir dan dukungan air bersih juga untuk Irigasi, ini semua masih berjalan ini juga,” pungkasnya.

Berdasarkan data peta elektronik yang dikeluarkan Badan Informasi Geospasial (BIG), permukaan tanah di DKI Jakarta mengalami penurunan sekitar 2,8 cm setiap tahunnya. Sebagai langkah pencegahan awal, Gubernur Jokowi segera merealisasikan sumur resapan di titik-titik vital.

“Udah kita anggarkan sumur resapan dalam, dangkal dan pergub untuk sumur resapan. Itu aja,” ujar Jokowi di Kantor Kemenkeu, Jakarta.

Menurut Jokowi, terus menurunnya permukaan tanah di Jakarta karena ratusan gedung yang berdiri megah terus menyedot air bawah tanah. Hal itu juga berdampak pada persediaan air baku di Jakarta.

“Karena memang turunnya karena selalu disedot. Karena itu air baku kita harusnya 100 persen ngambil di Waduk Jatiluhur, Waduk Karya tapi ini belum siap. Sehingga ngejarnya di situ, enggak ada yang lain,” jelas Jokowi.

Jokowi segera melakukan pengecekan ke semua gedung yang membangkang perintahnya untuk membuat sumur resapan. Jika masih ada yang tidak mengindahkan, bersiap saja efek ada efek yang lebih besar yang akan dihadapi Jakarta.

“Ya kalau kita enggak sediakan, kalau mereka kita paksa tidak, alternatifnya kan harus siap, nah ini yang belum. Ini kan kita kejar-kejaran dengan itu. Artinya apa, yang di dalam tanah itu untuk cadangan, di negara manapun seperti itu konsepnya. Lha kita ini enggak punya cadangan diambilin terus, ya jogrok,” tandasnya.

Mungkin sebagai antisipasi masalah berkurangnya jumlah air tanah di kota besar, Khususnya Jakarta . Salah satu cara yang dilakukan oleh salah satu komunitas di Jambi ini dapat diterapkan

Komunitas Konservasi Indonesia (Warsi) Jambi memperkenalkan kepada warga tentang pengelolaan air tanah dengan metode biopori.

Kegiatan ini sekaligus untuk mengurangi kecemasan warga Kota Jambi akan semakin langkanya kualitas dan kuantitas air tanah seiring terjadinya perubahan iklim dan pemanasan global.

“Kita sudah lama menggunakan dan mengembangkan metode ini sebagai uji coba di pekarangan kantor kita dan ternyata hasilnya sangat positif, air sumur kita tidak pernah kering dengan kualitas air yang sangat bagus, sangat jernih layak dikonsumsi dan digunakan untuk keperluan lainnya,” kata Staf Deputi Humas Infokom KKI Warsi, Sukmareni di Jambi, Sabtu.

Saat ini, model dan metoda biopori tersebut sesungguhnya sudah layak dipublikasikan, karena itu KKI Warsi mengajak warga sekitar kantornya untuk ikut mengembangkan metoda tersebut guna membantu mereka dalam pengadaan ketersediaan air tanah yang awet dan terawat.

“Dengan proyek percontohan di pekarang kita ini, diharapkan warga sekitar bisa melihat langsung dan selanjutnya berminat untuk mengembangkan hal serupa di rumah mereka, pasalnya biopori ini baru akan terasa besar dampak positifnya kalau digunakan secara massal, minimal oleh warga satu komplek,” katanya.

Ia menyatakan dengan metoda memanfaatkan sejenis mikroba pengurai tanah tersebut dengan luas ruang pekarangan yang minimal maka sudah dapat menjaga kelestarian air tanah di kawasan tersebut hingga aman dari ancaman banjir di musim hujan atau kekeringan di musim kemarau seperti yang sudah kerap terjadi di Jambi satu dekade belakangan ini.

Secara sederhana, tambah Reni, warga hanya cukup membangun ruang dengan menggali tanah di bawah pekarangan atau halaman rumahnya lalu memasukkan jenis limbah an organik beserta sejenis mikroba pengurai tanah.

Selanjutnya ditutup dengan konblok berpori maka setiap kali hujan air akan meresap dan disimpan di dalam ruang tanah yang sudah diurai oleh mikroba tersebut sehingga ketersediaan dan kegunaan air dapat selalu terjaga.

“Selama ini yang menjadi penyebab makin seringnya terjadi bencana banjir dan kekeringan hingga sumur-sumur kekeringan melanda kota Jambi adalah karena semakin menghilangnya daerah-daerah resapan air sebagai dampak dari pembangunan fisik gedung-gedung yang menutup pori-pori tanah dengan semen atau aspal hingga air hanya berlalu di permukaan menjadi banjir,” ujar Reni.

Dengan biopori secara sederhana dapat dijelaskan, air tersimpan di dalam tanah yang selanjutnya akan menjadi sumber air cadangan yang sangat besar bagi sumur-sumur di musim kemarau dan penyerap air hujan sehingga tidak mengalir di permukaan tanah menjadi banjir.

Sumber [Aneka Sumber]

Ultrafiltrasi membran penyaring air sumur

Ultrafiltrasi merukapan metode penyaringan air, Penyaringan ultrafiltrasi pada umumnya menggunakan membran berukuran 0.001 mikron – 0.01 mikron. Dalam teknologi pemurnian air, membran ultrafiltrasi dengan Bobot Molekul (BM) membran 1000-20000 lazim untuk penghilangan pirogen, sedangkan BM membran 80000-100000 untuk penghilangan koloid. Pirogen dengan BM 10000-20000 terkadang dapat dipisahkan dengan membran 80000 karena adanya membran dinamis. Tekanan sistem ultrafiltrasi biasanya rendah 10-100 psi (70-700 kPa) maka dapat menggunakan pompa sentrifugal biasa. Membran UF sehubungan dengan pemurnian air dipergunakan untuk menghilangkan koloid (penyebab fouling), mikroba, pirogen, dan partikel modul higienis.

Membran filtrasi ultra memiliki pori-pori  1/100 mikron sehingga air kotor yang melalui membran ini akan dapat menjadi sangat jernih. Secara teori membran ini mampu menyaring bakteri juga, namun untuk lebih amannya tahap pengolahan berikutnya adalah menggunakan sinar ultra violet untuk membunuh kuman. Dengan metode seperti ini dapat dihasilkan air bersih yang siap dipergunakan sebagai air masak, mencuci, mandi dan lain sebagainya.

Proses Ultrafiltrasi adalah proses pemisahan dari material pengotor di dalam air dengan teknologi membrane secara mekanis. Ultrafiltrasi cara kerjaProses ini digunakan untuk memisahkan kontaminan berupa partikel dan bahan biologis, akan tetapi tidak bisa digunakan untuk memisahkan ion dan molekul yang berukuran mikro.

Membran ultrafiltrasi dibuat dengan mencetak membran selulosa asetat (SA) sebagai lembaran tipis. Membran selulosa asetat mempunyai sifat pemisahan namun sayangnya dapat dirusak oleh bakteri dan zat kimia serta rentan terhadap pH. Adapula membran dari polimer polisulfon, akrilik, polikarbonat, PVC, poliamida, poliviniliden fluorida, kopolimer AN-VC, poliasetal, poliakrilat, kompleks polielektrolit, dan PVA ikat silang. Selain itu, membran dapat dibuat dari keramik, aluminium oksida, zirkonium oksida, dsb.

Berdasarkan  air sumur yang digunakan sebagai air baku untuk umpan Ultra Filtrasi, didapatkan bahwa meskipun kondisi air bening, akan tetapi ditemukan kadar Nitrogen (dalam Amonium), Phosporous (dalam bentuk Phosphate) dan Iron dalam jumlah yang signifikan.

Ditemukannya Amonium dan Phosphate di air sumur merupakan pertanda bahwa tingkat polusi dari air cukup tinggi. Amonium dan Phosphate biasanya berasal dari lokasi pertanian ataupun dari buangan limbah industry, yang seharusnya diserap dan dinetralkan oleh tumbuhan untuk nutrisi pertumbuhannya, sehingga, sebelum air intrusi ke dalam tanah, ammonium dan phosphate ini sudah tidak lagi ditemukan.

Elemen Nitrogen dan Phosporous merupakan Nutrients atau disebut juga sebagai Biostimultant untuk pertumbuhan biologis. Elemen ini, harus dieliminasikan terlebih dahulu untuk menjaga agar tidak terjadi perkembang biakan bakteri di dalam membrane UF. Dengan tingginya aktivitas bakteri di dalam membrane UF, maka akan mengakibatkan terbentuknya lapisan film biologis (Lapisan Lumut) yang membuat membrane UF menjadi buntu dan tidak bisa bekerja sesuai dengan performanya.

Proses desinfektasi yang selama ini dilakukan, tidak akan cukup untuk mengendalikan aktivitas bakteri yang ada di dalam membrane UltraFiltrasi dikarenakan oleh:

  1. Amonium, akan bisa terdegradasi oleh Sodium Hypo Chloride menjadi gas Nitrogen (N2) pada saat dosis yang diberikan adalah Tujuh (7) kali lipat dari kandungan Amonium di dalam air.
  2. Phosporous yang awalnya di level 2 ppm, hanya bisa dihilangkan dengan menggunakan proses koagulasi.

Amonium dan Phosporous yang ada di air baku, merupakan senyawa koloid yang tidak bisa dideteksi, karena larut sempurna dan tidak mengakibatkan kekeruhan di dalam air. Pada filtrasi menggunakan Ultra Filtrasi, sebagian dari senyawa ini akan tertinggal di permukaan luar membrane dan membuat tumbuhnya aktifitas bakteri di permukaan membrane.

Sebelum melakukan Penyaringan dengan membran Ultrafiltrasi biasanya melewati beberapa tahap:

  1. System Pre-Treatment untuk menetralisir dan menghilangkan Nitrogen (Amonium), Phosporous dan Iron sebelum diolah di unit Ultra Filtrasi.
  2. Menggantikan sebagian Membrane Ultra Filtrasi yang sudah ada.
  3. Berdasarkan system capability yang ada, menambah lagi UF untuk menurunkan flux menjadi ½ kondisi saat ini.

Sumber : [AnekaSumber]

Pengolahan air sumur / air tanah untuk kebutuhan sehari-hari

Pengolahan air sumur / air tanah untuk kebutuhan sehari-hari dengan Nano Smart Filter, Air sumur merupakan sumber utama air minum bagi masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan. Pengolahan air sumur untuk mendapatkan sumber air tersebut umumnya manusia membuat sumur gali atau sumur pantek. Air tanah sering mengandung zat besi (Fe) dan Mangan (Mn) cukup besar. Adanya kandungan Fe dan Mn dalam air menyebabkan warna air tersebut berubah menjadi kuning-coklat setelah beberapa saat kontak dengan udara. Disamping dapat mengganggu kesehatan juga menimbulkan bau yang kurang enak serta menyebabkan warna kuning pada diding bak serta bercak-bercak kuning pada pakaian. Oleh karena itu menurut PP No.20 Tahun 1990 tersebut, kadar (Fe) dalam air minum maksimum yang dibolehkan adalah 0,3 mg/lt, dan kadar Mangan (Mn) dalam air minum yang dibolehkan adalah 0,1 mg/lt.pengolahan air sumur

Untuk mengatasi masalah tersebut, maka NANO SMART FILTER Sistem Pengolahan Air Sumur, telah merancang suatu unit pengolahan air sumur yang layak untuk dikonsumsi. Unit pengolahan tersebut terdiri dari antara lain : pompa air baku, filter air Nano Smart Filter, cartridge filter. Alat penjernih air tersebut dapat dipilih sesuai dengan kapasitas yang diinginkan.

Latar Belakang
Air merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi kehidupan manusia. Karena itu jika kebutuhan akan air tersebut belum tercukupi maka dapat memberikan dampak yang besar terhadap kerawanan kesehatan maupun sosial. Pengadaan air bersih di Indonesia khususnya untuk skala yang besar masih terpusat di daerah perkotaan, dan dikelola oleh Perusahan Air Minum (PAM) kota yang bersangkutan. Namun demikian secara nasional jumlahnya masih belum mencukupi dan dapat dikatakan relatif kecil yakni 16,08 % (1995). Untuk daerah yang belum mendapatkan pelayanan air bersih dari PAM umumnya mereka menggunakan air tanah (sumur), air sungai, air hujan, air sumber (mata air) dan lainnya.

Dari data ststistik 1995, prosentasi banyaknya rumah tangga dan sumber air minum yang digunakan di berbagai daerah di Indonesia sangat bervariasi tergantung dari kondisi geografisnya. Secara nasional yakni sebagai berikut : Yang menggunakan air ledeng (PAM) 16,08 %, air tanah dengan memakai pompa 11,61 %, air sumur (perigi) 49,92 %, mata air (air sumber) 13,92 %, air sungai 4,91 %, air hujan 2,62 % dan lainnya 0,80 %.

Permasalahan yang timbul yakni sering dijumpai bahwa kualitas air tanah maupun air sungai yang digunakan masyarakat kurang memenuhi syarat sebagai air minum yang sehat bahkan di beberapa tempat bahkan tidak layak untuk diminum. Air yang layak diminum, mempunyai standar persyaratan tertentu yakni persyaratan fisis, kimiawi dan bakteriologis, dan syarat tersebut merupakan satu kesatuan. Jadi jika ada satu saja parameter yang tidak memenuhi syarat maka air tesebut tidak layak untuk diminum. Pemakaian air minum yang tidak memenuhi standar kualitas tersebut dapat menimbulkan gangguan kesehatan, baik secara langsung dan cepat maupun tidak langsung dan secara perlahan.

Air tanah sering mengandung zat besi (Fe) dan Mangan (Mn) cukup besar. Adanya kandungan Fe dan Mn dalam air menyebabkan warna air tersebut berubah menjadi kuning-coklat setelah beberapa saat kontak dengan udara. Disamping dapat mengganggu kesehatan juga menimbulkan bau yang kurang enak serta menyebabkan warna kuning pada dinding bak serta bercak-bercak kuning pada pakaian. Oleh karena itu menurut PP No.20 Tahun 1990 tersebut, kadar (Fe) dalam air minum maksimum yang dibolehkan adalah 0,3 mg/lt, dan kadar Mangan (Mn) dalam air minum yang dibolehkan adalah 0,1 mg/lt.

Untuk menanggulangi masalah tersebut, salah satu alternatif yakni dengan cara mengolah air tanah atau air sumur sehingga didapatkan air dengan kualitas yang memenuhi syarat kesehatan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut di atas, Nano Smart Filter Sistem Pengolahan Air, telah mengembangkan teknologi untuk mengolah air sumur menjadi air yang dapat langsung digunakan .Unit alat tersebut terdiri dari antara lain : pompa air baku, filter air Nano Smart Filter, cartridge filter. Unit alat tersebut dapat disesuaikan dengan kapasitas yang diinginkan.

Tujuan dan Sasaran
Tujuan teknologi pengolahan air ini adalah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya masyarakat yang masih menggunakan air tanah atau air sumur sebagai sumber kebutuhan air bersih. Sedangkan sasarannya adalah menyebar luaskan paket teknologi pengolahan air sumur kepada masyarakat yang memerlukan.

Manfaat yang di dapat
Unit alat pengolahan air ini dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas air sumur atau air tanah sehingga langsung dapat digunakan. Unit alat ini sangat cocok digunakan untuk keperluan :

  • Asrama / Kost / Kontrakan
  • Pesantren
  • Pemukiman padat penduduk
  • Dll.

Cara kerja filter air nano smart filter
Secara umum kualitas air sumur atau air tanah mempunyai karakteristik tertentu yang berbeda dengan kualitas air permukaan/sungai. Air tanah pada umumnya jernih,namun sering mengandung mineral-mineral atau garam-garam yang cukup tinggi, sebagai akibat dari pengaruh batuan dibawah tanah yang dilalui oleh air tanah. Pada air tanah dangkal, kualitas dan kuantitasnya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan di permukaanya, dalam hal kuantitas sangat dipengaruhi oleh curah hujan setempat, sementara kualitasnya dipengaruhi oleh kondisi sanitasi disekitarnya.

Untuk mengolah air sumur menjadi air yang siap digunakan, proses pengolahannya adalah Air dari sumur dipompa dengan menggunakan pompa jet, sambil diinjeksi dengan larutan klorine atau kaporit dialirkan ke tabung filter air Nano Smart Filter. Dari tabung penjernih air nano smart filter air di dalam tabung filter air akan mengalami proses filtrasi. saringan pertama terdapat lapisan super pasir aktif untuk menyaring oksida besi atau oksida mangan. Setelah melewati lapisan super pasir aktif, air dialirkan ke lapisan media filter pureTAG Super. Lapisan media filter pureTAG Super berfungsi untuk menghilangkan zat besi atau mangan yang belum sempat teroksidasi oleh khlorine atau kaporit dan menghilangkan bau.

Dari lapisan media filter pureTAG Super air selanjutnya mengalir ke lapisan media filter karbon aktif untuk menghilangkan polutan mikro misalnya zat organik, deterjen, bau, senyawa phenol, logam berat dan lain-lain. Setelah melalui filter karbon aktif air dialirkan ke filter cartrige ukuran 0,1 mikron untuk menghilangkan sisa partikel padatan yang ada di dalam air, sehingga air menjadi benar-benar jernih.

Fungsi kaporit / chlorine
Fungsi pembubuhan kaporit adalah untuk mengoksidasi zat besi atau mangan yang ada di dalam air, serta untuk membunuh kuman atau bakteri coli. Reaksi oksidasi besi atau mangan oleh khlorine atau kaporit adalah sebagai berikut :

2 Fe2+ + Cl2 + 6 H2O ==> 2 Fe(OH)3 + 2 Cl- + 6 H+

Mn2+ + Cl2 + 2 H2O ==> MnO2 + 2 Cl- + 4 H+

            Khlorine, Cl2 dan ion hipokhlorit, (OCl)- adalah merupakan bahan oksidator yang kuat sehingga meskipun pada kondisi Ph rendah dan oksigen terlarut sedikit, dapat mengoksidasi dengan cepat. Berdasarkan reaksi tersebut di atas, maka untuk mengoksidasi setiap 1 mg/l zat besi dibutuhkan 0,64 mg/l khlorine dan setiap 1 mg/l mangan dibutuhkan 1,29 mg/l khlorine. Tetapi pada prakteknya, pemakaian khlorine ini lebih besar dari kebutuhan teoritis karena adanya reaksi-reaksi samping yang mengikutinya.

Super pasir aktif dan Media Filter air PureTAG Super
Dari sumber air mengalir ke tabung filter air nano smart filter , tahap pertama air melewati lapisan media super pasir aktif untuk menyaring oksida besi atau oksida mangan yang terbentuk di dalam tangki reaktor. Setelah disaring dengan super pasir aktif, air dialirkan ke media filter PureTAG Super. Media Filter PureTAG Super berfungsi untuk menghilangkan zat besi atau mangan yang belum sempat teroksidasi oleh khlorine atau kaporit dan menghilangkan bau. PureTAG Super berfungsi sebagai katalis dan pada waktu yang bersamaan besi dan mangan yang ada dalam air teroksidasi menjadi bentuk ferri-oksida dan mangandioksida yang tak larut dalam air. Reaksinya adalah sebagai berikut :

K2Z.MnO.Mn2O7 + 4 Fe(HCO3)2 ==> K2Z + 3 MnO2 + 2 Fe2O3 + 8 CO2 + 4 H2O

K2Z.MnO.Mn2O7 + 2 Mn(HCO3)2 ==> K2Z + 5 MnO2 + 4 CO2 + 2 H2O

            Reaksi penghilangan besi dan mangan dengan pureTAG Super tidak sama dengan proses pertukaran ion, tetapi merupakan reaksi dari Fe2+ dan Mn2+ dengan oksida mangan tinggi (higher mangan oxide). Filtrat yang terjadi mengandung ferri-oksida dan mangan-dioksida yang tak larut dalam air dan dapat dipisahkan dengan pengendapan dan penyaringan. Selama proses berlangsung kemampunan reaksinya makin lama makin berkurang dan akhirnya menjadi jenuh. Untuk regenerasinya dapat dilakukan dengan menambahkan larutan Magic Powder ke dalam pureTAG super yang telah jenuh tersebut sehingga akan terbentuk lagi PureTAG Super (K2Z.MnO.Mn2O7).

Media filter karbon aktif
Dari lapisan media filter pureTAG Super air selanjutnya dialirkan ke lapisan media filter karbon aktif. Media filter karbon aktif ini berfungsi untuk menghilangkan polutan mikro misalnya zat organik, deterjen, bau, senyawa phenol serta untuk menyerap logam berat dan lain-lain. Pada saringan karbon aktif ini terjadi proses adsorpsi, yaitu proses penyerapan zat-zat yang akan dihilangkan oleh permukaan karbon aktif. Apabila seluruh permukaan karbon aktif sudah jenuh, atau sudah tidak mampu lagi menyerap maka proses penyerapan akan berhenti, dan pada saat ini karbon aktif harus diganti dengan karbon aktif yang baru.

Sumber [kelair.bppt.go.id]