You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»Air Bersih,air limbah,Air Minum,Filter Air,Pencemaran Air»Grup Bank Dunia Alirkan Rp 841M untuk air bersih indonesia

Grup Bank Dunia Alirkan Rp 841M untuk air bersih indonesia

Air bersih sama halnya dengan air minum kedua hal ini sangat penting, International Finance Centre (IFC), anggota kelompok Bank Dunia, mengucurkan bantuan senilai USD 85 juta (setara Rp 841 M) kepada PT Moya Indonesia dalam upaya meningkatkan akses air bersih dan air minum yang aman di Indonesia. Bantuan itu khususnya menyasar 1,8 juta orang yang tinggal di Tangerang, Banten.

IFC berinvestasi senilai USD 32 juta, di mana USD 23 juta akan diberikan dalam bentuk pinjaman, dan USD 8,7 juta diberikan dalam bentuk ekuitas.

Selain dari investasi tersebut, IFC juga menggerakkan dana senilai USD 28 juta dari PT Indonesia Infrastructure Finance dan USD 25 juta dari PT Sarana Multi Infrastruktur, sebuah lembaga keuangan milik pemerintah di bawah Kementerian Keuangan, yang mendukung pendanaan proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. IFC telah bekerjasama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dalam menyediakan pendanaan dan investasi ekuitas pada beberapa perusahaan Indonesia.air bersih

“Tangerang memiliki 1,8 juta orang dengan sekitar 400 industri, tetapi hanya 30.000 rumah tangga yang dapat menikmati air bersih. Investasi ini akan membantu kami meningkatkan akses ke air bersih dan mengatasi krisis air di kota ini,” ujar chief executive office Moya Asia Limited Simon A. Melhem dalam keterangan tertulis yang diterima merdeka.com, Selasa (25/6).

PT Moya Indonesia, anak perusahaan dari Moya Asia Limited, yang terdaftar pada Catalist, dewan kedua pada Singapore Exchange, telah menandatangani perjanjian 25 tahun dengan perusahaan air Indonesia, Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Benteng Kota Tangerang, untuk membangun, mengoperasikan dan akhirnya mentransfer sebuah sarana pengolahan air kepada pemerintah daerah setempat.

Country Manager IFC di Indonesia Sarvesh Suri menambahkan, dukungan IFC akan memungkinkan PT Moya Indonesia untuk meningkatkan lebih dari empat kali lipat kapasitas sarana pengolahan air bersih menjadi 168,480 cubic meter per hari dari 38,880 cubic meter per hari.

Investasi ini pun akan membantu perusahaan membangun jaringan distribusi yang akan menghubungkan sekitar 150.000 rumah tangga baru dan pelanggan dari kalangan industri untuk menjawab meningkatnya permintaan terhadap air bersih di Tangerang dan memungkinkan kota ini untuk mencapai millenium development goal dalam memperbaiki akses pada air bersih.

“Akses ke air bersih merupakan kebutuhan paling mendasar dan bagian kunci dari pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Ini merupakan proyek air pertama IFC di Indonesia, dan mempromosikan pembangunan perkotaan adalah salah satu tujuan strategis kami di Indonesia,” ujar Sarvesh.

IFC berinvestasi pada perusahaan perusahaan Indonesia untuk mendukung partisipasi mereka dalam pembangunan infrastruktur air bersih Indonesia dan menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan.

Sumber [merdeka.com]

 

Related posts

Leave your comment

Your Name: (required)

E-Mail: (required)

Website: (not required)

Message: (required)

Send comment