You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»Penjernih Air

Penjernih Air

Cara Mengatasi Zat Besi Tinggi dalam Air

Zat Besi tinggi dalam air sangat berbahya. Air mengandung zat besi tinggi menimbulkan efek negatif bagi tubuh, Yuk kita baca artikel berikut ini cara mengatasi air mengandung zat besi tinggi.

Pada beberapa daerah tertentu, ada air sumur yang lebih banyak mengadung zat besi tinggi sehingga menimbulkan bau dan rasa yang tidak enak.
Air yang semestinya menjadi sumber kesehatan justru menjadi sumber penyakit akibat zat besi tinggi yang terkandung didalamnya. Kadar zat besi tinggi dalam air yang didapat dari sumber-sumber permukaan seperti air sumur, air tanah dan sebagainya  berakibat menyebabkan berbagai macam jenis penyakit yang dapat diderita oleh masyarakat. Berbagai penyakit yang ditimbulkan salah satunya penyakit kulit. Bahkan air dengan kadar zat besi tinggi dapat merusak pakaian bila digunakan untuk mencuci

Air tanah dapat terkontaminasi dari beberapa sumber pencemar. Dua sumber utama kontaminasi air tanah ialah kebocoran bahan kimia organik dari penyimpanan bahan kimia dalam bunker yang disimpan dalam tanah, dan penampungan limbah industri yang ditampung dalam kolam besar diatas atau di dekat sumber air, Sehingga air tanah dapat terkontaminasi zat besi tinggi ataupun zat berbahaya lainnya.

Persyaratan bagi masing-masing standar kualitas air masih perlu ditentukan oleh 4 (empat) aspek yaitu : persyaratan fisis, kimia, biologis, radiologis. Persyaratan fisis ditentukan oleh faktor-faktor kekeruhan, warna, bau maupun rasa. Persyaratan kimia ditentukan oleh konsentrasi bahan-bahan kimia seperti Arsen, Clhor, Tembaga, Cyanida, Besi dan sebagainya. Persyaratan biologis ditentukan baik oleh mikroorganisme yang pathogen, maupun yang non pathogen.

Air sumur bor merupakan salah satu jalan yang ditempuh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih, namun tingginya kadar ion Fe (Fe2+, Fe3+) yaitu 5 – 7 mg/l mengakibatkan harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum dipergunakan, karena telah melebihi standar yang telah di tetapkan oleh Departemen kesehatan di dalam Permenkes No. 416 /Per/Menkes/IX/ 1990 tentang air bersih yaitu sebesar 1,0 mg/l. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan kadar besi (Fe2+,Fe3+) dalam air adalah dengan cara aerasi. Teknologi ini juga dapat kombinasikan dengan sedimentasi dan filtrasi. Sehingga air yang anda gunakan tidak mengandung zat besi tinggi yang berlebihan.

Besi adalah salah satu elemen yang dapat ditemui hampir pada setiap tempat di bumi, pada semua lapisan geologis dan semua badan air. Pada umumnya besi yang ada di dalam air dapat bersifat terlarut sebagai Fe 2+ atau Fe3+.

Kandungan ion Fe (Fe2+,Fe3+) pada air sumur bor berkisar antara 5 – 7 mg/L. Tingginya kandungan Fe (Fe2+,Fe3+) ini berhubungan dengan keadaan struktur tanah. Struktur tanah dibagian atas merupakan tanah gambut, selanjutnya berupa lempung gambut dan bagian dalam merupakan campuran lempung gambut dengan sedikit pasir.

Besi dalam air berbentuk ion bervalensi dua (Fe2+) dan bervalensi tiga (Fe3+) . Dalam bentuk ikatan dapat berupa Fe2O3, Fe(OH)2, Fe(OH)3 atau FeSO4 tergantung dari unsur lain yang mengikatnya. Dinyatakan pula bahwa besi dalam air adalah bersumber dari dalam tanah sendiri di sampng dapat pula berasal dari sumber lain, diantaranya dari larutnya pipa besi, reservoir air dari besi atau endapan – endapan buangan industri.

Adapun zat besi tinggi terlarut yang berasal dari pipa atau tangki – tangki besi adalah akibat dari beberapa kodisi, di antaranya :
1) Akibat pengaruh pH yang rendah (bersifat asam), dapat melarutkan logam besi.
2) Pengaruh akibat adanya CO2 agresif yang menyebabkan larutnya logam besi.
3) Pengaruh banyaknya O2 yang terlarut dalam air yang dapat pula.
4) Pengaruh tingginya temperature air akan melarutkan besi-besi dalam air.
5) Kuatnya daya hantar listrik akan melarutkan besi.
6) Adanya bakteri besi dalam air akan memakan besi.

Besi terlarut dalam air dapat berbentuk kation ferro (Fe2+) atau kation ferri (Fe3+). Hal ini tergantung kondisi pH dan oksigen terlarut dalam air. Zat besi tinggi terlarut dapat berbentuk senyawa tersuspensi, sebagai butir koloidal seperti Fe (OH)3, FeO, Fe2O3dan lain-Iain. Konsentrasi besi terlarut yang masih diperbolehkan dalam air bersih adalah sampai dengan 0,1 mg/l.

Apabila kosentrasi zat besi tinggi terlarut dalam air melebihi batas tersebut akan menyebabkan berbagai masalah,
Dampak adanya kandungan besi terlalu tinggi dalam air diantaranya :
1. Gangguan teknis
Endapan Fe (OH) bersifat korosif terhadap pipa dan akan mengendap pada saluran pipa, sehingga mengakibatkan pembuntuan dan efek-efek yang dapat merugikan seperti Mengotori bak yang terbuat dari seng. Mengotori wastafel dan kloset.

2. Gangguan fisik
Gangguan fisik yang ditimbulkan oleh adanya besi terlarut dalam air adalah timbulnya warna, bau, rasa. Air akan terasa tidak enak bila konsentrasi besi terlarutnya > 1,0 mg/l.

3. Gangguan kesehatan
Senyawa besi dalam jumlah kecil di dalam tubuh manusia berfungsi sebagai pembentuk sel-sel darah merah, dimana tubuh memerlukan 7-35 mg/hari yang sebagian diperoleh dari air. Tetapi zat Fe yang melebihi dosis yang diperlukan oleh tubuh dapat menimbulkan masalah kesehatan. Hal ini dikarenakan tubuh manusia tidak dapat mengsekresi Fe, sehingga bagi mereka yang sering mendapat tranfusi darah warna kulitnya menjadi hitam karena akumulasi Fe. Air minum yang mengandung besi cenderung menimbulkan rasa mual apabila dikonsumsi. Selain itu dalam dosis besar dapat merusak dinding usus. Kematian sering kali disebabkan oleh rusaknya dinding usus ini. Kadar Fe yang lebih dari 1 mg/l akan menyebabkan terjadinya iritasi pada mata dan kulit. Apabila kelarutan besi dalam air melebihi 10 mg/l akan menyebabkan air berbau seperti telur busuk.

zat besi tinggi pada air

Pada Hemokromatesis primer besi yang diserap dan disimpan dalam jumlah yang berlebihan di dalam tubuh. Feritin berada dalam keadaan jenuh akan besi sehingga kelebihan mineral ini akan disimpan dalam bentuk kompleks dengan mineral lain yaitu hemosiderin. Akibatnya terjadilah sirosis hati dan kerusakan pankreas sehingga menimbulkan diabetes. Hemokromatis sekunder terjadi karena transfusi yang berulang-ulang. Dalam keadaan ini besi masuk ke dalam tubuh sebagai hemoglobin dari darah yang ditransfusikan dan kelebihan besi ini tidak disekresikan.

Hal-Hal yang Mempengaruhi Kelarutan Fe dalam Air:
1. Kedalaman
Air hujan yang turun jatuh ke tanah dan mengalami infiltrasi masuk ke dalam tanah yang mengandung FeO akan bereaksi dengan H2O dan CO2 dalam tanah dan membentuk Fe (HCO3)2 dimana semakin dalam air yang meresap ke dalam tanah semakin tinggi juga kelarutan besi karbonat dalam air tersebut.

2. pH
pH air akan terpengaruh terhadap kesadahan kadar besi dalam air, apabila pH air rendah akan berakibat terjadinya proses korosif sehingga menyebabkan larutnya besi dan logam lainnya dalam air, pH yang rendah kurang dari 7 dapat melarutkan logam. Dalam keadaan pH rendah, besi yang ada dalam air berbentuk ferro dan ferri, dimana bentuk.ferri akan mengendap dan tidak larut dalam air serta tidak dapat dilihat dengan mata sehingga mengakibatkan air menjadi berwarna,berbau dan berasa.

3. Suhu
Suhu adalah temperatur udara. Temperatur yang tinggi menyebabkan menurunnya kadar O2 dalam air, kenaikan temperatur air juga dapat mengguraikan derajat kelarutan mineral sehingga kelarutan Fe pada air tinggi.

4. Bakteri besi

Bakteri besi (Crenothrix, Lepothrix, Galleanella, Sinderocapsa dan Sphoerothylus ) adalah bakteri yang dapat mengambil unsur ber dari sekeliling lingkungan hidupnya sehingga mengakibatkan turunnya kandungan besi dalam air, dalam aktifitasnya bakteri besi memerlukan oksigen dan besi sehingga bahan makanan dari bakteri besi tersebut. Hasil aktifitas bakteri besi tersebut menghasilkan presipitat (oksida besi) yang akan menyebabkan warna pada pakaian dan bangunan. Bakteri besi merupakan bakteri yang hidup dalam keadaan anaerob dan banyak terdapat dalam air yang mengandung mineral. Pertumbuhan bakteri akan menjadi lebih sempurna apabila air banyak mengandung CO2 dengan kadar yang cukup tinggi.

5. CO2 agresif

Karbondioksida (CO2) merupakan salah satu gas yang terdapat dalam air. Berdasarkan bentuk dari gas Karbondioksida (CO2) di dalam air, CO2 dibedakan menjadi : CO2 bebas yaitu CO2 yang larut dalam air, CO2 dalam kesetimbangan, CO2 agresif. Dari ketiga bentuk Karbondioksida (CO2) yang terdapat dalam air, CO2 agresif-lah yang paling berbahaya karena kadar CO2 agresif lebih tinggi dan dapat menyebabkan terjadinya korosi sehingga berakibat kerusakan pada logam – logam dan beton. Menurut Powell CO2 bebas yang asam akan merusak logam apabila CO2 tersebut bereaksi dengan air.karena akan merusak logam. Reaksi ini dikenal sebagai teori asam, dengan reaksi sebagai berikut:
2 Fe + H2CO3 ………………..> FeCO3 + 2 H+
2 FeCO3 + 5 H2O +1/2 O2 ………………..> 2 Fe(OH)2 + 2 H2CO3
Dalam reaksi di atas dapat dilihat bahwa asam karbonat tersebut secara terus-menerus akan merusak logam, karena selain membentuk FeCO3 sebagai hasii reaksi antara Fe dan H2CO3, selanjutnya FeCO3 bereaksi dengan air dan gas oksigen (O2) menghasilkan zat 2FeOH dan 2H2CO3 dimana H2CO3 tersebut akan menyerang logam kembali sehingga proses pengrusakan logam akan berjalan secara terus-menerus mengakibatkan kerusakan yang semakin lama semakin besar pada logam tersebut.

Penyebab utama zat besi tinggi dalam Air
1. Rendahnya pH Air
Nilai pH air normal yang tidak menyebabkan masalah adalah 7. Air yang mempunyai pH 7 dapat melarutkan logam termasuk zat besi tinggi.

2. Adanya Gas-gas Terlarut dalam Air.
Yang dimaksud gas-gas tersebut adalah CO2 dan H2S. Beberapa gas terlarut dalam air terlarut tersebut akan bersifat korosif.

3. Bakteri
Secara biologis kadar zat besi tinggi terlarut dipengaruhi oleh bakteri besi yaitu bakteri yang dalam hidupnya membutuhkan makanan dengan mengoksidasi besi sehingga larut. Jenis ini adalah bakteri Crenotrik, Leptotrik, Callitonella, Siderocapsa dan Iain-Iain. Bakteri ini mempertahankan hidupnya membutuhkan oksigen dan besi.

Ada beberapa solusi dalam penanganan masalah Air mengandung zat besi tinggi atau air bau besi ini diantaranya Metode Penurunan Kadar Besi (Fe)

1. Filtrasi
Mengurangi kandungan zat besi tinggi pada air dapat menggunakan teknik filtrasi. Proses penyaringan merupakan bagian dari pengolahan air yang pada prinsipnya adalah untuk mengurangi bahan-bahan organik maupun bahan-bahan an organik yang berada dalam air. Penghilangan zat padat tersuspensi denggan penyaringan memiliki peranan penting, baik yang terjadi dalam pemurnian air tanah maupun dalam pemurnian buatan di dalam instalasi pengolahan air. Bahan yang dipakai sebagai media saringan adalah pasir yang mempunyai sifat penyaringan yang baik, keras dan dapat tahan lama dipakai bebas dari kotoran dan tidak larut dalam air.

2. Aerasi
Zat besi tinggi pada air dapat dihilangkan dengan metode aerasi, Ion Fe selalu di jumpai pada air alami dengan kadar oksigen yang rendah, seperti pada air tanah dan pada daerah danau yang tanpa udara Keberadaan ferri larutan dapat terbentuk dengan adanya pabrik tenun, kertas, dan proses industri. Fe dapat dihilangkan dari dalam air dengan melakukan oksidasi menjadi Fe (OH)3 yang tidak larut dalam air, kemudian di ikuti dengan pengendapan dan penyaringan. Proses oksidasi dilakukan dengan menggunakan udara biasa di sebut aerasi yaitu dengan cara memasukkan udara dalam air.

3. Sedimentasi
Sedimentasi adalah proses pengendapan partikel-partikel padat yang tersuspensi dalam cairan/zat cair karena pengaruh gravitasi (gaya berat secara alami). Proses pengendapan dengan cara gravitasi untuk mengendapkan partikel-partikel tersuspensi yang lebih berat daripada air, ini yang sering dipergunakan dalam pengolahan air. Sedimentasi dapat berlangsung sempurna pada danau yang airnya diam atau suatu wadah air yang dibuat sedemikian rupa sehingga air di dalamya keadaan diam. Pada dasarnya proses tersebut tergantung pada pengaruh gaya gravitasi dari partikel tersuspensi dalam air. Sedimentasi dapat berlangsung pada setiap badan air. Biaya pengolahan air dengan proses sedimentasi relatif murah karena tidak membutuhkan peralatan mekanik maupun penambahan bahan kimia. Kegunaan sedimentasi untuk mereduksi bahan-bahan tersuspensi (kekeruhan) dari dalam air dan dapat juga berfungsi untuk mereduksi kandungan organisme (patogen) tertentu dalam air. Proses sedimentasi adalah proses pengendapan dimana masing-masing partikel tidak mengalami perubahan bentuk, ukuran, ataupun kerapatan selama proses pengendapan berlangsung. Partikel-partikel padat akan mengendap bila gaya gravitasi lebih besar dari pada kekentalan dan gaya kelembaban (Enersia) dalam cairan.

Sumber [AnekaSumber]

Air Bersih Jakarta Masih Dinantikan

Air bersih jakarta masih dinantikan oleh warganya, Air bersih kebutuhan pokok setiap orang. Proyek Instalasi Penjernihan Air (IPA) di Waduk Papanggo, Jakarta Utara yang menelan dana Rp100 juta, terbilang mubazir karena air yang dihasilkan belum memenuhi standar baku mutu layak minum.

Akibatnya, instalasi tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan air minum di wilayah tersebut. Menurut pengelola Rojadi, alat IPA di lokasi ini memang dapat menjernihkan air, tetapi hasil penyulingan air belum dapat dikategorikan layak minum karena masih terasa payau.

Warga belum dapat menikmati hasilnya. Padahal, di wilayah ini warga sangat kesulitan air bersih karena air dari pipa Palyja kerap tidak mengalir, kata Rojadi, kemarin. Menurutnya, IPA tersebut telah mempunyai empat operator penjernihan air. Namun, agar air yang dihasilkan tersebut masuk kategori layak minum, diperlukan beberapa tambahan alat seharga Rp300 juta.

air bersih warga jakartaKepala BPLHD Jakut Iswardi Mudahan menyatakan, air di waduk tersebut mengandung kadar garam yang tinggi sehingga alat yang ada belum mampu menyuling garam tersebut. Namun menurutnya, air hasil IPA tersebut sudah jernih dan bebas dari pencemaran.

Memang belum dapat diminum tapi air tersebut bisa untuk keperluan seperti mandi dan cuci, katanya. Untuk memperoleh air yang layak minum, Iswardi berharap BPLHD DKI Jakarta turun tangan untuk membantu mempercepat pengadaan peralatan tambahan.

Yang bertanggung jawab untuk tambahan peralatan itu pusat, sehingga saya harap dewan kelurahan serta kelurahan secepatnya mengirimkan surat permohonan pengadaan peralatan keBPLHD DKI, paparnya.

Ditempat terpisah, Ketua LMK Papanggo, Iwan Darmawan didampingi Rosyadi, mengakui adanya kekurangan dalam menuntaskan program penyulingan air siap minum di danau Papanggo. “Bukan hanya biaya namun pikiran, waktu, tenaga banyak kami habiskan demi program tersebut. Sejauh ini memang air danau belum dapat dikonsumsi warga. Air bisa keluar, cukup bening namun bila beberapa lama didiamkan airnya kembali kotor,” katanya.
Iwan

Dia juga berharap Walikota Jakarta Utara melalui Kantor Lingkungan Hidup menuntaskan program IPA yang sempat mendapat bantuan alat dari Lembaga Afiliasi Penelitian Indonesia (LAPI) Institut Teknologi Bandung (ITB). “IPA belum juga dapat digunakan karena terkendala alat yang belum lengkap. Kami pun berharap program ini dapat dituntaskan,” imbuhnya.

Pengembangan teknologi pengolahan air sungai menjadi air bersih tengah dikembangan PD PAM Jaya. Kelak, pasokan air bersih bagi warga ibukota tidak lagi bergantung pada Waduk Jatiluhur maupun Tangerang saja, tetapi juga Kali Ciliwung.

Direktur Utama PD PAM Jaya, Sriwidayanto Kaderi, mengungkapkan saat ini pihaknya tengah melelang pembangunan teknologi pengolahan air sungai untuk menjadi air curah, atau air bersih. Teknologi pengolahan air dengan tekanan atau ultrafiltrasi ini akan dimulai di kali Ciliwung dan diharapkan bisa beroperasi pada akhir 2013 atau awal 2014 mendatang.

”Tigabelas sungai di Jakarta bisa dimanfaatkan, tapi kita mulai dari Ciliwung. Bila bagus, kita bisa lakukan di Banjir Kanal Timur (BKT), Kali Pesanggrahan, Mookervart, Kali Sekertaris, dan lainnya,” ujar Sriwidayanto dalam perayaan Hari Air Sedunia, di kantor PAM Jaya, Jalan Penjernihan, Tanahabang, Jakarta Pusat, Jumat (22/3).

Tahap awal, ultrafiltrasi akan bisa memproduksi air bersih sebanyak 300 liter/detik, namun bisa dikembangkan sampai 1000 liter/detik. Penambahan air ini diperlukan, mengingat untuk pasokan air dari dalam kota, Jakarta hanya bergantung pada Kali Krukut di Cilandak dan Taman Kota Jakarta Barat.

Dalam pengembangan teknologi ini, Sriwidayanto mengaku PD PAM Jaya tidak mengeluarkan uang sepeserpun. Pasalnya penyediaan alat ini bersifat investasi. ”Kalau swasta berminat, investasinya sekitar Rp150 miliar, akhir tahun ini mudah-mudahan bisa beroperasi, kalau meleset mungkin awal tahun 2014,” sambungnya seraya menjelaskan selain kali, kedepannya teknologi ini akan dikembangkan di situ, waduk, dan danau.

SUMBER AIR
Wakil Direktur Palyja, Herawati Prasetyo, mengatakan pada 2015, tidak bisa hanya dengan mengandalkan sumber air yang ada sekarang. Saat ini, Palyja mengolah air yang asli dari Jakarta hanya dari Taman Kota sebanyak 120 liter/detik, dan Cilandak sebesar 400 liter/detik. Kedua Instalasi Pengolahan Air (IPA) ini hanya lima persen dari total produksi air Palyja.

Teknologi ultrafiltrasi ini dipilih karena tidak membutuhkan dana investasi yang tidak terlalu besar. Sebab potensi sejumlah sungai di Jakarta untuk memasok bahan baku air sangat besar. Selain itu, sumber air tawar bisa lebih murah dibanding mengolah air laut.

Mengolah air tawar seperti dari Kali Ciliwung hanya menelan biaya produksi Rp1.500-2000/meter kubik. Sedangkan mengolah air laut menjadi air bersih sangat mahal, bisa mencapai Rp9000-10.000/kubik.

Sumber [AnekaSumber]

Pengolahan air metode demineralisasi

Pengolahan air metode demineralisasi. Pengolahan air dalam suatu industri penting, air merupakan bahan utilitas, dimana air dapat berfungsi sebagai air proses, air sanitasi, air pendingin dan air boiler. Air untuk umpan boiler biasanya berasal dari air sungai, air laut, air sumur, air hujan, atau air yang telah diproses seperti air minum dan air industri. Untuk keperluan industri,  kontaminasi dalam air merupakan faktor yang harus diperhatikan. Karena hal tersebut dapat memicu masalah yang serius, seperti terjadinya kerak, korosi, dan carry over. Untuk mencegah masalah tersebut, suatu pengolahan air yang terkendali harus dilaksanakan. Pnyaringan air menggunakan pemanas secara umum dapat dibagi jadi dua bagian yaitu, pengolahan secara mekanis, yang dilakukan diluar boiler atau dikenal dengan External Treatment dan Pengolahan secara kimiawi, yang dilakukan didalam boiler atau dikenal dengan Internal Treatment.

Pengolahan Air Baku dan Air Umpan

Penyaringan air baku untuk air umpan terdiri atas koagulasi, flokulasi, penyaringan, pertukaran ion, dan deaerasi. Berikut ini yang akan dibahas adalah masalah pengolahan dengan penukaran ion.

Pertukaran Ion pada penyaringan air

Demineralisasi atau deionisasi adalah suatu sistem pengolahan air dengan pertukaran ion (ion exchange) melalui media ion exchange resin. Sistem ini mampu menghasilkan air dengan tingkat kemurnian yang sangat tinggi (Ultra Pure Water) dengan jumlah kandungan zat-ionik dan an-ionik mendekati nol sehingga mencapai batas yang hampir tidak dapat dideteksi lagi.

Teknologi Water Treatment  biasa tidak dapat menghasilkan tingkat kemurnian tersebut di atas. Sedangkan pada beberapa jenis industri tertentu, kontaminasi sekecil apapun dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan ataupun malfungsi. Untuk memilih paket demineralisasi yang tepat dan sesuai kebutuhan, maka harus mempertimbangkan adalah kualitas air baku (Sumber Air) , kualitas air produk, kapasitas,dan desain teknis.

pengolahan air limbah

Proses Demineralisasi

 

Dalam paparan ringkas di bawah ini disampaikan empat tahap proses penyaringan air menggunakan metode demineralisasi.

1.    Tahap operasi

Umumnya air baku mengalir dari atas ke bawah (downflow) atau sebuah unit tipikal demineralisasi dengan dua dengan dua media (two-bed demineralizer).

      2.     Tahap cuci (backwash)

Kalau kemampuan resin berkurang banyak atau habis maka tahap pencucian perlu dilaksanakan. Air bersih dialirkan dari bawah ke atas (upflow) agar memecah sumbatan pada resin, melepaskan padatan halus yang terperangkap di dalamnya lalu melepaskan jebakan gas di dalam resin dan pelapisan ulang resin.

      3.     Tahap regenerasi

Tujuan tahap ini adalah mengganti ion yang terjerat resin dengan ion yang semula ada di dalam media resin dan mengembalikan kapasitas tukar resin ke tingkat awal atau ke tingkat yang diinginkan. Operasi regenerasi dilaksanakan dengan mengalirkan larutan regeneran dari atas resin. Ada empat tahap dalam regenerasi, yaitubackwashing untuk membersihkan media resin (tahap dua di atas), memasukkan regeneran, slow rinse untuk mendorong regeneran ke media resin, fast rinse untuk menghilangkan sisa regeneran dari resin dan ion yang tak diinginkan ke saluran pembuangan (disposal point).

      4.     Tahap bilas (fast rinse)

Pengolahan air tahap bilas / Fast Rinse, Air berkecepatan tinggi membilas partikulat di dalam media resin, juga ion kalsium dan magnesium ke pembuangan dan untuk menghilangkan sisa-sisa larutan regenerasi yang terperangkap di dalam resin. Pembilasan dilakukan dengan air bersih aliran ke bawah. Setelah tahap ini, proses kembali ke awal (tahap servis).

Sumber[AnekaSumber]

Ultrafiltrasi membran penyaring air sumur

Ultrafiltrasi merukapan metode penyaringan air, Penyaringan ultrafiltrasi pada umumnya menggunakan membran berukuran 0.001 mikron – 0.01 mikron. Dalam teknologi pemurnian air, membran ultrafiltrasi dengan Bobot Molekul (BM) membran 1000-20000 lazim untuk penghilangan pirogen, sedangkan BM membran 80000-100000 untuk penghilangan koloid. Pirogen dengan BM 10000-20000 terkadang dapat dipisahkan dengan membran 80000 karena adanya membran dinamis. Tekanan sistem ultrafiltrasi biasanya rendah 10-100 psi (70-700 kPa) maka dapat menggunakan pompa sentrifugal biasa. Membran UF sehubungan dengan pemurnian air dipergunakan untuk menghilangkan koloid (penyebab fouling), mikroba, pirogen, dan partikel modul higienis.

Membran filtrasi ultra memiliki pori-pori  1/100 mikron sehingga air kotor yang melalui membran ini akan dapat menjadi sangat jernih. Secara teori membran ini mampu menyaring bakteri juga, namun untuk lebih amannya tahap pengolahan berikutnya adalah menggunakan sinar ultra violet untuk membunuh kuman. Dengan metode seperti ini dapat dihasilkan air bersih yang siap dipergunakan sebagai air masak, mencuci, mandi dan lain sebagainya.

Proses Ultrafiltrasi adalah proses pemisahan dari material pengotor di dalam air dengan teknologi membrane secara mekanis. Ultrafiltrasi cara kerjaProses ini digunakan untuk memisahkan kontaminan berupa partikel dan bahan biologis, akan tetapi tidak bisa digunakan untuk memisahkan ion dan molekul yang berukuran mikro.

Membran ultrafiltrasi dibuat dengan mencetak membran selulosa asetat (SA) sebagai lembaran tipis. Membran selulosa asetat mempunyai sifat pemisahan namun sayangnya dapat dirusak oleh bakteri dan zat kimia serta rentan terhadap pH. Adapula membran dari polimer polisulfon, akrilik, polikarbonat, PVC, poliamida, poliviniliden fluorida, kopolimer AN-VC, poliasetal, poliakrilat, kompleks polielektrolit, dan PVA ikat silang. Selain itu, membran dapat dibuat dari keramik, aluminium oksida, zirkonium oksida, dsb.

Berdasarkan  air sumur yang digunakan sebagai air baku untuk umpan Ultra Filtrasi, didapatkan bahwa meskipun kondisi air bening, akan tetapi ditemukan kadar Nitrogen (dalam Amonium), Phosporous (dalam bentuk Phosphate) dan Iron dalam jumlah yang signifikan.

Ditemukannya Amonium dan Phosphate di air sumur merupakan pertanda bahwa tingkat polusi dari air cukup tinggi. Amonium dan Phosphate biasanya berasal dari lokasi pertanian ataupun dari buangan limbah industry, yang seharusnya diserap dan dinetralkan oleh tumbuhan untuk nutrisi pertumbuhannya, sehingga, sebelum air intrusi ke dalam tanah, ammonium dan phosphate ini sudah tidak lagi ditemukan.

Elemen Nitrogen dan Phosporous merupakan Nutrients atau disebut juga sebagai Biostimultant untuk pertumbuhan biologis. Elemen ini, harus dieliminasikan terlebih dahulu untuk menjaga agar tidak terjadi perkembang biakan bakteri di dalam membrane UF. Dengan tingginya aktivitas bakteri di dalam membrane UF, maka akan mengakibatkan terbentuknya lapisan film biologis (Lapisan Lumut) yang membuat membrane UF menjadi buntu dan tidak bisa bekerja sesuai dengan performanya.

Proses desinfektasi yang selama ini dilakukan, tidak akan cukup untuk mengendalikan aktivitas bakteri yang ada di dalam membrane UltraFiltrasi dikarenakan oleh:

  1. Amonium, akan bisa terdegradasi oleh Sodium Hypo Chloride menjadi gas Nitrogen (N2) pada saat dosis yang diberikan adalah Tujuh (7) kali lipat dari kandungan Amonium di dalam air.
  2. Phosporous yang awalnya di level 2 ppm, hanya bisa dihilangkan dengan menggunakan proses koagulasi.

Amonium dan Phosporous yang ada di air baku, merupakan senyawa koloid yang tidak bisa dideteksi, karena larut sempurna dan tidak mengakibatkan kekeruhan di dalam air. Pada filtrasi menggunakan Ultra Filtrasi, sebagian dari senyawa ini akan tertinggal di permukaan luar membrane dan membuat tumbuhnya aktifitas bakteri di permukaan membrane.

Sebelum melakukan Penyaringan dengan membran Ultrafiltrasi biasanya melewati beberapa tahap:

  1. System Pre-Treatment untuk menetralisir dan menghilangkan Nitrogen (Amonium), Phosporous dan Iron sebelum diolah di unit Ultra Filtrasi.
  2. Menggantikan sebagian Membrane Ultra Filtrasi yang sudah ada.
  3. Berdasarkan system capability yang ada, menambah lagi UF untuk menurunkan flux menjadi ½ kondisi saat ini.

Sumber : [AnekaSumber]

Alat Penyaring Air laut modern

Alat Penyaring Air laut modern , Salah satu alat penyaring air laut modern adalah SeaWater Reverse Osmosis (SWRO).
Ada banyak cara untuk menyaring air, baik air sumur, air sungai, air laut maupun penyaring air PDAM,  kami akan menjelaskan proses pengolahan air asin dengan alat penyaring air laut metode Reverse Osmosis (R.O) atau SeaWater Reverse Osmosis (SWRO), dari sumber air berasal dari air laut dalam ataupun air laut dangkal (pantai) sehingga air tersebut dapat  langsung dipasang dari kran PDAM (harus ada tekanan air yang cukup kuat dari PDAM) / Rumah tangga, maupun Industri sekitar yang membutuhkan.

Alat penyaring air laut berteknologi Reverse Osmosis adalah alat untuk menyaring air dari air laut (Asin/Payau) akan menjadi air minum (tawar), namun sulit sekali untuk menentukan sejauh mana air tersebut sudah cukup bersih untuk diolah, karena penglihatan kita mempunyai penglihatan yang terbatas untuk melihat benda benda zat padat yang kecil sekali (zat polutan, partikel berbahaya, mikroba, bakteri berbahaya lainnya).

alat penyaring air laut modern

Alat penyaring air laut Reverse Osmosis biasanya menggunakan komponen:
– Pompa 1 (Sumur)
– Pompa 2 (Tangki)
– Pompa Flush
– Sand Fiter
– Cartridge Filter 5 mikron
– Cartridge Filter 10 mikron
– Mesin Utama (Unit SeaWater Reverse Osmosis)

Cara Kerja alat penyaring air modern terknologi Reverse Osmosis
Air dari sumur utama yang merupakan air asin di hisap menggunakan pompa 1 (sumur) melewati Sand Filter 1 untuk proses penyaringan pertama kemudian di tampung ke tangki 1. Dari tangki 1 ini air masih berupa air asin disedot menggunakan pompa 2 dan melalui Sand Filter 2 untuk proses penyaringan kedua, berikutnya air melewati Cartridge Filter 5 mikron sebanyak dua buah dan Cartridge Filter 10 mikron 1 buah untuk proses penyaringan lebih lanjut, disini air sudah terlihat bersih namun masih terasa asin. Selanjutnya air masuk ke R/O Unit, disinilah air asin diproses menjadi air tawar, sistemnya menggunakan sistem membran, yaitu pemisahan air asin dan air tawar. Perbandingan antara air tawar dan air asin yang diproses adalah 1:5, 1 liter air bersih : 5 liter air asin. Air bersih berupa air tawar yang dihasilkan R/O di tampung kedalam tangki 2, dan air tawar siap untuk dikonsumsi. Pada sistem ini bagian dalam R/O harus tetap dibersihkan yaitu dengan di Flush. Air yang digunakan harus air bersih (tawar), dan ini di suply dari tangki 2 yang berupa air tawar hasil dari pengolahan R/O dan melalui Cartridge Filter 10 mikro, sistem pembersihannya menggunakan sistem otomatis, yaitu sekitar 10 detik saat awal pengoperasian R/O dan 4 jam sekali selama R/O dioperasikan. Selanjutnya air asin yang sudah dipisahkan dari R/O kemudian di alirkan ke sumur resapan.

Instalasi Alat penyaring air laut modern

Instalasi yang dilakukan dilapangan yaitu alat-alat tersebut diletakkan diatas Sebidang tempat berukuran kurang lebih 5×5 m dan diletakkan didalam box (Silter Box) berukuran 2X2 m. Namun ukuran tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan dan besarnya alat pengolahan air laut yang akan digunakan.

Pada saat instalasi dilapangan terdapat tambahan tangki kecil dengan kapasitas sekitar 250 liter yang berfungsi sebagai persediaan air bersih untuk melakukan proses Flush yaitu proses pembersihan bagian dalam R/O. Penambahan ini dimaksudkan agar proses Flush bisa berjalan lebih mudah tanpa terpengaruh dari kondisi tangki 2 (dua) yang sewaktu-waktu bisa kosong, karena jika persediaan air untuk melakukan Flush tidak ada maka air yang di suply ke R/O adalah berupa angin, dan ini dapat menyebabkan R/O mengalami kerusakan.

Sumber [AnekaSumber]

Pengolahan Air Bersih Untuk Industri

Pengolahan air bersih teknologi modern, Pengolahan air bersih industri dibutuhkan untuk mengolah air limbah sehingga menjadi air bersih yang layak untuk digunakan kembali maupun dibuang agar tidak mencemari lingkungan hidup. Air bersih adalah kebutuhan penting dalam kehidupan  manusia. Dalam keseharian, air bersih digunakan untuk berbagai keperluan, dari minum, mandi, cuci, masak dan lainnya. Hasil dari aktivitas masyarakat tersebut adalah air buangan/air limbah. Selain dari rumah tangga, air buangan juga dapat berasal dari industri maupun kotapraja. Lalu bagaimana air buangan mengalami proses penyaringan air bersih?

Secara umum, pengolahan air bersih terdiri dari 3 aspek, yakni pengolahan secara fisika, kimia dan biologi. Pada pengolahan secara fisika, biasanya dilakukan secara mekanis, tanpa adanya penambahan bahan kimia. Contohnya adalah pengendapan, filtrasi, adsorpsi, dan lain-lain. Pada pengolahan air bersih secara kimiawi, terdapat penambahan bahan kimia, seperti klor, tawas, dan lain-lain, biasanya bahan ini digunakan untuk menyisihkan logam-logam berat yang terkandung dalam air. Sedangkan pada pengolahan secara biologis, biasanya memanfaatkan mikroorganisme sebagai media pengolahnya.

pengolahan air bersih skala industri

PDAM (Perusahaan Dagang Air Minum), BUMN yang berkaitan dengan usaha menyediakan air bersih bagi masyarakat, biasanya melakukan penyaringan air bersih secara fisika dan kimia. Secara umum, skema pengolahan air bersih di daerah-daerah di Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Bangunan Intake (Bangunan Pengumpul Air)

Bangunan intake berfungsi sebagai bangunan pertama untuk masuknya air dari sumber air. Sumber air utamanya diambil dari air sungai. Pada bangunan ini terdapat bar screen (penyaring kasar) yang berfungsi untuk menyaring benda-benda yang ikut tergenang dalam air, misalnya sampah, daun-daun, batang pohon, dsb.

2. Bak Prasedimentasi (optional)

Pada sistem pengolahan air bersih bak ini digunakan bagi sumber air yang karakteristik turbiditasnya tinggi (kekeruhan yang menyebabkan air berwarna coklat). Bentuknya hanya berupa bak sederhana, fungsinya untuk pengendapan partikel-partikel diskrit dan berat seperti pasir, dll. Selanjutnya air dipompa ke bangunan utama pengolahan air bersih yakni WTP.

3. WTP (Water Treatment Plant)

Water treatment palnt adalah bangunan pokok dari sistem pengolahan air bersih. Bangunan ini beberapa bagian, yakni koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi dan desinfeksi.

a. Koagulasi

Disinilah proses kimiawi terjadi, pada proses koagulasi ini dilakukan proses destabilisasi partikel koloid, karena pada dasarnya air sungai atau air kotor biasanya berbentuk koloid dengan berbagai partikel koloid yang terkandung didalamnya. Tujuan proses ini adalah untuk memisahkan air dengan pengotor yang terlarut didalamnya, analoginya seperti memisahkan air pada susu kedelai. Pada unit ini terjadi rapid mixing (pengadukan cepat) agar koagulan dapat terlarut merata dalam waktu singkat. Bentuk alat pengaduknya dapat bervariasi, selain rapid mixing, dapat menggunakan hidrolis (hydrolic jump atau terjunan) atau mekanis (menggunakan batang pengaduk).

b. Flokulasi

Selanjutnya air masuk ke unit flokulasi. Tujuannya adalah untuk membentuk dan memperbesar flok (pengotor yang terendapkan). Di sini dibutuhkan lokasi yang alirannya tenang namun tetap ada pengadukan lambat (slow mixing) supaya flok menumpuk. Untuk meningkatkan efisiensi, biasanya ditambah dengan senyawa kimia yang mampu mengikat flok-flok tersebut.

c. Sedimentasi

Pada proses pengolahan air bersih bangunan ini digunakan untuk mengendapkan partikel-partikel koloid yang sudah didestabilisasi oleh unit sebelumnya. Unit ini menggunakan prinsip berat jenis. Berat jenis partikel kolid (biasanya berupa lumpur) akan lebih besar daripada berat jenis air. Pada masa kini, unit koagulasi, flokulasi dan sedimentasi telah ada yang dibuat tergabung yang disebut unit aselator.

d. Filtrasi

Sesuai dengan namanya, Proses filtrasi adalah untuk menyaring dengan media butiran. Media butiran ini biasanya terdiri dari antrasit, pasir silica dan kerikil silica dengan ketebalan berbeda. Cara ini dilakukan dengan metode gravitasi.

e. Desinfeksi

Setelah bersih dari pengotor, masih ada kemungkinan ada kuman dan bakteri yang hidup, sehingga ditambahkan senyawa kimia yang dapat mematikan kuman ini, biasanya berupa penambahan chlor, ozonisasi, UV, pemabasan, dan lain-lain sebelum masuk ke bangunan selanjutnya, yakni reservoir.

4. Reservoir

Teknik pengolahan air bersih. Proses reservoir berfungsi sebagai tempat penampungan sementara air bersih sebelum didistribusikan melalui pipa-pipa secara gravitasi. Karena kebanyakan distribusi di Indonesia menggunakan konsep gravitasi, maka reservoir biasanya diletakkan di tempat dengan posisi lebih tinggi daripada tempat-tempat yang menjadi sasaran distribusi, bisa diatas bukit atau gunung.

pengolahan air bersih skala industri

Gabungan dari unit-unit pengolahan air ini disebut IPA, Instalasi Pengolahan Air Bersih. Untuk menghemat biaya pembangunan, unit intake, WTP dan reservoir dapat dibangun dalam satu kawasan dengan ketinggian yang cukup tinggi, sehingga tidak diperlukan pumping station dengan kapasitas pompa dorong yang besar untuk menyalurkan air dari WTP ke resevoir. Pada akhirnya, dari reservoir, air bersih siap untuk didistribusikan melalui pipa-pipa dengan berbagai ukuran ke tiap daerah distribusi.

Sekarang ini, perkembangan metode pengolahan air bersih untuk industri maupun skala rumah tangga telah banyak berkembang, diantaranya adalah sistem saringan pasir lambat, Sistem Reverse Osmosis, Sistem Ultrafiltrasi dan masih banyak teknologi pengyaringan air modern lainnya. Perbedaan utama pada sistem ini dengan sistem konvensional adalah arah aliran airnya dari bawah ke atas (up flow), tidak menggunakan bahan kimia dan biaya operasinya yang lebih murah. Pada akhir tahun lalu pun, Pusat Penelitian Fisika LIPI telah berhasil menciptakan alat untuk mengolah air kotor menjadi air bersih yang layak diminum, sistem ini dirancang agar mudah dibawa (Portable) dan dapat dioperasikan tanpa memerlukan sumber listrik.

Sumber [AnekaSumber]

Air Tanah Jakarta 45% masih tercemar bakteri E-coli

Air Tanah Jakarta 45% masih tercemar bakteri E-coli, Air tanah masih jadi pilihan utama masyarakat Indonesia untuk mememuhi kebutuhan sehari-harinya di rumah. Untuk memastikan apakah air tanah yang digunakan masih layak pakai, masyarakat diingatkan agar tidak lupa menguji kualitas airnya.

Kenapa air tanah harus diuji kualitasnya?
pengolahan air tanah
Karena penggunaan air dalam kehidupan manusia harus bebas dari bahan pencemar dan polutan. Ada banyak indikator yang menunjukkan tingkat pencemaran air dan faktor ini kadang hanya bisa diketahui melalui pengujian di laboratorium.

Selain itu, tidak semua daerah memiliki kualitas air yang baik, padahal salah satu kegunaan air adalah untuk diminum karenanya kebersihan air akan mempengaruhi kesehatan seseorang.

Dimana tempat menguji kualitas air?

“Ada banyak laboratorium yang bisa melakukan hal itu,” ujar ketua Departemen Kesehatan Lingkungan FKM UI, Dr R Budi Haryanto, SKM, MKes, MSc

Dr .Budi menuturkan masyarakat bisa membawa air tanah di lingkungan rumahnya antara lain ke:

  • Laboratorium dinas kesehatan tiap provinsi
  • Laboratorium FMIPA bagian kimia
  • Laboratorium FKM (fakultas kesehatan masyarakat)
  • Laboratorium teknik bagian lingkungan
  • Atau kalau di swasta juga ada seperti di laboratorium Sucofindo.

Apa saja kualitas air tanah yang diuji?

Parameter yang diperiksa untuk mengetahui kualitas air tanah biasanya terdiri dari parameter biologis, kimiawi dan juga fisiknya.

Untuk parameter biologis yang diperiksa adalah kandungan bakteri E.coli sebagai indikator biologis. Jika di dalam air tanah tersebut terdapat bakteri E.coli maka virus, bakteri, parasit dan amuba lainnya bisa saja ada di dalam air tersebut. Tapi jika tidak ada bakteri E.coli kemungkinan virus, bakteri atau parasit yang ada di sana merupakan kuman yang non-patogen atau tidak berbahaya.

Untuk parameter kimiawi yang diperiksa adalah senyawa-senyawa kimia yang seharusnya memang tidak boleh ada di dalam air, misalnya mangan, merkuri atau timbal. Sedangkan untuk parameter fisiknya yang diperiksa adalah kekeruhan, pH dan warna dari air tanah tersebut.

“Persyaratan dari Kementerian Kesehatan adalah air yang dikonsumsi harus terbebas dari pencemar biologis, kimia dan fisik. Masyarakat bisa mengetes ketiganya dilaboratorium dan satu paket harganya mungkin sekitar 100 ribu,” ungkapnya.

Apa ciri-ciri air tanah yang tercemar ?

Air yang tercemar kadang tidak terlihat terutama jika pencemarnya adalah biologis. Sedangkan untuk pencemar kimia atau fisik terkadang bisa terlihat dari warna air yang keruh, berbau, berasa atau berwarna kekuning-kuningan.

“Kalau ada tanda-tanda seperti itu penting untuk memeriksakan semua faktor parameternya baik biologis, kimia dan fisiknya,” ujar Dr Budi.

Apakah jika saya membeli Air Isi Ulang itu baik ?
Membeli air yang bisa langsung diminum di depot isi ulang air minum makin diminati masyarakat. Tapi sebaiknya, air yang dibeli dari depot dimasak lagi sebelum diminum.

Meski depot air isi ulang tersebut mendaur air bersih dengan standar yang ada menggunakan alat penyaring air seperti ultraviolet atau bahan lainnya, namun belum jaminan bakteri-bakteri terutama E.coli akan hilang.

“Rata-rata 50 persen air isi ulang tersebut mengandung bakteri E.coli, karenanya masyarakat disarankan untuk memasaknya kembali sebelum diminum,” ujar Dr R Budi Haryanto, SKM, MKes, MSc dalam acara Teknologi Pemurni Air Siap Minum Terlindung dari Kuman berbahaya Penyebab Penyakit di Planet Hollywood, Jakarta

Dr.Budi menuturkan berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa FKM UI tahun 2009 di daerah Cimanggis, Jawa Barat diketahui bahwa air minum isi ulang mengandung bakteri E.coli dan berhubungan dengan diare pada bayi yang mengonsumsinya.

“Risiko bayi terkena diare 3 kali lebih tinggi pada bayi yang mengonsumsi air isi ulang dibandingkan dengan bayi yang tidak mengonsumsi. Hal ini karena biasanya air tersebut langsung diminum,” ujar dosen FKM UI.

Diare menduduki peringkat kedua sebagai penyebab kematian balita dan balita yang minum air tercemar akan memiliki risiko lebih tinggi. Fenomena ini menunjukkan pentingnya metode pengolahan air tanah yang efektif dan efisien, sehingga air yang dikonsumsi bisa terbebas dari mikroorganisme berbahaya.

Budi menuturkan proses yang digunakan oleh depot isi ulang tersebut sebenarnya sudah benar, dan penyaring yang digunakan seperti ultraviolet memang bisa digunakan menyaring bakteri atau senyawa kimia yang terdapat di dalam air .

“Tapi permasalahannya adalah siapa yang bisa menjamin bahwa penyaring tersebut diganti secara teratur, karena biasanya yang menjaga depot bukanlah sang pemilik yang sudah mendapatkan training tapi orang lain. Untuk itu pengawasannya harus diperketat,” ungkap dosen yang lahir di Malang 51 tahun silam.

Jika masyarakat masih mengonsumsi air isi ulang yang berasal dari depot-depot, maka sebaiknya air tersebut dimasak kembali atau dilewatkan pada dispenser yang air panas untuk mengurangi kontaminasi bakteri.

Bagaimana jika air yang dikonsumsi sudah tercemar apa solusi terbaiknya ?

Dr Budi mengungkapkan saat ini banyak di kota-kota besar seperti jakarta, tangerang, bogor, bandung, Surabaya , semarang dijual alat penjernih air , filter air, pengolah air tanah yang biasanya sudah mengandung penyaring air, karbon aktif dan media filter air lainnya untuk menangkap senyawa-senyawa kimia dan juga menghilangkan bakteri.

“Masyarakat harus pintar-pintar memilih alat penjernih air yang digunakan untuk penyaringan air, serta mengganti media filter secara teratur. Sedangkan memasak air yang mendidih hanya bisa menghilangkan pencemar biologis saja, kalau senyawa-senyawa kimia air tidak hilang,” ungkapnya.

Sumber [health.detik.com]

Air bersih di jakarta belum mencukupi kebutuhan warganya

Air bersih  sangat dibutuhkan setiap manusia oleh karena itu harus di buatkan sistem penyediaan air bersih yang baik dan benar agar setiap masyarakat dapat merasakan manfaat air bersih hingga ke pelosok daerah di tanah air. kebutuhan air bersih adalah banair bersihyaknya air bersih yang diperlukan untuk melayani penduduk yang dibagi dalam dua klasifikasi pemakaian air bersih , yaitu untuk keperluan domestik (rumah tangga) dan non domestic (industri, perkantoran, rumah sakit, dll) .Target pelayanan harus mengacu pada Millenium Development Goals (MDGs) Sebagai contoh di Jakarta di mana daerah perkotaan harus sudah terlayani 68% dari jumlah penduduk. Dalam melayani jumlah cakupan pelayanan penduduk akan air bersih sesuai target, maka direncanakan kapasitas sistem penyediaan air bersih yang dibagi dalam dua klasifikasi pemakaian air bersih , yaitu untuk keperluan domestik (rumah tangga) dan non domestik.

Kebutuhan Air Bersih Untuk Domestik (Rumah Tangga).
Menurut para ahli menyatakan bahwa kebutuhan air bersih domestik dimaksudkan adalah untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi keperluan rumah tangga yang dilakukan melalui Sambungan Rumah (SR) dan kebutuhan umum yang disediakan melalui fasilitas Hidran Umum (HU). Unutk menunjukkan besar debit air bersih domestik yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan domestik diperhitungkan terhadap beberapa faktor:

a. Jumlah penduduk yang akan mendapatkan air bersih menurut target tahapan perencanaan sesuai dengan rencana cakupan pelayanan air bersih.

b. Tingkat pemakaian air bersih diasumsikan tergantung pada kategori daerah dan jumlah penduduknya.
Kebutuhan Air Bersih Untuk Non Domestik (Industri , Perkantoran, Rumah Sakit , dll)
Menurut para ahli, kebutuhan air bersih nondomestik dialokasikan pada pelayanan untuk memenuhi kebutuhan air bersih berbagai fasilitas sosial dan komersial yaitu fasilitas pendidikan, peribadatan, pusat pelayanan kesehatan, instansi pemerintahan dan perniagaan. Besarnya pemakaian air bersih untuk kebutuhan non domestik diperhitungkan 20% dari kebutuhan domestik.

Kebutuhan Air bersih Rata-Rata.
Menurut para ahli dalam Standar Kriteria Desain Sistem Penyediaan Air Bersih menyatakan bahwa kebutuhan rata-rata distribusi air bersih perharinya adalah jumlah kebutuhan air bersih untuk keperluan domestik (rumah tangga) ditambahkan dengan kebutuhan air bersih untuk keperluan non domestik.

Qr = Qd + Qnd

Keterangan:

Qr = Kebutuhan air bersih rata-rata (liter/detik).

Qd = Kebutuhan air bersih untuk keperluan domestik (liter/detik).

Qnd = Kebutuhan air bersih untuk keperluan non domestik (liter/detik).

Berdasarkan para ahli, dalam Standar Kriteria Desain Sistem Penyediaan Air Bersih, kebutuhan air bersih pada hari maksimum (Qm) adalah pemakaian air bersih harian rata-rata tertinggi dalam satu tahun yang diasumsikan sebesar 110% dari kebutuhan rata-rata air bersih .

Sistem Pengaliran Air Bersih. Pendistribusian air bersih kepada masyarakat dengan kuantitas, kualitas dan tekanan yang cukup memerlukan sistem perpipaan yang baik, reservoir, pompa dan peralatan yang lain. Metode dari pendistribusian air bersih tergantung pada kondisi topografi dari sumber air bersih dan posisi para masyarakat berada. Menurut Howard, S.P., et.al (1985) sistem pengaliran air bersih yang dipakai adalah sebagai berikut:

a.Cara pengaliran air bersih dengan Gravitasi.
Cara pengaliran air bersih gravitasi digunakan apabila elevasi sumber air bersih mempunyai perbedaan cukup besar dengan elevasi daerah pelayanan, sehingga tekanan air yang diperlukan dapat dipertahankan. Cara ini dianggap cukup ekonomis, karena hanya memanfaatkan beda ketinggian lokasi antara sumber air bersih dan tujuan air bersih.

b.Cara pengaliran air bersih dengan Pemompaan.
Pada cara ini pompa digunakan untuk meningkatkan tekanan pompa air yang diperlukan untuk mendistribusikan air bersih  dari reservoir distribusi ke masyarakat. Sistem ini digunakan jika elevasi antara sumber air bersih atau instalasi pengolahan air bersih dan daerah pelayanan air bersih tidak dapat memberikan tekanan yang cukup.

c. Cara pengaliran air bersih dengan sistem Gabungan (sistem gravitasi dan sistem Pemompaan).
Pada cara pengaliran air bersih gabungan, reservoir digunakan untuk mempertahankan tekanan yang diperlukan untuk mengalirkan air bersih selama periode pemakaian tinggi dan pada kondisi darurat,misalnya saat terjadi kebakaran, atau tidak adanya energi. Selama periode pemakaian rendah, sisa air bersih dipompakan dan disimpan dalam reservoir distribusi. Karena reservoir distribusi digunakan sebagai cadangan air bersih selama periode pemakaian tinggi atau pemakaian puncak, maka pompa dapat dioperasikan pada kapasitas debit rata-rata air bersih.

Sumber [repository.usu.ac.id]

 

 

Penyaring air modern makin dicari warga Jakarta

Penyaring air modern makin dicari warga Jakarta. Dengan munculnya alat penyaring air dari PT .Tirta Abadi Gemilang. Anda tak perlu khawatir lagi dengan masalah air yang disebabkan oleh besi, mangan, kapur atau zat-zat berbahaya lainnya dari air yang anda gunakan. Penyaring air Nano Smart Filter merupakan penjernih air yang dapat menjadi solusi penggunaan air bersih di rumah anda. Hasil yang didapat adalah air bersih dan sehat sehingga aman digunakan untuk sehari-hari.

Alat penyaring air yang dikeluarkan PT. Tirta Abadi Gemilang tersebut bernama Nano Smart Filter. Alat Penjernih air alami tanpa listrik, tanpa gas, tanpa bahan bakar apapun. Penyaring air Nano Smart Filter sangat cocok digunakan untuk penyaringan air rumah tangga ataupun penyaringan air skala industri. Filter penjernih air Nano Smart Filter  merupakan alat penyaring air yang melewati beberapa tahapan penyaringan. Alat penyaring air Nano Smart Filter menggunakan media filter PureTAG sehingga mampu menghasilkan air hasil filtrasi lebih bersih dan sehat. Adanya alat penyaringan air nano smart filter tentunya membuat anda merasakan air bersih dan sehat dirumah dan anda pun dapat berhemat. Karena dengan menggunakan penyaring air Nano Smart Filter anda tidak perlu lagi membeli dan  menggunakan air isi ulang. penyaring airBetapa hematnya jika anda menggunakan penyaring air Nano Smart Filter, dengan Penyaring air Nano Smart Filter ini kita tinggal menampung air dari sumur maupun dari kran dan menghasilkan air bersih siap digunakan. Tentunya ini sangat menguntungkan dan memudahkan anda, dari pada anda harus membeli air isi ulang.

Seperti apa istimewanya penyaring air Nano Smart Filter dari PT. Tirta Abadi Gemilang ini? Sampai – sampai anda tidak perlu membeli air isi ulang, Berikut alasannya.

Nano Smart Filter merupakan alat penyaring air modern yang dapat mengubah air tidak layak digunakan menjadi air yang bersih layak digunakan. Dengan penyaring air Nano Smart Filter kita tinggal manampung air bersih dari sumur ataupun dari pipa ledeng dan dalam sekejap siap untuk digunakan. Penjernih air Nano Smart Filter menggunakan teknologi Fortex Sistem sehingga air bersih yang dihasilkan dapat keluar dengan lancar tanpa terhambat. Selain itu penyaring air Nano Smart Filter juga menggunakan media filter berkualitas yaitu PureTAG Super. Media filter pureTAG Super ini mampu berfungsi optimal selama 12 bulan bahkan lebih dengan pemakaian normal. Media filter PureTAG Super sangat cocok digunakan untuk penyaringan air kotor karena media filter ini memiliki komposisi 4in1 jadi media filter PureTAG ini  dapat mengatasi masalah air kotor, air kuning, air bau, air besi, air mengandung mangan, air berkapur, air berminyak dan masalah air lainnya. Sehingga air yang dihasilkan dari penyaring air Nano Smart Filter yang menggunakan media filter PureTAG Super adalah air bersih dan sehat, tidak berbau dan tidak berwarna yang tentunya menghasilkan rasa air yang alami.

Bagaimana cara perawatan penyaring air Nano Smart Filter sehingga dapat menghasilkan air bersih terus menerus? Cara perawatan penyaring air Nano Smart Filter sangat mudah yaitu cukup melakukan proses BACKWASH, Proses BackWash adalah pencucian yang dilakukan untuk menghilangkan kotoran yang  mengendap di atas media filter dengan metode aliran terbalik (dari bawah ke atas/kebalikan system filtrasi). Air hasil proses Backwash langsung di buang melalui pipa pembuangan. Lakukan proses Backwash seminggu 2 kali, Baiknya hari Senin dan Kamis selama 15-20 menit/ sampai air kembali bersih. Sedangkan untuk perawatan jangka panjangnya anda dapat melakukan penggantian media filter setiap satu tahun sekali sehingga air hasil penyaringan tetap bersih dan sehat.

Alat penyaring air terbaik Nano Smart Filter memiliki berbagai keunggulan produk dengan desain modern dan exclusive, dengan warna orange segar sehingga dapat mempercantik  rumah anda, perawatannya mudah , bergaransi. Untuk mendapatkan alat penyaring air Nano Smart Filter anda dapat menghubungi (021) 295 296 30 / 31 atau SMS ke 0889 139 4841. Anda juga dapat berkunjung  ke kantor pusat kami di Ruko Rempoa  8 No.8  JL. Pahlawan – Rempoa – Jakarta Selatan.  Untuk daerah jabodetabek kami memberikan gratis biaya kirim dan gratis biaya instalasi / pemasangan.

Penyediaan air bersih di Banjarmasin dengan teknik penjernihan air

Penyediaan air bersih di Banjarmasin dengan teknik penjernihan air, Air bersih merupakan kebutuhan utama masyarakat selain pangan dan energi. Penyediaan air bersih melalui perusahaan daerah air minum (PDAM) yang memadai sangat diharapkan masyarakat terutama karena semakin menurunnya kualitas air sungai sebagai sumber air bersih. Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan melalui PDAM Bandarmasih saat ini pelayanan air minumnya sudah mencapai 122.179 sambungan rumah tangga atau mencakup 98,7 % dari jumlah penduduk Banjarmasin, sehingga menempatkan Banjarmasin sebagai kota terbesar dalam pelayanan air bersih di Indonesia.  Bahkan, pada tahun 2013, cakupan layanan air bersih di Banjarmasin ditargetkan menjangkau seluruh penduduk, sehingga akan menjadikan Banjarmasin sebagai kota pertama di Indonesia yang melayani kebutuhan air bersih bagi seluruh masyarakatnya.penyediaan air bersih

Air baku yang dimanfaatkan PDAM Bandarmasih untuk suplai air bersih diperoleh dari sungai Tabuk di Kabupaten Banjar. Air dialirkan melalui pipanisasi, setelah itu air dimasukkan dalam bak pengendapan sehingga terdapat air bersih yang sudah tersaring akan mengalir ke dalam filter selanjutnya untuk disterilkan dengan bahan disinfecta dengan kadar antara 0,2 s/d 1,5 ppm, atau syarat kekeruhan yang ditetapkan oleh kementrian kesehatan tidak boleh melebihi 5 NTU. Rata-rata syarat yang harus dijaga oleh PDAM Bandarmasih besarnya tidak melebihi 2,5 NTU,  setelah terpenuhi baru disalurkan melalui pipa ke masyarakat umum. Semua proses ini sudah dimonitor oleh mesin secara otomatis, sehingga jika ada penyumbatan atau kemacetan bisa terpantau di layar monitor.

Selain itu, PDAM Badarmasih juga melakukan uji sampel secara berkala tiap 1 jam untuk mengetahui kondisi air saat itu, agar dapat diambil tindakan yang tepat jika ada ketentuan kualitas yang terganggu, sehingga masyarakat tidak mengalami kerugian dari penggunaan air PDAM. Setiap jam, PDAM selalu mengambil sampel berupa berapa besarnya kadar keasaman (ph) dari air dan besarnya NTU untuk memantau dari segi kesehatan, kejernihan air serta sisa warna pembuangan limbah.

PDAM Bandarmasin juga telah membangun tampungan air dengan kapasitas 10.000 m³, sehingga kapasitas air PDAM Bandarmasih menjadi berkisar 1.550 liter/detik, dari sebelumnya yang tercatat sekitar 1.000 liter/detik.

Sebagai antisipasi cadangan listrik, PDAM Bandarmasih juga menyediakan genset, agar proses pengolahan air baku tetap berjalan meskipun terjadi pemadaman listrik. Untuk kebutuhan energi dalam memenuhi kebutuhan air bersih, PDAM setiap tahunnya menyediakan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar.

Harga jual air bersih saat ini berkisar Rp 4.194/m³, harga yang cukup murah mengingat fungsi air bersih yang sangat vital. Selain itu, bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), diberikan subsidi untuk pemasangan baru sekitar Rp 650 ribu, sehingga mereka cukup membayar Rp150 ribu, sementara harga normalnya berkisar Rp 800 ribu. Hal ini dilakukan agar masyarakat pemanfaat air bersih semakin meluas, menjangkau  semua kalangan.

Di lain pihak, khusus untuk  warga yang berada di daerah kepulauan yang tidak memiliki sumber air tanah karena merupakan kawasan rawa yang memiliki air payau serta masyarakat yang tinggal di perdesaan yang berada di luar jangkauan PDAM, disediakan layanan air bersih melalui Pansimas dan PAC (pengelolaan air cepat) berupa alat penyaring air sungai sehingga bisa dikonsumsi dengan aman.

Meluasnya cakupan layanan air bersih berdampak positif dalam menurunkan penyakit diare dan kolera yang sebelumnya mewabah di Banjarmasin. Dulu, warga terpaksa mengkonsumsi air sungai sebagai sumber air bersih sehingga penyakit seperti diare sering diderita warga. Bahkan pada akhir 1990-an, Banjarmasin pernah berstatus KLB kolera karena penduduk pinggir sungai Martapura mengkonsumsi air tidak sehat.

Penyediaan ari bersih di daerah terpencil salah satunya berlokasi di RT 13 Kelurahan Mantuil Kecamatan Banjarmasin Selatan. Terdapat sekira 100 KK warga yang belum tersambungi pipa PDAM, sehingga warga mengandalkan PAC dan membeli air ledeng dari warga yang sudah mendapat sambungan PDAM. Harganya berkisar Rp1.000-Rp2.000/jerigen isi 20 liter.

Salah satu warga RT 13, Anisa (53 tahun), mengatakan ia mendapatkan bantuan perlengkapan PAC pada Agustus 2012 lalu, dimana ada sekira 50 PAC yang dibagikan kepada warga. Proses pengelolaan air jernih dimulai dari pemanfaatan air sungai yang berasal dari sungai Martapura, kemudian dialirkan melalui pipa masuk ke dalam bak penampungan berupa tong viber berkapasitas 200 liter, setelah itu air yang sudah mengendap masuk dalam proses Mixingwell dimana air sungai dicampur dngan bahan kimia (Koagulan) dengan perbandingan 20 s/d 60 ppm dimana Koagulan akan bercampur sebanyak 20 miligram pe liter air baku  dan dilakukan pencampuran. Lalu diaduk-aduk hingga 30 menit setelah itu air akan menetes dalam tampungan sehingga air bersih akan keluar melalui pipa dan siap untuk digunakan. Masyarakat bersyukur untuk bantuan ini, karena sekarang mereka bisa menghemat biaya pembelian air  dimana untuk harga air Rp 1.000 / jerigen dengan volume 20 liter.

Selain pemberian bantuan PAC, PDAM Bandarmasih bekerjasama dengan beberapa lembaga juga memberikan bantuan penyaluran air ke desa yang terletak di muara sungai atau dikenal juga dengan desa Pulau Bromo. Daerah ini merupakan daerah yang timbul menjadi salah satu wilayah dengan penghuni lebih 400 kk. Bantuan yang bantuan berupa alat transportasi kapal penyeberangan yang membawa 4 tandon air bersih dengan kapasitas 4.000 Liter, dengan anggaran mencapai Rp 40 juta/tahun, yang berasal dari bantuan beberapa CSR perusahaan yang tergerak dalam membantu penyediaan air bersih. Masyarakat dapat membeli air per jirigennya sebesar Rp 1.000 / 20 liter.

Penyediaan air bersih di Banjarmasin juga didukung jaminan ketersediaan air baku dengan kuantitas dan kualitas yang memadai. Pemerintah pusat, propinsi maupun pemerintah kota melakukan perlindungan daerah tangkapan air, manajemen terpadu daerah aliran sungai, pengendalian pencemaran air, penertiban ijin penggunaan air serta upaya antisipasi penyediaan sumber air baku untuk masa yang akan datang.

Kota Banjarmasin diakui sebagai kota besar yang mengelola air bersih terbaik di antara negara-negara di Asia Tenggara. Atas prestasinya ini, Banjarmasin mendapat penghargaan dalam bentuk sertifikat pengakuan atau “Clean Water” untuk kategori kota besar yang diserahkan berbarengan dengan puncak penyerahan penghargaan “Asean Environmentally Sustainable Cities” (Asean Esc Awards) tahun 2011 atau penghargaan untuk semua kota dengan penetapan lingkungan berkelanjutan di tingkat Asean. Hasil tersebut berdasarkan seleksi bersama puluhan kota besar lainnya di Asia Tenggara pada pertemuan Asean Working Group On Environmentally Sustainable Cities (AWGESC) ke-9 di Yangon, Nyanmar Mei 2011 lalu, dengan perserta perwakilan kota-kota di belahan Asia Tenggara.

Penghargaan ini juga merupakan apresiasi terhadap banjarmasin yang telah membangun pengelolaan air limbah yang dulu dibuang ke sungai, kini sebelum dibuang diproses dulu oleh Perusahaan Daerah Pengelola Air Limbah (PD PAL) hingga air dibuang bersih. Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik yang ada di Banjarmasin menggunakan system terpusat (off site system) dimana air limbah diangkut dalam pipa penyalur air limbah (sewers), dari tempat dimana air limbah itu dihasilkan (WC, Septik Tank, kamar mandi, dapur) ke tempat pengolahan dan pembuangan (IPAL). Pengolahan limbah di IPAL menggunakan sistem biologis, dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk menguraikan bahan-bahan organik dan racun yang berbahaya pada air limbah dengan teknologi RBC (Rotating Biological Contactor) sehingga dihasilkan effluent (hasil pengolahan) yang memenuhi standar baku mutu air yang diijinkan.

Pengolahan Air Limbah secara terpusat merupakan “Pilot Project” bagi kota Banjarmasin, dimana cakupan area pelayanannya masih terbatas, artinya hanya masyarakat yang berada di kawasan jaringan air limbah yang sementara ini bisa dilayani dengan menggunakan jaringan perpipaan. Untuk melayani masyarakat di luar  kawasan pelayanan jaringan air limbah, PD PAL Banjarmasin menyediakan bentuk pelayanan dengan mobil khusus penyedot limbah sesuai dengan permintaan kebutuhan masyarakat. Bentuk pelayanan mobil ini bisa juga untuk mengatasi permasalahan masyarakat terhadap WC/Septic Tank–nya yang bermasalah.

Untuk menciptakan kondisi tersebut Pemerintah Kota Banjarmasin membentuk Peraturan Daerah No.16 Tahun 2006 tentang Tarif Jasa Pelayanan Pengolahan Air Limbah Kota Banjarmasin, dimana dalam PERDA No.16 Tahun 2006 disebutkan bahwa masyarakat / Badan Hukum yang berada di areal pelayanan jaringan air limbah diwajibkan memanfaatkan sarana pengolahan air limbah, termasuk dalam hal ini mengadakan penyambungan dari sumber limbahnya ke jaringan air limbah yang telah disediakan. Untuk tata cara penyambungan tersebut dilakukan sesuai aturan yang ditetapkan oleh PD PAL Banjarmasin selaku Pengelola Air Limbah. Maka dari itu diharapkan dukungan peran aktif seluruh lapisan masyarakat bersama-sama Pemerintah Kota Banjarmasin dalam mengelola air limbah dapat terwujudkan, untuk menuju Kota Banjarmasin Bungas (cantik).

Cakupan pelayanan air bersih di Banjarmasin hendaknya menjadi acuan bagi Pemprov Kalimantan Selatan mengingat pelayanan air minum di Provinsi Kalimantan Selatan sampai dengan penghujung tahun 2011 baru mencapai 51,79 %, di bawah rata-rata nasional sebesar 53,26 %. Dengan jumlah penduduk sekitar 3,6 juta jiwa, berarti bahwa penduduk yang belum memiliki akses aman air minum di Provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 1,7 juta jiwa. Di sisi lain sasaran MDGs tahun 2015 untuk Provinsi Kalimantan Selatan adalah tingkat akses aman air minum sebesar 70 %. Dengan demikian, dalam kurun waktu 2,5 (dua setengah) tahun ke depan Pemerintah provinsi dan Kabupaten-Kota di Kalsel perlu menyediakan tambahan akses aman air minum bagi 600 ribu jiwa.

Sumber [setkab.go.id]

Pages:« Prev123456789101112131415Next »