You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»Penjernih Air

Penjernih Air

Teknologi membran mikrofiltrasi

Teknologi membran mikrofiltrasi, Teknologi membran telah tumbuh dan berkembang secara dinamis sejak pertamakali  dikomersilkan Sartorius-Werke di Jerman pada tahun 1927, khususnya untuk membran mikrofiltrasi. Pengembangan dan aplikasi teknologi ini semakin beragam dan penemuan-penemuan baru pun semakin banyak dipublikasikan. Teknologi membran pada akhirnya menjadi salah satu teknologi alternatif yang paling kompetitif saat ini dan telah memberikan beragam solusi bagi umat manusia dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Proses mikrofiltrasi merupakan salah satu proses berbasis membran yang berkembang sangat pesat di awal perkembangan teknologi membran. Pertumbuhan dan perkembangannya pada tahun-tahun terakhir hanya mampu disaingi oleh reverse osmosis, akibat adanya permintaan yang sangat besar terutama untuk aplikasi proses desalinasi. Secara umum mikrofiltrasi diaplikasikan dalam proses pemisahan unsur-unsur partikulat dari larutannya. Aplikasi proses mikrofiltrasi diantaranya adalah untuk proses sterilisasi obat-obatan dan produksi minuman, klarifikasi ekstrak juice, pemrosesan air ultramurni pada industri semi konduktor, metal recovery, dan sebagainya.

filter air membran mikrofiltrasi

Proses mikrofiltrasi merupakan proses pemisahan unsur-unsur partikulat dari dalam larutannya. Proses ini berlangsung dan difasilitasi oleh membran mikrofiltrasi. Membran mikrofiltrasi dapat memiliki baik struktur simetrik maupun asimetrik, dengan rentang ukuran diameter pori antara 0,02-10 μm, sehingga akan sangat efektif dalam pemusahan baik padatan tersuspensi maupun emulasi. Penggolongan proses-proses membran pada saat ini sangat luas. Membran mikrofiltrasi dapat dibedakan dari membrane reverse osmosis dan ultrafiltrasi berdasarkan ukuran partikel yang dapat dipisahkannya. Pada membran mikrofiltrasi, garam tidak dapat direjeksi membran. Proses filtrasi dapat dilaksanakan pada tekanan relatif rendah yaitu di bawah 2 bar. Membran mikrofiltrasi dapat dibuat dari berbagai macam material baik organic maupun anorganik. Membran anorganik banyak digunakan untuk membuat membrane mikrofiltrasi antara lain sintering, track etching, stretching, dan inversi fasa.

Teknologi membrane mikrofiltrasi adalah proses membran dengan menggunakan tekanan sebagai gaya dorong. Teknologi Membran mikrofiltrasi memiliki ukuran pori antara 0,02 sampai 10 μm dan tebal antara 10 sampai 150 μm. Mikrofiltrasi digunakan pada berbagai macam aplikasi di industri, terutama untuk pemisahan partikel berukuran lebih dari 0,1 μm dari larutannya. Membran ini dapat menahan koloid, mikroorganisme, dan padatan tersuspensi. Mikrofiltrasi juga dapat menahan bahan-bahan yang ukurannya lebih kecil daripada rata-rata ukuran pori karena penahan adsorptif. Salah satu aplikasi utamanya di industri adalah sterilisasi dan klarifikasi pada industri makanan dan obat-obatan, pemanenan sel, klarifikasi juice, recovery logam dalam bentuk kolid, pengolahan limbah cair, fermentasi kontinue, ataupun pemisahan emulsi minyak-air. Mikrofiltrasi juga dapat digunakan untuk memisahkan partikel selama proses pembuatan air ultramurni pada industri semi konduktor. Aplikasi terbaru adalah di bidang bioteknologi, yaitu pengambilan sel dan bioreaktor membran, serta teknologi biomedik yaitu pemisahan plasma dari sel darah. Membran mikrofiltrasi biasanya beroperasi pada tekanan 0,5-5 atmosfer, dan membran yang digunakan pada umumnya berstruktur simetrik.

Proses ini cocok untuk melakukan fraksionasi atau penyisihan makromolekul dari suspensi atau emulsi. Hal yang paling membatasi mikrofiltrasi khususnya untuk umpan berupa suspensi adalah apa yang disebut polarisasi konsentrasi dan fouling. Kedua fenomena tersebut diasosiasikan dengan penurunan flux terhadap waktu. Mikrofiltrasi  (MF), Membran jenis ini beroperasi pada tekanan berkisar 0,1-2 Bar dan batasan permeabilitas-nya lebih besar dari 50 L/m2.jam.bar

Secara umum, mikrofiltrasi diaplikasikan dalam proses pemisahan unsur-unsur partikulat dari larutannya.  Teknologi membran dapat dari sejumlah besar material yang berbeda-beda dan dengan bermacam-macam tehnik pembuatan antara lain sintering, track etching, stretching, dan inverse fasa. Membran mikrofiltrasi dapat dibuat dari berbagai macam material baik organic maupun anorganik. Hal ini memungkinkan untuk membuat membran dengan konfigurasi dan ukuran seperti yang diinginkan. Pada proses sintering ini material ditekan dan dipanaskan hingga melewati titik didihnya.

Membran mikrofiltrasi memiliki ukuran pori antara 0,02 sampai 10μm dan tebal antara 10 sampai 150μm. Membran mikrofiltrasi juga memiliki dua struktur geometri pori, yaitu : simetrik dan asimetrik. Namun umumnya membran mikrofiltrasi berstruktur pori asimetrik. Pada membran asimetrik terdapat lapisan atas yang sangat tipis (skin) dengan tebal 0,1-1 μm. Untuk memberikan kekuatan mekanik, lapisan skin ini ditunjang oleh lapisan berikutnya yang dikenal sebagai support. Lapisan support memiliki ketebalan antara 50-150 μm dan sangat berpori.

Keuntungan mikrofiltrasi diantaranya mampu menghilangkan semua partikel dan mikroorganisme yang lebih besar dari ukuran pori, dan perawatan yang dibutuhkan minimal. Sementara kerugiannya tidak mampu menghilangkan (hanya mengurangi) senyawa anorganik terlarut, senyawa kimia, pirogen, dan semua koloid. Selain itu mikrofiltrasi tidak dapat diregenerasi. Mikrofiltrasi tidak berbeda secara fundamental dengan reverse osmosis, ultrafiltrasi ataupun nanofiltrasi kecuali dalam hal ukuran partikel yang dihilangkannya.

Penggunaan membran mikrofiltrasi dan ultrafiltrasi dapat memisahkan partikel yang mempunyai berat molekul lebih besar dari ukuran pori kapiler membran. Unit filtrasi teknologi membran terdiri atas modul membran, pompa diafragma, dan peralatan bantu lainnya. Unit filtrasi membran dapat berfungsi baik jika dirakit dengan memenuhi persyaratan teknis yang sesuai dengan tahapan proses filtrasi, yaitu pengumpanan, penyaringan, dan pencucian. Tekanan pada proses filtrasi maksimum 2 bar agar serat kapiler tidak putus. Sebaiknya membran tidak digunakan untuk larutan dengan pH ekstrem dan suhu lebih dari 40°C. Teknologi membran mikrofiltrasi dan ultrafiltrasi dapat digunakan untuk filtrasi jus buah, minyak kelapa murni, dan minyak tumbuh-tumbuhan lainnya, dan menghasilkan cairan yang lebih jernih.

Sumber [Aneka Sumber]

Media filter karbon aktif (Activated Carbon)

Media filter karbon aktif (Activated Carbon), Media filter karbon aktif salah satu media yang digunakan untuk menjernihkan air dan menghilangkan bau.  Karbon aktif atau sering juga disebut sebagai arang aktif, adalah suatu jenis karbon yang memiliki luas permukaan yang sangat besar. Hal ini bisa dicapai dengan mengaktifkan karbon atau arang tersebut. Hanya dengan satu gram dari karbon aktif, akan didapatkan suatu material yang memiliki luas permukaan kira-kira sebesar 500 m2 (didapat dari pengukuran adsorpsi gas nitrogen). Biasanya pengaktifan hanya bertujuan untuk memperbesar luas permukaannya saja, namun beberapa usaha juga berkaitan dengan meningkatkan kemampuan adsorpsi karbon aktif itu sendiri.

Karbon aktif adalah karbon padat yang memiliki luas permukaan yang cukup tinggi berkisar antara 100 sampai dengan 2000 m2/g. Bahkan ada peneliti yang mengklaim luas permukaan karbon aktif yang dikembangkan memiliki luas permukaan melebihi 3000 m2/g. Bisa dibayangkan dalam setiap gram zat ini mengandung luas permukaan puluhan kali luasan lapangan sepak bola. Hal ini dikarenakan zat ini memiliki pori – pori yang sangat kompleks yang berkisar dari ukuran mikro dibawah 20 A (Angstrom), ukuran meso antara 20 sampai 50 Angstrom dan ukuran makro yang melebihi 500 A (pembagian ukuran pori berdasarkan IUPAC). Sehingga luas permukaan disini lebih dimaksudkan luas permukaan internal yang diakibatkan dari adanya pori – pori yang berukuran sangat kecil.

media filter karbon aktif

Karena memiliki luas permukaan yang sangat besar, maka media filter karbon aktif sangat cocok digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan luas kontak yang besar seperti pada bidang adsorpsi (penjerapan), dan pada bidang reaksi dan katalisis. Contoh yang mudah dari karbon aktif adalah yang banyak dikenal dengan sebutan norit yang digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan. Prinsip kerja norit adalah ketika masuk kedalam perut dia akan mampu menjerap bahan – bahan racun dan berbahaya yang menyebabkan gangguan pencernaan. Kemudian menyimpannya didalam permukaan porinya sehingga nantinya keluar nantinya bersama tinja. Secara umum karbon aktif ini dibuat dari bahan dasar batu bara dan biomasa. Intinya bahan dasar pembuat karbon aktif haruslah mengandung unsur karbon yang besar.

Dewasa ini karbon aktif yang berasal dari biomasa banyak dikembangkan para peneliti karena bersumber dari bahan yang terbarukan dan lebih murah. Bahkan karbon aktif dapat dibuat dari limbah biomasa seperti kulit kacang-kacangan, limbah padat pengepresan biji – bijiaan, ampas, kulit buah dan lain sebagainya. Proses pembuatan arang aktif dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu pengaktifan secara fisika dan secara kimia. Pengaktifan secara fisika pada dasarnya dilakukan dengan cara memanaskan bahan baku pada suhu yang cukup tinggi (600 – 900 C) pada kondisi miskin udara(oksigen), kemudian pada suhu tinggi tersebut dialirkan media pengaktif seperti uap air dan CO2. Sedangkan pada pengaktifan kimiawi, bahan baku sebelum dipanaskan dicampur dengan bahan kimia tertentu seperti KOH, NaOH, K2CO3 dan lain sebagainya. Biasanya pengaktifan secara kimiawi tidak membutuhkan suhu tinggi seperti pada pengaktifan secara fisis, namun diperlukan tahap pencucian setelah diaktifkan untuk membuang sisa – sisa bahan kimia yang dipakai. Sekarang ini telah dikembangkan pengabungan antara metode fisika dan kimia untuk mendapatkan sekaligus kelebihan dari kedua tipe pengaktifan tersebut. Karbon aktif  biasanya dapat dibuat dari beberapa bahan baku Batu Bara, Arang Kayu Keras, dan  Arang Batok Kelapa. Beberapa bahan baku tersebut memiliki karakteristik yang berbeda, dan masing-masing memiliki keunggulannya masing-masing.

Contoh Beberapa Jenis Bahan Baku Media Filter Karbon Aktif:

Karbon Aktif Batu Bara
Karbon aktif jenis ini memiliki tingkat kekerasan tinggi, sehingga sangat cocok untuk digunakan sebagai filter di dalam tangki bervolume ribuan liter.

Karbon Aktif dari Kayu Keras
Karbon aktif dari bahan ini biasanya dibuat dalam bentuk powder. Metilen Biru karbon aktif dari kayu keras sangat tinggi yaitu bisa di atas 200. Sehingga, karbon aktif jenis ini banyak diaplikasikan di industri farmasi, penyedap makanan, pabrik gula, dan industri minyak goreng. Karena semakin tinggi metilen biru karbon aktif, maka daya serap warna organik juga semakin tinggi.

Karbon Aktif Tempurung Kelapa (Coconut Shell)
Dalam tahap karbonisasi, tempurung kelapa dipanaskan tanpa udara dan tanpa penambahan zat kimia. Tujuan karbonisasi adalah untuk menghilangkan zat terbang. Proses karbonisasi dilakukan pada temperature 400-600 0C. Hasil karbonisasi adalah arang yang mempunyai kapasitas penyerapan rendah. Untuk mendapat karbon aktif dengan penyerapan yang tinggi maka harus dilakukan aktivasi terhadap arang hasil karbonisasi.

Proses aktivasi dilakukan dengan tujuan membuka dan menambah pori-pori pada karbon aktif. Bertambahnya jumlah pori-pori pada karbon aktif akan meningkatkan luas permukaan karbon aktif yang mengakibatkan kapasitas penyerapannya menjadi bertambah besar. Proses aktivasi dapat dilakukan dengan dua metode yaitu teknik aktivasi fisik dan teknik aktivasi kimia. Proses aktivasi fisik dilakukan dengan cara mengalirkan gas pengaktif melewati tumpukan arang tempurung kelapa hasil karbonisasi yang berada dalam suatu tungku. Aktivasi kimia dilakukan dengan menambahkan bahan baku dengan zat kimia tertentu pada saat karbonisasi.

Ada tiga jenis media filter karbon aktif yang terbuat dari tempurung kelapa yang banyak dipasaran yaitu:

Karbon aktif  bentuk serbuk
Karbon aktif berbentuk serbuk dengan ukuran lebih kecil dari 0,18 mm. Terutama digunakan dalam aplikasi fasa cair dan gas. Digunakan pada industri pengolahan air minum, industry farmasi, terutama untuk pemurnian monosodium glutamate, bahan tambahan makanan, penghilang warna asam furan, pengolahn pemurnian jus buah, penghalus gula, pemurnian asam sitrtat, asam tartarikk, pemurnian glukosa dan pengolahan zat pewarna kadar tinggi.

Karbon aktif  Bentuk Granular
Karbon aktif bentuk granular/tidak beraturan dengan ukuran 0,2 -5 mm. Jenis ini umumnya digunakan dalam aplikasi fasa cair dan gas. Beberapa aplikasi dari jenis ini digunakan untuk: pemurnian emas, pengolahan air, air limbah dan air tanah, pemurni pelarut dan penghilang bau busuk.

Karbon Aktif Bentuk Pellet
Karbon aktif berbentuk pellet dengan diameter 0,8-5 mm. Kegunaaan utamanya adalah untuk aplikasi fasa gas karena mempunyai tekanan rendah, kekuatan mekanik tinggi dan kadar abu rendah.Digunakan untuk pemurnian udara, control emisi, tromol otomotif, penghilangbau kotoran dan pengontrol emisi pada gas buang.

Sumber [Aneka Sumber]

Filter air membran keramik

Filter air membran keramik, filter air dapat menggunakan membran keramik sehingga air menjadi bersih, jernih dan tidak berbau lagi. Membran keramik merupakan tipe membran yang relative baru karena skala komersialnya baru  diperkenalkan pada pertengahan tahun 1980 an oleh Membralox USA. Membran jenis ini digunakan pada crossflow filtration untuk larutan yang mengandung konsentrasi partikel yang tinggi. Membran keramik berpori adalah membran dengan tipe asimetrik yang memiliki ketebalan support sekitar 1 – 3 mm. Lapisan mikrofiltrasi biasanya berukuran 10 – 30μm dan oksida yang umum digunakan untuk  membran adalah zirconia (ZrO2) dan alumina (Al2O3). Membran ultrafiltrasi tebalnya hanya beberapa mikrometer dan terbuat dari alumina, zirconia, titania (TiO2) dan cerium (CeO2). Membran nanofiltrasi ketebalannya kurang dari 1μm, umumnya terbuat dari zirconia dan titania. Support dan lapisan mikrofiltrasi dihasilkan dari teknik keramik klasik, dimana proses sol-gel digunakan untuk lapisan ultra dan nanofiltrasi. Membran filter air keramik kebanyakan dibuat dalam dua bentuk geometri utama : tubular dan flat. Membran keramik terutama yang berbasis Palladium telah lama digunakan pada mikrofiltrasi dan ultrafiltrasi karena sifatnya yang stabil terhadap pengaruh panas, bahan kimia dan solvent.

filter air membran keramik

Kelebihan membran keramik terletak pada stabilitas termalnya yang baik, tahan terhadap senyawa kimia, degradasi biologis ataupun mikroba. Sifat-sifat menunjukkan keunggulan bila dibandingkan dengan membran yang terbuat dari senyawa polimer, dan relatif mudah untuk dibersihkan dengan cleaning agent. Ketahanan terhadap zat kimia menyebabkan membran keramik banyak digunakan pada prosesing makanan, produk bioteknologi dan farmasi.

Kekurangan membran keramik terutama timbul dari proses preparasinya dimana sangat sulit mencapai kualitas produk akhir yang reproducible. Hal ini karena pada dasarnya sifat brittle dari membran keramik membuatnya lebih mahal daripada system membran polimer. Selain itu, harga system membran meningkat signifikan seiring dengan meningkatnya kebutuhan sifat-sifat produk, antara lain porositas, ukuran pori, reproducibility, dan reliability.

Pembuatan Membran Keramik
Umumnya, proses fabrikasi membran keramik berpori terdiri atas tiga tahapan yaitu 1)pembentukan suspensi partikel, 2) pembuatan suspensi partikel menjadi prekursor membran dengan bentuk tertentu seperti flat-sheet,monolith atau tubular dan (3)konsolidasi membran keramik dengan perlakuan panas pada suhu tinggi. Metode yang lazim dilakukan dalam pencetakan membran keramik adalah slip casting,tape casting, extrusion dan pressing. Proses pelapisan dilakukan dengan teknik dipcoating, sol-gel, Chemical Vapor Deposition (CVD) atau proses Evaporative Vapour Deposition(EVD). Diameter pori membran keramik untuk mikrofiltrasi dan ultrafiltrasi bervariasi dari 0,01 sampai 10 μm. Biasanya membrane membran untuk mikrofiltrasi dan ultrafiltrasi dibuat dengan cara slip coating-sintering. Cara lainnya yaitu metode sol-gel dapat digunakan untuk membuat membran keramik dengan ukuran pori dari 10 sampai 100 Ȧ. Pada proses slip coating-sintering membran keramik dibuat dengan cara menuangkan dispersi butir halus material keramik dan suatu binder dan mencetaknya dalam suatu mold dan selanjutnya disintering pada temperatur tinggi.

Performansi Proses Filtrasi Membran Keramik
Parameter yang mempengaruhi performan pada filtrasi adalah larutan umpan, membran dan kondisi filtrasi. Tiga fenomena utama sehubungan perpindahan solvent dan solut selama proses filtrasi membran adalah polarisasi, perpindahan massa internal dan fouling. Pengaruh tiga hal ini dengan mengubah parameter-parameter berikut : hidrodinamika, kinetika transfer massa dan kesetimbangan termodinamika. Perbedaan antara zat anorganik dan organik tradisional dihasilkan dari struktur dan sifat intristik material. Aliran dalam filter air membran keramik terjadi melalui ruang intergranular pada lapisan atas, sublapisan pori dan  support, sedangkan pada membran polimer terjadi melalui jaringan kontinyu pada bukaan. Adanya oksida logam menghasilkan  muatan listrik sehingga performance permukaan material keramik lebih kuat, selain tergantung pada pH dan kekuatan ionic  larutan dibandingkan material polimer.

Sifat-sifat Membran
Material dan struktur membran, terutama ukuran pori, karakteristik permukaan membran, dan struktur support (ketebalan,  porositas, pembasahan, potensial zeta,permukaan dan sifat kimia) mempengaruhi permeate fluks dan sifat retensi, demikian juga dengan kecenderungan terjadinya fouling. Membran keramik menunjukkan perilaku amfoter terhadap air sehingga muatan permukaan tergantung pada pH larutan. Terjadinya permukaan bermuatan dan yang netral disebabkan oleh formasi metal aquo complexes pada interface larutan oksida. Perilaku ini berdampak pada permeate fluks, kecenderungan fouling dan retensi. Pada beberapa kasus, sifat amfoter membran keramik dapat mengakibatkan preferential adsorption pada komponen tertentu, hal ini akan meningkatkan retensi. Umumnya membran keramik mempunyai struktur komposit yang dapat meningkatkan permeabilitas membran dengan ukuran pori kecil dengan menurunkan overall hydraulic resistence. Sifat membran lainnya yang cukup penting adalah geometri pori (tortuosity), ukuran pori, distribusi ukuran pori dan porositas. Peningkatan ukuran pori  mengakibatkan kenaikan permeabilitas, polarisasi, dan penyumbatan, juga penurunan retensi. Ukuran pori optimal tergantung pada sifat umpan dan kondisi filtrasi.

Kondisi Filtrasi
Parameter penting bagi kondisi filtrasi berupa tekanan, cross flow velocity, temperatur dan persentase recovery. Permeate fluks bertambah dengan pemakaian teknik-teknik backflow, feed pulsation, aliran dua fasa, rotasi filter element dll. Metode untuk mengurangi fouling antara lain adalah metode chemical cleaning, metode fisik seperti backflushing dan pemakaian turbulence promoters, dan metode hydrodynamic yang berhubungan dengan disain modul. Kecepatan aliran permeat tergantung pada tekanan transmembran yang dilakukan pada luas permukaan dengan kondisi yang seragam. Fluks air murni berbanding lurus dengan tekanan. Bila larutan umpan lebih kompleks dan mengandung zat-zat lain maka perilaku fluks juga akan lebih kompleks. Awalnya fluks meningkat sampai critical fluks tercapai, kemudian melambat hingga mencapai limiting fluks. Selain limiting fluks, kenaikan tekanan tidak berdampak positif bagai fluks. Sebaliknya, kenaikan tekanan dapat menurunkan fluks karena compactibility lapisan akibat terjadinya fouling. Kenaikan tekanan operasi dapat mengakibatkan meningkatnya polarisasi konsentrasi dan fouling yang pada akhirnya akan menurunkan fluks permeat. Pada mikro dan ultrafiltrasi umumnya disarankan cross flow velocity sebesar 2 – 8 m/s. Kenaikan velocity dapat mengakibatkan kenaikan fluks dan critical fluks. Umumnya membran dapat dibuat dari bermacam-macam material seperti keramik, kaca, atau logam. Membran keramik umumnya terbuat dari campuran senyawa-senyawa metal (logam) seperti Silika, Alumina dan Zirkonia. Secara fisik, membran keramik dapat berbentuk tube atau disk, bersifat porous sehingga operasi membran jenis ini kebanyakan adalah dead-end.

Sumber [eprints.unsri.ac.id]

Filter air rumah sakit dan farmasi

Filter air untuk rumah sakit, Filter air dibutuhkan dalam berbagai bidang diantaranya rumah sakit dan farmasi. Limbah yang dihasilkan rumah sakit dapat berupa limbah padat, cair, dan gas yang sebagian merupakan limbah klinis dan non-klinis sehingga berpotensi dalam penyebaran penyakit.

Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 58 tahun 1995, sebagian limbah rumah sakit berkategori limbah cair yang berbahaya dan beracun sehingga salah satu sebab buruknya sanitasi di lingkungan rumah sakit. Dampak negatif lainnya akibat dari limbah rumah sakit yang belum ditangani dengan baik adalah gangguan kesehatan dan keselamatan kerja personil di rumah sakit. Ini disebabkan oleh komponen infection waste yang ditunjukkan oleh kandungan mikroba patogen, zat kimia atau radiasi dengan limbah sebagai media perantaranya.

filter air limbah rumah sakit farmasi

Untuk menangani air limbah rumah sakit diwajibkan oleh pemerintah menyediakan fasilitas IPAL sebelum air limbahnya dibuang. Oleh sebab itu, perlu dirancang Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang mampu mereduksi, menurunkan kadar pencemar untuk menjamin kelestarian fungsi ekosistem. IPAL ialah sistem pengolah yang mampu menurunkan kandungan air limbah yang berpotensi mencemari lingkungan sesuai parameter pemerintah. Tujuannya, mengurangi dampak buruk polutan di dalam air limbah dan mengendalikan pencemaran lingkungan.

Upaya pembuatan IPAL ini berlandaskan pada UU No. 20/1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air (pasal 17). Peraturan Menteri Kesehatan No.173/Menkes/Per/VIII/1997, tentang Pengawasan Pencemaran Air dari Badan Air untuk Berbagai Kegunaan yang Berhubungan dengan Kesehatan, Keputusan Direktur Jenderal PPM dan PLP No. HK.00.06.6.44 tentang Persyaratan & Petunjuk Teknis Tatacara Penyehatan Lingkungan. Undang-undang dan peraturan lainnya yang mewajibkan rumah sakit memiliki IPAL adalah UU No. 44/2009 tentang Rumah Sakit, Permenkes No. 147 tahun 2010 tentang Perizinan Rumah Sakit dan Kepmenkes No. 1204 tahun 2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.

Sumber Air Limbah Rumah Sakit
Air limbah rumah sakit adalah semua air limbah yang dihasilkan di dalam area rumah sakit, baik dari unit pelayanan medis, penunjang medis maupun dari unit nonmedis atau bagian umum. Berdasarkan sumbernya air limbah rumah sakit dapatlah dikelompokkan menjadi empat bagian.

1. Air limbah domestik. Air limbah ini berasal dari kamar mandi, dapur, air limbah cuci pakaian. Air limbah ini banyak mengandung zat organik.

2. Air limbah medis. Air limbah ini berasal dari kegiatan medis rumah sakit seperti pembersihan luka, sisa-sisa darah, dll. Ini pun kaya zat organik.

3. Air limbah laboratorium. Air limbah ini berasal dari laboratorium sehingga banyak berisi logam berat. Air limbah ini sebaiknya diolah terpisah dengan air limbah domestik dan medis. Air limbah laboratorium ini dapat ditampung untuk selanjutnya diproses secara khusus. Setelah itu barulah efluennya dialirkan bersama-sama dengan efluen air limbah lainnya.

4. Air limbah kedokteran nuklir. Jenis limbah ini termasuk Buangan Berbahaya dan Beracun (B3) sehingga perlu ditangani secara khusus.

Teknologi filter air pengolah limbah Rumah Sakit
Terdapat aneka teknologi yang bisa diterapkan untuk IPAL rumah sakit. Perbedaan jenis, jumlah, dan volume unit pengolah air limbah akan berpengaruh pada efisiensinya. Dalam hal filter air , jenis unit, jumlah, dan volumenya diberitahukan kepada klien atau pengguna pada tahap awal perencanaan.

Amazon Technology (Zontech) ialah teknologi pengolahan air limbah hibrid (hybrid) yang memadukan unit operasi fisika dan unit proses biologi (bio-fisika) dan proses kimia (bergantung pada kebutuhan lembaga, badan, perusahaan). Unit yang dibuat didasarkan pada kondisi air limbah masing-masing yang dipengaruhi oleh jenis kegiatan lembaga atau perusahaan (pabrik makanan, minuman, domestic wastewater, rumah sakit, hotel, atau perkantoran).

Anaerobic Filter (AF)
Anaerobic Filter, Fixed Bed atau biofilter ialah reaktor bermedia (batu, plastik, kayu, bambu, dll) untuk perlekatan bakteri. Media dipasang secara random dengan tiga mode operasi: upflow, downflow, fluidized bed. AF banyak diterapkan untuk mengolah air limbah ber-COD tinggi. Reaktor highrate ini telah luas diaplikasikan untuk mengolah air limbah berbagai jenis. Kunci suksesnya, reaktor ini mampu menghasilkan swahenti, yaitu pembatasan gerak bakteri pada suatu ruang dalam bentuk biofilm dan/atau biogranule (biobutir). Pada reaktor AF ini, swahenti bakteri dapat menghasilkan umur lumpur yang tinggi, prosesnya stabil, mampu menangani perubahan debit dan kualitas air limbah, mampu pulih (recovery) setelah lama tidak beroperasi, misalnya setelah enam bulan reaktor berhenti operasi atau dormancy, ia mampu pulih hanya dalam tempo 1 – 2 pekan. Biomassanya pun mampu bertahan aktif setelah shutdown dengan syarat masih ada sisa airnya (tetap terendam).

Upflow Anaerobic Sludge Blanket (UASB)
Reaktor UASB diperkenalkan oleh Gatze Lettinga, pakar proses anaerob di Universitas Wageningen, Belanda pada 1970-an. Mulai saat itu proses ini banyak diterapkan untuk mengolah air limbah karena mampu membentuk sludge yang berat dan aktif hingga konsentrasi 100.000 mg/l di zone bawah reaktor dengan mekanisme retensi dan separasi. Secara konsep, UASB serupa dengan reaktor highrate yang lain, yakni mampu menahan biomassa secara swahenti (self immobilization) dengan cara membentuk agregat atau konglomerat atau aglomerat yang tersusun oleh konsorsium bakteri. Dampak retensi (penahanan) swahenti ini, selain menambah aktivitas metanogeniknya juga menambah kecepatan endapnya sehingga waktu tinggal selnya melebihi waktu tinggal hidrolisnya.

Reaktor Hibrid Anaerob (RHA)
Hibrid ialah reaktor bastar, yakni satu reaktor dicangkokkan pada reaktor lain. Dengan demikian, variasinya menjadi sangat banyak. Adapun hibrid di sini ialah bastar antara reaktor AF dan UASB. Inilah konfigurasi reaktor yang dikembangkan untuk antisipasi biomassa yang sulit mengendap seperti fluffy & loose flocc. Pada RHA ini biomassanya terakumulasi di bagian bawah reaktor UASB & AF. Pada saatnya, akumulasi sludge bisa berlebih sehingga perlu dipompa dan dikeringkan di Sludge Drying Bed.

RHA menawarkan penggabungan kelebihan atau keuntungan UASB dan AF dan berhasil mengolah limbah yang soluble maupun sebagian insoluble daripada reaktor jenis lain. Sejumlah kelebihannya adalah KPO yang lebih besar daripada yang mampu diterima AF, biobutir lebih mudah dikultivasi (ditanam dan dikelola) daripada UASB dan start up-nya lebih singkat daripada fluidized bed. Sedangkan untuk medianya, yang terbaik ialah yang punya kapasitas pelekatan tinggi (high biomass attachment capacity) seperti porus dan rasio luas per volumenya tinggi. Selain itu dapat menerapkan bioproses aerob yang memerlukan aerator dan unit operasi fisika seperti equalizing dan sedimentation. Unit yang dipilih didasarkan atas kualitas fisika air limbah dan diterapkan sesuai dengan kebutuhan. Adapun Filter air untuk mengolah air limbah secara kimia dengan menerapkan unit koagulasi, flokulasi, netralisasi, disinfeksi, dll.

Tenkologi filter air pengolah limbah diatas merupakan beberapa teknik yang dapat digunakan untuk rumah sakit dan farmasi 🙂

Sumber [Aneka Sumber]

Pengolahan air minum Ozonisasi

Pengolahan air minum Ozonisasi, pengolahan air minum menggunakan filter air ozonisasi salah satu teknologi dalam mengolah air minum. Air adalah sumber kehidupan. Kita tak bisa membayangkan jika sehari saja kita hidup tanpa air. Tentu saja tubuh kita akan kekurangan cairan (dehidrasi), tanaman akan mati, hewan-hewan juga kehausan, baju-baju kotor juga tidak bisa kita cuci, dan masih banyak lagi kerugian-kerugian lain bagi manusia jika tidak ada air. Kebutuhan akan pentingnya air tidak diimbangi dengan kesadaran untuk melestarikan air, sehingga banyak sumber air yang tercemar oleh perbuatan manusia itu sendiri. Ketidak bertanggung jawaban mereka membuat air menjadi kotor,

Oleh karena itu, diperlukan pengolahan air terbaik dan tepat sehingga air menjadi layak digunakan untuk aktivitas sehari-hari seperti minum, mencuci, memasak, mandi , dll

pengolah air minum ozon

Berikut ini adalah Tahap Proses Pengolahan air minum dengan Ozonisasi:
Tahapan proses pengolahan terdiri dari beberapa tahap yaitu:
a. Netralisasi
b. Aerasi
c. Koagulasi
d. Pengendapan
e. Penyaringan
f. Ozonisasi

  1. NetralisasiYang dimaksud dengan netralisasi adalah mengatur keasaman air agar menjadi netral (pH 7-8). Untuk air yang bersifat asam diberi kapur. Fungsi kapur disamping untuk menetralkan air baku yang bersifat asam juga untuk membantu efektifitas proses selanjutnya. AerasiYang dimaksud dengan aerasi yaitu mengontakkan udara dengan air baku agar kandungan zat besi dan mangan yang ada dalam air baku bereaksi dengan oksigen yang ada dalam udara membentuk senyawa besi dan senyawa mangan yang dapat diendapkan. Disamping itu proses aerasi juga berfungsi untuk menghilangkan gas-gas beracun yang tak diinginkan misalnya gas H2S, CH4, CO2 dan gas-gas racun lainnya.c. Koagulasi

    Koagulasi adalah proses penambahan bahan kimia ke dalam air agar kotoran dalam air yang berupa padatan tersuspensi rnisalnya zat warna organik, lumpur halus, bakteri dan lain-lain dapat menggumpal dan cepat rnengendap. Pada proses koagulasi ini digunakan tawas. Cara penambahan tawas dapat dilakukan sebagai berikut yaitu sejumlah tawas dilarutkan dalam air kemudian dirnasukkan ke dalam air baku lalu diaduk dengan cepat hingga merata selama kurang lebih 2 rnenit. Setelah itu kecepatan pengadukkan dikurangi sedemikian rupa sehingga terbentuk gurnpalan-gunipalan kotoran akibat bergabungnya kotoran tersuspensi yang ada dalam air baku. Setelah itu dibiarkan beberapa saat sehingga gumpalan kotoran atau disebut flok tumbuh menjadi besar dan berat dan cepat mengendap.

    d. Pengendapan

    Setelah proses koagulasi air tersebut didiamkan sampai gumpalan kotoran yang terjadi mengendap semua (+45-60 menit). Setelah kotoran mengendap air akan tarnpak lebih jernih. Endapan yang terkumpul di dasar tangki dapat dibersihkan dengan membuka kran penguras yang terdapat di bawah tangki.

    e. Penyaringan

    Pada proses pengendapan, tidak semua gumpalan kotoran dapat diendapkan secara sempurna. Gumpalan kotoran dengan ukuran yang besar dan berat akan mengendap, sedangkan gumpalan berukuran kecil dan ringan masih melayang-layang dalam air. Untuk mendapatkan air yang betul-betul jernih harus dilakukan pengolahan air tahap proses penyaringan menggunakan filter air. Penyaringan dilakukan dengan mengalirkan air yang kotorannya telah diendapkan ke bak penyaring yang berisikan saringan pasir.

    f. Ozonisasi

    Tahap terakhir adalah proses ozonisasi. Air hasil penyaringan yang telah cukup jernih diozonisasi untuk menghilangkan bakteri-bakteri patogen dan senyawa-senyawa organik sehingga air hasil pengolahan dapat langsung dikonsumsi. Air yang jernih yang telah malalui tahap ozonisasi, maksudnya untuk membasmi mikroorganisme dan bakteri-bakteri yang ada pada air agar air itu steril. Air dibiarkan pada bak penampung kira-kira 24 jam agar sterilisasi terjadi dengan sempurna.

    Keuntungan dan Kelemaha pengolahan air Ozonisasi
    Kegunaan dalam teknologi ozonisasi adalah dapat menghilangkan polutan mikroorganisme dan polutan zat organik sekaligus karena hal ini tidak terlepas dari sifat ozon yang dikenal memiliki sifat radikal (mudah bereaksi dengan senyawa disekitarnya) serta memiliki potential oksidasi 2.07 V. Ozon dengan kemampuan oksidasinya dapat membunuh berbagai macam microorganisma seperti bakteri Escherichia coli, Salmonella enteriditis, serta berbagai bakteri pathogen lainnya. Selain itu, ozon juga dapat menguraikan berbagai macam senyawa organik beracun yang terkandung dalam air, seperti benzen, atrazin, dioxin dan berbagai zat pewarna organik. Keunggulan lainnya penggunaan ozon adalah pipa, peralatan, dan kemasan akan ikut disanitasi sehingga produk yang dihasilkan akan lebih terjamin selama tidak ada kebocoran di kemasan. Ozon merupakan bahan sanitasi air yang efektif disamping sangat aman.

    Namun metode pengolahan air ozonisasi memiliki kelemahan diantaranya ozon dapat meracuni manusia bahkan bisa sampai membawa pada kematian apabila terhirup dengan konsentrasi 50 ppm selama kurang lebih 1 jam. Batas kadar konsentrasi penggunaan gas ozon dalam berbagai kegiatan industri adalah 0.1 ppm, sedangkan kadar ozon dalam air hingga 0.05 ppm tidak membahayakan tubuh manusia. Ozon, species aktif yang mempunyai sifat radikal ini, memerlukan perhatian khusus dalam penyimpanannya. Kadar 100 persen ozon pada suhu kamar mudah sekali meledak. Ozon akan aman disimpan pada suhu di bawah -1830C dengan kadar ozon dalam campuran ozon dan oksigen dibawah 30 persen. Sekarang ozon kebanyakan disimpan dalam bentuk ozonized-water atau ozonized ice.

Sumber [Aneka Sumber]

Filter air laundry dan binatu

Filter air laundry dan binatu, Filter air merupakan hal penting untuk bisnis laundry karena bisnis ini memerlukan kualitas air yang baik. Air buangan deterjen/laundry dapat menimbulkan permasalahan serius karena produk deterjen dan bahan-bahan ingredientnya dapat menyebabkan toxic bagi kehidupan dalam air.

Deterjen mengandung sekitar 25 macam bahan (ingredient) yang dapat dikelompokan sebagai 1) surfaktan, 2) builder, 3) bleaching agents dan 4) additives.

Air buangan sisa deterjen yang dihasilkan dalam volume besar sangat berbahaya untuk kelestarian sungai dan tanah. Surfaktan anionik dan nonionik merupakan komponen utama dalam deterjen.

 Karena sifatnya yang kompleks, air limbah deterjen/laundry sangat sukar untuk diolah. Metoda yang dapat diterapkan untuk mereduksi surfaktan mencakup proses-proses kimia dan oksidasi elektrokimia, teknologi membran,presipitasi secara kimia, degradasi fotokatalitik, adsorbsi dan berbagai metoda biologis yang tidak begitu efektif karena proses yang berlangsung lambat. Untuk melindungi lingkungan terhadap pengaruh air limbah khususnya deterjen/laundry maka perlu dicari metode pengolahan yang efisien.

filter air untuk laundry pakaian

Air merupakan komponen vital dalam operasi suatu industri laundry (binatu). Kebutuhan air untuk industri laundry rata-rata 15 L untuk memproses 1 kg pakaian dan menghasilkan 400 m3 limbah cair per hari. Pengolahan limbah cair hasil industri laundry sering menghadapi berbagai kesulitan diantaranya tingginya konsentrasi surfaktan, tingginya kadar zat organik dan anorganik.

Kebanyakan sistem yang digunakan pada proses pengolahan air limbah industri laundry merupakan metoda konvensional seperti presipitasi/koagulasi dan dan flokulasi, sedimentasi dan filtrasi atau kombinasi dari proses-proses tersebut. Koagulasi dan flokulasi biasanya ditambahkan untuk membentuk formasi dari partikel besar yang teraglomerasi. Sistem ini tidak efektif untuk menghilangkan warna dari efluent (sisa deterjen) dari proses laundry. Adsorbsi menggunakan karbon aktif granular setelah proses flokulasi dapat meningkatkan proses pengolahan karena luas permukaan karbon aktif yang besar dapat menyerap komponen-komponen yang ada dalam air limbah. Namun demikian untuk menghilangkan warna sangat tergantung dari jenis zat warna yang digunakan.

Sampai saat ini air buangan sisa deterjen yang termasuk limbah domestik masih merupakan masalah bagi lingkungan. Hal ini disebabkan karena meningkatnya penggunaan deterjen yang lebih memudahkan dalam proses pencucian dibandingkan dengan sabun. Dibandingkan dengan sabun yang di dalam air akan membentuk garam-garam kalsium dan magnesium yang dapat didegradasi secara biologis, deterjen yang merupakan kombinasi beberapa persenyawaan akan meninggalkan bermacam-macam zat kimia yang dapat berbahaya bagi lingkungan karena sukar diuraikan oleh mikroorganisme dalam air. Salah satu senyawa kimia yang berbahaya dalam air adalah Linear Alkylbenzene Sulphonate (LAS). LAS adalah senyawa aquatic toxicity. Kadar LAS dalam air berturut turut sebesar 1,67, 1,62, dan 29,0 mg/L dapat mematikan ikan, daphnia magna, dan algae.

Permasalahan yang ada dalam pengolahan air limbah deterjen khususnya hasil proses laundry adalah belum adanya sistem pengolahan yang efektif dan efisien secara teknis maupun ekonomis. Metode filter air laundry yang selama ini adalah koagulasi dan flokulasi yang membutuhkan banyak zat kimia dan metoda biologi yang menghasilkan sludge yang menjadi problem tersendiri bagi lingkungan.

Pengolahan limbah cair menggunakan membran merupakan suatu upaya yang banyak dilakukan akhir-akhir ini dan telah menjadi fokus perhatian para ahli dalam dekade terakhir. Kebanyakan penelitian yang ada menggunakan membran yang terbuat dari composit polimer. Membran yang digunakan biasanya adalah jenis Mikrofiltrasi/Ultrafiltrasi dengan pertimbangan bahwa material ini banyak terdapat di Indonesia sehingga kemungkinan aplikasi komersialnya akan lebih luas. Sebagaimana diketahui membran keramik tidak saja dapat digunakan untuk pemisahan padat- cair, cair-cair namun dapat digunakan pada pervaporasi gas-gas.

Berbagai studi yang dilakukan beberapa peneliti sebelumnya memperlihatkan bahwa limbah sekunder dari industri mempunyai prospek yang cukup baik sebagai sumber air di masa depan. Limbah sekunder sekunder yang telah diolah terbukti dapat digunakan sebagai non-potable water seperti untuk umpan sistem cooling tower. Kombinasi antara MF, UF dan RO juga dapat menghasilkan air dengan kualitas tinggi yang dapat digunakan pada industri elektronika. Eksperimen pengolahan limbah cair dari industri tekstil yang dilakukan oleh Sojka-Ledakowicz et al menggunakan dua jenis membran (RO dan NF) menunjukkan bahwa RO mampu mereduksi chemical oxygen demand (COD) sampai 99.7%. Didapatkan juga persentase rejeksi dari zat warna hasil pengolahan dengan NF dan RO berturut-turut sebesar 99,4 dan 100%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja RO lebih baik dari MF. Namun demikian, MF lebih efektif dari RO dalam menurunkan intensitas warna dari limbah tekstil.

Pada studi yang lain, menunjukkan bahwa limbah cair dengan salinitas yang rendah merupakan sumber air dengan kualitas baik. Untuk membran RO menggunakan membran jenis spiral wound dan dioperasikan pada tekanan 9 bar didapatkan bahwa persentase rejeksi garam antara 98.5-99% pada water recovery percentage 17-21% (untuk tiga modul membran jenis spiral wound dalam sebuah vessel). Permeat yang dihasilkan mempunyai kualitas yang sangat baik untuk non-potable water serta bebas virus dan bakteri.

Hasil analisis menyimpulkan bahwa limbah cair dapat dimanfaatkan sebagai sumber non-potable water dengan unit cost yang terjangkau menunjukkan bahwa RO juga mempunyai kemampuan untuk menurunkan konsentrasi polutan dari limbah cair industri. Empat jenis membran (HR95PP, SEPA-MS05, DESAL-3B dan DESAL-3LP) digunakan dalam untuk pengolahan limbah cair sintetis yang mengandung ammonium sulfat, sianida dan acrylonitrile.

Semua membrane menunjukkan kinerja yang sangat baik dengan kemampuan mereduksi ion ion sulfat besar dari 99%. Suatu hal yang cukup menarik untuk spesies non-ion seperti acrylnitril persentase rejeksi hanya antara 10.5 dan 28.8 %. Ini utamanya disebabkan oleh karakteristik RO yang tidak dapat menghilangkan zat organik dengan berat molekul rendah. Untuk itu disarankan untuk mengoksidasi akrilonirile menjadi ion lain terlebih dahulu.

Selain itu, ammonium dan sianida tidak dapat dieliminasi pada single step operation dan persentase rejeksi ion tergantung pada pH umpan. Pada eksperimen dengan limbah cair hasil penyamakan menggunakan system RO dengan kapasitas 20,000 L/hari, menunjukkan bahwa rejeksi TDS lebih besar dari 98% dengan Persentase Pemulihan Air Maksimum (maximum water recovery percentage) sebesar 78% dapat dicapai pada studi mereka. Diduga bahwa rendahnya persentase pemulihan air ini lebih disebabkan oleh pori membran yang tersumbat oleh endapan kalsium dan magnesium, scales, senyawa kompleks anorganik, dan keberadaan zat warna dan tannin dalam contoh limbah cair yang digunakan. Limbah cair pada industri baja menggunakan membran RO dan NF menunjukkan bahwa pada tekanan 2000 kPa dan suhu 25 oC, persentase pemulihan air hampir mencapai 100% dan untuk NF hanya 40%. Didapatkan juga bahwa flukspermeat untuk membran NF adalah sekitar dua kali lebih besar dari RO.

Sumber [eprints.unsri.ac.id]

Filter air limbah berlumpur

Filter air limbah berlumpur, Filter air limbah diperlukan untuk menjaga lingkunagan dan menghemat air. Buangan air limbah industri mengakibatkan timbulnya pencemaran air sungai yang dapat merugikan masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai, seperti berkurangnya hasil produksi pertanian, menurunnya hasil tambak, maupun berkurangnya pemanfaatan air sungai oleh penduduk. Seiring dengan makin tingginya kepedulian akan kelestarian sungai dan kepentingan menjaga keberlanjutan lingkungan dan dunia usaha maka muncul upaya industri untuk melakukan pengelolaan air limbah industrinya terutama yang mengandung lumpur melalui perencanaan proses produksi yang effisien sehingga mampu meminimalkan limbah buangan industri dan upaya pengendalian pencemaran air limbah industrinya melalui penerapan instalasi pengolahan air limbah.

filter air limbah berlumpur

Filter air pengolahan lumpur menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari suatu instalasi pengolahan air limbah. Inti dari pengolahan lumpur adalah mengurangi kadar air, menstabilkan, serta menghilangkan mikroorganisme patogen. Berikut ini adalah berbagai teknologi/metode filter air dalam pengolahan lumpur.

1. Thickening
Thickening adalah proses yang dilakukan untuk mengurangi volume lumpur sekaligus meningkatkan konsentrasi padatan di dalam filter air lumpur. Proses ini dapat dilakukan menggunakan peralatan antara lain gravity thickener, gravity belt thickener, rotary drum, separator, centrifuge, dan flotator.

Metode thickening yang cukup terkenal adalah gravity thickening. Sesuai dengan namanya, dalam proses ini terjadi pemanfaatan gaya gravitasi (pengendapan) untuk memisahkan air dari dalam sludge. Unit pengolahan yang digunakan untuk proses ini disebut gravity thickener yang serupa dengan secondary clarifier pada sistem lumpur aktif. Gravity thickener terbagi menjadi beberapa zona yaitu:

a. Clear zone: zona paling atas yang merupakan tempat bagi air yang berhasil dipisahkan dari lumpur untuk kemudian dikeluarkan dari dalam sistem dan diresirkulasi (dialirkan kembali) ke sistem filter air pengolahan air limbah.

b. Feed zone: zona ini memiliki karakteristik konsentrasi solid yang seragam.

c. Compaction zone: merupakan zona yang berada di bawah feed zone.

Di antara feed zone dengan clear zone terdapat area yang disebut dengan sludge blanket yang kedalamannya menjadi faktor penting dalam operasional unit gravity thickener.

2.  Stabilization
Stabilisasi lumpur bertujuan untuk menghindari terjadinya pembusukan lumpur, mencegah bau yang mengganggu, serta untuk mengurangi konsentrasi materi volatil dan kandungan patogen di dalam lumpur.

a. Digestion
Sesuai dengan namanya, digestion (kita asosiasikan dengan proses pencernaan), proses yang satu ini melibatkan aktivitas mikrobiologi. Mikroorganisme di dalam reaktor akan bekerja “memakan” zat-zat organik yang berada di dalam sludge untuk menghindari/mengurangi proses dekomposisi zat organik setelah lumpur keluar dari instalasi pengolahan. Jenis organisme yang terlibat dapat berasal dari kelompok aerob (prosesnya disebut aerobic digestion) atau anaerob (anaerobic digestion). Untuk lebih jelasnya mengenai perbedaan proses aerob dan anaerob dapat dilihat di sini.

b. Thermal stabilization
Stabilisasi lumpur dengan proses termal dimaksudkan untuk melepaskan air yang terikat pada lumpur melalui proses pemanasan dalam waktu yang singkat.

c. Chemical stabilization
Kalau yang satu ini jelas-jelas menggunakan bahan kimia untuk proses stabilisasi lumpur. Zat kimia yang digunakan untuk proses stabilisasi antara lain klorin dan kapur (kalsium hidroksida).

3. Conditioning
Proses sludge conditioning bertujuan untuk meningkatkan dewaterability dari lumpur. Metode-metode sludge conditioning antara lain adalah chemical conditioning, thermal conditioning, elutriation, dan freeze-thawing.

4. Dewatering
Proses dewatering memiliki prinsip yang sama dengan thickening, yaitu mengurangi konsentrasi air dalam lumpur. Yang membedakan adalah konsentrasi akhir dari padatan yang diperoleh. Pada thickening, sasaran konsentrasi padatan yang diinginkan adalah <15%. Dalam hal ini sludge masih bisa dipompa selayaknya air limbah. Sementara itu, pada dewatering, konsentrasi akhir padatan yang diinginkan adalah lebih dari 15% sehingga pemompaan tidak mungkin dilakukan karena sludge sudah memadat dengan viskositas tinggi. Instrumen yang dapat digunakan untuk proses dewatering antara lain filter press, belt press, dan centrifuge.  Secara alami, proses dewatering dapat juga dilakukan dengan cara mengeringkan lumpur (menjemur di bawah sinar matahari) pada suatu drying bed. Kelemahan metode ini adalah diperlukannya lahan yang luas.

Namun walaupun begitu, masalah air limbah tidak sesederhana yang dibayangkan karena pengolahan air limbah industri terutama yang mengandung lumpur memerlukan biaya investasi yang besar dan biaya operasi yang tidak sedikit. Untuk itu filter air pengolahan air limbah harus dilakukan dengan cermat, dimulai dari perencanaan yang teliti, pelaksanaan pembangunan fasilitas instalasi pengolahan air limbah (IPAL) atau unit pengolahan limbah (UPL) yang benar, serta pengoperasian yang cermat.
Dalam pengolahan air limbah itu sendiri, terdapat beberapa parameter kualitas yang digunakan. Parameter kualitas air limbah dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu parameter organik, karakteristik fisik, dan kontaminan spesifik. Parameter organik merupakan ukuran jumlah zat organik yang terdapat dalam limbah. Parameter ini terdiri dari total organic carbon (TOC), chemical oxygen demand (COD), biochemical oxygen demand (BOD), minyak dan lemak (O&G), dan total petrolum hydrocarbons (TPH). Karakteristik fisik dalam air limbah dapat dilihat dari parameter total suspended solids (TSS), pH, temperatur, warna, bau, dan potensial reduksi. Sedangkan kontaminan spesifik dalam air limbah dapat berupa senyawa organik atau inorganik.

Semoga artikel diatas dapat menjadi solusi untuk mengatasi air limbah industri berlumpur menggunakan filter air dan cara pengolahan yang tepat, sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar.

Sumber [Aneka Sumber]

Cara mengatasi air berminyak

Air berminyak berbau besi menjadi masalah. Air berminyak dan berbau besi memberikan ketidaknyamanan dalam penggunaan baik dalam keperluan masak, mandi, minum ataupun bahkan dalam kebutuhan sehari-hari lainnya yang berkaitan dengan kesehatan dalam tubuh. Air yang semestinya menjadi sumber kesehatan justru menjadi biang penyakit akibat zat besi yang terlalu tinggi yang terkandung didalamnya. Kadar zat besi yang tinggi dalam air yang didapat dari sumber-sumber permukaan seperti air sumur, air tanah dan sebagainya  justru menjadi berbagai macam jenis penyakit yang dapat diderita oleh masyarakat. Berbagai penyakit yang ditimbulkan salah satunya penyakit kulit. Bahkan air berminyak dengan kadar zat tinggi dapat merusak pakaian bila digunakan untuk mencuci. Ada beberapa tips dalam mengenali air yang terkandung didalamnya zat-zat membahayakan bagi kesehatan baik kesehatan tubuh maupun dalam penggunaan kehidupan sehari-hari, khususnya air dengan kadar zat besi tinggi. berikut tipsnya:

Cara mengenal air berkadar besi tinggi ini dengan cara :

•VISUAL  : Air yang bersumber dari permukaan tanah baik seperti air sumur maupun yang lainnya memiliki kadar besi tinggi dengan ditandai warna kekuning-kuningan dan berminyak.

•AROMA  : Bau besi yang amat tinggi menunjukan bahwa kadar zat besi dalam air sangat tinggi.

•BENTUK : Bentuk ataupun khas dari air berkadar zat besi tinggi cenderung berminyak.

Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan untuk melakukan penanganan masalah air yang berkadar besi tinggi. Hal ini dapat diatasi dengan solusi terbaik adalah menggunakan  filter air bersih untuk menghilangkan kadar besi yang terkandung didalam air.

filter air besi tinggi berminyakBegitu juga dengan masalah air yang mengandung besi rendah, Sebelumnya kami menguji sample air dengan kandungan kadar zat besi dari pengujian yang kami lakukan, dari hasil pengujian yang kami peroleh standar kadar zat besi untuk air yaitu < 5 ppm . Kadar normal 0,3 ppm yang disebutkan merupakan standar normal kadar besi untuk air minum konsumsi manusia sesuai dengan Permenkes No 907/Men-Kes/SK/VII/2002. Dari hal tersebut, dapat diketahui bahwa kandungan zat besi pada sumber air yang kami uji masih dalam batas wajar atau mengandung besi namun rendah, sehingga untuk mengatasinya sangat mudah. Jika anda juga mengalami kondisi air seperti tersebut anda hanya perlu menggunakan filter air dengan media filter pureTAG Super.

Jika kandungan zat besi yang berlebih pada sumber air sendiri dapat menimbulkan efek :

1. Bau dan rasa air yang tidak sedap, air cenderung berbau amis.
2. Air akan berwarna kuning dan berminyak sehingga dapat mengurangi palatabilitas air saat dikonsumsi.
3. Dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan kerak di saluran air atau instalasi pipa air.
4. Dapat merusak kesehatan jika air ini digunakan sebagai air minum.

Karena sample air hasil percobaan mengandung  kadar besi rendah dan masih dalam batas yang wajar maka. hanya diperlukan pengolahan air secara sederhana menggunakan filter air rumah tangga. Namun sebagai tindakan antisipasi, sebaiknya jika air akan digunakan untuk kebutuhan sehari – hari ada baiknya dilakukan pengolahan air menjadi air minum sehingga selain air menjadi bersih air juga menjadi sehat dan dapat langsung diminum oleh anda sekeluarga. Filter air dengan menggunakan media filter PureTAG Super berfungsi sebagai penyerap kandungan besi, mangan, bau dan minyak yang terdapat dalam air yang mengandung besi. Selain itu pureTAG Super juga dapat menjernihkan warna air.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi adanya kandungan besi dalam air :

1.  Penyaringan dengan menggunakan alat penyaring khusus
Saat ini di pasaran sudah dijual alat penyaring zat besi. Prinsip penyaringannya yaitu menambah asupan oksigen ke air guna mengubah substansi yang terlarut di air menjadi suatu oksida. Ketika kontak dengan oksigen atau oksidator lain, besi dan mangan akan teroksidasi menjadi valensi yang lebih tinggi, bentuk ion kompleks baru yang tidak larut dalam air. Oleh karena itu, besi dihilangkan dengan penyaringan oleh media yang tersedia di dalam, sedangkan gas-gas yang menyebabkan bau akan terlepas ke udara bebas

2.  Penyaringan menggunakan alat filter air yang berisi media filter PureTAG Super, Karena cara ini merupakan cara paling aman dan ampuh untuk membuat air menjadi bersih dan sehat.

Ada beberapa solusi dan bahan dalam penanganan masalah air bau besi ini diantaranya:

1.Pasang Housing kaporit + kaporit tablet sebelum masuk torrent.
2.Buka penutup torrent, pasang kawat kassa.
3.Memasang filter air dengan media yang direkomendasikan dan terbukti ampuh salah satunya Media Filter PureTAG Super.

langkah 1 sampai 4 bertujuan untuk memisahkan zat besi dari kandungan air , kemudian zat besi yang terpisah dari “badan air” ini akan tertahan didalam tabung filter. Dan selanjutnya di keluarkan secara berkala melalui aktivitas back wash setelah itu lakukan kembali ke posisi filtrasi sehingga anda dan keluarga dpat menikmati air bersih dan sehat.

Sumber [Aneka Sumber]

filter air berminyak, penyaring air berminyak

Penyaring Air Reverse Osmosis (RO)

Penyaring air Reverse Osmosis (RO), Penyaring air modern kini menggunakan membrane reverse osmosis. Teknologi penjernihan air yang umum dikenal sejak lama antara lain adalah Disinfektansi (dimasak, Chlorinisasi, Ozonisasi, Sinar Ultra Violet), Destilasi, Mikrofiltrasi, dan Filterisasi (Activated Alumina, Activated Carbon, Anion & Cation Exchange).

Metode Reverse Osmosis (RO) dikembangkan sejak tahun 1950an dalam rangka mencari metoda yang ekonomis untuk desalinasi air laut (Penyaringan air laut). Metoda ini yang juga dikenal sebagai “hyperfiltration”  ini kemudian terus dikembangkan untuk membuang hampir semua kontaminan dari air yang akan diolah.

Reverse Osmosis mampu untuk menyingkirkan beragam kontaminan aestetik yang menimbulkan rasa yang tidak sedap, warna, dan problim bau seperti rasa asin atau rasa soda yang disebabkan oleh chlorides atau sulfat. Unit RO secara efektif mampu menyingkirkan semua jenis bakteri dan virus. Besarnya pori dari membran RO mencapai 0.0001 Mikron (ukuran bakteria 0.2 sampai 1 Mikron, dan virus antara 0.02 sampai 0,4 Mikron). Unit RO mampu untuk menyingkirkan sebagian besar bahan kimia non organik seperti garam, metal, dan mineral.

filter air reverse osmosis

Reverse Osmosis (RO) efektif untuk menyingkirkan kontaminan yang menyangkut kesehatan seperti arsenic, asbestos, atrazine (herbisida/pesticida), fluoride, lead, mercury, nitrate, dan radium, dan lain-lain.

Dengan kemampuannya tersebut, Penyaring Air Reverse Osmosis merupakan teknologi pengolahan air yang sangat umum digunakan guna menghasilkan air yang berkualitas tinggi.

Proses penyaringan air Reverse Osmosis dilakukan dengan memberi tekanan tinggi pada air yang dialirkan melalui membran semi permeable dimana pemisahan ion terjadi. Dengan pemisahan ion, molekul air membentuk barier yang memungkinkan molekul air lainnya untuk liwat dan menghalangi liwatnya hampir semua kontaminan. Tingkat penolakan kontaminan ini berkisar antara 85-95% yang tergantung pada kualitas awal dari air yang diolah.

Dari beragam teknologi penjernihan air minum diatas dapat disimpulkan  bahwa banyak teknologi dan metode yang efektif untuk menyingkirkan sejumlah kontaminan/zat berbahaya dalam air, tapi tidak ada teknologi penyaring air tunggal yang dapat menyingkirkan semua kontaminan.

Teknologi yang spesifik atau kombinasi dari beberapa teknologi biasanya digunakan untuk mengatasi tuntutan permasalahan kualitas air baku yang akan diproses  menjadi air minum.

Dengan kombinasi teknologi ini  proses penjernihan akan dilakukan melalui beberapa tahapan, Setiap tahapan berfungsi guna membuang kontaminan tertentu. Teknologi penyaringan air reverse osmosis (RO) yang digunakan pada setiap tahapan, serta jumlah tahapan akan menentukan kualitas air yang dihasilkan. Teknologi Reverse Osmosis ini dapat diterapkan pada berbagai skala penggunaan yang dibutuhkan seperti untuk skala perkotaan, industri, maupun rumah tangga.

KUALITAS AIR FILTRASI REVERSE OSMOSIS (RO)

Sebagaimana disebutkan diatas, secara umum syarat pokok air minum yang berkualitas adalah air yang tidak tercemar , yaitu air yang jernih, sehat, dan bebas bahan kimia. Jika diminum , air yang berkualitas ini bersih dan aman untuk diminum, dan dengan rasa yang  segar dan menyenangkan.

Secara kuantitatif, salah satu parameter yang digunakan guna mengukur  kualitas air ini adalah suatu angka besaran yang lazim disebut  Total Dissolve Solid  (TDS), yaitu kandungan partikel padat  terlarut yang terdapat dalam air. TDS ini dapat diukur secara mudah dengan menggunakan TDS Meter digital. Besaran angka TDS ini dinyatakan dalam ppm (parts per million).

Penjernih air Reverse Osmosis mampu menyingkirkan 96% partikel padat air yang diprosesnya. Dari pengamatan yang yang dilakukan, TDS dari air sumur di kawasan Jakarta berkisar antara 80 ppm-300 ppm. Jika diukur dengan TDS Meter, sejumlah air kemasan dan air isi ulang menunjukkan angka TDS  sekitar 80 ppm. Hasil filtrasi menunjukkan TDS  yang berkisar antar 4-10 ppm, walau air input berupa air dengan TDS 300 ppm. Dengan demikian  hasil filtrasi penyaring air reverse osmosis ini sudah aman untuk langsung diminum tanpa dimasak terlebih dahulu.

PERAWATAN  ALAT PENYARING AIR REVERSE OSMOSIS (RO)

Perawatan alat terbatas pada penggantian filter secara berkala. Umur komponen filter air (Media) sangat ditentukan oleh  waktu penggunaan alat (beberapa jam sehari atau sepanjang hari) dan kualitas air input (Sumber Air). Lamanya penggunaan alat  akan menentukan kotoran yang tersedot oleh filter air, sebagaimana juga halnya air yang mengandung banyak partikel padat akan lebih cepat menyumbat pori-pori pada filter.

Rekomendasi pabrik menyebutkan ada filter yang harus diganti setiap 6 bulan, 1 tahun, 2 tahun dan 3 tahun, tergantung dari jenis masing-masing filter air. Teknis penggantian filter air ini dapat dilakukan dengan sangat mudah dan praktis.

Sumber [Aneka Sumber]

Filter air kolam ikan koi

Filter air kolam ikan koi, Filter air dapat membuat kualitas air kolam ikan menjadi air bersih dan sehat. Ikan koi salah satu ikan yang cukup banyak peminatnya diantara ikan hias yang lainnya. Salah satu daya tarik dari ikan koi ini yaitu dari bentuk dan warna tubuhnya yang sangat indah. Tetapi, untuk memlihara atau merawat ikan koi kita harus memahami terlebih dahulu karakter ikan ini, supaya ikan koi yang kita pelihara akan tampil prima dan kita akan senang melihatnya.

Salah satu hal terpenting dalam perawatan ikan koi yaitu faktor tempat. Salah satu tempat ikan koi yang baik yaitu kolam, tetapi kolam ikan koi yang baik harus memenuhi “keinginan” ikan koi tersebut, dalam artian kita harus mengetahui kebiasaan hidup ikan koi tersebut apabila berada di dalam kolam.

filter air kolam ikan koiDengan mengetahui “keinginan” ikan koi tersebut, maka secara otomatis kehidupan ikan koi di dalam kolam yang kita sediakan akan berlangsung baik, dan ikan pun akan berkembang dengan baik pula. Ketika akan memelihara ikan hias contohnya ikan koi maka pertanyaan yang terlintas di benak kita adalah ” Bagaimana menjaga air kolam ikan hias supaya tetap jernih ?” Banyak cara yang  dapat dilakukan untuk menjaga kejernihan kolam salah satunya dengan sirkulasi air secara terus menerus. Sistem sirkulasi tersebut tentu saja membutuhkan air yang berlimpah (boros air).

Solusi terbaiknya yang bisa digunakan untuk menjaga kejernihan air kolam adalah dengan melakukan proses penyaringan (filtrasi) menggunakan filter air. Intinya air kolam dialirkan ke alat  penyaring air (filter) kemudian dialirkan kembali ke kolam ikan. Ada beberapa tahapan atau hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kolam ikan koi, diantaranya:

Kualitas Air Kolam Koi
Air untuk kolam ikan koi harus yang bersih dan sehat, untuk menjaga kualitas air agar tetap sehat dan bersih, kita bisa memasang filter air untuk membantu menjernihkan air. Selain penyaring air di kolam koi juga bisa ditambah aerator untuk menyemburkan air (Air Mancur) ditengah kolam.

Cara praktis dan aman supaya air kolam bersih dan ikan koi anda sehat adalah menggunakan filter air kolam ikan koi, salah satunya dalah dengan membeli penyaring air kolam yang sudah jadi. Anda tinggal menyesuaikan spesifikasi filter dengan ukuran kolam yang dimiliki. Selain itu dalam memilih filter untuk kolam adalah kemudahan dalam maintenance dan mudah dibersihkan. Berbagai merek produk filter kolam tersedia di pasaran, salah satunya adalah Filter air Nano Smart Filter. Penyaring air Nano Smart Filter sangat baik digunakan sebagai filter air kolam ikan, restoran, rumah tangga, industri, perkantoran dan lain sebagainya.

Sistem filtrasi Nano Smart Filter sudah teruji dan ampuh mengatasi masalah air yang anda alami. Selain itu penyaring air Nano Smart Filter menggunakan desain yang modern, simple dan menggunakan teknologi yang mutakhir. Sehingga memberi berbagai kemudahan dalam perawatan filter air Nano Smart Filter menjadi kelebihan utama dibandingkan menggunakan filter air lainnya. Untuk perawatan anda hanya perlu melakukan “backwash” sebanyak dua kali dalam satu minggu.

Semburan air yang keluar akan menimbulkan gelembung-gelembung udara yang dapat mengahasilkan oksigen bagi ikan. Aerator bisa membuat arus pada air kolam sehingga ikan koi akan sering bergerak dan membuat tubuh ikan semakin sehat. Untuk menjaga ikan koi tetap sehat sebaiknya tambahkan PSB-bio healthy dan refresh. PSB berfungsi untuk meningkatkan amonia sehingga air tetap jernih, dan pemberian suplemen tersebut sebaiknya diberikan pada sore hari.

Teknik filter air kolam ikan koi  ini selain berfungsi untuk menjaga kejernihan air juga mampu mengurangi kandungan bahan organik di perairan (sisa pakan dan kotoran ikan) sehingga kualitas air dapat lebih terjaga. Selain lebih irit air penggunaan filter membuat kita tak perlu sering” kuras air kolam dan ikan tetap sehat.

Konstruksi filter air kolam ikan koi biasanya berdekatan atau menjadi satu dengan kolam ikan yaitu tabung filter diletaknan berdampingan dengan kolam ikan koi kesayangan kita. Di dalam tabung filter air Nano Smart filter biasanya berisikan media filter PureTAG Super. Media filter PureTAG Super menggunakan komponen 4in1 jadi sangat ampuh dan praktis dalam mengatasi masalah air pada kolam ikan koi anda.

Selain menggunakan penyaring air biasanya kolam ikan koi diberikan obat refresh berisi mineral yang biasa terdapat dalam lumpur, jika dasar kolam terbuat dari bahan semen, maka obat ini sangat baik untuk diberikan, dan bisa diberikan sebulan sekali dengan dosis 180g untuk setiap 10 ton air. Untuk memasukkan obat tersebut dilarutkan terlebih dahulu dalam satu ember air.

Penyinaran Matahari Pada Kolam Ikan Koi
Ikan koi akan terlihat indah apabila ikan tersebut terkena sinar matahari, maksudnya ikan  koi akan tumbuh sempurna dan memiliki warna yang mencolok apabila kolam yang didiami terkena sinar matahari.

Dalam sehari setidaknya koi membutuhkan sinar matahari langsung selama 3 jam terutama bagi jenis koi hikari yang memiliki sisik mengkilap, apabila kekurangan sinar matahari warna sisik yang mengkilap akan memudar. Selain kurang maksimal pada warna ikan, kekurangan sinar matahari akan mengundang berbagai penyakit. Dan perlu diketahui bahwa sinar matahari yang menyinari kolam dapat mendorong berkembangnya ganggang spirulina, apabila ganggang tersebut dimakan ikan, hal itu akan menambah kualitas warna ikan koi.

Bentuk Kolam Ikan Koi
Bentuk kolam untuk ikan koi tidak begitu bermasalah, yang terpenting kolam yang akan di pakai ikan koi harus memiliki dasar dan dinding yang halus dan bagian sudut kolam harus tumpul, hal ini untuk menghindari supaya ikan koi tidak terluka. Karena salah satu kebiasaan ikan koi adalah suka menggesekan tubuhnya ke dinding dan dasar kolam.

Itulah sekilas bagai mana cara menyiapkan kolam untuk ikan koi, perawatan kolam ikan yang baik  terutama pada air yang digunakan akan berdapak pada kualitas ikan tersebut.

Sumber [AnekaSumber]

Pages:« Prev123456789101112131415Next »