You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»Filter Air

Filter Air

Pengolahan air minum

Air minum kebutuhan pokok, Tanpa air minum kita bisa mati kehausan. Kondisi perkotaan Indonesia di masa depan akan menghadapi tantangan sangat berat dalam penyediaan air minum, hal itu akibat pesatnya peningkatan pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan perubahan iklim. Untuk mengantisipasinya, diperlukan strategi penyediaan air minum yang berkelanjutan dengan melibatkan semua pihak.

air minum sehatDirektur Pengembangan Air Minum (PAM), Ditjen Cipta Karya, Kementerian PU, Ir. Danny Sutjiono.
Menurut Danny Sutjiono, dalam mengantispasi berbagai permasalahan dalam penyediaan air minum di masa datang, Kementerian PU telah menjalankan program pengamanan air minum yang dapat menjamin penyediaan air minum yang berkelanjutan.

“Konsep yang melibatkan sektor sanitasi dalam rangka perlindungan sumber air baku itu adalah Water Safety Plan atau Rencana Pengamanan Air Minum yang awalnya dikembangkan WHO dan telah banyak diadopsi banyak negara, termasuk Indonesia,” katanya.

Ia menjelaskan, konsep Water Safety Plan (WSP) atau Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) adalah pengendalian kualitas pelayanan air minum dari hulu hingga hilir dengan mempertimbangkan hasil dari proses manajemen resiko. Di Indonesia, RPAM dibagi dalam tiga kelompok, yaitu RPAM untuk adanya resiko pada sumber air, RPAM untuk penyelenggara SPAM, dan RPAM untuk konsumen.

“Prinsip RPAM di Indonesia adalah penyediaan air minum yang memenuhi syarat kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan atau 4K. Pada pada tahun 2012, Ditjen Cipta Karya telah mengembangkan konsep RPAM untuk Penyelenggara SPAM yang telah diujicobakan di PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin,” kata Direktur PAM.

Menurut Direktur PAM, RPAM menggambarkan secara detil bahaya dan besarnya resiko dalam setiap tahapan proses pengolahan air minum dan proses penyediaan air minum,  untuk selanjutnya menyusun rencana tindak pengendalian yang dilengkapi dengan rencana perbaikan, strategi komunikasi, penyusunan sistem operasional prosedur, instruksi kerja, pemantauan dan evaluasi. Pada tahun 2013 akhir , pelaksanaan RPAM dilakukan di tiga PDAM, yaitu PDAM Kota Malang, PDAM Kota Payakumbuh, dan PDAM Kota Salatiga.

Danny menyatakan bahwa konsep RPAM akan berhasil apabila ada komitmen bersama dari seluruh stakeholders terkait penjaminan 4K dalam penyediaan air minum. Salah satu langkah yang dilakukan Ditjen Cipta Karya untuk mendukung konsep itu adalah melakukan sinergi dengan banyak pihak melalui Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL).

Direktur PAM mengatakan bahwa pembangunan air minum dan sanitasi, yang merupakan pelayanan dasar bagi masyarakat sesungguhnya merupakan tanggung jawab pemerintah daerah sesuai PP No. 38 Tahun 2007 mengenai Pembagian Urusan antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kab/Kota. Sedangkan pemerintah pusat sebagai advisor, fasilitator, mediator dan pemberi stimulan.

“Namun yang perlu disadari seluruh pihak, pembangunan air minum dan sanitasi tidak akan berkelanjutan tanpa didahului oleh kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat,” kata Danny Sutjiono.

Oleh karena itu, kata Direktur PAM, diperlukan sinergi antara semua pihak dalam mewujudkan pembangunan air minum dan sanitasi, baik itu pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, termasuk masyarakat dan pihak swasta.

Dalam pembangunan air minum dan sanitasi, pemerintah kabupaten/kota berperan sebagai perencana dan pelaksana pembangunan, sedangkan pemerintah provinsi membantu kabupaten/kota sesuai kebijakan di tingkat provinsi, dan pemerintah pusat memberikan dukungan melalui pengaturan, pembinaan dan dukungan dana stimulus.

“Sedangkan masyarakat dan pihak swasta memberikan dukungan di bidang penyediaan sarana dan prasarana sesuai komitmen mereka dengan pemerintah daerah, kemudian lembaga atau negara donor dapat berperan di bidang pembangunan infrastruktur maupun penyediaan perencanaan kabupaten/kota, sedangkan pihak akademisi dapat memberikan dukungan melalui riset atau pilot project,” kata Danny Sutjiono.

Sumber [www.ditpam-pu.org]

Mengatasi air sumur kuning keruh dan bau

Air sumur kuning manjadi masalah, Beberapa orang mengalami air sumur kuning keruh dan berbau. orang yang pernah mengalami kejadian dimana kondisi air sumur mengalami air sumur kuning keruh dan berbau biasanya disebabkan oleh faktor lokasi rumah anda yang berdekatan atau bekas lahan sawah ataupun sungai sehingga air sumur anda dapat berubah-ubah menjadi keruh kuning sampai keruh kecoklatan bahkan bau.

Ciri-ciri air sumur kuning keruh dan berbau biasanya air tersebut mengandung kadar mangan dan zat besi serta mengandung bakteri yang menyebabkan air berwarna kuning, keruhg dan berbau besi, Bahkan tak jarang air yang keluar akan jernih tetapi beberapa saat kemudian air akan berubah warna menjadi kuning dan timbul endapan di dasar air. Selain itu rasa air menjadi tidak enak, kondisi air pun menjadi licin dan jika di gunakan mandi menjadi lengket.

Penyebab kenapa air sumur anda menjadi berbau karena disebabkan oleh adanya bakteri yang berkembang biak dalam air sumur di rumah anda. Bakteri tersebut membuat air sumur anda menjadi berbau dan tak layak untuk dikonsumsi terutama untuk minum dan mengolah makanan.

air sumur kuning keruh dan bauUntuk itu kami akan berbagi tips singkat dan mudah yang dapat anda terapkan serta berguna untuk mengatasi air sumur kuning keruh dan berbau tersebut. Berikut beberapa cara untuk mengatasi air sumur yang mengalami masalah tersebut :

Tips untuk menjernihkan air sumur kuning keruh dan berbau yang disebabkan oleh kadar mangan , bakteri dan zat besi yang tinggi :

1. Menggunakan Teknik Aerasi, zat besi dapat dihilangkan di dalam air dengan melakukan oksidasi menjadi Fe (OH)3 yang tidak akan larut di dalam air.

2. Cara yang kedua adalah Menggunakan bahan-bahan kimia, seperti kaporit, polimer aluminium clorid, tawas dll. Info Penting: Untuk penggunaan sumur jangan pernah menggunakan tawas karena tawas akan membentuk endapan di dasar, dan jangan menggunakan kaporit karena kaporit untuk membunuh bakteri bukan untuk menjernihkan air, kecuali pada tandon yang endapan dasarnya bisa di sedot.

3. Menggunakan Teknik Sedimentasi, proses pengendapan partikel-partikel padat yang tersuspensi didalam cairan karena pengaruh gravitasi.

4. Menggunakan Teknik Filtrasi ( Penyaringan Air ), Cara ini telah terbukti menjadi cara paling efektif dan aman untuk menjernihkan air di banding cara yang lainnya,

Menggunakan Filter Air Nano Smart Filter sudah terbukti ampuh mengatasi air sumur yang keruh dan bau. Penyaring air Nano Smart Filter dengan media filter PureTAG Super didalam nya. Sehingga membantu menghilangkan bau dan zat besi didalam air yang keruh kuning dan coklat. Penjernih air Nano Smart Filter yang menggunakan media filter PureTAG Super mengandung komposisi andalan 4in1 yang salah satunya karbon aktif  berfungsi sangat ampuh menyerap bau dan bakteri serta kuman pada air di rumah anda. Kemampuan media filter pureTAG Super yang seperti inilah yang pada akhirnya dapat dimanfaatkan untuk mengatasi air sumur yang keruh, kuning dan berbau akibat dari adanya bakteri dalam air sumur anda.

Caranya sangat mudah, Cukup gunakan satu tabung filter air Nano Smart Filter di rumah anda. Dengan cara ini air sumur yang keruh dan bau dapat kembali jernih dan sehat. Filter air nano smart filter yang menggunakan media filter pureTAG Super juga dapat ditambahkan dan mengkombinasikannya dengan media filter Super Pasir Aktif atau Super Karbon Aktif untuk menjernihkan dan menghilangkan bau pada air sumur di rumah anda.

Penggunaan Filter Air Nano Smart FIilter dapat memanfaatkan tenaga gravitasi, sehingga tidak perlu menggunakan energy listrik. Keuntungan lainnya dengan menggunakan sistem gravitasi adalah tidak memperberat kerja pompa air anda.

Untuk membuktikan seberapa ampuh cara tersebut untuk mengatasi air sumur anda yang bermasalah untuk menjadi air bersih dan sehat untuk dikonsumsi, Sebaiknya anda uji lebih dahulu di labolatorium PDAM atau Loabratorium terpercaya untuk mendapatkan keakuratan hasilnya.

Itulah beberapa tips untuk mengatasi masalah air sumur kuning keruh dan berbau di rumah anda, Semoga ulasan tentang Cara Mengatasi air sumur kuning keruh dan bau dapat bermanfaat bagi anda dan Orang di sekitar anda.

Sumber [AnekaSumber]

Air tanah di jakarta semakin sedikit

Air tanah di jakarta semakin sedikit, Persediaan air tanah semakin berkurang di kota besar seperti Jakarta. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) berniat untuk melarang masyarakat Jakarta menggunakan air tanah. Hal ini disebutkan untuk menjaga tanah Jakarta agar tidak terus turun, namun peraturan ini belum dijelaskan detail kapan diimplementasikannya.

Wakil Menteri PU Hermanto Dardak mengatakan sebelum diimplementasikannya aturan ini, pihaknya akan membenahi dan membuat waduk terlebih dahulu untuk mencukupi kebutuhan air di Jakarta dengan menggunakan air permukaan tersebut.

“Dan untuk di Jakarta waduk untuk meningkatkan pelayanan air bersih sebelum kita melarang menggunakan air tanah, tapi waktunya masih panjang. Tapi di beberapa daerah sudah kita larang,” ungkapnya ketika ditemui di JCC, Jakarta.

air tanah kualitasUntuk saat ini, Kemen PU belum membenahi waduk terutama untuk mencukupi kebutuhan air di Jakarta seperti waduk Jatiluhur, dan dari barat sedang membangun waduk Karyan di Banten. “Ini sumber air baku di jakarta, di serang juga ada itu di Cilegon,” ucapnya.
Untuk pembangunan waduk baru saat ini dia menyebutkan ada 3 waduk yaitu waduk Jatibarang, Jatigede dan Karyan di Banten. Selain di Jakarta juga ada waduk di Semarang.

“Jadi ini gunanya selain untuk pengendalian banjir dan dukungan air bersih juga untuk Irigasi, ini semua masih berjalan ini juga,” pungkasnya.

Berdasarkan data peta elektronik yang dikeluarkan Badan Informasi Geospasial (BIG), permukaan tanah di DKI Jakarta mengalami penurunan sekitar 2,8 cm setiap tahunnya. Sebagai langkah pencegahan awal, Gubernur Jokowi segera merealisasikan sumur resapan di titik-titik vital.

“Udah kita anggarkan sumur resapan dalam, dangkal dan pergub untuk sumur resapan. Itu aja,” ujar Jokowi di Kantor Kemenkeu, Jakarta.

Menurut Jokowi, terus menurunnya permukaan tanah di Jakarta karena ratusan gedung yang berdiri megah terus menyedot air bawah tanah. Hal itu juga berdampak pada persediaan air baku di Jakarta.

“Karena memang turunnya karena selalu disedot. Karena itu air baku kita harusnya 100 persen ngambil di Waduk Jatiluhur, Waduk Karya tapi ini belum siap. Sehingga ngejarnya di situ, enggak ada yang lain,” jelas Jokowi.

Jokowi segera melakukan pengecekan ke semua gedung yang membangkang perintahnya untuk membuat sumur resapan. Jika masih ada yang tidak mengindahkan, bersiap saja efek ada efek yang lebih besar yang akan dihadapi Jakarta.

“Ya kalau kita enggak sediakan, kalau mereka kita paksa tidak, alternatifnya kan harus siap, nah ini yang belum. Ini kan kita kejar-kejaran dengan itu. Artinya apa, yang di dalam tanah itu untuk cadangan, di negara manapun seperti itu konsepnya. Lha kita ini enggak punya cadangan diambilin terus, ya jogrok,” tandasnya.

Mungkin sebagai antisipasi masalah berkurangnya jumlah air tanah di kota besar, Khususnya Jakarta . Salah satu cara yang dilakukan oleh salah satu komunitas di Jambi ini dapat diterapkan

Komunitas Konservasi Indonesia (Warsi) Jambi memperkenalkan kepada warga tentang pengelolaan air tanah dengan metode biopori.

Kegiatan ini sekaligus untuk mengurangi kecemasan warga Kota Jambi akan semakin langkanya kualitas dan kuantitas air tanah seiring terjadinya perubahan iklim dan pemanasan global.

“Kita sudah lama menggunakan dan mengembangkan metode ini sebagai uji coba di pekarangan kantor kita dan ternyata hasilnya sangat positif, air sumur kita tidak pernah kering dengan kualitas air yang sangat bagus, sangat jernih layak dikonsumsi dan digunakan untuk keperluan lainnya,” kata Staf Deputi Humas Infokom KKI Warsi, Sukmareni di Jambi, Sabtu.

Saat ini, model dan metoda biopori tersebut sesungguhnya sudah layak dipublikasikan, karena itu KKI Warsi mengajak warga sekitar kantornya untuk ikut mengembangkan metoda tersebut guna membantu mereka dalam pengadaan ketersediaan air tanah yang awet dan terawat.

“Dengan proyek percontohan di pekarang kita ini, diharapkan warga sekitar bisa melihat langsung dan selanjutnya berminat untuk mengembangkan hal serupa di rumah mereka, pasalnya biopori ini baru akan terasa besar dampak positifnya kalau digunakan secara massal, minimal oleh warga satu komplek,” katanya.

Ia menyatakan dengan metoda memanfaatkan sejenis mikroba pengurai tanah tersebut dengan luas ruang pekarangan yang minimal maka sudah dapat menjaga kelestarian air tanah di kawasan tersebut hingga aman dari ancaman banjir di musim hujan atau kekeringan di musim kemarau seperti yang sudah kerap terjadi di Jambi satu dekade belakangan ini.

Secara sederhana, tambah Reni, warga hanya cukup membangun ruang dengan menggali tanah di bawah pekarangan atau halaman rumahnya lalu memasukkan jenis limbah an organik beserta sejenis mikroba pengurai tanah.

Selanjutnya ditutup dengan konblok berpori maka setiap kali hujan air akan meresap dan disimpan di dalam ruang tanah yang sudah diurai oleh mikroba tersebut sehingga ketersediaan dan kegunaan air dapat selalu terjaga.

“Selama ini yang menjadi penyebab makin seringnya terjadi bencana banjir dan kekeringan hingga sumur-sumur kekeringan melanda kota Jambi adalah karena semakin menghilangnya daerah-daerah resapan air sebagai dampak dari pembangunan fisik gedung-gedung yang menutup pori-pori tanah dengan semen atau aspal hingga air hanya berlalu di permukaan menjadi banjir,” ujar Reni.

Dengan biopori secara sederhana dapat dijelaskan, air tersimpan di dalam tanah yang selanjutnya akan menjadi sumber air cadangan yang sangat besar bagi sumur-sumur di musim kemarau dan penyerap air hujan sehingga tidak mengalir di permukaan tanah menjadi banjir.

Sumber [Aneka Sumber]

Filter air sumur berkualitas

Air Sumur dirumah keruh dan bau? Jika air sumur dirumah anda mengalami keruh dan bau. Solusinya mudah dan anda tidak perlu repot cukup pasang filter penjernih / peyaring air dirumah anda. Cara ini paling efektif dibanding melakukan bor sumur ulang yang belum tentu hasil airnya baik.

Filter Penyaringan & Penjernihan Air sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih Rumah Tangga, terutama warga yang tinggal di kawasan perkotaan. Karena sumber air di perkotaan mayoritas sudah tercemar dan tidak layak untuk digunakan.

filter air sumur berkualitasDengan melihat besarnya manfaat dan fungsi air bersih dalam kehidupan sehari-hari di daerah perkotaan, Nano Smart Filter menghadirkan filter untuk penyaringan dan penjernihan air sumur yang sudah teruji secara ilmiah dan mampu menyerap kotoran lebih banyak serta menghilangkan keruh, bau, warna, kuman, minyak, mangan, besi, dll pada air.

Apakah air tanah / air sumur bor Anda kurang bersih dan memiliki kadar besi yang  tinggi sehingga membuat air sumur anda berwarana kuning keruh dan berbau?

Dengan banyaknya permasalahan mengenai air bersih terutama di pusat-pusat kota dan kawasan industri, limbah industri biasanya merupakan penyebab utama penurunan kualitas air bersih sehingga air baku dirumah Anda tidak dapat langsung digunakan untuk keperluan sehari-hari karena tidak memenuhi standar air bersih.

Masalah yang sering sekali muncul adalah air Anda nampak jernih ketika keluar dari keran air, namun setelah beberapa saat di diamkan akan nampak berwarna kuning dan ada kotoran yang mengendap, bahkan dalam jangka waktu lama akan membentuk endapan kuning dan menempel didasar bak penampungan air, Dengan kondisi air tersebut maka air Anda mengandung besi (Fe).

Zat besi dalam air berupa ion Fe2+ kemudian besi di bak penampungan air tersebut berinteraksi dengan udara bebas sehingga teroksidasi menjadi ion Fe3+ dan berwarna kuning. Besar kecilnya kandungan besi dirumah Anda dapat dilihat dari warna kuning yang terbentuk.

Tingginya kadar besi pada air sumur / air tanah selain berbahaya untuk kesehatan dan warna kuning keruh sehingga tidak enak dilihat. Tentunya Anda tidak menginginkan air sumur / air tanah Anda berwarna kuning kotor dan berbau. Oleh karena itu kami memberikan solusi yang tepat dan terbukti dapat mengatasi masalah air anda:

Alat penyaring air sumur Nano Smart Filter  sudah berpengalaman dan terbukti dalam mengatasi masalah air sumur / air tanah yang bermasalah. Alat penjernih Nano Smart Filter dengan desain modern serta permukaan halus dipadukan warna orange yang menyegarkan mata sehingga dapat memperindah rumah anda, dan pastinya Filter air Nano Smart Filter ini berGaransi Resmi. Selain itu Nano Smart Filter menggunakan media filter berkualitas yaitu PureTAG Super sebagai media penyaring air yang ampuh sehingga air dirumah anda dapat bersih dan sehat. Penjernih air Nano Smart Filter sangat cocok digunakan di berbagai tempat seperti rumah tangga, perkantoran, restoran, salon, laundry pakaian, industri, apartemen, peternakan, penangkaran ikan. Selain itu Nano Smart Filter juga melayani Pembelian ke suluruh Indonesia seperti  Jakarta, Bogor, Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, Jambi, Balikpapan, Riau, Manado, Papua dan kota besar lainnya.

Filter Penyaring / Penjernih Air Nano Smart Filter akan menyelesaikan masalah air rumah Anda, Filter air ini berisi media filter dengan beberapa media antara lain:

Super Pasir Aktif berfungsi untuk menghilangkan besi (Fe) dan Mangan (Mn) pada air. Selain itu Super Pasir Aktif ini juga dapat menyaring lumpur, tanah dan partikel besar /kecil dalam air dan biasa digunakan untuk penyaringan tahap awal (pre-treatment).

Super Karbon Aktif dapat menyaring partikel-partikel yang sangat halus berukuran 0.01-0.0000001 mm. Sehingga sangat efektif menjernihkan dan menyerap bau, rasa serta racun pada air.

Media Filter PureTAG Super berfungsi untuk menghilangkan kandungan besi (Fe) pada air dengan kadar tinggi dan bau besi yang menyengat, juga menghilangkan mangan (Mn) dan warna kuning keruh pada air selain itu media filter pureTAG Super juga berfungsi untuk menjernihkan air dan menghilangkan bau. Media Filter PureTAG Super juga dapat digunakan sebagai salah satu penukar ion alami. selain itu media filter PureTAG Super mempunyai daya tahan paling bagus dalam meyerap kotoran pada air sumur / air tanah dirumah anda.

Media filter tersebut menyaring dan menjernihkan air sumur / air tanah rumah Anda sampai bersih dan aman untuk digunakan.

Dengan menggunakan filter penyaring air sumur Nano Smart Filter maka ketersediaan air bersih di tempat anda akan terjamin, cocok untuk daerah banjir maupun sumur/air tanah yang tercemar dengan rembesan sampah organik maupun anorganik. Hemat Energi dan Ramah Lingkungan karena filter penyaringan ini tanpa menggunakan listrik.

Cara perawatan alat penyaring air tanah / sumur Nano Smart Filter sangat mudah, Cukup melakukan “BackWash” Seminggu Dua Kali (Mudahnya Senin dan Kamis).

Filter penjernih air Nano Smart Filter dapat dipasang dan diletakan setelah toren air atau sebelum toren air sehingga sangat fleksibel dan tidak memakan banyak tempat.

Air yang dihasilkan dari hasil filtrasi akan bersih dan bebas dari pencemaran bahan-bahan polutan dan bebas dari bakteri serta kuman.

Untuk pemesanan dan pembelian anda dapat menghubungi ke (021) 295 295 30 / (021) 295 296 31 Atau bisa juga via Email : sales@nanosmartfilter.com

Kualitas air baku yang baik

Kualitas air dapat dilihat secara fisik kualitas air yang baik adalah air jernih, tidak keruh, tidak berbau, berasa tawar dan tidak berwarna, serta suhu air hendaknya di bawah suhu udara.

Secara kimiawi kualitas air yang baik meliputi pH yang bersifat normal/netral, bahan kimia yang tidak melebihi ambang batas ketetapan serta tingkat kesadahan yang rendah, kekurangan atau kelebihan suatu zat kimia dalm air akan menyebabkan gangguan fisiologis pada manusia.

Sedangkan secara biologis kualitas air yang sehat  harus bebas dari segala bakteri terutama bakteri patogen dan nonpatogen walaupun tidak menimbulkan penyakit namun menyebabkan bau dan rasa tidak enak pada air, serta menyebabkan adanya lendir pada air, serta tidak mengandung bakteri coli lebih dari 1 coli/100 mL air. Bakteri patogen menyebabkan penyakit pada manusia, organisme ini bersal dari bakteri, protozoa dan virus.. yang mungkin ada dalam air misalnya bakteri typhsum, vibrio colerae, bakteri dysentriae, bakteri enteritis, dan entamoeba hystolotica. Air yang mengandung golongan coli, dianggap telah terkontaminasi dengan kotoran manusia. dalam pemerikasaan bakteriologik, tidak langsung diperiksa air tersebut mengandung bakteri patogen, tetapi diperiksa dengan indikator bakteri golongan coli. Pencemaran air akan menimbulkan terganggunya/hilangnya persyaratan kualitas air tersebut baik secara fisik, kimia maupun biologi.

 

kualitas air tanah yang baik

 

Kualitas air secara umum menunjukan mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu. Sedangkan kuantitas menyangkut jumlah air yang dibutuhkan manusia dalam kegiatan tertentu.

Beberapa komponen dan standar baku pada air bersih meliputi berbagai aspek baik fisik, kimia, maupun bakteriologis. Beberapa aspek yang dinilai sebagai  standar baku air tersebut meliputi unsur-unsur antara lain :

1. Suhu. Kenaikan suhu menimbulkan beberapa akibat antara lain menurunnya jumlah oksigen terlarut dalam air, meningkatkan kecepatan reaksi kimia serta terganggunya kehidupan ikan dan hewan air lainnya. Jika batas suhu yang mematikan terlampaui, ikan dan hewan air lainnya mungkin akan mati.

2. pH. Nilai pH air yang normal antara 6 – 8, sedangkan pH air terpolusi misalnya air buangan, berbeda-beda tergantung dari jenis buangannya.

3. Warna, bau dan rasa. Warna air yang tidak normal biasanya menunjukkan adanya polusi. Warna air dibedakan atas dua macam yaitu warna sejati (true colour) yang disebabkan oleh bahan-bahan terlarut, dan warna semu (apparent colour), yang selain disebabkan adanya bahan terlarut juga karena adanya bahan tersuspensi, termasuk di antaranya yang bersifat koloid. Bau air tergantung dari sumber airnya. Timbulnya bau pada air secara mutlak dapat dipakai sebagai salah satu indikator terjadinya tingkat pencemaran air yang cukup tinggi. Air yang normal sebenarnya tidak mempunyai rasa. Apabila air mempunyai rasa (kecuali air laut), hal itu berarti telah terjadi pelarutan garam.

4. Kesadahan. Standar kesadahan total adalah 500 mg/l, jika melebihi akan dapat menimbulkan beberapa resiko seperti : a) mengurangi efektivitas sabun, b) terbentuknya lapisan kerak pada alat dapur, c) kemungkinan terjadi ledakan pada boiler, d) sumbatan pada pipa air.

5. Besi (Fe). Dalam jumlah kecil zat besi dibutuhkan oleh tubuh untuk pembentukan sel-sel darah merah. Kandungan zat besi di dalam air yang melebihi batas akan menimbulkan gangguan. Standar kualitas ditetapkan 0,1 – 1.0 mg/l.

6. Mangaan (Mn). Tubuh manusia membutuhkan mangaan rata-rata 10 mg/l sehari yang dapat dipenuhi dari makanan. Mangaan bersifat toksik terhadap organ pernafasan. Standar kualitas ditetapkan 0,05 – 0,5 mg/l dalam air.

7. Nitrit (NO2) dan Nitrat (NO3). Jumlah nitrat yang besar dalam tubuh cenderung berubah menjadi nitrit dan dapat membentuk methaemoglobine sehingga dapat menghambat perjalanan oksigen dalam tubuh, hal ini dapat menyebabkan penyakit blue baby. Nitrit ádalah zat yang bersifat racun sehingga kehadiran bahan ini dalam air minum tidak diperbolehkan.

8. Cadmium (Cd). Cadmium merupakan zat beracun yang bersifat akumulasi dalam jaringan tubuh sehingga dapat menyebabkan batu ginjal, gangguan lambung, kerapuhan tulang, mengurangi hemoglobin darah dan pigmentasi gigi. Selain itu cadmium juga bersifat karsinogenik.

9. Timbal (Pb). Timbal sangat berbahaya bagi kesehatan karena cenderung terakumulasi dalam tubuh, serta meracuni jaringan syaraf.

10. Kekeruhan. Kekeruhan dapat disebabkan oleh banyak faktor, antara lain karena adanya bahan yang tidak terlarut seperti debu, tanah liat, bahan organik atau inorganik, dan mikroorganisme air. Akibatnya air menjadi kotor dan tidak jernih sehingga bakteri pathogen dapat berlindung di dalam atau di sekitar bahan penyebab kekeruhan.

11. Bakteri coli. Organisme pathogen di perairan merupakan indikasi adanya pencemaran air. Oleh karena itu organisme pathogen di perairan harus diketahui. Mengingat tidak mungkin mengindikasikan berbagai macam organisme pathogen, maka pengukuran pengukurannya menggunakan bakteri-coli sebagai indikator organisme. Standar Coli pada air bersih ditetapkan sebesar 10 coli/100 ml air.

Dengan standar tersebut maka air konsumsi yang kita gunakan akan aman bagi kesehatan kita, karena itu jadilah manusia yang selektif demi kesehatan dan juga keberlangsungan kita.

Kualitas air yang digunakan masyarakat harus memenuhi syarat kesehatan agar dapat terhindar dari berbagai penyakit maupun gangguang kesehatan yang dapat disebabkan oleh air. Untuk mengetahui kualitas air tersebut, perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium yang mencakup antara lain pemeriksaan bakteriologi air, meliputi Most Probable Number  (MPN) dan angka kuman.  Pemeriksaan MPN dilakukan untuk pemeriksaan kualitas air minum, air bersih, air badan, air pemandian umum, air kolam renang dan pemeriksaan angka kuman pada air PDAM.

Khusus untuk air minum, disyaratkan bahwa tidak mengandung bakteri patogen, misalnya bakteri golongan E. coli, Salmonella typhi, Vibrio cholera. Kuman-kuman ini mudah tersebar melalui air (Transmitted by water) dan tidak mengandung bakteri non-patogen, seperti Actinomycetes dan Cladocera . Semoga bermanfaat.

Sumber [Aneka Sumber]

TDS dalam air (Total Dissolved Solids)

TDS alias Total Dissolved solids . Arti dari TDS adalah “benda padat yang terlarut” yaitu semua mineral, garam, logam, serta kation-anion yang terlarut di air. Termasuk semua yang terlarut diluar molekul air murni (H2O). Secara umum, konsentrasi benda-benda padat terlarut merupakan jumlah antara kation dan anion didalam air. TDS terukur dalam satuan Parts per Million (ppm) atau perbandingan rasio berat ion terhadap air.

tds pada air sumurBenda-benda padat di dalam air tersebut berasal dari banyak sumber, organik seperti daun, lumpur, plankton, serta limbah industri dan kotoran. Sumber lainnya bisa berasal dan limbah rumah tangga, pestisida, dan banyak lainnya. Sedangkan, sumber anorganik berasal dari batuan dan udara yang mengandung kasium bikarbonat, nitrogen, besi fosfor, sulfur, dan mineral lain. Semua benda ini berentuk garam, yang merupakan kandungannya perpaduan antara logam dan non logam. Garam-garam ini biasanya terlarut di dalam air dalam bentuk ion, yang merupakan partikel yang memiliki kandungan positif dan negatif. Air juga mengangkut logam seperti timah dan tembaga saat perjalanannya di dalam pipa distribusi air minum.

Sesuai regulasi dari Enviromental Protection Agency (EPA) USA, menyarankan bahwa kadar maksimal kontaminan pada air minum adalah sebesar 500mg/liter (500 ppm). Kini banyak sumber-sumber air yang mendekati ambang batas ini. Saat angka penunjukan TDS mencapai 1000mg/L maka sangat dianjurkan untuk tidak dikonsumsi manusia. Dengan angka TDS yang tinggi maka perlu ditindaklanjuti, dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Umumnya, tingginya angka TDS disebabkan oleh kandungan potassium, khlorida, dan sodium yang terlarut di dalam air. Ion-ion ini memiliki efek jangka pendek (short-term effect), tapi ion-ion yang bersifat toxic (seperti timah arsenic, kadmium, nitrat dan banyak lainnya) banyak juga yang terlarut di dalam air.

Maka, ayo dari sekarang kita lebih perhatikan air minum kita. Karena sepertinya sederhana, namun air minum merupakan sesuatu yang paling sering kita konsumsi. Berarti, walaupun sedikit kandungan toxic yang terkandung di dalam air, namun berarti kita menabungnya dengan sangat cepat di tubuh kita.

Sesuai regulasi dari Enviromental Protection Agency (EPA) USA, menyarankan bahwa kadar maksimal kontaminan pada air minum adalah sebesar 500mg/liter (500 ppm). Kini banyak sumber-sumber air yang mendekati ambang batas ini. Saat angka penunjukan TDS mencapai 1000mg/L maka sangat dianjurkan untuk tidak dikonsumsi manusia. Sumber-sumer air yang memiliki level TDS yang tinggi sebaiknya diberi perhatian lebih untuk diperiksa lebih lanjut. Kebanyakan, tingginya level TDS disebabkan oleh adanya kandungan potassium, khlorida, dan sodium. Ion-ion ini memiliki efek jangka pendek (short-term effect), tapi ion-ion yang bersifat toxic (seperti timah arsenic, kadmium, nitrat dan banyak lainnya) banyak juga yang terlarut di dalam air. Ion-ion ini memiliki efek jangka pendek (short-term effect), tapi ion-ion yang bersifat toxic (seperti timah arsenic, kadmium, nitrat dan banyak lainnya) banyak juga yang terlarut di dalam air.

Pengujian TDS ( Total Dissolved solids )

Bahkan sistem purifikasi air minum terbaik yang terdapat dipasaran, tetap harus dimonitor dengan TDS meter untuk memastikan filter atau membran bekerja dengan baik, atau harus dilakukan penggantian terhadap kerjanya untuk menghilangkan partikel-partikel yang tidak diinginkan dan bakteri yang terlarut didalam air.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa pentingnya untuk memeriksa level TDS air minum kita :

1) Rasa/Kesehatan
Air yang memiliki level TDS tinggi memiliki rasa yang kurang enak, terasa agak asin, pahit, atau metalik. Bisa juga berindikasi terdapatnya mineral-mineral yang bersifat toxic. Enviromental Protection Agency (EPA) USA, menyarankan bahwa kadar maksimal kontaminan pada air minum adalah sebesar 500mg/liter (500 ppm).

2) Kinerja Filter
Pengujian ini untuk memastikan sistem reverse osmosis atau sistem purifikasi air memiliki tingkat kemampuan pembuangan partikel-pertikel pengotor, dan diketahui kapan kita harus mengganti filter (atau membran) sistem purifikasi air minum kita.

3) Kesadahan (Hardness)
Tingginya level TDS bisa mengindikasikan kesadahan air, yang akan menyebabkan kerak .

4) Industri
Tingginya level TDS bisa berdampak pada kinerja beberapa peralatan, seperti boiler dan cooling tower, produksi makanan dan minuman, dan banyak lainnya.

5) Makanan dan Minuman
Untuk mendapatkan rasa secangkir kopi yang lebih nikmat, salah satunya adalah menjaga level TDS air yang digunakannya.

Diatas merupakan tabel sesuai dengan Enviromental Protection Agency (EPA) USA.

Air minum ideal adalah yang memiliki level TDS 0 – 50 ppm, dihasilkan dengan proses reverse osmosis, deionizationm microflitration, distillation, dan banyak lainnya. Air gunung (mountain spring) dan yang melalui proses filtrasi karbon berada di standar kedua. Rata-rata air tanah (air sumur) adalah 150 – 300 ppm, masih dalam batas aman, namun bukan yang terbaik terutama untuk para penderita penyakit ginjal.

Cara Menurunkan TDS pada air

 

Bagaimana cara kita menurunkan level TDS dari air minum kita?
Ada beberapa cara yang paling sering digunakan sebagai sistem filtrasi dan purifikasi air adalah sebagai berikut:

Karbon Filtrasi
Charcoal, bentuk dari karbon yang memiliki permukaan yang luas, menyerap dan mengikat banyak senyawa termasuk yang bersifat toxic. Air yang melewati charcoal aktif untuk menghilangkan kandungan kontaminan di dalam air.

Reverse Osmosis (RO)
Reverse Osmosis bekerja dengan memberikan tekanan pada air hingga memiliki tekanan untuk mampu menembus membran semi-permeable yang hanya mampu dilalui oleh molekul air tanpa kontaminan-kontaminan lain. RO merupakan metode paling berkembang untuk sistem purifikasi yang ada saat ini.

Distilasi
Distilasi menggunakan cara menguapkan air hingga menjadi uap basah. Uap air tersebut naikmenuju ruang pendinginan sehingga terkondensasi menjadi air kembali dan ditampung. Karena benda padat terlarut secara umum tidak menjadi uap, mereka tetap dalam kondisi air yang mendidih.

Deionization (DI)
Air dialiri melewati sela-sela elektroda positif dan elektroda negatif. Membran penseleksi ion akan membuat ion positif terlepas dari air menuju elektroda negatif, dan ion negatif menuju elektroda positif. Maka akan dihasilkan air de-ionized yang sangat murni. Namun, biasanya dilakukan treatment awal pada sebuah unit reverse osmosis untuk menghilangkan kontaminan non-ionik.

Sumber [aneka Sumber]

Mengatasi Air Sumur Keruh dan Bau

Air sumur salah satu sumber air. Air Sumur banyak digunakan oleh daerah perkotaan maupun perdesaan. Air adalah suatu yang vital bagi kehidupan kita, tapi bagaimana bila air yang kita pakai keruh dan berbau dan meninggalkan bercak pada perabot sehingga tidak layak untuk keperluan sehari-hari. Penyebab rendahnya kualitas air adalah kondisi tanah yang terlalu banyak mengandung lumpur atau berkapur. Air yang baik berasal dari tanah berpasir. Tapi bagaimana bila kondisi sumur kita berada pada daerah yang kondisi bertekstur lempung atau berkapur.

air sumur keruh berminyakTanda-tanda bahwa air tanah / air sumur sudah tercemar dapat dikenali melalui pengamatan fisik, yaitu:

1. Warna kekuningan akan muncul jika air tercemar chromium dan materi organik. Jika air berwarna merah kekuningan, itu menandakan adanya cemaran besi. Sementara pengotor berupa lumpur akan memberi warna merah kecoklatan.

2. Kekeruhan juga merupakan tanda bahwa air tanah telah tercemar oleh koloid (bio zat yang lekat seperti getah atau lem). Lumpur, tanah liat dan berbagai mikroorganisme seperti plankton maupun partikel lainnya bisa menyebabkan air berubah menjadi keruh.

3. Polutan berupa mineral akan membuat air tanah memiliki rasa tertentu. Jika terasa pahit, pemicunya bisa berupa besi, alumunium, mangaan, sulfat maupun kapur dalam jumlah besar.

4. Air Sumur / air tanah yang rasanya seperti air sabun menunjukkan adanya cemaran alkali. Sumbernya bisa berupa natrium bikarbonat, maupun bahan pencuci yang lain misalnya detergen.

5. Sedangkan Air Sumur rasa payau menunjukkan kandungan garam yang tinggi, sering terjadi di daerah sekitar muara sungai.

6. Bau yang tercium dalam air tanah juga menunjukkan adanya pencemaran. Apapun baunya, itu sudah menunjukkan bahwa air tanah tidak layak untuk dikonsumsi.

Ada beberapa cara membuat air sumur menjadi jernih:
Pertama adalah cara biologis, yaitu menanam tanaman berakar tunjang disekitar sumur.  Akar pohon akan menyerap mineral-mineral yang terkandung dalam air tanah, sehingga komposisi mineral air menjadi tidak berlebih. Tapi cara ini tentunya sangat lama karena menunggu pertumbuhan pohon tersebut.

Kedua adalah dengan cara kimia, yaitu dengan memberi larutan hidrogen peroksida H2O2 atau dipasaran dikenal dengan water cleaner, cukup ½ liter saja masukkan ke dalam air sumur. Diamkan satu malam.  Dan kuras keesokan harinya, tapi cara ini tidak efektif untuk jangka panjang.

Untuk penggunaan sumur jangan pernah menggunakan tawas karena tawas akan membentuk endapan di dasar, dan jangan menggunakan kaporit karena kaporit untuk membunuh bakteri bukan untuk menjernihkan air sumur, kecuali pada tandon yang endapan dasarnya bisa di sedot.

Ketiga adalah cara fisika dengan memasang alat saring / Filter Air, bahan penyaring air sumur bisa dari serat nilon atau karbon aktif, tapi penggunaan alat saring akan memberatkan kerja dari pompa air.

Dengan pemakaian Toren air  maka kita mudah mengambil air jernih sedikit diatas endapan kotor. Kita juga dapat  memasang penyaring air untuk meningkatkan kualitas, Penggunaan filter air  ini tentu saja memanfaatkan gravitasi, sehingga tidak memperberat kerja pompa air.

Perhatikan juga penggunaan pompa air atau alat listrik lainnya diluar jam beban puncak karena tarif PLN lebih murah.  Penggunaan toren air atas juga akan menghemat penggunaan listrik

Kerugian yang ditimbulkan oleh zat -zat yang terlarut dalam air sumur , air kotor, keruh, berbau yang tidak layak pakai :

  1. Zat besi / mangan menyebabkan air berbau karat dan bewarna , Baju berwarna kuning dan menyebabkan kerusakan hati bila dikonsumsi terus menerus .
  2. Zat organik menyebabkan bau dan rasa tidak enak dan menyebabkan sakit perut bila dikonsumsi
  3. Zat kapur menyebabkan bercak putih atau kerak pada peralatan memasak , mobil atau pipa dan menyebabkan resiko batu ginjal
  4. PH rendah menyebabkan karat dan mengubah senyawa kimia tertentu menjadi racun berbahaya
  5. Kaporit tinggi Menyebabkan rasa yang tidak enak , menyebabkan kulit cepat kering dan menyebabkan karat atau korosi pada logam
  6. Nitrit menyebabkan terbentuknya methaemoglobine yang menghambat berjalannya oksigen dalam darah .

Sayangi keluarga anda dengan memberikan air yang bersih dan berkualitas , dengan Nano Smart Filter semua masalah air tersebut dapat teratasi dengan mudah.

Nano Smart Filter merupakan penyaring air yang sangat tepat untuk mendapatkan air bersih yang berkualiatas tanpa biaya perawatan yang tinggi serta didukung oleh pelayanan purna jual yang ramah dari tenaga teknisi kami yang sudah terlatih dan berpengalaman bertahun tahun dalam water treatment untuk industri maupun rumah tangga.

Sumber [AnekaSumber]

Krisis Air Kota Jakarta

Kriris Air Kota Jakarta, Krisis Air Bersih semakin parah dan menakutkan. Sebagai kota besar yang langganan banjir, apalagi di musim penghujan, Pemprov DKI Jakarta telah mempersiapkan diri, antara lain dengan menuntaskan pembangunan Kanal Banjir Timur (KBT). Program ini merupakan salah satu bentuk strategi jangka panjang untuk meminimalisasi dampak bencana banjir krisis airyang ditimbulkan.

Pertanyaannya adalah kenapa program-program penanggulangan banjir lebih menonjol dari pada penanganan krisis air dan sumber daya air? Padahal, ancaman bencana krisis air dan sumber daya air tidak kalah mengkhawatirkan bagi setiap masyarakat, khususnya yang tinggal di perkotaan. Eksploitasi besar-besaran air tanah misalnya, tidak hanya mengakibatkan terjadinya kelangkaan air, tetapi juga mengakibatkan penurunan permukaan tanah (land subsidence) terhadap permukaan air laut.

Jakarta dan Semarang, misalnya, merupakan contoh perkotaan yang posisinya semakin rendah daripada permukaan laut sehingga kota ini senantiasa dihadapkan pada ancaman bencana banjir dan krisis air. Hal ini diperparah dengan perubahan iklim.

Isu Krisis Air
Berbeda dengan Indonesia yang terkesan ‘memarginalkan’ isu krisis air karena lebih fokus pada penanganan banjir, masyarakat dunia senantiasa memperhatikan akan pentingnya isu krisis air. Ini disebabkan jumlah penduduk dunia terus meningkat sementara stok sumber daya air semakin berkurang. Dengan tidak bermaksud menyalahkan negara-negara berkembang, tekanan paling berat terhadap sumber daya air akan terjadi di kelompok negara ini karena masih tingginya laju kelahiran yang diperkirakan 2,1% per tahun. Lebih khusus lagi, tekanan masyarakat di perkotaannya tidak kalah mengkhawatirkan karena laju pertumbuhan penduduknya mencapai 3,5% (Middleton).

Berdasarkan hal tersebut, ketidakseimbangan jumlah penduduk dan ketersediaan air akan menjadi babak baru konflik global pada abad ini. Mengingat sumber daya air tidak ada substitusinya sebagaimana bahan bakar minyak. Selain itu, kekhawatiran global terhadap kelangkaan air juga karena adanya prediksi Gardner-Outlaw and Engelman (1997) yang disitir PBB (2003), bahwa pada tahun 2050 diprediksikan 1 dari 4 orang akan terkena dampak dari kekurangan air bersih.

Sementara itu, dalam konteks Indonesia, meskipun cadangan airnya mencapai 2.530 km3/tahun yang termasuk dalam salah satu negara yang memiliki cadangan air terkaya di dunia, isu krisis air harus menjadi perhatian, khususnya di wilayah perkotaan. Mengingat, pada musim kemarau terlihat sangat kontras bahwa krisis air menjadi isu krusial.

Jakarta merupakan salah satu contoh kawasan perkotaan yang dihadapkan pada isu kelangkaan air. Tingginya pertumbuhan penduduk, termasuk di dalamnya tingkat urbanisasi, menuntut besarnya penyediaan air bersih. Namun hingga saat ini, diperkirakan PDAM DKI Jakarta baru menyuplai 50% air bersih untuk warganya.

Ironisnya, di tengah ancaman krisis air tersebut, potensi air hujan di Jakarta yang mencapai 2.000 juta m3/tahun tidak teresap optimal karena hanya 26,6% yang teresap ke dalam tanah dan sisanya 73,4% terbuang sia-sia ke laut. Tentu saja, rendahnya resapan air di kawasan perkotaan pada umumnya dan di Jakarta khususnya, disebabkan pesatnya pembangunan yang tidak disertai dengan ketidakpatuhan berbagai pihak dalam menaati peraturan-peraturan yang ditetapkan.

Kebijakan Pemerintah

Sebelum membicarakan apa yang harus dilakukan pemerintah dalam mengatasi krisis air bersih di perkotaan, sebaiknya kita menyoroti dua hal yang sangat penting yang menyebabkan kelangkaan air tersebut. Pertama, eksploitasi besar-besaran air tanah yang dilakukan oleh gedung-gedung perkantoran, rumah sakit, pusat perbelanjaan, apartemen, pengusaha laundry, dan bangunan lainnya. Kedua, pembangunan gedung-gedung yang tidak mematuhi perbandingan lahan terpakai dan lahan terbuka, sehingga mengganggu proses penyerapan air hujan ke dalam tanah.

Kedua hal tersebut jelas mengganggu kelestarian air tanah yang sangat rentan. sebagaimana yang tertuang pada Pasal 37 ayat (1) UU No 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air, yang menyebutkan bahwa air tanah merupakan salah satu sumber daya air yang keberadaannya terbatas dan kerusakannya dapat mengakibatkan dampak yang luas serta pemulihannya sulit dilakukan.

Dengan demikian, penyedotan air tanah di satu sisi dan terganggunya proses peresapan air hujan di sisi lain merupakan masalah klasik yang senantiasa akan dihadapi pemerintah dalam memberikan pelayanan penyediaan air bersih. Hal ini diperparah dengan lemahnya PDAM dalam menyalurkan air bersih sehingga penyedotan air tanah pun tidak terelakkan dalam rangka memenuhi kebutuhan air tersebut.

Kompleksitas permasalahan krisis air harus menjadi perhatian serius pemerintah secara terintegrasi. Pengelolaan model lama yang dilakukan lembaga pemerintah secara parsial berdasarkan tugas pokok dan fungsi setiap lembaga terbukti tidak mampu mengatasi permasalahan ini. Ke depan, selain harus terintegrasi antarlembaga pemerintah, penanganan sumber daya air juga harus melibatkan seluruh stakeholder, khususnya mereka yang menggunakan air tanah.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan pemerintah dalam mengatasi penyebab krisis air di perkotaan, di antaranya :

1. Pengaturan pemanfaatan air tanah yang disertai dengan pengawasan yang ketat.
2. Pemberian surat IMB (izin mendirikan bangunan) harus disertai kewajiban penyediaan lahan terbuka.

3. Kewajiban memperbaiki kualitas dan mengembalikan tata guna air sesuai pemanfaatan sebagaimana yang telah dimanfaatkan oleh setiap pengguna air.

4. Setiap pengguna air harus diwajibkan membiayai pengadaan air bersih.

5. Setiap bangunan harus diwajibkan membuat sumur resapan sehingga dapat meningkatkan cadangan air tanah.

Tampaknya pembangunan sumur resapan merupakan kebutuhan mendesak bagi segenap warga perkotaan. Hal ini karena setiap satu sumur resapan akan mampu meneruskan air hujan ke dalam tanah sebanyak 40 drum/tahun atau 8 m3/tahun. Oleh karena itu, dalam konteks lokal Jakarta, optimalisasi penampungan air hujan di bawah tanah telah diatur Pemerintah DKI Jakarta melalui Perda No 68 Tahun 2003. Namun, potensi pemulihan air tanah secara buatan di Jakarta masih sangat rendah.

Terintegrasi

Ketersediaan air bersih dalam kelangkaan air merupakan kebutuhan mendesak bagi setiap individu manusia, terlebih yang tinggal di perkotaan yang dihadapkan pada ancaman krisis air akibat ketidakseimbangan pembangunan. Namun, untuk mewujudkan kelestarian sumber daya air, diperlukan kebijakan yang terintegrasi, baik dari aspek stakeholder maupun pendekatan pengelolaan. Hal ini karena pendayagunaan sumber daya air didasarkan pada keterkaitan air hujan, air permukaan, dan air tanah dengan pendayagunaan air permukaan sebagai langkah utama. Akankah ancaman bencana kelangkaan air menjadi perhatian serius pemerintah? Semoga saja.

Sumber:[MediaIndonesia.com

Cara Mengatasi Zat Besi Tinggi dalam Air

Zat Besi tinggi dalam air sangat berbahya. Air mengandung zat besi tinggi menimbulkan efek negatif bagi tubuh, Yuk kita baca artikel berikut ini cara mengatasi air mengandung zat besi tinggi.

Pada beberapa daerah tertentu, ada air sumur yang lebih banyak mengadung zat besi tinggi sehingga menimbulkan bau dan rasa yang tidak enak.
Air yang semestinya menjadi sumber kesehatan justru menjadi sumber penyakit akibat zat besi tinggi yang terkandung didalamnya. Kadar zat besi tinggi dalam air yang didapat dari sumber-sumber permukaan seperti air sumur, air tanah dan sebagainya  berakibat menyebabkan berbagai macam jenis penyakit yang dapat diderita oleh masyarakat. Berbagai penyakit yang ditimbulkan salah satunya penyakit kulit. Bahkan air dengan kadar zat besi tinggi dapat merusak pakaian bila digunakan untuk mencuci

Air tanah dapat terkontaminasi dari beberapa sumber pencemar. Dua sumber utama kontaminasi air tanah ialah kebocoran bahan kimia organik dari penyimpanan bahan kimia dalam bunker yang disimpan dalam tanah, dan penampungan limbah industri yang ditampung dalam kolam besar diatas atau di dekat sumber air, Sehingga air tanah dapat terkontaminasi zat besi tinggi ataupun zat berbahaya lainnya.

Persyaratan bagi masing-masing standar kualitas air masih perlu ditentukan oleh 4 (empat) aspek yaitu : persyaratan fisis, kimia, biologis, radiologis. Persyaratan fisis ditentukan oleh faktor-faktor kekeruhan, warna, bau maupun rasa. Persyaratan kimia ditentukan oleh konsentrasi bahan-bahan kimia seperti Arsen, Clhor, Tembaga, Cyanida, Besi dan sebagainya. Persyaratan biologis ditentukan baik oleh mikroorganisme yang pathogen, maupun yang non pathogen.

Air sumur bor merupakan salah satu jalan yang ditempuh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih, namun tingginya kadar ion Fe (Fe2+, Fe3+) yaitu 5 – 7 mg/l mengakibatkan harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum dipergunakan, karena telah melebihi standar yang telah di tetapkan oleh Departemen kesehatan di dalam Permenkes No. 416 /Per/Menkes/IX/ 1990 tentang air bersih yaitu sebesar 1,0 mg/l. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan kadar besi (Fe2+,Fe3+) dalam air adalah dengan cara aerasi. Teknologi ini juga dapat kombinasikan dengan sedimentasi dan filtrasi. Sehingga air yang anda gunakan tidak mengandung zat besi tinggi yang berlebihan.

Besi adalah salah satu elemen yang dapat ditemui hampir pada setiap tempat di bumi, pada semua lapisan geologis dan semua badan air. Pada umumnya besi yang ada di dalam air dapat bersifat terlarut sebagai Fe 2+ atau Fe3+.

Kandungan ion Fe (Fe2+,Fe3+) pada air sumur bor berkisar antara 5 – 7 mg/L. Tingginya kandungan Fe (Fe2+,Fe3+) ini berhubungan dengan keadaan struktur tanah. Struktur tanah dibagian atas merupakan tanah gambut, selanjutnya berupa lempung gambut dan bagian dalam merupakan campuran lempung gambut dengan sedikit pasir.

Besi dalam air berbentuk ion bervalensi dua (Fe2+) dan bervalensi tiga (Fe3+) . Dalam bentuk ikatan dapat berupa Fe2O3, Fe(OH)2, Fe(OH)3 atau FeSO4 tergantung dari unsur lain yang mengikatnya. Dinyatakan pula bahwa besi dalam air adalah bersumber dari dalam tanah sendiri di sampng dapat pula berasal dari sumber lain, diantaranya dari larutnya pipa besi, reservoir air dari besi atau endapan – endapan buangan industri.

Adapun zat besi tinggi terlarut yang berasal dari pipa atau tangki – tangki besi adalah akibat dari beberapa kodisi, di antaranya :
1) Akibat pengaruh pH yang rendah (bersifat asam), dapat melarutkan logam besi.
2) Pengaruh akibat adanya CO2 agresif yang menyebabkan larutnya logam besi.
3) Pengaruh banyaknya O2 yang terlarut dalam air yang dapat pula.
4) Pengaruh tingginya temperature air akan melarutkan besi-besi dalam air.
5) Kuatnya daya hantar listrik akan melarutkan besi.
6) Adanya bakteri besi dalam air akan memakan besi.

Besi terlarut dalam air dapat berbentuk kation ferro (Fe2+) atau kation ferri (Fe3+). Hal ini tergantung kondisi pH dan oksigen terlarut dalam air. Zat besi tinggi terlarut dapat berbentuk senyawa tersuspensi, sebagai butir koloidal seperti Fe (OH)3, FeO, Fe2O3dan lain-Iain. Konsentrasi besi terlarut yang masih diperbolehkan dalam air bersih adalah sampai dengan 0,1 mg/l.

Apabila kosentrasi zat besi tinggi terlarut dalam air melebihi batas tersebut akan menyebabkan berbagai masalah,
Dampak adanya kandungan besi terlalu tinggi dalam air diantaranya :
1. Gangguan teknis
Endapan Fe (OH) bersifat korosif terhadap pipa dan akan mengendap pada saluran pipa, sehingga mengakibatkan pembuntuan dan efek-efek yang dapat merugikan seperti Mengotori bak yang terbuat dari seng. Mengotori wastafel dan kloset.

2. Gangguan fisik
Gangguan fisik yang ditimbulkan oleh adanya besi terlarut dalam air adalah timbulnya warna, bau, rasa. Air akan terasa tidak enak bila konsentrasi besi terlarutnya > 1,0 mg/l.

3. Gangguan kesehatan
Senyawa besi dalam jumlah kecil di dalam tubuh manusia berfungsi sebagai pembentuk sel-sel darah merah, dimana tubuh memerlukan 7-35 mg/hari yang sebagian diperoleh dari air. Tetapi zat Fe yang melebihi dosis yang diperlukan oleh tubuh dapat menimbulkan masalah kesehatan. Hal ini dikarenakan tubuh manusia tidak dapat mengsekresi Fe, sehingga bagi mereka yang sering mendapat tranfusi darah warna kulitnya menjadi hitam karena akumulasi Fe. Air minum yang mengandung besi cenderung menimbulkan rasa mual apabila dikonsumsi. Selain itu dalam dosis besar dapat merusak dinding usus. Kematian sering kali disebabkan oleh rusaknya dinding usus ini. Kadar Fe yang lebih dari 1 mg/l akan menyebabkan terjadinya iritasi pada mata dan kulit. Apabila kelarutan besi dalam air melebihi 10 mg/l akan menyebabkan air berbau seperti telur busuk.

zat besi tinggi pada air

Pada Hemokromatesis primer besi yang diserap dan disimpan dalam jumlah yang berlebihan di dalam tubuh. Feritin berada dalam keadaan jenuh akan besi sehingga kelebihan mineral ini akan disimpan dalam bentuk kompleks dengan mineral lain yaitu hemosiderin. Akibatnya terjadilah sirosis hati dan kerusakan pankreas sehingga menimbulkan diabetes. Hemokromatis sekunder terjadi karena transfusi yang berulang-ulang. Dalam keadaan ini besi masuk ke dalam tubuh sebagai hemoglobin dari darah yang ditransfusikan dan kelebihan besi ini tidak disekresikan.

Hal-Hal yang Mempengaruhi Kelarutan Fe dalam Air:
1. Kedalaman
Air hujan yang turun jatuh ke tanah dan mengalami infiltrasi masuk ke dalam tanah yang mengandung FeO akan bereaksi dengan H2O dan CO2 dalam tanah dan membentuk Fe (HCO3)2 dimana semakin dalam air yang meresap ke dalam tanah semakin tinggi juga kelarutan besi karbonat dalam air tersebut.

2. pH
pH air akan terpengaruh terhadap kesadahan kadar besi dalam air, apabila pH air rendah akan berakibat terjadinya proses korosif sehingga menyebabkan larutnya besi dan logam lainnya dalam air, pH yang rendah kurang dari 7 dapat melarutkan logam. Dalam keadaan pH rendah, besi yang ada dalam air berbentuk ferro dan ferri, dimana bentuk.ferri akan mengendap dan tidak larut dalam air serta tidak dapat dilihat dengan mata sehingga mengakibatkan air menjadi berwarna,berbau dan berasa.

3. Suhu
Suhu adalah temperatur udara. Temperatur yang tinggi menyebabkan menurunnya kadar O2 dalam air, kenaikan temperatur air juga dapat mengguraikan derajat kelarutan mineral sehingga kelarutan Fe pada air tinggi.

4. Bakteri besi

Bakteri besi (Crenothrix, Lepothrix, Galleanella, Sinderocapsa dan Sphoerothylus ) adalah bakteri yang dapat mengambil unsur ber dari sekeliling lingkungan hidupnya sehingga mengakibatkan turunnya kandungan besi dalam air, dalam aktifitasnya bakteri besi memerlukan oksigen dan besi sehingga bahan makanan dari bakteri besi tersebut. Hasil aktifitas bakteri besi tersebut menghasilkan presipitat (oksida besi) yang akan menyebabkan warna pada pakaian dan bangunan. Bakteri besi merupakan bakteri yang hidup dalam keadaan anaerob dan banyak terdapat dalam air yang mengandung mineral. Pertumbuhan bakteri akan menjadi lebih sempurna apabila air banyak mengandung CO2 dengan kadar yang cukup tinggi.

5. CO2 agresif

Karbondioksida (CO2) merupakan salah satu gas yang terdapat dalam air. Berdasarkan bentuk dari gas Karbondioksida (CO2) di dalam air, CO2 dibedakan menjadi : CO2 bebas yaitu CO2 yang larut dalam air, CO2 dalam kesetimbangan, CO2 agresif. Dari ketiga bentuk Karbondioksida (CO2) yang terdapat dalam air, CO2 agresif-lah yang paling berbahaya karena kadar CO2 agresif lebih tinggi dan dapat menyebabkan terjadinya korosi sehingga berakibat kerusakan pada logam – logam dan beton. Menurut Powell CO2 bebas yang asam akan merusak logam apabila CO2 tersebut bereaksi dengan air.karena akan merusak logam. Reaksi ini dikenal sebagai teori asam, dengan reaksi sebagai berikut:
2 Fe + H2CO3 ………………..> FeCO3 + 2 H+
2 FeCO3 + 5 H2O +1/2 O2 ………………..> 2 Fe(OH)2 + 2 H2CO3
Dalam reaksi di atas dapat dilihat bahwa asam karbonat tersebut secara terus-menerus akan merusak logam, karena selain membentuk FeCO3 sebagai hasii reaksi antara Fe dan H2CO3, selanjutnya FeCO3 bereaksi dengan air dan gas oksigen (O2) menghasilkan zat 2FeOH dan 2H2CO3 dimana H2CO3 tersebut akan menyerang logam kembali sehingga proses pengrusakan logam akan berjalan secara terus-menerus mengakibatkan kerusakan yang semakin lama semakin besar pada logam tersebut.

Penyebab utama zat besi tinggi dalam Air
1. Rendahnya pH Air
Nilai pH air normal yang tidak menyebabkan masalah adalah 7. Air yang mempunyai pH 7 dapat melarutkan logam termasuk zat besi tinggi.

2. Adanya Gas-gas Terlarut dalam Air.
Yang dimaksud gas-gas tersebut adalah CO2 dan H2S. Beberapa gas terlarut dalam air terlarut tersebut akan bersifat korosif.

3. Bakteri
Secara biologis kadar zat besi tinggi terlarut dipengaruhi oleh bakteri besi yaitu bakteri yang dalam hidupnya membutuhkan makanan dengan mengoksidasi besi sehingga larut. Jenis ini adalah bakteri Crenotrik, Leptotrik, Callitonella, Siderocapsa dan Iain-Iain. Bakteri ini mempertahankan hidupnya membutuhkan oksigen dan besi.

Ada beberapa solusi dalam penanganan masalah Air mengandung zat besi tinggi atau air bau besi ini diantaranya Metode Penurunan Kadar Besi (Fe)

1. Filtrasi
Mengurangi kandungan zat besi tinggi pada air dapat menggunakan teknik filtrasi. Proses penyaringan merupakan bagian dari pengolahan air yang pada prinsipnya adalah untuk mengurangi bahan-bahan organik maupun bahan-bahan an organik yang berada dalam air. Penghilangan zat padat tersuspensi denggan penyaringan memiliki peranan penting, baik yang terjadi dalam pemurnian air tanah maupun dalam pemurnian buatan di dalam instalasi pengolahan air. Bahan yang dipakai sebagai media saringan adalah pasir yang mempunyai sifat penyaringan yang baik, keras dan dapat tahan lama dipakai bebas dari kotoran dan tidak larut dalam air.

2. Aerasi
Zat besi tinggi pada air dapat dihilangkan dengan metode aerasi, Ion Fe selalu di jumpai pada air alami dengan kadar oksigen yang rendah, seperti pada air tanah dan pada daerah danau yang tanpa udara Keberadaan ferri larutan dapat terbentuk dengan adanya pabrik tenun, kertas, dan proses industri. Fe dapat dihilangkan dari dalam air dengan melakukan oksidasi menjadi Fe (OH)3 yang tidak larut dalam air, kemudian di ikuti dengan pengendapan dan penyaringan. Proses oksidasi dilakukan dengan menggunakan udara biasa di sebut aerasi yaitu dengan cara memasukkan udara dalam air.

3. Sedimentasi
Sedimentasi adalah proses pengendapan partikel-partikel padat yang tersuspensi dalam cairan/zat cair karena pengaruh gravitasi (gaya berat secara alami). Proses pengendapan dengan cara gravitasi untuk mengendapkan partikel-partikel tersuspensi yang lebih berat daripada air, ini yang sering dipergunakan dalam pengolahan air. Sedimentasi dapat berlangsung sempurna pada danau yang airnya diam atau suatu wadah air yang dibuat sedemikian rupa sehingga air di dalamya keadaan diam. Pada dasarnya proses tersebut tergantung pada pengaruh gaya gravitasi dari partikel tersuspensi dalam air. Sedimentasi dapat berlangsung pada setiap badan air. Biaya pengolahan air dengan proses sedimentasi relatif murah karena tidak membutuhkan peralatan mekanik maupun penambahan bahan kimia. Kegunaan sedimentasi untuk mereduksi bahan-bahan tersuspensi (kekeruhan) dari dalam air dan dapat juga berfungsi untuk mereduksi kandungan organisme (patogen) tertentu dalam air. Proses sedimentasi adalah proses pengendapan dimana masing-masing partikel tidak mengalami perubahan bentuk, ukuran, ataupun kerapatan selama proses pengendapan berlangsung. Partikel-partikel padat akan mengendap bila gaya gravitasi lebih besar dari pada kekentalan dan gaya kelembaban (Enersia) dalam cairan.

Sumber [AnekaSumber]

Ultrafiltrasi pengolahan minuman isotonik

Ultrafiltrasi untuk pengolahan minuman isotonik, Ultrafiltrasi (UF) adalah suatu proses filtrasi dengan menggunakan membrane yang dapat menyaring larutan yang memiliki besar molekul 1000 dalton. Filter UF pada umumnya  digunakan pada larutan yang mengandung makromolekul, koloid, garam, gula, dan lain sebagainya. UF diterapkan pada laboratorium dan industri pada skala besar. Membrane UF dapat digambarkan sebagai saringan berskala dimensi molecular. Biasanya polymeric dan asymmetric membrane, dirancang untuk produktifitas tinggi. Ukuran pori-pori dari membrane tersebut antara 0.05 μ m hingga 1 nm. Unit Ultrafiltrasi adalah suatu sistem ultrafiltrasi yang terutama diigunakan untuk menghilangkan bakteri dan virus.ultrafiltrasi minuman isotonik

Teknologi membran ultrafiltrasi merupakan salah satu teknologi untuk pengolahan air dan limbah.Teknologi  penyaringan air dengan membran ultrafiltrasi ini dapat mengontrol mikroorganisme pathogen kecil seperti virus dengan sangat efektif dan mengurangi kekeruhan air. Penyaringan UF bekerja berdasarkan ukuran partikel. Hal yang menjadi tantangan terberat dalam teknologi membran adalah terbentuknya fouling membran. Fouling ini menyebabkan penurunan fluks dan efektivitas membrane.

Keunggulan dari sistem UF ini adalah pori-pori yang memiliki nilai absolut dibandingkan dengan filter biasa. Filter UF memiliki ukuran sangat kecil dibandingkan dengan bakteri sehingga lebih steril dari filterisasi biasa

Membran ultrafiltrasi juga dapat digunakan dalam proses pengolahan minuman isotonik air kelapa. Dalam pengolahan ini dapat digunakan teknologi membrane UF, yaitu Ultrafiltration Package Plant. Prinsip dari teknologi ultrafiltrasi yang diterapkan dalam pemrosesan air kelapa ini adalah sebagai proses sterilisasi dingin. Hal ini dilakukan karena sifat air kelapa yang sangat sensitive terhadap panas, sehingga teknologi pengawetan yang biasa dilakukan seperti pasteurisasi tidak efektif karena akan membuat cita rasa air kelapa berubah.
Sebelum memulai proses, membran ultrafiltrasi perlu dibersihkan dari kotoran yang mungkin menempel. Air kelapa yang sudah dibuka tempurungnya segera dimasukkan ke dalam membran dengan sebelumnya ditambahkan gula, asam askorbat dan mineral tambahan. Setelah melewati membrane UF, air kelapa bisa langsung dikemas ke dalam botol kaca yang sebelumnya telah disterilisasi. Proses ini sangat sederhana dimana filtrasi dan pemurnian dilakukan tanpa bantuan bahan kimia sehingga dapat menekan biaya.
Membran ultrafiltrasi mampu menahan berbagai bahan pengotor dan mikroorganisme dengan ukuran yang lebih besar dengan ukuran pori membran. Hasil ini ditunjukkan dengan peningkatan kejernihan air kelapa. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh tim peneliti dari BB-Pascapanen memperlihatkan bahwa air kelapa yang diproses dengan membran ultrafiltrasi (ukuran pori 0,5-2 nm) memperlihatkan bahwa kandungan kalium dan natrium masih sangat tinggi dan total mikroba > 22 (Sinartani, 2006).
Selain kedua aplikasi tersebut, film tipis Nata de Coco juga dapat digunakan sebagai membran UF. Pembuatan film nata de coco diawali dengan mencampurkan air kelapa dan gula, kemudian ditambah starter setelah melalui pendinginan pada suhu kamar. Setelah difermentasi selam 7 hari akan terbentuk gel pada permukaan media cairnya, yaitu pellicle. Pada proses pemurnian dilakukan pencucian dengan air dan perendaman dalam NaOH 2% untuk menghilangkan komponen-komponen non-selulosa dan sisa bakteri. Film nata de coco yang dihasilkan memiliki berat jenis yang tinggi dan derajat penggembungannya rendah. Hal ini menunjukkan bahwa membran UF mempunyai struktur yang rapat, sehingga proses difusi air ke dalam film nata de coco lebih sulit.
Kinerja membran filtrasi dapat diketahui dengan cara melakukan uji kompaksi. Uji ini bertujuan untuk memperoleh harga fluks air yang konstan pada tekanan operasional. Hasil uji menunjukkan bahwa terjadi penurunan fluks sampai menit keduapuluh, dan selanjutnya nilai fluks relative konstan. Penrunan fluks air terjadi karena adanya deformasi mekanik pada matriks membran ultrafiltrasi akibat tekanan yang diberikan. Pada proses deformasi terjadi pemadatan pori film sehingga nilai fluks turun. Studi kompaksi paling banyak dipakai untuk membran reverse osmosis (RO) karena tekanannya tinggi .

Sumber [anekasumber]

Pages:« Prev123456789101112Next »