Filter air untuk restoran, cafe dan rumah makan

Filter air limbah restoran merupakan hal utama, Filter air restoran berguna untuk menyaring dan menyadiakan sumber air bersih untuk restoran anda. Usaha kuliner masih digemari dan banyak bermunculan tempat makan baru dengan berbagai menu maupun tema unik masih marak. Bagi Anda yang berencana memulai ke bisnis ini, jangan melupakan pengelolaan air limbah salah satu carnya  mengolah air limbah dengan filter air.

Menggunakan air bersih sangat penting dalam keberhasilan usaha rumah makan, restoran , kantin, cafe dan pujasera. Dengan air bersih yang sehat,  maka kualitas makanan dan minuman yang disajikan akan terjaga rasa dan  kenikmatannya.

Berikut ini beberapa cara mengolah air limbah restoran / cafe:

1. Pengolahan air limbah restoran secara fisik
Pada umumnya, sebelum dilakukan pengolahan lanjutan terhadap air limbah restoran dianjurkan agar bahan-bahan tersuspensi berukuran besar dan mudah mengendap atau bahan-bahan yang terapung disisihkan terlebih dahulu.

A)Penyaringan (Screening) merupakan cara yang efisien dan murah untuk menyisihkan bahan tersuspensi yang berukuran besar. Bahan tersuspensi yang mudah mengendap dapat disisihkan secara mudah dengan pengendapan. Parameter desain yang utama untuk proses pengendapan ini adalah kecepatan mengendap partikel dan waktu detensi hidrolis di dalam bak pengendap.

B) Proses flotasi banyak digunakan untuk menyisihkan bahan-bahan yang mengapung seperti minyak dan lemak agar tidak mengganggu proses pengolahan libah restoran dengan filter air berikutnya. Flotasi juga dapat digunakan sebagai cara penyisihan bahan-bahan tersuspensi atau clarification atau pemekatan lumpur endapan (sludge thickening) dengan memberikan aliran udara ke atas atau air flotation.

C) Proses filtrasi air limbah restoran menggunakan filter air
Di dalam pengolahan air limbah restoran menggunakan filter air biasanya dilakukan untuk mendahului proses adsorbsi atau proses reverse osmosis (RO), akan dilaksanakan untuk menyisihkan sebanyak mungkin partikel tersuspensi dari dalam air agar tidak mengganggu proses adsorbsi atau menyumbat membran pada filter air RO yang digunakan untuk proses osmosis.

D)Proses adsorbsi
Biasanya dengan karbon aktif dilakukan untuk menyerap dan menghilangkan bau / senyawa aromatic dan senyawa organik lainnya terutama jika diinginkan untuk menggunakan kembali air buangan tersebut.

2. Pengolahan air limbah restoran secara kimia
Pengolahan air limbah restoran secara kimia biasanya dilakukan untuk menghilangkan partikel-partikel yang tidak mudah mengendap (koloid). Logam-logam berat, senyawa fosfor dan zat organik beracun dengan membubuhkan bahan kimia tertentu yang diperlukan. Penyisihan bahan tersebut pada prinsipnya berlangsung melalui perubahan sifat bahan-bahan tersebut yaitu dari tak dapat diendapkan menjadi mudah diendapkan (flokuasi-koagulasi), baik dengan atau tanpa rekasi oksidasi reduksi dan juga berlangsung sebagai hasil oksidasi.

filter air untuk restoran, cafe, rumah makan

Sebagai contoh, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan air limbah di restoran/tempat makan sehingga restoran anda menjadi laris manis. Supaya Hal diatas dapat berjalan sempurna maka anda harus memperhatikan hal ini:

1. Bak cuci piring hanya digunakan untuk mencuci piring dan perabot makan/masak
Bak cucian piring bukanlah tempat sampah. Sisa makanan atau bahan masakan sebaiknya dibuang ke tempat sampah terlebih dahulu sebelum perabot kotor dicuci. Mungkin banyak dari kita yang terbiasa membuang sisa makanan ke dalam tempat cuci piring. Padahal selain dapat menyumbat saluran air buangan, sisa makanan juga dapat menambah beban kerja filter air sebagai alat pengolahan limbah restoran mulai dari zat organik, nutrien, minyak, lemak, dan lainnya.

2. Tidak membuang sisa minyak ke bak cuci piring
Pada temperatur yang rendah (seperti di dalam saluran air) minyak dapat membeku sehingga dapat menyumbat saluran air kotor.

3. Menghemat penggunaan air
Melakukan penghematan air selain menekan biaya operasional juga berarti meminimasi debit air limbah yang akan diolah menggunakan filter air. Pada saat mencuci piring misalnya, tidak membiarkan keran air mengalir saat tidak digunakan. Untuk melumerkan bahan makanan beku juga sebaiknya tidak dilakukan dengan air mengalir. Bagi restoran yang menggunakan mesin pencuci piring sebaiknya menunggu hingga mesin penuh sebelum digunakan. Dengan kata lain tidak menggunakan mesin hanya untuk mencuci beberapa perabot makan saja. Untuk membersihkan lantai sebaiknya dengan cara disapu atau dipel dan bukan disiram.

4. Memasang unit pengolahan pendahuluan
Selain menghindari terlalu tingginya beban kerja filter air sebagai alat pengolahan air limbah restoran, pemasangan unit-unit pengolahan air limbah pendahuluan juga dapat menghindari tersumbatnya saluran penyalur air limbah. Unit pengolahan pendahuluan yang digunakan misalnya perangkap lemak dan padatan. Padatan yang dimaksud terutama adalah sisa-sisa makanan yang tidak ikut terbuang ke tempat sampah. Untuk hal ini dapat digunakan perangkap berupa saringan dengan ukuran bukaan maksimum 2 mm yang dipasang di outlet bak cuci piring. Saringan dibersihkan sedikitnya satu kali sehari untuk menghindari sumbatan dan bau tak sedap. Setelah melewati saringan tersebut air dari bak cuci piring sebaiknya melewati perangkap lemak terlebih dahulu sebelum diteruskan ke saluran penyalur air limbah yang kemudian masuk ke alat filter air.

5. Memperhatikan aliran air yang masuk ke saluran buangan
Pada saat menggunakan bak cuci piring aliran air sebaiknya dijaga agar tidak terlalu deras (misalnya dengan menghindari penggunaan sprayer atau membuka keran terlalu besar). Apabila aliran terlalu deras maka sampah dapat terdorong dan menyumbat saluran air.

6. Menghindari temperatur tinggi
Setelah selesai merebus bahan makanan, ada kalanya air rebusan harus dibuang. Jangan langsung membuang air yang masih panas ke dalam saluran air buangan. Temperatur yang tinggi dapat melarutkan lemak sehingga sulit untuk dipisahkan (terutama bagi yang menggunakan unit perangkap lemak).

Sumber [Aneka Sumber]

Related posts

Leave your comment

Your Name: (required)

E-Mail: (required)

Website: (not required)

Message: (required)

Send comment