Filter Air Limbah Rumah Sakit

Air limbah rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya merupakan salah satu sumber pencemaran air yang sangat potensial karena mengandung senyawa organik yang cukup tinggi, serta senyawa kimia lain yang berbahaya serta mikroorganisme patogen yang berbahaya bagi kesehatan karena mengandung polutan yang bersifat toksid, infeksius, bahkan radioaktif sehingga berpotensi menimbulkan dampak terhadap pencemaran lingkungan dan kesehatan masyarakat. Disamping itu dengan minimnya jumlah rumah sakit di Indonesia yang memiliki IPAL yaitu sebanyak 36%, dan yang memenuhi persyaratan IPAL sebesar 52% maka potensi dampak yang ditimbulkan akan semakin nyata. Pemilihan teknologi pengelolaan air limbah dengan demikian sangat penting. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis aspek – aspek yang perlu dipertimbangkan dalam memilih jenis teknologi pengolahan atau filter air limbah rumah sakit secara deskriptif. Dengan menggunakan pendekatan aspek teknis, aspek ekonomis dan aspek keberlanjutan terhadap beberapa teknologi pengolahan air limbah rumah sakit yang berkembangan saat ini, dapat direkomendasi bahwa kombinasi teknologi pengolahan biofilter anaerob – aerob dan ozonasi adalah  teknologi yang efektif dalam pengolahan air limbah rumah sakit. limbah cair rumah sakit limbah cair rumah sakit berdasarkan hasil kajian terhadap 100 rumah sakit yang ada di Jawa dan Bali menyebutkan bahwa produksi produksi air limbah sebesar 48.985,70 ton per hari dengan rincian limbah domestic (76,8%) dan limbah infeksius (23,2%). Sedangkan di negara maju, produksi limbah rumah sakit diperkirakan sebanyak 0,5 -0,6 kg per tempat tidur rumah sakit perhari. Berdasarkan hasil studi di berbagai lokasi rumah sakit di Jakarta tahun 2004 diketahui bahwa rumah sakit menghasilkan limbah domestik (85%), limbah infeksius (9,5%), limbah patogen (1,5%) dan limbah berbahaya (4%). Berdasarkan data tentang kandungan polutan yang ada dalam air limbah rumah sakit, dampak dan volume limbah yang dihasilkan serta rendahnya efisiensi IPAL rumah sakit di Indonesia, maka air limbah rumah sakit perlu diolah dengan teknologi pengolahan yang tepat. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan analisis aspek teknis, aspek ekonomis, dan aspek keberlanjutan terhadap teknologi pengolahan air limbah rumah sakit yang berkembang saat ini.

Aspek Teknis Teknologi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit
Teknologi pengolahan air limbah dapat diklasifikasikan dalam tiga jenis yaitu pengolahan secara fisik, pengolahan secara kimia dan pengolahan secara biologi. Tetapi dalam implementasinya ketiga jenis pengolahan tersebut tidak dapat dilakukan secara parsial tetapi dilakukan secara kombinasi dan terintegrasi, dalam bentuk pengolahan secara fisik-kimia-biologi, pengolahan secara fisik-biologi maupun pengolahan secara kimia-biologi. Secara biologis terdapat 3 jenis pengolahan yaitu pengolahan secara aerobik (dengan udara), anaerobik (udara terbatas), atau fakultatif. Teknologi proses pengolahan air limbah rumah sakit yang sering digunakan antara lain adalah proses aerasi kontak (Contact Aeration Process), reaktor putar biologis (Rotating Biological Contactor, RBC), proses lumpur aktif (Activated Sludge Process), proses biofilter “Up Flow”, proses “biofilter anaerob-aerob” serta proses ozonasi.Teknologi pengolahan lainnya merupakan pengembangan dari kelima teknologi tersebut, misalnya: Integrated Anaerobic-Aerobic Fixed Film Bioreactor, Kombinasi Activated Sludge-Biological Contactor, Bee Nest Media. Penilaian aspek teknis dalam teknologi pengolahan air limbah rumah sakit diartikan sebagai penilaian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi secara teknis kinerja IPAL, yaitu pada saat desain IPAL atau saat operasi IPAL. Metcalf(1991) menyebutkan bahwa dalam desain dan pemilihan teknologi pengolahan air limbah terdapat beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, antara lain pengalaman desainer, kebijakan instansi, biaya operasional, biaya perawatan, ketersediaan lahan, ketersediaan alat, dan perkembangan teknologi. Teknologi filter air limbah rumah sakit yang efisien dengan luas lahan terbatas yang sesuai dengan kemampuan biaya pemrakarsa merupakan pilihan teknologi yang diharapkan. Pada sisi lain, untuk membangun suatu IPAL agar dapat beroperasi secara optimum harus dilakukan beberapa tahapan pekerjaan. Tahapan tersebut meliputi studi karakteristik air limbah, peninjauan lokasi dan pembuatan profil hidraulik. Berdasarkan perbedaan karakteristik air limbah, luas lahan serta kemampuan pembiayaan dari masing -masing rumah sakit maka setiap rumah sakit memiliki jenis teknologi IPAL yang tidak sama. Beberapa aspek teknis dari suatu IPAL dilihat dari kelebihan dan kelemahan dari masing-masing teknologi IPAL.

Aspek Ekonomis Teknologi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit
Aspek ekonomis pada teknologi pengolahan air limbah rumah sakit diartikan sebagai kemampuan teknologi pengolahan dalam mengolah air limbah sebanyak – banyaknya dengan biaya seminimal mungkin serta memberikan benefit yang semaksimal mungkin. Tinjauan aspek ekonomis dalam pemilihan teknologi dapat dilihat dari besarnya biaya operasional dan perawatan, biaya investasi, nilai manfaat biaya (cost benefit) dan pengakuan atau jaminan produk oleh konsumen. Ditinjau dari sisi cost benefit, suatu teknologi IPAL dikatakan memberikan cost benefit yang besar jika IPAL tersebut dapat memberikan mafaat yang besar bagi perusahaan. Sebagai contoh, IPAL rumah sakit yang dibangun dengan biaya investasi rendah tetapi dengan keberadaan IPAL tersebut rumah sakit dapat memberikan kepercayaan pada pelanggan atau stakeholder akan arti dari pengelolaan lingkungan sehingga pelanggan atau stakeholder akan semakin percaya dan merasa puas yang selanjutnya berdampak pada pemberian bantuan dana maupun pasien yang datang semakin banyak. Berdasarkan hal tersebut maka dalam memilih teknologi IPAL tidak dapat dilihat dari besarnya investasi dan biaya operasional yang dibutuhkan tetapi harus dilihat dari seluruh aspek yang mempengaruhi nilai ekonomi suatu IPAL dan arti nilai ekonomi suatu IPAL bagi pemilik sehingga memberikan manfaat secara ekonomis yang sebesar-besar nya.

Aspek Keberlanjutan Teknologi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit
Aspek keberlanjutan dalam pemilihan teknologi pengolahan air limbah rumah sakit diartikan sebagai masa pemakaian IPAL untuk dioperasikan. Umur teknologi IPAL dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, fluktuasi beban air limbah yang diolah, perawatan, perbaikan, serta dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan sekitar. Teknologi IPAL memiliki masa pemakaian lama jika teknologi yang dimiliki IPAL lebih adaptif, kurang berpotensi menimbulkan dampak, fleksibel terhadap beban air limbah yang diolah, serta didukung oleh dana yang cukup. Jadi Kesimpulannya adalah teknologi pengolahan air limbah rumah sakit yang berkembang di Indonesia telah mampu mengolah air limbah rumah sakit dengan efisiensi pengolahan relatif tinggi terutama untuk parameter polutan non klinis. Sedangkan untuk memilih teknologi pengolahan yang tepat perlu dilakukan analisis dari aspek teknis, aspek ekonomis dan aspek keberlanjutan.

Sumber [Aneka Sumber]

Related posts

Leave your comment

Your Name: (required)

E-Mail: (required)

Website: (not required)

Message: (required)

Send comment