Filter air laut tenaga surya

Filter air laut makin banyak jenisnya, Filter air laut kali ini menggunakan tenaga surya / matahari. Air minum sangat dibutuhkan untuk menunjang kelangsungan hidup bagi setiap individu. Manusia mampu bertahan hidup tanpa makan dalam beberapa minggu, namun tanpa air manusia akan mati dalam beberapa hari saja. Sebagian besar masyarakat perkotaan di Indonesia telah mengkonsumsi air sehat walaupun belum tentu layak minum. Air layak minum memerlukan persyaratan tertentu khusus.
Kita ketahui, sumber air berasal air tanah, mata air, air sungai, danau dan air laut. Untuk lebih mudahnya ditinjau dari kandungan air didalamnya maka air laut amat sedikit digunakan untuk diolah menjadi air layak pakai dan layak minum dengan alat filter air laut. Hal ini disebabkan karena air laut memiliki kandungan lebih komplek khususnya garam yang memerlukan peralatan khusus untuk memisahkannya. Disamping itu kandungan garam (NaCl) cukup banyak didalam air laut jika dibandingkan dengan air yang berasal dari sumber lainnya.

Filter air laut sangat cocok karena luas lautan Indonesia mencapai sekitar 3.288.683km2. Sehingga Indonesia juga mendapat julukan negara maritim. Melihat Indonesia yang terletak ditengah kepungan air laut, kekurangan air bersih banyak menimpa masyarakat yang tinggal di pesisir pantai. Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memiliki luas wilayah 251.810,71 km yang sebagian besar 95,97 persen atau 241.251,30 km2 merupakan perairan dan terdiri dari gugusan kepulauan sebanyak 1.062 pulau. Jika ditelaah, hampir setiap pulau belum semuanya memiliki air layak minum. Hal ini sulit untuk dilaksanakan karena membutuhkan dana yang besar. Membangun filter air laut atau instalasi air bersih dan layak minum sangat besar dananya, apalagi bahan dasarnya dari air laut. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk menciptakan proses yang sangat sederhana untuk memperoleh air layak pakai dan layak minum.
Filter air laut / Pengolahan air laut menjadi air tawar layak pakai dan minum dikenal juga dengan istilah desalinasi air laut. Proses ini dapat dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu, pertama, Filter air laut proses destilasi atau poses penyulingan. Air laut dengan kandungan berbagai zat dipisahkan dengan cara pemanasan sehingga unsur air akan menguap. Selanjutnya uap air ini didinginkan menjadi titik air yang selanjutnya dapat ditampung menjadi sekumpulan air bersih layak pakai dan minum. Komponen lain seprti logam atau garam yang ada dalam air laut akan tertinggal dengan sendirinya berdasarkan kaedah gravitasi .

Kedua, Filter air laut proses pertukaran ion. Proses penyaringan air ini ditemukan Way pada 1852, saat melakukan eksperimen menghilangkan ammonia dalam larutan air yang meresap melalui tanah. Dari hasil penemuan ini kemudian dikembangkan proses konversi kimia. Proses ini kemudian digunakan secara dan berskala (Industri). Proses pembuatan air minum dari air laut dengan teknik filter air laut pertukarn ion memanfaatkan proses kimiawi untuk memisahkan garam dalam air. Ion garam (Na+Cl-) ditukar dengan ion seperti Ca+2 dan SO4-2. Kedua komponen ini diperoleh dari bahan alam dan sintetis. Ion alam dapat diperoleh dari seperti zeolit sedangkan yang Ion sintetis dapat diperoleh dari resin (resin kation dan resin anion).

Pada proses pertukaran ion merupakan reaksi kimia dengan ion terhidrata dan sifatnya bergerak di dalam zat padat, dipertukarkan atas dasar ekuivalen dengan ion yang bermuatan sama yang terdapat di dalam larutan. Zat padat mempunyai struktur seperti jala terbuka dan ion yang bergerak itu menetralisir muatan atau muatan potensial. Pertukaran kation berlangsung bila kation yang bergerak dan bermuatan positif terikat pada gugus yang bermuatan negatif. Proses pertukaran ion berlangsung bila anion bergerak, bermuatan negatif yang melekat pada gugus bermuatan positif di dalam resin, penukar kalor saling bertukar dengan anion di dalam larutan.

Ketiga, Filter air laut proses Filtrasi Reverse Osmosis (SWRO) . Tekonologi ini lebih dikenal dengan proses Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yaitu salah satu teknologi pengolahan air laut menjadi air tawar yang paling sering digunakan untuk memenuhi kebutuhan air minum. Keistimewaannya adalah mampu menyaring molekul yang lebih besar dari molekul air. Proses filtrasi dikenal dengan Teknologi membrane. Sedangkan teknologi membrane dapat melalui proses elektrodialisis dan RO. Dari kedua teknologi ini RO lebih sering digunakan.

filter air laut membran reverse osmosis

Dari ketiga proses Filter air laut itu, yang paling sederhana dan mudah adalah proses distilasi atau destilasi air laut. Namun demikian proses ini memerlukan bahan bakar yang cukup banyak sehingga belum seimbang antara pengeluaraan bahan bakar dengan output yang dihasilkan. Berbagai penelitian terhadap kemungkinan pemanfaatan air laut untuk dijadikan air layak pakai dan minum telah dilakukan dengan berbagai jenis dan tipe peralatan filter air laut pendukungnya termasuk didalamnya tentang penggunaan bahan bakar untuk proses yang dilakukan. Penggunaan bahan bakar minyak atau fosil untuk masa yang akan datang haruslah dipertimbangkan secara baik, karena semakin lama semakin mahal dan persediaan bahan bakar ini semakin menipis. Sehingga penggunaan sinar matahari atau juga lazim disebut sinar surya dapat digunakan mengganti energi fosil ini.

Energi surya dapat digunakan sebagai bahan pemanas proses destilasi air laut menjadi air minum. Di beberapa daerah yang letaknya dekat dengan khatulistiwa menjadikan energi surya menjadi sumber energi yang paling banyak dapat digunakan.

Kini pemakaian energi surya untuk pemanasan pada proses filter air laut ber teknologi destilasi ini dalam skala besar akan dibangun oleh Beberapa perusahaan air di Indonesia. Skala ini tentunya memerlukan investasi yang sangat besar dan banyak kesulitan jika disetiap daerah khususnya di daerah kepulauan akan dibangun instalasi yang demikian. Oleh karenanya perlu dilakukan inovasi untuk memperoleh air bersih layak minum ini untuk masyarakat pedesaan atau pesisir dengan memanfaatkan energi surya. Namun demikian Filter air laut dengan menggunakan sinar surya terbatas hanya paling lama 10 jam dalam sehari semalam. Selebihnya energi pemanasan tidak dapat lagi diperoleh sehingga diperlukan inovasi baru bagaimana supaya dapat beroperasi 24 jam.filter air laut matahari
Proses distilasi air laut untuk menghasilkan air layak pakai dan layak minum sangat sederhana. Air laut dipanasi dalam ruangan sehingga menghasilkan uap air. Kemudian uap air dikondensasi sehingga menjadi butiran air yang menempel dinding dan dikumpulkan. Air yng dihasilkan sudah layak pakai. Untuk menjadikan air layak minum makan filter air laut ini dilengkapi dengan teknologi penyinaran ultra violet yang dilakukan secara intermitten dapat membunuh kuman yang ada dalam air sehingga produk air menjadi sehat dan layak minum.

Sinar surya yang digunakan untuk pemenasan dalam proses filter air laut tenaga surya ini tidak dilakukan secara langsung tetapi melalui Photo Voltage (PV) dirubah menjadi energi listrik yang kemudian melalui inverter energi ini digunakan sebagai pemanas coil air yang akan diuapkan. Pada sore dan malam hari energi listrik untuk pemanas coil diganti dengan sinar infra red sehingga proses ini terus berjalan hingga keesokan paginya matahari menyinari bumi kembali dan PV dapat memanfaatkannya. Melalui teknologi ultra violet yang juga diperoleh dari sinar matahari air di sterilisasi dengan sinar ini sehingga layak minum.

Kajian filter air laut tenaga surya ini sedang dilakukan dan perakitan telah dibuat tinggal menunggu hasil uji air yang dihasilkan. Kajian ini memperoleh dana dari Provinsi Kepri, Tanjungpinang. Tentu saja diharapkan kajian ini akan memperoleh alat yang dapat diproduksi dengan harga yang terjangkau dengan kapasitas yang memadai. Sedangkan prototype alat filter air laut tenaga surya yang dirancang rencana akan diikut sertakan dalam pameran TTG tingkat Nasional pada Oktober di Batam lalu.
Sumber [haluankepri.com]

Related posts

Leave your comment

Your Name: (required)

E-Mail: (required)

Website: (not required)

Message: (required)

Send comment